Islami Pedia: Masjid di Jerman
News Update
Loading...
Showing posts with label Masjid di Jerman. Show all posts
Showing posts with label Masjid di Jerman. Show all posts

Wednesday, October 7, 2020

Islamic Center Al-Nour Hamburg

Setelah selama 20 tahun sholat berjamaah di garasi, muslim pada Horn, Hamburg, ahirnya mempunyai sebuah masjid yang layak dari sebuah bangunan gereja yang telah nir dipakai lagi lantaran sepi Jema'ah.

Gereja Menjadi Masjid

Masjid Islamic center Al-Nour Hamburg Jerman, pada awalnya adalah Gereja Lutheran Capernaum (Kapernaumkirche) yg berada pada distrik Horn sentra kota Hamburg, Jerman. Bangunan yang adalah salah satu situs budaya kota Hamburg telah terbengkalai dari tahun 2002 dikarenakan masalah finansial lantaran merosotnya jumlah jema?Ah. Piano dan lonceng Gereja sudah diserahkan ke komunitas lain. Di tahun 2004 bangunan gereja tersebut kemudian dibeli oleh komunitas muslim Harmburg yg tergabung pada Al-Nour Islamic Center & di konversi menjadi masjid.

Perubahan fungsi bangunan berdasarkan bangunan Gereja sebagai Masjid memang bukan hal yang gampang terlebih lagi bangunan tersebut merupakan salah satu cagar budaya, Konsultasi menggunakan otoritas cagar budaya senantiasa dilakukan sebelum & selama proses rekonstruksi bangunan. Perubahan mendasar mau nir mau dilakukan di bagian pada bangunan, altar serta ornamen lainnya dibongkar diganti dengan kaligrafi Islam, orientasi bagian pada pun berubah menghadap ke arah kiblat selesainya sebelumnya ber-orientasi ke arah utara. Pembangunan area mihrab dan mimbar, perubahan sistem pemanas ruangan, tata cahaya & rapikan suara, pembuatan loka wudhu, pemasangan karpet dan sebagainya. Ditambahkan jua area mezanin sebagai tempat khusus buat jemaah akhwat buat memisahkannya menurut jemaah Ikhwan.

Sekeliling dinding bangunan ini dilengkapi dengan ventilasi jendela mini menggunakan hiasan mozaik kaca patri,

Beberapa pernik bangunan ini permanen dipertahankan misalnya mozaik abstrak kaca patri karya artis Claus Wallner (1926 - 1979 suami berdasarkan Ursula Querner) permanen dipertahankan pada bagian celah lobang angin bebentuk sarang lebah pada hampir sekeliling tembok bangunan, yang jua berfungsi menjadi ventilasi ventilasi mini . Tetapi demikian simbol Salib pada puncak menara dengan tinggi 44 meter pada izinkan buat diganti dengan simbol Allah. Keseluruhan proses rekonstruksi bangunan tadi menghabiskan dana sampai 1,lima juta Euro yang di dari dari sumbangan para jema?Ah.

Meski telah dilakukan pengalihan kepemilikan dari tahun 2004, baru dalam pertengahan Agustus 2014 proses rekonstruksi akbar besaran terhadap bangunan ini dilakukan. Setelah persetujuan dari pihak berwenang keluar dalam bulan Januari 2014. Beberapa kendala terjadi termasuk penolakan dari sekelompok masayarakat setempat.

Lokasi & Alamat Islamic Center Al-Nour

Kantor Islamic Center Al-Nour eV

Small Pulverteich 17

20099 Hamburg

Telephone: 040/280 539 14

Homepage: www.alnour-moschee.com

Masjid Al-Nour

Sievekingsallee 191 22111 Hamburg-Horn

Islamic Centre Al-Nour Sebagai sebuah Organisasi berbadan hukum, juga dikenal luas sebagai Masjid Al-Nour didirikan pada tahun 1993 di St. George kota Hamburg, Jerman. Sebagaimana pusat ke-Islaman lainnya  masjid Al-Nour ini pun terbuka untuk jemaah dari kalangan manapun, hingga kini jemaah masjid ini berasal dari tak kurang 30 kebangsaan yang berbeda yang tinggal di kota Hamburg. Diantara para jemaah-nya merupakan orang Arab dari Timur Tengah dan Afrika utara, muslim kulit hitam Afrika, muslim dari Asia termasuk dari Afganistan dan Indonesia serta tentu saja warga Jerman.

