Islami Pedia: Masjid di Korea
News Update
Loading...
Showing posts with label Masjid di Korea. Show all posts
Showing posts with label Masjid di Korea. Show all posts

Saturday, October 10, 2020

Islam di Korea Utara

Tetangga yg tidak akur

Korea Utara adalah Negara yang begitu tertutup dengan dunia luar sampai sampai begitu sulit mendapatkan informasi tentang perkembangan di Negara tersebut apalagi menyangkut tentang Islam.  Haluan politik Korea Utara hingga kini masih berhaluan komunis, menjadikan Negara tersebut sebagai salah satu dari sedikit Negara komunis di dunia.

Ketertutupan Korea Utara Korea Utara membuat dunia penasaran, ditambah lagi dengan fakta bahwa status Negara tersebut dengan negara tetangga satu etnisnya, Korea Selatan, hingga kini masih berstatus gencatan senjata yang ditandatangani tahun 1955, bukan perdamaian. Dan anda pasti sangat mengerti bahwa gencatan senjata hanyalah penghentian perang sementara yang semestinya dilanjutkan dengan pembicaraan hingga kesepakatan damai. Wajar bila kemudian para pemimpin dunia memandang semenanjung Korea senantiasa dengan hati berdebar. Karena dalam status gencatan senjata, maka perang dapat meletus kapan saja.

Pemberitaan berbagai media internasional tentang Korea Utara lebih di dominasi dengan kekhawatiran akan perkembangan kekuatan bersenjata Negara tersebut, utamanya tentang pengembangan senjata nuklir disana yang dalam perkembangan selanjutnya bahkan telah membuat para petinggi Negara Amerika Serikat memperingatkan bahwa “Roket Korut akan berdampak ke wilayah Indonesia”.

Nyatanya meski dunia internasional begitu mengkhawatirkan perkembangan disana bahkan melakukan pengucilan secara sistematik terhadap Korea Utara, justru perkembangan menarik terjadi dalam kaitannya dengan Indonesia. Merasa Dikucilkan, Korea Utara Pilih Indonesia. Sikap tersebut ditunjukkan dengan kunjungan resmi ke Indonesia oleh Presiden Presidium Majelis Rakyat Tertinggi Republik Demokratik Rakyat Korea (RDRK),  Kim Jong-Nam, mengadakan kunjungan kenegeraan ke Indonesia.

Selasa 15 Mei 2012, Kim Jong-Nam  selaku orang kedua terkuat di Korea Utara setelah Kim Jong-un, Presiden muda Korea Utara saat ini, bertemu dengan Presiden SBY di Istana Merdeka Jakarta. Dijadwalkan Kim Jong Nam juga akan bertemu pimpinan DPR dan MPR RI serta para pengusaha Indonesia. Kim Jong-Nam datang ke Indonesia atas undangan presiden SBY dalam kunjungan dari tanggal 13 hingga 16 Mei 2012.

Agama Agama di Korea Utara

Di dunia maya, dapat dijumpai satu blog bertajuk “Asosiasi Persahabatan Korea di Indonesia” dengan semboyan “Langkah awal Menghubungkan Kembali 2 Poros yang berpisah”, sepertinya menjadi satu satunya sumber di dunia maya tentang Korea Utara dalam bahasa Indonesia bercampur dengan bahasa Inggris, Meski kami sama sekali tak menemukan informasi apapun tentang Islam di Negara tersebut.

Pada topik “Religion” dalam blog tersebut disebutkan bahwa “semua warga Negara menikmati kebebasan dan memiliki hak untuk beragama. The Korean Federation of Buddhists, the Korean Federation of Christians dan kelompok agama lain dengan bangga menjadi bagian dari partai politik dan institusi publik.”

Disebutkan pula bahwa ?Selama perang Korea, sudah terjadi kehancuran luar biasa terhadap kuil, gereja dan tempat tempat kudus di Pyongyang dan bagian Negara lainnya. Tetapi sesudah itu telah dibangun pulang beberapa kuil misalnya Kwangbop di Pyongyang, Pyohun pada Gunung Kumgang, Kuil Pohyon di Gunung Myohyang dan rehabilitasi kuil kuil Budha lainnya dan pembangunan gereja.?

