Islami Pedia: masjid di kota padang
News Update
Loading...
Showing posts with label masjid di kota padang. Show all posts
Showing posts with label masjid di kota padang. Show all posts

Sunday, July 5, 2020

Mesjid Nurul Iman kota Padang, Sumatera Barat‎

Masjid Nurul Iman, Kota Padang
Propinsi Sumatera Barat dengan Ibukotanya di Kota Padang, merupakan salah satu propinsi di Indonesia yang di anugerahi keindahan alam yang luar biasa serta adat istiadat yang begitu kental dengan Syariat Islam. Masyarakat negeri Minangkabau ini secara tradisi turun temurun mewarisi dan mewariskan falsafah “hidup bersanding adat, adat bersanding Syara’, Syara’ Bersanding Kitabullah”. Sehingga tak mengerankan bila seantero tanah minangkabau bertabur Masjid dan surau, dari pusat kota Padang hingga ke pusat pertanian di tengah pesawahan akan dengan mudah ditemui masjid ataupun surau.

Di kota Padang sendiri terdapat begitu banyak masjid, salah satunya sudah pernah di posting di blog ini adalah masjid Ganting yang merupakan masjid tertua di kota Padang. Dan kali ini kita akan mebahas Masjid Nurul Iman yang merupakan Masjid terbesar saat ini di kota Padang. Gelar sebagai masjid terbesar di kota Padang ini sepertinya segera akan berahir manakala nanti masjid Mahligai Minangkabau yang sedang dibangun selesai dikerjakan.

Alamat dan Lokasi Masjid Raya Nurul Iman Padang

Masjid Nurul Iman berada di pertigaan Jalan Imam Bonjol dan Jalan MH Thamrin di pusat kota Padang. Tak menherankan bila kemudian ada perbedaan penulisan nama jalan tempat masjid ini berada dalam beberaba blog internet yang mengulas masjid Nurul Iman ini.

Lihat Peta Lebih Besar

Sejarah Masjid Nurul Iman Kota Padang

Era awal pembangunan

Perjalanan sejarah Masjid Nurul Iman Kota Padang ini cukup berliku liku mulai dari pertama dibangun kemudian beberapa kali mengalami kerusakan parah hingga nyaris hancur sampai ahirnya bermetamorfosis ke bentuknya yang kini kita lihat begitu indah dan megah serta menjadi salah satu ikon kota Padang.

Pembangungan masjid Nurul Iman dimulai tanggal 26 September 1958 dengan dari Kepala Operasi Kodam III/ 17 Agustus, ketika itu Propinsi Sumatera Barat dibawah pemerintahan Gubernur Kaharudin Datuk Rangkayo Baso (Menjabat 1958~1965) dan juga sumbangan dari Menteri agama saat itu. Lahan untuk masjid ini seluas 1,18 hektar bangun masjid nya sendiri berlantai dua dengan masing-masing seluas 2.674 M2 dan berada di pusat kota Padang.

Aerieal View Masjid Nurul Iman Padang (Foto dari Panoramio)
Masa Orde Lama

Sepanjang masa orde lama, pembangunan masjid ini berjalan begitu lamban sampai akhirnya ter­bengkalai. Baru pada tahun 1966 Paska Gerakan 30 September/PKI, pembangunan masjid ini dibantu pemerintah. Dan sejak itu Gubernur berikutnya Harun Zain (Menjabat 1967~1977) bisa lebih nyaman melanjutkan pembangunan Masjid Nurul Iman. Namanya pun sudah berganti jadi Nurul Iman. Ditetapkan dengan SK Gubernur Sumbar No Kemasj.025/GSB/66 tanggal 10 Maret 1966.  Penyelesaian pembangunan masjid ini ketika itu menghabiskan dana sekitar Rp. 300 juta, selain dari dana yang berasal dari jemaah juga mendapat uluran tangan pemerintah. Presiden Soeharto mengirimkan sumbangan sekitar Rp 40 juta untuk membantu pembangunan masjid ini.

Dihajar Ledakan Bom

Tahun 1976 masjid ini sudah mendekati penyelesaian ahir dan sudah difungsikan untuk sholat jum’at, meskipun proses penyelesaian tahap ahir masih terus dikerjakan. Namun dua tahun kemudian masjid yang sudah menjadi kebanggaan Masyarakat kota Padang ini lagi lagi mengalami pengalaman buruk.

