Islami Pedia: islam di himalaya
News Update
Loading...
Showing posts with label islam di himalaya. Show all posts
Showing posts with label islam di himalaya. Show all posts

Tuesday, May 12, 2020

Islam di Nepal

Lokasi Nepal diantara India dan China.

Merujuk pada hasil sensus penduduk Nepal tahun 1991 penduduk muslim pada Nepal menempati urutan ke tiga dengan jumlah populasi sebanyak 591,340 jiwa dibawah pemeluk kepercayaan Hindu dan Budha. Setara menggunakan 3.8% berdasarkan keseluruhan penduduk Nepal. Angka tersebut ditengarai jauh lebih kecil menurut nomor sebenarnya.

Secara garis besar muslim Nepal dibagi ke pada 4 etnis besar masing masing adalah Muslim India, Khasmir (Khasmiri), Tibet (Tibetan) dan Muslim orisinil Nepal (Nepali). Selain itu masih ada lagi muslim Nepal gunung yg memang tinggal pada kawasan pegunungan, mereka adalah keturunan berdasarkan orang tua campuran dan rata homogen merupakan keturunan dari bunda yg merupakan orang Nepal gunung. Perbedaan etnis tadi secara kasar dapat terlihat dari penampilan fisik mereka, bahasa sehari hari yg digunakan, budaya & pula mereka memang nir berbaur satu menggunakan yang lainnya.

Islam pertama kali diperkenalkan di Nepal sang para saudagar Arab pada abad ke 5 Hijriah/11 Masehi yang datang ke lembah Kathmandu untuk berniaga. Setelah itu sebagian tentara muslim dari pasukan Ikhtiyar Uddin Muhammad bin Bakhtiyar Khilji yang menginvasi Tibet pada tahun 1206 pernah menjejakkan kaki pada Nepal untuk beberapa ketika, Ikhtiyar Uddin merupakan panglima pasukan Sultan Qutb uddin Aybak menurut Kesultanan Delhi, yang menguasai daerah barat laut India berpusat pada Delhi.

Sedangkan muslim Kashmir (India) dipercaya sebagai muslim pertama yang bedomisili di Nepal. Gelombang pertama muslim Khasmir masuk dan menetap di Nepal pada masa kekuasaan Raja Ratna Malla (1482-1520) dari dinasti Malla.  Mereka merupakan para saudagar yang melakukan perdagangan dengan Tibet lalu juga berdagang di Nepal. Barang dagangan mereka berupa karpet, bahan bahan kulit binatang dan bahan bahan yang terbuat dari woll.

Jemaah sholat Ied di Masjid Kashmiri Takiya.

Kini muslim Khasmir pada Nepal dikenal menjadi kalangan muslim terpelajar dan masuk pada kelasnya para pebisnis sukses. Beberapa dari mereka bahkan sudah masuk ke dalam jajaran birokrasi & politik. Muslim khasmir bahkan mempunyai huma pemakaman yang spesifik diperuntukkan bagi muslim Khasmir (khasmiri) pada daerah Shayambhu.

Kasta Masyarakat Nepal Paling Bawah

Gelombang kedua muslim India masuk ke Nepal & tinggal pada di wilayah Terai (perbatasan India & Nepal) dalam abad ke 19 tepatnya pada tahun 1857M. Tahun 1857 wilayah Terai diakuisisi oleh Nepal pada bawah Perdana Menteri Jung Bahadur bersama kerajaan Inggris. Hal tersebut sebenarnya upaya Inggris agar muslim tidak terkonsentrasi pada India yang semakin membahayakan penjajahan Inggris atas India. Di bawah tekanan penjajah Inggris, Muslim pada wilayah perbatasan mengungsi ke daerah Terai yang dijadikan daerah Nepal. Sejak ketika itu Muslim tunduk dalam undang-undang Kerajaan Nepal tahun 1853 sebagai masyarakat Negara dengan kasta terendah.

