Islami Pedia: Masjid di Belanda
News Update
Loading...
Showing posts with label Masjid di Belanda. Show all posts
Showing posts with label Masjid di Belanda. Show all posts

Sunday, October 11, 2020

Masjid Al-Aksa, Bekas Sinagog Kota Den Haag

[foto] Masjid Al-Aksa atau Al-Aksa Mecida di kota Den Haag, Belanda, awalnya merupakan sebuah Sinagog Abad ke 19 yg lalu di ubah sebagai masjid oleh komunitas muslim Turki pada Den Haag.

Perkembangan Islam di Belanda memang cukup pesat. Komunitas Indonesia dan muslim dari beberapa Negara yang pernah sebagai wilayah jajahan negeri kincir angin tersebut turut meramaikan komunitas muslim disana semenjak usang. Masjid masjid telah bertaburan di aneka macam kota disana, berbagai organisasi Islam juga telah berdiri menjadi motor penggerak dakwah Islam disana. Begitupun pada bidang pendidikan, Tahun 2010 kemudian, Universitas Islam Belanda telah menerima pengakuan resmi dari pemerintah setempat menjadikannya sebagai Universitas Islam terkemuka pada Eropa.

Khusus di kota Den Hag yang merupakan ibukota Negara, Komunitas muslim Indonesia telah sejak lama mengukir sejarah disana dengan membeli sebuah bangunan Gereja Immanuel yang telah lama sepi jemaah terpakai dan mengubahnya menjadi Masjid Al-Hikmah yang dikelola oleh Muslim Indonesia. Keseluruhan dana pembelian dan alih fungsi bangunan tersebut di danai oleh Bapak H. Probosutejo.

Terselip diantara gedung gedung di sekitarnya.

Di kota Den Hag jua ada sebuah masjid menggunakan gaya arsitektur yg cukup unik lantaran memang sebelumnya merupakan sebuah Sinagog Yahudi yang lalu pada alih fungsi sebagai Masjid oleh komunitas muslim Turki disana. Sampai tahun 1974 bangunan tadi masih berfungsi sebagaimana peruntukannya sebagai loka ibadah bagi Kaum Yahudi di Den Hag hingga kemudian dijual tahun 1979 lantaran sepi jemaah.

Bangunan Sinagog Agung Yahudi tadi yg kini berada di Wagenstraat dibangun tahun 1844 merupakan galat satu bangunan bersejarah terkait menggunakan pembuangan ke luar negeri warga Yahudi di Belanda. Tak jauh menurut tempat tadi terdapat berbagai gedung & monument terkait menggunakan sejarah Yahudi di Den Hag termasuk titik berkumpulnya 14 ribu hingga 17 ribu warga Yahudi sebelum dikirim ke Kamp Konsentrasi Jerman.

Mescidi-Aksa?

Wagenstraat 103

2512 AS Den Haag, Nederland

31 70 363 4546

http://www.Mescidiaksa.Eu

Lihat Mescidi-Aksa di peta yang lebih besar

Lihat Mescidi-Aksa di peta yang lebih besar

Komunitas Muslim Turki kota Den Hag membeli bangunan tadi & lalu mengubahnya menjadi sebuah masjid yg cukup megah namun permanen mempertahankan arsitektur aslinya. Maka jadilah sebuah masjid dengan tampilan luar tetap dalam bentuk aslinya. Sebuah menara tinggi spesial Turki kemudian dibubuhi tahun 1985 di bagian masjid tersebut buat menegaskan bahwa bangunan tersebut merupakan sebuah masjid bukan lagi Sinagog.

Lokasi masjidnya yg tidak tepat berada pada tepian jalan raya tetapi agak masuk ke pada diantara jejeran bangunan sentra usaha disekitarnya membuat bangunan masjid ini kadang luput menurut pandangan. Menara tingginya yg dibangun belakangan itu relatif membantu buat memudahkan menemukan masjid ini seakan memberi memahami siapa saja mengenai keberadaaannya.

Mimbar & mihrab masjid Al-Aksa Den Haag.

Seperti kebanyakan masjid pada Belanda, Masjid Al-Aksa ini pula terbuka bagi siapa saja yang berkenan buat berkunjung termasuk kunjungan dari non muslim yg sekedar ingin berkunjung melihat estetika interiornya yg telah berubah total ke dalam rancangan masjid khas Turki apalagi berkunjung untuk menerima kabar ke-Islaman, pengurus masjid ini dengan ramah akan menemui para pengunjungnya.