Foto Masjid Nurul Iman dalam format infra merah (@duplicatedreality)

Ledakan bom tersebut menyebabkan loteng mesjid di lantai satu berantakan sepanjang 30 x 2 meter. Jendela kaca di beberapa bagian pecah, sementara lobang angin (ventilasi) lantai dua menjadi bolong selebar satu meter persegi. Meski sempat ditutup sementara untuk penyelidikan, namun menjelang waktu sholat jum’at masjid ini kembali dibuka untuk umum. Sampai kini pelaku bom tersebut belum pernah berhasil ditangkap oleh pihak berwenang.

(@maryulismax) Renovasi yang terbengkalai

Ketika Propinsi Sumatera Barat dibawah pimpinan Gubernur H. Zainal Bakar SH (2000~2005) masjid ini di rombak total. Atas kebijakan beliau masjid ini rencananya dibongkar untuk membuatnya menjadi lebih besar dan indah, namun sampai masa jabatan beliau berahir, proses pengerjaan masjid ini malah terkesan terbengkalai. Proses peribadatan terganggu dan memicu kekecewaan berbagai kalangan.  Sampai masa peralihan tugas gubernur Sumbar dari H. Zainal Bakar SH dengan Gamawan Fauzi (menjabat 2005~2009), masjid itu sudah dibongkar sebagian. Akibatnya Masjid Nurul Iman beberapa waktu lamanya tidak bisa digunakan.

Di tahun kedua pemerintahan Gunernur Gamawan Fauzi dan Wakil Gubernur Marlis Rahman, Masjid Nurul Iman akhirnya dapat berdiri kukuh kembali dengan perubahan arsitektur dan penggunaan aplikasi struktur bangunan tahan gempa. Sejumlah 18,4 miliar rupiah dana dari APBD propinsi sumar dikucurkan pemerintah untuk menylesaikan renovasi total masjid ini.

Ketika diresmikan oleh Wapress Yusuf Kalla Menara Masjid ini di tutup dengan

Spanduk besar seperti ini (foto @ nuraina.com)

Dan pada tanggal 7 Juli 2007, proses renovasi total masjid ini diresmikan oleh Wakil Presiden, M Jusuf Kalla. Saat upacara peresmian tersebut sebenarnya masjid ini belum sepenuhnya rampung. Bangunan Menara lama masih dalam proses pengerjaan untuk dibuat lebih tinggi dan lebih indah, namun karena upacara peresmian sudah akan dilaksanakan, panitia kemudian menutup bangunan tersebut dengan sepanduk besar bergambar foto Wapres beserta istri, poster tersebut yang kemudian menjadi bahan candaan Pak Kalla kepada Bu Mufidah (istri beliau) dan panitia pembangunan Masjid serta gubernur Sumbar, Gamawan Fauzi.

Dan ini bentuk menara masjid yang lama tanpa cover spanduk

(foto @ www.rifkadejavu.com)

Satu hal yang cukup unik dilaksanakan di masjid Nurul Iman Kota Padang ini adalah Istihostshah Pemilu, seperti yang dilakukan dalam rangka menghadapi Pemilu legislatif 9 April 2009 yang lalu, Pemerintah Kota Padang melaksanakan doa Istighotsah di masjid Nurul Iman, Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari peertemuan dengan para mubalig  se Kota Padang, Poltabes dan MUI.

Kerusakan masjid Nurul Iman Paska Gempa (foto @ www.eqclearinghouse.org)

Dua tahun setelah diresmikan oleh Pak Kalla, Masjid ini kembali mengalami kerusakan akibat gempa. 30 September 2009, Gempa bumi dasyat  meluluhlantakkan kota Padang dan sekitarnya. Sistem tahan gempa yang di-aplikasikan terhadap struktur masjid ini benar benar di uji ketangguhannya, dan Alhamdulillah meski Kota Padang luluh lantak dihajar gempa, termasuk bangunan disekitar Masjid Nurul Iman, masjid ini masih berdiri kokoh meski mengalami beberapa kerusakan disana sini.

