Islami Pedia: masjid di Mauritius
News Update
Loading...
Showing posts with label masjid di Mauritius. Show all posts
Showing posts with label masjid di Mauritius. Show all posts

Thursday, August 20, 2020

Masjid Jummah Port Louis Mauritius

Sentuhan India sangat jelas pada ekterior masjid Jummah di kota Port Louis, Mauritius ini. Lantaran memang muslim disana sebagian akbar dari berdasarkan India, bahkan para pekerja yg membentuk masjid ini, pada datangkan langsung berdasarkan India.

Mauritius adalah sebuah negara pulau yang terletak di Samudera Hindia sebelah barat daya, berjarak sekitar 900km kea rah timur dari pulau Madagaskar atau sekitar 2000km dari lepas pantai benua Afrika bagian Tenggara. Mauritius terdiri dari Pulau Mauritius sebagai pulau terbesar dan beberapa pulau kecil lainnya yang berdekatan yakni pulau Cargados Carajos, Rodrigues dan Kepulauan Agalega. Pulau Mauritius memilki luas 1.836km2 atau sedikit lebih kecil dibandingkan dengan pulau Morotai di provinsi Maluku Utara yang memiliki luas 2.266km2. Mauritius merupakan negara berbentuk Republik Parlementer dipimpin oleh seorang presiden sebagai kepala negara dan seorang Perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. Ibukotanya berada di Port Louis di pulau Mauritius.

Masjid Jummah merupakan masjid utama pada kota Port Louis, Ibukota Mauritius. Disebut menjadi masjid Jummah atau Masjid Jum?At lantaran memang masjid ini adalah masjid yg digunakan untuk aplikasi sholat Jum?At berjemaah. Hampir sama dengan halnya Masjid Jami? Di Indonesia. Tidak semua masjid menyelenggarakan sholat Jum?At selain penyelenggaraan sholat lima harus 5 ketika. Sebelumnya masjid ini dikenal menggunakan nama Mosqu?E des Arabes atau Masjidnya orang Arab sebelum kemudian di ubah sebagai Masjid Jummah. Masjid ini pertama kali dibuka pada tanggal 20 Oktober 1852 ketika ini dikelola oleh Cutchi Maiman Society.

Seperti kebanyakan masjid masjid yang berada di sentra kota, pada depan masjid Jummah Port louis inipun ramai dengan para pedagang yg menjajakan dagangannya.

Masjid Jummah pada Port Louis ini sudah menjadi galat satu penanda kota tadi, aspek sejarahnya yang begitu mayoritas serta arsitektural dan lokasinya yang strategis mengakibatkan masjid ini galat satu objek kunjungan bagi wisatawan yang berkunjung kesana baik muslim maupun non muslim, buat sekedar menikmati detil ekterior dan interior masjid ini hingga menikmati bentangan kota Port Louis dari atap masjid. Kunjungan bagi wisatawan umum dibuka setiap saat kecuali diwaktu sholat & semua wisatawan diminta buat berpakaian sopan.

Masjid Jummah bukanlah satu satunya masjid pada Port Louis, masjid ke 2 yang dibangun sehabis masjid ini merupakan masjid menggunakan ukuran lebih mini di daerah yg lalu dikenal menggunakan Malabar Town, dengan daya tampung tidak lebih berdasarkan seratus jemaah & berjarak hanya beberapa kilometer berdasarkan pusat kota. Kementrian Pariwisata Mauritius bahkan menyebut Masjid Jummah menjadi bangunan tempat ibadah terindah di seluruh negara Mauritius.

The Jummah Mosque Port Louis

Royal Road, A1,Queen St,Port Louis,Mauritius

jummahmasjid.Org

Telepon : 230 242 1129

Koordinat : 20?9?35.5?S 57?30?17.Lima?E

Website : www.jummahmasjid.Org

Dari aspek sejarah, Masjid Jummah Port Louis ini merupakan keliru satu bangunan tempat ibadah paling krusial & tertua pada Mauritius. Lokasinya berada di ruas jalan Royal Street berdekatan menggunakan kawasan China Town pada jantung kota Port Louis. Sejak dibangun masjid ini telah memainkan peranan penting bagi komunitas muslim Mauritius hingga hari ini.

