Islami Pedia: masjid unik
News Update
Loading...
Showing posts with label masjid unik. Show all posts
Showing posts with label masjid unik. Show all posts

Saturday, September 26, 2020

Masjid Agung Bobo Dioulasso, Burkina Faso

Masjid Agung Dioulasso - Burkina Fasso (foto dari Islamic-arts.org)
TAK TAMPAK SEPERTI MASJID. TAPI INI BENAR BENAR MASJID, MASJID AGUNG BOBO DIOULASSO DI BURKINA FASO. AFRIKA BARAT. MASJID YANG DIBANGUN DARI LUMPUR.

Republik Burkina Faso galat satu Negara Afrika yang sahih sahih tidak familiar bagi pendengaran kebanyakan orang Indonesia. Negeri ini memang berada begitu jauh dari Indonesia, pada Afrika Barat. Nama ibukota Negara ini pun sahih sahih terasa aneh pada pendengaran orang Indonesia ::: Kota Ouagadogou::: di kota Bobo Dioulasso, kota terbesar ke 2 pada Burkina Faso selesainya kota Ouagadogou masih ada sebuah Masjid Tua yg dibangun dari lumpur khas Afrika, menjadikan Burkina Faso menjadi salah satu Negara Afrika yg memilki masjid tua homogen ini. Kota Bobo Dioulasso. Kota ini berjarak kurang lebih 360 KM menurut kota Ouagadogou.

Tentang Burkina Faso

Burkina Faso adalah sebuah negara di Afrika Barat yg terkurung daratan (landlocked). Negara ini berbatasan dengan Mali di sebelah utara; Togo & Ghana pada selatan; Niger pada timur, Benin pada tenggara; & Pantai Gading pada barat daya. Dahulu bernama Upper Volta atau Hulu, Presiden Thomas Sankara mengganti nama negara ini sebagai 'Burkina Faso' (pada bahasa Dioula dan More: "Negara Orang Jujurdanquot;) dalam 4 Agustus 1984. Ibu kota Burkina Faso adalah Ouagadougou (lafaz: Wagadugu), dianggap "Wagadanquot; oleh penduduk setempat.

Peta Republik Burkina Faso

Pada 1896, kerajaan Mossi berdasarkan Ouagadougou sebagai protektorat Prancis. Pada 1898, bagian utama dari daerah yg kini menjadi Burkina ditaklukkan. Pada 1904, daerah-daerah itu bergabung menggunakan Afrika Timur Prancis pada koloni Senegal-Niger Hulu. Penduduknya ikut serta dalam PD I dalam batalion Infantri Senegal. Pada1 Maret 1919, Edouard Hesling menjadi gubernur pertama di koloni Volta Hulu yang baru itu. Koloni itu dibongkar pada 5 September 1932, dan wilayahnya dibagi antara Pantai Gading, Mali, dan Niger. Pada 4 September 1947 Volta Hulu diciptakan pulang menurut perbatasannya dalam 1932. Pada 11 Desember 1958 menjadi republik dan bergabung dengan Masyarakat Prancis-Afrika dan menerima kemerdekaan dalam lima Agustus 1960.

Burkina Faso Dalam Angka

Burkina Faso memiliki luas daratan 274,200km2 sedikit lebih besar menurut luas propinsi Kalimantan Timur (204,534.34Km2) namun lebih kecil berdasarkan propinsi Papua (319,036.05Km2), berikut beberapa kabar mengenai Burkina Faso pada nomor .

Santai pada sore hari ::: beberapa jemaah tampak sedang menikmati sore

di depan masjid Agung Dioulasso - Burkina Faso (foto panoramio)

Luas wilayah : 274 200 km?

Kepadatan : 44 jiwa/km?

Perbatasan darat : tiga.192 km (Mali 1.000 km ; Niger 628 km ; Pantai Gading 584 km ; Ghana 548 km ; Benin 306 km ; Togo 126 km)

Daerah laut : 0 km

Ketinggian : + 200 m > + 749 m

Kemerdekaan : lima Agustus 1960 (bekas koloni Prancis)

Penduduk : 13.200.000 jiwa (2005). 0-14 tahun : 47,lima%; 15-64 tahun : 49,59%; 65 tahun : 2,91%

Harapan hidup pria : 46 ans (en 2001)

Harapan hidup wanita : 47 ans (en 2001)

Tingkat pertumbuhan penduduk : 2,68% (2001)

Jalan : 12.506 km (lebih kurang dua.001 km beraspal) (1996)

Jalur KA : 622 km

Jumlah bandara : 33 (hanya 2 yang beraspal) (2000)

Islam di Burkina Faso

Merujuk pada Wikipedia penduduk Burkina Faso mayoritas beragama Islam. Sebagaimana dilansir sang pemerintah Burkina Faso sebagai output sensus penduduk tahun 2006 ditemukan bahwa 60.Lima% penduduk Burkina Faso beragama Islam. Sebagian besar menurut muslim Burkina Faso merupakan muslim suni dan hanya sangat sedikit yg berfaham suni. Pemeluk agama lain di Burkina Faso adalah Kristen 23.2% (Katholik Rhoma 19%, Berbagai aliaran Protestan 4,dua%). 15.3% penduduk masih menganut ajaran kepercayaan tradisional, 0.6% menganut kepercayaan lain dan terdapat 0.4% yang nir beragama sama sekali. Angka angka tadi juga diamini oleh situs CIA the world factbook.

