Islami Pedia: Berita Masjid
News Update
Loading...
Showing posts with label Berita Masjid. Show all posts
Showing posts with label Berita Masjid. Show all posts

Friday, October 9, 2020

IMAAM Center, Masjid Indonesia di Amerika (bagian kedua)

Peresmian IMAAM Center oleh Presiden SBY

Penantian 20 Tahun

Kisah berubah tatkala terpampang iklan pada sebuah media online yg menyebut soal planning penjualan gereja tua pada daerah Georgia Avenue, Silver Spring, MD, Maryland. Iklan itu ditayangkan oleh pengurus gereja yang mengaku terpaksa menjual gedung itu karena tidak terdapat lagi kegiatan ibadah pada sana. Sejak lima tahun terakhir, gereja itu dibiarkan kosong melompong karena sebagian akbar jemaahnya sekarang menganut atheis. Sehingga gereja itu tak lagi digunakan buat aktivitas ibadah.

Ukuran gereja itu relatif besar . Luas gedungnya saja mencapai tiga.520 m persegi, menggunakan luas tanahnya mencapai 15.625 m persegi. Kapasitas ruangan di pada sanggup menampung sekitar 350 orang. Lapangan parkirnya pula cukup luas, bisa menampung lebih berdasarkan 100 mobil. Harga jualnya US$3 juta atau lebih kurang Rp 33 miliar, dengan kurs kurang lebih Rp 11.000 perdolar. Gedung yg dibangun tahun 1955 itu, berada di tengah kota Maryland. Merujuk pada izinnya, gedung itu hanya spesifik buat aktivitas rumah ibadah. Pihak gereja sebenarnya telah usang ingin menjual gedung itu, tapi nir laku karena biar penggunaannya nir mampu digunakan selain buat ibadah.

Lantai 2 IMAAM Center yang adalah ruang utama masjid.

Ini yang menciptakan pengurus IMAAM tertarik buat membelinya. Apabila gedung itu sanggup dibeli, maka tidak perlu lagi memohon izin pendirian rumah ibadah menurut pemerintah setempat karena sejak awal peruntukannya memang buat rumah ibadah. Namun masalahnya, darimana pengurus IMAAM sanggup menerima dana $3 juta? Kalaupun dua unit gedung yang ditempati IMAAM Center dijual, diperkirakan harganya $1 juta. Itu berarti masih kurang lebih kurang $2 juta lagi. Jelas ini bukan jumlah yg mini . Butuh bisnis ekstra buat menambal kekurangannya.

Bantuan Pemerintah Indonesia

Sampai akhirnya muncullah pandangan baru menurut pengurus IMAAM buat menyampaikan kasus ini dengan Dino Pati Djalal yg ketika itu menjabat menjadi Duta Besar Indonesia buat Amerika. Dino yg menyambut baik pandangan baru itu lalu mengungkapkan berita ini eksklusif ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Gayung bersambut, SBY rupanya sangat tertarik dengan ide itu. Ia pun pribadi membahas kasus ini menggunakan DPR. Kebetulan waktu itu masih ada sisa aturan $5 juta yang belum terpakai. Tak butuh ketika lama bagi DPR & pemerintah buat menyepakati pemberian hibah $3 juta untuk IMAAM menjadi modal buat membeli gereja pada Amerika itu. Sedangkan sisanya yg $2 juta digunakan buat membangun gedung mahasiswa Indonesia pada Mesir.

Presiden SBY memimpin sholat berjamaah selesainya pelantikan masjid IMAAM Center

12 Juni 2014 IMAAM resmi mengambil alih First Baptist Church Montgomery Maryland buat dijadikan sebagai masjid. Upaya renovasi langsung dilakukan secara sedikit demi sedikit. Kursi panjang yang biasa dipakai buat beribadah pada gereja dibongkar dan digantikan dengan karpet menurut Arab. Para Muslim Amerika beramai-ramai urun rembuk dan mengumpulkan dana buat renovasi gedung tersebut. Berbagai aktivitas syiar Islam mulai aktif dilakukan di dalamnya. Beberapa tokoh Islam di Washington diundang buat menaruh ceramah agama di sana.

Awal September 2014, suasana di dalam gedung itu terlihat sangat asri. Selain papan nama yg tengah dihapus, di bagian luar tak ada indikasi-pertanda lagi yang memberitahuakn bangunan itu adalah bekas gereja. Di bagian pada, hanya ada pentas di bagian depan yg biasa digunakan rahib atau penyanyi koor gereja buat tampil di depan jamaahnya. Dekorasi itu memang agak unik buat dihadirkan di dalam masjid. Tapi pengurus IMAAM berencana akan mengubahnya secara sedikit demi sedikit sebagai akibatnya nantinya desain khas masjid itu bernuansa Indonesia.

Diresmikan sang Presiden SBY

Sesuai dengan rencana, IMAAM Center diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono pada hari Jum’at 25 September 2014 pukul 12.30 waktu setempat. Acara peresmian berlangsung di lantai bawah, hadir dalam acara ini Utusan Khusus Komunitas Muslim Kemlu AS Sharif Gaffar, para tokoh muslim setempat, dan anggota komunitas muslim Indonesia. Seusai peresmian, para undangan menunaikan salat Jumat berjamaah bersama denganPresiden SBY dan rombongan dari Jakarta.

Dalam pidatonya, Presiden SBY ‎mengaku sangat bersyukur dan bahagia setelah mendengar sambutan Presiden IMAAM Center Aris Mustofa dan Sharif Gaffar. “Hati kita teduh dan damai, ingin menjalin kerjasama dan kebersamaan untuk membuat dunia adil dan sejahtera,” Menurut Presiden SBY, Masjid tersebut diharapkan menjadi duta umat muslim di Indonesia yang ingin bersahabat dengan bangsa manapun. “Kami akan menjadi agent of peace, kami akan tunjukkan bahwa Islam adalah rahmatan lil alamin,” ujar SBY. Kunjungan Presiden SBY ke Amerika Serikat adalah bagian dari lawatan Presiden Indonesia ke tiga negara, yaitu Portugal, Amerika Serikat dan Jepang dari tanggal 17 September hingga 30 September 2014.

Presiden Joko Widodo saat menunaikan sholat tahiyatul masjid di IMAAM Center

Dikunjungi Presiden Jokowi

Hari selasa 27 Oktober 2015 pukul 15:20 waktu setempat atau hari Rabu 28 Oktober 2015 Pukul 14:20 Waktu Indonesia Bagian Barat, Presiden Joko Widodo menyempatkan diri berkunjung ke Masjid IMAAM Center ini dalam perjalanan dinasnya ke Amerika Serikat. Selama kunjungan singkat tersebut presiden Jokowi langsung menuju ke lantai dasar masjid yang merupakan area untuk keperluan umum, disambut oleh para pengurus masjid yang sudah menunggu kemudian berkunjung ke perpustakaan masjid.