Keberadaan masjid ini telah bermula berdasarkan tahun 1850, merupakan bagian dari tempat tinggal kediaman dari Jama Shah, seseorang ulama berdasarkan wilayah Kutch, India, yang kemudian dibangun menjadi masjid. Makam dia berbalut batu pualam berada pada samping masjid ini. Bangunan masjid ini dibangun dengan gugusan gaya arsitektur India, Creole dan Seni bersinar-sinar Islam.

Masjid Jummah Port Louis disekitar tahun 1890

Di tahun 1852 sekelompok anggota komunita pedagang pada Port Louis terdiri dari Joonus Allarakia, Casseem Hemeem, Joosub Satardeenah, Elias Hamode, Abdoollah Essack, Ab doorahim Allanah, Ismael Ibrahim & Omar Yacoob, membeli 2 properti pada Queen Street, Port Louis, menggunakan total harga senilai Rs 6,800. Proses pembelian tersebut dilaksanakan dalam tangga 20 Oktober 1852, dari pembelian tadi kemudian dibentuk ketetapan diantara para muslim bahwa para pengusaha isu terkini sudah melakukan pembelian menggunakan ketetapan menjadi berikut,

... Baik sebagian ataupun keseluruhannya, dengan nama mereka sendiri ataupun mewakili keseluruhan jemaah muslim Mauritius yg menaruh mereka kuasa. Pembelian tadi dinyatakan bahwa sejumlah uang yang dipakai buat melakukan pembayaran properti tersebut bukan adalah uang milik mereka secara pribadi namun menurut jemaah muslim Mauritius secara keseluruhan. . . .

Dari Halaman tengah Masjid Jummah.

Periode Masjid Orang Arab

Salah satu gedung dari 2 properti yang dibeli ad interim waktu digunakan sebagai tempat ibadah selama proses pembangunan masjid berlangsung. Ismael Jeewa yang memimpin para jemaah sebagai imam. Di tahun 1853 sebuah masjid berukuran kecil telah terselesaikan dibangun dan sudah layak buat dipakai buat pelaksanaan sholat. Bacosse Sobedar, imam menurut masjid Camp des Lascars, yang lalu menghias mihrab masjid baru tersebut sehingga lalu selama beberapa tahun masjid tadi pun dikenal dengan nama Mosqu?E des Arabes atau masjidnya orang Arab. Bangunan masjid pertama tadi yg lalu rakyat umum secara keliru kaprah menyebutnya sebagai masjid orang Arab, bisa menampung 200 orang Jemaah, adalah bangunan asli berdasarkan Masjid Jummah di Port Louis ini.

Periode Masjid Jummah

Seiring dengan semakin meningkatnya populasi muslim pada kota Port-Louis, diperlukan bangunan masjid yg lebih luas buat dapat menampung jemaah yg telah membludak. Sehingga pada antara tahun 1857 dan 1877, para pengusaha muslim disana melakukan pembelian terhadap tujuh petak lahan disekitar masjid menggunakan luas keseluruhan mencapai 3 perempat hektar senilai Rs 134,260 & kemudian dihibahkan buat pembangunan masjid.

Interior Masjid Jummah Port Louis, langgam bangunan dinasti Mughal sangat terasa.