Di korea utara sebelum perang korea pada tahun 1950 tercatat jumlah pemeluk agama budha mencapai 10.000.000 pemeluk & buat nasrani sebesar 10.000 pemeluk, namun selesainya perang korea dan pemerintahan korea utara yg ber ideologi komunis menjadi penguasa pemerintah mewajibkan buat semua kepercayaan berada pada bawah organisasi partai pekerja korea, buat kini pemeluk agama budha pada korea lebih kurang 1.000.000 orang, dan pemeluk nasrani hanya berkisar ribuan orang.

Untuk agama lain misalnya Islam pada korea utara, para pemeluknya hanya asal menurut para staff kedutaan maupun para pekerja organisasi internasional. Rata rata penduduk pada Korea utara adalah atheis jadi pemeluk agama kepercayaan misalnya nasrani juga islam merupakan para staff juga pekerja organisasi menurut luar negri. Semuanya manunggal di bawah federasi kepercayaan Korea.

Di jejaring sosial facebook dapat dijumpai sebuah akun bertajuk “Islam In North Korea” namun kami tak menemukan informasi apapun terkait muslim disana. Akun tersebut lebih berfokus pada penyampaian informasi tentang agama Islam, tanpa memberikan informasi tentang hal sebagaimana judulnya.

Islam pada Korea Utara

Seperti disebutkan di awal tulisan, sangat sulit untuk mendapatkan informasi tentang Islam pada Korea Utara di dunia maya. Satu satunya sumber yang cukup valid mengenai keberadaan muslim di Korea Utara muncul dalam laporan PEW Research center yang menyebutkan dalam daftarnya bahwa di Korea Utara terdapat komunitas muslim sejumlah 2000 jiwa atau kurang dari 0.1% dari total jumlah penduduknya, yang didasarkan pada data tahun 2005. Meski demikian, tak informasi lainnya dari laporan tersebut terkait bagaimana kehidupan muslim disana, sejarah masuknya Islam disana, sebaran komunitasnya dan lain sebagainya.

Masjid di Korea Utara

Pyongyang Mosqu. Inilah foto yang disebut sebagai satu satunya masjid di korea Utara. Lokasinya berada di pada komplek Kedutaan Besar Iran pada kota Pyongyang bertetangga menggunakan Kedubes Rumania.

Beberapa laporan di media massa menyebutkan tentang keberadaan masjid pertama di Korea utara, salah satunya laporan dari nknews.org yang menyebutkan tentang keberadaan masjid yang dibangun di dalam komplek kedutaan besar Iran di Pyongyang. Sejauh ini, Masjid tersebut merupakan satu satunya masjid yang ada di ibukota Negara dan seluruh Korea Utara.

Tak ada penerangan lanjutan menurut situs tadi, menyangkut kegiatan pada masjid satu satunya itu, apalagi ulasan mendetil. Hanya disebutkan bahwa lokasi masjid tersebut berada pada pada komplek kedubes Iran yg berdekatan dengan Kedubes Romania di kota Pyongyang. Dan bangunan masjid ini menjadi tempat ibadah ke 5 yang ada pada kota Pyongyang.

Referensi

egagung.blogspot.com - Sistem Kebudayaan Korea Utara

nknews.org - iran-buillds-pyongyangs-first-mosque

-------------

Baca Juga

Masjid Raya Seoul,  Korea Selatan

Masjid Sendai Prefektur Miyagi, Jepang

Masjid Gifu, Jepang

Masjid Kobe, Jepang

Friday, July 24, 2020

Masjid Raya Seoul

Masjid Raya Seoul (Seoul Central Masjid)

Rambu kemudian lintas penunjuk arah ke masjid ini ditulis dalam bahasa Inggris menggunakan nama Seoul Central Masjid, sementara Nama resmi yang ditulis di atas pintu masuk primer masjid ini ditulis dalam aksara arab menggunakan nama Masjid Si'ul Al-Markaz. Untuk mempermudah maka kita alih bahasakan ke bahasa Indonesia saja menjadi Masjid Raya Seoul.

Masjid Raya Seoul merupakan Masjid pertama dan satu satunya di kota Seoul, Ibukota Korea Selatan itu. Dan menjadi masjid terbesar di Korea Selatan. Karena letaknya di daerah Itaewon masjid ini sering juga disebut dengan Masjid Itaewon Seoul. Masjid Raya Seoul juga menjadi kebanggaan bagi lebih dari 45 ribu orang Korea asli yang sudah beragama Islam.

