Islami Pedia: islamic center
News Update
Loading...
Showing posts with label islamic center. Show all posts
Showing posts with label islamic center. Show all posts

Thursday, June 18, 2020

Mampir Sholat di Masjid Kowloon - Hongkong

Masjid Kowloon menjelang pagi

Baru kali ini masuk masjid terdapat resepsionis nya, Laki laki berjenggot juga, sedang asyik baca Qur?An bareng seorang bocah laki laki, mungkin anaknya. Dengan ramah beliau memberitahuakn arah ke ruang sholat pada lantai yang sama, Karena kami berlima menggunakan pede menuju ke lantai 2 sinkron petunjuk anak panah yang terpasang pada dinding disamping meja resepsionis-itu.

Lokasi Masjid Kowloon & Islamic Center

Kowloon Mosque and Islamic Centre, begitu nama resminya seperti tertulis dimeja resepsionis dan di dinding depan masjid yang menghadap ke Nathan Road di wilayah Tsim Tsa Tsui pusat kota Kowloon-Hongkong. Alamat resminya adalah : 105 Nathan Road, TST, Kowloon –Hongkong SAR. Telepon : 2724 0095, Fax : 2724 2661. Bagi yang suka belanja ke luar negeri pastinya hafal betul kalau di ruas jalan Nathan road itu juga terdapat surga belanja segala macam keperluan.

Hotel tempat kami kami menginap tak terlalu jauh dari masjid kowloon, cukup jalan kaki untuk mencapai masjid. Tadi malam ketika baru tiba di Hongkong kami sudah memetakan dalam benak masing masing lokasi masjid itu ketika taksi kami melintas dari sana. Itu sebabnya ketika waktu subuh tiba kami berlima langsung ngacir dari hotel menuju kesana tanpa perlu tanya tanya lagi.

Resepsionis berjenggot.
Masjidnya cukup lega, untuk ukuran Hongkong bahkan sangat lega sekali, mengingat ummat muslim minoritas di negeri naga ini. Hampir semua jemaah subuh kali ini bertampang asing, alias bukan wajah pribumi. Termasuk kami berlima. Atau jangan jangan justru mereka semua itu adalah pribumi Hongkong ? hmm siapa tahu. Beragam ras dan warna kulit berbaur jadi satu menghadap sang khaliq tanpa ada pembeda satu sama lain. Ba’da subuh ada beberapa liqoh disana, belajar mengaji, ada yang belajar agama Islam sementara yang lainnya sibuk melanjutkan zikir ke khadirat Alloh Subhanahuwata’ala.

Dalam hati aku bergumam sendiri, betapa maha besarnya kuasa Alloh Subhanahuwata’ala, aku bahkan tak pernah membayangkan suatu hari bisa sampai kemari, sebuah masjid yang bahkan tak pernah ku ketahui keberadaanya sebelum ini. Rencana Alloh memang tak bertanding.

Sejarah Masjid Kowloon & Islamic Center

Prasasti pembangunan Masjid Kowloon
Menurut prasasti yang terpasang di bagian dalam dinding masjid, masjid Kowloon pertama kali didirikan tahun pada tahun 1896 dan di renovasi tahun 1902.

Dibangun menjadi masjid semegah saat ini pada tahun 1984, di lokasi yang sama. Pembangunan menghabiskan dana HK$25 juta dolar Hongkong, mampu menampung 2,000 jemaah. Dan terahir kali direnovasi kembali pada tahun 2008 menghabiskan HK$13 juta Hongkong menambah daya tampungnya hingga 3,500 jemaah.

Komunitas Muslim Indonesia

18-April-2010 siang kami kembali ke sana untuk sholat zuhur, kami yang terlambat untuk sholat zuhur berjamaah di arahkan ke lantai dua masjid karena saat itu dilantai satu masjid sedang penuh sesak oleh muslimah Indonesia yang melaksanakan acara pengajian disana, sepertinya salah satu acaranya adalah pengumpulan dana untuk dompet dhuafa cabang Hongkong, begitu hasil bincang bincang singkat salah satu rekan kami dengan seorang ihkwan penyelenggara acara di teras masjid.

