Islami Pedia: rindu masjid
News Update
Loading...
Showing posts with label rindu masjid. Show all posts
Showing posts with label rindu masjid. Show all posts

Friday, October 9, 2020

IMAAM Center, Masjid Indonesia di Amerika (bagian kedua)

Peresmian IMAAM Center oleh Presiden SBY

Penantian 20 Tahun

Kisah berubah tatkala terpampang iklan pada sebuah media online yg menyebut soal planning penjualan gereja tua pada daerah Georgia Avenue, Silver Spring, MD, Maryland. Iklan itu ditayangkan oleh pengurus gereja yang mengaku terpaksa menjual gedung itu karena tidak terdapat lagi kegiatan ibadah pada sana. Sejak lima tahun terakhir, gereja itu dibiarkan kosong melompong karena sebagian akbar jemaahnya sekarang menganut atheis. Sehingga gereja itu tak lagi digunakan buat aktivitas ibadah.

Ukuran gereja itu relatif besar . Luas gedungnya saja mencapai tiga.520 m persegi, menggunakan luas tanahnya mencapai 15.625 m persegi. Kapasitas ruangan di pada sanggup menampung sekitar 350 orang. Lapangan parkirnya pula cukup luas, bisa menampung lebih berdasarkan 100 mobil. Harga jualnya US$3 juta atau lebih kurang Rp 33 miliar, dengan kurs kurang lebih Rp 11.000 perdolar. Gedung yg dibangun tahun 1955 itu, berada di tengah kota Maryland. Merujuk pada izinnya, gedung itu hanya spesifik buat aktivitas rumah ibadah. Pihak gereja sebenarnya telah usang ingin menjual gedung itu, tapi nir laku karena biar penggunaannya nir mampu digunakan selain buat ibadah.

Lantai 2 IMAAM Center yang adalah ruang utama masjid.

Ini yang menciptakan pengurus IMAAM tertarik buat membelinya. Apabila gedung itu sanggup dibeli, maka tidak perlu lagi memohon izin pendirian rumah ibadah menurut pemerintah setempat karena sejak awal peruntukannya memang buat rumah ibadah. Namun masalahnya, darimana pengurus IMAAM sanggup menerima dana $3 juta? Kalaupun dua unit gedung yang ditempati IMAAM Center dijual, diperkirakan harganya $1 juta. Itu berarti masih kurang lebih kurang $2 juta lagi. Jelas ini bukan jumlah yg mini . Butuh bisnis ekstra buat menambal kekurangannya.

Bantuan Pemerintah Indonesia

Sampai akhirnya muncullah pandangan baru menurut pengurus IMAAM buat menyampaikan kasus ini dengan Dino Pati Djalal yg ketika itu menjabat menjadi Duta Besar Indonesia buat Amerika. Dino yg menyambut baik pandangan baru itu lalu mengungkapkan berita ini eksklusif ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Gayung bersambut, SBY rupanya sangat tertarik dengan ide itu. Ia pun pribadi membahas kasus ini menggunakan DPR. Kebetulan waktu itu masih ada sisa aturan $5 juta yang belum terpakai. Tak butuh ketika lama bagi DPR & pemerintah buat menyepakati pemberian hibah $3 juta untuk IMAAM menjadi modal buat membeli gereja pada Amerika itu. Sedangkan sisanya yg $2 juta digunakan buat membangun gedung mahasiswa Indonesia pada Mesir.

Presiden SBY memimpin sholat berjamaah selesainya pelantikan masjid IMAAM Center

12 Juni 2014 IMAAM resmi mengambil alih First Baptist Church Montgomery Maryland buat dijadikan sebagai masjid. Upaya renovasi langsung dilakukan secara sedikit demi sedikit. Kursi panjang yang biasa dipakai buat beribadah pada gereja dibongkar dan digantikan dengan karpet menurut Arab. Para Muslim Amerika beramai-ramai urun rembuk dan mengumpulkan dana buat renovasi gedung tersebut. Berbagai aktivitas syiar Islam mulai aktif dilakukan di dalamnya. Beberapa tokoh Islam di Washington diundang buat menaruh ceramah agama di sana.

Awal September 2014, suasana di dalam gedung itu terlihat sangat asri. Selain papan nama yg tengah dihapus, di bagian luar tak ada indikasi-pertanda lagi yang memberitahuakn bangunan itu adalah bekas gereja. Di bagian pada, hanya ada pentas di bagian depan yg biasa digunakan rahib atau penyanyi koor gereja buat tampil di depan jamaahnya. Dekorasi itu memang agak unik buat dihadirkan di dalam masjid. Tapi pengurus IMAAM berencana akan mengubahnya secara sedikit demi sedikit sebagai akibatnya nantinya desain khas masjid itu bernuansa Indonesia.

Diresmikan sang Presiden SBY

Sesuai dengan rencana, IMAAM Center diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono pada hari Jum’at 25 September 2014 pukul 12.30 waktu setempat. Acara peresmian berlangsung di lantai bawah, hadir dalam acara ini Utusan Khusus Komunitas Muslim Kemlu AS Sharif Gaffar, para tokoh muslim setempat, dan anggota komunitas muslim Indonesia. Seusai peresmian, para undangan menunaikan salat Jumat berjamaah bersama denganPresiden SBY dan rombongan dari Jakarta.

Dalam pidatonya, Presiden SBY ‎mengaku sangat bersyukur dan bahagia setelah mendengar sambutan Presiden IMAAM Center Aris Mustofa dan Sharif Gaffar. “Hati kita teduh dan damai, ingin menjalin kerjasama dan kebersamaan untuk membuat dunia adil dan sejahtera,” Menurut Presiden SBY, Masjid tersebut diharapkan menjadi duta umat muslim di Indonesia yang ingin bersahabat dengan bangsa manapun. “Kami akan menjadi agent of peace, kami akan tunjukkan bahwa Islam adalah rahmatan lil alamin,” ujar SBY. Kunjungan Presiden SBY ke Amerika Serikat adalah bagian dari lawatan Presiden Indonesia ke tiga negara, yaitu Portugal, Amerika Serikat dan Jepang dari tanggal 17 September hingga 30 September 2014.

Presiden Joko Widodo saat menunaikan sholat tahiyatul masjid di IMAAM Center

Dikunjungi Presiden Jokowi

Hari selasa 27 Oktober 2015 pukul 15:20 waktu setempat atau hari Rabu 28 Oktober 2015 Pukul 14:20 Waktu Indonesia Bagian Barat, Presiden Joko Widodo menyempatkan diri berkunjung ke Masjid IMAAM Center ini dalam perjalanan dinasnya ke Amerika Serikat. Selama kunjungan singkat tersebut presiden Jokowi langsung menuju ke lantai dasar masjid yang merupakan area untuk keperluan umum, disambut oleh para pengurus masjid yang sudah menunggu kemudian berkunjung ke perpustakaan masjid.

