Islami Pedia: Masjid di Malaysia
News Update
Loading...
Showing posts with label Masjid di Malaysia. Show all posts
Showing posts with label Masjid di Malaysia. Show all posts

Tuesday, September 29, 2020

Masjid Kampung Laut Kelantan – Malaysia, Mirip Masjid Agung Demak

Majsid Kampung Laut, Nilam Puri, Kota Bharu, Kelantan, Malaysia

(foto dari en.wikipedia)

Kelantan atau Negeri KelantanMalaysia, sedang menjadi buah bibir di tanah air, setidaknya bagi para pecinta sebakbola. Klub sepak bola Persebaya Surabaya saat ini sedang berlaga berhadapan dengan klub sepakbolaKelantan di Piala Unity. Sebuah kejuaraan yang diselenggarakan untuk merekatkan persahabatan Indonesia dan Malaysia melalui olahraga, dengan mempertemukan juara Liga masing masing Negara.

Surabaya dan Kelantan  memiliki sebuah hubungan yang unik di masa lampau. Di Kampung Laut negeri Kelantan  berdiri sebuah masjid tua dari kayu sangat mirip dengan Masjid Agung Demak, konon menurut salah satu versi sejarah, masjid tua itu dibangun oleh tiga orang sunan dari tanah jawa salah satunya adalah sunan Ampel dari Surabaya. Di masa lalu Kelantan  menjadi persinggahan ulama Indonesia dan Champa (Pattani) yang sedang dalam perjalanan dari dan atau ke negeri masing masing.

Meski tak ada sejarah tertulis otentik tentang sejarah awal pembangunannya, Masjid Kampung Laut Kelantan  disebut sebut sebagai Masjid tertua di Malaysia dan masih eksis sejak pertama kali dibangun hingga kini. Masjid ini bertahan dari dua banjir besar di Kelantan  dan ahirnya dipindahkan ke lokasinya sekarang untuk mencegahnya tergerus habis oleh kikisan aliran sungai Kelantan .

Masjid Kampung Laut di lokasinya yang sekarang (foto dari en.wikipedia)

Arsitektural masjid Kampung Laut sangat mirip dengan Masjid Agung Demak, Jawa Tengah, Indonesia. Tak salah bila disebut sebagai replikanya Masjid Agung Demak di Negeri Kelantan. Masjid Kampung Laut bukan satu satunya masjid di Malaysia yang memiliki kemiripan dengan Masjid Agung Demak, masih ada masjid masjid Malaysia lainnya yang mirip dengan Masjid Agung Demak diantaranya adalah Masjid Aceh di Pulau Pinang, Masjid Kampung Hulu Malaka, Masjid Kampung Keling Malaka dan Masjid Tengkera Malaka.

Lokasi Masjid Kampung Laut

Majsid Kampung Laut berada di kawasan Universiti Malaya Islamic Academy, Nilam Puri, lebih kurang 12 km barat-daya Kota Bharu ibukota Kelantan . Aslinya Masjid tua ini berada di Kampung Laut, Tumpak disebelah hilir Kota Bharu. Namun kemudian dipindahkan ke lokasinya sekarang sejak tahun 1968. Koordinat geografi masjid ini berada di 6° 1' 38.79" N  102° 14' 28.38" E.

Sejarah Awal Masjid Kampung Laut

Ada beberapa versi tentang sejarah awal Masjid Kampung Laut.  Banyaknya versi sejarah masjid ini dikarenakan ketiadaan sejarah tertulis otentik tentang pembangunan masjid ini seperti masjid Demak yang dilengkapi dengan sangkala bagi setiap proses pembangunannya sehingga dengan mudah diketahui tarikh pembangunan masjid tersebut.

Versi pertama, Masjid Kampung Laut berumur sekitar 1400 tahun ?

Disebutkan bahwa masjid ini dibangun sekitar 1400 tahun lalu, umur masjid yang cukup mencengangkan mengingat usia itu seumur dengan peradaban Islam, bila versi ini benar maknanya masjid ini sejaman dengan sejarah awal Islam di Mekah dan Madinah, sejaman pula dengan Masjid Cheraman – masjid pertama di India dan tentu saja jauh lebih dulu dibangun dari Masjid Agung Demak.

masjid Kampung Laut di Lokasi aslinya di tepian Sungai Kelantan

(foto dari jiwokelate)

Versi kedua, Masjid Kampung Laut dibangun oleh Pelaut Muslim

Versi lain yang paling populer dan menjadi sejarah tutur tutun temurun ditengah masyarakat Kelantan menyebutkan bahwa sekelompok pelaut muslim mengalami kecelakaan laut dan berhasil menyelamatkan diri ke pantai Kelantan, menetap dan kemudian mendirikan masjid disana dengan bantuan masyarakat setempat. Lalu siapa pelaut pelaut muslim yang kandas  di Kelantan tersebut ?.

(foto dari wnazmister2008)

Di era tersebutKelantan dan kota kota bandar di semenanjung memang menjadi persinggahan pelayaran dari Champa ke tanah Jawa atau sebaliknya. Bila bersandar pada teori ini maka gugurlah versi pertama sejarah awal Masjid Kampung Laut yang disebutkan berasal dari 1400 tahun lalu, mengingat Masjid Agung Demak sendiri dibangun di tahun 1400-an bukan 1400 tahun lalu.

Perluasan Masjid Kampung Laut

Dari reka bentuknya masjid ini memang sangat mirip dengan Masjid Agung Demak yang dibangun tahun 1401 saka atau 1479M (abad ke 15). Masjid ini juga sangat mirip dengan Masjid Kuno Campa, Masjid Nat Tanjung dan Masjid Wadi Hussein, dua masjid terahir berada di Thailand. Nama Kampung Laut yang menjadi nama masjid ini diambil dari nama Kampung tempat dimana masjid ini pertama kali berdiri sebelum dipindahkan ke lokasinya sekarang.

Foto dari asiaexplorers satu ini memberi gambaran bentuk jelas bentuk

atap limas besusun tiga Masjid Kampung Laut.

Proses pembaharuan dan restorasi Masjid Kampung Laut kembali dilaksanakan pada tahun 1988 – 1989 dengan memberikan sentuhan perbaikan pada bagian bagian bangunan yang rusak termasuk penggantian dinding dinding kayu yang lapuk, penggantian buah gutung (ornamen dekoratif di puncak tertinggi atap limas masjid), pembangunan beberapa fasilitas pendukung termasuk beberapa saung / gazebo, toilet, tangki air dan pemasangan sambungan listrik dan air. Keseluruhan proses restorasi tersebut menghabiskan dana RM 161.000 Ringgit Malaysia.

Masjid Kampung Laut di lokasinya yang baru sejak tahun 1968

setelah melewati serangkaian proses pemindahan dari lokasinya

yang lama di tepian sungai Kelantan (foto dari asiaexplorers)

Masjid Kampung Laut mampu bertahan dari dua banjir besar yang melanda NegeriKelantan di tahun 1926 yang terkenal dengan sebutan “bah air merah” dan banjir besar di bulan Januari 1967. Banjir kedua di bulan Januari 1967 telah merusak beberapa bagian masjid Kampung Laut yang berada disisi sungaiKelantan.

Menyadari bahaya yang mengancam eksistensi masjid ini, Persatuan Sejarah Malaysia bekerjasama dengan Pemerintah Kerajaan NegeriKelantan berencana memindahkan masjid ini ke tempat yang lebih aman dari terpa’an banjir dan kondisinya yang sudah tidak memungkinkan untuk mempertahankan masjid di lokasi aslinya dimana lahan tempatnya berdiri sudah tergerus dan terus tergerus oleh arus sungaiKelantan.

Foto dari Flickr ini memberikan gambaran pembeda antara Masjid -

Agung Demak dengan Masjid Kampung Laut Kelantan adalah adanya

tiang penyanggah bangunan masjid setinggi ± 1 meter dari permukaan

tanah sekitarnya. sebuah ciri khas bangunan lama di tanah melayu.