Senang juga menjumpai ada komunitas muslim Indonesia yang sedang berkumpul disana. Di Hongkong sendiri memang tak sulit untuk menemukan orang orang indonesia dari berbagai suku yang berseliweran disana. Selama Jalan jalan diseputaran Tsim Tsa Tsui dari Mongkok hingga ke Avenue of stars selepas subuh tadi begitu banyak orang indonesia yang kami jumpai. Tak sulit untuk mengenali mereka, dan tak sulit juga bagi mereka untuk mengenali kami karena dua dari kami berlima masih menggunakan baju koko saat jalan jalan pagi. Dengan enteng temanku bilang, ini kita jalan jalan kok kayak di glodok ya....

tempat wudhu.

Ini zuhur terahir kami di Hongkong untuk kunjungan kali ini (semoga saja ada kesempatan berikutnya) dari masjid Kowloon Hongkong, kami langsung bertolak ke Shenzen untuk melanjutkan perjalanan ke Dongguan propinsi Guangzhou-China. Urusan kantor sudah menanti disana. Dua rekan kami yang menemani perjalanan hari ini tampak sudah tak sabar menunggu kami diteras depan masjid, keduanya non muslim yang satu dari negeri matahari terbit dan yang seorang lagi asli Hongkong. Dia sendiri baru pertama kali ini mampir ke masjid Kowloon walau hanya nongkrong di tangga masjid nungguin koper dan tas kami yang bertumpuk.

Yang Menarik di Masjid Kowloon & Islamic Center

Setidaknya ada beberapa hal yang menarik dari Masjid Kowloon di Hongkong ini. pertama yang tadi kusebut di awal bahwa di masjid ini ada resepsionisnya, dilantai dua masjid disamping kotak amal disiapkan satu kotak lagi isinya penuh dengan peci, ya peci bundar warna warni untuk penutup kepala waktu sholat itu. Dengan iseng aku nyari nyari peci khas indonesia, tapi tidak ketemu. Tidak ada orang Indonesia yang nyumbang barangkali atau mungkin karena pengurusnya tidak ada orang Indonesia.

Lalu di deretan shaf belakang disediakan kursi khusus untuk penyandang cacat yang tak mampu berdiri sempurna untuk mempermudah mereka melaksanakan sholat. Kursi itu juga bisa dipakai untuk membaca Qur’an. Bagus sekali fungsinya. Siapa tahu diantara pembaca ada yang minat untuk mengaplikasikannya di masjid masjid tanah air.

Lantai satu.

Tak ada A/C atau kipas angin di masjid ini. Dinding masjid di penuhi dengan lubang angin dari dinding yang di design begitu indah dari granit yang yang di ukir tembus, memberikan keleluasaan bagi sirkulasi udara keluar dan masuk masjid.

Yang paling menarik perhatianku adalah ketika memasuki ruang tempat berwudhlu, disetiap keran air disediakan bangku dari batu bulat panjang sebagai tempat duduk bagi jemaah yang akan berwudhlu, ini benar benar membantu dan memanjakan jemaah. Tak perlu takut terjatuh pada saat mengangkat kaki sebelah untuk membasuh kaki. Tinggal duduk dibangku batu selama berwudhlu.

Tanpa Tempat Parkir

Beda dengan di Indonesia yang hampir semua masjid menyediakan lapangan parkir untuk jamaah. Masjid ini tak ada lapangan parkirnya. Sepertinya memang sudah adatnya orang Hongkong yang terbiasa bepergian dengan kendaraan umum, karena kendaraan umum disini memang sangat nyaman dan harganya cukup terjangkau serta tersedia setiap waktu. Ada dua gerbang masuk/keluar ke stasiun kereta (MTR) Tsim Tsa Tsui yang sangat dekat dengan masjid (stasiunnya sendiri di bawah tanah), pas di depan masjid ada halte bis kota.