Sebagian menurut dana pembelian tersebut dari berdasarkan 2 sen Rupee yg disisihkan oleh para pengusaha muslim yang melakukan perdagangan gandum menurut setiap karung-nya, dana tersebut dikumpulkan berdasarkan para pedagang muslim disana selama beberapa tahun. Dan dalam keliru satu dokumen pembelian disebutkan dengan tegas bahwa pembelian huma buat perluasan masjid Jummah dilakukan sang holistik komunitas muslim Mauritius. Dan pada ahirnya holistik lahan disekitar masjid menjadi milik masjid Jummah, yg berbatasan pribadi menggunakan empat ruas jalan yang disekitarnya yakni Royal Road, New Little Mountain (sekarang sebagai Joseph Rivi?Re), Queen and Little Mountain (kini sebagai Jalan Masjid Jummah).

Proyek ekspansi dimulai tahun 1878 menggunakan supervisi berdasarkan Jackaria Jan Mahomed. Artisans, dipimpin oleh Ishaq Mistry, sedangkan material bangunan dikirim dari India. Namun penyakit yg diderita sang para pekerja & kurangnya pasokan bahan bangunan menciptakan penyelesaian pembangunan masjid tertunda sampai tahun 1895. Proyek perluasan masjid tadi menempati hampir holistik lahan yang dibeli namun permanen menyisakan sedikit ruang buat disewakan pada para pelaku usaha.

Bagian menurut properti masjid Jummah.

Sebagian akbar penanganan ahir bangunan masjid ini yang berhubungan dengan ke-ahlian khusus buat pekerjaan finishing interior dan ekterior ditangani oleh para pekerja berpengalaman yang juga didatangkan eksklusif berdasarkan India, maka nir mengherankan apabila efek seni bina bangunan sangat kental di masjid ini. Para pekerja berdasarkan India tadi tinggal di lokasi proyek pembangunan selama proses pembangunan berlangsung. Sedangkan untuk biaya transportasi mereka berdasarkan India tidak terlalu sebagai kasus lantaran beberapa anggota panitia pembangunan masjid ini pula merupakan para pemilik kapal yg senantiasa berlayar pergi pergi India-Mauritius dan sebaliknya.

Arsitektur bangunan perluasan masjid ini adalah paduan imbas dari Seni bangunan bangsa Moor (Maroko) dan tentu saja pengarus seni bina bangunan Mughal (india). Bangunan masjid baru menurut proyek perluasan tersebut disatukan dengan bangunan masjid usang, keseluruhan ruang masjid usang kini sebagai ruang sholat utama di terangi dengan lampu gantung menurut kaca. Sebatang pohon Almond India atau Pohon Badamia yang memang telah terdapat sebelum proyek ekspansi masjid dilaksanakan dibiarkan berdiri pada tengah tengah pelataran masjid ini, yang merupakan bagian menurut lahan yg dibeli pertama kali buat masjid lama pada-tahun 1852.

Pilar pilar ukuran akbar dengan lengkungan beton berukir di bagian selasar menghadap ke laman tengah dilengkapi dengan bangku bangku panjang bagi jemaah masjid yang sedang berada disana, ataupun bagi para pengunjung lainnya.

Pengurus Masjid Jummah Mauritius

Imam masjid ini di jabat sang Muhammad Fakii Ali dari Kenya. Beliau pula menjadi ketua sekolah Madrasah pada Masjid Jummah yang keliru satu kurikulumnya mengajarkan Hafalan Al-Qur?An. Upacara kelulusan madrasah ini diselenggarakan malam hari disetiap tanggal 27 Ramadhan bertepatan menggunakan masa masa Laylat al-Qadr. Khatib Masjid dijabat sang Muhammad Ishaq Qadiri Razvi berdasarkan Pakistan.