Presiden Jokowi kemudian menuju ke area sholat di lantai dua masjid, namun karena waktu asyar belum tiba, maka beliau menunaikan sholat sunah tahiyatul masjid, setelah itu presiden menyempatkan diri berfoto bersama dengan jemaah warga Indonesia yang ada disana termasuk memenuhi permintaan beberapa warga Indonesia yang meminta ber-selfie bersama beliau. Presiden berangkat meninggalkan IMAAM Center pada pukul 15:45 waktu setempat menuju ke the Blair House, tempat beliau menginap selama kunjungan kerja di Amerika Serikat. ***

Kembali ke Bagian Pertama

Referensi

dream.co.id – muslim indonesia beli gereja amerika untuk dijadikan masjid

bubblews.com - indonesian Muslims to cite this Buy American Church Mosque

atjehpost.co - Muslim-Indonesia-di-Amerika-Mengubah-Gereja-Menjadi-Masjid

aktualita.co - presiden-sby-resmikan-masjid-imaam-centre-di-amerika-serikat/

muslimlinkpaper.com - IMAAM Center Realizes 20 Year Old Dream

antara.com – Jokowi sholat tahiyatul masjid di imaam center

setkab.go.id - before-return-to-homeland-president-jokowi-visits-imaam-mosque

----------ZZZ----------

Baca Juga Artikel Masjid Masjid Indonesia pada Luar Negeri Lainnya

IMAAM Center, Masjid Indonesia pada Amerika (bagian pertama)

Masjid Al-Hikmah, Masjid Indonesia pada New York City

Masjid Daarut Tauhiid Indonesia pada Gaza Palestina

Masjid As-Salam, Masjid Indonesia di Wina ? Austria

Masjid Komunitas Muslim Indonesia di Den Haag - bagian I

Masjid Komunitas Muslim Indonesia di Den Haag - bagian 2

Masjid Al Falah, Masjid Indonesia pada Berlin, Jerman

Masjid Istiklal Indonesia di Bosnia & Herzegovina

Masjid Aceh di Pulau Pinang – Malaysia

Masjid Islamic Society of Papua New Guinea

IMAAM Center, Masjid Indonesia di Amerika (Bagian Pertama)

TIDAK MIRIP MASJID. Bangunan masjid IMAAM Center ini sama sekali nir seperti dengan bangunan masjid seperti yang biasa kita kenal. Karena memang sebelumnya adalah sebuah Gereja bergaya Amerika dengan empat pilar akbar pada depan nya mirip dengan bangunan gedung putih, Istana Presiden Amerika.

Bekas gereja yang sebagai masjid muslim Indonesia pada Amerika

IMAAM Center adalah masjid komunitas muslim Indonesia yang tinggal di Amerika Serikat. Masjid ini menjadi masjid kedua yang dimiliki dan dikelola oleh muslim Indonesia setelah Masjid Al-Hikmah di New York City. IMAAM Center berada di Georgia Avenue, Silver Spring, Maryland, Amerika Serikat, tak jauh dari Washington DC, Ibukota Amerika Serikat. IMAAM Center dibangun diatas tanah seluas 1,15 hektar ini beralamatkan di 9100 Georgia Ave, Silver Spring, Washington, DC. Lokasi masjid ini cukup strategis, karena berada di perbatasan Washington DC dengan Maryland.

Sebelum dibeli pada lepas 12 Juni 2014, bangunan 2 lantai berbatu bata merah ini merupakan gereja First Baptist Church Montgomery Maryland yg sudah 5 tahun nir dipakai lantaran sebagian besar jemaahnya beralih menganut atheis & lalu dibeli oleh komunitas Muslim Indonesia buat dijadikan menjadi masjid. Gereja tersebut dibangun tahun 1955 dengan biar resmi dari pemerintah hanya buat digunakan sebagai tempat peribadatan. Itu sebabnya pengurus gereja kesulitan buat menjual bangunan tersebut buat keperluan lain, tetapi justru hal tersebut yg sebagai nilai tambah bagi muslim Indonesia disana lantaran menggunakan membeli gedung gereja tersebut nir perlu lagi mengurus izin buat membentuk tempat ibadah.

Imaam Center

Address: 9100 Georgia Avenue, Silver Spring, MD 20910

Phone: 240-233-6967

Website : http://www.imaamcenter.org

Facebook : IMAAM Center

Telepon: 1 301-588-0693

Tentang IMAAM

IMAAM (Indonesian Muslim Association in America) atau Komunitas Muslim Indonesia di Amerika Serikat. Awalnya dibentuk oleh beberapa belas muslim Indonesia yang tinggal di kawasan Washington DC dan sekitarnya yang memiliki perhatian terhadap pentingnya keseimbangan hubungan horizontal dan vertikal bagi generasi mendatang, maka pada tanggal 21 Desember 1993 dibentuklah IMAAM dan didaftarkan sebagai organisasi nirlaba keagamaan di negara bagian Maryland.  Organisasi ini aktif menggelar kegiatan keagamaan, termasuk berupaya mendirikan masjid di Washington DC.

Kepengurusan IMAAM dipilih secara periodik setiap tiga tahun dalam sidang generik tahunan. Ada sembilan pengurus primer IMAAM yang terdiri menurut;

  1. Bpk. Firdaus Kadir, Chairman of the Board, 2015-2018.
  2. Bpk. Amang Sukasih, President, 2015-2018
  3. Bpk. Bambang Achiruddin, Vice President, 2013-2016
  4. Bpk. Varga Syahroni, Secretary, 2013-2016
  5. Ibu. Waty Yirka, Treasurer, 2015-2018
  6. Bpk. Syafrin Murdas, Regular Trustee, 2014-2017
  7. Bpk. Arif Mustofa, Regular Trustee, 2013-2016
  8. Ibu. Nurul Fathiyah, Regular Trustee, 2014-2017
  9. Bpk. Andri Antoni, Regular Trustee, 2014-2017

GEREJA TAK TERPAKAI. Begini bentuk aslinya bangunan masjid IMAAM Center ketika muncul di situs iklan penjualan properti, sebelum lalu dibeli & pada alih fungsi sebagai masjid oleh IMAAM Center.