Sebagian besar muslim di wilayah Terai tadi bukanlah pendatang tetapi menjadi bagian muslim Nepal lantaran 4 distrik territorial mereka yg tadinya adalah wilayah India utara dimasukkan ke pada teritori Nepal sang Inggris menjadi hadiah buat raja Nepal yang membantu Inggris pada perang terhadap kerajaan Nawab berdasarkan Oudh yang ingin merdeka.

Muslim dari Tibet masuk ke Nepal awalnya jua buat berdagang dan lalu menetap di Nepal. Dalam sebuah kunjungan kenegaraan Raja Ratna Malla ke Lhasa, beliau juga mengundang para pengusaha muslim Tibet buat membuka bisnis pada Kathmandu. Dan muslim pendatang berdasarkan Tibet bertambah pada era 1960-an sebagai dampak gejolak politik di Tibet. Kini muslim Tibet yang terdapat di Nepal sudah berbaur menggunakan rakyat setempat baik bahasa, budaya sampai cara berpakaian merekapun telah seperti orang Nepal. Muslim keturunan Tibet rata rata sukses, mereka masih melanjutkan usaha dengan Tibet tanah leluhur mereka & tentunya menggunakan China yang kini berkuasa pada Tibet.

Masjid Jami Nepal.

Ketika Angin perubahan berhembus

Selama berabad abad lamanya muslim Nepal hayati pada ketertindasan penguasa & mengalami ketertinggalan hampir disegala bidang galat satu sebabnya merupakan status sosial mereka yg berada di kasta paling bawah mengakibatkan mereka tak mempunyai akses ke dunia pendidikan sampai politik. Tahun 1951 kekuasaan rezim dinasti Rana Berahir. Raja baru kurang bersimpatik menggunakan Muslim lantaran dipercaya orang orang dekatnya dinasti sebelumnya. Perubahan kondisi politik mulai terjadi pada tahun 1959 menggunakan keluarnya konsitusi baru & pembentukan pemerintahan yang dipilih secara demokratis menggunakan B.P. Koirala sebagai perdana menteri, tetapi kemudian sistim pemerintahan yg baru terbentuk ini dibubarkan oleh raja Mahendra setahun lalu Dan menggantinya menggunakan sistim monarki terpimpin yg baru.

Tetapi sejak tahun 1960 itu pula tersebut raja Mahendra menghapus Undang undang tahun 1853 dengan menerbitkan undang undang baru yang mengangkat status kewarganegaraan muslim setara menggunakan warga negara lainnya. Meskipun UU tahun 1963 ini memberikan kebebasan beragama namun permanen melarang perpindahan agama (dari Hindu ke Islam) dan tetap melarang perceraian sebagaimana diatur dalam UU tahun 1853. Pelanggaran terhadap anggaran tadi akan dikenakan penjara selama 3 tahun. Raja Mahendra jua mengangkat satu orang wakil berdasarkan muslim buat duduk di Dewan Perwakilan Nasional (Panchayat) & nir ada larangan bagi pendirian madrasah.

Perubahan politik Nepal terjadi lagi ketika Nepal bertransformasi berdasarkan system monarki Hindu kepada system demokrasi multi partai di tahun 1990 Perubahan tadi jua memberi perubahan signifikan bagi muslim Nepal. Dengan keluarnya undang undang kesetaraan tanpa diskriminasi kepercayaan , ras, jenis kelamin, kasta, suku ataupun ideologi. Dan dengan sendirinya mengahapus superioritas Hindu selama berabad abad di negeri itu.

Hasilnya merupakan 31 pemimpin muslim bisa ikut dan buat pertama kali pada kancah politik Nepal dengan ambil bagian dalam pemilu tahun 1991 dan lima berdasarkan mereka berhasil terpilih. Tiga dari mereka masuk dalam jajaran anggota kongres Nepal (dari partai komunis & partai Sadbhavana) sedangkan Sheikh Idris yg menjadi anggota kongres jua masuk ke dalam jajaran kabinet.

Kashmiri Takiya.