Dewan pengurus masjid ini dipilih setiap tiga tahun oleh para anggota the Cutchi Maiman Society of Mauritius. Setelah masa bakti tiga tahun diadakan pemilihan ulang atau diperpanjang masa baktinya. Ketua Dewan Pengurus (Mutawalli) waktu ini dijabat sang Nissar Ahmad Ramtoola.***

---------------

Baca Juga

Islam di Reunion - Prancis

Masjid & Islamic Center Sultan Thakurufaanu Al-A zzam - Maladewa

Masjid Hukuru Miskiiy, Masjid Tertua di Maladewa

Jejak Indonesia di Masjid Masjid Sri Lanka

Masjid Jami Ul-Alfar, Kolombo - Sri Lanka

The Colombo Grand Mosque - Sri Lanka, Warisan Bangsawan Indonesia

Wekande Jummah Masjid - Sri Lanka, Wakaf Muslim Indonesia Abad 18

Java Lane Mosque - Sri Lanka, dibangun oleh Tentara Resimen Melayu

Masjid Jami’ Cheraman, Masjid Pertama di India

Wednesday, August 19, 2020

Islam di Mauritius (1)

Mauritius terletak di Samudera Hindia lebih kurang 5538.7 km berdasarkan Jakarta.

Mauritius merupakan salah satu negara pulau yang terletak di Samudera Hindia, terpisah lebih kurang 2000km dari lepas pantai tenggara benua afrika atau kurang lebih 900km sebelah timur pulau Madagaskar. Jika ditarik lurus, jarak menurut Indonesia ke Mauritius ini lebih kurang 5538.7 kilometer dan butuh waktu penerbangan dengan pesawat selama kurang lebih 13 jam. Negara Mauritius ini berbentuk Republik dengan seorang Presiden menjadi kepala Negara dan Seorang Perdana Menteri menjadi ketua pemerintahan. Ibukota negaranya berada di kota Port Louis.

Wilayah negara Mauritius terdiri dari beberapa pulau yang terpisah pisah di samudera Hindia, yakni Pulau Mauritius yang merupakan pulau terbesar, Pulau Rodrigues [560 kilometres sebelah timur, Pulau Agaléga, dan pulau St. Brandon. Mauritius juga mengklaim wilayah kepulauan Chagos yang kini merupakan wilayah seberang lautan Inggris Raya serta pulau Tromlin yang kini merupakan wilayah seberang lautan Prancis. Bila digabungkan seluruh daratan Mauritius ini seluruhnya seluas 2.040 km2 atau sedikit lebih kecil dibandingkan dengan pulau Morotai di kabupaten Kepulauan Morotai, provinsi Maluku Utara yang memiliki luas 2.266km2.

Mauritius dianugerahi alam yang begitu mempesona, galat satu pemandangan alamnya yg mengundang decak kagum dunia merupakan pemandangan air terjun bawah laut yang sangat fenomenal, meskipun sebenarnya bukanlah air terjun yg sebenarnya tetapi karena memang jernihnya air laut disana menghasilkan pengaruh pemandangan yg luar biasa tadi.

Agama kepercayaan di Mauritius

Merujuk kepada data wikipedia agama Hindu memiliki penganut terbesar di Mauritius dengan presentase mencapai 48.5%, disusul dengan penganut agama Nasrani 32.7%, sedangkan Islam berada di urutan ke tiga dengan 17,3%, kemudian Budha 0.4% dan Agama lainnya sebesar 1.1%.

Masyarakat keturunan India (Indo-Mauritian) kebanyakan menganut agama Hindu dan Islam. Kemudian masyarakat keturunan Perancis (Franco-Mauritians), Keturunan Afrika (Creoles) dan Masyarakat keturunan China (Sino-Mauritians) kebanyakan menganut agama Kristen. Sebagian kecil dari Sino-Mauritian ini menganut gama Buda dan agama lainnya termasuk agama Islam. Konstitusi Mauritius tahun 1968 telah mengakui empat katagori agama yakni : Hindu, Muslim, Sino-Mauritian dan Masyarakat Umum.

