Islam di Brazil - Islami Pedia
News Update
Loading...

Saturday, October 24, 2020

Islam di Brazil

Masjid pertama di Brazil. Brazil Primeira Mesquita do Brasil atau biasa dianggap sebagai masjid Av. Do Estado, karena letaknya yg berada di ruas jalan tadi di kota Sao Paolo, menandai keberadaan Islam pada negara Amerika Latin itu.

Ingat Brazil, Ingat Sepakbola, saking lengketnya negara tersebut dengan sepakbola. Brazil, negara di amerika latin itu yang namanya memang telah begitu identik dengan tiga hal yakni sepakbola, karnaval dan bikini, terkait dengan hamparan pasir pantainya yang mempesona. Brazil juga menyandang predikat sebagai negara dengan hutan hujan tropis terbesar di dunia bersama Indonesia, negara berbahasa Portugis terbesar di dunia, negara Katholik terbesar di dunia, Negara terluas sekaligus berpenduduk terbanyak di Amerika Latin. Kekatholikan Brazil di tandai dengan pembangunan patung Cristo Redentor yang begitu besar di puncak Bukit Corcovado, Rio de Janeiro di tahun 1850-an.

Negeri satu ini memang keliru satu negeri gila bola, menurut segi prestasi pula memang pilih tanding. Sebagian pecinta bola yg relatif cermat pastinya masih ingat dalam momen kemenangan dua-0 Brazil atas Australia pada Piala Dunia 2006 di Jerman. Kala itu 18 Juni 2006 pencetak Gol Brazil, Frederico Chaves Guedes mengejutkan dunia ketika merayakan gol kemenangannya dengan melakukan sujud syukur, sebuah celebrasi spesial para pesepakbola muslim. Fred memang keliru satu masyarakat muslim Brazil.

Fred bukanlah satu satunya pesohor muslim di Brazil, di tataran pemerintahan negara tersebut juga masih ada beberapa tokoh muslim yg relatif disegani antara lain Muhammad Murad yang adalah anggota dewan kota S?O Paulo yg sehari harinya berprofesi sebagai pembela terdakwa resmi. Islam memang telah hadir pada Brazil seumur dengan sejarah negara itu, meski pada perjalanannya memang tak mulus.

Dalam sejarahnya semasa masih dijajah sang Portugis, Brazil dikenal menjadi pengimpor budak Afrika terbanyak pada dunia, lebih berdasarkan 3 juta budak hitam Afrika sudah di datangkan ke negara itu selama penjajahan Portugis, buat dijadikan pekerja paksa di huma huma perkebunan milik Portugis. Sebagian dari para budak hitam Afrika itu merupakan Muslim, & menggunakan sendirinya gelombang kedatangan 3 juta budak afrika ke Brazil ini menjadi titik awal masuknya Islam ke Brazil.

Populasi Muslim pada Brazil

Data resmi di world fact book sama sekali tak menyebut Islam dalam deretan agama yang di anut di Brazil. Selain menyebut data sensus tahun 2000 yang terdiri dari 73.6% Katolik, 15.4% Protestan, 1.3% Aliran kepercayaan, 0.3% Bantu/voodoo, 1.8% lain lain, 0.2 tidak jelas, dan sisanya 7.4 tidak beragama.

Data yang lain muncul di Wikipedia yang menyebutkan bahwa pemeluk agama di Brazil terdiri dari Katolik Roma 64.6%, Protestan 22.2%, Tak beragama mencapai 8%, aliran kepercayaan 2% dan 3.2 dikatagorikan sebagai lain lain.

PEW Research Center dalam artikel Mapping the Global Muslim Population, menyebutkan bahwa populasi muslim di Brazil mencapai angka 191-ribu jiwa didasarkan pada data tahun 2009. Angka tersebut setara dengan 0.1% dari total populasi di negara tersebut.

Suasana buka puasa pada Masjid Rio De Jeneiro, Brazil.

Sensus penduduk pada Brazil memang tidak memasukkan Islam menjadi galat satu agama yang pada sensus tapi memasukkan Islam, Budha & agama minioritas lainnya pada kolom ?Lain lian?. Maka wajar bila kemudian tidak ada data yg benar benar valid & up to date terkait nomor niscaya jumlah muslim pada negara tersebut.

Otoritas muslim di Brazil menyakini pemeluk Islam di Brazil mencapai antara 1 juta hingga 2 juta jiwa didasarkan kepada data etnografi yang mereka ketahui. Namun Professor Paulo G. Pinto da Rocha, seorang profesor Antropologi dan Direktur Pusat Studi Timur Tengah di Universidade Federal Fluminense (Brazil), dengan yakin mengatakan bahwa ada sekitar 1 juta muslim di Brazil saat ini, jumlah yang memang terlalu kecil dibandingkan 200 jutaan penduduk negara tersebut. Angka 1 juta itu pun di sebut berbagai pihak sebagai angka yang terlalu dibesar besarkan.