Perjalanan Panjang Masjid Imam Center

Impian memiliki masjid sendiri pada Amerika menjadi tempat berkumpul beserta bagi muslim Indonesia bukanlah perkara gampang. Selain terkendala dengan masalah dana yang tidak sedikit buat membeli properti disana, tetapi pula perkara perizinan yg memang nir gampang diperoleh. Upaya IMAAM buat mendirikan masjid nyaris terwujud pada 1995. Kala itu, organisasi yg sekarang beranggotakan sekitar 2000 orang ini bisa membeli dua unit tempat tinggal pada daerah Veirs Mill Rd, Rockville, Maryland.

Rumah itulah yg hendak dijadikan masjid, namun rencana itu mendapat protes dari warga setempat. Apa boleh buat, keinginan mendirikan masjid bernuansa Indonesia di Amerika terpaksa ditunda. Jika ke 2 rumah itu bisa difungsikan menjadi masjid kala itu, maka warga Muslim Indonesia yg tinggal di Amerika lebih menyatu & kompak, sehingga memudahan buat melaksanakan aktivitas sosial lainnya. Namun virtual itu belum berhasil lantaran kendala menurut warga setempat. Pemerintah Maryland pula tidak memberi biar jikalau rakyat lebih kurang masih menolak.

Akibat penolakan itu, dua gedung yang dibeli di kawasan Rockville hanya bisa dijadikan sebagai IMAAM Center. Tidak ada aktivitas ibadah di sana. Sementara untuk salat atau kegiatan ibadah lainnya, warga Muslim Indonesia harus menyebar di sejumlah masjid yang ada di Washington dan sekitarnya. Masalah perizinan ini bahkan pernah dikemukakan oleh Imam Masjid Istiqlal Jakarta, Ali Musthafa Ya'qub langsung kepada Presiden Barack Obama saat kunjungannya ke Masjid Istiqlal pada 10 Nopember 2010.

Bersambung ke Bagian Kedua

----------ZZZ----------

Baca Juga Artikel Masjid Masjid Indonesia di Luar Negeri Lainnya

Masjid Al-Hikmah, Masjid Indonesia pada New York City

Masjid Daarut Tauhiid Indonesia di Gaza Palestina

Masjid As-Salam, Masjid Indonesia pada Wina ? Austria

Masjid Komunitas Muslim Indonesia di Den Haag - bagian I

Masjid Komunitas Muslim Indonesia di Den Haag - bagian 2

Masjid Al Falah, Masjid Indonesia pada Berlin, Jerman

Masjid Istiklal Indonesia di Bosnia & Herzegovina

Masjid Aceh di Pulau Pinang – Malaysia

Masjid Islamic Society of Papua New Guinea

Saturday, August 8, 2020

Ulu Cami, Masjid Agung Bursa, Turki

Masjid dua puluh kubah. Masjid Ulu Cami atau Masjid Agung Bursa pada Turki ini dibangun menggunakan 2 puluh kubuh merepresentasikan 2 puluh masjid yg dijanjikan sang Sultan.

Apa & dimanakah Bursa

Bursa merupakan galat satu kota tua di Turki yang mempunyai perangan teramat penting badi sejarah Turki, sekaligus jua merupakan kota terbesar ke 4 sesudah Istanbul, Ankara dan Izmir. Bursa, merupakan kota tempat Turki Usmani atau Dinasti / Emperium / Kekaisaran / Ke-Khalifahan Usmaniyah berawal. Lokasi Bursa yang cukup dekat dengan Konstantinopel (kini Istanbul), telah menjadi pilihan lokasi yang strategis oleh para penguasa baik dari bangsa Arab juga Seljuk yg memang berlomba-lomba buat bisa menaklukan Konstantinople ketika itu.

Tahun 1075 bangsa Muslim Seljuk telah menguasai kota ini. 22 tahun setelahnya Pasukan Perang Salib (Crusaders) yang pertama datang, merebut kota ini. Setelah itu Bursa selalu menjadi perebutan silih berganti. Baik oleh Crusaders maupun Muslim Seljuk. Bangsa Turki mengalami perpindahan ke daerah Anatolia sepanjang abad ke 12 dan 13 kemudian menumbuhkan  entitas entitas pemerintahan kecil dipimpin kepala suku atau panglima perang mereka. Termasuk Ertugrul Gazi yang mendirikan pemerintahan kecil di dekat Bursa.

ULU CAMI tertulis pada dinding depan pintu utama masjid utama di kota Bursa ini, dalam bahasa Indonesia mungkin sepadan dengan Istilah Masjid Jami'. Foto bawah adalah pancuran, loka wudhu yang tersedia di laman masjid. Pancuran misalnya ini dapat ditemukan di seluruh masjid berdasarkan era dinasti Usmaniyah.

Pada tahun 1317, Osman atau Usman (anak menurut Ertugrul Gazi) mengepung Bursa sampai jatuh ke dalam kekuasaannya dalam tahun 1326 dan berakibat kota ini sebagai bunda kota. Osman inilah yg selanjutnya mendirikan Emperium Usmaniyah yang sang orang Eropa disebut menggunakan Kekaisaran Otoman lantaran ketidakmampuan menjelaskan menggunakan baik Nama Osman atau Usman. Selama 39 tahun Bursa menjadi Ibukota Usmaniyah sampai tahun 1365.

Ibukota Emperium Usmaniyah kemudian dipindahkan ke kota Edirne dan bertahan hingga 90 tahun, namun ahirnya dipindahkan lagi ke Istanbul setelah Sultan Mehmet II atau Muhammad Al-Fatih berhasil menaklukkan Byzantium di Konstantinopel tahun 1453.  Istanbul menjadi ibukota terahir Emperium Islam Usmaniyah selama 469 tahun hingga dibubarkannya Emperium tersebut di tahun 1922 oleh Kemal Attaturk lalu mendirikan Republik Turki yang kini kita kenal sekaligus memindahkan lagi Ibukota negara ke Ankara hingga hari ini.

Grand Mosque of Bursa

Murat Aklar Nalbanto?Lu Mahallesi

Ulucami Caddesi No:dua, 16010 Osmangazi

Bursa, Turki

Telepon: 90 224 220 21 66

Geographic coordinates: 40.183841?N 29.061960?E

Bursa terletak di Turki bagian barat, ditepian bahari Marmara yg memisahkannya menggunakan Istanbul. Bursa jua merupakan wilayah Turki yg berada di tanah Benua Asia. Selain dikenal menjadi kota bersejarah, Bursa jua adalah kota industry & sudah sebagai semacam sentranya industry otomotif bagi aneka macam merek kendaraan beroda empat Eropa. Dari Istanbul yg dikenal luas menjadi ?Ibukotanya Turki? Di Eropa, Bursa bisa dicapai melalui bepergian darat & ferry penyeberangan lebih kurang 4 jam perjalanan.

