Islami Pedia: Masjid di Afrika
News Update
Loading...
Showing posts with label Masjid di Afrika. Show all posts
Showing posts with label Masjid di Afrika. Show all posts

Friday, October 30, 2020

La Grande de Mosque de Porto Novo – Benin

Le Grande de Mosque de Porto Novo atau Great Mosque of Porto Novo atau Masjid Agung Porto Novo, Republik Benin. Sepintas lalu bangunan tua satu ini sama sekali tak mirip dengan bangunan masjid, jauh lebih mirip dengan sebuah katedral atau gereja, karena memang dulunya dibangun meniru bangunan gereja Salvador de Bahia – Brazil. (edited foto dari Wikipedia)

Grande Mosquee de Porto Novo atau The Great Mosque of Porto-Novo atau Masjid Agung Porto Novo adalah masjid agung tua di kota Porto Novo, Ibukota Republik Benin. Masjid Agung yang lebih mirip sebuah bangunan katedral ini kadang kadang juga disebut sebagai Brazilian Mosque karena bentuknya yang memang sangat mirip dengan sebuah katedral bergaya Brazil.

Nama Porto Novo ataupun Republik Benin memang tidak populer di Indonesia, letak negara Afrika Barat satu ini memang terbentang ribuan kilometer dari Indonesia. Lokasinya berada di pantai barat benua Afrika. Bertetangga dengan Togo di sebelah barat, Nigeria di sebelah timur dan Burkina Faso serta Niger di sebelah utara. meskipun berada di pantai barat Afrika namun karena letaknya yang berada di teluk Guyana, wilayah negara Benin benar benar utuh menjulur dari utara ke selatan menghadap ke Teluk Guyana di Samudera Atlantik.

Lokasi Benin di benua Afrika

Benin  tergolong sebagai negara dengan perkembangan yang cukup lambat di dunia, di abad ke 17 hingga abad ke 19 Benin berada di bawah kekuasaan Kerajaan Dahomey, yang justru melegalkan perdagangan budak, akibatnya negara ini menjadi salah satu sentra perdagangan budak di masa perdagangan busak trans-atlantik di abad ke 17, ribuan warga negeri ini dikirim ke ‘Dunia Baru’ di benua Amerika oleh bangsa Eropa sebagai budak, saking terkenal nya kawasan ini sebagai sentra perbudakan sampai sampai pantai Benin kala itu dikenal sebagai ‘The Slave Coast” atau Pantai Budak.

Setelah praktek perbudakan dihapus, Prancis mengambil alih wilayah ini sebagai koloni baru nya dan mengubah namanya menjadi French Dahomey atau Dahomey Prancis di tahun 1872 sampai kemudian negara ini meraih kemerdekaannya 1 Agustus 1960 dan menjadi Republik Demokrasi hingga saat ini. Republik Benin Ber-Ibukota di Porto Novo meskipun pemerintahannya justru menetap di kota Cotonou yang merupakan kota terbesar di Benin.

begini bentuk utuh Masjid Masjid Agung Porto Novo - Benin dari ketinggian. Tampak Fasad depannya memang sangat mirip sebuah bangunan gereja dengan denah bangunan memanjang. (foto dari archnet)

Keseluruhan wilayah Benin sekitar 110 ribu kilometer persegi denga jumlah penduduk sekitar 9 juta jiwa. Meski telah merdeka sejak tahun 1960 negara ini cukup lamban pergerakan pembangunannya, kondisi pertikaian politik sempat mendera negara ini dan turut memperburuk perekonomiannya. Pusat kota Porto Novo sendiri yang merupakan ibukota negara, tak jauh berbeda dengan sebuah kota kecamatan di pulau Jawa dengan pasar tradisional sebagai salah satu sentra ekonomi.

Bahasa Prancis adalah bahasa resmi negara termasuk bahasa asli setempat seperti Bahasa Fond an Yoruba, sejak merdeka Benin secara resmi telah menjadi anggota PBB, Uni Afrika, Organisasi Kerjasama Islam, Zona Kerjasama dan Perdamaian Atlantik Selatan, La Francophonie, the Community of Sahel-Saharan States, the African Petroleum Producers Association dan the Niger Basin Authority.

Islam di Benin

Islam merupakan Agama terbesar kedua di Benin setelah Katolik Roma. Cukup menariknya lagi bahwa Benin mengakui kepercayaan Vodoo (dibaca Vudu) sebagai sebuah agama, dan penganut Vodoo ini menempati urutan ketiga dalam jumlah, disusul kemudian oleh penganut Kristen Protestan. Kebijakan pemerintah setempat yang mengakui Vodoo sebagai agama ini tak lepas dari kenyataan sejarah bahwa Benin sendiri dikenal dunia sebagai ‘tempat lahir’ nya Vodoo, dan lebih menyeramkannya lagi negara ini dimasa lalu memiliki sejarah yang panjang terkait dengan kepercayaan mengorbankan manusia.

Fasad bangunan Masjid Agung Porto Novo yang warni warni memberikan kesan semarak pada bangunan ini. ornamen yang ada pun tidak lazim, anda dapat melihat bintang segi enam turut menjadi ornamen di fasad bangunan masjid ini (foto dari bastina.fr)

Merujuk kepada situs CIA world fact book, rasio pemeluk agama di Benin adalah ; pemeluk agama Katholik 27.1%, Islam 24.4%, Vodoo 17.3%, Protestan 10.4% (Celestial 5%, Methodist 3.2%, lain lain 2.2%), Ajaran Kristen Lain-nya 5.3%, Lain lain 15.5% (hasil sensus tahun 2002). Islam masuk ke Benin dari arah utara negara tersebut dibawa oleh suku bangsa Hausa serta melalui perdagangan suku Songhai dan Dendi.

Hampir semua muslim di Benin merupakan Muslim Suni meski ada sebagian kecil penganut faham shi’ah. Ahmadiyah juga mendapatkan tempat di Benin, mereka mendirikan masjid di bebeberapa tempat, salah satunya adalah Masjid Ahmadi yang cukup besar dan baru diresmikan di Porto Novo tahun 2006 lalu.

Salah satu sisi dalam masjid Agung Porto Novo (foto darinicolalocalzo)

Tahun 2012 ini ada sekitar 4000 orang jemaah haji dari Benin, mereka rela mengeluarkan dana sebesar 1,9 juta Franc CFA untuk biaya perjalanan dari Benin ke Saudi pulang pergi serta biaya akomodasi selama di Saudi Arabia. Jemaah haji dari Benin ini menggunakan jasa penerbangan Ethiopian Airlines.

Sejarah Masjid Grande Mosquee de Porto Novo – Benin

Dapat dimengerti mengapa arsitektural masjid Agung kota Porto Novo ini sangat mirip dengan sebuah Katedral bergaya Brazil setelah kita membaca sejarahnya. Merujuk kepada berbagai sumber menyebutkan bahwa masjid Agung Porto Novo dibangun oleh para mantan budak Afrika yang dulunya dikirim ke Brazil di benua Amerika lalu kembali ke tanah air mereka. Tidak saja masjidnya yang unik, nama Porto Novo sendiri merupakan nama yang diberikan oleh orang Portugis, meski negara ini kemudian menjadi jajahan Prancis.

Masjid Agung Porto Novo - Benin dari samping (foto dari flickr)

Ketika mereka mulai membangun masjid ini, mereka turut mengabadikan arsitektural katedral di Brazil yang kemudian dipadu dengan seni arsitektural setempat ke dalam bangunan masjid yang mereka bangun mulai tahun 1912. Meski sumber lain menyebut bahwa masjid ini selesai dibangun pada kurun waktu 1923-1925. Hasilnya adalah sebuah bangunan masjid yang sangat impresif yang masih dapat dinikmati hingga hari ini, sebagai sebuah bangunan masjid dengan arsitektur Afro-Brazilian. Banyak pihak menyebut bahwa pembangunan masjid ini terinspirasi dari bangunan Gereja di Salvador de Bahia, Brazil yang bergaya Eropa abad pertengahan.

Sebuah bangunan masjid yang tidak saja unik tapi benar benar tak biasa. Bisa jadi orang yang tak mengenal sejarahnya akan berfikiran bahwa bangunan masjid ini adalah sebuah gereja yang kemudian dikonversi menjadi sebuah masjid, seperti ditulis oleh beberapa penulis. Namun nyatanya memang sebuah bangunan masjid yang dibangun sejak awal menyerupai sebuah bangunan gereja.