Senja pada kota Port Louis, Ibukota Mauritius

Ada yg menarik tentang grup warga Sino-Mauritian ini. Seperti halnya bagian menurut gerombolan komunitas lainnya pada Mauritius, homogen homogen mereka tiba ke Mauritius secara sukarela buat berdagang & sebagainya termasuk gerombolan pendatang awal dari China, tetapi terdapat satu masalah dimana terdapat orang orang china yang ?Diculik? Dari Pulau Sumatera (Indonesia) tahun 1740 sang Laksamana Angkatan Laut Perancis, Admiral Charles Hector, untuk dipaksa bekerja di Mauritius. Mereka kemudian melakukan mogok kerja sebagai aksi protes atas penculikan mereka. Beruntung aksi tersebut nir berujung kematian sang tindakan kejam menurut oleh admiral, mereka lalu semuanya dikembalikan ke pulau Sumatera.

Islam di Mauritius

Masih merujuk kepada data Wikipedia, muslim di Mauritius sekitar 17.3% dari total penduduknya, data tersebut sama dengan data word fact book. Sementara situs muslimpopulation.com dan pewforum.org menampilkan data berdasarkan sensus tahun 2000 menyebutkan angka 16.6% atau setara dengan 214.000 jiwa dari sekitar 1.3 juta jiwa penduduk negara tersebut.

Masjid Jummah pada Port Louis

Di Mauritius sangat banyak Masjid & Madrasah. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Creole (Bahasa Resmi seperti dengan Bahasa Perancis), kemudian Bahasa Perancis, kemudian bahasa Inggris & Bahasa Arab. Mauritius merupakan bekas jajahan Perancis selama 20 th, & jua Inggris pada tahun 1950. Muslim Mauritius kebanyakan adalah keturunan India tetapi sekarang tumbuh & berkembang rakyat umum yang masuk Islam berdasarkan kelompok Creole serta menurut gerombolan Sino Mauritian serta berdasarkan masyarakat China. Komunitas muslim yg dari menurut majemuk latar belakang ini membuat keanekaragaman budaya muslim disana.

Pemerintah setempat memberikan kebebasan beragama bagi penduduknya & diatur dalam konstitusi. Idul Fitri telah lama di akui menjadi hari libur nasional sebagai akibatnya menaruh keleluasaan pada muslim disana buat berlebaran. Setiap hari Jum?At muslim disana jua diberi kesempatan untuk melaksanakan sholat jum?At berjamaan meskipun selama jam kerja dan setiap masjid disana bebas menyuarakan azan berdasarkan speaker masjid masjid-nya tanpa larangan ataupun keberatan dari komunitas pemeluk agama lain.

Kelompok Jemaah Tabligh cukup memainkan peran pada negara ini galat satu aktivitas mereka merupakan menggunakan membentuk Salat-ul-Khanah yakni semacam mushola kecil bagi muslim yang tinggal pada luar pulau Mauritius ataupun yg tinggal pada daerah non muslim sehingga jumlah mereka hanya sedikit saja. Mushola mushola mini sudah dibangun di wilayah Albion, Pointe aux Sables dan Petite Rivi?Re. Kelompok Jemaah Tabligh juga secara rutin melakukan kunjungan dakwah ke berbagai bagian daerah negara tadi.

Seorang turis asing mengikuti pengurus masjid masuk ke dalam komplek Masjid Jummah pada Port Louis untuk berkunjung.

Beragam model dakwah yg dilakukan di negara ini sudah mengundang minat berdasarkan masyarakat generik buat memeluk Islam. Dakwah konvensional sampai street dawah telah dilaksanakan semenjak beberapa tahun terahir oleh beberapa gerombolan muslim, menjadi bagian dari upaya menyampaikan risalah.

Kelompok grup Muslim Mauritius

sebagian akbar muslim Mauritius adalah muslim suni yg terbagi dalam aneka macam grup seperti Salafi, Sufi, Tawhidis dan Jeamaah Tabligh (JT). Mayoritas bermazhab Hanafi serta sebagian lagi bermazhab Syafe?I. Sebagian kecil muslim disana pula menganut faham Syiah dan Ahmadiyah.