Bangunan masjid ini dibagi ke dalam 2 area. Masing masing adala area sholat primer buat jemaah pria terdapat pada lantai dasar sedangkan area spesifik untuk jemaah perempuan ditempatkan di lantai mezanin. Masuk ke dalam masjid ini sama sekali tak ada lagi bekas pernak pernik sebuah Sinagog selain dari bentuk luarnya yang masih dipertahankan. Hamparan sajadah merah mendominasi suasana pada pada masjid ini.

Interior Masjid Al-Aksa.

Mihrab menggunakan rancangan spesial Turki penuh dengan ornamen dalam warna biru berdiri bersebelahan menggunakan dua mimbar pada sisi kiri dan sisi kanan. Mihrab utama dibangun cukup tinggi berdasarkan bahan kayu berukir sedangkan mimbar yg lebih kecil diletakkan pada sisi kiri mihrab sebagai loka muazin melantunkan azan dan ikomah. Kemegahan interior masjid masjid Turki cukup terasa di pada masjid ini meski tidak seramai dan semegah masjid masjid Istambul yang memang semenjak awal dibangun sebagai masjid.***

Referensi

globosapiens.net - travel-tip-al-aqsa-mosque

thehaguephotojournal - signposts to the history of the jewish quarter

Baca Juga

Masjid Al-Hikmah, Masjid Komunitas Muslim Indonesia di Belanda

Masjid Essalam, Rotterdam, terbesar di Belanda

Thursday, July 30, 2020

Masjid an-Nashr Rotterdam, Belanda

Penampilan Masjid An-Nashr Rotterdam, negeri Belanda ini sama sekali tidak seperti menggunakan bangunan masjid yang umumnya kita kenal, lebih mirip dengan sebuah bangunan biasa pada tengah kota Rotterdam.

Masjid An-Nashr adalah keliru satu masjid akbar di kota Rotterdam yang dikelola sang muslim Maroko pada Negeri Belanda. Masjid ini bukanlah satu satunya di kota terbesar kedua pada Belanda itu. Rotterdam memang dikenal menjadi kota paling ramah terhadap muslim pada Eropa, bahkan walikotanya pun dijabat sang seorang muslim. Rotterdam pula dikenal menjadi kota menggunakan penduduk imigrannya yang sangat tinggi, sekitar 47% penduduk kota Rotterdam adalah para imigran, sekaligus pula berakibat Rotterdam menjadi kota dengan imigran muslim terbesar pada Belanda, bahkan mungkin pula pada Eropa.

Kurang lebih 13%, sumber lain bahkan menyebut angka 25% masyarakat Rotterdam beragama Islam, labih fantastis lagi bahkan beberapa media menyebut bahwa di tahun 2020 muslim merupakan mayoritas di Rotterdam. Tidak sulit buat menemukan makanan halal disana. Walikota Rotterdam ketika ini beragama Islam. Beliau adalah Ahmed Aboutaleb, masyarakat Belanda yang memiliki garis keturunan Maroko yg menjadi walikota Rotterdam semenjak bulan Januari 2009. Beliau merupakan satu?Satunya walikota muslim di negeri Belanda.

Di Rotterdam, kita menggunakan mudah menemukan masjid yang poly beredar di seluruh penjuru kota. Namun, poly masjid yang nir tampak sebagai masjid, karena bangunannya berupa apartemen yg menyatu menggunakan tempat tinggal -tempat tinggal , apartemen, atau tempat kerja di sekelilingnya. Hanya satu dua masjid saja yg tampak sebagai masjid, misalnya adanya menara dan kubah khas masjid. Pendatang baru mungkin akan kesulitan mencari lokasi-lokasi masjid tersebut, meskipun sebenarnya terdapat pada mana-mana.

Moskee An-Nasr

Van Cittersstraat 55a, 3022 LH Rotterdam, Belanda

Telepon: 31 10 478 1253

Directions:       From Rotterdam Central Station take bus no 38. Stop at beukelsdijk bus stop. take a walk about 4 bloks to the west.

Masjid-masjid tersebut dikelola oleh warga keturunan Turki, Maroko, Pakistan, Somalia, Boznia atau Indonesia. Uniknya, sebagian masjid pada Rotterdam dulunya merupakan bangunan bekas gereja yang lalu beralih fungsi menjadi masjid. Oleh karena itu, poly bangunan masjid di Rotterdam berdasarkan luar tampak seperti bangunan gereja, gedung, atau rumah biasa, salah satunya merupakan Masjid An-Nashr yang sebelumnya jua adalah sebuah gereja.