Proses pemindahan dan pembangunan kembali masjid kampung laut ini dimulai pada bulan November 1968 dipimpin langsung oleh Hamdan Sheikh Tahir selaku ketua komunitas sejarah Malaysia (kini beliau menjabat sebagai  Tun dan Yang Dipertuan Negeri Penang). Proses tersebut melibatkan kontraktor Hussein Bin Salleh dari Kampung Bunut Payong, Kota Bharu. Dibawah supervisi Mohd Zain Awang Kechik.

kerusakan yang terjadi pada masjid kampung laut paska banjir tahun

1967. lokasinya yang berada di tepian sungai Kelantan sudah sangat

mengkhawatirkan. (foto dari raykinzoku)

Menurut penuturan dari Salleh Muhammad Akib salah seorang peneliti di museum Negara, ketika banjir atau bah air merah tahun 1926, mimbar asli Masjid Kampung Laut ini telah dipindahkan ke Masjid Pasir Pekan yang juga berada di Tumpat. Masih menurut beliau, kala itu dibutuhkan sebuah perahu ukuran besar untuk mengangkut mimbar tersebut ke Masjid Pasir Pekan. Namun kini ketika diminta kembali pengurus Masjid Pasir Pekan menolak untuk mengembalikannya karena menurut mereka kala itu yang mereka lakukan justru menyelamatkan mimbar tersebut.

Ornamen di puncak atap utama masjid Kampung laut  ini cukup khas

(foto dariraykinzoku) Arsitektural Masjid Kampung Laut – Kelantan

Denah Masjid Kampung Laut nyaris berbentuk bujursangkar sempurna dengan ukuran 74kaki X 71kaki ini memiliki dinding dengan pola yang disebut pola “janda berhias” sementara ujung dari masing masing pilar kayu di dalam masjid ini dihias dengan ukiran ukiran indah.

Masjid kampung laut dibangun dengan struktur atap limas bersusun tiga sama persis seperti struktur atap Masjid Agung Demak lengkap dengan empat sokoguru (empat tiang utama) di tengah masjid menopang struktur atap. bila sokoguru asli di Masjid Agung Demak bebentuk bundar, Empat tiang kayu di masjid Kampung Laut ini berbentuk tiang segi empat.

Interior Masjid Kampung Laut (Foto dari artmelayu)

Di ujung atap tertinggi Masjid Kampung laut juga di hias dengan ornamen berukir, di pulau jawa biasa disebut sebagai mastaka, Masyarakat melayuKelantan menyebutnya dengan ornamen buah gutung. ornamen seperti ini memang digunakan hampir dikeseluruhan masjid masjid tua Indonesia dengan berbagai bentuk termasuk mastaka dalam bentuk daun simbar seperti yang dipakai di puncak atap masjid Agung Sultan Palembang dan masjid masjid lainnya.

Menara Masjid Kampung Laut

(Foto dari artmelayu)

Bila Masjid Agung Demak kini berdinding batu bata, masjid Kampung laut masih mempertahankan dinding kayu berukir yang dalam tradisi melayuKelantan disebut dengan corak dinding Janda Behias. Dinding corak janda berhias ini merupakan dinding berukir yang biasa dipakai di istana dan kediaman para sultanKelantan.

Proses pembangunan masjid Kampung Laut mirip dengan pembangunan Masjid Agung Demak dan Masjid Agung Kesepuhan Cirebon, dua masjid tua pulau Jawa yang dibangun di era yang berdekatan. Pemasangan bahan kayu di masjid masjid ini sama sekali tidak menggunakan paku tapi tapi menggunakan pasak kayu untuk menyatukan setiap sambungan yang sudah dibentuk berpasangan satu dan lainnya seperti kepingan puzzle.

Ukiran kayu di masjid ini memang indah dan merupakan ukiran kayu yang dikerjakan dengan teliti oleh para pengukir yang memang ahli dibidangnya. Menjadi lebih menarik karena kemudian arsitektural masjid Kampung Laut ini diadopsi oleh bangunan bangunan pemerintah di NegeriKelantan termasuk gedung sektertariat pemerintahan NegeriKelantan, kantor Menteri Besar NegeriKelantan dan kantor Departemen Agama NegeriKelantan.

So, bila sedang keKelantan ada baiknya jangan lewatkan kesempatan untuk singgah dan berkunjung ke masjid tua dan bersejarah bagi perkembangan Islam di NegeriKelantan, Malaysia dan Islam Nusantara ini.

Selamat berkunjung.

Video Interior Masjid Kampung Laut

Foto Foto Masjid Kampung Laut Lainnya

ornamen khas melayu di ujung atap masjid kampung laut (foto flickr)

salah satu ukiran indah di sakaguru masjid kampong laut (foto flickr)

di dalam plakat pembangunan masjid Kampung Laut yang dipasang

di depan masjid pun tidak mencantumkan tarikh pembangungan -

masjid ini untuk pertama kalinya di tepian sungai Kelantan (flickr)

Referensi

islamicarchitecture – historiografi masjid tua kampung laut.pdf

journeymalaysia.com – mhis nilapuri

asiaexplorees.com – masjid kampung laut

Saturday, July 25, 2020

Masjid Kampung Keling Malaka, Malaysia

Masjid Kampung Keling (Kampong Kling) Malaka (id.wikipedia)

Masjid Kampung Keling dibangun tak lama setelah pembangunan Masjid Kampung Hulu Malaka. dimasa penjajahan Belanda di Malaka. Ketika itu Belanda memberikan kebebasan untuk mendirikan masjid sebagai usaha untuk menarik hati orang orang melayu dan kaum muslimin Malaka waktu itu, setelah di era penjajahan Portugis, warga Muslim dilarang mendirikan Masjid bahkan keseluruhan bangunan masjid yang sudah ada dihancurkan oleh Portugis. Keseluruhan biaya pembangunan masjid ini berasal dari jemaah. Masjid Kampung Keling ini merupakan salah satu masjid tertua di Malaysia, dan berada dibawah pengawasan Kementerian Musium dan Purbakala Malaysia.

Menara Masjid Kp. Keling dengan

langgam Cina (foto dari virtualtourist)

Dibangun dengan arsitektur masjid masjid di tanah Jawa & Sumatera. Kayu kayu yang dipakai buat pembangunan masjid di datangkan eksklusif menurut Kalimantan, Indonesia. Sementara mastaka masjid, berikut keramik keramik yang menghiasai bangunan masjid ini pada datangkan berdasarkan Cina. Maski dinding dinding dan tiang tiang kayu nya telah diganti menggunakan beton, tetapi keaslian masjid ini permanen dijaga menggunakan baik. 4 soko pengajar utamanya masih berdiri kokoh di tengah masjid tidak tergerus waktu, meski 4 sokoguru ini adalah sokoguru kayu menurut bangunan pertama masjid yang sengaja tak diganti dengan beton.

Lokasi Masjid Kampung Keling

Masjid Kampung Keling berada di ujung jalan Hang Lekiu dan Jalan Tokong atau Lorong Harmoni atau Temple street, Malaka 75200, Malaysia. Semua agama utama di Malaka terwakili di jalan ini. dijalan yang sama tak jauh dari Masjid Kampung Keling berdiri Kelenteng Cina Cheng Hoon Tseng dan Kuil Hindu Sri Poyyatha Vinayagar Moorthi yang juga berada di Jalan Tokong.

Situs resmi: http://www.al-azim.com/~kgkling

Koordinat GPS : N2.19679 E102.24752

Koordinat google earth : 2° 11' 48.89" N  102° 14' 51.30" E

Arsitektur Masjid Kampung Keling

Interior Masjid Kampung Keling, tampak jelas dua Sokoguru nya

(foto dari virtualtourist)

Masjid Kampung Keling yang dibangun tak lama setelah berdirinya Masjid Kampung Hulu Malaka, memiliki arsitektural bangunan yang serupa dengan Masjid Kampung Hulu Malaka. Mengadopsi tradisi masjid Jawa dan Sumatera dengan 4 sokoguru menyanggah struktur atap bangunan utama. Ditambah dengan beranda beratap di sekeliling bangunan utama. Masjid Kampung Keling dapat menampung sekitar 600 jemaah sekaligus.