Mihrab Masjid Nurul Iman sebelum Gempa (foto @www.eqclearinghouse.org)

Evaluasi oleh Mahasiswa Stanford University

Paska gempa yang melanda kota Padang pada tanggal 30 September 2009 tersebut, di bulan Oktober tahun yang sama beberapa mahasiswa Stanford University melakukan evaluasi terhadap bangunan Masjid Agung Nurul Iman Padang sebagai bagian dari studi dan evaluasi struktur bangunan terhadap tsunami di Padang. Berbekal foto foto Masjid Agung Nurul Iman sebelum bencana gempa bumi serta kondisi masjid yang mengalami kerusakan paska gempa, serta beberapa gambar struktur bangunan yang masih ada. Hasil evaluasi tersebut menyebutkan bahwa struktur tahan gempa masjid ini bejerja dengan baik.

Arah Kiblat Masjid Sudah tepat

Ketika sedang marak berita tentang telah bergesernya arah kiblat masjid masjid Indonesia di tahun 2010 lalu, Ketua Harian Mesjid Nurul Iman, Yufni Faisal mengatakan arah kiblat Nurul Iman sudah tepat, karena ditetapkan saat dibangun berdasarkan kajian ilmu falak atau ilmu tentang arah kiblat yang dilakukan ahli falak, sehingga tidak perlu untuk mengatur ulang arah kiblat di Masjid Nurul Iman Kota Padang ini.

Proses pembangunan menara masjid Nurul Iman (foto @antara sumbar)

Dua tahun Paska Gempa

Sejak gempa di tahun 2009 itu memang agak susah me­ngajukan bantuan ke pemerintah, lantaran begitu banyaknya fasilitas umum yang rusak parah di seantero kota Padang dan umumnya di Sumatera Barat. Dengan demi­kian alokasi anggaran untuk reha­bilitasi dan rekonstruksipun menjadi sangat selektif.  Akibatnya cukup lama kerusakan masjid ini belum diperbaikai.

Puing puing bangunan yang berserakan disekitar masjid Nurul Iman, serta foto foto

kota Padang Paska Gempa 30 September 2009 ada di skyscrapercity.

Arsitektur dan Aktivitas Masjid Nurul Iman Padang

Masjid Nurul Iman yang kini berdiri merupakan bangunan yang lahir dari proses renovasi total dan diresmikan di masa pemerintahan Gubernur Gamawan Fauzi. Bangunan masjid modern berarsitektur masjid universal dengan ciri bangunan berkubah besar di bangunan utama masjid dan dilengkapi dengan sebuah bangunan menara yang terpisah dari bangunan utama masjid.

Masjid Nurul Iman Padang, terdiri dari dua lantai, disangga 30 tiang, 16 tiang diantaranya adalah tiang penyangga utama yang berada di tengah bangunan masjid.  Selain bangunannya yang kokoh, Masjid Nurul Iman juga memiliki konsep nilai seni dan artistik tinggi. Konsep model bangunan Masjid Nurul Iman diambil dari konsep model Bangunan Jakarta Islamic Center (JIC), dipadu dengan arsitektur Masjid Atiin di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Fasad depan masjid Nurul Iman Padang foto @padang-today.com

Nilai spesifik lain yang terdapat pada bangunan Masjid Nurul Iman dan tidak dimiliki bangunan Mesjid lain adalah adanya beberapa jenjang menuju lantai dua yang berada ditiap sudut bangunan. Lokasi jenjang ini cukup strategis, karena menghubungkan antara tempat berwudhu dengan bangunan lantai II masjid, tempat jemaah melakukan ibadah sholat.

Masjid Nurul Iman Padang dari balik pola segi delapan pagar Masjid

foto @west-sumatra.com Selain itu lantai II tempat jemaah melakukan ibadah sholat juga dirancang dengan Nuansa lantai kayu yang cukup lembut dirasakan kaki jemaah. Lantai parkit ini dirancang dengan bahan yang terdiri dari kayu, dan paduan lempengan, dan gabus. Sehingga memberikan nuansa lembut dan sejuk. Bahan lantai ini didatangkan khusus dari Jerman.

Sebagai salah satu masjid kebanggan Sumbar, Masjid Nurul Iman juga memiliki fasilitas kegiatan keagamaan yang lengkap. Dimasjid ini terdapat sekretariat Badan Amil Zakat (Bazda), Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kantor Dewan Mesjid, Majelis Taklim, Remaja masjid, perpustakaan dan lain-lain.  Dengan bangunan yang megah dan fasilitas yang lengkap, sekarang yang sedang diupayakan Pengurus Masjid Nurul Iman dalam program-programnya kedepan adalah meng-Imarahkan Masjid Nurul Iman, yakni program-program yaang bertujuan menghidupkan dan meramaikan masjid, dan menjadikan Masjid Nurul Iman sebagai pusat keagamaan Umat Islam di Kota Padang khususnya dan Provinsi Sumbar umumnya.