Lebih nyaman lagi karena trotoar untuk pejalan kaki sama luasnya dengan jalan raya untuk kendaraan. Tak ada angkot apalagi ojeg. Jadi gak usah khawatir keserempet. Tak ada pedagang kaki lima di trotoarnya, jadi trotoarnya murni untuk pejalan kaki.

Hati hati kepleset.

Dan tak usah takut disenggol kendaraan umum waktu nyeberang jalan, karena sudah dipasang lampu merah untuk pejalan kaki terintegrasi dengan lampu merah untuk kendaraan, pada saat lampu merah menyala untuk kendaraan maka lampu hijau untuk pejalan kaki akan menyala. Anda pun bisa menyeberang dengan aman. Di beberapa tempat bahkan tak tersedia zebra cross karena rute penjalan kaki sudah di belokkan ke terowongan bawah tanah yang begitu lega, gak usah takut gelap karena terowongannya terintegrasi dengan pusat perbelanjaan yang terang benderang, full A/C dan ada Satpam berseragam yang berjaga disetiap pintu keluar masuknya.

Fasilitas umum di kota ini memang cukup memanjakan warganya. Tak jauh berbeda dengan di Singapura. Cukup wajarlah bila kemudian biaya hidup di Hongkong berkali kali lipat dibandingkan beberapa kota lain dunia termasuk dengan China daratan bahkan bila dibandingkan dengan Jakarta, ibukota tercinta.

So bila suatu saat anda berkunjung ke Hongkong dan kebetulan menginap di kowloon tak usah pusing pusing nyari masjid, tinggal ke Nathan street di kawasan Tsim Tsa Tsui (TST) ada masjid gede yang sekaligus berfungsi sebagai Islamic Centre Kowloon. Sampai jumpa di tulisan berikutnya. Wassalamualaikum (updated 21/01/2020).***

Beberapa Foto Masjid Kowloon & Islamic Center, Hongkong

Ruang sholat utama di lantai dua.
Public space disamping masjid.
Donation and drop box.
Pagi sekali.

------------------------------------------------------------------

Follow & Like akun Instagram kami di@masjidinfo dan@masjidinfo.id

🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.

------------------------------------------------------------------

Baca Juga

Masjid Agung Xi’an - China

Islam di Macau

Masjid Huaisheng - Masjid Rindu Rosulullah

Masjid Niujie – Beijing

Sunday, May 31, 2020

Masjid Islamic Center Santa Ana

The Islamic Center Santa Ana

Dibangun oleh Muslim Champa di Amerika Serikat

Terusir dari kampung halaman dan dari tanah kelahiran, tak memadamkan cahaya Islam dari muslim champa di Santa Ana, California, Amerika Serikat ini. Puluhan tahun lalu mereka dan keluarganya mengungsi ke Amerika Serikat untuk menyelamatkan diri dan kini komunitas muslim Champa ini tetap mempertahankan ke-Islaman mereka dan lebih dari itu mereka mampu menebarkan cahaya Islam kepada komunitas warga Amerika Latin yang juga tinggal di lingkungan mereka.

Kini sebuah Masjid dan Islamic Center sudah berdiri sebagai pusat aktivitas ke-islaman mereka, tidak hanya bagi muslim Champa namun juga di gunakan dan dikelola bersama sama dengan muslim Amerika Latin. Masjid dan Islamic Center ini juga telah menjadi rumah pemersatu bagi Muslim Champa dan Muslim Amerika Latin sekaligus menjadi masjid pertama di wilayah selatan California yang menggunakan Bahasa Spanyol (yang merupakan Bahasa warga Amerika Latin) sebagai salah satu Bahasa pengantar di masjid mereka.