Kolam wudhu Masjid Kp. Keling

(foto dari virtualtourist)

Masjid Kampung Keling juga dilengkapi dengan bangunan tempat wudhu yang melindungi kolam air dibawahnya. Letaknya sedikit ditinggikan dari permukaan disekitarnya. Dilengkapi menggunakan beberapa anak tangga. Sama dengan Masjid Kampung Hulu, loka wudhu di Masjid Kampung Keling tidak memakai keran tapi langsung berwudhu pada kolam yang disediakan. Di belakang kolam wudhu ini masih ada tempat tinggal tempat tinggal pengurus masjid.

Menara masjid dibangun terpisah menurut masjid dengan bangunan beton tanpa kayu. Menara yang begitu unik karena tampilannya yg seperti dengan pagoda Cina. Dilengkapi dengan jendela jendela berlengkung dan berterali besi. Sementara tembok pagar sekeliling masjid ditinggikan ditahun 1868 buat melindungi masjid dari jalan raya.

Keramik di import berdasarkan Cina untuk menghiasi atap menara, lantai dan tembok bagian bawah. Selain keramik, efek Cina pula terlihat berdasarkan hiasan di ujung ujung atap masjid jua pada bagian zenit bangunan yang dihias menggunakan Mastaka. Pembangunannya yg dilakukan dimasa kekuasaan Belanda yang sedang bercokol di Malaka sedikit memberikan dampak Eropa dalam plesteran dinding tembok bagian dalam masjid.

Mastaka pada zenit atap masjid

(foto dari archnet.org)

Nuansa Nusantara sangat kental di Masjid Kampung Keling ini. Buka-an lantai bangunan yg persegi empat bukan heksagonal atau persegi panjang misalnya kebanyakan masjid masjid timur tengah, tanpa kubah misalnya yang biasa kita kenal pada bangunan masjid, akan tetapi menggunakan atap limasan bersusun tiga yg adalah ciri spesial bangunan masjid majid tua pada tanah Jawa & Sumatera. Masjid ini memang dibangun menggunakan gaya masjid Jawa dan Sumatera, Idonesia.

Ukiran kayu dengan nuansa Nusantara jua sanggup dinikmati dalam bagian atap, ventilasi, dinding serta goresan yg begitu latif dalam mimbar masjid ini. Keseluruhan pengukir masjid ini adalah para pengukir orisinil melayu. Pada waktu dibangun Masjid Kampung Keling memiliki 4 sokoguru primer, 12 tiang lain nya menyokong bangunan masjid & 20 tiang kayu penopang keliling. Kayu kayu yang digunakan buat pembangunan masjid ini pada datangkan menurut Kalimantan, Indonesia.

Mastaka di sisi atas

Gerbang Masjid

(foto dari archnet.org)

Tetapi lalu tiang tiang tadi diganti menggunakan beton di tahun 1872 menyisakan 4 sokoguru primer yang menyanggah struktur atap buat permanen mempertahankan keaslian bentuk masjid. Masjid ini masih menyimpan lampu hias antik yang menggantung dibawah kubah limas di ruang utama masjid. Meski usianya telah begitu tua lampu ini masih berfungsi & dirawat dengan baik. Diperkirakan secara kasar harga lampu tersebut mencapai 150 ribu Ringgit Malaysia, & merupakan satu satunya di Malaysia.

Sejarah Pembangunan Masjid Kampung Keling

Masjid Kampung Keling dibangun di tahun 1748 atau bertepatan dengan tahun Tahun 1152 Hijriah di masa penjajahan Belanda di Malaka, tak lama setelah pembangunan Masjid Kampung Hulu Malaka. Kemudian masjid ini renovasi tahun 1288H / 1872M dengan bangunan beton. Dan tahun 1908 atap masjid ini ditinggikan mengikut Masjid Kampung Hulu Malaka. Keseluruhan biaya pembangunan masjid ini berasal dari jemaah. Semua ukiran-ukiran yang ada dalam masjid dibuat para pemahat melayu asli. Masjid Kampung Keling merupakan salah satu masjid tertua di Malaysia.

Kini sebagai Bangunan cagar budaya Malaysia

Disebut kampung keling lantaran di wilayah yang sekarang dipenuhi oleh jejeran tempat tinggal toko (RUKO) pedagang pedagang keturunan Cina, dulunya pada ketika masjid dibangun merupakan daerah loka tinggal Muslim India atau Keling yang dari menurut India selatan. Kampung Keling memanjang di sisi barat sungai Malaka. Tipikal bangunan masjid dengan arsitektur misalnya Masjid Kampung Keling ini memang sedang berkembang kala itu. Malaka sendiri memang menjadi pusat perdagangan yang begitu maju pada abad ke 14 sampai abad le 18M.

Peta masjid kampung keeling

View Larger Map

Selain Ujung atap nya yang dihias, bagain dibawah ujung atap masjid

ini jua pada hias menggunakan seni ukir melayu yang sangat khas

(foto dari archnet.org)

Atap masjid berupa limasan bersusun tiga adalah ciri khas

arsitektur masjid tanah jawa dan sumatera yg kemudian di adopsi

3 masjid tua Malaka Masjid Kampung Hulu, Masjid Kampung Keling,

dan masjid Tengkera (foto dari archnet.org)

Beranda Masjid di sisi timur laut (foto dari archnet.org)

Mimbar Masjid, terbuat dari kayu berukir dan sudah berusia lebih dari

seratus tahun (foto dari archnet.org)

Kayu berukir juga menghias bagian bawah atap masjid ini

(foto dari archnet.org)

Masjid Tua pada Lorong Harmoni

Referensi

asia explorer.com Kampung Kling Mosque, Malacca

website masjid kampung keling : http://www.al-azim.com/~kgkling/

jayceooi.com Kampung Kling Mosque, Malacca

virtualtourist.com Kampung Kling Mosque, Melaka

cityturtle.com Kampung Kling Mosque

archnet.org Kampung Kling Mosque

amazingmelaka.com Kampung Keling Mosque Melaka

------------------------------------ooOOOoo------------------------------

Baca Juga Artikel Masjid Malaysia Lain-nya

Masjid Lama Negeri Sarawak, Malaysia

Masjid Putra, Putrajaya, Malaysia

Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin, Putrajaya, Malaysia

Masjid Negara, Masjid Nasional Malaysia pada Kuala Lumpur

Masjid Tengkera Malaka

Dua Masjid di Malaysia "Dikirimidanquot; Kepala Babi

Senja di Masjid Sultan Abu Bakar Johor Bahru

Masjid Aceh pada Pulau Pinang ? Malaysia

Masjid Kampung Hulu Malaka, Malaysia

last update : 21 Januari 2012

Friday, July 24, 2020

Masjid Kampung Hulu Malaka, Malaysia

Sejarah Malaka tidak terpisahkan menurut sejarah Republik Indonesia. Meskipun Malaka bukanlah bagian dari daerah Republik tercinta ini. Dimulai menurut sejarah berdirinya Malaka, masuknya bangsa asing ke Nusantara hingga perjuangan melepaskan diri berdasarkan penjajahan, kedekatan dua bangsa serumpun ini sudah terajut semenjak usang. Beberapa saksi bisu sejarah panjang interaksi dua bangsa ini terekam dalam warisan masa lalu pada Malaka. Di beberapa masjid tua peninggalan masa kemudian. Salah satu diantaranya merupakan Masjid Kampung Hulu, Malaka.

Atap  bangunan utama masjid tidak

berbentuk kubah akan tetapi berupa limasan ber-

susun 3. Persis misalnya bangunan masjid

masjid usang pada Jawa & Sumatera.

Sedangkan Mastaka di puncak masjid

di impor pribadi dari Cina beserta

dengan mastaka buat menara & untuk

gerbang masjid.