Karnaval teong telong yang dimulai dari halaman masjid Nurul Iman

foto @ruangindonesia.com.

Tradisi Telong Telong

Sekali dalam setahun, halaman Masjid Nurul Iman menjadi lokasi dimulainya pawai tradisi khas kota Padang yang bertajuk Telong Telong. Karnaval tradisional ini merupakan tradisi yang diselenggarakan pemerintah dan masyarakat Kota Padang dalam memeriahkan hari jadi Kota Padang. Pawai telong telong merupakan pawai obor dan lampion yang diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat dari masing masing kelurahan dan kecamatan di kota Padang.

Pawai dimulai dari halaman masjid Nurul Iman dan berahir di kantor pemerintahan kota Padang. Pawai ini menyuguhkan berbagai macam kesenian khasa kota Padang. Pawai atau karnaval ini begitu meriah sehingga menyedot perhatian warga kota Padang dan sekitarnya termasuk para wisatawan mancanegara.

Video Masjid Nurul Iman Padang

Foto Foto Masjid Nurul Iman Padang

Masjid Nurul Iman Padang foto @flickr

Masjid Nurul Iman Padang foto@panoramio

Masjid Nurul Iman foto@panoramio

Suasana malam di masjid Nurul Iman Padang foto@panoramio

www.rifkadejavu.commesjid nurul iman padang antara kekhusuan dengan

Kppnsijunjung.net – arah kiblat masjid nurul iman padang sudah betul

www.padang.go.id - Doa Istighotsah Di Masjid Nurul Iman

www.eqclearinghouse.orgMasjid Nurul Iman

Id.wikipedia.org – Daftar gubernur sumatera barat

www.ruangindonesia.comtelong telong sebuah karnaval tradisi

Majalah.tempointeraktif.com – bom di nurul iman

www.harianhaluan.commasjid nurul iman segera diperbaiki

www.infojambi.commasjid nurul iman di depan hotel ambacang tetap berdiri kokoh

www.padang-today.comStruktur bagunan masjid nurul iman tahan gempa

www.antaratv.comwapres tersinggung fotonya untuk tutup menara terbengkalai

---------------------ooOOOoo---------------------

Baca Juga Artikel Masjid Masjid di Sumatera

Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh (Bagian I)

Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh (Bagian II)

Masjid Jami' Indrapuri, Aceh

Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang (Bagian II)

Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang (Bagian I)

Masjid Babussalam Gelumbang, Sumatera Selatan

Masjid Ganting - Padang

Masjid Agung Al Falah Jambi, Masjid Seribu Tiang

Wednesday, June 10, 2020

Masjid Ganting - Padang

Masjid Raya Ganting, Kota Padang. Masjid tertua pada kota Padang

(image dari Panoramio)

TERTUA DI PADANG

Masjid Ganting adalah mesjid tertua di kota Padang yg dalam awalnya didirikan sebagai wahana pemersatu 8 suku yg terdapat pada kota Padang. Masjid ini jua pernah sebagai sentra pergerakan perjuangan kemerdekaan tahun 1945.

Masjid Ganting, didirikan sekitar tahun 1700 an. Bertepatan dengan dibangunnya pelabuhan Ema Haven, atau pelabuhan sekarang yang dikenal menggunakan pelabuhan Teluk Bayur. Masjid yg mempunyai dua menara & satu kubah primer ini, berkembang sebagai wahana pemersatu 8 suku yg terdapat di kota Padang. Masjid ini memiliki 8 pintu, menggunakan tiang penyangga masjid berjumlah 25 butir sesuai nabi & rosul.

Sejak dibangun, masjid ini belum pernah dipugar secara besar -besaran kecuali penambahan bangunan depan sepanjang 20 meter. Sejak tahun 1950, pengelolaan masjid ini diambil alih sang Pemerintah Daerah kota Padang dan diserahkan pada masyarakat Ganting buat mengurusnya. Karenanya rakyat Ganting sangat menjaga eksistensi masjid yang dinilai memiliki sejarah yg cukup krusial.