Presiden Jokowi kemudian menuju ke area sholat di lantai dua masjid, namun karena waktu asyar belum tiba, maka beliau menunaikan sholat sunah tahiyatul masjid, setelah itu presiden menyempatkan diri berfoto bersama dengan jemaah warga Indonesia yang ada disana termasuk memenuhi permintaan beberapa warga Indonesia yang meminta ber-selfie bersama beliau. Presiden berangkat meninggalkan IMAAM Center pada pukul 15:45 waktu setempat menuju ke the Blair House, tempat beliau menginap selama kunjungan kerja di Amerika Serikat. ***

Kembali ke Bagian Pertama

Referensi

dream.co.id – muslim indonesia beli gereja amerika untuk dijadikan masjid

bubblews.com - indonesian Muslims to cite this Buy American Church Mosque

atjehpost.co - Muslim-Indonesia-di-Amerika-Mengubah-Gereja-Menjadi-Masjid

aktualita.co - presiden-sby-resmikan-masjid-imaam-centre-di-amerika-serikat/

muslimlinkpaper.com - IMAAM Center Realizes 20 Year Old Dream

antara.com – Jokowi sholat tahiyatul masjid di imaam center

setkab.go.id - before-return-to-homeland-president-jokowi-visits-imaam-mosque

----------ZZZ----------

Baca Juga Artikel Masjid Masjid Indonesia pada Luar Negeri Lainnya

IMAAM Center, Masjid Indonesia pada Amerika (bagian pertama)

Masjid Al-Hikmah, Masjid Indonesia pada New York City

Masjid Daarut Tauhiid Indonesia pada Gaza Palestina

Masjid As-Salam, Masjid Indonesia di Wina ? Austria

Masjid Komunitas Muslim Indonesia di Den Haag - bagian I

Masjid Komunitas Muslim Indonesia di Den Haag - bagian 2

Masjid Al Falah, Masjid Indonesia pada Berlin, Jerman

Masjid Istiklal Indonesia di Bosnia & Herzegovina

Masjid Aceh di Pulau Pinang – Malaysia

Masjid Islamic Society of Papua New Guinea

IMAAM Center, Masjid Indonesia di Amerika (Bagian Pertama)

TIDAK MIRIP MASJID. Bangunan masjid IMAAM Center ini sama sekali nir seperti dengan bangunan masjid seperti yang biasa kita kenal. Karena memang sebelumnya adalah sebuah Gereja bergaya Amerika dengan empat pilar akbar pada depan nya mirip dengan bangunan gedung putih, Istana Presiden Amerika.

Bekas gereja yang sebagai masjid muslim Indonesia pada Amerika

IMAAM Center adalah masjid komunitas muslim Indonesia yang tinggal di Amerika Serikat. Masjid ini menjadi masjid kedua yang dimiliki dan dikelola oleh muslim Indonesia setelah Masjid Al-Hikmah di New York City. IMAAM Center berada di Georgia Avenue, Silver Spring, Maryland, Amerika Serikat, tak jauh dari Washington DC, Ibukota Amerika Serikat. IMAAM Center dibangun diatas tanah seluas 1,15 hektar ini beralamatkan di 9100 Georgia Ave, Silver Spring, Washington, DC. Lokasi masjid ini cukup strategis, karena berada di perbatasan Washington DC dengan Maryland.

Sebelum dibeli pada lepas 12 Juni 2014, bangunan 2 lantai berbatu bata merah ini merupakan gereja First Baptist Church Montgomery Maryland yg sudah 5 tahun nir dipakai lantaran sebagian besar jemaahnya beralih menganut atheis & lalu dibeli oleh komunitas Muslim Indonesia buat dijadikan menjadi masjid. Gereja tersebut dibangun tahun 1955 dengan biar resmi dari pemerintah hanya buat digunakan sebagai tempat peribadatan. Itu sebabnya pengurus gereja kesulitan buat menjual bangunan tersebut buat keperluan lain, tetapi justru hal tersebut yg sebagai nilai tambah bagi muslim Indonesia disana lantaran menggunakan membeli gedung gereja tersebut nir perlu lagi mengurus izin buat membentuk tempat ibadah.

Imaam Center

Address: 9100 Georgia Avenue, Silver Spring, MD 20910

Phone: 240-233-6967

Website : http://www.imaamcenter.org

Facebook : IMAAM Center

Telepon: 1 301-588-0693

Tentang IMAAM

IMAAM (Indonesian Muslim Association in America) atau Komunitas Muslim Indonesia di Amerika Serikat. Awalnya dibentuk oleh beberapa belas muslim Indonesia yang tinggal di kawasan Washington DC dan sekitarnya yang memiliki perhatian terhadap pentingnya keseimbangan hubungan horizontal dan vertikal bagi generasi mendatang, maka pada tanggal 21 Desember 1993 dibentuklah IMAAM dan didaftarkan sebagai organisasi nirlaba keagamaan di negara bagian Maryland.  Organisasi ini aktif menggelar kegiatan keagamaan, termasuk berupaya mendirikan masjid di Washington DC.

Kepengurusan IMAAM dipilih secara periodik setiap tiga tahun dalam sidang generik tahunan. Ada sembilan pengurus primer IMAAM yang terdiri menurut;

  1. Bpk. Firdaus Kadir, Chairman of the Board, 2015-2018.
  2. Bpk. Amang Sukasih, President, 2015-2018
  3. Bpk. Bambang Achiruddin, Vice President, 2013-2016
  4. Bpk. Varga Syahroni, Secretary, 2013-2016
  5. Ibu. Waty Yirka, Treasurer, 2015-2018
  6. Bpk. Syafrin Murdas, Regular Trustee, 2014-2017
  7. Bpk. Arif Mustofa, Regular Trustee, 2013-2016
  8. Ibu. Nurul Fathiyah, Regular Trustee, 2014-2017
  9. Bpk. Andri Antoni, Regular Trustee, 2014-2017

GEREJA TAK TERPAKAI. Begini bentuk aslinya bangunan masjid IMAAM Center ketika muncul di situs iklan penjualan properti, sebelum lalu dibeli & pada alih fungsi sebagai masjid oleh IMAAM Center.

Perjalanan Panjang Masjid Imam Center

Impian memiliki masjid sendiri pada Amerika menjadi tempat berkumpul beserta bagi muslim Indonesia bukanlah perkara gampang. Selain terkendala dengan masalah dana yang tidak sedikit buat membeli properti disana, tetapi pula perkara perizinan yg memang nir gampang diperoleh. Upaya IMAAM buat mendirikan masjid nyaris terwujud pada 1995. Kala itu, organisasi yg sekarang beranggotakan sekitar 2000 orang ini bisa membeli dua unit tempat tinggal pada daerah Veirs Mill Rd, Rockville, Maryland.

Rumah itulah yg hendak dijadikan masjid, namun rencana itu mendapat protes dari warga setempat. Apa boleh buat, keinginan mendirikan masjid bernuansa Indonesia di Amerika terpaksa ditunda. Jika ke 2 rumah itu bisa difungsikan menjadi masjid kala itu, maka warga Muslim Indonesia yg tinggal di Amerika lebih menyatu & kompak, sehingga memudahan buat melaksanakan aktivitas sosial lainnya. Namun virtual itu belum berhasil lantaran kendala menurut warga setempat. Pemerintah Maryland pula tidak memberi biar jikalau rakyat lebih kurang masih menolak.

Akibat penolakan itu, dua gedung yang dibeli di kawasan Rockville hanya bisa dijadikan sebagai IMAAM Center. Tidak ada aktivitas ibadah di sana. Sementara untuk salat atau kegiatan ibadah lainnya, warga Muslim Indonesia harus menyebar di sejumlah masjid yang ada di Washington dan sekitarnya. Masalah perizinan ini bahkan pernah dikemukakan oleh Imam Masjid Istiqlal Jakarta, Ali Musthafa Ya'qub langsung kepada Presiden Barack Obama saat kunjungannya ke Masjid Istiqlal pada 10 Nopember 2010.