Sentuhan matahari senja pada masjid agung

Bobo Diolasso (globosapiens)

Perkembangan Islam pada Burkina Faso

Islam datang ke kawasan Afrika Barat termasuk di dalamnya Republik Burkina Faso dalam tiga gelombang. Pertama, abad ke-9 ketika bangsa Berber Afrika Utara menyebarkan Islam ke kerajaan Ghana. Kedua, abad ke-13, ketika kerajaan Mali terbentuk dan menyebarkan Islam ke seluruh Sabana di Afrika Barat hingga abad ke-18. Terakhir, abad ke-19 ketika seorang pahlawan Muslim asal Mali, Samore Toure, menyebarkan Islam ke arah selatan Afrika.

Islam masuk ke Burkina Faso pada gelombang kedua melalui banyak sekali upaya yang dilakukan sang masyarakat suku bangsa Fulani, baik dengan cara tenang juga cara kekerasan - penulis Barat menyebutnya ?Kombinasi perang dan perdagangan? - karena dalam kenyataannya Mossi sebagai suku terbesar di Burkina Faso memang sangat gigih mempertahankan kepercayaan animisme hingga abad ke-19. Para pemimpin ini sangat menentang penyebaran Islam; namun pada akhirnya sebagian besar mereka memeluk Islam.

Banyak tokoh yang berperan penting dalam pemerintahan dan kemajuan Islam di Burkina Faso. Yousouf Ouedraogo Menteri Luar Negeri Burkina Faso, termasuk tokoh yang disegani. Islam makin berjaya di Burkina Faso ketika terjadi kekisruhan di Pantai Gading pada tahun 2002, karena salah satu tokoh kunci pihak oposisi adalah Allasane Dramane Ouattara ditengarai masih keturunan bangsa Burkina Faso, dan beragama Islam serta sangat cerdas. Akibat kisruhan tersebut, sekitar 350. Burkinabe yang mayoritas muslim lari ke Burkina Faso.

Interior Masjid Agung Bobo Dioulasso

(foto blog.travelpod.com)

Sekurang-kurangnya terdapat hal 2 yg diperjuangkan sang umat Islam pada Burkina Faso. Pertama, mengembalikan kejayaan Islam pada taraf pemerintahan pusat. Kedua, membendung aktivitas misionaris Kristen yang sangat militan memurtadkan warga Muslim, diantaranya menggunakan cara mendirikan stasiun radio pada seantero Burkino Faso. Sasaran primer mereka adalah suku Fulani, yang dikenal sangat taat memegang teguh ajaran Islam.

Lembaga keagamaan di Burkina Faso The Ahlul Barr Society, mempunyai peran penting untuk membendung kegiatan kristenisasi tersebut. Beberapa di antaranya adalah EI-Hajj Oumarou Kanazae seorang pengusaha terkenal, Souleymane Kore, Mamadou Sawaidogu dan Al-Haji Sakande, tercatat sebagai tokoh Muslim Burkinabe yang aktif mengibarkan kejayaan Islam di Burkina Faso.

Tentang Kota Bobo Dioulasso

Kota Dioulasso merupakan ibukota kuno Burkina Faso menggunakan penduduknya ketika ini ada sekitar 300,000 jiwa. Meskipun adalah kota terbesar kedua di Burkina Faso kota ini sekarang menghadapi penurunan ekonomi, tetapi belakangan ini mengalami kemajuan pesar dibidang animasi, music & aneka kerajinan yg hadir disana. Nama Bobo Dioulasso sendiri bermakna ?Rumah bagi Jula yang berbicara pada bahasa Bobo? Sebuah nama yang kemungkinan lahir berdasarkan ketidakmampuan bangsa prancis yang menjajah Burkina Faso pada menentukan bukti diri dari lokasi tadi yand begitu komplek.

Anak anak kecil dengan riang bermain diantara rindang pepohonan pada-

pekarangan masjid Agung Bobo Diaoulasso (foto virtualtourist.com)

Masjid Masjid Agung Bobo Dioulasso

Masjid Tua Bobo Dioulasso atau dalam bahasa Prancisnya diklaim grande mosqu?E de Dioulassoba atau Masjid Agung Dioulasso, adalah Masjid kuno ini bercirikan arsitektural Banco Sudaness. Merupakan warisan berdasarkan abad ke 19. Balok balok kayu masih menjadi andalan buat membangun masjid di daerah utara Burkina Faso hingga wilayah selatan Mali dan Nigeria hingga ke Bani, Bankas atau Djene pada Republik mali. Seperti telah disebutkan pada artikel sebelumnya tentang Masjid Agung Djene pada Mali, masjid agung Djene merupakan masjid menggunakan berukuran terbesar yg pernah dibangun berdasarkan bahan lumpur & batangan batangan kayu.

Masjid ini dibangun ditengah pertarungan antara Sya dan Kanedougou. Raja Sya tidak mampu melakukan agresi terkini sehingga melakukan perundingan dengan kaum muslimin, & sebagai imbalannya beliau membentuk masjid ini. Beberapa sumber mengungkapkan bahwa masjid ini dibangun dalam tahun 1880 tetapi asal yang lain menyebutkan dibangun dalam tahun 1893. Disebutkan pula bahwa masjid ini dibangun nir saja sang ummat islam tapi dibantu sang aneka macam ummat yang ada pada kota tersebut bahu membahu menciptakan masjid ini.