View La Grande de mosque de porto novo in a larger map

Situs architectureweek.com melaporkan bahwa pemerintah kota setempat berupaya untuk melestarikan bangunan ini sebagai warisan sejarah dan budaya kota mereka namun kerusakan yang terjadi sangat sulit untuk diperbaiki karena ketiadaan tenaga ahli dalam hal seni ukir yang memahami teknik dan pola yang sama dengan yang ada di Masjid tersebut. Ditambah lagi dengan usia bangunannya yang sudah relative tua begitu banyak detil ukiran kayu, plester serta dekorasinya yang sudah rusak dan hilang.

Lokasi masjid ini berdiri memang berada di pusat keramaian kota Porto Novo, tak jauh dari pasar yang merupakan urat nadi perekonomian di kawasan tersebut. Tampilannya yang begitu menarik dengan perpaduan aneka warna dan ornamen yang tak lazim bagi sebuah bangunan masjid. Kaligrafi Arab pada fasad depan bangunan masjid menegaskan bangunan masjid ini.

Sisi samping Masjid Agung Porto Novo - Benin (foto dariyovosed)

Imam masjid di Benin termasuk imam masjid di Masjid Agung Porto Novo inipun turut menjadi pemimpin umat selain sebagai imam sholat di masjid. Beliau memiliki otoritas dalam masalah agama Islam dan memberikan panduan bagi umat. Dia juga yang dimintai bantuan oleh muslim setempat untuk menyelesaikan perselisihan dalam keluarga hingga mengurus pernikahan warganya.

Imam juga secara otomatis mengemban tanggung jawab sebagai dewan pemilihan untuk pemilihan kepala suku tradisional mereka. Bilamana imam berhalangan, tugas beliau dijalankan sementara oleh tangan kanan imam yang bergelas Naimi.***

Referensi

cia.gov – benin

architectureweek.com  - postcard from porto novo

benin-tours.com - La Grande de mosque de porto novo

benin-tours.com – porto novo

iis.ac.uk - The Central Mosque

africapressnews.com – 4000 muslim candidates for hadj on 2012

-------------------------------

Baca Juga Artikel Masjid Masjid di Afrika Lain nya

Masjid Agung Bobo Dioulasso, Burkina Faso

Masjid King Fahd di Banjul, Gambia

Masjid Larabanga, Masjid Pertama di Ghana dan Afrika Barat

Masjid Hassan II –Casablanca, Maroko

Masjid Sidi Uqba, Biskra, Aljazair

Masjid Uqba Bin Nafi, Masjid Agung Kairouan, Tunisia

Masjid Gaddafi, Masjid Nasional Uganda

Masjid Nurul Islam, Cape Town, Afrika Selatan

Palm Tree Mosque Cape Town, Afrika Selatan

Masjid Auwal - Cape Town, Masjid Pertama di Afrika

Masjid Agung Djenne, Republik Mali

Potret Kearifan Lokal Masjid Mali

Masjid Nasional Abuja, Nigeria

Mengenal Lebih Jauh Masjid Agung Touba, Senegal

Masjid (bernama) Indonesia di Maroko

Tuesday, October 27, 2020

Masjid Nizamiye Johannesburg – Afrika Selatan (bagian-1)

Masjid Nizamiye, Johannesburg, Afrika Selatan. menghadirkan pemandangan Istambul di Kota Johanesburg.

Sekilas melihat masjid satu ini orang akan berfikir bahwa ini adalah masjid tua peninggalan Emperium Turki-Usmani. Tapi masjid ini bukan masjid tua, tapi masjid baru dan tidak berdiri di Turki ataupun di bekas wilayah Emperium Turki-Usmani manapun. Masjid megah berukuran besar dalam gaya khas Turki ini berdiri kokoh di Midrand,Johannesburg, ibukota Afrika Selatan. Bukan masjid tua tapi masjid yang benar benar baru, dan Afrika Selatan juga bukan bekas wilayah emperium Usmaniah-Turki.

Keberadaannya benar benar menghadirkan pemandangan yang tak biasa bagi kota Johanesburg. Wajar bila sejak menampakkan bentuknya selama proses pembangunan hingga selesai, masjid ini telah menjadi salah satu daya tarik tersendiri untuk dikunjungi oleh turis lokal maupun mancanegara. Masjid baru ini bernama Masjid Nizmiye atau komplek Nizamiye atau dalam bahasa Turki disebut Nizamiye Külliyesi, berkapasitas 6000 jemaah berdiri megah di atas lahan seluas 10 hektar, menjadikannya sebagai masjid terbesar di Johanesburg, Afrika Selatan dan wilayah Sub Sahara lainnya.

Masjid megah dan besar ini diibangun oleh Ali Katırcıoğlu, seorang pengusaha kaya dari Turki yang menjalankan bisnisnya di Afrika dan Amerika. Awalnya dia berencana membangun masjid ini di Amerika namun karena sulitnya mendapatkan lahan yang cocok, dia kemudian membangun masjid ini di Johanesburg atas saran dari Fethullah Gulen.

Lokasi dan Alamat Masjid Nizamiye

Nizamiya complex

Midrand, Johanesburg, South Africa

Old Pretoria Rd, Midrand 1685

Corner of K101 and Le Roux Avenue

Gauteng, South Africa

Wesite : http://www.nizamiyekulliyesi.com/kulliye/

Peresmian Masjid Nizamiye

Komplek masjid ini mulai dikerjakan pada bulan Oktober tahun 2009 lalu, dikerjakan oleh sekitar 200 orang pekerja professional. Dan pada hari Kamis 4 Oktober 2012 Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma, secara resmi membuka masjid komplek Masjid Nizamiye untuk umum. Upacara peresmian ini turut dihadiri oleh para tokoh penting dan pejabat tinggi Afrika Selatan dan Turki. Dari pemerintah Afrika Selatan hadir Gubernur Propinsi Gauteng, Nomvula Mokonyane, Menteri Pengembangan Ekonomi, Ebrahim Patel dan wakil menteri Pengembangan Ekonomi, Prof. Hlengiwe Mkhize.

para petinggi pemerintahan Turki dan Afsel, hadir

dalam upacara peresmian masjid Nizamiye.

Sementara dari pemerintah Turki hadir diantaranya adalah Menteri Perkembangan Ekonomi Turki, Zafer Caglayan, yang bertemu dengan Presiden Zuma dan Menteri Patel untuk mendiskusikan kenjasama ekonomi Turki dan Afrika Selatan. Selain itu upacara peresmian tersebut turut dihadiri oleh begitu banyak tokoh nasional Afrika selatan dari berbagai kalangan politik, ekonomi, pelaku bisnis dan budaya termasuk para pejabat diplomatik.

Mengahdirkan Arsitektur Usmaniyah di Johanesburg

Pembangunan masjid ini merupakan buah pikiran dari seorang pengusaha Turki, Ali Katricioglu, beliau yang mendanani seluruh proyek pembangunan komplek masjid ini yang dibangun sejak tiga tahun lalu dan kini menjadi land mark baru dan unik bagi kota Johanesburg (JHB). Komplek Nizamiye terdiri dari bangunan masjid, sekolah Islam, dormitory (asrama), bazaar dan pusat perbelanjaan, segera menyusul kemudian akan berdiri disana rumah makan tradisional turki dan Bakery bersama dengan Klinik kesehatan bagi masyarakat sekitar.

Arsitektural Masjid Khas Turki dengan empat menara tinggi dan lancip ini memberikan pemandangan baru bagi langit kota Jonannesburg.

Pembangunan klinik di komplek masjid ini merupakan permintaan khusus dari (mantan) Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela saat beliau ditemui oleh Katricioglu jauh sebelum proses pembangunan dimulai. Sedangkan gedung sekolahnya sudah mulai dibuka sejak 16 Januari 2012 dengan daya tampung hingga 850 siswa. Sedangkan Isakh Turan ditunjuk sebagai kepala sekolahnya.

Nelson Mandela adalah pahlawan anti apartheid Afrika Selatan, beliau juga merupakan peraih pengharaggaan Nobel perdamaian dan juga merupakan Presiden Afrika Selatan pertama dari warga kulit hitam paska runtuhnya rezim rasis apartheid di negara paling selatan benua afrika itu. Beliau menyambut baik pembangunan komplek Masjid Nizamiye tersebut.*** Bersambung...

Aerial View Masjid Nizamiye, Johannesburg.