Bahasa pengantar yang digunakan di masjid memakai bahasa Jerman atau diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman termasuk Khutbah Jum?At, pengajian, proses belajar mengajar hingga festival yg diselenggarakan oleh masjid. Selain jemaah yg berasal menurut suku bangsa yg tidak sama beda, latar belakang propesi jemaah masjid ini pun beragam mulai menurut mahasiswa, buruh, dokter, pembela terdakwa resmi, insinyur hingga para pengusaha.

Masjid Al-Nour jua membuka diri bagi kegiatan non peribadatan termasuk menerima kunjungan menurut para murid sekolah, mahasiswa, grup masyarakat yang berminat, sampai kunjungan berdasarkan instansi pemerintah. Sekali setahun masjid ini menyelenggarakan Open Mosque Day, semacam program open house di setiap tanggal 3 Oktober menggunakan menyelenggarakan beragam acara program menarik termasuk kunjungan masjid & kuliah umum.

Video masjid al-noor

Sebagai sebuah organisasi, Islamic Centre Al-Nour merupakan anggota menurut SCHURA ? Dewan Komunitas Islam di Hamburg, & salah satu Chief Executive Officer (CEO) SCHURA adalah Daniel Abdin yang merupakan CEO menurut Islamic Center Al-Nour. Beliau mendapatkan kehormatan atas nama SCHURA buat menandatangai liputan antara the Free and Hanseatic City of Hamburg & the Islamic religious communities SCHURA, D?T?B & VIKZ.

Pada bulan November 2012, setelah tujuh tahun perjuangan dengan begitu banyak penolakan buat pembelian bangunan untuk masjid. Januari 2014 pemerintah setempat ahirnya mengeluarkan persetujuan untuk alih fungsi bekas bangunan Gereja Capernaum Church sebagai masjid.

Imam Masjid

Imam Masjid Al-Nour merupakan Samir El-Rajab. Beliau telah menikah dan telah dikaruniai tiga anak. Sosok yang memiliki kepribadian terbuka dan bersahabat. Beliau menuntaskan pendidikan sarjana pada tahun 1992 di Universitas Al-Azhar pada Beirut, Lebanon. Di Universitas yg sama dia jua memperoleh gelar master di bidang syariah.

Aktivitas Masjid AL-Nour

Sejak masih melakukan semua kegiatan pada St. George, Islamic Center A-Nour sangat aktif dengan banyak sekali aktivitas termasuk pada dalamnya adalah:

  • Pelaksanaan sholat berjamaah lima waktu termasuk sholat Jum’at
  • Islamic festival untuk anak anak dan keluarga
  • Konseling pernikahan dan keluarga termasuk penyelesaian perselisihan rumah tangga
  • Pelaksanaan prosesi pernikahan dan perceraian
  • Pengurusan kematian dan pemakaman
  • Membuka dialog dengan pihak otoritas dan institusi terkait
  • Panduan masjid untuk sekolah
  • Open Mosque Day
  • Acara traveling untuk anak muda
  • Pelajaran bahasa Arab untuk anak anak
  • Pelajaran Islam untuk anak anak, pemuda dan dewasa
  • Pelaran Al-Qur’an
  • Ceramah umum oleh tokoh tokoh Islam

Interior Islamic Center Al-Nour, sebelum pada rombak menjadi ruangan masjid

The Open Mosque Day

The Open Mosque Day sebagai kegiatan pertama yang dilakukan pada Masjid ini diselenggarakan buat memperkenalkan masjid baru pada masayarakat luas lintas kepercayaan . Acara yg relatif menarik perhatian warga lebih kurang termasuk menurut kalangan non muslim yang turut hadir memberikan apresiasi. Panitia penyelenggara menggunakan telaten memberikan penjelasan terhadap pertanyaan pertanyaan menurut para tamu termasuk pertanyaan fundamental seperti ; kenapa lambang salibnya kok diganti dengan lambang bulan sabit, mengapa masuk ke masjid wajib membuka alas kaki dan lain lain.

20 Tahun Sholat pada Garasi

Dengan resminya penggunaan Masjid Al-Nour pada bekas Gereja ini, tentu saja memberikan nuansa baru bagi muslim dan perkembangan islam di Hamburg. Sebelumnya, selama 20 tahunan muslim disana beraktivitas termasuk melakukan sholat berjamaah Jum?At pada bekas bangunan garasi dengan atap yg rendah bersebelahan menggunakan pintu masuk loka pembuangan sampah. Lebih dari 600 muslim menurut 30 negara secara reguler berkumpul disana buat sholat Jum?At berjamaah. Tempat yg tidak terlalu buruk buat melaksanakan sholat berjamaah, hanya saja masyarakat kurang lebih meminta kaum muslim disana buat terbuka namun memang relatif sulit untuk terbuka sementara buat sholat berjamaah saja terpaksa dilakukan di garasi.