Bersambung ke Bagian Kedua

----------ZZZ----------

Baca Juga Artikel Masjid Masjid Indonesia di Luar Negeri Lainnya

Masjid Al-Hikmah, Masjid Indonesia pada New York City

Masjid Daarut Tauhiid Indonesia di Gaza Palestina

Masjid As-Salam, Masjid Indonesia pada Wina ? Austria

Masjid Komunitas Muslim Indonesia di Den Haag - bagian I

Masjid Komunitas Muslim Indonesia di Den Haag - bagian 2

Masjid Al Falah, Masjid Indonesia pada Berlin, Jerman

Masjid Istiklal Indonesia di Bosnia & Herzegovina

Masjid Aceh di Pulau Pinang – Malaysia

Masjid Islamic Society of Papua New Guinea

Wednesday, October 7, 2020

Islam di Azerbaijan (Bagian-1)

Di tepian Laut Kaspia. Azerbaijan berada di tepian Laut Kaspia, bertetangga dengan Iran di Selatan, Rusia dan Georgia di utara dan Armenia di sebelah barat. Sedangkan wilayah otonomi Nakhchivan berada diantara Armenia dan Iran, terpisah cukup jauh dari wilayah induk Azerbaijan.

Mengenal Azerbaijan

Azerbaijan adalah negara Eropa Timur yang sekuler dengan mayoritas penduduknya beragama Islam. Secara geografis Azerbaikan berada kawasan pegunungan Kaukasus di tepian laut Kaspia, Baku nama ibukotanya, berada di semenanjung Absheron yang menjorok ke laut Kaspia. Sebelum merdeka, Azerbaijan merupakan bagian dari Uni Soviet. Berbatasan dengan Rusia dan Georgia di sebelah utara, laut Kaspia di sebelah timur, Iran disebelah selatan serta Armenia disebelah timur. Azerbaijan memiliki wilayah Exclave atau wilayah yang terpisah jauh dari wilayah induk negaranya, yakni wilayah Nakhchivan yang yang terpisah dari wilayah induk Azerbaijan oleh wilayah negara Armenia, berbatasan dengan Iran dan sedikit dengan wilayah Turki.

Azerbaijan pertama kali di memproklamirkan kemerdekaannya pada tahun 1918 sebagai Republik Democratik Azerbaijan, menjadikannya sebagai negara berpenduduk secara umum dikuasai muslim pertama yang berbentuk demokratik & sekuler, sekaligus jua sebagai negara dominan muslim pertama yg memiliki gedung operas, teater & universitas modern. Tahun 1920 atau dua tahun setelah proklamasi kemerdekaan, Azerbaijan bergabung menggunakan Uni Soviet, namanya pun berubah sebagai Azerbaijan Soviet Socialist Republic. Seiring menggunakan runtuhnya Uni Soviet, Azerbaijan kembali memproklamirkan kemerdekaannya dalam tanggal 30 Agustus 1991, satu bulan sebelum dibubarkannya Uni Soviet secara resmi.

Di tahun yang sama pecah perang yang dipicu oleh keinginan penduduk di wilayah Nagorno-Karabakh untuk mendirikan negara sendiri dibantu oleh Armenia karena memang mayoritas penduduk di wilayah tersebut mayoritas dari etnis Armenia. hingga perang usai,  Wilayah Nagorno-Karabakh secara de fakto telah menjadi sebuah Republik Independen namun tidak memiliki pengakuan dari dunia Internasional kecuali oleh Armenia. Azerbaijan menjadi anggota PBB di tahun 1992.

Keseluruhan wilayah Azerbaijan, termasuk wilayah Nagorno-Karabakh yang memisahkan diri dan exclave Nakhchivan adalah seluas 86,600 km2 atau kira kira hampir sama dengan luas wilayah propinsi Sumatera Selatan (85.679 km2). sedangkan penduduk Azerbaijan sejumlah 9,165,000 jiwa di tahun 2011, atau hampir setara dengan penduduk Jakarta (9.607.787 jiwa, tahun 2010). Dari total penduduknya hampir 52% tinggal di kawasan perkotaan. Orang orang Azerbaijan biasa disebut Azeri atau Azeris.

Baku, Ibukota Azerbaijan merupakan kota metropolis ditepian Laut Kaspia. Meski politik negara ini menganut sistem sekuler, namun tetap berupaya mempertahankan ke-Islaman nya. Kehadiran masjid bertebaran di negara ini seperti salah satunya dalam foto diatas anda akan dengan mudah menemukan masjid Turki di tengah kota Baku diantara 3 Tower Of  Flame yang menjadi ikon kota Baku.

Mayoritas penduduknya ber-etnis Azerbaijani (91.60%), Lezgian (2.02%), Armenian (1.35%), Russian (1.34%) dan Talysh (1.26%), lain lain (2.43%).  Sebagian besar penduduk ber-etnis Armenia tinggal di wilayah yang memisahkan diri Nagorno-Karabakh. Bahasa resmi Azerbaijan adalah Bahasa Azerbaijan yang digunakan oleh 92% penduduk, Bahasa Azerbaijan sendiri merupakan bagian dari Bahasa Turki karena memang memiliki keterkaitan etnis dengan Turki. Selain itu juga digunakan Bahasa Rusia dan Bahasa Inggris.

Kehidupan Beragama di Azerbaijan

Sebagai sebuah negara sekuler, Konsitusi Azerbaijan tidak memutuskan kepercayaan resmi yg diakui negara. Namun menjamin kebebasan beragama bagi penduduknya. Azerbaijan tercatat menjadi negara yang mempunyai tingkat pengembangan SDM yg sangat tinggi dibandingkan dengan negara negara eropa timur lainnya, termasuk pada perkembangan ekonomi & taraf pengangguran yang rendah begitu jua dengan taraf buta aksara.

Sekitar 95% dari total populasi Azerbaijan memeluk agama Islam. Dan diperkirakan 85% dari muslim disana menganut Syi’ah, karena memang secara geografis bertetangga langsung dengan Republik Islam Iran, menempatkan Azerbaijan sebagai negara dengan penganut Syi’ah terbesar kedua di dunia, setelah Iran.  Hanya sekitar 15% muslim disana yang menganut Islam Suni.

Selain Islam, sebagian mini penduduk Azerbaijan memeluk kepercayaan Kristen (tiga.1%) sebagian akbar adalah Kristen Ortodox Rusia, Georgia & Russian Armenian Apostolic, sebagian mini lainnya memeluk agama Katholik Roma, Protestan, dan penganut Ajaran Yahudi Kuno yg pada anut oleh kurang lebih 10,000-20,000 yg tinggal di Azerbaijan

Islam di Azerbaijan

Berbagai laporan mengungkapkan hal senada tentang jumlah muslim di Azerbaijan yg adalah lebih banyak didominasi pada negara tersebut. CIA World Fact Book mengungkapkan nomor 91.6%, Berkley Center ditahun 2012 menyebutkan nomor 93.4%), dan pada tahun 2009 Pew Research Center mengumumkan output penelitian mereka bahwa 99.Dua% penduduk Azerbaijan adalah penganut agama Islam. Sebagian besar muslim disana menganut Syi?Ah.