Berawal dari Sebuah Gereja

Masjid An-Nashr dulunya merupakan sebuah gereja ?Reformed Church? Yg kemudian dibeli oleh komunitas muslim Rotterdam ditahun 1982 seharga 1/2 juta Euro & kemudian direnovasi dan pada-ubah-suaikan sebagai masjid. Ditahun 2010 sebuah proyek renovasi akbar besaran di umumkan oleh pengelola masjid pada dukung oleh sejumlah LSM buat saling membantu & bekerja sama menggunakan yayasan masjid dalam renovasi & perluasan yang akan memakan porto lebih berdasarkan sepuluh juta Euro. Upaya tersebut adalah usaha buat mewujudkan Masjid an-Nashr pada kota Rotterdam pada penampilan barunya.

Panitia pembaharuan masjid berkeinginan untuk menjadikan masjid tersebut sebagai masjid terbesar di benua Eropa, serta ingin menambahkan bangunan-bangunan lain untuk  penyempurnaan fungsi masjid sebagai lembaga sosial dan kebudayaan di samping fungsinya sebagai tempat peribadatan. Ali At-Tasyi, Direktur Yayasan Masjid An-Nashr menjelaskan bahwa masjid mengalami pembaharuan dalam penampilan dan pelebarannya setelah beberapa pihak tertentu pada tahun-tahun terakhir ini menutup sebagian lokasi masjid karena rapuh dan hampir runtuh.

Papan nama masjid Rotterdam ini satu satunya petunjuk bahwa gedung dipertigaan jalan ini adalah bangunan masjid. Itupun bagi mereka yg mampu membaca aksara Arab gundul.

Masjid Terbuka

Masjid An-Nashr & masjid masjid di Rotterdam membuka diri bagi kunjungan menurut pihak manapun termasuk berdasarkan para mahasiswa non muslim. Seperti yg terjadi dalam 1 April 2005 waktu 30 mahasiswa Katholik melakukan kunjungan ke Masjid An-Nahsr. Dalam kunjungan tersebut mereka diterima & dipandu eksklusif oleh Imam masjid.

Masjid An-Nashr & Gaya Belanda Menghargai Ulama

Namanya Khalil el-Moumni, beliau adalah imam Masjid An-Nasr. Beliau dikenal dengan perilaku & pernyataannya yang keras menolak Homoseksual, yg disampaikan pada setiap kesempatan termasuk pada acara wawancara pada saluran televisi.

Sikap tadi menuai kontroversi mengingat pada Negeri Belanda, Homoseksual itu diperbolehkan oleh negara, tidak pelak dia mendapatkan kecaman dan protes berdasarkan banyak sekali pihak. Sampai ahirnya beliau pada jerat menggunakan Undang undang anti diskriminasi & dihadapkan ke meja hijau pada bulan Desember 2001.

Di pada Masjid An-Nashr, sangat lega.

Namun yg terjadi lalu justru sesuatu yg sangat mengejutkan banyak pihak. Pada tanggal 4 April 2002, pengadilan Rotterdam mengumumkan keputusannya dan menyatakan bahwa meskipun pernyataan Khalil-el-Mournmni melakukan tindakan subordinat tetapi hal tersebut diperkenankan dengan dasar kebebasan mengekspresikan ke-agamaan, karena (sikap beliau) tersebut pada dasarkan kepada Al-Qur?An & Kitab lainnya.

Kemenkumham Belanda tidak terima keputusan tadi dan pulang mengajukan somasi & lagi lagi ditolak oleh pengadilan Rotterdam dalam lepas 18 November 2002. Yah. Begitulah Gaya Belanda Menghormati Ajaran Agama meskipun harus menabrak undang undangnya sendiri.***

Referensi

https://en.Wikipedia.Org/wiki/Khalil_el-Moumni

http://www.Expatica.Com/nl/news/Anti-gay-Rotterdam-imam-retires_138523.Html

http://www.Dream.Co.Id/jejak/inilah-kota-paling-ramah-muslim-pada-eropa-150907s.Html

http://www.Qiblati.Com/majalah/sebuah-gereja-pada-belanda-berubah-menjadi-salah -satu-masjid-terbesar-di-eropa,detail-20-311

http://www.Republika.Co.Id/warta/shortlink/81308

http://www.Refdag.Nl/opinie/minder_over_meer_met_moslims_spreken_1_114376

Monday, July 13, 2020

Masjid Komunitas Muslim Indonesia di Den Haag, Belanda (Bagian I)