Referensi

en.haberler.com – zuma open’s nizamiye mosque in johannesburg

alarabiya.net - South Africa opens giant Turkish

Peta masjid di afsel ::: http://www.muslim.co.za/map

indians4africa.com  - overview-of-mosques-in-johannesburg

abna.ir  - New Mosque inaugurated in South African capital of Johannesburg

-------------------------------

Baca Juga

Masjid Nurul Islam, Cape Town, Afrika Selatan

Palm Tree Mosque Cape Town, Afrika Selatan

Masjid Auwal - Cape Town, Masjid Pertama di Afrika

Monday, October 26, 2020

Masjid Nizamiye Johannesburg – Afrika Selatan (bagian-2)

Aroma Turki di Afrika Selatan. Masjid dengan arsitektur Usmaniyah Turki memang tekenal dengan kemegahan bangunannya. Kehadiran Masjid Nizamiye ini di Johanesburg memberikan suasana yang sangat berbeda dengan lingkungannya.

Arsitektural Masjid Nizamiye

Keseluruhan komplek masjid ini memang sangat unik dengan arsitekturnya yang khas Usmaniyah Turki ditengah kota Johanesburg yang dalam sejarahnya tak pernah tersentuh kekuasaan Emperium Usmani. Berbagai rancangan interior yang unik, lantai dari batu pualam, seni rancangan Ebru serta seni lukis yang semua materialnya di datangkan langsung dari Turki, termasuk keramik Blue Iznik yang digunakan pada tembok masjid.

Secara keseluruhan komplek masjid nizamiye di Johanesburg ini dirancang berdasarkan rancangan masjid Selimiye di Edirne, Turkey. Lebih tepat rancangan masjid Nizamiye ini menjiplak masjid Selimiye dengan skala 80%. Rancangan aslinya dibuat di Turki oleh Arsitek Turki, kemudian diterjemahkan oleh arsitek Afrika Selatan untuk menyesuaikannya dengan standar setempat.

Karya Mimar Sinan. Banguan masjid khas Usmaniyah dicirikan dengan kubah besar di atap bangunan utama. Kubah besar yang mendominasi ekterior maupun interior bangunan utamanya. Ciri utama berikutnya adalah menara tinggi yang dibuat seramping dan setinggi mungkin, Mirip pensil yang diraut bagian ujungnya.

Kubah besar di atap masjid menjadi fitur utama bangunannya. Kubah utama tersebut bergaris tengah 24 meter dan tingginya 31 meter. Kubah utamanya dilengkapi dengan empat semi kubah yang menempel ke kubah utama ditambah dengan 21 kubah yang lebih kecil. Keseluruhan kubah kubah masjid ini dilapis dengan timah hingga menghabiskan 48 ton bahan timah. Bagian dalam kubahnya di cat secara manual disesuaikan dengan warna dan pola karpet yang digunakan diruang utama di bawah kubah tersebut.

Empat menaranya menjulang masing masing setinggi 55 meter mendominasi pemandangan ditempatnya berdiri dan terlihat jelas dari ruas jalan bebas hambatan yang menghubungkan Ibukota negara di Pretoria ke pusat kota Johanesburg. Masing masing menara ini dilengkapi dengan tangga untuk menuju puncak menara. Sedangkan bangunan utamanya sendiri dilengkapi dengan 232 jendela yang dihias dengan kaca patri. Pihak berwenang setempat menyebut bahwa masjid ini merupakan masjid terbesar di kawasan southern hemisphere.

Berdirinya masjid baru dengan gaya Turki secara utuh di Johanesburg ini seakan akan menghadirkan Turki di tanah Afrika Selatan. Wajar bila kemudian menteri Perekonomian Turki, Zafer Caglayan yang turut hadir dalam upacara peresmian, berkata “kita tidak terpisah 1000 kilometer, karena kita sudah memiliki rumah kita disini”.

Nama Nizamiye yang diberikan kepada masjid ini berasal dari Nizam Al-Mulk, seorang pahlawan dari dinasti Seljuk yang hidup di abad ke 11 Masehi. Dengan diresmikannya komplek bangunan masjid ini diharapkan dapat membantu mempererat rasa saling pengertian dan toleransi antar pemeluk agama di Afrika Selatan, sebagaimana disampaikan oleh presiden Afrika Selatan Zuma dalam sambutannya.

Inner Court yard Masjid Nizamiye

Pelataran Tengah

Semua Masjid besar bergaya Turki dan Arabia dilengkapi dengan pelataran Tengah. halaman yang cukup luas yang biasanya dilengkapi dengan pancuran air tempat berwudhu. Sedangkan area pelatarannya sendiri dapat digunakan sebagai area sholat tambahan pada saat jemaah membludak tak tertampung di ruang dalam masjid seperti selama bulan Suci Ramadhan, Sholat Jum'at dan sholat dua hari raya.

Pelataran tengah yang kini dipakai di sebagian besar masjid masjid besar dunia pada awalnya merupakan area terbuka di kediaman para bangsawan Arab hingga Afrika utara yang memiliki tempat tinggal cukup luas, dan halaman tengah ini berfungsi sebagai bukaan ruang yang dilengkapi taman kecil sebagai pemasok udara segar ke dalam ruang rumah. Kemudian fungsi tersebut berkembang lebih luas ketika di aplikasikan ke dalam bangunan masjid.

Ruang Utama Masjid Nizamiye

Interior Masjid Nizamiye

bila anda pernah menyaksikan film Turki berjudul New York 'ta Bes Minare atau Five Minaret in New York, dalam salah satu adegan muncul sekumpulan jemaah yang sedang berzikir di dalam masjid dibawah siraman cahaya lampu yang melingkar di atas ruang utama masjidnya, pastinya anda akan sangat familiar dengan foto di atas. Foto itu adalah ruang utama Masjid Nizamiye di Johannesburg. Seperti telah disebutkan di awal tulisan bahwa bangunan  masjid ini memang menjiplak bangunan Masjid Sultan Selim di Turki dengan Skala yang lebih kecil (80%).

Rancangan interior masjid masjid besar Turki di seluruh dunia nyaris serupa, lengkap dengan lampu gantung melingkat itu, hamparan karpetnya yang selalu merah, bahkan meski tak lagi difungsikan sebagaimana aslinya, bagian dalam masjid yang baru dibangun inipun tetap dilengkapi dengan area mezanin (disebelah kanan foto) yang pada zamannya merupakan tempat khusus untuk seorang wakil imam yang menyuarakan kembali suara imam agar terdengar oleh seluruh jemaah.

Interior Masjid Nizamiye

Dalam foto di atas telihat lebih jelas keindahan dan kemegahan interior Masjid Nizamiye ini. Hamparan karpet merahnya, mezanin, mihrab dan mimbar masjid serta ornamen detil pada setiap bagian di dalam masjid ini dibuat dengan begitu teliti oleh para profesional yang sengaja didatangkan dari Turki. Sebagai sebuah negara, Turki memang memiliki warisan yang tak ternilai dari era kejayaan ke-khalifahan Usmaniyah yang merupakan ke-khalifahan Islam terahir.

Kehadiran bangunan masjid masjid dalam ukuran raksasa di beberapa negara dengan penduduk muslimnya yang minoritas kadangkala dianggap sebagai sebuah ancaman oleh berbagai pihak, namun pihak yang lainnya menganggapnya sebagai sebuah keniscayaan dalam sebuah peradaban, dimana keragaman adalah bagian dari sebuah rangkaian yang menhasilkan harmoni.*** selesai

Kembali ke Bagian 1

Referensi

en.haberler.com – zuma open’s nizamiye mosque in johannesburg

alarabiya.net - South Africa opens giant Turkish

Peta masjid di afsel ::: http://www.muslim.co.za/map

indians4africa.com  - overview-of-mosques-in-johannesburg

abna.ir  - New Mosque inaugurated in South African capital of Johannesburg

-------------------------------

Baca Juga

Masjid Nurul Islam, Cape Town, Afrika Selatan

Palm Tree Mosque Cape Town, Afrika Selatan

Masjid Auwal - Cape Town, Masjid Pertama di Afrika

Masjid Nizamiye, Johannesburg (bagian-1)

Saturday, October 10, 2020

Masjid Agung Bangui, Republik Afrika Tengah

OLD PICT. Foto lama masjid Agung Bangui, Republik Afrika Tengah, diambil dari Panoramio

Masjid Paling Berbahaya

Masjid Koudoukou atau Masjid Agung Bangui atau Bangui Mosquée Centrale adalah masjid yang berada di kawasan PK5 kota Bangui, Ibukota Republik Afrika Tengah, kawasan berpenduduk muslim di tengah kota Bangui dan menjadi daerah paling angker di kota itu sejak pecahnya perang saudara antara muslim dan Kristen di Republik Afrika Tengah. Minoritas muslim di negara tersebut sebagian besar terpaksa mengungsi ketempat yang lebih aman untuk menghindari pembantaian berdalih balas dendam. Sisanya bertahan atau lebih tepatnya terTahan dalam blokade di PK5 dalam kondisi mencekam meski diantara wilayah tersebut dengan wilayah sekitarnya sudah dibuat buffer zone dan dijaga oleh pasukan perdamaian PBB. Tindak kekerasan hingga pembunuhan terus berlanjut diantara kedua kelompok.