Syi?Ah memiliki akar yang bertenaga pada wilayah selatan yg berbatasan menggunakan Iran termasuk kota Baku selaku ibukota negara & daerah Lenkoran, sedangkan Suni yg adalah minoritas pada negara tersebut sebagian besar tinggal dibagian utara yg bertetangga dengan Republik Dagestan, Rusia.

Selama 71 tahun negara tadi berada dibawah Uni Soviet membuat kehidupan beragama memang sebagai sesuatu yang terlarang, sehabis merdeka sejak tahun 1991, para pemimpin pada negara tadi menjadikan Azerbaijan sebagai negara sekuler namun permanen menaruh jaminan bagi kebebasan beragama. Tetapi pemerintah nir merogoh bagian kebijakan pada pendidikan agama Islam dengan nir memasukkan mata pelajaran agama pada pada kurikulum pendidikan.

Masjid Bibi Heybat, salah satu masjid bersejarah di Azerbaijan. Pernah dihancurkan semasa pendudukan Uni Soviet di Azerbaijan, namun kemudian di rekonstruksi setelah Azerbaijan kembali memperoleh kemerdekaannya.

Dari laporan laporan media masa mengungkapkan bahwa pemerintah negara tersebut jua tidak memperkenankan digunakannya symbol symbol agama di sekolah juga pada kantor tempat kerja pemerintahan termasuk di dalamnya tidak diperkenankan untuk memakai hijab bagi para muslimah. Akumulasi dari seluruh pertarungan tadi berakibat kepercayaan lebih poly dijalankan sebagai sebuah tradisi turun temurun.

Masuknya Islam Ke Azerbaijan

Islam pertam akali masuk ke Azerbaijan dibawa sang muslim awab pada abag ke tujuh masehi, secara berkelanjutan menggantikan ajaran Kristen dan kultus kultus paganism yg pernah terdapat sebelumnya. Di abad ke enam belas, Shah pertama dari Dinasti Safavid, Islamil I (1486-1524) membuahkan Syi?Ah menjadi kepercayaan negara, kendatipun sebagian muslim disana mengana Suni. Dijadikannya syi?Ah menjadi kepercayaan negara menimbulkan ketegangan antara penguasa dinasti Safavid menggunakan Penguasa dinasti Usmaiyah (Turki) yang menganut Suni.

Pada abad ke sembilanbelas, terjadi gelombang migrasi besar besaran berdasarkan Azerbaijan yang berada dibawah kendali Rusia menjadi dampak serangkaian perang antara Russia menggunakan dinastia Usmani (Turki) & menggunakan sendiri nya semenjak waktu itu, populasi syi?Ah di Azerbaijan sebagai secara umum dikuasai hingga waktu ini. Antagoni antara Suni dan Syi?Ah menyurut di penghujung abad ke sembilanbelas seiring dengan ditumbuhkannya rasa nasionalisme serta seiring dengan kebijakan pengusa yang meulai menekankan dalam warisan budaya Turki & berupaya menolak impak menurut Iran. [Bersambung]

---------- ooo000ooo ----------

Baca Juga

n Islam di Belarusia n Islam di Korea Utara n Islam di Kepulauan Reunion (Prancis) n Islam di Brazil n Islam di Ecuador (Bagian 2) n Islam di Ecuador (Bagian 1) n Islam di Barbados n Islam di Belize (Bagian 2) n Islam di Belize (Bagian 1) | Islam di Bolivia (Bagian 1) n Islam di Bolivia (Bagian 2) n Islam di Brazil n Islam di Paraguay (Bagian 1) n Islam di Paraguay (Bagian 2) n Islam dan Masjid di Trinidad & Tobago n Islam dan Masjid di Trinidad & Tobago (bagian-2) n Islam di Uruguay n Islam dan Masjid di Vanuatu n Islam dan Masjid di  Puerto Rico nIslam di Macao n

Islamic Center Al-Nour Hamburg

Setelah selama 20 tahun sholat berjamaah di garasi, muslim pada Horn, Hamburg, ahirnya mempunyai sebuah masjid yang layak dari sebuah bangunan gereja yang telah nir dipakai lagi lantaran sepi Jema'ah.

Gereja Menjadi Masjid

Masjid Islamic center Al-Nour Hamburg Jerman, pada awalnya adalah Gereja Lutheran Capernaum (Kapernaumkirche) yg berada pada distrik Horn sentra kota Hamburg, Jerman. Bangunan yang adalah salah satu situs budaya kota Hamburg telah terbengkalai dari tahun 2002 dikarenakan masalah finansial lantaran merosotnya jumlah jema?Ah. Piano dan lonceng Gereja sudah diserahkan ke komunitas lain. Di tahun 2004 bangunan gereja tersebut kemudian dibeli oleh komunitas muslim Harmburg yg tergabung pada Al-Nour Islamic Center & di konversi menjadi masjid.

Perubahan fungsi bangunan berdasarkan bangunan Gereja sebagai Masjid memang bukan hal yang gampang terlebih lagi bangunan tersebut merupakan salah satu cagar budaya, Konsultasi menggunakan otoritas cagar budaya senantiasa dilakukan sebelum & selama proses rekonstruksi bangunan. Perubahan mendasar mau nir mau dilakukan di bagian pada bangunan, altar serta ornamen lainnya dibongkar diganti dengan kaligrafi Islam, orientasi bagian pada pun berubah menghadap ke arah kiblat selesainya sebelumnya ber-orientasi ke arah utara. Pembangunan area mihrab dan mimbar, perubahan sistem pemanas ruangan, tata cahaya & rapikan suara, pembuatan loka wudhu, pemasangan karpet dan sebagainya. Ditambahkan jua area mezanin sebagai tempat khusus buat jemaah akhwat buat memisahkannya menurut jemaah Ikhwan.

Sekeliling dinding bangunan ini dilengkapi dengan ventilasi jendela mini menggunakan hiasan mozaik kaca patri,

Beberapa pernik bangunan ini permanen dipertahankan misalnya mozaik abstrak kaca patri karya artis Claus Wallner (1926 - 1979 suami berdasarkan Ursula Querner) permanen dipertahankan pada bagian celah lobang angin bebentuk sarang lebah pada hampir sekeliling tembok bangunan, yang jua berfungsi menjadi ventilasi ventilasi mini . Tetapi demikian simbol Salib pada puncak menara dengan tinggi 44 meter pada izinkan buat diganti dengan simbol Allah. Keseluruhan proses rekonstruksi bangunan tadi menghabiskan dana sampai 1,lima juta Euro yang di dari dari sumbangan para jema?Ah.

Meski telah dilakukan pengalihan kepemilikan dari tahun 2004, baru dalam pertengahan Agustus 2014 proses rekonstruksi akbar besaran terhadap bangunan ini dilakukan. Setelah persetujuan dari pihak berwenang keluar dalam bulan Januari 2014. Beberapa kendala terjadi termasuk penolakan dari sekelompok masayarakat setempat.