Masjid Al-Hikmah Masjid Komunitas Muslim Indonesia pada Den Haag, Belanda

Resminya masjid ini bernama Masjid Al-Hikmah terletak di Heeswijkpein, Moerwijk kota Den Haag, Negeri Belanda. Berdirinya Masjid Al-Hikmah memperpanjang formasi jumlah masjid pada Belanda. Pada 1990 saja, jumlah masjid sudah mencapai 300 pada seluruh Belanda. Masjid Al-Hikmah ini pula bukan masjid pertama yang didirikan oleh Muslim Indonesia atau muslim yang mempunyai keterikatan menggunakan Indonesia pada Belanda. Sebelumnya telah terdapat Mushola Al-Ittihad pada Daguerrestr No 2 Den Haag, dan Masjid Maluku An-Nur pada Balk yang didirikan sang muslim mantan pasukan KNIL di tahun 1950-an.

Dari sudut manapun kita memandang masjid Al-Hikmah yang -

dikelola PMME ini sama sekali tak berbentuk seperti masjid yang

biasa kita kenal.

Menjadi cukup menarik karena sebelumnya di blog ini juga di postingan sebelumnya kita telah mengulas masjid Indonesia di New York City, Amerika Serikat yang memiliki nama yang sama dengan masjid Indonesia di Den Haag ini. Sama sama bernama Masjid Al-Hikmah. Masjid Al-Hikmah di Den Haag ini dikelola oleh PPME berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag. Masjid Al-Hikmah tak hanya di ramaikan oleh warga Indonesia tapi juga turut diramaikan oleh kaum muslimin dari berbagai warga negara di Den Haag termasuk dari Turki, Maroko, dan muslim Belanda, terutama di sholat jum’at dan dua sholat hari raya.

Lokasi Masjid Al-Hikmah, Den Haag

Mesjid berlantai dua ini berada persis di seberang jalur trem 16 menuju Wateringen. Berikut alamat lengkap masjid ini menurut foursquare. Berkat petunjuk dari situ situ juga kutemukan lokasi masjid ini di google maps. Maklum karena situs resmi PPME sendiri tak mencantumkan peta masjid ini. (please feel free to feed back if the place i pointed is not correct)

Masjid Al-Hikmah

Heeswijkplein 170-171

btw Medlerstraat & Heeswijkplein

Den Haag, The Netherlands

Lihat Peta Lebih Besar

Sejarah Masjid Al-Hikmah, Den Haag

Masjid Bekas Gereja Immanuel. Wakaf H. Probosutedjo

Dari luar, bangunan itu tidak mirip dengan masjid umumnya. Rumah panjang bertingkat dua, tanpa kubah. Suasana masjid baru terlihat ketika masuk ke dalam. Ada mihrab dan bentangan sajadah. Masjid Al-Hikmah di Heeswijkpein, Moerwijk kota Den Haag itu awalnya adalah gereja Immanuel.

Pada akhir 1995, di saat umat Islam Indonesia berupaya keras mengumpulkan dana untuk mendirikan masjid, setelah musholah Al-Ittihad tidak dapat lagi menampung jamaah yang terus bertambah. Adalah Bapak H. Probosutedjo, pengusaha Indonesia, yang membeli gereja tersebut seharga sekitar 1.350.000 golden dan mewakafkannya atas nama kakaknya RH Haris Sutjipto, yang wafat di Leiden, Desember 1995 setelah dirawat di kota itu.

Susana di deopan Masjid setelah Sholat Idul Fitri (foto dariBudi Adi Tirta di flickr)

Masjid itu diserahterimakan Pak Probo untuk umat Islam pada 1 Juli 1996 atau 15 Safar 1417 H. Awal mulanya masjid ini akan diberi nama Al-Ikhlas, tapi kemudian oleh Probosutedjo nama itu diubah dengan nama Al Hikmah. Pemilihan nama ini langsung disampaikan oleh Probo saat meresmikan masjid ini.