Alih fungsi gereja tadi sebagai masjid memang harus berkompromi dengan menggunakan beberapa hal krusial, termasuk bahwa bangunan tadi sudah masuk dalam cagar budaya sehingga holistik bentuk bangunan tampak luar tetap dipertahankan sebagaimana aslinya, perubahan yang terjadi menurut bentuk bangunan hanya mengubah simbol salib di ujung menara lonceng menggunakan simbol Asma Allah. Sedangkan bagian pada bangunan memang mau nir mau harus pada rombak total sinkron dengan fungsi sebagai masjid seperti yang sudah pada uraikan sebelumnya. Seperti yg jelaskan sang Imam masjid bahwa pembelian bangunan Gereja buat dijadikan masjid bukanlah sesuatu yang direncanakan tetapi memang terjadi begitu saja, Hadir dalam saat sahih benar diharapkan. Alhamdulillah.***

Referensi

kulturkarte.de - Al-Nour-Moschee [diakses 26/4/2016]

kulturkarte.de – Der Umbau zur Moschee beginnt [diakses 26/4/2016]

koptisch.wordpress.com - tag-der-offenen-moschee-in-einer-kirche [diakses 26/4/2016]

situs resmi - www.alnour-moschee.com

------------------ZZZ--------------------

Artikel Terkait

Masjid di Istana Schwetzingen, Jerman

Baca jua artikel masjid masjid pada Eropa

n Masjid dan Pusat Kebudayaan Islam Paola, Malta n Masjid Agung Konstantia Romanian Masjid Sentral London n Masjid Didsbury dan Islamic Center Manchester n Masjid Jami Zakariyya Bolton n Pusat Kebudayaan Islam Irlandia n Masjid Essalam, Rotterdam n n Masjid Istiklal Indonesia di Bosnia & Herzegovina n Masjid Pusat Kebudayaan Islam - Oslo n Masjid Agung Brussels n Masjid Banya Bashi Bulgaria n Masjid Islamic Center Wina n Masjid Agung Paris n Masjid Masjid di Inggris yang dulunya Gereja n Masjid Sentral Perm n

Sunday, July 12, 2020

Masjid di Istana Schwetzingen, Jerman

foto dari j_ayra's di Flickr

Bila anda berfikir bangunan megah ini adalah sebuah istana, anda salah !. Ini adalah sebuah masjid yang letak nya memang berada didalam komplek istana Schwetzingen, Istana Jerman di masa lalu. Sayangnya masjid tua, megah, indah dan mewah ini kini tidak lagi difungsikan sebagai masjid. Pemerintah setempat mengubahnya menjadi tak lebih dari sebuah musium masjid dari masa lalu, sebagai bangunan bersejarah dan objek wisata, seperti halnya bangunan lainnya yang berada di dalam kompleks Istana Schwetzingen. Kecuali hari Senin, bangunan Masjid Schwetzingen terbuka bagi kunjungan masyarakat umum..

Lokasi Masjid Schwetzingen

E-Mail:stadtinfo@schwetzingen.de

Internet:http://www.schwetzingen.de/

View Untitled in a larger map

Masjid Schwetzingen antara sejarah & legenda

Keberadaan bangunan masjid di di Kota Schwetzingen, Jerman sudah ada sejak akhir abad ke-18. Merupakan masjid pertama yang dibangun di Jerman. Pada 1740, Raja Frederick II, pemegang kekaisaran Roma dan Raja Yerusalem dan Sicilia berkata, ''Semua agama adalah sama dan baik, jika orang-orang yang memeluknya jujur, dan bila Turki datang kemari dan ingin tinggal di negara ini, maka kita akan dirikan bagi mereka masjid-masjid.''