Bursa jua sebagai destinasi favorit turis karena menyimpan banyak peninggalan sejarah Islam. Kota Bursa, Banyak loka-loka bersejarah yang sanggup dikunjungi disana. Seperti mesjid-mesjid yg sebagai tujuan wisata, misalnya Masjid Agung Bursa (Ulu Cami) yang merupakan mesjid terbesar pada Turki, Green Mosque, Emir Sultan Ildirim Bayezit Cami, & Orhan Cami. Selain dari itu, kota Bursa syahdan jua adalah berasal muasal berdasarkan Kebab Turki yang terkenal itu. Dan di Kota Bursa ini juga, sebagai loka peristirahatan terahir pendiri Emperium Usmaniyah, Osman dan putranya Orhan Gazi.

Masjid Agung Bursa (Ulu Camii)

Masjid Agung Bursa atau Bursa Grand Mosque atau Bursa Ulu Cami adalah masjid tua yg berada di kota Bursa. Lokasi masjid ini berada di Atat?Rk Boulevard pada tempat kota tua Bursa. Dibangun menggunakan deretan gaya Seljuk - Usmaniyah, pada tahun 1396 hingga tahun 1399, atas perintah berdasarkan Sultan Y?Ld?R?M Bayezid I. Rancangan & pembangunan masjid ini dilaksanakan sang Arsitek Ali Neccar pada tahun 1396?1399. Pembangunan masjid ini adalah janji berdasarkan Y?Ld?R?M Bayezid I pada waktu memenangkan perang Battle of Nicopolis in 1396.

SISI UTARA. Kiblat atau arah sholat di Turki kira kira menunjuk ke selatan lantaran letak Ka'bah pada kota Mekah berada pada selatan daerah Turki, sebagai akibatnya pintu masuk primer Masjid Agung (Ulu Cami) Bursa berada di sisi utara, Mimbar dan Mihrabnya di sisi selatan. Sisi utara Masjid Agung Bursa ini ditandai dengan dua menaranya yang mengapit pintu primer.

Cerita yang beredar disana menyebutkan bahwa masjid Agung Bursa atau Ulu Cami ini dibangun dengan dua puluh kubah berhubungan dengan Janji dari Yıldırım Bayezid I yang akan membangun 20 masjid apabila berhasil memenangkan perang melawan Pasukan Salib di  Perang Nicopolis. Namun rencana ini akhirnya diubah menjadi membangun masjid dengan 20 kubah. Para pengamat seni bina arsitektur masjid menyebutkan bahwa masjid Agung Bursa ini sebagai masjid dengan gaya  arsitektur murni Bangsa Seljuk.

Masjid Agung Bursa merupakan masjid terbesar di Bursa sekaligus merupakan landmark arsitektur Seljuk lantaran memang menggunakan begitu banyak elemen berdasarkan arsitektur dinasti Seljuk yg sangat kental, & pembangunannya dalam Era awal emperium Usmaniyah. Badan global UNESCO telah memasukkan Masjid Agung Bursa (Ulu Cami) ke dalam daftar warisan budaya dunia di tahun 2014 dengan menyebut Masjid Agung Bursa menjadi galat satu masjid terpenting pada sejarah Islam.

Bangunanya berdenah persegi panjang dengan luas mencapai 2200 m2. Ada dua puluh kubah dibagian atapnya yang menjadi ciri khas masjid ini. kubah kubah tersedbut terdiri dari empat baris, masing masing baris terdiri dari lima kubah, ditopang oleh 12 tiang persegi empat yang juga berukuran sangat besar. Jejeran tiang tiang besar tersebut menghasilkan lorong lorong dan ruang yang tercipta diantara jejerannya, dibawah masing masing kubah. Hal ini menciptakan privasi tersendiri bagi Jemaah. Selain dua puluh kubah besar, masjid ini juga dilengkapi dengan dua Menara.

KOLEKSI KALIGRAFI. Masjid Agung Bursa memiliki begitu poly karya kaligrafi dari 41 Kaligrafer ternama pada masa-nya. Kaligrafi kaligrafi tadi di lukis pada dinding, tiang sampai pada lempengan panel berukuran akbar & kecil.

Bagian yang cukup unik dari masjid Agung Bursa ini merupakan, adanya loka wudhu pada dalam masjid, yg pada Bahasa setempat diklaim ?Ad?Rvan. Letaknya sesudah melewati pintu primer dibawah kubah kaca yang juga menjadi asal cahaya mentari yang lembut ke pada ruangan masjid. Interiornya yang serba horizontal & pencahayaan yang nir terlalu terang benderang memang sengaja dibuat demikian untuk menghadirkan suasana damai dan hening serta kontemplatif.

Kaligrafi

Di pada masjid ini terdapat 192 inskipsi yang ditulis tangan oleh 41 ahli penulis kaligrafi ternama di masa itu. Dengan koleksi kaligrafi-nya Masjid Agung Bursa adalah contoh terbesar kaligrafi di dunia. Kaligrafi kaligrafi tadi ditulis baik di bagian dinding masjid, tiang tiang besarnya serta lempengan lempengan besar & kecil. Daun pintu dan Mimbar dibuat menggunakan apik oleh para pemahat yg memang pakar dibidangnya dari jenis kayu terpilih dan bermutu. Ukiran dalam mimbar masjid ini mengambil tabrakan dengan contoh rapikan surya. Sebuah pintu berumur ratusan tahun yang merupakan pintu Ka?Bah pada Mekah ditampilkan pada masjid ini dalam sebuah kotak kaca.

Pintu Ka?Bah dan Legenda Masjid Agung Bursa

Ekterior Masjid Agung Bursa seluruhnya terbuah dari bahan batu. Satu unit pancuran air penuh ornamen ditempatkan di pelataran masjid di depan menara masjid. Menara kembar yang tampak identik satu dengan lain yang mengapit masjid ini sebenarnya dibangun pada waktu yg tidak selaras. Satu menara pada sisi barat adalah bangunan menara yang dibangun bersamaan menggunakan pembangunan masjid pada saat awal, sedangkan menara yg berada disebelah timur dibangun lalu sang Sultan Mehmet I dalam abad ke 15.

FITUR INTERIOR MASJID AGUNG BURSA. Kiri atas : Pancuran tempat berwudhu di dalam Masjid Agung Bursa, Kanan Atas : Mihrab Masjid Agung Bursa, bergaya Seljuk. Kanan bawah : Sisi kiblat Masjid Agung Bursa. Kiri Bawah : Kubah transparan Masjid Agung Bursa.