Dipilihnya bekas bangunan gereja untuk masjid ini tak lepas dari permasalahan tidak mudahnya mendirikan bangunan baru di Belanda, sementara ketika itu banyak gereja yang tidak lagi difungsikan dan dijual kepada umum. Menurut Ahmad Nafan Sulchan, salah seorang pendiri PPME, masyarakat sekitar gereja lebih senang gereja itu dijadikan masjid daripada digunakan untuk kepentingan lain, diskotik misalnya. Gereja Immanuel itu kini menjadi masjid. Lantai bawah digunakan untuk pengajian dan kegiatan remaja Islam. Lantai atas untuk shalat. Pada Ramadhan, masjid Al-Hikmah dipenuhi warga Indonesia, yang diperkirakan lebih 5.000 orang.

Interior Masjid Al-Hikmah, Den Haag. Interior masjid ini memang minim dekorasi.

di bagian ujung terlihat kaligrafi khas Aceh yang dipasang menghias masjid. (foto dari PPME)

Masjid Al-Hikmah Den Haag ini merupakan berkah sendiri bagi muslim Indonesia di Den Haag, mengingat sekarang kini tersiar kabar bahwa pemerintah Belanda sudah mengeluarkan aturan yang melarang penjualan gereja tak terpakai untuk di ubah menjadi masjid. Gereja gereja tak terpakai di arahkan untuk di alih fungsi menjadi perkantoran ataupun tempat tinggal. Lagipula bila pembelian gedung dilaksanakan saat ini, sudah pasti harganya sudah jauh melambung tinggi.

Proses renovasi gereja menjadi masjid

Karena bangunan awalnya adalah sebuah gereja yang dilengkapi dengan mimbar gereja serta balkon, maka terlebih dulu dilakukan beberapa renovasi. Bahkan lantainya dulu tidak rata karena dibuat miring untuk jemaah gereja. Seperti gedung teater. Karena itulah dilakukan renovasi. Lantai dua yang kini biasa digunakan untuk salat Jumat, Tarawih, sekaligus Idulfitri, diratakan dengan cara ditutup gabus khusus. Bahkan pemanas ruangan berada di bawah lantai sehingga saat winter (musim dingin), suhu ruangan tetap hangat bagi jemaah. Selain merenovasi lantai, Masjid Al Hikmah juga berbenah agar terlihat lebih Islami sebagai tempat ibadah umat muslim.

Kaligrafi karya Ustadz Ali Mahfud di Masjid Al-Hikmah Den Haag

(foto daridutakaligrafi)

Pendirian bangunan di Belanda memang tak mudah, jangankan untuk mendirikan bangunan baru ataupun mendirikan masjid, untuk sekedar membuat lukisan kubah disetiap jendela masjid Al-Hikmah ketika dalam renovasi untuk mengubahnya dari sebuah gereja menjadi bangunan yang layak untuk sebuah masjid, takmir masjid harus meminta izin kepada pihak pemerintah kota atau Gementee. Bahkan gambar kubah yang akan dipakai juga harus disetujui terlebih dahulu. Tidak boleh sembarangan menambah apa pun yang terlihat di luar bangunan masjid.

Selain itu, bila di kampung-kampung di Indonesia, sering terdengar lantunan ayat-ayat suci Alquran dari pengeras suara di surau-surau dan masjid masjid, maka di Belanda, kita tidak akan pernah mendengarnya. Masjid memang tidak diperkenankan memasang pengeras suara di luar. Pengeras suara hanya ada di dalam ruangan. Di tahun 2009, interior masjid Al-Hikmah diperindah dengan lukisan kaligrafi karya kaligrafer Indonesia KH Ali Mahfudz Suyat MA yang sengaja di datangkan ke Den Haag Belanda untuk memperindah Masjid tersebut. Beliau juga yang kemudian menjadi imam dan khatip sholat Idul Fitri di Masjid Al-Hikmah tahun 2009.

Berikut ini video sekilas Masjid Al-Hikmah Den Haag

Foto foto Masjid Al-Hikmah, Den Haag

Jemaah Sholat Ied di Masjid Al-Hikmah yang membludak hingga keluar masjid

(foto dari wartakota)

Susana diluar masjid di cuaca musim gugur setelah sholat ied (detikfoto)
Sebelum Sholat Idul Fitri dilaksanakan Panitia masih melakukan penerimaan Zakat

Mal dan Zakat Fitrah (detikfoto)

Jemaah idul fitri yang membludak di dalam masjid (detikfoto)
Muslimah Indonesia di Den Haag, Belanda

Lanjutkan membaca ke bagian II

----------ZZZ----------

Baca Juga Artikel Masjid Masjid Indonesia di Luar Negeri Lainnya

IMAAM Center, Masjid Indonesia di Amerika (bagian pertama)