Diantara kaum muslimin di Mauritius masih ada 3 kelompok yang dikenal menggunakan nama grup Memon dan Surti yakni gerombolan para pedagang kaya yg datang berdasarkan daerah Kutch dan Surat provinsi Gujarat, India. Kemudian kelompok Hindi Calcattias adalah kelompok muslim yang datang ke Mauritius menurut provinsi Bihar, India, menjadi para pekerja paksa di masa penjajahan. Sebuah Novel populer di Mauritius berjudul Humeirah karya Sabah Carrim, menceritakan tentang gerombolan Memons & Hindi Calcattias yang terdapat di Mauritius.***

Bersambung

---------------

Baca Juga

Islam di Reunion - Prancis

Masjid dan Islamic Center Sultan Thakurufaanu Al-A zzam - Maladewa

Masjid Hukuru Miskiiy, Masjid Tertua pada Maladewa

Jejak Indonesia di Masjid Masjid Sri Lanka

Masjid Jami Ul-Alfar, Kolombo - Sri Lanka

The Colombo Grand Mosque - Sri Lanka, Warisan Bangsawan Indonesia

Wekande Jummah Masjid - Sri Lanka, Wakaf Muslim Indonesia Abad 18

Java Lane Mosque - Sri Lanka, dibangun oleh Tentara Resimen Melayu

Masjid Jami? Cheraman, Masjid Pertama pada India

Islam di Mauritius (2)

Jemaah sholat jum'at di masjid jummah Port Louis

Menurut sejarawan, kehadiran muslim di Mauritius telah dimulai dari tahun 1722. Mereka terdiri berdasarkan para artis, pelaut & pedagang menurut India. Satu data pasti bahwa pada tahun 1724 Ali Khan mengeluarkan petisi pada Gubernur de Nyon (1722-1725) untuk kebebasan istrinya berdasarkan perbudakan. Selama periode 1768-89, disebutkan bahwa disana ada 12 muslim india orisinil yang lahir di pulau Mauritius. Kemudian di tahun 1758 sekelompok pedagang India membentuk koloni pada menjalankan bisnis mereka di tahun 1758. Keluarga Gassy Sobedar tercatat dalam catatatan resmi sebagai keluarga muslim pertama yang tinggal pada Mauritius di tahun 1791. Dan masih di masa kolonial Perancis famili keluarga seperti Dina, Goumany dan Sakir sudah menetap pada Mauritius.

Masjid Masjid pada Mauritius

Di Mauritius masih ada poly masjid baik di sentra kota hingga ke daerah pedesaan. Dia masjid yang dikenal secara luas merupakan Masjid Al-Aqso di pada Camp des Lascars sebagai bangunan masjid pertama dan tertua pada Mauritius dan Masjid Jummah pada pusat kota Port Louis yang adalah masjid sentral. Konsentrasi muslim tertinggi berada di kota Port Louis selaku ibukota negara, terutama pada wilayah Plaine Verte, Ward IV, Valle Pitot dan lingkungan Camp Yoloff. Terdapat juga muslim cukup banyak di wilayah Plaine Wilhems tertutama pada Phoenix.

Kepengurusan masjid di Mauritius, secara hukum diakui oleh negara & Imam masjid menerima honor bulanan berdasarkan pemerintah. Pernikahan dengan aturan Islam di akui sang negara, termasuk juga pengakuan pertalian famili dari nazab menurut garis Bapak. Para janda dan yatim piatu berhak menerima tunjangan bulanan berdasarkan negara. Mereka yg masuk Islam mempunyai hak buat membarui nama mereka berikut nama keluarganya. Muslim di Mauritius juga menerima kebebasan buat menunaikan ibadah umroh & haji ke tanah kudus Mekah.

Masjid Al-Aqso

Bangunan pertama yg difungsikan sebagai loka ibadah muslim di Mauritius adalah Masjid di Camp des Lascars di lebih kurang tahun 1805. Bangunan tersebut sempat musnah akibat bencana angin topan pada tahun 1818. Dalam saat singkat bangunan tersebut lalu diperbaiki dan kembali berfungsi dengan baik menggunakan dana menurut para jemaah, galat satu donatur pembangunan pulang masjid tersebut adalah anggota famili Sobedar. Selama beberapa tahun selesainya itu yg bertindak sebagai imam masjid tadi jua menurut famili Sobedar.