Lokasi Masjid Agung Bobo Dioulasso

Masjid Tua Bobo Dioulasso berada di rue Sadiki Sanou, Bobo-Dioulasso, hauts-Bassins Region, Houet Province, Republik Burkina Faso

Koordinat geografi : 11° 10' 40.26" N  4° 17' 45.88" W

Masjid Agung Bobo Doulasso ini memang unik, dibangun ditengah gurun menggunakan bahan lumpur bertulang kayu kayu berdasarkan alam sekitarnya menghadirkan kesederhanaan bangunan gurun Afrika Barat dalam arsitekrutalnya yg unik. Keunikan dan nilai sejarahnya yang tinggi itu tak urung berakibat masjid ini menjadi keliru satu objek wisata yang begitu menarik bagi turis asing yg tidak segan segan menempuh perjalanan jauh ratusan kilo berdasarkan kota Ougadogou.

Dibangun pada gaya Sahel lengkap dengan dua menaranya masing masing di sisi mihrab & pintu masuk utama. Seperti bangunan masjid lumpur Afrika Barat lainnya masjid agung Bobo Doulasso jua dilengkapi menggunakan batangan batangan kayu yg menyembul keluar menurut dinding lumpurnya yang selain berfungsi sebagai penguat bangunan tapi pula berfungsi sebagai tangga naik & turun bagi para pekerja yg memperbaiki masjid ini menurut kerusakan dampak gerusan hujan sepanjang tahun.

Masjid Agung Bobo Dioulasso pada-abadikan dalam

prangko pantai gading semasa jajahan Prancis.

Pemandangan masjid ini memang begitu indah bagi para turis asing terutama dalam waktu matahari karam. Sorotan cahaya mentari senja yang menerpa bagian atas dinding lumpurnya menghadirkan gugusan rona yg begitu menarik dengan warnanya yg ke emasan dibawah terpaan sinar mentari senja yang memerah, menarik perhatian kaum muslimin yang melintas buat sekedar singgah sebentar menunaikan sholat berjemaah bersama muslim setempat. Begitu pula bagi turis asing non muslim yang rela menghabiskan waktu buat sekedar menikmati sejenak keindahan tadi.

Foto Foto Masjid Bobo Dioulasso

Seorang Muslimah melintas di depan Masjid Agung Bobo Dioulasso

dengan membawa semacam kendi air di kepalanya (panoramio)

tetesan air hujan meninggalkan bekas dipermukaan dinding lumpur

masjid ini. Jika curah hujan relatif tinggi akan merusak permukaannya

dan kerja bakti pun dimulai oleh para jemaah buat melakukan perbaikan

(foto dari lonelyplanet)

Warna merah alami pada dinding masjid ini memang menghadirkan

nuansa khasa saat diterpa matahari (fotochroniqueafricaine.com)

permukaan dinding yang menghitam di latar depan foto sedangkan di-

bagian belakang adalah galat satu dari dua menara masjid ini

(foto dari panoramio)

Foto dari panoramio
hijaunya pepohonan disekitar masjid ini memang memberikan kesejukan

bagi masjid yg berdiri di gurun ini.

Referensi

abc.burkina.faso.free.fr – bobo dioulasso

en.wikipedia – bobo dioulasso

lonelyplanet.com – grande mosquee

id.wikipedia – Burkina faso

cia.gov – Burkina faso

nationsonline.org – googlemap ougadougou

alhijrah.cidensw.net – islam di Burkina faso

----------------------------------------ooOOOoo------------------------------------------

Baca jua

Masjid King Fahd di Banjul - Gambia

Masjid Larabanga, Masjid Pertama di Larabanga & Afrika Barat

Masjid (bernama) Indonesia pada Maroko

Masjid Hassan II ?Casablanca, Maroko

Masjid Sidi Uqba, Biskra, Aljazair

Kembaran Masjid Baiturrahman Banda Aceh di Yogyakarta

Masjid Tertua di Singapura, dibangun pengusaha Palembang

Jejak Indonesia di Masjid Masjid Sri Lanka

Masjid Agung Kolombo, Warisan bangsawan Bugis pada Kolombo

Friday, June 5, 2020

Masjid Cheng Ho Pasuruan

Masjid Cheng Ho Pasuruan.

Masjid Cheng Ho Pandaan, Pasuruan adalah salah satu menurut tiga Masjid Cheng Ho di Indonesia. Dua yg lain nya adalah Masjid Cheng Ho Surabaya & Palembang. Berbeda dengan Masjid Cheng Ho Surabaya dan Palembang yg didirikan atas prakarsa para sesepuh, penasehat, pengurus PITI (Pembina Iman Tauhid Islam d/h Persatuan Islam Tionghoa Indonesia) dan tokoh warga Tionghoa, maka masjid Cheng Ho Pandaan ini dibangun dengan biaya berdasarkan Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

Masjid ini telah mejadi salah satu ikon baru pariwisata kabupaten Pasuruan. Keindahan masjid ini pada abadikan sang PT Pos Cabang Kabupaten Pasuruan dalam kartu lebaran 1431H (2010M) yg dibagi bagikan perdeo kepada rakyat, sebagai bagian dari promosi pariwisata kabupaten Pasuruan.

Lokasi Masjid Cheng Ho ? Pandaan

Masjid Muhammad Cheng Hoo

Jl. Raya Kasri No.18, Petung Sari, Petungasri, Kec. Pandaan

Pasuruan, Jawa Timur 67156

Masjid Cheng Ho Panda?An terletak pada pinggir jalan raya Malang-Surabaya-Trawas-Tretes, Propinsi Jawa Timur. Lokasinya yg terletak di wilayah yang mempunyai pemandangan alam memukau mengakibatkan Masjid ini loka istirahat sejenak yg menyenangkan bagi mereka yang melalui ruas jalan tersebut.