Masuknya Islam pada Brazil

Seperti disebutkan dimuka bahwa Islam pertama kali mencapai Brazil dibawa oleh para budak belian berdasarkan Afrika. Mereka dibawa ke Brazil secara paksa oleh tentara Portugis ke daerah tersebut buat dijadikan kuli pada perkebunan perkebunan yg dibuka disana.

Bangunan masjid kini sudah mencapai 127 masjid diseluruh Brazil. Salah satunya adalah Masjid di Lajes pada foto di atas yang dikelola oleh Sociedade Beneficente Muçulmana de Lajes.

Di abad ke 16 tepatnya dari tahun 1550, Portugis menggunakan budak Afrika buat bekerja di perkebunan tebu yg sebelumnya dimusnahkan oleh penduduk setempat. Brasil tercatat menerima sekitar 37% dari semua budak Afrika yang diperdagangkan ke benua Amerika atau berkisar 3 juta orang. Jumlah tadi membuahkan Brazil menjadi Negara penerima budak terbesar.

Sebagian dari para budak hitam Afrika yang diboyong kesana merupakan kaum muslimin afrika menurut aneka macam suku. Sejarah Brazil mencatat pada tahun 1835 sempat terjadi pemberontakan sang kaum budak muslim di kota Bahia. Pemberontakan oleh campuran muslim berdasarkan banyak sekali bangsa tersebut mengakibatkan korban jiwa namun berahir dalam kekalahan.

Akibatnya penguasa Portugis menerapkan upaya kristenisasi terhadap para budak yg beragama Islam menggunakan banyak sekali cara. Berbagai tekanan dan paksaan serta pelarangan yg dilakukan sepanjang abad 19 terbukti tak bisa memupus Islam berdasarkan benak para budak disana. Terbukti dalam tahun 1910 tercatat masih terdapat sekitar 10 ribu budak afrika yg masih mempertahankan Islam sebagai agamanya.

Perkembangan Islam disana memasuki era baru menggunakan kebijakan pembebasan perbudakan pada penghujung abad ke 16 yg kemudian memunculkan berbagai komunitas muslim disana & dikemudian hari bergabung menggunakan muslim imigran dari India & Pakistan. Perkembangan Islam juga diperkuat dengan masuknya imigran muslim berdasarkan Timur tengah (Arab) yang masuk ke Brazil pada sekitar tahun 1850 sampai tahun 1860.

Mezquita do Brazil pada Sao Paolo.

Gelombang masuknya imigran arab ini meningkat pada era 1970-an seiring menggunakan terjadinya perang saudara di Lebanon (1975-1990) dan berlanjutnya pendudukan daerah Palestina oleh Israel. Meskipun sebagian besar muslim pada Brazil adalah para imigran arab dan keturunan mereka tetapi di decade terahir sudah tumbuh dengan pesat pemeluk Islam mualaf dari kalangan non arab yg turut sebagai bagian menurut komunitas muslim disana.

Komunitas muslim pada Brazil memang secara umum dikuasai adalah para muslim pendatang mencapai 99.04% dengan konsentrasi populasi berada pada negara bagian S?O Paulo, Paran?, Rio Grande do Sul & Rio de Janeiro. Sebagian besar dari mereka menganut faham shiah yang bermukim pada S?O Paulo & daerah selatan Brazil, seperti di Curutiba dan Foz do Igua?U. Sementara muslim Suni kebanyakann tinggal pada Paulo, Paran?, Rio Grande do Sul, Rio de Janeiro dan Distrito Federal.

Organisasi Islam pada Brazil

Institusi Islam di Brazil menggunakan nama resmi ?Islamic Mutual-Aid Associations?

(Sociedades Beneficentes Mu?Ulmanas - SBM). Organisasi tertuanya pertama kali dibentuk pada S?O Paulo tahun 1929. Organisasi ini juga yang kemudian membangun masjid pertama di Brazil menggunakan nama the Mesquita Brasil (Brazil Mosque). Masjid yang dibangun menggunakan dana donasi menurut famili kerajaan Mesir dimulai pada tahun 1942 dan pada resmikan dalam tahun 1960.

Sociedade Beneficente Mu?Ulmana do Paran?

Dalam kurun waktu yang cukup lama antara 1929-1969 organisasi ini menjadi satu satunya organisasi payung bagi muslim disana baik Suni maupun Shiah, baru kemudian wilayah Druses dan Alaouites menciptakan organisasi mereka sendiri di negara bagian Minas Gerais, Rio de Janeiro & S?O Paulo. Sedangkan organisasi Islam lainnya dibuat di Rio de Janeiro dan Paran? Selama tahun 1950-an.

Pembangunan loka tempat ibadah bagi muslim di wilayah Brazil lainnya baru dimulai di kurun tahun 1980-an. Sejak itu beberapa masjid sebagian akbar berdasarkan muslim Suni mulai berdiri pada negara bagian Paran?, S?O Paulo, Mato Grosso, Goi?S dan Minas Gerais. Masjid masjid tersebut dibangun menggunakan gaya arsitektural Arab yang sangat kental, sebagai respon meningkatnya imigran arab ke negara tadi. Sampai permulaan abad ke 21 banyak sekali organisasi Islam telah bertebaran pada seantero negeri.