IMAAM Center, Masjid Indonesia di Amerika (bagian kedua)

Masjid Al-Hikmah, Masjid Indonesia di New York City

Masjid Daarut Tauhiid Indonesia di Gaza Palestina

Masjid As-Salam, Masjid Indonesia di Wina – Austria

Masjid Komunitas Muslim Indonesia di Den Haag - bagian I

Masjid Komunitas Muslim Indonesia di Den Haag - bagian 2

Masjid Al Falah, Masjid Indonesia di Berlin, Jerman

Masjid Istiklal Indonesia di Bosnia & Herzegovina

Masjid Aceh di Pulau Pinang – Malaysia

Masjid Islamic Society of Papua New Guinea

Friday, July 10, 2020

Masjid Essalam, Rotterdam, terbesar di Belanda

Masjid Essalam Rotterdam (foto dariAjib.fr)

Masjid Essalam atau Assalam di kota Rotterdam, Belanda ahirnya terselesaikan dibangun dan diresmikan penggunaannya dalam hari Jum?At 17 Desember 2010 kemudian selesainya melalui sebuah bepergian teramat panjang dalam pembangunannya. Proses pembangunan masjid ini sempat terbengkalai akibat pertikaian internal panitia pembangunan, kontradiksi berdasarkan kelompok yang anti pembangunan masjid disana, hingga ke perkara finansial. Kini setelah masjid tadi terselesaikan dibangun dan diresmikan, sebagai masjid terbesar di kawasan benua Eropa bagian barat.

Rotterdam, merupakan salah satu kota di Eropa yang paling ramah bagi muslim. Dengan jumlah presentase 40% dari 585,000 penduduk Rotterdam (data tahun 2009), Rotterdam bukan hanya dipimpin oleh Ahmed Aboutaleb, walikota muslim pertama di Rottherdam, beliau merupakan warga Belanda keturunan Maroko, tetapi telah menjadi kota imigran muslim terbesar di Belanda. Inilah salah satu keuntungan seorang muslim di Rotterdam, di kota ini, terdapat cukup banyak kios daging halal, masjid, dan organisasi keIslaman setempat.

Alamat & Lokasi Masjid Essalam Rotterdam

Vredesplein

3074 Rotterdam, Belanda

Lihat Peta Lebih Besar

Sejarah Pembangunan Masjid Essalam Rotterdam

Pembangunan dimulai tahun 2003 & direncanakan berlangsung selama dua tahun buat diresmikan & digunakan tahun 2005, tapi panitia pembangunan menyampaikan bahwa pihak oposisi sayap kanan-jauh telah menahan proyek tadi. Setelah 5 tahun ditunda karena menemui hambatan menurut politisi sayap kanan, perseteruan internal pengurus hingga masalah pendanaan, ahirnya diresmikan tanggal pada hari Jum?At 17 Desember 2010

Masjid yang dibangun dengan dua buah menara yang menjulang setinggi 50 meter (164-kaki) ini dapat menampung 3.000 jama'ah dan akan menjadi masjid dan Islamic centre terbesar di negeri Belanda, kata kepala administrator masjid, Abdelrazak Boutaher. Pembangunan masjid Essalam secara keseluruhan menghabiskan dana sebesar 4 juta Euro.

Masjid Essalam Rotterdam (foto dariEric Offereins diskyscrapercity)
Penyelesaian pembangunan Masjid As-Salam Rotterdam ini tak terlepas dari bantuan Yayasan Amal Al-Maktoum, sebuah yayasan amal milik Sheik Dubai, Sheikh Hamad bin Rashid Al-Maktoum, yang kemudian menempatkan satu orang dari yayasannya masuk dalam jajaran kepengurusan masjid tersebut. Al-Maktoum mengambil alih pembiayaan penyelesaian pembangunan masjid ini setelah sekian lama terbengkalai karena beberapa permasalahan yang disebut di awal, termasuk ancaman dari dewan kota yang meminta masjid tersebut agar segera diseleaikan atau dihancurkan.

Sengketa, kurang dana, dan mundur 6  tahun dari rencana

Pembangunan masjid besar ini sempat memicu ketegangan antara komunitas muslim yg hampir mencapai satu juta orang pada Belanda menggunakan penduduk pribumi Belanda. Pembangunan masjid ini memang bersamaan dengan planning pembangunan masjid di Amsterdam, yg kemudian memicu penolakan.

