|
| Masjid Jami? Delhi pada Idul Adha lepas 17 November 2010 |
(foto dari sacbee.com)
Masjid Jami Delhi atau Masjid-i Jahān-Numā atau lebih dikenal dalam artikel berbahasa inggris dengan sebutan the Jama Masjid of Delhi adalah masjid Jami di kota Delhi Tua, India. Disebut Delhi tua karena kawasan ini memang kawasan kota Delhi Tua. Masjid Jami Delhi merupakan salah satu bangunan fenomenal warisan dari Sultan Shah Jehan, Sultan dari Kesultanan Mughal yang terkenal dengan bangunan wujud cintanya terhadap sang permaisuri di kota Agra, Taj Mahal. Masjid Jami Delhi dibangun tahun 1644 – 1658M. lokasinya berada di kawasan paling sibuk di pusat kota Delhi Tua di kawasan chawri bazaar road, Masjid Jami Delhi merupakan masjid terbesar di India.
Lokasi Masjid Jami Delhi
Meena Bazar, Daryaganj, Chandni Chowk,
New Delhi, Delhi 110006, India. 09810700211
Koordinat geografi : 28.651?N 77.234?E
Lihat Masjid Jami' Delhi - India di peta yang lebih besar
Masjid Jami Delhi berada di atas bukit pada sebelah timur kawasan bekas ibukota dinasti mughal di era Shah Jahan, tempat yang bernama Shahjahanbad. Nama ?Jami? Yang disandang masjid ini tentu saja lantaran fungsinya yg jua menyelenggarakan sholat Jum?At selain sholat harus lima saat. Masjid ini jua menyimpan beberapa benda kuno yang disimpan di pada ruang khusus pada gerbang utara diantaranya adalah lembaran Al-Qur?An antik yang ditulis di kulit rusa, beberapa helai jenggot Rosulollah, Sendal dan cetak tapak kaki beliau.
Sejarah Masjid Jami ’ Delhi – India
Masjid Jami Delhi dibangun sang Sultan Shah Jahan yang merupakan Sultan ke 5 berdasarkan dinasti Islam Mughal. Kesultanan Mughal meninggalkan begitu banyak warisan masjid masjid megah bersejarah termasuk masjid Badshahi dan Masjid Wazir Khan di Lahore - Pakistan yg sudah di ulas pada artikel terdahulu. Peletakan batu pertama pembangunan masjid ini dilakukan sendiri Oleh Sultan Shah Jahan.
|
| Masjid Jami? Delhi pada pandang menurut balkon keliru satu menaranya |
(foto daripanoramio) Wilayah kekuasaan dinasti Islam Mughal begitu luas meliputi keseluruhan wilayah anak benua India yang kini menjadi wilayah India, Pakistan dan Bangladesh hingga ke wilayah Afganistan. Sebuah kesultanan yang begitu besar pada masanya, Itu sebabnya warisan budaya Mughal tersebar melintasi wilayah Negara Negara tersebut. Selain membangun Masjid Jami Delhi, Shah Jehan juga membangun beberapa masjid penting di India termasuk masjid Jami di Agra, Ajmer dan Lahore. Denah masjid Jami Delhi ini sangat mirip dengan Masjid Jami di Fatehfur Sikri di dekat kota Agra namun Masjid Jami Delhi memiliki ukuran lebih besar. Delhi Red Fort (Benteng Merah Delhi) yang berseberangan dengan masjid ini juga merupakan peninggalan dari Sultan Shah Jehan.
Mihrab & mimbar masjid Jami? Delhi, lihat
lantainya yang tidak ditutup sajadah yang pada-
bentuk berornamen misalnya sajadah, sejati -
nya lantai ini terbuat dari pualam yang di -
gosok hingga sangat halus dan mengkilap
(foto en.wikipedia)
Pembangunan masjid ini mendapat perhatian spesifik dari Sultan dengan mengutus Perdana menterinya Saadullah Khan buat mengawasi pribadi proses pembangunan masjid ini. Ada dua hal yang sahih sahih sebagai perhatian Sultan merupakan pembuatan kaligrafi Al-Qur?An yg menghias masjid ini dan pembuatan mimbar di mihrab, mimbar masjid Jami wajib lebih tinggi dari Singgasana Sultan yg terletak pada Red Fort.