Lokasi & Alamat Islamic Center Al-Nour

Kantor Islamic Center Al-Nour eV

Small Pulverteich 17

20099 Hamburg

Telephone: 040/280 539 14

Homepage: www.alnour-moschee.com

Masjid Al-Nour

Sievekingsallee 191 22111 Hamburg-Horn

Islamic Centre Al-Nour Sebagai sebuah Organisasi berbadan hukum, juga dikenal luas sebagai Masjid Al-Nour didirikan pada tahun 1993 di St. George kota Hamburg, Jerman. Sebagaimana pusat ke-Islaman lainnya  masjid Al-Nour ini pun terbuka untuk jemaah dari kalangan manapun, hingga kini jemaah masjid ini berasal dari tak kurang 30 kebangsaan yang berbeda yang tinggal di kota Hamburg. Diantara para jemaah-nya merupakan orang Arab dari Timur Tengah dan Afrika utara, muslim kulit hitam Afrika, muslim dari Asia termasuk dari Afganistan dan Indonesia serta tentu saja warga Jerman.

Bahasa pengantar yang digunakan di masjid memakai bahasa Jerman atau diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman termasuk Khutbah Jum?At, pengajian, proses belajar mengajar hingga festival yg diselenggarakan oleh masjid. Selain jemaah yg berasal menurut suku bangsa yg tidak sama beda, latar belakang propesi jemaah masjid ini pun beragam mulai menurut mahasiswa, buruh, dokter, pembela terdakwa resmi, insinyur hingga para pengusaha.

Masjid Al-Nour jua membuka diri bagi kegiatan non peribadatan termasuk menerima kunjungan menurut para murid sekolah, mahasiswa, grup masyarakat yang berminat, sampai kunjungan berdasarkan instansi pemerintah. Sekali setahun masjid ini menyelenggarakan Open Mosque Day, semacam program open house di setiap tanggal 3 Oktober menggunakan menyelenggarakan beragam acara program menarik termasuk kunjungan masjid & kuliah umum.

Video masjid al-noor

Sebagai sebuah organisasi, Islamic Centre Al-Nour merupakan anggota menurut SCHURA ? Dewan Komunitas Islam di Hamburg, & salah satu Chief Executive Officer (CEO) SCHURA adalah Daniel Abdin yang merupakan CEO menurut Islamic Center Al-Nour. Beliau mendapatkan kehormatan atas nama SCHURA buat menandatangai liputan antara the Free and Hanseatic City of Hamburg & the Islamic religious communities SCHURA, D?T?B & VIKZ.

Pada bulan November 2012, setelah tujuh tahun perjuangan dengan begitu banyak penolakan buat pembelian bangunan untuk masjid. Januari 2014 pemerintah setempat ahirnya mengeluarkan persetujuan untuk alih fungsi bekas bangunan Gereja Capernaum Church sebagai masjid.

Imam Masjid

Imam Masjid Al-Nour merupakan Samir El-Rajab. Beliau telah menikah dan telah dikaruniai tiga anak. Sosok yang memiliki kepribadian terbuka dan bersahabat. Beliau menuntaskan pendidikan sarjana pada tahun 1992 di Universitas Al-Azhar pada Beirut, Lebanon. Di Universitas yg sama dia jua memperoleh gelar master di bidang syariah.

Aktivitas Masjid AL-Nour

Sejak masih melakukan semua kegiatan pada St. George, Islamic Center A-Nour sangat aktif dengan banyak sekali aktivitas termasuk pada dalamnya adalah:

  • Pelaksanaan sholat berjamaah lima waktu termasuk sholat Jum’at
  • Islamic festival untuk anak anak dan keluarga
  • Konseling pernikahan dan keluarga termasuk penyelesaian perselisihan rumah tangga
  • Pelaksanaan prosesi pernikahan dan perceraian
  • Pengurusan kematian dan pemakaman
  • Membuka dialog dengan pihak otoritas dan institusi terkait
  • Panduan masjid untuk sekolah
  • Open Mosque Day
  • Acara traveling untuk anak muda
  • Pelajaran bahasa Arab untuk anak anak
  • Pelajaran Islam untuk anak anak, pemuda dan dewasa
  • Pelaran Al-Qur’an
  • Ceramah umum oleh tokoh tokoh Islam

Interior Islamic Center Al-Nour, sebelum pada rombak menjadi ruangan masjid

The Open Mosque Day

The Open Mosque Day sebagai kegiatan pertama yang dilakukan pada Masjid ini diselenggarakan buat memperkenalkan masjid baru pada masayarakat luas lintas kepercayaan . Acara yg relatif menarik perhatian warga lebih kurang termasuk menurut kalangan non muslim yang turut hadir memberikan apresiasi. Panitia penyelenggara menggunakan telaten memberikan penjelasan terhadap pertanyaan pertanyaan menurut para tamu termasuk pertanyaan fundamental seperti ; kenapa lambang salibnya kok diganti dengan lambang bulan sabit, mengapa masuk ke masjid wajib membuka alas kaki dan lain lain.

20 Tahun Sholat pada Garasi

Dengan resminya penggunaan Masjid Al-Nour pada bekas Gereja ini, tentu saja memberikan nuansa baru bagi muslim dan perkembangan islam di Hamburg. Sebelumnya, selama 20 tahunan muslim disana beraktivitas termasuk melakukan sholat berjamaah Jum?At pada bekas bangunan garasi dengan atap yg rendah bersebelahan menggunakan pintu masuk loka pembuangan sampah. Lebih dari 600 muslim menurut 30 negara secara reguler berkumpul disana buat sholat Jum?At berjamaah. Tempat yg tidak terlalu buruk buat melaksanakan sholat berjamaah, hanya saja masyarakat kurang lebih meminta kaum muslim disana buat terbuka namun memang relatif sulit untuk terbuka sementara buat sholat berjamaah saja terpaksa dilakukan di garasi.

Alih fungsi gereja tadi sebagai masjid memang harus berkompromi dengan menggunakan beberapa hal krusial, termasuk bahwa bangunan tadi sudah masuk dalam cagar budaya sehingga holistik bentuk bangunan tampak luar tetap dipertahankan sebagaimana aslinya, perubahan yang terjadi menurut bentuk bangunan hanya mengubah simbol salib di ujung menara lonceng menggunakan simbol Asma Allah. Sedangkan bagian pada bangunan memang mau nir mau harus pada rombak total sinkron dengan fungsi sebagai masjid seperti yang sudah pada uraikan sebelumnya. Seperti yg jelaskan sang Imam masjid bahwa pembelian bangunan Gereja buat dijadikan masjid bukanlah sesuatu yang direncanakan tetapi memang terjadi begitu saja, Hadir dalam saat sahih benar diharapkan. Alhamdulillah.***

Referensi

kulturkarte.de - Al-Nour-Moschee [diakses 26/4/2016]

kulturkarte.de – Der Umbau zur Moschee beginnt [diakses 26/4/2016]

koptisch.wordpress.com - tag-der-offenen-moschee-in-einer-kirche [diakses 26/4/2016]

situs resmi - www.alnour-moschee.com

------------------ZZZ--------------------

Artikel Terkait

Masjid di Istana Schwetzingen, Jerman

Baca jua artikel masjid masjid pada Eropa

n Masjid dan Pusat Kebudayaan Islam Paola, Malta n Masjid Agung Konstantia Romanian Masjid Sentral London n Masjid Didsbury dan Islamic Center Manchester n Masjid Jami Zakariyya Bolton n Pusat Kebudayaan Islam Irlandia n Masjid Essalam, Rotterdam n n Masjid Istiklal Indonesia di Bosnia & Herzegovina n Masjid Pusat Kebudayaan Islam - Oslo n Masjid Agung Brussels n Masjid Banya Bashi Bulgaria n Masjid Islamic Center Wina n Masjid Agung Paris n Masjid Masjid di Inggris yang dulunya Gereja n Masjid Sentral Perm n

Islam di Azerbaijan (Bagian-2)

Azerbaijan relatif berhasil memadukan menggunakan cantik daerah kota tuanya menggunakan laju pembangunan di ibukota negara. Foto diatas mempelihatkan flame tower yg menjadi pujian warga kota Baku di latar belakang ad interim pada latar depannya berdiri dengan latif Masjid Taza Pir, keliru satu masjid bersejarah di kawasan kota tua Baku.