Muslim Nepal sekarang sedang berjuang mendapatkan hak atas 10% jatah kursi di dewan perwakilan, kursi di parlemen dan meminta pengesahan hari akbar Islam sebagai hari libur nasional. Lebih radikal lagi sekelompok muslim disana berjuang buat mendapatkan identitas tersendiri bagi muslim Nepal. Segera setelah terjadi perubahan konstitusi tadi, imam Masjid Jami Kathmandu memimpin satu delegasi menghadap Perdana Menteri K.P. Bhattarai mengajukan 14 poin permintaan.

18 Mei 2006 Parlemen Sementara Nepal mengesahkan undang undang baru yg secara tegas menyebutkan bahwa Nepal adalah sebuah Negara merdeka, berdaulat & Sekuler. Undang undang tadi lalu dimasukkan ke pada Konstitusi Sementara pada bulan Mei tahun 2007 yang menyatakan bahwa Nepal merupakan sebuah negara yang Independen, invisible, berdaulat, sekuler dan inklusif dan Negara yg berdemokrasi secara penuh. Dewan perwakilan yg terpilih dalam pemilu di tahun tadi harus mengesahkan hal teresebut.

Ancaman Terhadap Pimpinan Organisasi Islam Nepal

Salah satu organisai Islam di Nepal yg berupaya menaikkan pendidikan ummat Islam Nepal adalah Persatuan Islam (islami Sangh), Sekretaris Jendral organisasi ini bernama Faizan Ahmad Ansari pada tanggal 26 September 2011 silam sebagai korban penembakan oleh 2 orang pria bersenjata tak dikenal dan nyawanya tak tertolong. Kala itu dia baru saja selesai menunaikan sholat pada masjid yg lokasinya justru di depan pos polisi di kawasan metropolitan Kathmandu. Di bawah guyuran hujan deras dua pria berjas hujan memberondong beliau dengan peluru sampai meninggal. Pembunuhan itu memicu protes & kemarahan dari pendukung & keluarga dia. Beliau bukan satu satunya pemimpin muslim yg sebagai korban penghilangan nyawa di Nepal, sebelumnya seorang pengusaha media muslim setempat, Jamin Sahah jua mengalami nasib serupa pada saat yg tidak berselang terlalu lama .

Serangkaian pembunuhan dan percobaan pembunuhan terhadap tokoh tokoh muslim pada Nepal mengundang kecaman dari berbagai pihak termasuk dari tokoh tokoh kepercayaan selain Islam pada Nepal. Peristiwa tersebut berujung pada pencopotan ketua kepolian Kathmandu dan pembentukan komisi penyidik masalah penghilangan nyawa tadi namun tak menjadikan hasil. Lebih jauh ummat Islam Nepal kini menuntut pengunduran diri wakil Perdana Meteri dan Menteri pada Negeri Nepal sebagai bentuk tanggung jawab atas serangkaian penghilangan nyawa terhadap tokoh tokoh Islam pada negeri tadi.

Al Qur?An berbahasa Nepal

Muslim Nepal kini mampu mempunyai kitab suci Al Qur?An terjemahan bahasa Nepal sebagai upaya penyebaran dakwah pada kalangan umat Islam pada sana. Terjemahan Al-Quran berbahasa Nepal mencakup 1.168 laman, ditulis dengan goresan pena Nepal dengan menyertakan ayat-ayat Al-Quran yang diterjemahkan dalam tulisan Arab. Untuk tahap pertama, terjemahan Al-Quran berbahasa Nepal dicetak lebih menurut lima.000 eksemplar, 2.500 antara lain dikirim ke New Delhi (India), Buthan, & Myanmar hingga lalu semakin banyaklah Muslim Nepal yang mengenal balik Islam lewat ayat-ayat Al Qur?An dalam bahasa yang mereka pahami.

------------------------------------------------------------------

Follow & Like akun Instagram kami di@masjidinfo

🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.

🌎 informasi dunia Islam.