Muslim di PK5 tidak dapat meninggalkan tempat tersebut karena seluruh kawasan sudah di blokade dan terkepung oleh milisia Kristen mencegah mereka keluar dari daerah tersebut. 30 Nopember 2015 Paus Francis menyempatkan diri berkunjung ke masjid Koudoukou dalam upaya mengkampanyekan perdamaian dan persaudaraan antara muslim dan kristen guna mengahiri perang tak seimbang yang sudah berlangsung selama dua tahun di negara tersebut.

Masjid Agung Kota Bangui, Republik Afrika Tengah
Dalam pernyataannya kepada imam masjid Tidiani Moussa Naibi, Paus mengatakan bahwa Muslim dan Kristen adalah bersaudara dan seharusnya bersikap seperti itu. “Kristen dan Muslim dan umat agama tradisional telah hidup damai selama bertahun-tahun,” katanya. Lebih lanjut Paus menuturkan “Bersama, kita mengatakan tidak untuk kebencian, dendam dan kekerasan, terutama yang dilakukan atas nama agama atau Tuhan.”

Republik Afrika Tengah menghadapi konflik tahun 2013 ketika para pemberontak Muslim menggulingkan presiden Kristen. Ketika pemimpin pemberontak turun dari kekuasaan tahun berikutnya, reaksi cepat dan buruk terhadap warga sipil Muslim terjadi. Selama bulan-bulan awal 2014, kelompok bersenjata menyerang Muslim di jalanan, Puluhan ribu warga sipil Muslim melarikan diri ke negara tetangga Chad dan Kamerun.***

Saturday, October 3, 2020

Masjid Agung Dakar, The Dakar Grand Mosque – Senegal

Masjid Maroko di Senegal. Masjid Agung Dakar dibangun oleh pemerintah Maroko dengan rancangan masjid Maroko yang sangat kental. Bangunan masjid ini menambah khazanah arsitektur masjid di Senegal yang masing masing bangunan masjid nya memiliki bentuk yang ceritanya sendiri sendiri.

Dakar adalah ibukota negara Senegal, sebuah negara di Afrika barat yang bertetangga dengan Mauritania di utara, Mali di timur serta Guyana dan Guyana Bisau di selatan. Uniknya ditengah tengah negara Senegal ini ada negara Gambia yang wilayahnya membentang dari muara sungai Gambia hingga beberapa kilometer ke hulu Sungai. Kota Dakar berada di sebuah semenanjung yang menjorok ke arah Samudera Atlantik menjadikannya sebagai salah satu pelabuhan laut penting di kawasan tersebut.

Islam memainkan peran penting di Senegal. Sekitar 94% penduduk Senegal menganut agama Islam. Di Kota Dakar berdiri sebuah masjid yang dikenal sebagai Masjid Agung Dakar atau dalam bahasa Inggrisnya disebut The Dakar Grand Mosque dan dalam Bahasa Prancis disebut Grande Mosquée de Dakar. Merupakan bangunan religi paling penting di Ibukota negara tersebut yang berdiri megah di kawasan Allée Pape Gueye Fall. Di titik koordinat 14° 40′ 40″ N, 17° 26′ 32″ W atau 14.677778, -17.442222

Lokasi Masjid Agung Dakar – Senegal

Grande Mosquée de Dakar

Allée Pape Gueye Fall

Dakar, Republic of Senegal

Koordinat : 14° 40′ 40″ N, 17° 26′ 32″ W

Lihat Peta Lebih Besar

Masjid Agung Dakar ini juga berfungsi sebagai masjid negara, dirancang bersama sama oleh aristek Maroko dan Prancis, di resmikan pada tahun 1964 oleh Raja Hassan II dari Maroko bersama sama dengan Presiden Senegal Léopold Sédar Senghor. Gaya rancangan masjid ini mirip dengan Masjid Muhammad V di Casablanca, Ibukota Maroko. Masjid megah yang kaya dengan taburan dekorasi indah dibagian interior maupun ekteriornya. Lengkap dengan menara tunggal setinggi 57 meter.

Sejak tahun 1964 sebuah lembaga pendidikan tinggi Islam diresmikan di masjid ini dengan nama Institut islamique de Dakar atau Institut Agama Islam Dakar yang merupakan merupakan institusi publik dibawah kendali kementrian pendidikan dan Budaya Senegal didedikasikan bagi Riset dan Pengajaran Islam di negara tersebut. Institut ini memiliki sebuah perpustakaan moderen yang diberi nama Naef Ben Abdelaziz Al-Saoud secara resmi dibuka pada tanggal 9 Oktober 2004.

Menara segi empat khas Maroko di masjid Agung Dakar menyembul diantara atap atap bangunan lainnya di langit kota Dakar
Pekarangan yang luas di depan masjid akan penuh sesak oleh jamaah di hari jum'at apalagi di dua sholat hari raya
Seperti halnya masjid masjid Maroko, Masjid Agung Dakar ini juga dilengkapi dengan Pelataran tengah

----------------------------------------ooOOOoo------------------------------------------

Baca juga

Islam di Senegal

Masjid King Fahd di Banjul - Gambia

Masjid Larabanga, Masjid Pertama di Larabanga dan Afrika Barat

Masjid (bernama) Indonesia di Maroko

Masjid Hassan II –Casablanca, Maroko

Masjid Sidi Uqba, Biskra, Aljazair

Kembaran Masjid Baiturrahman Banda Aceh di Yogyakarta

Masjid Tertua di Singapura, dibangun pengusaha Palembang

Jejak Indonesia di Masjid Masjid Sri Lanka

Masjid Agung Kolombo, Warisan bangsawan Bugis di Kolombo

Friday, October 2, 2020

Masjid Rabbani Ouakam Senegal

Di teluk Ouakam kota Dakar, Masjid Rabbani dibangun oleh muslim setempat menggunakan cara gotong royong selama lima tahun lebih. Menurut legenda masjid ini dibangun atas petunjuk menurut Allah melalui mimpi tokoh muslim setempat.

Dibangun atas Petunjuk langsung berdasarkan Allah

Legenda mengenai orang kudus atau para wali bukan semata mata hanya ada pada Indonesia, di Negara Senegal yang berada di bagian barat benua Afrika pun, kisah yg sama meski menggunakan nama yg tidak sama jua terjadi dan terkenal disana. Penyebaran Islam pada Senegal tak lepas menurut peran para tokoh tokoh Sufi yang hadir pada daerah tersebut memperkanalkan Islam sejak sebelum masa penjajahan Prancis. Saat ini, hampir semua masjid masjid akbar disana mempunyai keterkaitan menggunakan salah satu tokoh Islam terkemuka disana. Salah satu yg relatif menarik adalah Masjid Rabbani atau oleh media Eropa lebih dikenal menjadi Masjid Divinity pada daerah Ouakam dipinggiran kota Dakar.

Menurut legenda setempat masjid ini dibangun atas petunjuk eksklusif menurut Allah pada Syeikh Muhamed Seyni atau biasa dipanggil Sangabi melalui mimpinya dalam malam Jum?At lepas 28 Juni tahun 1973. Disebutkan pada legenda tadi bahwa Syeikh Muhamed Seyni melihat terdapat masjid pada langit dan diperintah buat menyaksikan masjid tersebut lalu mengikutinya sampai mendarat pada bumi. Saat masjid itu mulai beranjak beliau mulai mengikuti masjid yg terbang ke pada atas desanya terus bergerak sampai ke teluk Ouakam dan turun disana. Beliau mengitari masjid tadi dan melihat Tulisan Allahu Akbar pada atas pintu besarnya yg ditulis dengan rona emas. Setelah itu masjid tadi menghilang.