Sejarah Pendirian Masjid Cheng Ho Pandaan

Papan nama masjid
Berbeda dengan Masjid Cheng Hoo Surabaya, yang dikelola para pengusaha-pengusaha anggota Pembina Iman Tauhid Islam (PITI), Masjid Cheng Hoo Pandaan langsung ditangani Pemkab Pasuruan. Pembangunan Masjid ini di gagas oleh Jusbakir Aldjufri, bupati Pasuruan. Untuk dijadikan Landmark (penanda) yang religius bagi pengguna jalan yang melintas di wilayah .

Interior Masjid
Maksud dan tujuan dipilihnya bentuk masjid dengan bentuk pagoda atau kelenteng yang identik dengan tempat ibadah bagi ummat Tridharma itu hendak menunjukkan kepada masyarakat tentang universalitas Islam. Islam itu rahmat bagi semesta (rahmatin lil alamin), tak mengenal sekat-sekat bangsa, etnis, negara, dan seterusnya. Jadi, walaupun bentuknya bergaya Tiongkok, masjid ini dipakai oleh umat Islam dari mana saja.

Arsitektur Masjid Cheng Ho Pandaan

Ornamen di atap masjid
Masjid Cheng Ho Pandaan gaya arsitekturnya mengadopsi Masjid Cheng Hoo Surabaya yang telah lebih dulu menjadi ikon pariwisata. Lantai dasar Masjid Cheng Hoo Pandaan digunakan untuk ruang pertemuan yang disewakan, namun bagi jamaah yang ingin tidur sejenak dipersilahkan di ruang tersebut. Lantai dua khusus sholat dan tidak boleh digunakan untuk tiduran. Ukuran keseluruhan masjid dua lantai ini adalah 50 x 50m.***

------------------------------------------------------------------

Follow & Like akun Instagram kami di@masjidinfo dan@masjidinfo.id

🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.

------------------------------------------------------------------

Referensi

--------------------ooOOOoo-------------------------

Lanjutkan Membaca Artikel Masjid Bergaya Tiongkok Lain nya

Masjid Masjid bergaya Tiongkok di Indonesia

Masjid Cheng Ho Palembang

Masjid Muhammad Cheng Ho - Surabaya

Lautze, Masjid Ruko dengan Ornamen Klenteng

Masjid Lautze Jakarta

Masjid Lautze 2 Bandung

Masjid KH M. Bedjo Darmoleksono

Masjid Jami’ Tan Kok Liong - Cibinong

Friday, May 29, 2020

Masjid “Taman Surga” Hamidiye Kırşehir

Interior Masjid Hamidiye di  Kota Kirsehir, Turki

Masjid di Turki yang satu ini saat ini sedang menjadi perbincangan di media sosial karena keunikan rancangan interiornya yang tak biasa dan bisa jadi dikemudian hari akan menjadi trend baru interior masjid masjid di dunia ataupun di Indonesia.

Interior masjid ini sengaja dirancang mirip dengan sebuah taman, di alam terbuka dengan pepohonan yang tinggi dan hamparan rumput yang menghijau serta tak lupa pemandangan langit yang membiru dengan awan putihnya yang berarak.

Hamidiye Cami

Yenice Mahallesi, Atatürk Cd. No:107

40200 Kırşehir Merkez/Kırşehir, Turkey

Dalam Bahasa Turki Masjid ini bernama Hamidiye Camii atau Masjid Hamid, nama tersebut mengabadikan nama Khalifah Islam terahir di Turki,Sultan Hamid II lokasinya berada di lingkungan Yenice di dalam wilayah kota Kırşehir, Turki.

Sejarah Masjid Hamidiye

Masjid Hamidiye ini sebenarnya sudah berdiri dan dibangun ditempatnya saat ini pada tahun 1910 pada saat Ke-khalifahan Islam Usmaniyah masih berkuasa dan berpusat di Istambul., dan sejak awal dibangun memang sudah dinamai dengan nama Masjid Hamidiye.

Namun setelah beberapa dekade berlalu masjid ini mengalami kerusakan disana sini, terabaikan dan tak terurus sampai ahirnya bangunan lama masjid tersebut dirobohkan dan dibangun ulang dalam bentuknya saat ini setahun yang lalu.

Masjid ini dibangun dua lantai dengan nuansa yang sama, perhatikan mimbarnya yang dibuat dari susunan kayu kayu bulat.

Ekterior (penampakan luar) bangunan masjid ini biasa saja, sama hal nya dengan bangunan masjid masjid di Turki lainnya, berupa bangunan tinggi besar dengan kubah besar di atapnya dan menara yang tinggi menjulang. Yang berbeda pada bagian ekteriornya hanyalah adanya lafazd ALLAH dalam aksara arab berukuran besar pada dinding masjid ini.

Insfirasi Surah Albaqoroh

Sebagaimana dijelaskan oleh “Sefa Ekinci” selaku imam masjid ini, pada saat akan membangun ulang masjid ini beliau mengumpulkan semua informasi yang dibutuhkan terkait dengan sejarah masjid tersebut di masa lalu dan pada perkembangan berikutnya beberapa orang yang terlibat di dalam proyek pembangunannya ter-insfirasi dari surah Al-Baqoroh ayat 22 yang berbunyi :

“(DIA lah) yang menjadikan Bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap. Dan DIA lah yang menurunkan air (hujan) dari langit. Lalu DIA hasilkan dengan (hujan) itu buah buahan sebagai rezeki untuk-mu karena itu janganlah kamu mengadakan tandingan tandingan bagi ALLAH, padahal kamu mengetahui”.