------------------------------------------------------------------

Baca Juga

Islam di Korea Utara

Islam di Kazakhstan

Islam di Azerbaijan

Islam di Burkina Faso

Islam di Seychelles

Islam di Guyana (Republic of Guinea)

Islam di Republik Togo

Islam di Siera Leone (Afrika Barat)

Islam di Burundi (Afrika Timur)

Islam di Pantai Gading

Islam di Zanzibar

Islam di Reunion - Prancis

Thursday, May 7, 2020

Menjejak Islam di Bhutan

Kerajaan Bhutan dikenal sebagai kerajaan Budha pada sisi timur pegunungan Himalaya berbatasan dengan China di Utara & India di Selatan. Kerajaan ini mempunyai alam yg masih perawan dan mempesona dan kehidupan tradisional yg bertenaga sampai kerap kali digelari sebagai Kerajaan Shangri-La terahir pada bumi.

Bhutan; The Last Shangri-La Kingdom

Bhutan merupakan galat satu berdasarkan sedikit Negara asia yg masih berbentuk kerajaan, bahkan sanggup jadi sebagai satu satunya kerajaan yang masih eksis pada bumi menggunakan tatanan tradisionalnya yang masih sangat kental. Modernisasi nyaris tak menyentuh kerajaan ini, namun penduduknya populer menjadi warga yg paling senang pada Asia & dunia. Indeks pembangunan negaranya didasarakan pada indeks Gross National Happiness yg takkan ditemukan di GBHN Negara lain.

Wilayah kerajaannya terhimpit diantara India & Tibet (yang kini dikuasai China). India menjadi satu satunya pintu masuk dan keluar berdasarkan Bhutan melalui kota Phuentsholing yg berbatasan langsung menggunakan kota Jaigaon pada provinsi Benggala Barat, India. Perbatasan mereka pada utara menggunakan Tibet sudah usang ditutup kedap sejak Tibet di kuasai China & berujung konkurensi perbatasan antara Bhutan menggunakan China.

Lantaran posisi strategisnya kota Phuentsholing menjadi ibukota perdagangan bagi Bhutan, bank Negara bahkan berkantor pada kota itu. Gerbang perbatasan Bhhutan & tempat kerja imigrasi kedua Negara berdiri disana, meski penduduk kedua Negara mempunyai hak istimewa pada melintasi perbatasan, tidak sama menggunakan pengunjung dari Negara lain yang wajib mengurus izin yg cukup rumit buat sanggup masuk ke wilayah Bhutan.

Kehidupan rakyat begitu kental dengan dogma kepercayaan Budha menjadi kepercayaan resmi Negara & mereka sangat menghormati raja dan keluarganya. Alam mereka masih perawan, menggunakan landscape pegunungan Himalaya timur yg memukau, kehidupan sederhana pedesaan bisa ditemukan dibagian manapun Negara ini yang terkenal menggunakan ribuan kuil kuil kuno bertebaran dari zenit gunung hingga dinding dinding batu terjal pegunungan.

Wilayah Kerajaan Bhutan berada diperbatasan antara China & India.

Keindahan panorama kerajaan ini dipadu dengan kehidupan tradisional penduduknya tidak pelak memuatnya mendapatkan julukan menggunakan berbagai nama negeri dongeng. Bhutan sendiri secara harpiah bermakna ?Negeri Naga Petir? Sedangkan penduduknya menyebut Negara mereka ?Rakyatnya menyebut kerajaan mereka menjadi ?Druk Yul? Yang berarti ?Negeri Naga?, engkau akan menggunakan mudah menemukan gambar naga di bendera dan lambang kerajaannya. Dan diantara para pengelana dan pengembara tak segan segan menyebut Kerajaan Bhutan sebagai ?The Last Shangri-La Kingdom? Atau ?Kerajaan Shangri-La terahir?