Rambu Lalu Lintas Masjid Raya Seoul

Pemerintah Korea Selatan senantiasa memberikan perhatian akbar pada masjid Raya Seoul, setiap kali ada issue terkait menggunakan ummat Islam, pemerintah setempat pribadi menempatkan aparat keamanan di areal masjid buat memproteksi masjid dan ummat islam yang beribadah disana. Masjid ini memang beberapa kali menerima teror. Salah satunya merupakan saat beberapa laki-laki dengan pedang terhunus menyerbu ke pada masjid, memaksa polisi bertidak dan memproteksi masjid & jemaahnya selama berbulan bulan.

Lokasi Masjid Raya Seoul

Alamat : 732-21, Hannam 2-dong, Yongsan-gu, Seoul, South Korea (berada di sebelah barat kedutaan besar Malaysia)

Telepon : 82 (2) 794-7307

Fax : 82-02-798-9782

Lihat Masjid Raya Seoul, Korea Selatan di peta yang lebih besar

Rumah Silaturrahmi Muslim Antar bangsa

Masjid Raya Seoul sebagai magnet primer kaum muslimin kota Seoul menurut aneka macam bangsa buat beribadah ke masjid ini. Bagi muslim Indonesia sendiri masjid ini sebagai rumah untuk bersilaturrahmi dengan sesama muslim Indonesia karena begitu banyaknya warga Indonesia yang beribadah di masjid ini. Selain rakyat berdasarkan timur tengah dan rakyat orisinil Korea sendiri. Bertemu dengan saudara sebangsa pada negeri rantau memang menghadirkan perbedaan makna tersendiri, setidaknya sebagai pengobat kerinduan akan kampung halaman.

Jemaah Sholat pada Masjid Raya Seoul

Selain begitu banyaknya jemaah masjid yg berbahasa Indonesia, berkunjung ke masjid ini juga bisa mengobati kerinduan akan kuliner Indonesia. Disekitar masjid yg berlokasi Hnnam-dong Yongsan-gu ini pula pada jajakan aneka kuliner halal pada kedai dan toko toko disekitar masjid. Salah satu makanan kemarau yg dijual di toko toko yg berjejer disana adalah Indomie, mie instan asli Indonesia itu memang kadang sebagai bekal pavorit muslim Indonesia yg hendak berperdian ke negara menggunakan muslim minoritas.

Tak hanya jemaahnya yang begitu banyak dari Indonesia, orang Indonesia pun pernah menjadi pengurus masjid ini menjadi Muazin, merupakan Hasan Sogimin yg menjadi muazin di masjid Raya Seoul ini sejak 25 Juli 2005 dia bertugas disana selesainya menerima referensi dari Ikatan Keluarga Muslim Indonesia di Soul yang mempertemukan belaiu menggunakan ustadz Abdul Rasyid, ustazd melayu Thailand yg adalah Dai, Khatib & imam shalat di masjid tersebut.

Sementara diantara para tokoh Indonesia yang pernah sholat pada Masjid ini merupakan Dr. Hidayat Nurwahid, Mantan ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat yg tiba sendiri ke masjid ini tanpa pengawal pada lepas 29 Oktober 2006. Dan Prof. M Amien Rais, ketika masih menjabat menjadi kepala Majelis Permusyawaratan Rakyat.

Yang Khas pada Masjid Raya Seoul, Korea Selatan

Oleh Oleh Jum'atan

Masjid Raya Seoul ini berdiri pada atas tanah seluas 4.870 meter persegi. Luas masjidnya sendiri cuma 427 meter persegi. Di atas huma itu juga berdiri Islamic Center seluas 1.917 meter persegi. Dan terdapat hal menarik berdasarkan masjid ini, khotbah dibawakan 2 kali dengan menggunakan bahasa Inggris & bahasa Korea, & setelah sholat Jum?At seluruh jamaah di beri sang oleh gratis berupa 1 butir roti besar dan 1 kotak susu segar. Itu sebabnya sesudah selesai sholat Jum?At, poly jamaah yg nir eksklusif meninggalkan lingkungan masjid, mereka istirahat sejenak di masjid sambil menikmati bingkisan berdasarkan masjid & berbincang bincang menggunakan sesama jemaah. Momen inilah yang dimanfaatkan para jemaah buat saling bersilaturrahmi dengan saudara saudara muslim lain nya.