Eksterior Masjid Hamidiye, biasa saja kan

Seorang warga setempat yang juga merupakan mantan Imam masjid ini sebelumnya, Yılmaz Akçakaya, juga menyuarakan hal yang senada. Beliau menambahkan bahwa masjid Hamidiye sebelumnya selain sudah rusak parah juga sudah terlalu kecil dan tidak lagi mampu untuk menapung jema’ah yang sudah membludak.

Ter-infirasi dari ayat tersebut lah kemudian lahir ide untuk membangun interior masjid ini seperti layaknya sebuah taman surga. Bumi sebagai hamparan dan langit sebagai atapnya. Maka jadilah langit langit masjid ini hingga bagian atas dindingnya di lukis sedemikian rupa menyerupai pemandangan langit yang sedang cerah.

Lantai nya di lapis dengan karpet yang mirip dengan rumput sebenarnya, semacam rumput sintetis yang lembut. Dinding dinding masjid di lukis dengan pemandangan bentangan alam dan pepohonan yang tinggi menjulang, ruangannya dikelilingi dengan pagar dari kayu setinggi lutut seperti pagar taman.

Dua pilar masjid dibagian depan sebelah kanan di gunakan sebagai mimbar dengan membangun tempat seperti pondok kayu yang menempel di sebatang pohon besar, sedangkan pilar masjid disebelah kiri juga dibangun tempat yang serupa dalam ukuran lebih kecil sebagai tempat muazin mengumandangkan azan dan iqomah.

Pintu utama Masjid Hamidiye, Kirsehir

Bagian lain dari masjid ini yang begitu menarik perhatian adalah bagian mihrabnya yang dilukis hingga menyerupai sebuah air terjun dengan pemandangan alami. Lampu gantung di bawah kubah yang biasanya menggunakan bahan Kristal pun berganti rancangan seperti layaknya daun daunan kering.

Sebagaimana disampaikan oleh Imam masjid ini, pembangunan interior masji ini memang sengaja sedapat mungkin mengimplementasikan apa yang dijelaskan dalam Ayat ke 22 surah ke 2 (Albaqoroh) tersebut. Sehingga siapapun yang sholat di dalam masjid ini merasakan seolah olah sedang berada di taman ataupun di alam terbuka.

Beberapa Jemaah masjid ini begitu terkesan sejak pertama kali sholat di masjid ini dan mengatakan pengalaman sholat disini seakan akan sholat di taman surga. Interior apik masjid Hamidiye ini dilukis oleh arsitek sekaligus pelukis dari Azerbaizan.

Dan benar saja, sejak pertama kali dibuka untuk umum , masjid ini telah menarik perhatian Jemaah tidak saja dari lingkungan Yenice dan kota Kırşehir, namun juga menarik perhatian Jemaah dari luar kota dan mancanegara termasuk anda toh walaupun baru melalui media sosial.

Begitu banyak pihak yang berkontribusi pada pembangunan masjid ini secara finansial dan pengurus masjid ini termasuk imam dan mantan imamnya mengucapkan terima kasih atas semua kontribusinya dan medo’akan semoga ALLAH Swt memberikan berkah-Nya kepada mereka semua.

Referensi

http://ilmfeed.com/youve-probably-never-seen-masjid-like-this/

http://www.kirsehirhaberturk.com/kirsehirde-siradisi-bir-camii.html

Thursday, May 28, 2020

Masjid Kaca Laban India

Masjid Kaca, Laban, Shilong, Meghalaya, India di malam hari

Sebenarnya majid ini bernama Masjid Madinah atau Madina Mosque namun lantaran bahan pembuatnya mayoritas memakai kaca maka lebih dikenal sebagai masjid kaca atau Glass Mosque, & karena lokasinya yg berada di wilayah Laban maka pula seringkali disebut dengan nama Laban Glass Mosque. Dan dikenal menjadi masjid kaca pertama di India, sekaligus sebagai masjid terbesar pada daerah India bagian timur. Masjid Kaca Meghalaya dikelola sang Persatuan Muslim Shilong atau "Shillong Muslim Union?.

Meski disebut sebagai masjid kaca, akan tetapi hening saja brow-sanak, struktur masjid ini tetap saja menggunakan beton bertulang begitupun dengan pondasinya, seperti bangunan bertingkat dalam umumnya. Hanya saja memang seluruh bahan kaca atau gelas digunakan secara menyeluruh menutupi bagian luarnya sebagai akibatnya dari luar tampak benar sahih seperti sebuah bangunan yg seluruhnya dari kaca, terutama pada malam hari dalam ketika lampu lampunya dinyalakan, masjid ini tampak seperti sebuah lampion berukuran akbar bewarna hijau.

Madina / Laban Glass Mosque

Laban, Shillong, Meghalaya 793004, India

Dimanakah lokasi Masjid Kaca Maghalaya

Laban merupakan nama wilayah di dalam Kota kota Shillong, & kota Shilong adalah ibukota negara bagian Meghalaya, India. Patut di ingat bahwa negara India merupakan negara Republik Federasi yang daerah negaranya terdiri menurut berbagai negara bagian, nah Meghalaya ini adalah salah satu negara bagian di India yg lokasinya berada pada bagian timur, & pula merupakan negara bagian dengan luas daerah terkecil pada India.

Negara bagian Meghalaya ini berada begitu jauh berdasarkan ibukota India ? New Delhi- diantara kota New Delhi ke Shilong sebagai ibukota negara bagian Meghalaya ini terpaut jeda kurang lebih 1.965 Km dengan jeda tempuh penerbangan selama hampir delapan jam. Meghalaya ini bertetangga pribadi menggunakan Republik Bangladesh yang berada di sebelah selatannya.