Masjid Kampung Hulu, Malaka, ini adalah keliru satu masjid tertua di Malaysia dan dijadikan salah satu bangunan warisan sejarah oleh pemerintah Kerajaan Malaysia. Dan kini menjadi galat satu ikon pariwisata Malaka. Masjid Kampung Hulu Malaka ini menjadi masjid tertua di Malaysia yg masih menjalankan manfaatnya menggunakan baik. Di pada perkarangan masjid masih ada makam Sayyid Abdullah Al-Haddad, seorang pengajar agama yg populer yang dianggap menjadi Wali. Non muslim tidak boleh masuk ke dalam masjid ini namun diperkenankan buat sekedar melihat berdasarkan luar.

Lokasi Masjid Kampung Hulu, Malaka.

Masjid Kampung Hulu di Malaka masih berdiri di tempat aslinya sejak pertama kali didirikan. Masjid ini berada di pojok jalan Masjid Kampung Hulu dan jalan Masjid.Berada dikawasan pusat komersial tua kota Malaka yang kini di dominasi oleh ruko ruko milik warga keturunan Cina. Dapat dicapai dengan taksi, becak atau bis nomor 17 dari terminal bis di pusat kota Malaka.  Karena jaraknya yang hanya terpisah satu rusa jalan dari Jonker street (disebut juga Jonker walk atau Jalan Hang Jebat) kawasan wisata pecinan yang sangat terkenal di Malaka, Maka anda yang sedang berada di kawasan itu dapat menuju masjid ini dengan berjalan kaki.

Arsitertur Masjid Kampung Hulu

Masjid Kampung Hulu Malaka. Dengan atap bersusun tiga, lengkap dengan Sebuah

menara, sedangkan disebelah kiri adalah atap kolam tempat wudhu, gerbang utama

-nya sekaligus berfungsi sebagai tempat meletakkan bedug. dan tempat

mengumandangkan azan.

Masjid Kampung Hulu dibangun dengan perbedaan makna arsitektur Sumatera & Jawa, dilengkapi dengan satu bangunan menara. Bangunan utama masjid beratap piramida bertumpang 3, celah diantara tumpang atap sebagai loka masuk nya udara dan cahaya ke pada masjid. Struktur atap di topang oleh empat sokoguru dibagian tengah masjid. Sementara sokoguru yang lebih mini menyangga bagian lain menurut atap masjid.

Gerbang utama masjid

dengan beduk tersimpan

disana.

Mengingat Masjid Kampung Hulu dibangun hampir bersamaan dengan pembangunan masjid Kampung Keling dan Masjid Tengkera. Maka kemudian menjadi tidak aneh bila arsitektur ketiga masjid itu nyaris serupa. Sepintas lalu masjid masjid tersebut sangat mirip dengan bangunan masjid tua di Sumatera dan Jawa.  Orang Indonesia yang berkunjung ke masjid ini akan merasa sangat familiar dengan arsitekturnya.

Budaya Cina turut berpengaruh pada arsitektur masjid Kampung Hulu. Ornamen berdasarkan zenit atap masjid konon pada impor eksklusif berdasarkan Cina, sama hal nya dengan keramik lantai, didatangkan langsung menurut Cina daratan dalam masa Dinasti Qing berkuasa di China, ditambah menggunakan bentuk menaranya yang mirip menggunakan bangunan pagoda Cina.

Masjid Kampung Hulu Malaka, memiliki kekhasan tersendiri yang masih dipertahankan. Yaitu kolam wudhu disamping masjid. Kolam ini masih digunakan untuk berwudhu jemaah masjid hingga kini. Sementara di Indonesia kebanyakan masjid tua sudah tidak lagi memfungsikan kolam wudhu dan menggantinya dengan keran air. Sementara di gerbang utama masjid bediri bangunan berlantai dua tempat menyimpan beduk. Sebagaimana di Indonesia, beduk di masjid ini difungsikan sebagai sarana memanggil ummat untuk melakukan sholat berjamaah, bagian yang ini mirip sekali dengan gerbang di masjid sultan ternate, Maluku Utara.

Sejarah Berdirinya Masjid Kampung Hulu

Interior Masjid Kampung Hulu Malaka. Tampak kentara dua berdasarkan 4 sokoguru primer penopang

struktur atap masjid. Mimbar berukir. Mihrab & lampu gantung antik

Masjid Kampung Hulu didirikan tahun 1728 sang Dato? Samsudin Bin Arom. Wakil berdasarkan masyarakat Melayu, dimasa penjajahan Belanda pada Malaka, kebebasan beragama relatif dihargai dan berkembang dengan baik. Masyarakat pribumi kala itu dipimpin sang seseorang Kapitan membangun loka ibadah mereka masing masing sesuai dengan kebutuhan. Kebijakan tersebut semata mata menjadi politik pemerintah kolonial Belanda buat menarik simpati pribumi sehabis sebelumnya pemerintah kolonial Portugis membumihanguskan semua bangunan masjid menyisakan bangunan gereja Katolik.

Teras masjid Kampung Hulu Malaka

Agama Katolik sendiri adalah agama orang Portugis. Dan penjajahan Portogis atas Malaka yang dimulai tahun 1511 menjadi titik awal masuknya agama Katolik ke Malaka. Salah satu masjid yang turut dihancurkan oleh Portugis adalah masjid pertama di Malaka yang berlokasi di seberang bangunan yang kini disebut Stadthuys kawasan kota tua Malaka.

Keadaan kemudian berbalik ketika Portugis dikalahkan oleh Belanda sebagai ahir dari pengepungan selama lima  bulan tahun di 1640-1641 mengakibatkan kekalahan Portugis terhadap Belanda. Kekuasaan atas Malaka pun beralih kepada pemerintahan Kolonial Belanda. Di masa penjajahan Belanda, giliran Katolik-lah yang kemudian dilarang oleh Belanda yang beragama Protestan.

Belanda kemuidian menunjuk Dato Samsuddin bin Arom sebagai pimpinan rakyat Melayu Malaka dengan gelar Kapitan. Dato Samsudin Arom yg memimpin rakyat Muslim Malaka membentuk Masjid Kampung Hulu. Kemudian pada renovasi dimasa Wazir Al Sheikh Omar bin Hussain Al-Attas.

Masjid Kampung Hulu Malaka, Tahun 1980
Masjid Kampung Hulu Malaka dengan Gerbang nya
Masjid Kampung Hulu, dilihat dari jalan Kampung Hulu
Dilihat dari arah Jalan Masjid

Video Masjid Kampung Hulu

Referensi

----------------------------

Baca Juga Artikel Masjid Malaysia Lain-nya

Masjid Lama Negeri Sarawak, Malaysia

Masjid Putra, Putrajaya, Malaysia

Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin, Putrajaya, Malaysia

Masjid Negara, Masjid Nasional Malaysia di Kuala Lumpur

Masjid Tengkera Malaka

Masjid Kampung Keling Malaka, Malaysia

Dua Masjid pada Malaysia "Dikirimidanquot; Kepala Babi

Senja di Masjid Sultan Abu Bakar Johor Bahru

Masjid Aceh di Pulau Pinang ? Malaysia

Friday, July 17, 2020

Masjid Tengkera Malaka

Masjid Tengkera Malaka atau Tranquerah Mosque, merupakan satu masjid tertua di Malaysia. Dibangun dengan bentuk yang mirip dengan Masjid Kampung Keling dan Masjid Kampung Hulu Malaka. Masjid yang terletak di kawasan Malaka tengah ini sempat menjadi masjid utama di Malaka dengan nama Masjid Besar Tengkera. Sampai kemudian Masjid di Bukit Pala dibangun, menggantikan fungsi Masjid Tengkera sebagai masjid Utama. Masjid Tengkera sudah dijadikan sebagai bangunan cagar budaya oleh pemerintah Malaysia melalui akta cagar budaya 1976.

Masjid tengkera memiliki keunikan tersendiri dengan menara nya yang mirip sekali dengan pagoda Cina. Pengaruh reka bentuk bangunan masjid Jawa dan Sumatera sangat kental di masjid Tengkera sebagaimana Masjid Kampung Keling danMasjid Kampung Hulu Malaka. Sementara seni arsitektur Cina menginspirasi bentuk Menara Masjid Tengkera, menjadikan Masjid ini sebagai sebuah perpaduan seni reka bangunan Nusantara dan Cina.