Sebagaimana bangunan masjid tua yg pekat menggunakan sejarah, terdapat sebuah legenda yang tersebar sejak ber-abad lalu. Konon kata legenda yg berkembang disekitar Karag?Z dan Hacivat, syahdan disebutkan bahwa seni pertunjukan bayangan boneka (misalnya pertunjukan wayang kulit pada Jawa) yang berkembang pada kota Bursa para tokohnya itu diambil dari cerita para para pekerja bangunan Masjid Agung Bursa ini.

Diceritakan bahwa 2 pekerja bernama Karag?Z & Hacivat mempunyai watak tidak baik senang mengganggu para pekerja lainnya dengan gurauan dan lelucon yang membuahkan kepada terlambatnya pekerjaan mereka membentuk masjid ini dan mengungang kemarahan berdasarkan Sultan dan berbuntut kepada hadiah sanksi pada mereka.

Legenda lainnya terkait dengan pancuran loka wudhu yg terdapat pada dalam ruangan masjid. Konon disebutkan bahwa pada saat akan dibangun masjid ditempat tadi sempat terhambat dalam saat proses pembebasan lahan lantaran ada seseorang wanita tua yang nir mau melepaskan lahan dan rumahnya untuk dibebaskan sebagai huma pembangunan masjid tadi.

Tetapi dalam ahirnya belau justru dengan sukarela melepaskan rumah dan lahannya buat dibeli sang Sultan bagi keperluan pembangunan masjid tadi sesudah terus terusan bermimpi hal yg sama, nah sebagai bentuk penghormatan pada perempuan tadi, arsitek masjid ini dengan sengaja membangun sebuah pancuran tempat wudhu pada pada masjid ini pada lokasi persis bekas tempat tinggal perempuan tua tadi.

Masjid Agung Bursa pada malam hari, dengan kemilai cahaya lampu termasuk jua cahaya berdasarkan kendaran yang kemudian lalang pada ruas jalan Attaturk pada sebelah selatan masjid ini.

Objek Wisata

Saat ini Masjid Agung Bursa (ulu cami) telah menjadi keliru satu objek wisata yg menarik perahtian wisatawan berdasarkan mancanegara. Masjid terbuka setiap hari buat kunjungan wiisatawan di luar saat sholat, dan para pengunjung diharuskan buat berpakaian sopan dan sederet anggaran lainnya sebagaimana layaknya masuk ke dalam masjid.

Paralelisasi Sejarah Turki Vs Sejarah Indonesia

Pada saat Masjid Agung Bursa dibangun di Turki tahun 1396, di Nusantara sedang berkuasa Kerajaan Majapahit sedangkan pada sisi barat pulau Jawa berada dibawah kendali Kerajaan Sunda. Masjid Agung Bursa ini dibangun 13 tahun setelah Deklarasi pendirian Kerajaan Gelgel pada Bali (1383), Dalem Ktut Ngelesir didampingi sang Patih Agung Arya Patandakan & Kyai Klapodyana (Gusti Kubon Tubuh) menghadap Prabu Hayam Wuruk ketika upacara Cradha & rapat tahunan negeri-negeri vasal imperium Majapahit.

Beliau (Raja Gelgel) balik ke Bali dikawal oleh pasukan spesifik majapahit yang semuanya beragama islam, menjadi awal masuk-nya Islam ke Pulau Bali. Masjid Agung Bursa di Turki Selesai dibangun tahun 1399, setahun sesudah itu, Tahun 1400, di Nusantara, Raja Gelgel pertama, Dalem Ketut Ngulesir wafat.***

Referensi

https://en.Wikipedia.Org/wiki/Grand_Mosque_of_Bursa

http://www.Thebestofbursa.Com/ulu-camii-bursa-grand-mosque/

Monday, July 13, 2020

Masjid Komunitas Muslim Indonesia di Den Haag, Belanda (Bagian I)

Masjid Al-Hikmah Masjid Komunitas Muslim Indonesia pada Den Haag, Belanda

Resminya masjid ini bernama Masjid Al-Hikmah terletak di Heeswijkpein, Moerwijk kota Den Haag, Negeri Belanda. Berdirinya Masjid Al-Hikmah memperpanjang formasi jumlah masjid pada Belanda. Pada 1990 saja, jumlah masjid sudah mencapai 300 pada seluruh Belanda. Masjid Al-Hikmah ini pula bukan masjid pertama yang didirikan oleh Muslim Indonesia atau muslim yang mempunyai keterikatan menggunakan Indonesia pada Belanda. Sebelumnya telah terdapat Mushola Al-Ittihad pada Daguerrestr No 2 Den Haag, dan Masjid Maluku An-Nur pada Balk yang didirikan sang muslim mantan pasukan KNIL di tahun 1950-an.

Dari sudut manapun kita memandang masjid Al-Hikmah yang -

dikelola PMME ini sama sekali tak berbentuk seperti masjid yang

biasa kita kenal.

Menjadi cukup menarik karena sebelumnya di blog ini juga di postingan sebelumnya kita telah mengulas masjid Indonesia di New York City, Amerika Serikat yang memiliki nama yang sama dengan masjid Indonesia di Den Haag ini. Sama sama bernama Masjid Al-Hikmah. Masjid Al-Hikmah di Den Haag ini dikelola oleh PPME berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag. Masjid Al-Hikmah tak hanya di ramaikan oleh warga Indonesia tapi juga turut diramaikan oleh kaum muslimin dari berbagai warga negara di Den Haag termasuk dari Turki, Maroko, dan muslim Belanda, terutama di sholat jum’at dan dua sholat hari raya.

Lokasi Masjid Al-Hikmah, Den Haag

Mesjid berlantai dua ini berada persis di seberang jalur trem 16 menuju Wateringen. Berikut alamat lengkap masjid ini menurut foursquare. Berkat petunjuk dari situ situ juga kutemukan lokasi masjid ini di google maps. Maklum karena situs resmi PPME sendiri tak mencantumkan peta masjid ini. (please feel free to feed back if the place i pointed is not correct)

Masjid Al-Hikmah

Heeswijkplein 170-171

btw Medlerstraat & Heeswijkplein

Den Haag, The Netherlands

Lihat Peta Lebih Besar

Sejarah Masjid Al-Hikmah, Den Haag

Masjid Bekas Gereja Immanuel. Wakaf H. Probosutedjo

Dari luar, bangunan itu tidak mirip dengan masjid umumnya. Rumah panjang bertingkat dua, tanpa kubah. Suasana masjid baru terlihat ketika masuk ke dalam. Ada mihrab dan bentangan sajadah. Masjid Al-Hikmah di Heeswijkpein, Moerwijk kota Den Haag itu awalnya adalah gereja Immanuel.