Perkembangan relatif menarik bagi komunitas muslim di Rio de Janeiro yang tergabung dalam organisasi SBJR (Sociedade Beneficente Mu?Ulmana do Rio de Janeiro), 85% dari 500 keluaga muslim disana justru bukan menurut Etnis Arab atau keturunannya akan tetapi asal dari beragam latar belakang, dibandingkan dengan organisasi Islam pada bagian lain negara tersebut. Karenanya komunitas muslim pada Rio de Janeiro tidak bertendensi untuk menonjolkan bukti diri Arabia dalam kehidupan beragama keseharian mereka.

Merujuk kepada penerangan Antropologis Brazil bernama Silvia Montenegro diseluruh Brazil sudah berdiri 58 organisasi Islam pada tahun 2000, 90% mewakili muslim suni dan sisanya shiah.

Intreior ataupun interior masjid masjid di Brazil ini tak jauh tidak sinkron dengan masjid masjid lainnya diseluruh global misalnya dalam interior Mesquita Omar ibn Khattab - Foz do Igua?? Pada foto di atas.

Masjid pada Brazil

Komunitas muslim Brazil terkonsentrasi pada beberapa kota besar misalnya kota Sao Paolo yg adalah kota terbesar di Brazil, di kota ini jua masjid pertama pada Brazil dibangun menggunakan nama Brazil Primeira Mesquita do Brasil pada Av. Do Estado, yg dibangun di atas huma yg dibeli secara patungan tokoh-tokoh muslim Brasil ditahun 1939.

Peletakan batu pertamanya dilakukan dalam tahun 1948 dan baru berakhir pembangunannya tahun 1960. Lamanya pembangunan masjid tidak lepas dari sulitnya upaya penggalangan dana yang dilakukan umat Islam di negeri tersebut. Begitu pembangunan masjid rampung, umat Islam sudah tersebar ke seantero Brasil yg kini sudah mencapai 127 masjid.

Madrasah mulai berdiri pada Brasil dari tahun ?60-an. Madrasah pertama berdiri pada Sao Paulo, Setelah itu, berdiri jua madrasah pada wilayah Cortiba & beberapa loka lainnya. Madrasah digunakan menjadi semacam diniyah, yaitu buat mengajarkan ilmu kepercayaan & bahasa Arab.

Dampak Positif Telenovela

Perkembangan Islam di Brazil justru terjadi ledakan paska agresi teroris terhadap menara kembar WTC New York pada 11 September 2009 yang dikait kait kan menggunakan terorisme Islam. Sebuah efek yg tidak disangka sangka, masyarakat setempat justru menjadi bertanya-tanya dengan ajaran Islam yg senantiasa dianggap sebut dalam semua pemberitaan insiden 911 tadi.

Satu masjid nyetrik di Brasil, Mesquita de Mogi das Cruzes.

Tiga minggu paska agresi tersebut stasiun tivi the Globo Channel meluncurkan seri perdana telenovela berjudul ?Clone series?. Sebuah serial tivi berlatar belatar belakang kehidupan muslim pada Maroko yg menampilkan kehidupan muslim & arab yg sebenarnya. Tanpa disangka sangka tayangan tadi justru menjadi tontonan pavorit warga setempat dan berdampak pada melonjaknya ketertarikan buat mempelajari Islam ke berbadai Islamic Center disana.

Hal tersebut diakui oleh Professor Paulo G. Pinto da Rocha dan Francirosy Feirreira, pemerhati Islam di University of Sao Paulo sebagai salah satu bahan bakar utama meledaknya minat untuk berislam di Brazil, dan berdampak langsung kepada membengkaknya komunitas muslim disana.

Indikator lain adalah semakin bertambahnya masjid pada negara tersebut menjadi pusat peradaban bagi muslim atau pada bahasa setempat disebut ?Turcos? Merujuk kepada Emperium Turki selaku emperium Islam terahir.

Referensi

dailystar.com.lb  - Islam takes root in land of mini-bikinis

censored31.blogspot.com  - Islam conquering Brazil

paulo g. pinto, Universidade Federal Fluminense - muslim identities in brazil

madinatulilmi.com - Islam di brasil: geliat beragama di negeri samba

globalprayers.info - amanda dias: The Islamic presence in brazil & in rio de janeiro

republika.co.id - cetak gol, pemain timnas brasil ini sujud syukur

---------------

Baca Juga

Islam di Brazil

Masjid Brazil di Sao Paolo

Masjid Brás – Brazil

Masjid Islamic Center Brazil di Brazilia

Masjid Salahudin Al-Ayubi, Sao Paolo – Brazil

Masjid Abu Bakar Assidik, São Bernardo - Brazil

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done