Di dalam komplek masjid ini terdapat makam Sultan Hussein Muhamad Shah, Penguasa Johor dan Singapura yang kemudian menandatangai penyerahan pulau Singapura kepada pemerintah Inggris yang diwakili oleh Sir Stanford Raffles denganTemenggung Abdul Rahman pada 6 Februari 1819 yang menjadi awal lepasnya Singapura dari Kesultanan Johor. Setelah penyerahan Singapura, beliau meninggalkan Singapura dan pindah ke Malaka . Sultan Hussein Muhamad Shah wafat pada tanggal 5 September 1835 dan dimakamkan di perkarangan masjid ini.

Lokasi Masjid Tengkera

Jalan Tengkera, Km. 2, Tengkera, Bandar Melaka 75300, Malaysia

View Larger Map

Sejarah Pendirian Masjid Tengkera

Terdapat perbedaan perkiran tahun pembangunan Masjid Tengkera, Perbadanan Muzium Melaka (PERZIM) menyebutkan dalam laporan nya bahwa masjid Tengkera dibangun tahun 1750. Sumber lain menyebutkan bahwa masjid dibangun pada 1728., namun tahun manapun yang merupakan tahun pembangunan masjid, masjid ini merupakan salah satu masjid tua di Malaysia . Berdasarkan tahun pendirian yang terdapat di bangunan gerbang masjid, diperkirakan bangunan yang kini berdiri adalah bangunan yang dibangun kembali tahun 1780M atau tahun 1226 Hijriah. Yang tersisa dari bangunan lama hanyalah bangunan menara masjid.

Masjid yang kita lihat saat ini adalah masjid dengan rancang bangun yang didasarkan kepada bangunan Masjid Agung Demak di Pulau Jawa, Indonesia. Renovasi terhadap masjid dilakukan pada tahun 1820 dan 1910 dengan mengganti semua struktur kayu dengan bata dan semen dengan tetap mempertahankan bentuk aslinya yang bernuansa jawa dan sumatera itu

Arsitektur Masjid Tengkera

Mimbar Masjid Tengkera

Keunikan Masjid Tengkera ini terletak pada padu padan bentuk masjid masjid tua di tanah jawa dan sumatera terutama Masjid Agung Demak dengan budaya China pada menara tunggalnya yang dibangun terpisah dari bangunan utama masjid yang berbentuk sebuah Pagoda Cina. Bangunan utama masjid berbentuk kubus beratap limas bersusun tiga, ditopang oleh empat sokoguru menyangga struktur atap masjid. Bagian puncak bangunan utama dihias dengan ornamen dari batu laut berukir. Atap ketiga dari masjid ini sekaligus menjadi atap area teras masjid. Dinding masjid dibuat dari batu batu pualam.

Ruang sholat masjid ini sebagaimana masjid masjid pada tanah jawa terdiri berdasarkan ruang sholat utama pada pada masjid dan teras beratap yang pula difungsikan sebagai tempat sholat. Lantai masjid di buat dari batu pualam & batu granit, menghadirkan kesegaran alami pada dalam & pada area teras masjid.

Unik nya reka bentuk Masjid Tengkera pada zaman itu yang memadukan budaya Indonesia dengan budaya Cina memberikan gambaran kedekatan antara dua bangsa serumpun antara Indonesia dan Malaysia serta kuatnya pengaruh budaya Cina. Masjid Tengkera yang didirikan pertama kali masih menggunakan atap daun nipah berdinding kayu dengan tiang tiang terbuat dari kayu bulian atau kayu ulin yang di datangkan dari Kalimantan, Indonesia.

Gambar Reka Bentuk Masjid Tengkera

Hampir sama dengan semua masjid tua Malaka (lihat di laporan PERZIM-pdf). Masjid Tengkera beratap piramida bersusun tiga yang merupakan bentuk struktural masjid demak yang biasa disebut potong demak. Atau biasa disebut dengan tajuk (mahkota) dengan tiga tingkatan, mencerminkan kepribadian dasar seorang Muslim, Yakni Iman, Islam dan Ikhsan. Soko guru atau dalam bahasa Malaka dikenal dengan tiang seri tetap dipertahankan hingga kini.

Usaha usaha restorasi masjid ke bentuk asli dilakukan oleh departemen purbakala dan musium Malaysia . Dengan menghembalikan teralis jendela ke bentuk aslinya, memperbaiki gerbang utama, pintu pintu hingga penguatan struktur masjid secara keseluruhan. Perluasan masjid dilakukan tahun 2000 untuk menambah daya tampung masjid.

Video Masjid Tengkera, Malaka

Saat ini belum tersedia video untuk Masjid Tengkera pada Youtube

Foto foto Masjid Tengkera

Masjid Tengkera (Foto dari sejarah2u)

Masjid Tengkera (foto dari melakatourism)

Masjid Tengkera (foto dari orientalarchitect)

Beranda Masjid Tengkera (foto dariorientalarchitect)

Masjid Tengkera Malam Hari ( Foto dariAsiaexplorer.com)i

Referensi

orientalarchitecture.com -Tranquerah Mosque , Melaka, Malaysia

ms.wiki - Masjid Tengkera

melaka88.com - Tranquerah Mosque

asiaexplorer.com - Tranquerah Mosque

Laporan Perzim-Perbadanan Muzium Melaka

------------------------------ooOOOoo-------------------------------------

Baca Juga Artikel Masjid Malaysia Lain-nya

Masjid Lama Negeri Sarawak, Malaysia

Masjid Putra, Putrajaya, Malaysia

Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin, Putrajaya, Malaysia

Masjid Negara, Masjid Nasional Malaysia pada Kuala Lumpur

Dua Masjid di Malaysia "Dikirimidanquot; Kepala Babi

Senja di Masjid Sultan Abu Bakar Johor Bahru

Masjid Aceh di Pulau Pinang ? Malaysia

Masjid Kampung Hulu Malaka, Malaysia

Masjid Kampung Keling Malaka, Malaysia

Saturday, July 4, 2020

Masjid Negara, Masjid Nasional Malaysia di Kuala Lumpur

Masjid Negara, Masjid Nasional Malaysia di Kuala Lumpur, foto dari en.wikipedia

Sesuai menggunakan namanya, Masjid Negara adalah Masjid Nasional Malaysia yg berada di Ibukota Negara, Kuala Lumpur. Masjid Negara sanggup menampung 15 ribu jamaah sekaligus, menjadikannya menjadi masjid terbesar di Malaysia pada ketika terselesaikan dibangun, hingga lalu Masjid Biru di Shah Alam berdiri. Tak hanya luas, akbar, & megah, tapi juga dikelilingi sang taman yang ditata begitu apik & latif. Masjid Negara merupakan lambang keagungan Islam, menjadi kepercayaan resmi pada Malaysia

Masjid Negara dirancang oleh tiga arsitek, masing masing adalah Howard Ashley dari departemen pekerjaan umum Inggris dan dua Arsitek pribumi, Hisham Albakri dan Baharuddin Kassim. Dibangun tahun 1965 dilokasi Gereja Venning Road Brethren Gospel Hall yang sudah berdiri disana sejak tahun 1922 kemudian diambil alih oleh pemerintah Malaysia untuk membangun Masjid Negara. Bangunan masjid negara Malaysia dibangun sebagai masjid moderen dan megah dengan struktur beton bertulang serta menyimbolkan aspirasi bangsa Malaysia yang ketika itu baru saja memperoleh kemerdekaan dari Inggris.

Alamat & Lokasi Masjid Negara

Jalan Perdana, 50480

Kuala Lumpur, Malaysia

Telepon : 03-26937784 / 03-206973694

Email : webmaster@masjidnegara.Gov.My

Situs resmi :http://www.masjidnegara.gov.my/portal/

Lihat Peta Lebih Besar

Masjid Negara berada pada tempat strategis pada Pusat kota Kuala Lumpur, bersebelahan dengan Kereta api Malaysia , gedung Daya Bumi , Kantor Pos Besar Malaysia, Musium Seni Islam, Taman Burung Kuala Lumpur dan Taman Tasik Perdana.