Pada akhir 1995, di saat umat Islam Indonesia berupaya keras mengumpulkan dana untuk mendirikan masjid, setelah musholah Al-Ittihad tidak dapat lagi menampung jamaah yang terus bertambah. Adalah Bapak H. Probosutedjo, pengusaha Indonesia, yang membeli gereja tersebut seharga sekitar 1.350.000 golden dan mewakafkannya atas nama kakaknya RH Haris Sutjipto, yang wafat di Leiden, Desember 1995 setelah dirawat di kota itu.

Susana di deopan Masjid setelah Sholat Idul Fitri (foto dariBudi Adi Tirta di flickr)

Masjid itu diserahterimakan Pak Probo untuk umat Islam pada 1 Juli 1996 atau 15 Safar 1417 H. Awal mulanya masjid ini akan diberi nama Al-Ikhlas, tapi kemudian oleh Probosutedjo nama itu diubah dengan nama Al Hikmah. Pemilihan nama ini langsung disampaikan oleh Probo saat meresmikan masjid ini.

Dipilihnya bekas bangunan gereja untuk masjid ini tak lepas dari permasalahan tidak mudahnya mendirikan bangunan baru di Belanda, sementara ketika itu banyak gereja yang tidak lagi difungsikan dan dijual kepada umum. Menurut Ahmad Nafan Sulchan, salah seorang pendiri PPME, masyarakat sekitar gereja lebih senang gereja itu dijadikan masjid daripada digunakan untuk kepentingan lain, diskotik misalnya. Gereja Immanuel itu kini menjadi masjid. Lantai bawah digunakan untuk pengajian dan kegiatan remaja Islam. Lantai atas untuk shalat. Pada Ramadhan, masjid Al-Hikmah dipenuhi warga Indonesia, yang diperkirakan lebih 5.000 orang.

Interior Masjid Al-Hikmah, Den Haag. Interior masjid ini memang minim dekorasi.

di bagian ujung terlihat kaligrafi khas Aceh yang dipasang menghias masjid. (foto dari PPME)

Masjid Al-Hikmah Den Haag ini merupakan berkah sendiri bagi muslim Indonesia di Den Haag, mengingat sekarang kini tersiar kabar bahwa pemerintah Belanda sudah mengeluarkan aturan yang melarang penjualan gereja tak terpakai untuk di ubah menjadi masjid. Gereja gereja tak terpakai di arahkan untuk di alih fungsi menjadi perkantoran ataupun tempat tinggal. Lagipula bila pembelian gedung dilaksanakan saat ini, sudah pasti harganya sudah jauh melambung tinggi.

Proses renovasi gereja menjadi masjid

Karena bangunan awalnya adalah sebuah gereja yang dilengkapi dengan mimbar gereja serta balkon, maka terlebih dulu dilakukan beberapa renovasi. Bahkan lantainya dulu tidak rata karena dibuat miring untuk jemaah gereja. Seperti gedung teater. Karena itulah dilakukan renovasi. Lantai dua yang kini biasa digunakan untuk salat Jumat, Tarawih, sekaligus Idulfitri, diratakan dengan cara ditutup gabus khusus. Bahkan pemanas ruangan berada di bawah lantai sehingga saat winter (musim dingin), suhu ruangan tetap hangat bagi jemaah. Selain merenovasi lantai, Masjid Al Hikmah juga berbenah agar terlihat lebih Islami sebagai tempat ibadah umat muslim.

Kaligrafi karya Ustadz Ali Mahfud di Masjid Al-Hikmah Den Haag

(foto daridutakaligrafi)

Pendirian bangunan di Belanda memang tak mudah, jangankan untuk mendirikan bangunan baru ataupun mendirikan masjid, untuk sekedar membuat lukisan kubah disetiap jendela masjid Al-Hikmah ketika dalam renovasi untuk mengubahnya dari sebuah gereja menjadi bangunan yang layak untuk sebuah masjid, takmir masjid harus meminta izin kepada pihak pemerintah kota atau Gementee. Bahkan gambar kubah yang akan dipakai juga harus disetujui terlebih dahulu. Tidak boleh sembarangan menambah apa pun yang terlihat di luar bangunan masjid.

Selain itu, bila di kampung-kampung di Indonesia, sering terdengar lantunan ayat-ayat suci Alquran dari pengeras suara di surau-surau dan masjid masjid, maka di Belanda, kita tidak akan pernah mendengarnya. Masjid memang tidak diperkenankan memasang pengeras suara di luar. Pengeras suara hanya ada di dalam ruangan. Di tahun 2009, interior masjid Al-Hikmah diperindah dengan lukisan kaligrafi karya kaligrafer Indonesia KH Ali Mahfudz Suyat MA yang sengaja di datangkan ke Den Haag Belanda untuk memperindah Masjid tersebut. Beliau juga yang kemudian menjadi imam dan khatip sholat Idul Fitri di Masjid Al-Hikmah tahun 2009.

Berikut ini video sekilas Masjid Al-Hikmah Den Haag

Foto foto Masjid Al-Hikmah, Den Haag

Jemaah Sholat Ied di Masjid Al-Hikmah yang membludak hingga keluar masjid

(foto dari wartakota)

Susana diluar masjid di cuaca musim gugur setelah sholat ied (detikfoto)
Sebelum Sholat Idul Fitri dilaksanakan Panitia masih melakukan penerimaan Zakat

Mal dan Zakat Fitrah (detikfoto)

Jemaah idul fitri yang membludak di dalam masjid (detikfoto)
Muslimah Indonesia di Den Haag, Belanda

Lanjutkan membaca ke bagian II

----------ZZZ----------

Baca Juga Artikel Masjid Masjid Indonesia di Luar Negeri Lainnya

IMAAM Center, Masjid Indonesia di Amerika (bagian pertama)

IMAAM Center, Masjid Indonesia di Amerika (bagian kedua)

Masjid Al-Hikmah, Masjid Indonesia di New York City

Masjid Daarut Tauhiid Indonesia di Gaza Palestina

Masjid As-Salam, Masjid Indonesia di Wina – Austria

Masjid Komunitas Muslim Indonesia di Den Haag - bagian I

Masjid Komunitas Muslim Indonesia di Den Haag - bagian 2

Masjid Al Falah, Masjid Indonesia di Berlin, Jerman

Masjid Istiklal Indonesia di Bosnia & Herzegovina

Masjid Aceh di Pulau Pinang – Malaysia

Masjid Islamic Society of Papua New Guinea

Wednesday, June 24, 2020

Koperasi Masjid Cibubur Jadi Percontohan Koperasi Syariah

Koperasi Masjid Cibubur Jadi Percontohan Koperasi Syariah

(Kominfo-Newsroom) - Koperasi Jasa Keuangan (KJK) Baitul Mal Wat Tamwil Darussalam Madani (BMT-DM) Kota Wisata, Cibubur, akan menjadi proyek percontohan koperasi syariah yang sukses.