Sejarah Masjid Jami? Delhi nir bisa dilepaskan berdasarkan Sejarah para imamnya. Imam pertama masjid ini, Syed Abdul Ghafoor Shah Bukhari adalah tokoh pilihan yg diminta secara khusus sang Shah Jehan kepada Sultan Bukhara (kini masuk daerah Uzbekistan) buat menempati posisi terhormat menjadi imam kerajaan di masjid Jami? Delhi. Khusus untuk Jabatan Imam bagi Masjid Jami yg kala itu tiada tandingannya, Shah Jahan menginginkan seseorang tokoh dengan kepribadian yg jua tiada tanding. Pilihan dia jatuh pada wilayah Kesultanan Bukhara yg kala itu merupakan pusat ilmu pengatahuan dan seni. Shah Jahan kemudian berkirim surat pada sultan Bukhara memohon buat dikirimkan seseorang Imam buat masjid Jami Delhi.
Pada tanggal 24 Juli 1656M / 1 Syawal 1066H Shah Jahan beserta seluruh menteri beserta rombongan bersama ummat Islam Delhi menyelenggarakan sholat berjamaah buat pertama kali dimasjid ini, sholat Idul Fitri 1066H eksklusif di imami sang Syed Abdul Ghafoor Shah Bukhari. Setelah itu Sultan Shah Jahan memasangkan Jubah kebesaran pada Shah Bukhari dan mengumumkan pengangkatannya menjadi Imamat-e-Uzma menggunakan gelar Shahi Imam. Sejak waktu itu jabatan imam masjid Jami? Delhi dipegang oleh Shah Bukhari dan dilanjutkan sang keturunannya berdasarkan generasi ke generasi.
Di tembok sebelah pada ruang primer masjid ini terukir sejarah pembangunan masjid ini. Disebutkan disana arsitek masjid ini bernama Ustad Khalil. Disebutkan juga bahwa Shah Jehan mengundang Syed Abdul Ghafoor Shah Bukhari eksklusif berdasarkan Bukhara untuk hadir dalam pelantikan masjid ini pada lepas 23 Juli 1656M, dan lalu menjadi Imam Shahi pertama pada masjid Jami? Delhi.
Dekka tempat khusus untuk Muatlawi
(imam kedua) yang mengulangi bacaan -
imam agar terdengar oleh jemaah yang
berada di shaf belakang. (molon.de)
Arsitektural Masjid Jami Delhi
Masjid Jami Delhi dilengkapi dengan tiga gerbang akbar di masing masing sisi timur, utara dan selatan, dulunya gerbang timur masjid ini adalah gerbang paling utama karena sebagai gerbang masuk dan keluarnya keluarga kerajaan Mughal. Kini gerbang timur hanya dibuka pada hari Jum?At. Dua menara dengan tinggi masing masing 41 meter, 5 lantai & galat satu lantainya dilengkapi dengan balkoni. Menara masjid ini diperindah menggunakan lapisan batu merah & batu pualam putih. Sedangkan di bagian belakang masjid masih masih ada lagi 4 menara kecil sama misalnya pada bagian depan. Delapan menara kecil dan 2 menara tinggi masjid ini semuanya dibangun dalam arsitektural khas Mughal.
Ke tiga gerbang utama masjid ini membawa pengunjung ke pelataran tengah masjid (inner courtyard). Sebuah halaman terbuka ukuran 1200 meter persegi sanggup menampung kurang lebih 100 ribu jemaah. Di pelataran ini juga terdapat kolam penampungan air yang merupakan kolam buat berwudhu. Di sebelah depan (sebelah barat) kolam ini dibangun sebuah loka yg sedikit ditinggikan dari permukaan lantai sekitarnya yg diklaim Dikka, loka ini disediakan bagi seorang muatllawi (imam ke 2) yg mengulang bacaan yang di baca oleh imam, mengingat masjid ini begitu besar sampai tidak seluruh bacaan imam terdengar oleh jemaah yang berada pada belakang.