Islam di Azerbaijan Dimasa Uni Soviet

Di masa kekuasaan Uni Soviet, sebagian besar menurut 2000 (dua ribu) masjid yang sebelumnya aktif pada Azerbaijan di tutup oleh penguasa pada tahun 1930-an, meski lalu beberapa antara lain boleh dibuka kembali selama perang dunia ke 2. Soviet kemudian mempromosikan kesadaran nasionalisme bagi rakyat Azerbaijan, sebagi pengganti bukti diri sebelumnya yg melekat menjadi bagian global Islam.

Selama perang dunia kedua otoritas soviet membentuk Badan Agama Islam Transcaucasia di Kota Baku sebagai lembaga pengatur Islam di Kaukasus. yang berdampak pada dihidupkannya kembali Lembaga Islam seperti di masa kekuasaan Tsar. Pada masa soviet dibawah pimpinan Leonid Brezhnev dan Mikhail Gorbachev, Petinggi Soviet di Moskow mendorong pemimpin Muslim di Azerbaijan untuk mengunjungi dan menjadi tuan rumah para pertemuan negara negara Islam, dengan tujuan untuk mengesankan adanya kebebasan beragama dan kondisi kehidupan superior yang dinikmati oleh umat Islam di bawah kekuasaan komunis Soviet.

Selama Azerbaijan berada dibawah Uni Soviet hanya terdapat 17 Masjid pada negara itu yg boleh dibuka & dipakai. Di tahun 1980 hanya 2 masjid akbar & 5 masjid kecil yg berfungsi pada Kota Baku dan hanya sebelas masjid lainnya yang berfungsi menjadi masjid pada semua wilayah Azerbaijan. Muslim disana kala itu mengadakan peribadatan berjamaah secara sembunyi sembunyi pada tempat tempat rahasia.

Satu satunya tempat di Azerbaijan dimana symbol symbol Islam bebas digunakan adalah pusat Islam Syi’ah Konservatif di kota Nardaran, sekitar 25 kilometer di timur laut dari pusat kota Baku, disana juga di tempat tersebut juga terkenal dengan tempat suci Syi’ah dari abad ke 13 masehi. Kontradiktif dengan bagian wilayah Azerbaijan lainnya di Nardaran, penduduknya taat beragama, di mana jalan-jalan menampilkan spanduk spanduk agama dan kebanyakan wanita mengenakan cadar di area publik. Partai Islam yang merupakan partai oposisi di Azerbaijan didirikan di kota ini dan berpusat di sana. Selain Suni dan Syi’ah di Azerbaijan juga terdapat kelompok kelompok Sufi.

ADU TINGGI. Menara masjid Sahidlar yang berdiri tak tak jauh dari Flame Tower di pusat kota Baku, seakan adu tinggi dengan gedung tertinggi dan terindah di Azerbaijan itu.  Dari jauh, Masjid ini terlihat seperti liliput dibandngkan dengan bangunan Flame Tower yang ada di sebelahnya itu.

Islam pada Negara Sekuler

Seiring dengan meredupnya Uni Soviet dan merdeka nya Azerbaijan, terjadi pertumbuhan jumlah masjid yang luar biasa dinegara tersebut. Banyak diantara bangunan masjid tadi dalam pembangunannya dibantu sang negara negara Islam seperti Iran, Oman & Saudi Arabia yang juga berkontribusi memasok Al-Qur?An & energi pengajar. Hingga tahun 2014 diperkirakan sudah berdiri lebih berdasarkan 2000 masjid pada Azerbaijan.

Pasal 7 Konstitusi Azerbaijan menyatakan bahwa Azerbaijan merupakan negara Sekuler pada Pasal 19 Konstitusi nya menggunakan tegas menyatakan pemisahan antara agama menggunakan negara & menyatakan persamaan hak semua agama, termasuk pula karakter sekuler pada sistem pendidikannya. Merupakan bahwa tidak terdapat kurikulum pelajaran agama dalam sistem pendidikan Azerbaijan.

Para politisi sekuler pada Azerbaijan sudah menyuarakan keprihatinan tentang kebangkitan politik Islam, tetapi yang lain berpendapat bahwa Islam di Azerbaijan hanya memainkan peran yg sangat terbatas di bidang politik dan hanya sebagian mini dari populasi mendukung gagasan untuk melaksanakan hokum bernafaskan Islam. Hal ini ditimbulkan tradisi sekularisme yang telah berjalan relatif usang di Azerbaijan. Kemdati demikian dari beberapa analis, pada jangka panjang, bila politisi sekuler tidak berhasil memperbaiki kondisi, maka kemungkinan penduduk akan mengekspresikan ketidakpuasan mereka melalui politik Islam.***

MASJID HEYDAR. Masjid terbesar dan termegah di Azerbaijan dan kawasan sekitarnya. Masjid ini dibangun oleh presiden Ilham Lamiyev sebagai pemersatu ummat Islam di Azerbaijan. di masjid ini jemaah suni dan syi'ah sholat bersama dipimpin oleh imam dari suni dan syi'ah secara bergiliran setiap minggu.

Ide Persatuan Islam Azerbaijan

Presiden Ilham Aliyev yang sedang berkuasa menggulirkan sebuah gagasan persatuan ummat Islam Azerbaijan buat menghindari & menganulir perselisihan antara Syi?Ah yg lebih banyak didominasi dengan Suni yang minoritas, sedangkan arah kebijakan pemerintahannya justru berusaha menjalin balik kedekatan menggunakan Turki menjadi tetangga serumpun. Salah satu idenya merupakan menggunakan membangun Masjid yang diperuntukkan bagi semua muslim tanpa memandang golongannya. Masjid Heydar berdiri megah di Pusat Kota Baku dibangun selama 2 tahun & diresmikan penggunaannya oleh Presiden Ilham Aliyev pada tahun 2014.

Di Masjid ini, dan mungkin jua hanya pada masjid ini satu satunya pada global, yang imam sholatnya di atur bergiliran antara Imam berdasarkan Syi?Ah & Suni. Selain itu, presiden Ilham Aliyev pula gencar membentuk pulang masjid masjid yg dulu sempat dihancurkan atau rusak selama kekuasaan Uni Soviet termasuk membentuk ulang masjid bersejarah yg dikenal sebagai Masjid Bibi Heybat. Di masjid ini pula masih ada mausoleum penyebar Islam pada kota Baku & dia disebut sebut merupakan keturuanan menurut Rosulullah S.A.W.*** [selesai]

---------- ooo000ooo ----------

Baca Juga

Islam di Azerbaijan (bagian-1) n Islam di Belarusia n Islam di Korea Utara n Islam di Kepulauan Reunion (Prancis) n Islam di Brazil n Islam di Ecuador (Bagian 2) n Islam di Ecuador (Bagian 1) n Islam di Barbados n Islam di Belize (Bagian 2) n Islam di Belize (Bagian 1) | Islam di Bolivia (Bagian 1) n Islam di Bolivia (Bagian 2) n Islam di Brazil n Islam di Paraguay (Bagian 1) n Islam di Paraguay (Bagian 2) n Islam dan Masjid di Trinidad & Tobago n Islam dan Masjid di Trinidad & Tobago (bagian-2) n Islam di Uruguay n Islam dan Masjid di Vanuatu n Islam dan Masjid di  Puerto Rico nIslam di Macao

Tuesday, October 6, 2020

Masjid Bibi Heybat Baku – Azerbaijan

Berlatar belakang pelabuhan di tepian laut at kaspia Masjid Bibi Hebat menyuguhkan pemandangan yang cukup menarik bagi wisatawan yang berkunjung ke sana.