Koperasi BMT-DM itu didirikan dalam 9 September 2007 yg diprakarsai Badan Pengelola Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur menggunakan kapital awal sekitar Rp 185 juta.

Anggotanya merupakan pengurus masjid dan pegadang pada Fresh Market Cibubur. Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Negara Koperasi & UKM, Agus Muharram di Jakarta, Rabu (16/12) mengatakan, Kemenkop akan mendorong KJK BMT DM ini menjadi percontohan dan diarahkan buat mendapatkan donasi permodalan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB)-KUMKM.

"KJK BMT-DM berkembang pesat menjadi keliru satu koperasi berbasis syariah pada Indonesia, di mana hanya pada saat 2 tahun sanggup membuatkan asetnya sampai Rp dua,28 miliar," pungkasnya.

Dijelaskan, dalam waktu dua tahun, koperasi itu sanggup menghimpun anggota sampai 500 orang, dan mampu membeli gedung di daerah itu sebagai kantornya.

Selain itu, BMT DM juga telah menggunakan baku operasi secara on-line terkomputerisasi sehingga seluruh anggotanya terintegrasi menggunakan kartu anggota yg on-line, layaknya kartu ATM perbankan.

Dengan kabar misalnya itu, dari Agus, koperasi tadi dinilai sangat layak menjadi proyek percontohan koperasi syariah, apalagi lagi koperasi itu memiliki taraf kredit macet (Non-Performing Loan/NPL) yg hampir nol %.

Sementara itu Ketua Dewan Pengurus BMT DM, Imam Prakoso, mengungkapkan, pihaknya ingin memperkenalkan niat dan upaya buat memberdayakan kaum dhuafa, usaha mini dan menengah (UKM), dan seluruh pemangku kepentingan melalui Koperasi Jasa Keuangan Syariah yg berbasiskan Masjid.

Imam menyampaikan bahwa aktivitas utama usaha koperasinya didasarkan pada prinsip syariah, yaitu setiap transaksi memakai akad-akad syariah yang disahkan oleh DSN-MUI atau minimal oleh ulama/ustadz setempat.

BMT DM, ucapnya, melakukan sejumlah kegiatan, yakni penghimpunan dana melalui tabungan & simpanan jangka panjang dengan prinsip wadiah (titipan) dan mudharabah (hasil usaha), penyaluran dana pembiayaan, jual beli, kolaborasi dalam hadiah kapital kerja bisnis & sewa.

Juga aktivitas menempatkan dana pada forum sejenis atau bank, serta pengelolaan pembayaran listrik, telepon, PAM, & pembayaran honor pengajar.

Koperasi itu menaruh kesempatan akses pembiayaan mulai berdasarkan Rp 500.000-Rp 20 juta menggunakan jangka waktu pembiayaan 1-24 bulan melalui sistem bayar angsuran harian, mingguan, dan bulanan. (T.Dw/ysoel)

Ikunjungi situs Baitul Mal Wat Tamwil Darussalam Madani di : http://bmtdm.com/main/

Tuesday, June 23, 2020

PBB: Pelarangan Menara Masjid Diskriminatif

PBB: Pelarangan Menara Masjid Diskriminatif

NEW YORK--Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam hari Senin mencela output penghitungan bunyi di Swiss yang melarang pembangunan menara-menara baru loka ajakan shalat bagi kaum Muslim dikumandangkan.

Pelarangan tersebut, ditegaskan Pelapor Khusus PBB buat perkara kebebasan beragama atau agama, Asma Jahangir, jelas-kentara merupakan subordinat terhadap para penganut agama Islam.

"Saya sangat menyayangkan konsekuensi negatif yang akan disebabkan sang hasil pemungutan bunyi kebebasan beragama atau agama para anggota rakyat muslim di Swiss," istilah Asma Jahangir dalam pernyataan yang disiarkan oleh Markas Besar PBB, New York, Senin.

Di Swiss, sebuah referendum berupa pelarangan menara mesjid baru yg disponsori oleh partai terbesar pada negara itu, Partai Rakyat Swiss (SVP), berhasil disahkan selesainya didukung oleh sebagian besar pemberi suara.

Pelarangan melalui referendum itu terwujud selesainya tercapainya 100.000 tanda tangan yang dikumpulkan dalam saat 18 bulan dari para pemilih yang sah.

"Pelarangan pembangunan menara-menara itu sama dengan restriksi yang tidak pantas terhadap kebebasan beragama & kentara merupakan diskriminasi terhadap para anggota warga Muslim pada Swiss," tegasnya.

Jahangir menuturkan bahwa Komite Hak Asasi Manusia PBB pada bulan lalu juga sudah menyatakan bahwa pelarangan itu bertentangan menggunakan kewajiban yang wajib dijalankan Swiss pada menegakkan HAM sesuai dengan hukum internasional yang berlaku.

"Pemungutan suara ini memperingatkan pada kita bahwa tidak ada warga yg bebas berdasarkan perilaku yang tidak toleran terhadap kebebasan beragama," cetusnya.

Karena itu, ujarnya, global harus meningkatkan pemahaman & mendidik warga mengenai keragaman agama agar mereka bisa bersikap toleran terhadap kepercayaan yang dianut warga lainnya.

Jahangir percaya bahwa upaya itu bisa menghapus kecenderungan yang disebutnya sebagai "ketakutan-ketakutan yang tidak masuk akal terhadap kaum Muslim, yg di Swiss sudah dieksploitasi buat kepentingan politisdanquot;.

Pelapor Khusus bagi Dewan HAM PBB itu mendesak pihak-pihak berwenang pada Swiss --negara yg telah meratifikasi Perjanjian Internasional mengenai Hak Politik dan Sipil-- buat secara penuh melindungi hak kebebasan beragama bagi rakyat Muslim. Ant/ahi

Source : republika

Monday, June 22, 2020

Dua Masjid di Malaysia "Dikirimi" Kepala Babi

Seorang polisi forensik memegang ketua babi pada luar sebuah masjid

di Kuala Lumpur Rabu (27/1). Polisi Malaysia berkata, dua ketua

babi ditemukan di sebuah masjid Malaysia dekat dengan permukiman

yang pernah dilanda benturan etnis sembilan tahun yg kemudian.

