Masjid Jami Sultan Nata Warisan Kesultanan Sintang - Islami Pedia
News Update
Loading...

Sunday, August 23, 2020

Masjid Jami Sultan Nata Warisan Kesultanan Sintang

Salah satu masjid tua dan bersejarah pada provinsi Kalimantan Barat. Masjid Jami Sultan Nata menurut Kraton Kesultanan Sintang.

Masjid Jamik Sultan Nata merupakan salah satu peninggalan sejarah pada Provinsi Kalimantan Barat. Masjid ini terletak pada sebelah barat Istana Al Mukarramah Kesultanan Sintang di Jalan Bintara No.22 Lingkungan 1 RT.02 RW.01 Kelurahan Kapuas Kiri Hilir, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang.

Alamat Masjid Jami' Sultan Nata

Kapuas Kiri Hilir, Kecamatan Sintang

Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat 78615

Indonesia

Masjid Masjid Jamik Sultan Nata didirikan pada hari Senin 12 Muharram 1883 H atau 10 Mei 1672. Pembangunan itu bertepatan dengan penobatan Sultan Nata sebagai raja. Saat dinobatkan, usianya baru sepuluh tahun & langsung dianugerahi gelar Sultan Nata Muhammad Syamsudin Sa?Adul Khairiwaddin, sekaligus menjadi raja Islam ke-3 pada sejarah Kesultanan Sintang.

Mengawali pembangunan masjid, didirikan sembilan tiang penyangga primer (soko). Pemasangan tiang tadi terselesaikan dalam satu malam di hari waktu penobatan Sultan. Dan, pembangunan secara keseluruhan memakan waktu selama dua tahun. Masjid itu sebagai pusat penyebaran Islam di Sintang.

Di tepian sungai Kapuas, Masjid Jami Sultan Nata terlihat berjejer menggunakan Kraton Kesultanan Sintang

Membangun masjid sendiri merupakan galat satu dari tujuh konvensi kerabatan kesultanan yang harus dijalankan Sultan Nata begitu dinobatkan. Ketujuh kesepakatan itu mencakup mendirikan istana sebagai loka tinggal raja, mendirikan masjid, menciptakan Undang-Undang (qanun), menulis silsilah raja, menciptakan jalan pada sepanjang tepian sungai, raja bergelar Sultan, & memerintahkan penghulu Luan mengambil Al Qur?An 30 juz goresan pena tangan ke Banjar.

Pembangunan masjid dievaluasi telah sangat mendesak ketika Sultan Nata dinobatkan. Pasalnya jumlah umat Islam di Sintang mulai banyak tapi belum memiliki masjid. Tempat beribadah dilangsungkan ? Misalnya salat ? Masih di istana kesultanan. Tokoh dibalik pencetus pembangunan yaitu Senopati Laket & Pangeran Mungkumilik. Keduanya mendampingi Sultan berhubung Sultan masih berusia muda.

Komplek Kraton Kesultanan Sintang. Di sebelah kiri foto adalah kraton Kesultanan Sintang, Berjejer dengan masjid Jami' Sultan Nata.

Masuknya Islam Ke Kerajaan Sintang

Sementara Islam mulai masuk ke Sintang sekitar abad ke-16. Tonggaknya yakni Raja Sintang ke-17 Pangeran Agung memeluk Islam. Ia pun sebagai Raja Sintang Islam pertama, sekaligus merupakan Raja Sintang Hindu terakhir. Penyebaran Islam ke Sintang dilakukan dua ulama akbar. Mereka merupakan Muhammad Saman berdasarkan Banjarmasin & Encik Somad berdasarkan Sarawak Malaysia.

Sepeninggal Pangeran Agung, kekuasaan dilanjutkan putranya, Pangeran Tunggal. Raja Sintang Islam kedua ini, memiliki 2 orang putra, Pangeran Purba & Abang Itut. Pengaruh Islam kian besar pada Sintang. Seiring telah berjalan pada 2 generasi kesultanan. Hanya saja masjid belum dibangun. Pangeran Purba menikah menggunakan Dayang Mengkuing, putri Raja Sanggau. Dia menetap pada sana. Enggan pulang ke Sintang serta menolak mewarisi tahta kesultanan. Bahkan hingga dijemput kerabat kerajaan sekalipun, saat Pangeran Tunggal sakit keras.

Masjid Jami' Sultan Nata menurut pintu gerbang

Hingga ajal menjemput Pangeran Tunggal, bujukan kepada Pangeran Purba permanen gagal. Sementara Abang Itut tidak memungkinkan mewarisi tahta kesultanan lantaran sakit. Kondisi itu menciptakan kerabat kesultanan bermufakat buat memilih pengganti Pangeran Tunggal. Perundingan menghasilkan kesepakatan , pewaris kesultanan dicari berdasarkan keturunan saudara Pangeran Tunggal. Saudara Pangeran Tunggal adalah seseorang wanita bernama Nyai Cilik. Nyai Cilik bersuamikan Pangeran Mungkumilik menurut Ambaluh (Kapuas Hulu). Buah pernikahan mereka melahirkan seorang putra, yakni Sultan Nata.