Masjid Simbol Persatuan

Tidak seperti tetangganya di Negara Bangladesh yg penduduknya dominan muslim, di negara bagian Megahalaya India ini, muslim adalah kelompok minoritas meskipun India sendiri tercatat sebagai negara menggunakan penduduk muslim terbesar ketiga di dunia sehabis Indonesia dan Pakistan.

Masjid Kaca Laban di siang hari

Merujuk pada Wikipedia dari total penduduk negara bagian Meghalaya sebanyak dua,175,000 jiwa, hanya sekitar 4% saja menurut jumlah itu yang beragama Islam. Seiring dengan fakta bahwa India tak pernah henti didera oleh pertikaian etnis & kepercayaan , lumrah apabila lalu menteri negara Meghalaya, Vincent H Pala berkata bahwa masjid kaca pada Shillong ini dibangun sekaligus sebagai simbol persatuan ummat beragama disana.

Hal tadi disampaikan oleh beliau mengingat bahwa pembangunan masjid ini juga pada dukung penuh sang ummat Hidu di negara bagian tersebut baik secara moril maupun materiil, termasuk para pekerja dan pelaksana pembangunan masjid ini begitu banyak yg adalah penganut agama Hindu.

Pembangunan masjid Madina atau Laban Glass Mosque ini dimulai dengan peletakan batu pertama pada tanggal 2 November 2007 & terselesaikan secara keseluruhan dalam tanggal 29 Agustus 2008, diresmikan dan dibuka 18 Oktober 2012 oleh Menteri negara buat urusan minoritas di negara bagian Meghalaya, Vincent H Pala.

Selain sebagai loka peribadatan, masjid ini jua dilengkapi dengan perpustakaan, tempat tinggal bagi anak anak yatim piatu dan institut kepercayaan Islam. Masjid ini pula dilengkapi menggunakan taman yang cukup luas dengan pepohonan rindang.

Interior Masjid Kaca Laban, India, biasa saja toh.

Di bulan Juli 2015, Perpustakaan Masjid ini diberi nama ?A.P.J Abdul Kalam Library? Mengabadikan nama mendiang presiden India yang merupakan seseorang muslim dan wafat pada 27 Juli 2015. Pemberian nama tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada dia, pula dibutuhkan dapat menginspirasi kaum muda buat mengikuti jejak keberhasilan dia.

Pemberian nama itu dilaksanakan di hari pemakaman mendiang presiden Abdul Kalam yg dilaksanakan di kampung halamannya di Rameshwaram, negara bagian Tamil Nadu, pada lepas 30 Juli 2015. Disaat yg sama, muslim pada kota Shilong termasuk ratusan Jemaah Masjid Madina ini, menyelenggarakan sholat ghaib bagi mendiang presiden Abdul Kalam.

Masjid Madina dibangun empat lantai setinggi 120 kaki dan lebar 61 kaki dan sanggup menampung 8000 jemaah sekaligus. Rancang bangunnya mengadopsi bangunan masjid universal lengkap dengan kubah besar di atap masjid & diapit empat menara menjulang pada masing masing empat penjuru atapnya, Memberikan pemandangan yg teramat menarik & tiada duanya di daerah tadi.

Masjid ini menyediakan loka khusus buat jemaah wanita, gedung tempat tinggal bagi yatim piatu yg diberi nama ?Gedung maherba? Dan gedung institute agama Islam yang diberi nama ?Markaz?. Masjid bewarna biru ini begitu kuno, unik, dan bukan masjid biasa & tentu saja sebagai daya pikat wisata baru disana. Beberapa laporan mengungkapkan masjid ini pula telah berkembang sebagai pusat pembelajaran dan pusat spiritual Islam pada tempat tersebut.

Referensi

singgahkemasjid - Kini India Memiliki Masjid Kaca Pertama

wikipedia – madina mosque shilong

nelive.in - glass-mosque-library-meghalaya-be-named-after-kalam

telegraphindia.com - Kalam name for library

Wednesday, May 27, 2020

Masjid “Taj Mahal” di Kota Kuwait

Seperti Taj Mahal, tapi ini bukan Taj Mahal, melainkan sebuah masjid yang memang sengaja dibangun mirip seperti Taj Mahal, lokasinya berada di Kuwait City, Ibukota Negara Kuwait.

Warga Kuwait yang ingin menyaksikan keindahan bangunan Taj Mahal, kini tidak perlu jauh jauh ke India. Pemerintah Kuwait telah membangun sebuah masjid dengan meniru bentuk bangunan Taj Mahal di India. Taj Mahal – nya Kuwait itu diberi nama Masjid As-Sadiqa Fatimatul Zahra di kota Kuwait.

Masjid bergaya Taj Mahal ini merupakan salah satu tujuan wisata religi paling populer di Kuwait selain Masjid Agung Kuwait yang merupakan Masjid Nasional. Lokasi nya berdiri tak jauh dari Bandara Internasional Kuwait, menjadikannya sebagai salah satu pemandangan indah bagi para penumpang pesawat yang melintas.

Fatima Zahra mosque

Abdullah Al-Mubarak Block 6 Street 10

Abdullah Al-Mubarak, Kuwait

Tampilan luar masjid ini memang dibangun meniru Taj Mahal namun bagian dalamnya sama sekali berbeda. Taj Mahal dibangun sebagai Maosoleum (makam) bagi Mumtaz Mahal, Istri dari Shah Jehan (Raja dari Kerajaan Islam Mughal) tahun 1632 sebagai bentuk cintanya yang mendalam, namun Taj Mahal di Kuwait ini adalah sebuah Masjid, di dalamnya tentu saja berupa ruang sholat lengkap dengan mihrab dan mimbar.