LOKASI

Masjid Ganting berada di Jalan Ganting No tiga, Kelurahan Ganting Selatan Kecamatan Padang Timur. Kota Padang, Propinsi Sumatera Barat.

Lihat asjid Ganting Kota Padang di peta yang lebih besar

ARSITEKTUR

Masjid Raya Ganting bergaya neo klasik eropa. Dilihat menurut kontruksi masjid yang berbentuk tumpang, masjid Raya Ganting tergolong masjid kuno. Masjid kuno mempunyai ciri-ciri khas misalnya berdenah persegi panjang, memiliki serambi pada depan atau di samping ruang utama, mihrab dibagian barat, pagar keliling dengan satu pintu primer, dan beratap tumpang. Di Tanah Air, bentuk atap tumpang yang berkembang cukup majemuk mulai menurut dua tingkat sampai 7 taraf. Masjid Raya Ganting mempunyai atap tumpang berjumlah 5 tingkat. Semua ciri-karakteristik masjid antik tersebut bisa dijumpai dalam pola bangunan Masjid Raya Ganting.

Masjid Raya Ganting, Kota Padang. Dari sisi yg lain

(image dari Panoramio)

Karena arsitek pembangunan masjid Raya Ganting dari berdasarkan Belanda, mensugesti denah masjid secara holistik. Bangunan masjid berbentuk persegi panjang dan simetris yang merupakan karakteristik utama bangunan bergaya Neo Klasik Eropa. Sokoguru (tiang primer) masjid berjumlah 25 butir yang berbentuk segi enam berdiameter 40 cm dengan tinggi mencapai 4,dua meter tanpa hiasan terbuat dari beton. Filosofi jumlah tiang tadi mengingatkan ummat muslim tentang 25 Rasul Allah yang patut diimani. Nama ke-25 Rasul tersebut diukir menggunakan tulisan kaligrafi pada setiap tiang.

Pintu masjid berjumlah 8 buah dengan bentuk yg tidak sinkron antara ruang utama menggunakan pintu sisi bangunan. Ukuran pintu rata-rata dua,45 x 1,7 meter yang terbuat menurut kayu dan kaca. Pada bagian atas pintu masih ada hiasan kerawang. Masjid kuno tadi memiliki 16 jendela dengan berukuran dua,25 x 1,7 meter menggunakan hiasan kerawang di atasnya.

Pada bagian serambi depan terlihat 4 tiang tipe Doric kembar yg terletak dalam padestal berbentuk balok. Pada serambi samping masjid terdapat tiang berbentuk segi enam & tambun yg bagian atasnya masih ada hiasan pelipit-pelipit homogen. Bentuk tiang tadi mengingatkan pada bentuk tiang Order Doric pada arsitektur Eropa.

Bangunan tua bersejarah itu dihiasi dengan seni hias Eropa misalnya ukiran piala dalam entablature dinding sisi luar, parapet (tiang-tiang kerdil), panil-panil yg berhiasan lubang kunci. Dinding bangunan bagian pada dihias dengan pilaster sederhana. Sedangkan dinding sebelah timur dihias pilaster berbentuk order doric kembar bergalur. Seni hias tradisional jua menghiasi bangunan masjid bagian atap berbentuk tumpang.

Pada setiap tumpang dibatasi menggunakan panil-panil kayu berukir bermotifkan gesekan Minangkabau. Pada setiap ujung atap tumpang masih ada hiasan antefik, sedangkan pada bagian mustoko masih ada hiasan bulan bintang yg menampakan efek Islam. Perpaduan gaya Eropa & tradisional tersebut menguatkan eksistensi masjid tersebut dibanding bangunan lain yang memadati daerah Ganting.

BANGUNAN LAIN

Bangunan lain yg terdapat dalam kompleks Masjid Raya Ganting antara lain tempat wudhu ukuran 10?3 m terletak di samping utara dan selatan serambi samping dibuat tahun 1967. Tempat wudhu dibentuk permanen dan tertutup. Perpustakaan masjid menempati sebuah ruangan sederhana di sisi utara masjid & masih menyatu menggunakan bangunan masjid. Di sebelah selatan dan belakang Masjid Raya Ganting terdapat beberapa makam yang dibuat sederhana dibatasi menggunakan tembok berbentuk segi panjang. Salah satu makam yg ada pada selatan masjid merupakan makam Angku Syekh Haji Uma, pemrakasa pembuatan Masjid Raya Ganting. Sedangkan pada dalam makam yang terletak di sisi barat masjid terdapat prasasti yang berbunyi: ?Disini disemayamkan: Yml. Radja Bidoe Glr. Marahindra Toeangkoe Panglima Radja pada Padang, vide Besluit Gouverneur Generaal Gegeven to Boitenzorg, 9 Oktober 1830, wafat 1833; Yml Marah Soe?Ih Glr. Marahindra Toetngkoe Panglima Regent di Padang, vide Besluit Governeur General Gegevente Batavia, 16 Augustus 1868, wafat 1875: Beliau keduanya dari Soekoe Tjaniago Soemagek Kampung Alam Lawas Padang.?