Islamic Center Of Santa Ana

1602-1610 E First St, Santa Ana

CA 92701 Amerika Serikat

Sejarah Muslim Champa di Amerika

Di awal tahun 1980-an gelombang besar pengungsi Kamboja melarikan diri dari negara mereka ke Amerika Serikat untuk menghindari apa yang disebut oleh dunia internasional sebagai “killing fields” atau ladang pembantaian, sebuah pembunuhan masal paling menakutkan dalam sejarah Indocina yang dilakukan oleh rezim komunis Khmer Merah pimpinan Pol Pot.

Banyak dari mereka yang kemudian datang ke Orange County dan tinggal di kawasan Minnie Street di Santa Ana, California, menempati apartemen dengan sewa murah di kawasan tersebut. Di tahun 1982, lima dari pengungsi Kamboja ini membentuk the Indo-Chinese Muslim Refugee Association of the United States (IMRA) bersama dengan beberapa anggota lainnya.

Mereka mengumpulkan berbagai sumberdaya, menyewa sebuah apartemen kecil dan mulai bahu membahu membantu warga muslim Kamboja lainnya yang tinggak di kawasan tersebut. Termasuk memberikan kursus Bahasa inggris gratis, konsultasi gratis serta menjadi penterjemah dadakan bagi para tetangga mereka yang tidak mampu berbahasa Inggris.

Di tahun 1983 mereka menerima dana tunjangan untuk pertama kalinya sebesar $64,000 dari Kantor Federal Urusan Penempatan Pengungsi Amerika Serikat (Federal Office of Refugee Resettlement) untuk tunjangan kerja, dan program tersebut berlanjut baik cakupan maupun nilai nya.

The Islamic Center Santa Ana sebelumnya merupakan bangunan tempat pemulasaran jenazah.

Seiring perjalanan waktu, kebutuhan komunitas pun kemudian ditambahkan ke dalam program tersebut termasuk berbagai macam jenis pelatihan, program selepas jam sekolah bagi remajam pendidikan usia dini hingga ke akses kesehatan dan resolusi trauma.

Beberapa tahun berlalu lembaga yang dibentuk oleh muslim kamboja ini tidak saja semata mata mengurusi warga Kamboja saj, namun juga merambah menangani pengungsi dari wilayah lainnya termasuk dari Vietbam, Laos, Iran, Iraq, Afganistan, Rusia, Ukraina, Bosnia, Ethiopia dan Somalia.

Organisasi ini menjalin kerjasama dan saling dengan para klien serta lembaga lembaga terkait, sejak memulai aktivitas mereka di tahun 1983 hingga saat ini, lembaga tersebut telah menangani penyaluran dana lebih dari $20,000,000 baik dari individu maupun dari public yang digunakan untuk membantu ribuan pengungsi mendapatkan pekerjaan, memperbaiki taraf mereka dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik termasuk program kesehatan, peningkatan pengetahuan, kemampuan keluarga pengungsi.

Lima belas keluarga Muslim Kamboja di Santa Ana pada awalnya menggunakan sebuah ruangan kecil di apartemen sebagai mushola di lingkungan apartemen sewaan tempat tinggal mereka. Komunitas muslim ini kemudian secara pasti terus berkembang seiring dengan bergabungnya para pengungsi Kamboja dari daerah lainnya pindah ke Santa Ana agar dapat hidup berdekatan dengan saudara sedaerah dengan Bahasa, suku, tradisi dan agama yang sama. Dan mushola kecil itupun sudah tak mampu lagi memadai.