Masjid pada Camp des Lascars atau Masjid Al-Aqso

Adalah Haji Sobedar yg kemudian menciptakan mihrab pada masjid Jummah Port Louis dalam ketika masjid tersebut dibangun tahun 1850, dia adalah galat satu tokoh muslim pada Camp des Lascars. Beliau wafat pada tanggal 29 April 1881 & dimakamkan di samping masjid Camp des Lascars yang kini dikenal menggunakan nama Masjid Al-Aqsha atau Al-Aqso merujuk kepada Kiblat pertama ummat Islam di Al-Quds (Jerusalem), Palestina.

Bangunan masjid ini secara berkelanjutan terus berkembang dibangun & diperluas diadaptasi dengan kebutuhan jemaah yang semakin semakin tinggi. Kini bangunan masjid ini nir lagi berupa bangunan mini sebagaimana dimasa kolonial Perancis pada Mauritius, bangunannya sudah diperluas & pada renovasi secara terpola selama beberapa tahun meskipun masih berdiri pada lokasi yang sama sejak pertama kali dibangun.

Masjid Jummah Port Louis

Kemudian menyusul masjid Jummah pada Port Louis yang dibangun tahun 1850 & tercatat pada kementrian pariwisata Mauritius menjadi galat satu bangunan tempat ibadah terindah di Mauritius. Masjid Jummah Port Louis ini jua merupakan Otoritas Islam yang diakui oleh pemerintah layaknya sebagai masjid nasional yang mewakili kepentingan ummat Islam Mauritius termasuk Dewan urusan Halal serta Lembaga Riset Halal yang konsen terhadap makanan halal serta berwenang menerbitkan sertifikat halal. Artikel lengkap masjid Jummah ini dapat dibaca pada posting Masjid Jummah Mauritius.

Masjid Suni di Rose Hill

Masjid Suni pada Rose Hill atau Rose Hill Suni Mosque dibangun tahun 1863 buat memenuhi kebutuhan muslim yg semakin meningkat jumlahnya. Adalah Ismail Jeewa yg membeli sebidang huma pada Remono Street dan kemudian dihibahkan kepada komunitaa Muslim untuk kepentingan pembangunan masjid sesudah itu bangunan masjid berdiri disana. Perluasan bangunan masjid dilakukan tahun 1893, 1912 dan 1915.

Salah satu sudut Masjid Jummah Port Louis

Di pergantian abad ke 20, Rose Hill ini seakan berubah sebagai sentra bagi debat perkara kepercayaan , debat tadi dikenal menggunakan istilah Religious Repartees. Perhelatan tadi menarik perhatian banyak orang buat turut menghadiri. Tujuan berdasarkan debat tersebut justru merupakan ajang buat melatih secara sehat buat membawa masayarakat yang berasal menurut beragam kepercayaan dan kepercayaan bersama sama secara sosial & membantu mempromosikan toleransi & saling pengertian diantara sesama rakyat negara.

Lembaga Lembaga Islam pada Mauritius

Madad-ul-Islam Society atau setingkali disingkat menjadi Madad merupakan lembaga Islam pertama yang dibentuk di Mauritius pada tanggal 22 Januari 1902 bergerak dibidang pendidikan Islam dan merupakan salah satu lembaga nirlaba pertama di Mauritius. Kemudian menyusul dibentuknya Dewan Wakaf pada tahun tahun 1938 dan disahkan menjadi undang undang pada tanggal 25 April 1941, Lembaga wakaf ini menjadi penanggungjawab bagi pendistribusian dana sunsidi dari pemerintah untuk semua masjid di Mauritius sejak tahun 1959.