Dibangun dengan Tangan

Mohamed Seyni memerintahkan pengikutnya buat menciptakan masjid tersebut pada tahun 1992. Pekerjaan dimulai tahun itu jua meski menggunakan situasi yang tidak gampang. Lokasi yg ditunjuk berada di teluk tepi laut yg sulit buat dijangkau & tidak terdapat transportasi generik yang tersedia ke daerah tadi sehingga cukup menyulitkan bagi para pengikutnya. Sebagai Khalifah menurut Tharikat yang dipimpinnya Syeikh Seyni sendiri nir memiliki relatif cadangan dana buat pembangunan masjid tadi ditambah lagi dengan kritikan dari banyak pihak yg menyampaikan ?Bagaimana mungkin seseorang yg bahkan tidak mempunyai kemampuan buat membangun rumahnya sendiri menggunakan baik, dapat membentuk masjid besar 2 lantai?. Tapi keyakinan Muhammad Seyni tak tergoyahkan, Bahwa Allah yang memberinya perintah membentuk masjid ditempat itu tidak akan menolongnya, & dia nir butuh donasi menurut siapapun termasuk menurut negara.

Para pengikut Sangabi memberikan donasi pembiayaan meskipun penghasilan mereka nir seberapa, beberapa orang kaya jua turut berpartisipasi mendanai proyek tersebut. Peletakan batu pertamanya dilakukan sang almarhum El Hadj Ibrahima Sakho (RTA), sejak itu pekerjaan pembangunan dimulai, murni dengan cara manual tanpa donasi alat-alat berat sama sekali dan dilakukan secara gotong royong sang para pengikut Sangabi. ?Kita lakukan apa yang kita bisa lakukan menggunakan dua tangan kita, Allah yang akan membereskan sisa nya? Begitu motto yg disampaikan oleh Sangabi.

Masjid Rabbani Ouakam, latif menggunakan latar belakang teluk Ouakam di tepian samudera Atlantik

Tahap konstruksi

Penggalian lubang pondasi masjid ini dilakukan secara manual hingga memakan ketika berhari hari secara bergantian oleh para Jemaah. Saat penggalian telah hampir terselesaikan hujan deras pun turun. Para Jemaah begitu khawatir menggunakan situasi itu, mengingat lokasi nya yang berada pada tepi laut di kaki perbukitan sangat rentan menggunakan derasnya aliran air dari wilayah yg lebih tinggi dan di khawatirkan akan menghambat lubang galian yang sudah mereka gali, belum lagi air akan menggenangi lubang tersebut sedangkan mereka sama sekali nir mempunyai pompa buat mengeringkannya nanti. Hal tadi mereka sampaikan pada Syeikh Seyni, beliau dengan tenangnya menjawab "Siapa yg mempunyai Hujan ?, Allah swt, jawab pengikutnya. Dan masjid itu dibangun atas perintah Allah, Mustahil Allah akan menghambat suatu perkara yg sudah dimulai atas perintahnya?.

Manakala hujan deras telah berlalu, tidak ada kerusakan yg terjadi pada lubang yg telah digali buat pondasi itu & nir ada genangan air sama sekali, sehingga proses pembangunan dapat dilanjutkan tanpa kendala. Pembangunan dilanjutkan dengan cara yg sahih benar manual, tanpa donasi alat-alat yang memadai, semuanya dilakukan dengan tangan, termasuk mengaduk semen dan pasir sampai mengangkat dan memindahkannya sampai ke zenit Menara semuanya dilakukan menggunakan tangan atau dipanggul dibahu. Perempuan dan anak-anak tidak ketinggalan, masing-masing membantu yg bisa mereka lakukan. Pada saat proses pengecoran para Jemaah berjejer rapi memindahkan adukan semen dalam ember secara estafet. Tradisi yg mirip dengan tradisi gotong royong pada Indonesia.

Proses pembangunan masjid Rabbani Ouakam.

Bagian yg paling berbahaya dari pembangunan masjid ini merupakan pada ketika pembangunan menaranya. Berdasarkan foto foto dokumentasi pembangunannya, terlihat para Jemaah yg mempunyai nyali luar biasa berdiri menggunakan tanpa rasa takut pada ujung Menara masjid ini ketika proses pembangunannya sedang berlangsung. Disebutkan bahwa selama proses pembangunan masjid ini para Jemaah melakukan pekerjaan nya sembari tak henti hentinya melantunkan zikir La Illakha Illala. Mohamed Seyni yang menggagas pembangunan masjid ini berkali kali meneteskan air mata hari melihat semangat para pengikutnya dalam membangun masjid tersebut. Mohamed Seyni sendiri sebelumnya telah terlibat pada pembangunan masjid Agung Touba sebagai akuntan.

Proses pembangunan masjid ini seluruhnya selesai pada waktu 5 tahun 5 bulan lima hari semenjak pertama kali dimulai dan diresmikan pada bulan Oktober 1997 dihadiri oleh ribuan pengikut Muhamed Seyni yang selama lima tahun bekerja keras pada artian sebenarnya membangun masjid tadi dengan tangan mereka. Masjid Rabani diklaim sebut menjadi yang memiliki arti khusus, Bila Ka?Bah adalah awal waktu maka Masjid Rabbani merupakan Ujung saat, Bila Ka?Bah diturunkan sebelum kedatangan Khalifah pertama maka Masjid Rabbani dibangun sehabis khalifah terahir, jika Ka?Bah terdapat pada timur, maka masjid Rabbani terdapat di barat.

Mohamed Seyni

Mohamed Gueye Seyni, lahir dalam tanggal 19 Juli 1926 di desa Ouakam, Beliau merupakan keliru satu pengikut dekat Syeik Amadou Bamba, pendiri berdasarkan Tharikat Maouridiyyah yg berpusat pada kota Touba. Muhamed Seyni pernah ditunjuk sebagai Akuntan dalam pembangunan Masjid Agung Touba sebagai akibatnya beliau cukup memiliki pengalaman dalam pembangunan sebuah masjid. Syeikh Seyni Wafat pada tahun 2007.

Tentang Desa Ouakam

Desa Ouakam atau Wakam merupakan galat satu desa dipinggiran kota Dakar (ibukota Senegal). Mayoritas penduduk desa ini merupakan para nelayan berdasarkan suku Lebou. Di masa penjajahan desa ini adalah markas para penembak jitu pasukan Senegal. Kini desa ini sebagai markas bagi beberapa pasukan militer termasuk pasukan Akademi Militer Nasional & pangkalan Militer Angkatan Udara Senegal.

Masjid & mausolium umumnya berdekatan, adalah suatu yg masuk akal di Senegal.

--------------------------------

Baca jua

Islam pada Senegal

Masjid King Fahd di Banjul - Gambia

Masjid Larabanga, Masjid Pertama di Larabanga & Afrika Barat

Masjid (bernama) Indonesia di Maroko

Masjid Hassan II ?Casablanca, Maroko

Masjid Sidi Uqba, Biskra, Aljazair

Kembaran Masjid Baiturrahman Banda Aceh di Yogyakarta

Masjid Tertua di Singapura, dibangun pengusaha Palembang

Jejak Indonesia pada Masjid Masjid Sri Lanka

Masjid Agung Kolombo, Warisan bangsawan Bugis di Kolombo

Saturday, September 26, 2020

Masjid Agung Bobo Dioulasso, Burkina Faso

Masjid Agung Dioulasso - Burkina Fasso (foto dari Islamic-arts.org)
TAK TAMPAK SEPERTI MASJID. TAPI INI BENAR BENAR MASJID, MASJID AGUNG BOBO DIOULASSO DI BURKINA FASO. AFRIKA BARAT. MASJID YANG DIBANGUN DARI LUMPUR.

Republik Burkina Faso galat satu Negara Afrika yang sahih sahih tidak familiar bagi pendengaran kebanyakan orang Indonesia. Negeri ini memang berada begitu jauh dari Indonesia, pada Afrika Barat. Nama ibukota Negara ini pun sahih sahih terasa aneh pada pendengaran orang Indonesia ::: Kota Ouagadogou::: di kota Bobo Dioulasso, kota terbesar ke 2 pada Burkina Faso selesainya kota Ouagadogou masih ada sebuah Masjid Tua yg dibangun dari lumpur khas Afrika, menjadikan Burkina Faso menjadi salah satu Negara Afrika yg memilki masjid tua homogen ini. Kota Bobo Dioulasso. Kota ini berjarak kurang lebih 360 KM menurut kota Ouagadogou.