Sejarah Masjid Raya Seoul

Detil ornamen masjid Raya Seoul

Sejarah Masjid Raya Seoul tak terlepas dari sejarah masuknya Islam ke Korea. Islam masuk ke semenanjung Korea paska ditandatanganinya gencatan senjata antara Korea Utara & Korea Selatan di tahun 1955, selesainya dua Korea tadi di dera perang saudara sejak 25 Juni 1950. Pasukan perdamaian internasional dibawah koordinasi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mendarat di Korea Selatan guna menjaga proses genjatan senjata. Turki sebagai negara menggunakan kontingen pasukan perdamaian terbanyak ke 2 selesainya Amerika Serikat yang tergabung pada misi penjaga perdamaian PBB di Korea Selatan.

Dua berdasarkan anggota kontingen pasukan perdamaian Turki bernama Zubercoch & Abdul Rahman yg ditempatkan di Korea Selatan, menggunakan keliru satu tenda di kamp pengungsian sebagai masjid yang dijadikan tempat anggota pasukan melaksanakan sholat berjamaah dan kegiatan syiar Islam disana, termasuk syiar kepada masyarakat Korea. Islam disambut menggunakan baik sang rakyat Korea yg sedang dilanda ketakpastian selama dan paska perang & menemukan Islam menjadi panduan menghadapi masa depan mereka.

Diawal perkembangan Islam di Korea terbentuklah organisasi Korea Muslim Society dengan kepala pertama nya merupakan Almarhum Muhammad Umar Kim Jin Kyu. Komunitas inilah yan gkemudian di undang untuk berkunjung ke aneka macam negara Islam dan beberapa muslim Korea dikirim ke berbagai Kampus Islam pada Malaysia buat dipersiapkan sebagai pemimpin Islam pada masa mendatang.

Mimbar Masjid Raya Seoul

Delegasi Malaysia dibawah pimpinan wakil perdana menteri Tunku Abdul Razak bersama istrinya mengunjungi tempat yang di alokasikan bagi pendirian masjid pertama pada Korea. Kemudian pejabat pemerintah Malaysia Haji Mohammad Nuh, turut melihat bahwa loka ibadah permanen tadi wajib segera didirikan bagi kepentingan dakwah.

Pamerintah Malaysia lalu menyumbangkan dana 33 ribu dolar kepada Korean Muslim Community buat membantu pendirian masjid pada tahun 1963. Namun sayang nya masjid tadi tak kunjung selesai lantaran aneka macam masalah termasuk masalah inflasi ketika itu.

Komunitas muslim Korea ahirnya menerima pengakuan berdasarkan pemerintah Korea dengan disyahkan nya Komunitas muslim Korea menjadi Korean Islamic Foundation dengan ratifikasi berdasarkan kementrian budaya dan liputan menggunakan angka pendaftaran 114, tanggal 13 Maret tahun 1967. Akta pendirian itu sebagai titik awal baru bagi muslim Korea buat lebih aktif berdakwah.

Impian panjang muslim Korea buat mempunyai masjid ahirnya terwujud di tahun 1976. Peresmian masjid tadi dihadiri 55 perwakilan berdasarkan 20 negara. Peresmian Masjid Raya serta Islamic Center tadi sebagai begitu krusial sepanjang perjalanan sejarah perkembangan Islam pada Korea. Dari momen tersebut juga membuahkan output yang relatif manis menggunakan membengkaknya orang Korea orisinil yg memeluk Islam.

Foto Foto Masjid Raya Seoul

Di bawah Kubah Masjid
Diantara atap atap gedung
Fasad Masjid
diatas gerbang masjid
Papan petunjuk Lokasi
Temaram
Nama Masjid
Menuju Masjid

Video Masjid Raya Seoul

Referensi

Wikipedia Bahasa Seoul Central Mosque

Wikipedia English Seoul Central Mosque

Foto foto dari : http://mymasjid.fotopages.com/?entry=1882068

ryotahiro.blogsome-Central mosque Korea

Islamkorea.com History of Islam in Korea

Republika Mu'adzin Jawa di Seoul

--------------------------ooOOO----------------------------

Baca Juga Artikel Masjid Lainnya

Masjid Sendai Prefektur Miyagi, Jepang

Masjid Gifu, Jepang

Masjid Kobe, Jepang

Masjid Raya Seoul,  Korea Selatan

Asal SEO

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done