Arsitektural Masjid Negara

Kawasan Masjid Negara menempati huma seluas 13 hektar & bangunan utamanya seluas sekitar 3 hektar. Seluruh tempat masjid di kelilingi sebahagian akbar oleh tembok konkrit & sebagian lagi sang pagar. Dilengkapi tujuh pintu masuk. Fasilitas buat pengunjung non muslim pula disediakan termasuk toilet umum. Pintu masuk khusus wisatawan luar dan pada negeri berada berdekatan menggunakan Dewan Bandaraya Kuala Lumpur.

Secara umum, Masjid Negara dibangun bergaya masjid moderen. Arsitektural masjid ini dikenali menggunakan sebuah menara dengan tinggi 73 meter dan kubah di atap masjid yang jika ditinjau dari udara berbentuk bintang 16. Kubah dengan bentuk bintang 16 ini cukup unik, apabila dilihat dari samping sangat jelas terlihat bahwa kubah Masjid Negara berbentuk payung yang sedang terbuka sebagian, sinonim dari pelindung terhadap sengatan panasnya mentari tropis. Kubah berbentuk payung pada Masjid Negara berukuran tinggi 84ft & diameter 200ft.

Bangunan putih di bagian depan adalah makam para pahlawan Malaysia

foto darimyhpmaster

Sisi dalam kubah payung dihias menggunakan ukiran kaligrafi ayat suci Al-quran berdasarkan bahan alumuium menyimbollkan kesultanan pada Malaysia dan terlihat begitu indah berdasarkan pada masjid. Sedangkan bagian zenit bangunan menaranya menyerupai bentuk payung yg sedang tertutup. Digunakannya struktur beton bertulang dalam atap primer merupakan buat menerima ruang yg lega bagi ruang sholat utama. Bangunan masjid ini terpantul dengan indah menurut kolam dan pancuran air yang sengaja dibangun disekeliling masjid.

Tak jauh menurut Masjid Negara terdapat Taman Makam Pahlawan Nasional Malaysia, loka dimakamkannya beberapa politisi malaysia diantaranya merupakan Tun Abdul Razak, Tun Hussain Onn & lain lain. Maosoleum Makam Pahlawan dibangun menggunakan atap berbentuk tujuh bintang tujuh apabila ditinjau menurut udara.

Masjid Negara dalam Mata Uang Ringgit Malaysia

Fasilitas Masjid Negara

Ruang sholat Masjid Negara mempunyai luas sekitar 22,500 kaki persegi, dilengkapi juga dengan ruang sidang, Makam Pahlawan, perpustakaan generik, ruang kantor, halamanluas, menara, ruang spesifik kerajaan dan ruang imam. Disediakan jua ruang khusus buat radio dan televisi, dan keseluruhan ruang sholat di Masjid Negara dilengkapi penyejuk udara. Makam tujuh pahlawan negara yang disebut pada awal tersebut terletak pada baagian barat Masjid.

Masjid Negara dilengkapi menggunakan tiga pintu akbar & satu pintu spesifik buat famili kerajaan, pejabat tinggi pemerintah dan tamu negara. Lobi masjid terdapat pada lantai bawah, satu lantai menggunakan tempat berwudhu, kamar mandi tempat menyimpan alas kaki dan ruang istirahat bagi jamaah yg datang dari luar kota. Sebelum sampai ke ruang sholat utama pada taraf pertama masih ada halaman akbar. Di bagian tengah page ini terdapat payung berdasarkan beton berukuran 48 ft, plus kolam-kolam beserta beberapa buah pancuran.

Ruang sholat Utama Masjid Negara Malaysia. Bukaan kaca segitiga bermozaik

warna biru itu merupakan celah diantara lekukan kubah berbentuk payung di atap

masjid  (foto dari Panoramio)

Ruang sholat utama bertembok konkrit bertulang dan ditutup dengan marmar Itali. Ruang utama masjid dapat di akses melalui 7 pintu dari Jalan Lembah, Jalan Perdana, Jalan Kinabalu and Jalan Cenderasari.  Tersedia juga terowongan bawah tanah yang menghubungkan masjid dengan stasiun kereta api di jalan Hishamuddin. Fasilitas untuk pengunjung non muslim juga disediakan termasuk fasilitas toilet yang dibangun oleh Kuala Lumpur City Hall.

Diatas masing masing pintu ini dipasang kaligrafi ayat ayat kudus Al-Qur?An dengan mozaik bewarna biru dan keemasan. Di atas ruang sholat primer ini tempat kubah payung masjid berada. Dibagian bawah kubah, selain dihias dengan kaligrafi pula dihias dengan kaca mozaik & emas putih.

Foto dari flickr

Ruang Pertemuan

Masjid negara juga dilengkapi dengan fasilitas ruang pertemuan yg bisa dipakai buat banyak sekali aktivitas akademik termsuk upacara upacara resmi, perkuliahan umum, seminar, training & workshop. Dan tentusaha buat menjamu tamu tamu VVIP termasuk tamu negara dan Yang Dipertuan Agong Raja Malaysia, Perdana Metri & tamu kerajaan.

Kolam kolam air disekitar masjid Negara, foto dari Panoramio

Ruang perkualiahan

Tersedia tiga ruang yg bisa dipakai buat aktivitas dalam kelas. Masing masing bisa menampung 20-30 orang setiap kelas. Ruangan ruangan tersebut biasa digunakan untuk pembelajara dalam ruang kelas, rapat, seminat & sebagainya. Masing masing ruang dilengkapi dengan layar LCD buat setiap acara yg membutuhkan Slide show.

Selain dua jenis fasiltas fasilitas di atas masjid Negara masih memilki fasilitas ruang meeting primer yg biasa dipakai sang pengurus Masjid Negara, pejabat pemerintah, NGO & lain lain. Dan terdapat lagi area pameran luar ruang yg dapat digunakan buat penyelenggaraan pameran di lebih kurang Masjid Negara tanpa mengganggu proses peribadatan. Dan tidak kalah menarik, masjid ini berkerja sama menggunakan pihak partikelir pula menyediakan fasiltas olahraga yg dapat dipakai oleh anggotanya buat berolahraga.

Di bawah kubah Makam Pahlawan, foto dariFlickr

Makam Pahlawan

Seperti disebutkan dimuka bahwa di komplek Masjid Negara ini dimakamkan beberapa tokoh penting Malaysia. Baik di dalam bangunan maosolium yang berbentuk  bintang 7 itu atau pun di luar maosolium. Pahlawan nasional yang dimakamkan di sini adalah :

Dibawah kubah :

1. Tun Dr Ismail ?Wakil Perdana menteri Malaysia (wafat 1973)

2. Tun Abdul Razak ?Perdana menteri Malaysia (wafat 1976)

3. Tun Hussein Onn ?Perdana menteri Malaysia (wafat 1990)

4. Tun Ghafar Baba ?Wakil Perdana menteri Malaysia (wafat 2006)

Diluar kubah :

1. Tan Sri Syed Jaafar Albar ? Sekjen UMNO dan Menteri pengembangan wilayah tertinggal (wafat 1977)

2. Tan Sri Syed Nasir ? Juru bicara Dewan Rakyat (wafat 1982)

tiga. Tun Sardon Jubir ? Menteri PU & Komunikasi dan Yang pada-Pertuan Negeri Penang (wafat 1985)

4. Tan Sri Mohammad Noah ? Menteri perumahan dan Juru bicara Dewan Rakyat (wafat 1991)

lima. Tan Sri Abdul Kadir Yusuf ? Menteri Kehakiman (wafat 1992)

6. Tan Sri Mohd Khir Johari ? Menteri pendidikan (wafat 2006)

7. Tun Dr Fatimah Hashim ? Menkesra (Wanita pertama yang menjadi menteri pada Malaysia? Wafat 9/1/2010)

Foto dari panoramio

Sejarah Pembangunan Masjid Negara

Pembangunan Masjid Negara ini melambangkan semangat deretan & toleransi. Ia direka bentuk oleh orang Melayu & Inggris, dibangun sang orang keturunan Cina & India serta dibiayai sang sumbangan masyarakat Islam, Kristian, Buddha dan Hindu.