Tentang Burkina Faso

Burkina Faso adalah sebuah negara di Afrika Barat yg terkurung daratan (landlocked). Negara ini berbatasan dengan Mali di sebelah utara; Togo & Ghana pada selatan; Niger pada timur, Benin pada tenggara; & Pantai Gading pada barat daya. Dahulu bernama Upper Volta atau Hulu, Presiden Thomas Sankara mengganti nama negara ini sebagai 'Burkina Faso' (pada bahasa Dioula dan More: "Negara Orang Jujurdanquot;) dalam 4 Agustus 1984. Ibu kota Burkina Faso adalah Ouagadougou (lafaz: Wagadugu), dianggap "Wagadanquot; oleh penduduk setempat.

Peta Republik Burkina Faso

Pada 1896, kerajaan Mossi berdasarkan Ouagadougou sebagai protektorat Prancis. Pada 1898, bagian utama dari daerah yg kini menjadi Burkina ditaklukkan. Pada 1904, daerah-daerah itu bergabung menggunakan Afrika Timur Prancis pada koloni Senegal-Niger Hulu. Penduduknya ikut serta dalam PD I dalam batalion Infantri Senegal. Pada1 Maret 1919, Edouard Hesling menjadi gubernur pertama di koloni Volta Hulu yang baru itu. Koloni itu dibongkar pada 5 September 1932, dan wilayahnya dibagi antara Pantai Gading, Mali, dan Niger. Pada 4 September 1947 Volta Hulu diciptakan pulang menurut perbatasannya dalam 1932. Pada 11 Desember 1958 menjadi republik dan bergabung dengan Masyarakat Prancis-Afrika dan menerima kemerdekaan dalam lima Agustus 1960.

Burkina Faso Dalam Angka

Burkina Faso memiliki luas daratan 274,200km2 sedikit lebih besar menurut luas propinsi Kalimantan Timur (204,534.34Km2) namun lebih kecil berdasarkan propinsi Papua (319,036.05Km2), berikut beberapa kabar mengenai Burkina Faso pada nomor .

Santai pada sore hari ::: beberapa jemaah tampak sedang menikmati sore

di depan masjid Agung Dioulasso - Burkina Faso (foto panoramio)

Luas wilayah : 274 200 km?

Kepadatan : 44 jiwa/km?

Perbatasan darat : tiga.192 km (Mali 1.000 km ; Niger 628 km ; Pantai Gading 584 km ; Ghana 548 km ; Benin 306 km ; Togo 126 km)

Daerah laut : 0 km

Ketinggian : + 200 m > + 749 m

Kemerdekaan : lima Agustus 1960 (bekas koloni Prancis)

Penduduk : 13.200.000 jiwa (2005). 0-14 tahun : 47,lima%; 15-64 tahun : 49,59%; 65 tahun : 2,91%

Harapan hidup pria : 46 ans (en 2001)

Harapan hidup wanita : 47 ans (en 2001)

Tingkat pertumbuhan penduduk : 2,68% (2001)

Jalan : 12.506 km (lebih kurang dua.001 km beraspal) (1996)

Jalur KA : 622 km

Jumlah bandara : 33 (hanya 2 yang beraspal) (2000)

Islam di Burkina Faso

Merujuk pada Wikipedia penduduk Burkina Faso mayoritas beragama Islam. Sebagaimana dilansir sang pemerintah Burkina Faso sebagai output sensus penduduk tahun 2006 ditemukan bahwa 60.Lima% penduduk Burkina Faso beragama Islam. Sebagian besar menurut muslim Burkina Faso merupakan muslim suni dan hanya sangat sedikit yg berfaham suni. Pemeluk agama lain di Burkina Faso adalah Kristen 23.2% (Katholik Rhoma 19%, Berbagai aliaran Protestan 4,dua%). 15.3% penduduk masih menganut ajaran kepercayaan tradisional, 0.6% menganut kepercayaan lain dan terdapat 0.4% yang nir beragama sama sekali. Angka angka tadi juga diamini oleh situs CIA the world factbook.

Sentuhan matahari senja pada masjid agung

Bobo Diolasso (globosapiens)

Perkembangan Islam pada Burkina Faso

Islam datang ke kawasan Afrika Barat termasuk di dalamnya Republik Burkina Faso dalam tiga gelombang. Pertama, abad ke-9 ketika bangsa Berber Afrika Utara menyebarkan Islam ke kerajaan Ghana. Kedua, abad ke-13, ketika kerajaan Mali terbentuk dan menyebarkan Islam ke seluruh Sabana di Afrika Barat hingga abad ke-18. Terakhir, abad ke-19 ketika seorang pahlawan Muslim asal Mali, Samore Toure, menyebarkan Islam ke arah selatan Afrika.

Islam masuk ke Burkina Faso pada gelombang kedua melalui banyak sekali upaya yang dilakukan sang masyarakat suku bangsa Fulani, baik dengan cara tenang juga cara kekerasan - penulis Barat menyebutnya ?Kombinasi perang dan perdagangan? - karena dalam kenyataannya Mossi sebagai suku terbesar di Burkina Faso memang sangat gigih mempertahankan kepercayaan animisme hingga abad ke-19. Para pemimpin ini sangat menentang penyebaran Islam; namun pada akhirnya sebagian besar mereka memeluk Islam.

Banyak tokoh yang berperan penting dalam pemerintahan dan kemajuan Islam di Burkina Faso. Yousouf Ouedraogo Menteri Luar Negeri Burkina Faso, termasuk tokoh yang disegani. Islam makin berjaya di Burkina Faso ketika terjadi kekisruhan di Pantai Gading pada tahun 2002, karena salah satu tokoh kunci pihak oposisi adalah Allasane Dramane Ouattara ditengarai masih keturunan bangsa Burkina Faso, dan beragama Islam serta sangat cerdas. Akibat kisruhan tersebut, sekitar 350. Burkinabe yang mayoritas muslim lari ke Burkina Faso.

Interior Masjid Agung Bobo Dioulasso

(foto blog.travelpod.com)

Sekurang-kurangnya terdapat hal 2 yg diperjuangkan sang umat Islam pada Burkina Faso. Pertama, mengembalikan kejayaan Islam pada taraf pemerintahan pusat. Kedua, membendung aktivitas misionaris Kristen yang sangat militan memurtadkan warga Muslim, diantaranya menggunakan cara mendirikan stasiun radio pada seantero Burkino Faso. Sasaran primer mereka adalah suku Fulani, yang dikenal sangat taat memegang teguh ajaran Islam.

Lembaga keagamaan di Burkina Faso The Ahlul Barr Society, mempunyai peran penting untuk membendung kegiatan kristenisasi tersebut. Beberapa di antaranya adalah EI-Hajj Oumarou Kanazae seorang pengusaha terkenal, Souleymane Kore, Mamadou Sawaidogu dan Al-Haji Sakande, tercatat sebagai tokoh Muslim Burkinabe yang aktif mengibarkan kejayaan Islam di Burkina Faso.

Tentang Kota Bobo Dioulasso

Kota Dioulasso merupakan ibukota kuno Burkina Faso menggunakan penduduknya ketika ini ada sekitar 300,000 jiwa. Meskipun adalah kota terbesar kedua di Burkina Faso kota ini sekarang menghadapi penurunan ekonomi, tetapi belakangan ini mengalami kemajuan pesar dibidang animasi, music & aneka kerajinan yg hadir disana. Nama Bobo Dioulasso sendiri bermakna ?Rumah bagi Jula yang berbicara pada bahasa Bobo? Sebuah nama yang kemungkinan lahir berdasarkan ketidakmampuan bangsa prancis yang menjajah Burkina Faso pada menentukan bukti diri dari lokasi tadi yand begitu komplek.

Anak anak kecil dengan riang bermain diantara rindang pepohonan pada-

pekarangan masjid Agung Bobo Diaoulasso (foto virtualtourist.com)

Masjid Masjid Agung Bobo Dioulasso

Masjid Tua Bobo Dioulasso atau dalam bahasa Prancisnya diklaim grande mosqu?E de Dioulassoba atau Masjid Agung Dioulasso, adalah Masjid kuno ini bercirikan arsitektural Banco Sudaness. Merupakan warisan berdasarkan abad ke 19. Balok balok kayu masih menjadi andalan buat membangun masjid di daerah utara Burkina Faso hingga wilayah selatan Mali dan Nigeria hingga ke Bani, Bankas atau Djene pada Republik mali. Seperti telah disebutkan pada artikel sebelumnya tentang Masjid Agung Djene pada Mali, masjid agung Djene merupakan masjid menggunakan berukuran terbesar yg pernah dibangun berdasarkan bahan lumpur & batangan batangan kayu.