Angin perubahan di negeri Naga Petir

Raja Jigme Singye Wangchuk menjadi raja Bhutan terahir yang berkuasa menggunakan kekuasaan absolut menjadi raja pemegang tampuk ketua Negara sekaligus kepala pemerintahan. Namun secara mengejutkan dia mengumumkan akan melepaskan jabatannya di tahun 2008, tak hanya itu, dia pula berencana memangkas kekuasaan absolut raja, membuka jalan bagi pemilihan generik buat memilih perdana menteri & DPR menjadi penggerak roda pemerintahan.

Keputusan yg diumumkannya di hadapan 8.000 penggembala fauna yak, biksu, petani, & anak didik pedesaan dalam 18 Desember 2005 & disebarkan melalui harian Kuensel itu justru menuai keberatan berdasarkan rakyatnya yang mengkhawatirkan akan terjadinya praktek KKN sang para pejabat dikemudian hari. Nyatanya, Dasho Jigme Khesar Namgyal Wangchuck, benar benar menyerahkan kekuasaan kepada putra tertuanya yg masih bujangan ditahun 2006.

Raja Jigme Singye Wangchuk telah menjadi raja semenjak usia 17 tahun menggantikan ayahandanya yang wafat di tahun 1972 sangat dicintai rakyatnya & senantiasa hidup sederhana bersama ke empat istrinya, lebih senang tinggal pada tempat tinggal kayu khas Bhutan ketimbang tinggal di Istana kerajaan di dalam benteng, tak pernah mengungkapkan karena mundur menurut kekuasannya sebagai raja yang harusnya berkuasa seumur hayati.

Thimpu, ibukota dan kota terbesar di Bhutan. Gedung tertinggi di foto itu adalah pusat pemerintahan Bhutan.

Dasho Jigme Khesar Namgyal Wangchuck kini memerintah kerajaan Bhutan yg telah mulai menerapkan sistim demokrasi yang di inisiasi oleh ayahnya. Raja baru ini baru menemukan permasurinya pada tahun 2011, pernikahan mereka menjadi Royal Weding yang menginspirasi kebahagiaan seisi negeri, foto pernikahan mereka bahkan diabadikan dalam uang kertas 100 ngultrum Bhutan.

Seperti Apakah Kerajaan Bhutan

Kerajaan Bhutan merupakan keliru satu menurut sedikit Negara pada dunia yg benar benar tidak pernah mengalami penjajahan sang bangsa asing sepanjang sejarahnya. Wilayah mereka bahkan tak sempat tersentuh oleh silih bergantinya emperium akbar yang pernah berkuasa di India juga pada China. Dinasti Islam Mughal yang merupakan dinasti Islam terbesar yang pernah berkuasa di hampir semua daerah anak benua India itu pun, wilayahnya tidak sampai menyentuh daerah Bhutan.

Secara geografis, Bhutan hanya bertetangga dengan Tibet (China) di Utara & India disebelah selatan. Muka buminya di penguasaan pegunungan, mulai berdasarkan rata rata ketinggian 200 meter berdasarkan permukaan laut pada sebagian selatan negaranya hingga ke ketinggian 7000 meter berdasarkan permukaan bahari di bagian utara-nya yang merupakan sisi timur Himalaya. Tak salah jika menyebut kerajaan ini menjadi kerajaan gunung atau bahkan ada yang menjulukinya menjadi galat satu negeri diatas awan.

Luas keseluruhan wilayahnya hanya 38.394 km2 atau setara dengan luas daratan provinsi Sulawesi Tenggara (38.067 km2). Sedangkan jumlah penduduknya sebanyak 727.145 (tahun 2017) jiwa atau lebih kurang 20% lebih sedikit dibandingkan semua penduduk pada provinsi Papua Barat (915.400 jiwa)

Gangkar Puensum (7,570mdpl) di Dochula pass adalah puncak tertinggi pada Bhutan. Gunung ini populer sebagai gunung yang belum pernah ditaklukkan insan pendaki manapun.