Membangun Masjid dan Islamic Center Santa Ana

Masjid dan Islamic Center Santa Ana ini memang tidak mirip sama sekali dengan bangunan masjid yang biasa kita kenal. Harap maklum, karena memang bangunan tersebut dulunya adalah sebuah bangunan tempat pemulasaran jenazah yang kemudian dibeli oleh komunitas Muslim Kamboja dan dirombak menjadi masjid dan pusat ke-Islaman, dan baru di buka sekitar sebulan yang lalu (Juni 2017) dan diberi nama The Islamic Center of Santa Ana (ICSA), dan tidak saja diperuntukkan bagi muslim Champa Kamboja namun juga menjadi rumah bagi Muslim Amerika Latin.

Interior Masjid Islamic Center Santa Ana

35 tahun setelah itu, Komunitas muslim Kamboja ini bersama sama menggalang dana untuk membeli bekas gedung pemulasaran jenazah yang sudah tidak terbengkalai untuk dijadikan masjid. Gedung pemulasaran jenazah yang sudah lama terbengkalai tersebut kemudian di renonasi dan ubah fungsi menjadi masjid dan Islamic Center, seluruh proses renovasi selesai dan mulai digunakan bulan lalu.

Merangkul Warga Latin

Sekitar 78% warga Santa Ana merupakan para imigran dan keturunan Amerika Latin dan sehari hari menggunakan Bahasa Spanyol selain Bahasa Inggris. menyadari hal itu IMRA melaui ICSA melakukan langkah langkah pendekatan kepada lingkungan mereka yang mayoritas berasal dari Amerika Latin tersebut, dan hal tersebut membuahkan hasil.

Seiring berjalannya waktu da’wah yang dilakukan muslim Champa ini telah menarik perhatian warga Latin di Santa Ana, kini menjadi pemandangan biasa di masjid dan di Santa Ana bila ada kegiatan peribadatan ataupun aktivitas sosial terjadi pembauan antara muslim Champa dan muslim Amerika Latin. Bahkan di masjid Islamic Center Santa Ana juga menggunakan Bahasa latin sebagai salah satu Bahasa pengantar dan Bahasa khutbah sholat jum’atnya.

Tidak saja aktivitas peribadatan, ICSA juga mengorganisir beragam aktivitas sosial seperti yang paling populer mengorganisir dapur umum gratis untuk warga sekitar dan mengadakan Taco Trick Iftar, semacam mobil rumah makan bergerak untuk melayani muslim untuk berbuka puasa yang dikelola bersama sama oleh muslim Champa dan Muslim Latin Jemaah Masjid dan ICSA ini.

Pembauran dan persatuan muslim Champa dengan Muslim Latin ini terjadi secara alamiah. Warga Amerika Latin merupakan minoritas di AS, dan muslim Champa yang hidup Santa Ana ditengah tengah warga Latin ini dengan sendirinya menjadi kaum minoritas ditengah minoritas. Dan digunakannya Bahasa Spanyol sebagai Bahasa pengantar di Masjid dan Islamic Center Santa Ana, menjadi magnet tersendiri bagi warga Latin di Santa Ana.***

Referensi

http://www.nbcnews.com/news/asian-america/latino-muslims-find-home-mosque-led-cambodian-refugees-n782381

http://cambodianfamily.org/?page_id=729

http://www.latimes.com/local/lanow/la-me-ln-tacos-ramadan-20170604-story.html

http://icsamasjid.org/#features

Baca Juga

Masjid Islamic Cultural Center (ICC) New York City, Amerika Serikat

Masjid Islamic Center Washington DC, Amerika Serikat

Masjid pertama di Alaska (AS) Segera dibangun

Perkembangan pembangunan Masjid pertama di Alaska

Masjid Diyanet Center of America

Islamic Center Santa Ana, California

Wednesday, May 6, 2020

Masjid Andalusia Islamic Center, Bogor

Berdiri megah di tempat Sentul City, Kabupaten Bogor, Masjid Andalusia menjadi keliru satu masjid pavorit masyarakat Bogor Raya. Dengan arsitektur bangunan yang menawarn ditambah menggunakan fasilitasnya yg relatif lengkap.