Masjid Bibi Heybat adalah Masjid Megah di pinggiran kota Baku, Azerbaijan. Masjid dengan kisah teramat panjang. Masjid ini dibangun di tepian laut Kaspia di sekitar abad ke 13 untuk menghormati seorang muslimah yang diyakini muslim setempat sebagai masih keturunan Nabi Muhammad S.A.W. Awalnya hanya sebuah bangunan kecil dan kemudian dibangun sebuah masjid besar yang indah. Bibi Heybat yang menjadi nama masjid ini ternyata memang Berarti Bibi atau Tante Hebat. Sempat dihancurkan dimasa Uni Soviet kemudian dibangun lagi dengan bentuk yang serupa setelah Azerbaijan merdeka.

Dibangun Abad ke Tiga Belas

Masjid Bibi-Heybat didirikan pada abad 13 di pinggiran kota Baku – Ibukota Azerbaijan, dekat makam Ukeyma Khanum, yang diyakini oleh masyarakat setempat masih  merupakan keturunan Nabi  Muhammad SAW. Legenda masjid ini jauh mundur ke belakang ke Masa Khalifah Harun Ar-Rasyid yang kekuasaannya berpusat di kota Bagdad (Iraq). Kala itu terjadi perselisihan antara Khalifah dengan Ali Ibnu Musa yang diyakini sebagai imam ke delapan oleh para pengikut Syi’ah. Pertikaian yang berujung hijrahnya Ali Ibnu Musa beserta pengikutnya keluar dari Bagdad ke provinsi Khorasan (kini Iran) dan menetap di sebuah desa kecil disana. Setelah wafat beliau di dimakam di tempat tersebut sebagai martir oleh para pengikutnya. Dikemudian hari makam beliau menjadi salah satu tempat tujuan ziarah utama bagi para penganut Syi’ah. Kota Mashad kemudian berkembang pesat disekitar lokasi tersebut dan menjadi salah satu kota Utama bagi Kaum Syi’ah.

Putri dari Ali Ibnu Musa yang bernama Okuma Khanim pindah ke kota Baku – Azerbaijan dalam upaya untuk menghindari perhatian dari pihak penguasa, menetap tak jauh dari pantai Laut Kaspia di kota Baku dan menjalani hidup sebagai wanita sholehah sesuai dengan keyakinan yang di anutnya. Beliau wafat dan dimakam disana, masyarakat setempat kemudian mendirikan bangunan kecil di atas pusaranya. Beberapa tahun berlalu, kabar tersebar kemana mana tentang makam seorang muslimah keturunan Nabi di kota Baku dan kemudian tempat tersebut-pun begitu dihormati.

Para Syeikh kemudian mulai menetap di sekitar lokasi makam dan tempat itu kemudian diberi nama Sheikhovo lalu menjadi Shikhovo. Disebutkan bahwa muslim dari berbagai daerah termasuk luar negara mulai datang berziarah makam Okuma Khanim. Kemudian sebuah bangunan masjid kecil dibangun dengan satu ruangan dengan satu tulisan kecil “dibangun oleh Mahmud ibnu Sa’ad." Plakat lainnya mengindikasikan bahwa bangunan masjid tersebut dibangun antara tahun 663H dan 665H atau bertepatan dengan tahun 1264-1266M. Mahmud ibnu Sa’ad  (adalah seorang arsitek, beliau juga yang merancang Benteng Kuno Nardaran, tak jauh dari kota Baku serta Masjid Mullah Ahmad di bagian kota tua Baku.

Komplek pemakaman di belakang masjid (dari arah jalan raya)

Pada tahun 1911, Pelindung kota Baku bernama Alasgar Agha Dadashov dengan arsitek Haji Najaf Kemudian membangun masjid baru yang megah di lokasi tersebut termasuk merekonstruksi bangunan makam. Bangunan masjid yang lama berbentuk kubus. Di dekat masjid ini terdapat komplek pemakaman muslim, dan salah satunya dikenal dengan nama Haji Syeikh Sharif, yang datang ke kota Baku untuk menyebarkan faham sufisme dan menghabiskan hidupnya di masjid ini.

Di tahun 1840 masjid ini dikunjungi oleh seorang petualang dan penulis dari Prancis bernama Alexander Dumas dan menceritakan masjid ini didalam bukunya yang berjudul "The World" dan mendeskripsikan masjid ini dalam buku nya sebagai “tempat peribadatan bagi para wanita mandul, mereka datang dengan berjalan kaki, berziarah dan dalam setahun mereka pun kemudian mampu memiliki keturunan”. Alexander Dumas bukan satu satunya yang menulis tentang masjid ini dalam buku perjalanan nya, diantaranya juga ada Abbasgulu Bakikhanov, Ilya Berezin, Johannes Albrecht Bernhard Dorn, Nicholas Khanykov dan Yevgeni Pakhomov.

Asal Muasal Nama Bibi Heybat

Nama Bibi Heybat berasal dari Bahasa Azerbaijan yang maknanya nyaris sama persis dengan Bahasa Indonesia. Bibi yang dimaksud dalam nama ini memang berarti Tante. Sedangkan Heybat yang dimaksud adalah nama pembantu dari Okuma Khanim. Kala itu di kalangan masyarakat setempat sangat tabu untuk memanggil seorang wanita dengan menyebut nama depannya. itu sebabnya kemudian masyarakat disana menyebut masjid ini dengan sebutan Masjid Bibi Heybat alias Masjidnya Si Bibi atau Tante Hebat.

Selain membangun ulang, pemerintah Azerbaijan juga mempercantik dan menambahkan fasilitas baru di area masjid ini salah satunya adalah pelataran luas lengkap dengan pancurannya.

Dimasa Uni Soviet

Masjid Bibi Heybat pernah mengalami kerusakan parah pada saat Azerbaijan berada di bawah kekuasaan Uni Soviet. Uni Soviet masuk ke Azerbaijan tahun 1920, Bolsheviks mulai melancarkan gerakan anti keagamaan. Masjid Bibi-Heybat menjadi target pertama serta Katedral Ortodoks Rusia Alexander Nevsky dan Gereja Katholik Roma Immaculate Conception menjadi sasaran penghancuran berikutnya menggunakan bahan peledak. Beberapa tempat ibadah lainnya yang tidak dihancurkan di alih fungsi menjadi gudang, museum, bengkel ataupun menjadi fasilitas militer.