Masjid pertama pada Jerman ini cukup unik, mengingat lokasi pembangunannya yg berada didalam kompleks Istana Schwetzingen. Konon masjid Schwetzingen dibangun buat menghormati toleransi. Namun nir sedikit gosip sejarah yang beredar di kalangan rakyat Schwetzingen mengungkapkan bahwa masjid ini sengaja dibangun sebagai hibah bagi salah satu istri raja yg dari berdasarkan Turki & beragama Islam. Desas-desus lain yg juga berkembang luas di tengah rakyat merupakan bahwa galat satu bangsawan yg hidup pada sini dalam masa itu ada yg Muslim.

foto dari Khaled150 di Flickr

Masjid Scwetzingen didesain & dibangun pada tahun 1796 sang arsitek berkebangsaan Perancis Nicolas de Pigage (1723-1796). Proses pembangunan kompleks Masjid Schwetzingen sendiri memakan waktu lima belas tahun lamanya (1779-1796). Dan kini sebagai satu satunya masjid taman dari abad ke 18 pada eropa yg masih eksis.

Islam di Jerman dulu & sekarang

Sejarah mencatat,  pada zaman Turki Utsmani (1300-1922), penyebaran Islam sudah masuk ke kawasan benua Eropa saat ini. Namun, Islam baru masuk Jerman pada tahun 1700-1800, diperkenalkan oleh para imigran asal Turki. Sehingga tidak mengherankan jika komunitas Muslim di Jerman kebanyakan adalah orang-orang keturunan Turki.

foto dari Zeki Öztürk di Flickr

Perkembangan Islam di Jerman cukup pesat. Pada 1989, sensus yang dilakukan suatu organisasi Islam mencatat sekitar 10 ribu orang Jerman orisinil memeluk Islam. Pada 2006, jumlah penduduk Muslim di Jerman mencapai 3,tiga juta jiwa atau lebih kurang empat persen menurut populasi penduduk Jerman.

Dengan perkembang yg relatif pesat ini, hingga kini terdapat kurang lebih dua.500 masjid di Jerman, & hanya 160 yg dikenal luas. Kendati demikian, tren pembangunan masjid baru di negeri ini sedang semakin tinggi. Sedikitnya terdapat 200 masjid yg tengah dikonstruksi waktu ini.

Arsitektur Masjid Schwetzingen

Masjid Schwetzingen merupakan bangunan terbesar pertama yg mengedepankan gaya arsitektur oriental pada sebuah negeri berbahasa Jerman. Pigage (oleh arsitek) menggabungkan elemen-elemen dari arsitektur Islam Moor menggunakan eksotisme dari kisah-kisah dongeng Seribu Satu Malam.

Tak hanya sebatas itu. Oleh oleh arsitek, Masjid Schwetzingen pula dirancang & dibangun menggunakan menggunakan konsep taman. Karenanya masjid ini menjadi masjid taman pertama yg dibangun dalam abad ke-18, dan hingga kini masih berdiri megah pada daerah Eropa. Taman yang berada pada sekeliling bangunan masjid mengadopsi konsep taman-taman di Turki.

foto dari ulli1105 di Flickr

Pesona arsitektur Timur secara jelas telah mampu ditangkap manakala pengunjung melihat bagian luar menurut bangunan Masjid Schwetzingen. Pengaruh arsitektur Timur ini semakin tampak jelas, waktu memasuki bagian tengah masjid, yg berbentuk kubah bundar , yang diapit oleh ruangan-ruangan berbentuk persegi. Gaya oriental juga tampak kental dalam interior masjid, dengan penggunaan mosaik marmer dalam lantai pada ruang bagian tengah.

Bagian langit-langit masjid dihiasi dengan ornamen dari bahan plesteran. Di bagian tengah bangunan masjid ini terdapat ruangan khusus bagi para imam masjid. Keberadaan ruang khusus ini semakin memperkuat kesan bahwa bangunan ini pada masa lalu pernah difungsikan sebagai tempat ibadah.

foto dari an-gy di Flickr

Sedangkan permukaan dinding masjid bagian pada dihiasi dengan lukisan dan sepuhan emas. Kutipan ayat-ayat Alquran mampu kita jumpai dalam bagian atas dinding masjid bagian luar dan di langit-langit kubah. Untuk mencapai bagian teras depan masjid, kita harus melewati sejumlah tiang pilar yang dari kejauhan tampak terlihat misalnya memainkan siluet bayangan & cahaya secara bergantian.

Seperti bangunan masjid lainnya yang dibangun pada masa pemerintahan Turki Utsmani, Masjid Schwetzingen juga dilengkapi dengan bangunan menara yang menghiasi kedua sisi bangunan masjid. Sudah menjadi ciri khas menara masjid masjid bergaya turki Usmani bahwa sebuah menara dibuat selansing dan setinggi mungkin, sayangnya menara Masjid Schwetzingen ini tertutup bagi kunjungan wisatawan. Pengunjung tidak diperbolehkan untuk menaiki anak tangga yang menuju ke puncak menara.