Taj Mahal di India memang dilengkapi dengan bangunan masjid di sebelah barat-nya sebagai fasilitas penunjang dari Maosoleum tersebut. Masjid Taj Mahal di komplek Taj Mahal – India, dibangun kembar dengan bangunan istana peristirahatan kerajaan yang berada di sisi timur komplek Taj Mahal

Pembangunan Masjid ini memang menjiplak bentuk Taj Mahal di India dan atas se-izin pemerintah India melalui Kedutaan nya di Kuwait.

Sisi dalam Masjid Taj Mahal di Kuwait ini dilengkapi dengan ukiran kaligrafi Al-Qur’an. Bangunan masjid nya sendiri berdiri di atas lahan seluar 3.316 meter persegi, dibangun atas ide dari anggota Majelis Al-Umma (parlemen) Kuwait, Hassan Johar. Menggunakan berbagai material bangunan yang di-datangkan dari Mesir dan Iran. Hasan Johar merupakan salah satu tokoh parlemen dari kelompok Islam Syiah Kuwait.

Masjid Seperti Taj Mahal di Kuwait ini bukanlah satu satunya bangunan yang menjiplak Taj Mahal India, sejumlah gedung di Las Vegas (Amerika Serikat), Dubai (Uni Emirat Arab) dan Shenzen (China) juga meniru bangunan Taj Mahal.  Sementara di Bangladesh seorang milioner setempat juga tengah membangun bangunan yang mirip dengan Taj Mahal di kota Dhaka, Ibukota Negara tersebut. Pembangunan Masjid seperti Taj Mahal di Kuwait ini dilaksanakan setelah mendapatkan persetujuan dari Kedutaan Besar India di Kuwait. (source)

Baca Juga :

Masjid Taj Mahal India

Masjid Agung Kuwait

Friday, May 8, 2020

Masjid Nord Kamal Norilsk – Russia ; Masjid Paling Utara di Bumi

Masjid Nord Kamal di kota Norilsk tercatat sebagai salah satu masjid yang berada di dalam lingkar kutub utara bumi. Tempat dimana matahari tak bersinar penuh sepanjang tahu, kota dengan iklim paling ekstrim di Bumi, saat suhunya turun mencapai 60 derajat selsius dibawah nol dan badai salju nyaris terjadi saban hari sepanjang tahun.

Kota Norilsk adalah kota di Russia. Letaknya di bagian utara dan merupakan kota terbesar kedua di Russia di wilayah Siberia Utara, di lingkar Arktik kutub utara, setelah kota Murmansk. Kota paling dingin di bumi ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 134.832 jiwa. Norislsk tidak saja menyandang predikat sebagai kota dengan iklim paling extrim di dunia, tapi juga merupakan kota yang masuk ke dalam 10 kota paling tercemar di Bumi. Karenanya semenjak tahun 2001, kota ini menjadi kota tertutup yang tidak boleh dikunjungi oleh orang asing, kecuali dengan izin khusus.

Secara geografis, kota Norilsk berada di semenanjung Taimyr di wilayah Krasnoyarsk Territory di Russia. Satu satunya cara untuk mencapai kota ini adalah dengan pesawat terbang. Trsnsportasi alternative hanya tersedia selama musim panas yang singkat, dengan melalui angkutan sungai menggunakan ferry mengarungi sungai Yenisei menuju pelabuhan sungai Dudinka dilanjutkan dengan bus, ke kota Norilsk.

Kota Norilsk dibangun tahun 1930 di daerah yang begitu kaya dengan kandungan tambang logam. Pabrik pabrik pengolahan logam itu setiap hari melepaskan asap tebal bercampur asam ke udara. Suhu di kota ini benar benar extrim mencapai minus 58 derajat dan senantiasa bersalju selama 250 hinga 270 hari sepanjang tahun. Badai salju adalah hal biasa di kota ini, 110-130 hari dalam setahun terjadi badai salju disana, menjadikannya sebagai kota yang senantiasa dingin membeku di dunia.

Sepertiga penduduk kota ini beragama Islam dan mereka harus menjalankan ibadah puasa Romadhon setidaknya 20jam sehari.
Tidak hanya iklimnya yang tak ramah, sejarah kota ini juga cukup menyeramkan, pada awalnya kota ini dibuka dan dibangun pada masa kekuasaan Uni Soviet di Russia, dengan menggunakan para pekerja paksa, untuk menambang Nickel. Norilsk memang diketahui merupakan wilayah dengan cadangan nickel-copper-palladium terbesar di dunia. Sistem kerja paksa yang dikenal dengan sistem gulag terjadi sejak masa Vladimir Lenin hingga masa Joseph Stalin di tahun 1930-1950-an.

Muslim di kota Norilsk

Ada sekitar 30.000 muslim yang tinggal di kota Norilsk, sumber lainnya menyebut angka yang lebih besar, mencapai 50.000 ribu jiwa. Mereka menjadi muslim di dunia yang harus menjalankan ibadah puasa Ramadhan teramat panjang setiap harinya, mengingat matahari bersinar penuh di kota ini tidak lebih dari 90 menit setiap harinya.

Seoran penulis yang juga penduduk kota Norilsk menyebutkan bahwa, muslim di Norilsk merupakan diapora dari berbagai Negara. Hampir sepertiga penduduk kota ini merupakan muslim yang berasal dari Azerbaijanis, Tatar, Chechens dan Dagestan, termasuk juga yang berasal dari Negara Negara asia tengah seperti Kyrgyzstan, Kazakhstan, Uzbekistan dan Tajikistan.