Masjid ini dibangun ditengah pertarungan antara Sya dan Kanedougou. Raja Sya tidak mampu melakukan agresi terkini sehingga melakukan perundingan dengan kaum muslimin, & sebagai imbalannya beliau membentuk masjid ini. Beberapa sumber mengungkapkan bahwa masjid ini dibangun dalam tahun 1880 tetapi asal yang lain menyebutkan dibangun dalam tahun 1893. Disebutkan pula bahwa masjid ini dibangun nir saja sang ummat islam tapi dibantu sang aneka macam ummat yang ada pada kota tersebut bahu membahu menciptakan masjid ini.

Lokasi Masjid Agung Bobo Dioulasso

Masjid Tua Bobo Dioulasso berada di rue Sadiki Sanou, Bobo-Dioulasso, hauts-Bassins Region, Houet Province, Republik Burkina Faso

Koordinat geografi : 11° 10' 40.26" N  4° 17' 45.88" W

Masjid Agung Bobo Doulasso ini memang unik, dibangun ditengah gurun menggunakan bahan lumpur bertulang kayu kayu berdasarkan alam sekitarnya menghadirkan kesederhanaan bangunan gurun Afrika Barat dalam arsitekrutalnya yg unik. Keunikan dan nilai sejarahnya yang tinggi itu tak urung berakibat masjid ini menjadi keliru satu objek wisata yang begitu menarik bagi turis asing yg tidak segan segan menempuh perjalanan jauh ratusan kilo berdasarkan kota Ougadogou.

Dibangun pada gaya Sahel lengkap dengan dua menaranya masing masing di sisi mihrab & pintu masuk utama. Seperti bangunan masjid lumpur Afrika Barat lainnya masjid agung Bobo Doulasso jua dilengkapi menggunakan batangan batangan kayu yg menyembul keluar menurut dinding lumpurnya yang selain berfungsi sebagai penguat bangunan tapi pula berfungsi sebagai tangga naik & turun bagi para pekerja yg memperbaiki masjid ini menurut kerusakan dampak gerusan hujan sepanjang tahun.

Masjid Agung Bobo Dioulasso pada-abadikan dalam

prangko pantai gading semasa jajahan Prancis.

Pemandangan masjid ini memang begitu indah bagi para turis asing terutama dalam waktu matahari karam. Sorotan cahaya mentari senja yang menerpa bagian atas dinding lumpurnya menghadirkan gugusan rona yg begitu menarik dengan warnanya yg ke emasan dibawah terpaan sinar mentari senja yang memerah, menarik perhatian kaum muslimin yang melintas buat sekedar singgah sebentar menunaikan sholat berjemaah bersama muslim setempat. Begitu pula bagi turis asing non muslim yang rela menghabiskan waktu buat sekedar menikmati sejenak keindahan tadi.

Foto Foto Masjid Bobo Dioulasso

Seorang Muslimah melintas di depan Masjid Agung Bobo Dioulasso

dengan membawa semacam kendi air di kepalanya (panoramio)

tetesan air hujan meninggalkan bekas dipermukaan dinding lumpur

masjid ini. Jika curah hujan relatif tinggi akan merusak permukaannya

dan kerja bakti pun dimulai oleh para jemaah buat melakukan perbaikan

(foto dari lonelyplanet)

Warna merah alami pada dinding masjid ini memang menghadirkan

nuansa khasa saat diterpa matahari (fotochroniqueafricaine.com)

permukaan dinding yang menghitam di latar depan foto sedangkan di-

bagian belakang adalah galat satu dari dua menara masjid ini

(foto dari panoramio)

Foto dari panoramio
hijaunya pepohonan disekitar masjid ini memang memberikan kesejukan

bagi masjid yg berdiri di gurun ini.

Referensi

abc.burkina.faso.free.fr – bobo dioulasso

en.wikipedia – bobo dioulasso

lonelyplanet.com – grande mosquee

id.wikipedia – Burkina faso

cia.gov – Burkina faso

nationsonline.org – googlemap ougadougou

alhijrah.cidensw.net – islam di Burkina faso

----------------------------------------ooOOOoo------------------------------------------

Baca jua

Masjid King Fahd di Banjul - Gambia

Masjid Larabanga, Masjid Pertama di Larabanga & Afrika Barat

Masjid (bernama) Indonesia pada Maroko

Masjid Hassan II ?Casablanca, Maroko

Masjid Sidi Uqba, Biskra, Aljazair

Kembaran Masjid Baiturrahman Banda Aceh di Yogyakarta

Masjid Tertua di Singapura, dibangun pengusaha Palembang

Jejak Indonesia di Masjid Masjid Sri Lanka

Masjid Agung Kolombo, Warisan bangsawan Bugis pada Kolombo

Masjid Larabanga, Masjid Pertama di Ghana dan Afrika Barat

Masjid Larabanga di Ghana, satu dari sekian banyak masjid masjid tua bersejarah khas Afrika yang dibangun dari lumpur (foto :trekearth.com)

Masjid Larabanga adalah masjid bersejarah berarsitektural Sudan pada kampung Larabanga, Republik Ghana, Benua Afrika. Sebuah masjid tua terbuat menurut lumpur khas benua Afrika yg masih eksis sampai sekarang. Masjid ini diklaim sebut menjadi masjid tertua di Ghana & tempat Afrika Barat. Masjid ini pula diklaim sebut menjadi Mekahnya Afrika barat lantaran kekayaan sejarah & nilai arsitekturalnya.

Masjid Larabanga sebagai galat satu menurut sekian banyak masjid masjid eksotis khas Afrika yg terbuat berdasarkan lumpur, menambah khasanah seni bersinar-sinar bangunan masjid pada dunia Islam. Salah satu masjid berdasarkan lumpur lainnya jua pernah di ulas pada artikel sebelumnya merupakan Masjid Agung Djene yg jua terbuat berdasarkan lumpur.

Bagaimanapun dalam ahirnya dibalik semua kesulitan pasti ada kemudahan. Saudara saudara kita pada Afrika yang tidak memiliki kemudahan akses kepada material bangunan seperti kita di Indonesia & negeri serantau, kemudian melahirkan satu mahakarya mereka sendiri yg begitu spesial dengan memanfaatkan material yg gampang mereka dapatkan disekitar lingkungan mereka berupa lumpur dan potongan potongan kayu.

Lokasi Masjid Larabanga

Masjid Larabanga berada pada Sawla Damongo Road, Larabanga. Larabanga adalah sebuah kampung Muslim pada dekat Damongo pada distrik Western Gonja, Wilayah Northern Region. Non muslim dihentikan masuk ke pada masjid ini.

Tentang Republik Ghana

Ghana dulunya bernama Gold Coast, mencatatkan diri dalam sejarah diplomasi dunia sebagai salah satu dari sedikit negara yang warganya mampu menduduki Jabatan sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Siapa tak kenal dengan Khofi Anan, salah satu mantan Sekjen PBB itu berasal dari Republik Ghana, tempat dimana Masjid Larabanga ini berada. Ghana juga terkenal di dunia internasional sebagai Negara penghasil kakau terbesar. Selain itu Ghana juga dikenal dengan danau Volta, yang merupakan danau dengan permukaan terluas di dunia.

Ghana adalah salah satu Negara di benua Afrika, berbentuk Republik dengan pemerintahan berbentuk presidensial Konstitusional. Merdeka menurut Inggris pada tanggal 6 Maret 1957 dan menjadi sebuah Republik dalam tanggal 1 Juli 1960. Ibukota Negara berada di Kota Accra pada koordinat lima?33?N 0?15?W. Republik Ghana mempunyai slogan Freedom and Justice. Sedangkan lagu kebangsaannya berjudul God Bless Our Homeland Ghana.

lokasi Ghana di benua Afrika ditandai dengan warna hijau
Republik Ghana memiliki wilayah daratan seluas 238,535 km2 , dengan jumlah penduduk di tahun 2010 sekitar 24,233,431 jiwa dan kerapatan penduduk mencapai 101.5 jiwa setiap kilometer persegi. Republik Ghana berbatasan dengan Republik Pantai Gading (Côte d'Ivoire atau Ivory Coast) di sebelah barat, Republik Burkina Paso di sebelah utara, Republik Togo di Timur dan teluk Guyana di selatan. Kata Ghana sendiri berarti Raja Ksatria nama yang juga di ambil dari nama Emperium Ghana Kuno yang pernah menguasai hampir keseluruhan wilayah pantai barat Afrika.