Ditahun 1959 Prof. Mohammed Hussein Malik mendirikan lembaga yang disebut The Qur’an House yang bergerak dibidang pendidikan dalam upaya meningkatkan standard kehidupan muslim Mauritius. Lemaga ini juga merupakan Gerakan Islam Pertama di Mauritius. Masjid Sayyidah Khadijah Mosque merupakan masjid yang dibangun oleh The Qur’an House sebagai masjid khusus untuk jemaah wanita yang juga dilengkapi dengan perpustakaan Islam.

Pemerintah Mauritius telah mendaftarkan Masjid Al-Aqso Mauritius sebagai galat satu warisan budaya dunia UNESCO. Masjid Al-Aqso adalah masjid pertama yg dibangun pada Mauritius & masih berfungsi & berkembang hingga hari ini.

Islamic welfare Foundationdibentuk tahun 1969 dengan tujuan untuk membantu pembiayaan bagi pengusaha muslim, pemberian beasiswa, donasi, simpan pinjam, promosi pendidikan Islam, publikasi dan penerbitan majalah dan buku buku Islam. World Islamic Mission Mauritius dibentuk tahun 1975 sebagai bagian dari organisasi Islam yang dibentuk tahun 1972 di Mekah Almukarromah dan berpusat di Bradford, Inggris. Islamic Cultural Centre Mauritius dibentukPada tahun 1987 dan akta pendirian nya secara resmi diumumkan pada 15 Desember 1989 dengan tujuan untuk memelihara dan mempromosikan seni dan budaya Islam, menyelenggarakan pendidikan bahasa Arab dan Urdu dan aktivitas keIslaman lainnya, termasuk pengawasan dan penyelenggaraan ibadah haji.

Di tahun 1990 pemerintah Mauritius dibawah pimpinan Perdana Menteri Sir Aneerood Jugnauth, mengajukan perubahan perundang undangan yang memberikan status legal bagi pernikahan muslim dan membantu pembentukan lembaga Muslim Family Council (MFC). Undang undang ini memberikan kewenangan kepada lembaha ini untuk menyelenggarakan, merayakan, mencatat, mengeluarkan dan menyimpan catatan pernikahan sesuai dengan hukum Islam. Lembaga ini merupakan lembaga resmi pemerintah bagi muslim Mauritius.

Lembaga Pendidikan Islam pada Mauritius

Darul Ulum atau Rumah Ilmu pengetahuan, merupakan lembaga pendidikan yang mengelola pendidikan resmi berbasis Islam, meski tidak banyak namun ada beberapa sekolah yang dikelola lembaga ini di mauritius yakni Darul Uloum Aleemiah, Darul Uloum Majlis Raza dan Ahmad Raza Khan Academy. Muslim Mauritius juga memiliki Madrasah serta Islamic Cultural College khusus bagi siswa laki laki dibuka tahun 1949 dengan hanya 35 siswa dan kini berkembang hingga 2500 siswa. Selain itu muslim disana juga memiliki lembaga pendidikan yang bernama Madadul Islam, Muslim Girls College, dan lembaga pendidikan yang bernama Doha dibentuk tahun 2003 dan didanai oleh Pemerintah Qatar.

---------------

Baca Juga

Islam pada Reunion - Prancis

Masjid & Islamic Center Sultan Thakurufaanu - Maladewa

Masjid Hukuru Miskiiy, Masjid Tertua di Maladewa

Jejak Indonesia di Masjid Masjid Sri Lanka

Masjid Jami Ul-Alfar, Kolombo - Sri Lanka

The Colombo Grand Mosque - Sri Lanka, Warisan Bangsawan Indonesia

Wekande Jummah Masjid - Sri Lanka, Wakaf Muslim Indonesia Abad 18

Java Lane Mosque - Sri Lanka, dibangun oleh Tentara Resimen Melayu

Masjid Jami’ Cheraman, Masjid Pertama di India

Asal SEO

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done