KUALA LUMPUR - Sekelompok jamaah Masjid Sri Sentosa, dekat Kuala Lumpur Malaysia, terkejut dengan lemparan seorang berkendara sepeda motor, Rabu pagi menjelang Subuh. Isinya lebih mengejutkan lagi: beberapa ketua babi masih berlumuran darah.

Di loka terpisah dalam ketika yg sama jua terjadi: jamaah Masjid Taman Dato Harun menemukan dua kepala babi teronggok pada halaman masjid. "Kerukunan beragama pada Malaysia benar-sahih sedang diuji," ujar seorang petugas polisi yg datang tak usang setelah penemuan itu.

Sebelumnya, sekitar 10 gereja diserang dengan lemparan bom molotof awal bulan ini. Pemicunya merupakan keputusan pengadilan tanggal 31 Desember 2009 yang mengizinkan sebuah tabloid Katholik buat memakai kata "Allah" untuk menyebut Tuhan. Keputusan ini mengundang reksi keras kalangan Muslim, karena berdasarkan mereka, kata "Allah" adalah penyebutan Tuhan pada agama Islam.

Pelemparan ketua babi ini semakin memperkeruh ketegangan yang dipicu sentimen kepercayaan pada beberapa pekan ini. Perang kebencian itu tidak hanya diwujudkan dalam aksi destruksi tetapi pula di dunia maya. Dua kubu saling mencari dukungan di banyak sekali situs jejaring sosial dan pertemanan. Di Facebook, contohnya, penolakan penggunaan kata Allah oleh non-Muslimkini diikuti 250 ribu orang lebih.

Sejauh ini polisi telah mengamankan 19 orang orang yang terlibat penyerangan gereja, termasuk seseorang pemuda 25 tahun yg menuliskan status di Facebooknya mengajak buat melakukan aksi pelemparan bom molotof.

Saya ingatkan warga seluruh buat nir memperkeruh suasana dan memancing kemarahan etnis atau gerombolan apapun," ujar Pimpinan kepolisian Selangor, Khalid Abu Bakar, usai meninjau masjid yang dilempar ketua babi. Masjid itu berada di daerah yg dalam tahun 2001 pernah terjadi konfrontasi etnik dan menewaskan enam orang.

Ia mengimbau agar seluruh gerombolan agama hening dan kembali menjalin silaturahim yg terkoyak.

Sumber :Republika

Berita terkait :

Dua Masjid Dikirimi Kepala Celeng

4 Kepala Babi Ditemukan di Masjid, PM Malaysia Kecewa

Pig heads left at Malaysian mosques amid tensions

Malaysian fury over pig head insult at mosques

Malaysia: Kuala Lumpur, mosques desecrated with pig's head

Baca Juga Artikel Masjid Malaysia Lain-nya

Masjid Lama Negeri Sarawak, Malaysia

Masjid Putra, Putrajaya, Malaysia

Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin, Putrajaya, Malaysia

Masjid Negara, Masjid Nasional Malaysia di Kuala Lumpur

Masjid Tengkera Malaka

Masjid Kampung Keling Malaka, Malaysia

Masjid Kampung Hulu Malaka, Malaysia

Masjid Aceh di Pulau Pinang ? Malaysia

Senja pada Masjid Sultan Abu Bakar Johor Bahru

Cara Menentukan Kiblat Masjid

Cara Menentukan Kiblat Masjid

Arah kiblat sejumlah masjid di Indonesia mengalami pergeseran.

Menurut Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementeriaan Agama, Rohadi Abdul Fatah, sekitar 20 persen masjid dari 763 ribu masjid di Indonesia tidak mengarah kiblat.

Perubahan arah tadi terjadi akibat gempa bumi sehingga menyebabkan pergeseran tanah.

?Paling yang melenceng 20 %,? Istilah Rohadi, misalnya dimuat halaman Kementerian Agama.

Rohadi membantah pendapat bahwa ada 80 persen masjid di Indonesia & kuburan muslim yg belum menunjuk ke kiblat dengan sahih.

Ditambahkan beliau, pendapat bahwa yang terjadi pergeseran hanya pada masjid-masjid yg berlokasi di wilayah gempa misalnya Yogyakarta, Tasikmalaya & Sumatera Barat. Ngawur

Bagaimana menentukan sebuah masjid keliru kiblat?

Dijelaskan Rohadi, buat meluruskan kasus kiblat, Kementerian Agama telah membentuk sebuah tim yg siap turun ke masing-masing wilayah buat mengukur kembali arah kiblat itu.

Tim akan memakai peralatan seperti teodolit, JPS dan kompas, dan paling utama pengamatan terhadap surya.

Masyarakat juga sanggup melakukan pengukuran secara mandiri. Waktu pengukuran tertentu, warga bisa melakukannya pada 28 Mei mendatang, pukul 16.18 Waktu Indonesia Barat & lepas 16 Juni pukul 16.27 WIB.

Caranya, dengan menancapkan sebilah bambu. ?Saat itu posisi surya persis pada atas Ka`bah, maka arah versus bayangan bambu itu merupakan posisi kiblat dari tempat tadi,? Jelas Rohadi.

Apabila memang ternyata bergeser, kentara Rohadi, masjid tak perlu dibongkar. ?Diubah shafnya saja, tidak perlu dibongkar,? Tambahnya.

Menurut beliau, keliru kiblat nir terlalu mempengaruhi makna dan kekhusyukan shalat berdasarkan shalat tersebut, lantaran semua tergantung niat. ?Tidak jadi permasalahan, shalatnya sah,? Tandas Rohadi.

Sebelumnya, Menteri Agama, Suryadharma Ali mengungkapkan memang terdapat kesalahan penntuan kiblat pada sejumlah masjid pada Indonesia.

Kesalahan kiblat antara lain terjadi dalam beberapa masjid pada Jawa Tengah yang diketahui galat tetapkan arah kiblatnya. Juga di Jakarta.

?Memang ada beberapa temuan masjid yang keliru kiblat, misalnya pada Jakarta saja terdapat beberapa masjid milik instansi pemerintah yg pula keliru kiblatnya,? Tambah dia.

VIVAnews

----------------------------------

Baca pula kabar terkait :

Banyak Masjid Salah Kiblat

Banyak Masjid pada Solo yang Salah Kiblat

Masjid Salah Kiblat Jangan Dibongkar

Depag: Arah Kiblat Masjid Salah karena Kompas

Depag: Arah Kiblat Masjid Salah karena Kompas

Asal SEO

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done