Malaysia mendapatkan kemerdekaan dari pemerintah Inggris pada tanggal 31 Agustus 1957. perkembangan utama terjadi di bidang ekonomi, sosial dan arsitektur yang secara aktif di terapkan oleh pemerintahan baru Malaysia ketika itu.  Program program yang dilaksanakan adalah juga untuk merepleksikan kemajuan budaya dan kehidupan berdemokrasi.

Foto dari panoramio

Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Negara dilaksanakan pada tanggal 27 Februari 1963 bertepatan menggunakan 3 Syawal 1383H oleh DYMM SPB Yang Di Pertuan Agong Tuanku Syed Putra Ibni Al Marhum Syed Hassan Jamalullail. Pekerjaan pembangunan berjalan selama dua tahun & Menghabiskan dana lebih kurang RM 10 juta Riggit Malaysia. Pada hari Jum?At tanggal 27 Agustus 1965 bertepatan menggunakan 29 Rabiulakhir 1385 masjid Negara diresmikan juga sang DYMM SPB Yang Di Pertuan Agong Tuanku Syed Putra Ibni Al Marhum Syed Hassan Jamalullail,

Foto dari flickr

Pengurus  Masjid Negara

Kepengurusan Masjid Negara berada dibawah pengawasan Sektor Pembangunan Insan,Jabatan kemajuan Islam Malaysia (JAKIM). Penyelenggaraan MASJID NEGARA diketuai oleh Imam Besar MASJID NEGARA dan dibaagi ke dalam dua bagian penyelenggara yaitu : (1) Bagian Pengurusan dan (2) Bagian Pengimarahan. Bagian pengurusan dibagi lagi menjadi menjadi 3 unit kerja masing masing (1) Unit Penerbitan dan Multimedia (2) Unit Perhubungan Awam dan Pusat Sumber dan (3) Unit Khidmat Pengurusan. bagian Pengimarahan dibagi lagi menjadi 6 unit kerja yaitu (1) Unit Penyelarasan, Dakwah dan Ibadah (2) Unit Pembinaan Saksiah (3) Unit Perkhidmatan Sosial (4) Unit Protokol dan Kebajikan (5) Unit Pengajian Dewasa dan (6) Unit Pendidikan Dewasa dan Kanak-kanak.Klik disini untuk melihat struktur organisasi Masjid Negara.

Foto dari Flickr

1. H. Ghazali Abdullah (1965)

2. H. Mohammad Salleh Hassan Farid

tiga. Dato? Sheikh Abdul Mohsein bin H. Salleh (1974-1975)

4. Dato? H. Ahmad Shahir bin H. Daud (1975-1980)

5. Dato? H. Hassan Din Al-Hafiz (1981-1983)

6. Dato? H. Ahmad Shahir bin H. Daud (1984-1992)

7. H. Arifin Harun (1992-1993)

8. H. Taib Azamudden Mohammad Taib (1993-1999)

9. H. A. Jalil bin Sindring (1999-Sep. 2001)

10. H. Wan Halim bin Wan Harun (2001-2004)

11. Dato' H. Kamaruddin bin H. Zakaria (2005-2006)

12. Tan Sri Dato' Syaikh H.Ismail bin H.Muhammad (February 2007 hingga kini .)

Aktivitas Masjid Negara

Layaknya sebagai masjid nasional, Masjid Negara menjalani fungsinya sebagai masjid utama bagi kegiatan kegiatan berskala nasional dan internasional di Malaysia. selain itu masjid ini juga begitu meriah dengan beragam aktivitas yang digelarnya. Mulai aktivitas untuk kanak kanak, remaja, dewasa hingga untuk manula.  Beberapa contoh aktivitas yang digelar di Masjid Negara adalah : Camp Ibadah untuk kanak kanak, camp ibadah untuk remaja, exam cuti sekolah (semacam pesantren kilat selama masa libur sekolah), donor darah, pameran pendidikan kesehatan, hingga Menggagas kunjungan dan pemberian sumbangan kepada panti jompo.

Foto dari Flickr

Video Masjid Negara

Foto foto Masjid Negara

Tun Mahatir Sedang Sholat di Masjid Negara, Foto dariFlickr
Fasad Masjid Negara, dengan taman air macur di depan nya, foto dariFlickr
Detil kubah masjid Negara
Masjid Negara di lihat dari udara, foto dari google earth

Referensi

en.wikipedia – national mosque of malaysia

en.wikipedia – islam in malaysia

brethenpedia - Malaysia

tourmalaysia.com - kl-heritage-trail-masjid-negara-national-mosque

islam.gov.my – masjid negara

myhpmaster.000space.com – national mosque masjid negara

---------------------------ooOOOoo--------------------------------

Baca Juga Artikel Masjid Malaysia Lain-nya

Masjid Lama Negeri Sarawak, Malaysia

Masjid Putra, Putrajaya, Malaysia

Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin, Putrajaya, Malaysia

Dua Masjid di Malaysia "Dikirimidanquot; Kepala Babi

Senja pada Masjid Sultan Abu Bakar Johor Bahru

Masjid Aceh di Pulau Pinang ? Malaysia

Masjid Kampung Hulu Malaka, Malaysia

Masjid Kampung Keling Malaka, Malaysia

Masjid Tengkera Malaka

Masjid Putra, Putrajaya, Malaysia

Masjid Putra, Putra Jaya, Malaysia (foto dari wikipedia)

Satu lagi masjid megah yang berada pada pusat pemerintahan federal Malaysia di Putrajaya. Yakni Majid Putra. Majid Putra hanya terpisah lebih kurang dua,2 kilometer berdasarkan Masjid Besi / Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin. Sama misalnya masjid Besi, Masjid Putra ini pula dibangun bagi pegawai pemerintah, pegawai kantor perwakilan negara sahabat di Putrajyaya, duta besar dan korp diplomatik dan warga muslim yg tinggal tak jauh berdasarkan lokasi tadi.

Masjid megah ini adalah galat satu fasilitas yg disediakan oleh pemerintah federal Malaysia bagi kota pusat pemerintahan baru Malaysia pada Putrajya, dan tentu saja sebagai galat satu ikon dari sederetan gedung gedung latif pada Putrajaya. Nama Masjid Putra diambil menurut nama Mantan Perdana Menteri Malaysia pertama, Almarhum Tunku Abdul Rahman Putra Al Haj, adalah galat satu bentuk penghormatan warga & pemerintah Malaysia kepada beliau.

Alamat & Lokasi Masjid Putra, Putrajaya

Masjid Putra

Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM)

Pusat Pentadbiran Kerajaan Persekutuan

62502 Putrajaya
Wilayah Persekutuan

TEL : 603.8888.5678

FAX : 603.8888.3166

admin@masjidputra.Gov.My

Situs resmi : http://www.masjidputra.gov.my/

View Masjid Putera in a larger map

Sama seperti Masjid Besi / Tuanku Mizan Zainal Abidin, Masjid Putra juga berada pada tepian danau buatan yang dibangun mengelilingi Putrajaya. Membuatnya tampak seperti masjid terapung jika dilihat menurut kejauhan seberang danau.

Sejarah Pembangunan Masjid Putra, Putrajaya

Kebijakan pemerintah Malaysia yang mengakibatkan Islam sebagai agama resmi negara, membuahkan karakteristik karakteristik dan simbol simbol Islam begitu kental di negeri tetangga yang satu ini. Wajar bila ketika pemerintah Malaysia memutuskan memindahkan ibukota pemerintahan federal, 2 masjid megah pun dibangun pada kawasan pemerintahan baru tersebut.