Jemaah sholat hari raya di masjid Jami' Delhi (Foto darigamarphoto)
Bangunan primer masjid Jami Delhi terdapat di sisi barat komplek bangunan ini. Terdapat delapan pintu masuk berlengkung & dinding sisi dalam masjid ditutup dengan pualam putih hingga dengan tinggi pinggang orang dewasa. Melewati pintu masuk ini masih ada ruang sholat utama berbentuk persegi panjang berukuran 61m x 27.5m menggunakan sebelas lengkungan.
(foto darinisamufti)
Masjid yang begitu luas dan akbar ini tampak terlalu sempit di 2 sholat hari raya ketika jemaah membludak dan meluber menurut kawasan masjid hingga ke atap yg tidak semestinya dipakai buat tempat sholat. Tradisi Ramadhan juga hingar bingar pada masjid ini, kesibukan tampak jelas mewarnai sebulan penuh pengurus masjid ini untuk menyediakan kuliner berbuka puasa bagi jemaah masjid. Sebuah tradisi yang telah bertahan ratusan tahun secara turun temurun.
gerbang timur Masjid Jami Delhi (foto dari taghribnews.ir)
|
| Sepasukan polisi India berjaga jaga di- |
sekitar masjid Jami' Delhi paska insiden
pemembakan terhadap wisatawan Taiwan
di masjid ini (Foto dari defence.pk)
Insiden Serangan Teroris di Masjid Jami? Delhi
Tanggal 14 April 2006 sebuah ledakan bom mengguncang Masjid Jami Delhi. Ledakan pertama terjadi pada pukul 17:26 disusul ledakan kedua pada pukul 17:33. Meski nir menimbulkan kerusakan dalam bangunan masjid namun dua ledakan tadi menciderai setidaknya13 jemaah. Ketika itu tengah berlangsung sholat Jum?At pada masjid ini yg adalah sholat Jum?At pertama setelah peringatan maulid nabi. Jemaah yg hadir di hari Jum?At itu mencapai 1000 orang.
Dua ledakan tadi bukan peristiwa satu satunya yang terjadi pada masjid ini. 15 September 2010 terjadi peristiwa penembakan terhadap turis asal Taiwan yg sedang berkunjung ke masjid ini. Pria bersenjata memakai sepeda motor melepaskan tembakan ke arah bis wisatawan Taiwan yg sedang pada parkir pada dekat gerbang-tiga masjid Jami Delhi.
Imam Imam Masjid Jami’ Delhi
1) Syed Abdul Ghafoor Shah Bukhari Shahi Imam
2) Syed Abdul Shakoor Shah Bukhari Shahi Imam
tiga) Syed Abdul Raheem Shah Bukhari Shahi Imam
4) Syed Abdul Ghafoor Shah Bukhari Thani Shahi Imam
5) Syed Abdul Rehman Shah Bukhari Shahi Imam
6) Syed Abdul Kareem Shah Bukhari Shahi Imam
7) Syed Mir Jeewan Shah Bukhari Shahi Imam
8) Syed Mir Ahmed Ali Shah Bukhari Shahi Imam
9) Syed Mohammed Shah Bukhari Shahi Imam
10) Maulana Syed Ahmed Bukhari Shahi Imam
11) Maulana Syed Hameed Bukhari Shahi Imam
12) Syed Abdullah Bukhari
13) Syed Ahmed Bukari
Panorama 360 derajat Masjid Jami Delhi
Jama Masjid Inside View in New Delhi
Delhi, Jama Masjid Courtyard View in New Delhi
Referensi
en.wikipedia – jama masjid delhi
4to40.com – jama masjid delhi
culturindia.net – jama masjid
hotels-new-delhi.com – jama masjid
indiaprofile.com - jamamasjid
indiasite.com – jamamasjid
jmuf.org – jama masjid united forum
---------
Artikel terkait :
Masjid Wazir Khan Lahore, Pakistan
Masjid Badshahi ? Lahore, Pakistan