Penduduknya diwajibkan memakai kostum tradisional pada kehidupan mereka sehari hari. Orang asing nir dapat berkunjung ke Bhutan melalui agen wisata yg ditunjuk oleh pemerintah menggunakan prosedur yang cukup rumit & nir dapat bebas berkelana sesuka hati kecuali ketempat loka yang sudah diatur. Budha Vajrayana yg dianut oleh 74.8% penduduk merupakan kepercayaan resmi satu satunya yang diakui oleh Negara, disusul lalu oleh Hindu (22,6%) yg menjadi minoritas utama pada Negara itu. Ajaran Budha memang telah dikenal sang masyarakat Bhutan sejak abad ketujuh Miladiyah.

Adakah Muslim pada Bhutan?

Sedikit sekali informasi yang tersedia mengenai keberadaan muslim di Bhutan. Kebijakan negaranya yang semi tertutup turut andil kepada kurangnya informasi menyangkut hal itu.   Menurut Adherents,com, muslim di Bhutan mencapai 5%. Sedangkan CIA factbook mengklaim bahwa ummat islam di Bhutan hanyalah kurang dari 1% dari total penduduknya di tahun 2009. Sedangkan lembaga riser Pew Reseach Centre memperkirakan bahwa muslim di Bhutan ada sekitar 1% atau sekitar 7000 jiwa dari keseluruhan penduduk negara terebut.

Perkembangan Islam di Bhutan cukup menarik bila mencermati data dari Pew Reseach Forum  yang menyebutkan bahwa pada 1990 terdapat sekitar 6.000 Muslimin di Bhutan. Kemudian, pada 2010 meningkat menjadi 7.000 jiwa dan pada 2030, diprediksi akan meningkat menjadi 9.000 jiwa.

Merujuk pada republika, perkembangan Islam pada Bhutan cukup sulit mengingat kebijakan Negara yg melarang dakwah Islam pada daerah Negara itu. Ditambah lagi dengan buruknya citra yang dimunculkan oleh media (barat) berdampak jelek terhadap pandangan rakyat setempat terhadap Islam.

Haa Valey atau lembah Haa, galat satu landscape Bhutan yg menawan.

Menurut US Library of Congress, komunitas Muslim Bhutan baru mulai terlihat eksis pada 1989. Angkanya sangat kecil & tak poly mendapatkan hak kebebasan beragama. Sebagai negara yang membuahkan Buddha sebagai kepercayaan resmi negara, Bhutan tidak banyak menerapkan kebebasan beragama bagi rakyatnya. Tetapi seiring menggunakan mulai diterapkannya sistim demokrasi, Bhutan mulai mengakui keberadaan kepercayaan Hindu disana sedangkan pemeluk agama lainnya termasuk Muslim Bhutan masih harus berjuang buat menerima pengakuan resmi menurut Kerajaan.

Meski Islam tak diakui, bukan berarti Islam dihentikan. Muslimin hayati sebagaimana warga Bhutan dalam biasanya. Mereka mempunyai hak sebagai rakyat negara serta memiliki hak buat bekerja. Tradisi vegetarian warga Bhutan justru memudahkan muslim disana mendapatkan makanan halal.

Baiknya tatanan rakyat yg telah berabad abad hidup taat dalam raja di kehidupan tradisional, ditambah lagi dengan kebijakan pemerintahnya yg sudah semenjak usang secara resmi melarang aliran tembakau dan kebijakan lain yang sejalan dengan ajaran Islam justru sebagai nilai tambah tersendiri bagi kehidupan muslim pada Bhutan. Sehingga secara umum Muslim di Bhutan dapat menjalani kehidupan mereka menggunakan nyaman.

Tetapi demikian, dengan nir diakuinya Islam sang kerajaan berdampak eksklusif kepada nir adanya organisasi induk yg mengayomi muslim disana, nir terdapat forum verifikasi halal ataupun lembaga forum Islam lainnya yg menopang kehidupan muslim disana apalagi buat mendirikan forum dakwah yg memang secara jelas dakwah Islam dilarang dinegara itu, dan tampaknya kebijakan itu pula berlaku bagi seluruh kepercayaan lain nya.***

Selanjutnya ?Apakah Ada Masjid pada Bhutan??