SEJARAH MASJID GANTING

Kerusakan masjid Raya Ganting akibat gemba Sumbar 30 September 2009 yang lalu

(image dari : padang today.com)

Informasi mengenai pendirian masjid trsebut masih ada aneka macam versi. Sebagian warta mengungkapkan pendirian masjid tadi dimulai pada 1815 & terselesaikan dikerjakan tahun 1819. Di tahun 1900, pembangunan masjid tadi pulang dimulai buat memasang ubin yang didatangkan pribadi berdasarkan negeri Belanda. Sayangnya, keterangan tersebut diragukan kebenarannya. Bahkan terdapat yang mengungkapkan pendirian masjid tadi dimulai tahun 1810.

Menurut liputan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Batusangkar, Masjid Ganting dibangun kurang lebih tahun 1700 M. Pembangunan masjid tersebut berdiri di atas tanah wakaf 7 suku yg diserahkan melalui Gubernur Jenderal Ragen Bakh, penguasa Hindia Belanda pada Sumatera Barat waktu itu. Sedangkan pengerjaannya dilakukan secara gotong-royong sang masyarakat Ganting & dibantu komunitas Belanda. Konon kabarnya, pendirian masjid Raya Ganting diprakarsai tiga pemuka kepercayaan pada Padang: Angku Gapuak (saudagar menurut Pasar Gadang); Angku Syekh Haji Uma (pemimpin kaum); Angku Syekh Kapalo Koto (ulama yg disegani).

Menurut sejarah, pendirian masjid tua tersebut diarsiteki sang seseorang arsitektur asal Belanda sehingga seni neo klasik eropah mendominasi bangunan masjid?Terutama pada bagian tubuh bangunan. Sedangkan arsitektur tradisional itu melekat pada bagian atap masjid yg berbentuk tumpang 5.

Ketika gempa bumi & gelombang tsunami melanda sebagian akbar Kota Padang tahun 1833, Mesjid Raya Ganting yg memiliki 25 tiang penyangga itu, selamat dari kehancuran. Namun ketika gempa besar melanda Kota Padang 30 September 2009 kemudian, sebagian bangunan terlihat rusak terutama dibagian renovasi yang dilakukan tahun 2000-an oleh pengurus mesjid.

Dalam bepergian sejarah Kota Padang, masjid turut memberikan andil. Selain lokasi pengembangan agama Islam pada Sumatra, jua pernah dijadikan lokasi Jambore Hisbul Wathan se-Indonesai dalam 1932, dijadikan lokasi rapat pemuda pejuang di zaman proklamasi dan revolusi 1945. Pada 1942, Ir. Soekarno (Presiden Pertama) pernah menginap pada rumah pada belakang masjid & selalu salat pada masjid ini.

Hingga sekarang Masjid Raya Ganting sering dikunjungi pejabat & tamu negara beragama Islam bila berkunjung ke Padang dan objek wisata sejarah bagi wisatawan asing.

REFERENSI

* indosiar

* Masjid Ganting Sisa Kejayaan Eropa di Minangkabau

* Masjid Ganting Bergaya Spanyol

* Zamrud online TV

* Masjid Raya Ganting

--------------------ooOOOoo-------------------

Baca Juga Artikel Masjid Masjid di Sumatera Lainnya

Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh (Bagian I)

Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh (Bagian II)

Masjid Jami' Indrapuri, Aceh

Masjid Ganting - Padang

Mesjid Nurul Iman kota Padang, Sumatera Barat?

Masjid Agung Al Falah Jambi, Masjid Seribu Tiang

Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang (Bagian II)

Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang (Bagian I)

Masjid Babussalam Gelumbang, Sumatera Selatan

Asal SEO

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done