Dari sekian banyak muslim disana juga terdapat muslim asli pribumi setempat, bahkan salah satu dari mereka yang berasal dari suku Nganasan (suku asli Samoyedic di semenanjung Taymyr, Siberia Utara) adalah salah satu pengurus masjid Nord Kamal.

Nurd Kamal, Mechet' / Нурд Камал, Мечеть

ул. 50 лет Октября, 2а, Norilsk, Krasnoyarskiy kray

Rusia, 663305. +7 391 942-11-49

Koordinat : 69°20'27"N   88°12'2"E

Masjid Nord Kamal

Masjid Nord Kamal adalah masjid terbesar di kota Norilsk, Russia. Masjid ini selesai dibangun dan dibuka secara resmi untuk peribadatan pada tanggal 19 September 1998. Sebuah masjid yang cukup indah. Masjid ini tercatat dalam buku rekor dunia (Guinness Book of Records ) sebagai ‘masjid yang berada ditempat paling utara di dunia’. Dibangun oleh seorang pengusaha muslim ‘Mukhtad Bekmeyev” yang merupakan penduduk asli Norilsk dari suku Tatar.

Nord Kamal atau Nurd Kamal yang menjadi nama masjid ini merupakan gabungan dari nama kedua orang tuanya, nama ayahnya Nuritdin dan Ibunya Gaynikamal, yang kemudian digabungkan menjadi Nord Kamal. Rancangan masjid ini ditangani arsitek Josef Muire atas dana dari seorang philanthropist Inggris, Stephen Trantham.

Gaya bangunannya dipengaruhi oleh arsitektur Turki dengan sebuah bangunan menara dan sebuah kubah besar di atap utama masjid. Uniknya kubah masjid ini dibangun dalam bentuk yang menyerupai sebuah lonceng dengan warna ke-emasan.  ‘Mukhtad Bekmeyev” yang membangun masjid ini, sudah tidak tinggal di Norilsk, beliau sudah pindah ke kota Sochi, di tepian Laut Hitam yang berjarak sekitar 4,000 km.

Matahari bersinar penuh di kota ini tak lebih dari 90 menit setiap harinya.
Meski dibangun dengan bentuk sebagaimana masjid pada umumnya, arsitek masjid ini mau tidak mau melakukan beberapa pengecualian dalam rancangannya yang harus disesuaikan dengan kondisi di Kutub Utara tempat masjid ini berada. Seperti contoh pada bangunan menaranya yang biasanya dibangun dalam bentuk bundar, dengan sengaja dibangun dengan denah segi empat dikarenakan dalam denah yang demikian bata yang menjadi bahan bangunannya tidak mudah beku dan lebih tahan terhadap terpaan angin kencang di daerah tersebut.

Terancam Suhu Dingin

Laporan media Russia di tahun 2018 menyebutkan masjid ini mengalami masalah cukup serius dengan terputusnya sambungan listrik ke masjid ini, berakibat pada tidak berfungsinya sistem pemanas di masjid ini serta peralatan yang membutuhkan ternaga listik lainnya. Masalah tersebut dikhawatirkan akan berdampak lebih luas terhadap struktur bangunan meskipun sudah dirancang sedemikian rupa untuk mampu bertahan dalam iklim yang ekstrim.

Cuaca yang begitu dingin, membutuhkan semangat dan daya tahan tubuh yang prima untuk sekedar pergi ke masjid ini bagi muslim di kota Norilsk.
Masalah tersebut di duga terjadi akibat kerusakan jaringan kabel bawah tanah yang terjadi saat proses penghancuran gedung yang berada tak jauh dari lokasi masjid ini. Ketiadaan pemanas memang menjadi masalah besar di Norilsk, terutama bagi muslim disana yang akan melaksanakan sholat subuh di masjid ini di kondisi cuaca yang bersalju cukup tebal.

Menurut penjelasan imam masjid, dari sekian puluh ribu muslim di Norilsk, rata rata yang hadir sholat jum’at di masjid ini sekitar 500-600 jemaah saja. Beliau menjelaskan bahwa sebagian besar muslim disana adalah pekerja pabrik dan sudah kelelahan saat pulang kerja di malam hari. Sebagian besar muslim di Norilsk merupakan muslim dari Azerbaijan dan wilayah Republik Dagestan sebagian besar mereka berpropesi sebagai pegawai pabrik dan sebagian lagi berdagang.

Penyusutan jumlah penduduk

Norilsk mengalami penyusutan jumlah penduduk. Biaya hidup yang semakin tinggi dan tidak sebanding dengan penghasilan yang didapat, mengakibatkan terjadinya perpindahan penduduk sepanjang tahun. Diperkirakan penduduk kota ini berkurang sekitar 5000 jiwa setiap tahun nya, kebanyakan mereka pindah ke kota kota lain.***

Referensi

http://wikimapia.org/7459137/Nurd-Kamal-Mosque

https://en.wikipedia.org/wiki/Nord_Kamal_Mosque

http://islam.ru/en/content/news/northernmost-mosque-world-left-without-electricity

https://adventureprime.com/nord-kamal-the-northernmost-mosque-in-the-world/

------------------------------------------------------------------

Follow & Like akun Instagram kami di@masjidinfo dan@masjidinfo.id

🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.

------------------------------------------------------------------

Baca Juga

Tiga Masjid di Kutub Utara

Masjid Innuvik Masjid ke 4 di Kutub Utara

Masjid 4000 kilometer

Masjid Innuvik Masjid ke 4 di Kutub Utara

Perkembangan pembangunan Masjid pertama di Alaska

Masjid pertama di Alaska (AS) segera dibangun

Asal SEO

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done