------------------------------------------------------------------

Follow & Like akun Instagram kami di@masjidinfo dan@masjidinfo.id

🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.

------------------------------------------------------------------

Referensi

https://id.wikipedia.org/wiki/Bhutan

https://en.wikipedia.org/wiki/Bhutan

https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/mowfj5/komunitas-muslim-di-bhutan-terus-bertambah-bagian1

https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/13/06/24/mowgg8-komunitas-muslim-di-bhutan-terus-bertambah-bagian2

https://republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/13/06/24/mowgxd-komunitas-muslim-di-bhutan-terus-bertambah-bagian3-habis

https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/dunia/18/02/27/p4sgp4313-muslim-bhutan-tak-diizinkan-berdakwah

Baca Juga

Masjid Shah Hamadan Tertua di Kashmir

Masjid Taj Mahal – India

Masjid Jami Delhi - India

Masjid Jami’ Cheraman - Masjid Pertama di India

Masjid Niujie – Beijing

Masjid Huaisheng - Masjid Rindu Rosulullah

Tuesday, May 5, 2020

Apakah Ada Masjid di Bhutan? (Bagian 2)

Meskipun google map mengkatagorikan masjid Jharna Jamma masjid ini menjadi masjid Bhutan, tetapi apabila diperiksa secara seksama, lokasi masjid ini justru berada di sisi jalan yg masuk wilayah kota Jaigaon, India bukan pada sisi jalan yg berada di daerah kota Phuensholing yg adalah wilayah Bhutan. Batas antara kedua negara ini berupa ruas jalan yg diklaim boarder road.

Bila memasukkan kata kunci ?Masjid pada Bhutan? Ke kolom pencarian google akan ada 3 nama masjid yang langsung ditampilkan di google-map. Masjid ke-dua berdasarkan tiga masjid tadi adalah masjid Jharna Jamma Masjid, menyusul dibawahnya ada Guabari Puran Mashjid. Kedua masjid tadi akan kita ulas berikut ini.

JHARNA JAMMA MASJID

Sama seperti Dantak Mosque yg dibahas pada postingan sebelumnya, kami juga nyaris tak menemukan output apapun terkait menggunakan Jharna Jamma Masjid ini. Bilae merujuk pada data di google maps masjid ini berada pada kota Jaigaon, provinsi Bengala Barat, India. Bukan berdiri di wilayah Bhutan. Akan tetapi mengapa pencarian google justru mengkatagorikan masjid ini sebagai masjidnya muslim Bhutan?.

Republika menaruh sedikit kabar tentang masjid ini. Dalam keliru satu artikelnya, republika menyebutkan tentang Masjid Jaigaon yg sebagai tempat ibadah bagi muslim Bhutan. Meski Republika nir merinci dengan tepat lokasi masjid ini dan menyebutnya berada pada daerah Bhutan meski menyandang nama Masjid Jaigaon, google map menampakan bahwa masjid ini berada pada daerah kota Jaigaon, India, bukan pada daerah kota Phuentsholing, Bhutan.

Sedikit liputan tambahan tentang masjid ini timbul pada Youtube yg menampilkan suasana sholat Idul Fitri 1440H/2019 yg baru lalu. Ruangan masjid ini tampak relatif luas meski sangat sederhana. Ruang mihrabnya ditandai dengan tirai kain, sedangkan mimbarnya hanya berupa undakan kecil buat menciptakan khatibnya berada di posisi lebih tinggi. Khutbahnya disampaikan dalam bahasa arab. Selesainya sholat Idul Fitri dilanjutkan dengan semacam ceramah dalam bahasa setempat, pengumpulan infak sodaqoh & Sholawatan.