Masjid Essalam Rotterdam (foto dariFerry Bijl diFlickr)

Meski demikian menggunakan segala pertimbangan dewan kota Rotterdam mengijinkan pembangunan masjid tersebut meski gelombang protes menurut kelompok penentang tak pernah berhenti. Angka penduduk imigran pada Belanda ditengarai sudah mencapai nomor 25% dari keseluruhan populasi Belanda. Dan fenomena bahwa sebagian besar imigran terebut adalah muslim sebagai salah satu pemicu ketakutan akan berubahnya negeri kincir angin itu sebagai sebuah negeri menara.

Masjid Essalam Rotterdam (foto dari kasem dipanoramio)
Pihak lain menyebut bahwa penolakan yang datang dari penentang pembangunan masjid tersebut terlebih pada kesalahpengertian pada bangunan masjid. menurut mereka semestinya bangunan masjid tidaklah harus selalu dengan design masjid pada umumnya yang mengedepankan simbol simbol Islam, dengan kubah dan menara yang sangat mencolok seakan ingin mengubah pemandangan seluruh kota, dan dianggap tidak cocok dengan kota Rotterdam.

Sementara pihak lain nya menyebut bahwa, muslim Belanda juga mempunyai hak untuk menerangkan jati diri mereka, menunjukkan identitas berdasarkan negeri mana mereka berasal meski kini mereka telah menjadi bagian dari Belanda. Pemberi dana masjid Es-salam sendiri, pernah mengungkapkan bahwa masjid yang mereka danai sangat cocok dengan pemandangan pada Rotterdam, karena bila Anda tidak melihat kubah dan menara-menaranya, maka akan sangat mirip dengan gedung Kotapraja Rotterdam.

Berikut ini anda bisa menikmati kemegahan masjid Essalam Rottherdam di steet View Google Earth. Silahkan pada putuskan sendiri apakan masjid tadi tidak senada dengan kota Rotterdam ?.

View Larger Map

Permasalahan pembangunan masjid ini memuncak di awal tahun 2010 lalu ketika dewan kota Rotterdam mengingatkan kepada panitia pembangunan masjid bahwa batas ijin akan segera berahir,  dan bila tidak segera diselesaikan dengan sendirinya ijin untuk masjid tersebut pun akan di cabut, artinya bangunan yang belum selesai tersebut harus dihancurkan. Tekanan hebat datang terutama dari Liveable Rotterdam, partai terbesar di kalangan kulit putih Rotterdam.

Pertarunga menjadi lebih pelik ketika jemaah pun mulai mempertanyakan tentang begitu lambannya penyelesaian pembangunan masjid terebut & kecewa menggunakan ketidak terbukaan para pengurus pada jemaah. Abdelrazak Boutaher selaku kepala eksekutif pelaksana pembangunan waktu itu menyampaikan bahwa pembangunan masjid tersebut masih membutuhkan dana sebanyak dua.6 juta euro lagi.

Masjid Essalam ketika dalam tahap ahir penyelesaian [foto dariurbika]

Perselisihan antara panitia pembangunan masjid dengan jemaah nya ini berujung ke pengadilan. J.C. Debije mewakili pengurus masjid melaporkan 5 jemaah masjid tadi yg melakukan kritik pedas dan meminta penjelasan tentang pembangunan masjid & menolak bantuan dana berdasarkan Almaktoum Dubai.

Masjid Essalam Rotterdam (foto dari Eric Offereins diskyscrapercity)

Pembangunan masjid Essalam ini diprakarsai dan pada laksanakan oleh komunitas Islam keturuanan Maroko pada Rotterdam. Sangat dimengerti bila lalu diantara jemaah ada yang menolak hegemoni berdasarkan Dubai. Lima jemaah yang menolak dana dari Almaktoum tadi mengatakan bahwa mereka & muslim maroko mampu menanggung keseluruhan dana pembangunan tersebut menggunakan keterbukaan dari panita tanpa harus meminta donasi menurut Al-Maktoum dari Dubai. Tetapi buat kali pertama pengadilan Rotterdam melarang jemaah mendekati tempat ibadah mereka pada kurun waktu eksklusif.