Ironisnya, setelah penghancuran masjid tahun 1934, di tahun yang sama di Moskow, pemerintah Uni Sovyet memutuskan untuk melakukan konservasi terhadap bangunan bangunan bersejarah sebagai monumen arsitektur yang mengandung nilai sejarah penting.  Menyusul putusan itu, ketua Azkomstarisa Salamov dihukum 20 tahun di pengasingan di Siberia, karena telah menghancurkan masjid masjid bersejarah.

Rekonstruksi Masjid Bibi Heybat

Tahun 1994, setelah Azerbaijan merdeka, Presiden Azerbaijan, Heydar Aliyev memerintahkan pembangunan kembali masjid baru Bibi-Heybat  persis di tempat masjid asli yang sudah hancur. Denah dan ukuran kompleks masjid yang dipugar tahun 1980, didasarkan pada foto-foto yang diambil sesaat sebelum  masjid diledakkan, termasuk catatan dari sejumlah penjelajah yang menggambarkan  kondisi masjid hingga pertengahan tahun 1920an juga turut memberikan kontribusi teramat penting dalam restorasi Masjid Bibi-Heybat adalah artikel singkat yang ditulis oleh Sadig tahun 1925.

Keindahan Masjid Bibi Heybat di malam hari

Rekonstruksi masjid dan komplek disekitarnya selesai dan diresmikan pada tanggal 11 Juli 1997 dalam sebuah acara resmi yang dihadiri presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev. 63 Tahun setelah dihancurkan masjid penuh legenda itu ahirnya berdiri kembali. Di tahun 2005 bangunan masjid ini diperluas dengan menambahkan ruangan baru dalam ukuran besar dan selesai di tahun 2008, untuk memastikan kenyamanan Jema’ah.

Objek Wisata

Masjid berukuran besar ini menjadi salah satu daya Tarik wisata Azerbaijan terutama di Kota Baku. beberapa rumah makan khas kuliner setempat berdiri tidak jauh dari masjidi ini yang memang letaknnya tidak terlalu jauh dari bibir panta. Bangunan Masjid Bibi Heybat ini serta beberapa bangunan masjid lainnya di Azerbaijan memang lebih terlihat indah di senja dan malam hari dengan taburan cahaya lampu yang menyinarinya. sementara disiang hari yang tampak kemegahan bangunan dengan warna yang senada.

Aritektural Masjid Bibi Heybat

Interior masjid ini di dekorasi dengan keramik bewarna biru. sebuah lampu Kristal besar mengantung di ruang utama. Manakala angina kencang kota baku berhembus masuk ke dalam masjid, Kristal pada lampu gantung masjid ini mengeluarkan bunyi gemerincing. Bangunan masjid ini dilengkapi dengan Menara setinggi 20 meter sebagai tempat muazin menyuarakan azan. ada 40 anak tangga dari batu yang menghubungkan masjid ini dengan pelabuhan kecil terdekat di pantai laut Kaspia sebagai tempat pengunjung menambatkan perahu atau kapal mereka. Legenda menyebutkan bahwa dinding tebal masjid Bibi Heybat ini teramat sulit untuk dihancurkan dengan cara manual termasuk bangunan menaranya, itu sebabnya kemudian diledakkan dengan dinamit oleh rezim komunis sPage 3 of 4aat itu.

dari arah yang lain

Di tahun 1903 seorang seniman membuat lukisan masjid ini. Orang Inggris pernah berupaya membujuk seniman tersebut untuk menjual lukisan itu padanya. namun kemudian kabar itu terdengar oleh seorang pengusaha minyak kaya raya bernama Taghiyev menemukannya dan membawa kembali lukisan tersebut hingga tidak keluar dari Azerbaijan. Semasa revosulis Bolshevik (1920) saat seluruh kekayaan Taghiyev's disita penguasa komunis, lukisan tersebut lenyap tanpa jejak. 40 tahun kemudian atau di tahun 1964 setelah Stalin Wafat, seseorang yang tidak disebutkan namanya menyumbangkan lukisan dimaksud ke Musium Seni Azerbaijan dan masih tersimpan disana hingga kini.

Setelah di restorasi masjid ini menjadi lebih besar dan lebih megah namun tetap dengan bentuk arsitetur awal. Proses rekonstruksi melibatkan arsitek terkenal Sanan Sultanov yang merancang masjid ini dengan gaya Arsitektur Shirvan, dengan mempertahankan pola tradisional bangunan aslinya. Bangunannya dilengkapi dengan tiga kubah dan dua Menara mengapit bangunan utama. bagian dalam kubah dihias dengan kaligrafi Al-Quran dengan paduan warna hijau dan biru kehijauan.

Legenda Masjid Bibi Heybat

Legenda masyarakat setempat menyebutkan bahwa dua malam setelah masjid tersebut dihancurkan. masyarakat disana tidak bisa tidur akibat menahan rasa marah karena tempat ibadah mereka sudah dihancurkan. saat fajar tiba terdengar suara teriakan keras diiringi suara benda jatuh yang begitu keras dari arah reruntuhan masjid. Masyarakat yang kaget berlarian ke arah reruntuhan masjid tersebut dan mendapati pasukan merah yang ditugaskan menjaga tempat itu berdiri dengan mata  terbelalak dalam ketakutan teramat sangat, mereka menunjuk ke arah laut Kaspia sambil menyeracau dengan suara keras.

Orang orang yang berkumpul disana melihat seorang wanita berkerudung putih sedang berjalan turun ke laut lalu menghilang ke dalam rona merah matahari yang sedang terbut dan kilauan cahayanya di permukaan air laut. Seorang pria tua diantara mereka kemudian bergumam “Dia pasti akan kembali lagi, kembali dalam waktu yang lebih baik”. Sementara anggota tentara merah yang menjaga disana mengaku terbangun dari tidur mereka oleh suara seperti benturan banturan batu yang teramat keras kemudian melihat sesosok wanita berpakaian putih tiba tiba muncul begitu saja dari puing puing reruntuhan dan saat melintasi mereka tercium aroma mawar yang semerbak.

legenda lainnya menyebutkan bahwa tentara merah yang terlibat dalam penghancuran Masjid Bibi Heybat semuanya mati dalam keadaan menggenaskan. Ada yang mati karena tenggelam, tertimpa batu besar bahkan ada yang mati kesetrum. yang namanya legenda tetaplah legenda dan teramat sulit untuk dipisahkan dengan fakta. namun yang benar benar terjadi adalah 63 tahun setelah dihancurkan masjid itu memang berdiri kembali alias dibangun ulang dalam bentuk yang lebih baik di masa yang lebih baik seperti yang di ucapkan sosok wanita berpakaian putih sebagaimana disebutkan dalam legenda tadi. Dan Nyatanya bahwa masjid ini memang telah menjadi salah satu ikon yang memiliki kesan teramat mendalam bagi warga setempat.***

[Dari berbagai sumber]

---------- ooo000ooo ----------

Baca Juga

n Islam di Azerbaijan (bagian-1) n Islam di Azerbaijan (bagian-2) n Masjid Heydar Baku – Azerbaijan n Masjid Saint Petersburgn Masjid Sentral Perm (Perm Central Mosque) n Masjid Akhmad Kadyrov Chechnya n Masjid Agung Makhachkala Dagestann Masjid Agung Magas Ingushetia n Masjid Moscow Historical Mosque (MHM) n Masjid Memorial Moskow n Masjid Katedral Moskow n

Asal SEO

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done