Masjid Andalusia adalah masjid megah yg berada di pada komplek Islamic Center Andalusia di Jalan H. Juanda daerah Sentul City, Desa Citaringgul, kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Masjid Andalusia dibangun tahun 2006 yang lalu, pembangunan masjid ini adalah bagian berdasarkan komplek Islamic Center Andalusia yg dilengkapi menggunakan banyak sekali fasilitas pendukung termasuk kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Andalusia.

Sebagaimana dijelaskan pada situs resminya, Andalusia Islamic Center (AIC) hadir lantaran kepedulian akan masalah besar bangsa & umat Islam Indonesia yang pada penguasaan sang kemiskinan, keterbelakangan pendidikan serta rendahnya moralitas baik ditingkat birokrasi juga partikelir. Besar asa menggunakan segala kekurangan Andalusia Islamic Center (AIC) bisa menjadi Oase Spiritual, Intelektual & pemberdayaan penguaatan finansial umat yang dari dalam nilai-nilai luhur spiritual Islam.

Masjid Andalusia Islamic Center

Masjid Andalusia STIE Tazkia, Jl. Ir H Juanda No.78 Sentul City

Citaringgul, Kec. Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat 16810

Masjid & kompleks Islamic Center ini digagas oleh Yayasan Tazkia yang dipimpin oleh M. Syafii Antonio (beliau adalah seorang mu?Alaf yang merupakan pakar ekonomi syariah). Beliau menyampaikan bahwa pembangunan Andalusia Islamic Center ini terinspirasi akan kejayaan peradaban kekhalifahan islam pada Andalusia (sekarang Spanyol). Selain kemakmuran warga di wilayah tadi dalam waktu itu, kesuksesan mencetak ribuan ilmuwan muslim di banyak sekali bidang adalah sebagai pandangan baru utama.

AIC diperlukan mampu wadah pendidikan dan kesadaran umat Islam di Indonesia, khususnya pada Jadebotabek. Keberadaannya, sebagai oase spiritual & intelektual yg dilandasi nilai-nilai Islam yg sejuk, hening, ramah, progresif, mendorong kemajuan ekonomi dan usaha menjadi bagian dari ibadah, dan pemberdayaan umat berwawasan rahmatan lil ?Aalamiin.

Ruang sholat primer Masjid Andalusia.

Sebagaimana dijelaskan sang Direktur Andalusia Islamic Center, Syaripudin Kusin Sardi, Masjid Andalusia berdiri di atas huma seluas 1 hektare dengan luas bangunan masjid 1.250 meter & bisa menampung lebih kurang dua.500 jema?Ah sekaligus. Bangunan masjidnya terdiri menurut 3 lantai, ruang perubadatan primer berada pada lantai dua & 3 sedangkan di lantai satu merupakan area pendukung lainnya termasuk ruangan Alhambra. Dan waktu ini (Juni 2019) Masjid Andalusia ini sedang dalam proses perluasan pada sisi timurnya dan sudah pada termin finishing.

Salah satu keunikan masjid Anadalusia ini merupakan disediakannya area istirahat bagi para Jemaah. Lantai tiga masjid ini di hari hari biasa dipakai sebagai loka istirahat bagi Jemaah laki laki, sedangkan buat Jemaah perempuan disediakan tempat istirahat pada ruang Alhambra di lantai dasar. Untuk loka berwudhu tersedia pada 3 lokasi. Ada loka berwudhu pada samping kolam pada taman samping loka parkir sepeda motor. Lalu ada area berwudhu & toilet di lantai dasar, dan area berwudhu dan toilet pada lantai mezanin, selesainya menaiki tangga pertama menuju ruang sholat primer.

Ornamen indah pada bagian pada kubah Masjid Andalusia.