Foto foto Masjid Schwetzinger

foto dari Zeki Öztürk di Flickr

foto dari mainufo di Panoramio

foto dari samous di Panoramio

Pemandangan yang begitu indah ketika bunga bunga sakura bermekaran

di taman masjid (foto dari Blau Clemens di Panoramio)

Foto dari mainufo di Panoramio

Referensi

Republikadi istana schwetzingen berdiri masjid indah

Germany-tourism - Schwetzingen Castle Mosque - a building long in the planning

Majalah Alkisah – Masjid Schwetzingen berdiri demi toleransi

Sunday, June 21, 2020

Jerman Izinkan Adzan Masjid dengan Pengeras Suara

Salah satu kota pada Jerman - kota Rendsberg, membolehkan masjid di sana buat menyuarakan panggilan adzan lewat pengeras bunyi, meskipun menerima penentangan berdasarkan sebagian masyarakat di kota tadi..

Walikota Rendsberg Andreas Breitner yang dari menurut partai sosialis demokratik menyatakan bahwa nir ada alasan hukum untuk melarang umat Islam dengan masjidnya menyuarakan adzan lewat pengeras suara.

Proyek suara adzan lewat pengeras suara ini sendiri pula pada dukung sang Islamic Center yg mengelola masjid di kota itu, meskipun di bawah bayang-bayang kritikan dan kecaman dari sekelompok warga yang pungkasnya merasa terganggu dengan bunyi adzan yg berkumandang lima kali sehari.

Kelompok warga di kota Rendsberg yang menentang diperbolehkannya suara adzan menurut masjid lewat pengeras suara, telah melakukan kampanye penolakan mereka, dan sejauh ini mereka sudah mengumpulkan lebih dari 800 tanda tangan masyarakat yang menolak bunyi adzan tersebut, misalnya dilaporkan AFP.

Walikota Rendsberg menyatakan sebuah kajian membuktikan bahwa bunyi adzan yang dianggap sekelompok masyarakat mengganggu itu, ternyata nir lebih berisik berdasarkan suara siaran televisi atau radio juga burung-burung berkicau, pungkasnya menegaskan.

Dia menambahkan: "Warna kulit dan perbedaan ras atau kepercayaan , nir terdapat interaksi & memainkan peran apapun dalam pengambilan keputusan yg membolehkan suara adzan lewat pengeras suara. Dan kami relatif puas dengan hal itu."

Masjid pada kota Rendsberg berdiri pada wilayah yang berpenduduk 28 ribu orang, terletak 100 km berdasarkan kota Hamburg. Masjid yang diresmikan dalam isu terkini gugur tahun 2009 ini sendiri adalah masjid terbesar pada Schlewig-Holstein menggunakan memiliki menara dengan tinggi 26 meter.(fq/imo)

Era Muslim

Monday, June 15, 2020

Jerman Tutup Masjid Hamburg Dicurigai Sebagai Tempat Rekrutimen

Polisi merazia masjid Taiba di Hamburg & menyita sejumlah barang-barang termasuk komputer. Setelah melakukan razia, Polisi Jerman secara resmi menutup sebuah masjid di Hamburg yg dituduh dijadikan tempat merekrut gerombolan garis keras.

Polisi merazia masjid Taiba Senin dan menyita sejumlah barang-barang termasuk komputer. Mereka jua melarang sebuah asosiasi budaya yang mengoperasikan masjid itu, melakukan penggeledahan terhadap tempat tinggal pemimpin organisasi dan menyita aset-aset mereka. Tak ada penangkapan yg dilaporkan.

Penguasa Hamburg menyampaikan masjid ini telah diintai buat saat yang usang. Sembahyang Jumat disini umumnya menghadirkan sekitar 200 orang. Para pejabat keamanan berkata para pemimpin masjid ini mempergunakan lokasi ini untuk me-radikalkan pengikut mereka agar mendukung kekerasan.

Pejabat mengungkapkan 10 orang Muslim yang bersembahyang di masjid ini dicurigai ikut training di kamp-kamp Asia Selatan dan Tengah tahun kemudian. Satu berdasarkan tersangka dituduh bergabung menggunakan Gerakan Islamis radikal Uzbekistan.

sourcer : Sabili

Asal SEO

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done