Islam pada Ghana

Sebagaimana dirilis oleh Wikipedia, Islam masuk ke Afrika Barat, dimulai dari Ghana pada abad ke-9, karena Ghana merupakan jalur utama perdagangan bagi para pedagang muslim yang datang dari Afrika Utara melalui Mali. Dan pada abad ke-15, Islam semakin menunjukkan identitasnya di Ghana bagian utara. Mayoritas pemeluk Islam pada Ghana menganut madzhab Maliki, sedangkan aliran sufi yang dianut adalah Tijaniyah dan Qadiriyah. Ahmadiyah maupun Syi’ah dianut oleh sebagian kecil pemeluk Islam pada Ghana.

Di bawah pohon Baobab tua itu tempat dimakamkannya tokoh pendiri masjid ini (foto darikilele.thublr.com)

Menurut data resmi yang dikeluarkan pemerintah Ghana maupun CIA Worldfact, pemeluk Islam pada Ghana berkisar 16%, sedangkan Kristen 63% dan Animis 21%. Sedangkan Islamic population melansir bahwa penganut Islam pada Ghana adalah 40%, bukan 16%, dari total penduduk Ghana sebesar 20 juta orang, mayoritas mereka berada di bagian utara Ghana, sedangkan penanut Kristen berada di bagian selatan. Angka ini lebih realistis, mengingat Islam telah menyebar di Ghana sejak abad ke-9 ketika Kerajaan Ghana kuno berkuasa di Kumbi Saleh, Ghana Utara.

Sheikh Hassan Khalid, aktivis Ghanian Islamic Daawa, membenarkan klaim, bahwa penyebaran Islam di Afrika Barat berawal menurut Ghana. Sampai sekarang, banyak para kader muslim pada Afrika Barat menimba ilmu ke-Islaman di Ghana, khususnya belajar mengenai tafsir al-Qur?An, Hadits juga Hukum Islam. Hubungan Islam & Kristen pada Ghana merupakan yg terbaik di Afrika Barat, lantaran otoritas pengendali ummat pada Ghana dipegang sang suatu badan yg disebut Muslim Representatice Council.

di dalam masjid Larabanga, tiang tiang kayu itu yang menjadi penopang struktur atap dan dindingnya yang semuanya terbuat dari lumpur (foto dariwmf.org)

Badan ini menangani masalah-masalah keagamaan, sosial, ekonomi dan hubungan antar agama di Ghana. Juga sebagaimana di Indonesia, badan ini juga mengatur perjalanan Haji bagi kaum muslimini Ghana yang ingin menunaikan ibadah haji ke Mekkah. Walaupun Ahmadiyah dianut oleh sedikit ummat Islam pada Ghana, namun aktivitasnya sangat mengagumkan, karena mereka mempunyai rumah sakit, sekolah dan training center.

Saat ini, ada 3 (tiga) orang yang sangat dihormati oleh ummat Islam pada Ghana, pertama Alhaji Aliu MAHAMA, yang diangkat sebagai Wakil Presiden Ghana sejak tanggal 7 Januari 2001. Beliau tokoh muslim Ghana yang amat disegani. Hal ini mengindikasikan bahwa peran ummat Islam pada Ghana, khususnya di bidang politik sangat kuat. Kedua, Imam Syaikh Salisu SHABAN, pemimpin spiritual Islam Ghana, ulama sufi terkemuka di dunia dari aliran Tijaniyah.

ruang sholat di dalam masjid Larabanga, sangat sempit (foto dariwmf.org)

Beliau termasuk keliru satu ?Ulama e-haq (scholar of truth)? Yang dikukuhkan pada peringatan maulid Nabi Muhammad s.A.W. Pada Toronto, Kanada tahun 1999. Ketiga, Prof. Abdullah Botchway, gurubesar tamu di University of Malaya, Malaysia. Baik Imam Salisu Shaban juga Abdullah Botchway adalah pembicara utama ketika diadakan peringatan maulid Nabi Muhammad s.A.W. Pada Toronto Kanda, 1999 yg kemudian.

Sejarah Masjid Larabanga

Ada beberapa kontoversi terkait kapan pastinya masjid ini pertama kali dibangun dan oleh siapa. Sejarah tutur menyebutkan bahwa masjid Larabanga dibangun pada tahun 1421M, disebutkan bahwa seorang saudagar muslim bernama Ayuba yang sedang dalam perjalanan di daerah tersebut tertitdur di tempat itu dan bermimpi mendapatkan perintah untuk mendirikan sebuah masjid. Ketika dia terbangun di pagi hari dia mendapati sudah ada pondasi masjid ditempat tersebut yang hadir secara misterius, maka Ayuba mulai melanjutkan pembangunan masjid diatas pondasi yung sudah ada tersebut sampai selesai.

Masjid Larabanga hitam putih

Arsitektural Masjid Larabanga

Ukuran masjid ini tak terlalu besar , bisa jadi hanya seukuran sebuah surau pada Indonesia. Ukurannya hanya 8 x 8 meter. Tetapi nilai sejarahnya yg tinggi memasukkan masjid ini kedalam dalam daftar warisan global tahun 2001 & juha masuk ke pada daftar 100 situs dunia dalam bahaya versi the World Monuments Fund?S.

Masjid Kuno Larabanga dibangun dalam gaya masjid masjid Sudan Kuno menggunakan karakteristik khasnya berupa bentuknya yg segi empat, dilengkapi menggunakan kerangka struktur ataupun pilar pilar yg menopang atapnya. Sangat spesial dengan dua menara kembar berbentuk piramida yang masing masing berfungsi menjadi menara & mihrab masjid. Diramaikan lagi menggunakan beberapa pilar tambahan dengan puncak yang menjulang memberikan keragaman ketinggian pada atap masjid.

Di tengah padang yg begitu panas, masjid Larabanga menyajikan kesejukan alami bagi siapa saja yg beribadah di dalamnya.

Masjid Larabanga dibangun dengan menggunakan lumpur dan batangan batangan kayu. Didekat salah satu pintu masuk ke masjid ini berdiri kokoh sebatang pohon Baobab yang sangat besar dan tetap dipertahankan hingga kini. Dibawah pohon ini juga Ayuba kemudian dimakamkan saat beliau wafat. Masjid larabanga memiliki empat pintu masing masing untuk kepala kampung, untuk jemaan wanita, untuk jemaah pria dan untuk muazin yang akan mengumandangkan azan. Di masjid ini juga terdapat sebuah kitab Suci Al-Qur’an yang konon dikirim dari surga untuk imam masjid Larabanga yang disebut Bramah sekitar tahun 1650M setelah berdoa untuk mendapatkan Al-qur’an.

Restorasi Masjid Larabanga

Di tahun 2002 lalu sebuah forum pemerhati warisan warisan tua dunia bernama World Monuments Fund menempatkan masjid ini pada daftar World Monuments watch (warisan dunia yang butuh perhatian) lantaran terlah terjadi kerusakan dalam masjid bersejarah ini menjadi dampak proses restorasi yg tidak semestinya pada tahun 1970. Masih merujuk kepada laporan lembaga tadi, galat satu menara masjid yang terbuat menurut lumpur ini pula ambruk akibat diterjang badai tahun 2000 lalu.

Masjid Larabanga diabadikan dalam sebuah Prangko Republik Ghana

Proses restorasi total buat mengembalikan masjid ini ke bentuknya semula telah dilaksanakan oleh World Monuments Fund atas dana berdasarkan lembaga keuangan Amerika Serikat ::: American Express ::: yg menyediakan dana sebanyak $50,000 (lima puluh ribu dolar Amerika) buat keperluan tersebut.

Referensi

en. wikipedia – larabanga mosque

en.wikipedia - ghana

ghanamuseums.org – Ancient Mosques of the Northern Region

chamzawi.wordpress.com - islam di ghana

----------------------------------------ooOOOoo------------------------------------------

Baca juga

Masjid (bernama) Indonesia pada Maroko

Masjid Hassan II ?Casablanca, Maroko

Masjid Sidi Uqba, Biskra, Aljazair

Kembaran Masjid Baiturrahman Banda Aceh pada Yogyakarta

Masjid Tertua pada Singapura, dibangun pengusaha Palembang

Jejak Indonesia di Masjid Masjid Sri Lanka

Masjid Agung Kolombo, Warisan bangsawan Bugis di Kolombo

Asal SEO

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done