Ruang Al-Hambra di lantai dasar masjid Andalusia ini merupakan sebuah aula yang cukup besar dengan kapasitas mencapai 600 orang dan juga disewakan untuk umum untuk berbagai keperluan termasuk acara pernikahan. Selain itu masjid ini juga dilengkapi dengan kantin, minimarket, miniatur ka’bah, toko buku, hingga ruang Ruang 4T Quran & Gedung Abdurrahman Bin Auf.

Ruang 4T Qur’an maksudnya adalah ruang tahsin, tahfidz, tarjamah dan tafsir. Ruang belajar 4T Quran terletak disebelah kanan masjid andalusia, bangunan berlantai 2 dengan bentuk memanjang kearah timur ini juga memiliki nama lain yakni Tazkia Quranic and Business Center. nama ini mengemuka sebab gedung abdurrahman bin auf ini memiliki area minimarket, ATM Center dan Toko Buku yang teletak di lantai 1 gedung.

Gedung Abdurrahman bin Auf, Terhubung langsung dengan Masjid Andalusia di sisi selatan.

Sedangkan lantai 2 gedung Abdurrahman bin auf digunakan untuk ruang pembelajaran comprehensive quranic learning andalusia yang dinamai 4T Quran Andalusia. meliputi tahsin, tahfidz, tarjamah dan tafsir. ruang dengan AC dan puluhan kursi kuliah ini sengaja disiapkan untuk mendukung kenyamanan belajar dalam kelas. Kajian untuk umum di masjid ini diselenggarakan setiap bakda sholat Subuh, Zuhur dan Magrib. Di dalam kompleks yang sama juga berdiri kampus STIE Tazkia (Tazkia University College Of Islamic Economics), TK Islam Terpadu Tazkia (Tazkia Global Islamic School).

Meski berada di lingkungan kampus, masjid ini terbuka untuk umum. Area parkirnya cukup luas, parkir kendaraan roda empat ada di sebelah kiri gerbang utama, parkir kendaraan roda dua berada di belakang masjid, berdekatan dengan lapangan tempat miniatur Ka’bah berada dan tidak ada tarif parkir dan petugas petugas disini pun cukup ramah terhadap pengunjung. Hanya saja selayaknya tempat ibadah, ada himbauan tertulis untuk berbusana Islami / sopan, dan dilarang merokok di lingkungan masjid.

Lantai mezanin, sebelah kiri tempat wudhu jemaah wanita, sebelah kanan tempat wudhu jemaah pria. naik ke tangga menuju ke ruang sholat utama di lantai dua.

Bangunan masjid Andalusia ini dibangun dalam arsitektur masjid modern. Dengan bentuk dasar bangunan kubus, beratap beton. Sebuah kubah besar dengan dominasi warna biru dihias dengan ornamen geometris perpaduan bewarna biru, kuning emas dan putih. Puncak kubah hanya dihias dengan satu bentuk lancip tanpa ornament tambahan.

Empat menara menjulang tinggi dibangun di empat sudut atap masjid. Ke empat menara yang dibangun ramping ber-ujung lancip. Fasad bangunan menaranya di hias dengan jendela jendela kaca dengan hiasan mozaik warna warni. Ujung lancip menara dihias dengan ornament zigzag berwarna putih dan biru. Bangunan masjid yang sangat menawan.***

------------------------------------------------------------------

Follow & Like akun Instagram kami di@masjidinfo dan@masjidinfo.id

🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.

------------------------------------------------------------------

Baca Juga

Masjid Az-Zikra (d/h Masjid Muammar Qaddafy) Sentul Bogor

Masjid Jami’ Tan Kok Liong – Cibinong, Bogor

Masjid Agung Sang Cipta Rasa – Cirebon (Bagian 1)

Masjid Pusat Studi dan Dakwah Islam (PUSDAI) Jawa Barat

Masjid Raya Bandung Jawa Barat

Masjid Agung Karawang (bagian I)

Islamic Center Kota Bekasi

Masjid Al-Mujahidin Cibarusah Pangkal Perjuangan Laskar Hizbullah

Asal SEO

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done