Peresmian Masjid  Assalam

Permasalahan berahir saat dana bantuan menurut Dubai sahih sahih mengalir, pembangunan masjid berlanjut sampai selesai dan ahirnya diresmikan tanggal 17 Desember 2010 oleh Walikota Walikota Rotterdam Ahmed Aboutaleb dan Alderman Hamit Karakus, perencana kota & perumahan kotapraja Rotterrdam. Ahmed Aboutaleb adalah muslim keturuan Maroko & menjadi muslim pertama yg menjadi walikota Rotterdam, sementara Alderman Hamit Karakus merupakan muslim Rotterdam keturunan Turki.

Masjid Essalam Rotterdam (foto dari Eric Offereins diskyscrapercity)
Peresmian tersebut juga dihadiri oleh Ali Thani Al Suwaidi - duta besar UEA untuk Belanda, Duta Besar Maroko untuk Belanda, Mirza Al Sayegh - direktur kantor Sheikh Hamdan dan anggota pengurus yayasan Al Maktoum, pemimpin komunitas Muslim, serta kaum muslimin Rotterdam.

Dr Hussein Halawa, penceramah Islamic Centre pada Dublin, memberikan khotbah Jumat pertama pada Masjid baru itu, mendesak kaum Muslim buat mengikuti aliran Islam moderat dan menjauhkan diri berdasarkan perbedaan. Masjid itu sekarang menjadi monumen budaya paling terkenal kedua di Rotterdam sehabis Balai Kota Dewan. Masjid seluas tiga.200 meter persegi itu mampu menampung 3000 jamaah & mendedikasikan satu lantai penuh dari tiga lantai yang terdapat buat jamaah perempuan .

Masjid Essalam Rotterdam (foto dari rnw.nl)
Arsitektur Masjid Masjid Essalam

Masjid Essalam dibangun menggunakan luas 2500 meter persegi diperkirakan bisa menampung jemaah sampai 3000 orang. Dibangun empat lantai pada atas tanah seluas 800 kaki persegi. Lantai dasar digunakan buat keperluan kegiatan non relijius termasuk toko, dapur & ruang generik buat segala aktiivitas pengurus termasuk tempat wudhlu untuk laki laki. Termasuk ruang buat tempat kerja ruang kelas, ruang imam, dan ruang makan.

Dibagian tengah ruang balkon lantai satu & lantai dua dipakai sebagai ruang sholat jemaah laki laki sedangkan lantai paling atas digunakan buat ruang sholat bagi jemaah wanita. Masing masing ruang sholat pada interkoneksi dengan void untuk menaruh penjelasan alami berdasarkan kubah yg berukuran 25 meter pada atas masjid, pada topang dengan 4 tiang utama.

ekterior masjid dirancang dengan gaya masjid Nabi di Madinah dipadu dengan gaya mamluk mesir abad ke 15. keseluruhan gedung di ditutup dengan batu alam dengan aksen warna warni batu abu abu kebiruan. Sedangkan lengkungan jendela dibuat dari batu buatan. Pintu utama masjid diletkkan di sebelah barat, ruang mihrab di sisi tenggara masjid. Rancangan masjid ini dibuat oleh arsitek Wilfried van Winden, dibawah nama Molenaar & Van Winden architects.  Van Winden sendiri berprakterk kearsitekturan dengan nama WAM architects.

Foto Foto Masjid Essalam Rotterdam

Masjid Essalam Rotterdam (foto dari newlebanon.com)

Masjid Essalam Rotterdam (foto dari Eric Offereins diskyscrapercity)

Referensi

Arrahman.com - Masjid Terbesar di Eropa Barat Diresmikan

Novite.com - Netherlands' Largest Mosque Opens Doors in Rotterdam

Nowlebanon.com -Western Europe's biggest mosque opens in Netherlands

Maktoob.com – western europe’s biggest mosque open in netherland

networkeurope.radio.cz - Anti-Muslim right-wingers say they represent Dutch public opinion

rnw.nl – masjid disalahartikan di Belanda

rnw.nl  - Rotterdam mosque: complete or demolish?

Islamineurope - Rotterdam: Mosque turns to court against critics

Pprmindonesia – suka duka shalat di rotterdam

Suaramedia.com – desain masjid timbulkan kesalahpahaman belanda

Suaramedia.com – bermacam kendala tak hentikan masjid terbesar belanda

Urbika.com – essalam mosque

Skyscrapercity - Essalam-moskee

--------------------------------------------------

Baca Juga

Masjid Indonesia di Den Haag

Masjid Agung Brussels

Masjid Islamic Center Wina

Masjid As-Salam, Masjid Indonesia di Wina

Asal SEO

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done