Masjid Putra dari seberang danau foto dari DANYSTYLE di Flickr

Arsitektur dan Fasilitas Masjid Putra, Putrajaya

Ruang sholat utama

Ruang sholat primer masjid putra

(foto dari situs resmi masjid putra)

Ruang sholat utama Masjid Putra berciri minimalis dan menarik, luas dan tanpa sekat sama sekali. Bangunan masjid ditopang 12 tiang primer. Ruang sholat utama ini berada pada lantai G dan mampu menampung 8000 jemaah laki laki sedangkan jemaah wanita ditempatkan pada ruang sholat lantai 1 menggunakan kapasitas 2000 jemaah.

Ruang Legar masjdi Putra

(foto dari situs resmi masjid putra)

Selain buat sholat wajib lima saat, ruang sholat primer ini jua dipakai buat aktivitas aktivitas yang diselenggarakan sang Masjid Putra ataupun pihak lain buat penyelenggaraan sholat sunat hajat, pembacaan Yasinm tahlil & doa selamat, taskirah (kuliah agama), upacara akad nikah dan acara acara lain yg layak diselenggarakan pada pada masjid.

Masjid Putra juga dilengkapi dengan sebuah ruang yang mereka sebut sebagai Ruang Legar (Ruang Serbaguna) yang berkapasitas 400 orang. Ruang ini biasa digunakan untuk urusan pendaftaran program program yang diadakan di Masjid Putra, terutama bila program tersebut menggunakan Auditorium. Mengingat letaknya yang berada di antara ruang jamuan dan auditorium, ruang ini biasa digunakan sebagai tempat jamuan makan bilamana ruang jamuan yang tersedia tidak dapat menampung jumlah tamu yang hadir.

Ruang perpustakaan masjdi Putra

(foto dari situs resmi masjid putra)

Perpustakaan

Masjid Putra dilengkanpi dengan sebuah perpustakaan yang memiliki koleksi hingga 10,193 naskhah buku yang sesuai untuk tiap tingkatan usia mulai dari kanak kanak pra-sekolah, pelajar & mahasiswa, pegawai dan karyawan hingga masyarakat umum. Sejauh ini koleksi perpustakaan Masjid Putra hanya boleh dibaca di perpustakaan belum untuk dipinjamkan dan dibawa keluar area perpustakaan, kecuali bagi pegawai Masjid Putra dengan melalui prosedur tertentu.

Buku buku yang tersedia pun cukup beragam mulai dari kitab-kitab Fikih, Hadis, Tafsir Al-Quran, Sirah, Undang-undang, Akidah, Tasauf Khutbah, kamus, ensiklopedia, buku motivasi, majalah bercorak kekeluargaan, novel, buku cerita kanak-kanak, majalah PC dan sebagainya.

Ruang Kuliah masjdi Putra

(foto dari situs resmi masjid putra)

Ruang kuliah

Masjid Putra juga dilengkapi dengan dua ruang kuliah berkapasitas masing masing 70 - 80 orang. Biasa digunakan untuk program-program pengajian Masjid Putra sepanjang tahun yang berjalan pada waktu siang ataupun malam setiap hari termasuk ahir pekan. Selain itu, ruang ini juga digunakan untuk aktivitas diskusi dan rapat formal ataupun informal terutama yang menggunakan LCD kanrea ruang kuliah tersebut dilengkapi dengan fasilitas LCD.

Ruang pengurusan Jenazah masjdi Putra

(foto dari situs resmi masjid putra)

Ruang penyelenggaraan jenazah

Laytanan pengurusan jenazah Masjid Putra dibuka24 jam sehari dan siap untuk beroperasi setiap saat. Dilengkapi dengan peralatan pengurusan jenazah seperti tempat untuk memandikan jenazah yang lega dan peralatan mengkapani jenazah. Juga disediakan ruang tunggu bagi anggota keluarga jenazah yang menunggu proses pengurusan jenazah selesai. Layanan ini termasuk penyelenggaraan sholat jenazah hingga kereta jenazah, pemakaman hingga talqin kubur.

Ruang  Auditorium masjdi Putra

(foto dari situs resmi masjid putra)

Fungsi dan Aktifitas Masjid Putra

Pembangunan masjid putra memang bervisi untuk menjadikannya sebagai institusi ibadah, perkembangan Ilmu pengetahuan dan pembangunan persatuan ummat Islam menjelang tahun 2014. Pengelola masjid Putra juga berkomitmen untuk menjadikan masjid Putra sebagai instusi yang unggul dalam berbagai bidang melalai beberapa aktivitas termasuk di dalamnya adalah : memastikan sholat berjamaah diselenggarakan pada awal waktu, menyelenggarakan program pendidikan bagi kanak kanak, remaja hingga dewasa, senantiasa menjadikan masjid Putra sebagai masjid yang nyaman untuk beribadah termasuk menjaga kebersihan, keamanan dan ketenangan jamaah, serta menyelenggarakan kegiatan kegiatan hari besar Islam dan hari besar nasional.

Masjid putra juga memiliki tujuan untuk menjadi standar permodelan dalam aspek pengurusan dan penyelenggaraan Masjid, bagi masjid masjid lain di seluruh Malaysia. Masjid putra juga memiliki tanggung jawab dalam merancang dan mengurus aktivitas sosial kemasyarakatan, pengurusan jenaah hingga aktivitas aktivitas sosial lainnya termasuk kursus kursus dan penyelenggaraan pelatihan pelatihan.

Kubah masjid Putra foto dari di navid ahmadi panoramio

Beberapa aktivitas masjid Putra adalah : kursus penyelenggaraan Jenazah, pendidikan pra nikah, pengajian khusus bagi mualaf, seminar seminat sosial, penyelenggaraan dakwan, konseling agama Islam dan masalah rumah tangga, pengelolaan zakat, serta penyelenggaaan jenazah.

Selain itu masjid Putra juga menyelenggarakan aktivitas peribadatan rutin yang juga ditangani oleh seorang ustadz yang secara khusus bertanggung jawab atas kegiatan tersebut. Termasuk di dalamnya adalah kegiatan kegiatan Yasinan dan Doa Mingguan, Kuliah Subuh, Program Qiamullail, Program Iktikaf Ramadhan, Solat Sunat Hari Raya Aidilfitri & Aidil Adha, Bengkel Khutbah, Kursus Tahsin Qiraah Imam dan Bilal Masjid-masjid Utama, Kursus Asas Imam dan Bilal Masjid/Surau Putrajaya.

Imam Besar Masjid Putra

1. Tan Sri Dato’ Abdul Kader Bin Talip (16 Juli 1999~ 15 Juli 2001)

2. Tan Sri Syaikh Haji Ismail Bin Muhammad ( 1 Desember 2001 ~ 14 Januari 2007)

3. Tuan Haji Abd. Manaf Bin Haji Mat (3 September 2007 ~ Sekarang)

Video inside Masjid Putra, Putrajaya

Foto foto Masjid Putra, Putrajaya

Masjid putra disiang hari foto dari BadRuL MN © di Panoramio

Masjid Putra di malam hari Foto dari callm3emo di flickr

Kubah dan menara masjid putra foto dari aheryan di Flickr

Dibawah kubah masjid putra foto dari navid ahmadi dipanoramio

Masjid Putra diantara kibaran bendera Malaysia foto dari Rlzzza di Panoramio

Referensi

Situs resmi masjid Putra di http://www.masjidputra.gov.my/

Situs resmi JAKIM di http://www.islam.gov.my/

Sorce foto sebagaimana disebut dimasing masing foto

------------------------ooOOOoo--------------------------

Baca Juga Artikel Masjid Malaysia Lain-nya

Masjid Lama Negeri Sarawak, Malaysia

Dua Masjid di Malaysia "Dikirimi" Kepala Babi

Senja di Masjid Sultan Abu Bakar Johor Bahru

Masjid Aceh di Pulau Pinang – Malaysia

Masjid Kampung Hulu Malaka, Malaysia

Masjid Kampung Keling Malaka, Malaysia

Masjid Tengkera Malaka

Masjid Negara, Masjid Nasional Malaysia di Kuala Lumpur

Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin, Putrajaya, Malaysia

Asal SEO

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done