Sultan Nata yang masih berusia sepuluh tahun tetap dinobatkan menjadi Raja. Langkah itu diambil guna mengantisipasi kekosongan kekuasaan di Kesultanan Sintang. Hanya dalam memerintah dia didampingi dua kerabat istana, yakni Senopati Laket ? Yang dikenal lantaran kejujurannya ? & Pangeran Mungkumilik merupakan ayah dari Sultan Nata. Mereka berdua mendampingi hingga Sultan Nata berusia 20 tahun.

Interior Masjid Jami Sultan Nata

Renovasi Masjid Jami Sultan Nata

Masjid ini telah mengalami lima kali renovasi menggunakan nir membarui bangunan aslinya. Bentuk bangunan dan ukurannya masih sama. Pertama dibangun, luasnya 20 x 20 meter. Renovasi tersebut dilakukan hanya pembangunan teras masjid saja. Penambahan itu sepenuhnya supaya kapasitas daya tampung masjid memadai. Perluasan pertama masjid berlangsung pada masa kepemimpinan Sultan Abdurrasyid. Dia merupakan putra Sultan Abdurrahman. Sultan Abdurrahman menggantikan Sultan Nata.

Pada abad ke 18, renovasi dilakukan pada masa kepemimpinan Adipati Muhammad Djamaludin yang bergelar Ade Moh Yasin. Ia adalah anak berdasarkan Rahmad Kamarudin, pengganti Sultan Abdurrasyid. Lalu renovasi balik dilakukan saat panembahan Abdurrasyid Kesuma 1 berkuasa. Dan, lalu dalam tahun 1994 dilakukan renovasi kembali atas bantuan menurut pemerintah pusat. Tahun 2000, masjid ini dilengkapi menggunakan taman rumput yg relatif luas, dengan hiasan pohon-pohon palem yang rindang. Di bagian muka masjid, juga dibangun jembatan penyeberangan dari kayu yang menghubungkan masjid & istana yang dipisahkan oleh jalan beraspal. Sejak tahun itu juga, masjid ini ditetapkan menjadi situs cagar budaya Kabupaten Sintang.

Bangunan masjid ini berarsitektur adonan, ada unsur Melayu, Jawa, juga Timur Tengah. Konstruksi bangunannya terbuat menurut kayu bulian, kayu yg tumbuh pada bumi Kalimantan. Bentuk atap masjid bercirikan spesial undak layaknya tajug pada arsitektur Jawa. Atap pertama dan kedua berbentuk limas, sedangkan atap ketiga berbentuk kerucut bersegi delapan. Meski sudah berusia tiga abad lebih, Masjid Sultan Nata Sintang permanen kokoh berdiri. Menjadi loka ibadah umat muslim, sekaligus sebagai saksi sejarah mengenai perkembangan Islam pada Sintang.

Masjid Kayu yang masih bertahan sampai sekarang

Arsitektur Masjid Jami Sultan Nata

Masjid Sultan Nata be-rsitektur rumah panggung khas pesisir sungai. Konstruksi bangunan masjid seluruhnya terbuat menurut kayu dari pondasi hingga epilog atapnya. Masjid Sultan Nata sebetulnya telah mengalami beberapa kali renovasi, tetapi delapan tiang penyangga yang terbuat berdasarkan kayu belian tetap dipertahankan sinkron aslinya hingga ketika ini. Tiang berupa kayu silinder dengan tinggi lebih menurut 10 meter tadi permanen berdiri kokoh meski usianya sudah melampaui 3 abad.

Bangunan masjid ini mempunyai 3 susun atap. Atap pertama & kedua berbentuk limas, sedangkan atap ketiga berbentuk kerucut bersegi delapan. Bentuk atap kerucut ini jua digunakan pada atap 2 menara kembar yang berada pada samping masjid. Tiap bagian di pada masjid dibalut menggunakan cat rona putih menggunakan sedikit garis-garis hijau di beberapa bagian, misalnya dalam jendela, dasar tiang, serta dinding. Sebagai pemanis hiasan, korden epilog jendela dipilih yang berwarna kuning, rona spesial Melayu. Sementara di pojok masjid. Di masjid ini pula masih ada bedug berusia ratusan tahun yg terbuat dari sebatang pohon utuh.

Di masjid ini, para pelancong dapat menyaksikan susunan penghulu/menteri agama Kerajaan Sintang berdasarkan masa ke masa. Selain itu, takmir masjid pula menyediakan kitab sederhana yang menceritakan sejarah berdirinya masjid dan renovasi-renovasi yang pernah dilakukan.***

Baca Juga

Masjid Sultan Kasimudin Bulungan ? Kalimantan Utara

Masjid Raya Darussalam Samarinda ? Kalimantan Timur

Masjid Shirothal Mustaqim, Samarinda ? Kalimantan Timur

Masjid Islamic Center Samarinda ? Kalimantan Timur

Masjid Agung Al-Karomah Martapura ? Kalimantan Selatan

Masjid Sultan Suriansyah Banjarmasin ? Kalimantan Selatan

Masjid Kyai Gede Kotawaringin ? Kalimantan Tengah

Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman - Kalimantan Barat

Masjid Jami? Kraton Landak ? Kalimantan Barat

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done