Apakah Jharna Jamma Masjid terdapat pada Bhutan

Kota Jaigaon di provinsi West Bengal (Benggala Barat), India, memang berbatasan eksklusif menggunakan kota Phuentsholing pada daerah Bhutan. Kedua kota ini merupakan kota perbatasan antara kedua Negara, diantara keduanya terdapat satu ruas jalan yg disebut Indo-Bhutan Road. Di sisi timur ruas jalan ini adalah wilayah kerajaan Bhutan sedangkan pada sisi barat ruas jalan merupakan daerah Repuplik India. Dan masjid Jharna Jamma Masjid ini berada di sisi barat ruas jalan tadi dan tentunya masuk ke pada daerah Republik India.

Hanya saja memang, untuk menuju ke masjid Jharna Jamma Masjid ini berdasarkan wilayah Bhutan telah berbelok ke selatan sebelum tiba pada gerbang perbatasan antara kedua Negara. Lokasi masjid ini berada kurang lebih 850 meter di sebelah selatan gerbang perbatasan antara Bhutan & India.

Jharna Jamma Masjid

Jaigaon, Bengala Bar. 736182, India

Satu satunya informasi tentang bentuk masjid ini di dapat dari unggahan Rezak Ali google map pada bulan Oktober 2014. Menunjukkan bangunan masjid sederhana namun permanen, 2 lantai lengkap menggunakan dua menara ramping di atap masjid. Tampak pada foto tersebut tampaknya suasana sholat hari raya. Ada tulisan Eid Mubarak pada atas pintu masjid & hiasan bendera bendera kecil yg dipasang pada untaian tali sepanjang jalan & ke bangunan masjid. Belum ada informasi sama sekali terkait mengenai berapa Jemaah masjid ini, kapang dibangunnya dan bagaimana pengelolaannya.

GUABARI PURAN MASJHJID

Masjid berikutnya atau yang ketiga yang dikatagorikan google sebagai masjid Bhutan adalah Masjid Guabari Puran Mashjid. Lokasi masjid Guabari Puran masdjid ini sahih sahih berada pada pada daerah kota Jaigoan, terpuat kurang lebih 1,8 km sebelah barat dari gerbang perbatasan antara India & Bhutan. Meskipun demikian, gerbang perbatasan antara India & Bhutan ini dijaga oleh masing masing petugas ke 2 Negara & memberikan kemudahan bagi rakyat ke 2 Negara buat melintas perbatasan.

Guabari Puran Mashjid

Guabari Main Road ,Jaigaon G.P II Jaigaon, Alipurduar Pin-736182 W.B,

Jaigaon, West Bengal 736182, India

Tidak ada foto mengenai masjid ini baik di google map maupun sumber lainnya. Street view pun belum tersedia di dua masjid Jaigoan ini. Guabari dalam nama masjid ini merujuk pada nama tempatnya berada semacam nama kelurahan, dan nama yang sama jua digunakan buat menyebut nama jalan yang melintas di depan masjid ini.

Bila benar bahwa dua masjid ini merupakan masjid loka muslim Bhutan beribadah, tampaknya memang muslim disana kesulitan buat mendirikan masjid pada Negara mereka sendiri. Konstitusi Bhutan memang hanya mengakui dua Agama yakni Budha menjadi agama resmi dan kepercayaan Hindu meskipun Hindu & melarang kepercayaan lainnya.

------------------------------------------------------------------

Follow & Like akun Instagram kami di@masjidinfo dan@masjidinfo.id

🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.

------------------------------------------------------------------

Referensi

https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/17/06/20/oru6ct313-masjid-jaigaon-ruang-bebas-muslim-bhutan-beribadah

https://satuislam.org/sekilas-tentang-islam-di-tanah-naga-petir/

Baca Juga

Masjid Shah Hamadan Tertua di Kashmir

Masjid Taj Mahal – India

Masjid Jami Delhi - India

Masjid Jami’ Cheraman - Masjid Pertama di India

Masjid Niujie – Beijing

Masjid Huaisheng - Masjid Rindu Rosulullah

Asal SEO

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done