Islami Pedia: islam di kaukasus
News Update
Loading...
Showing posts with label islam di kaukasus. Show all posts
Showing posts with label islam di kaukasus. Show all posts

Wednesday, October 7, 2020

Islam di Azerbaijan (Bagian-1)

Di tepian Laut Kaspia. Azerbaijan berada di tepian Laut Kaspia, bertetangga dengan Iran di Selatan, Rusia dan Georgia di utara dan Armenia di sebelah barat. Sedangkan wilayah otonomi Nakhchivan berada diantara Armenia dan Iran, terpisah cukup jauh dari wilayah induk Azerbaijan.

Mengenal Azerbaijan

Azerbaijan adalah negara Eropa Timur yang sekuler dengan mayoritas penduduknya beragama Islam. Secara geografis Azerbaikan berada kawasan pegunungan Kaukasus di tepian laut Kaspia, Baku nama ibukotanya, berada di semenanjung Absheron yang menjorok ke laut Kaspia. Sebelum merdeka, Azerbaijan merupakan bagian dari Uni Soviet. Berbatasan dengan Rusia dan Georgia di sebelah utara, laut Kaspia di sebelah timur, Iran disebelah selatan serta Armenia disebelah timur. Azerbaijan memiliki wilayah Exclave atau wilayah yang terpisah jauh dari wilayah induk negaranya, yakni wilayah Nakhchivan yang yang terpisah dari wilayah induk Azerbaijan oleh wilayah negara Armenia, berbatasan dengan Iran dan sedikit dengan wilayah Turki.

Azerbaijan pertama kali di memproklamirkan kemerdekaannya pada tahun 1918 sebagai Republik Democratik Azerbaijan, menjadikannya sebagai negara berpenduduk secara umum dikuasai muslim pertama yang berbentuk demokratik & sekuler, sekaligus jua sebagai negara dominan muslim pertama yg memiliki gedung operas, teater & universitas modern. Tahun 1920 atau dua tahun setelah proklamasi kemerdekaan, Azerbaijan bergabung menggunakan Uni Soviet, namanya pun berubah sebagai Azerbaijan Soviet Socialist Republic. Seiring menggunakan runtuhnya Uni Soviet, Azerbaijan kembali memproklamirkan kemerdekaannya dalam tanggal 30 Agustus 1991, satu bulan sebelum dibubarkannya Uni Soviet secara resmi.

Di tahun yang sama pecah perang yang dipicu oleh keinginan penduduk di wilayah Nagorno-Karabakh untuk mendirikan negara sendiri dibantu oleh Armenia karena memang mayoritas penduduk di wilayah tersebut mayoritas dari etnis Armenia. hingga perang usai,  Wilayah Nagorno-Karabakh secara de fakto telah menjadi sebuah Republik Independen namun tidak memiliki pengakuan dari dunia Internasional kecuali oleh Armenia. Azerbaijan menjadi anggota PBB di tahun 1992.

Keseluruhan wilayah Azerbaijan, termasuk wilayah Nagorno-Karabakh yang memisahkan diri dan exclave Nakhchivan adalah seluas 86,600 km2 atau kira kira hampir sama dengan luas wilayah propinsi Sumatera Selatan (85.679 km2). sedangkan penduduk Azerbaijan sejumlah 9,165,000 jiwa di tahun 2011, atau hampir setara dengan penduduk Jakarta (9.607.787 jiwa, tahun 2010). Dari total penduduknya hampir 52% tinggal di kawasan perkotaan. Orang orang Azerbaijan biasa disebut Azeri atau Azeris.

Baku, Ibukota Azerbaijan merupakan kota metropolis ditepian Laut Kaspia. Meski politik negara ini menganut sistem sekuler, namun tetap berupaya mempertahankan ke-Islaman nya. Kehadiran masjid bertebaran di negara ini seperti salah satunya dalam foto diatas anda akan dengan mudah menemukan masjid Turki di tengah kota Baku diantara 3 Tower Of  Flame yang menjadi ikon kota Baku.

Mayoritas penduduknya ber-etnis Azerbaijani (91.60%), Lezgian (2.02%), Armenian (1.35%), Russian (1.34%) dan Talysh (1.26%), lain lain (2.43%).  Sebagian besar penduduk ber-etnis Armenia tinggal di wilayah yang memisahkan diri Nagorno-Karabakh. Bahasa resmi Azerbaijan adalah Bahasa Azerbaijan yang digunakan oleh 92% penduduk, Bahasa Azerbaijan sendiri merupakan bagian dari Bahasa Turki karena memang memiliki keterkaitan etnis dengan Turki. Selain itu juga digunakan Bahasa Rusia dan Bahasa Inggris.

Kehidupan Beragama di Azerbaijan

Sebagai sebuah negara sekuler, Konsitusi Azerbaijan tidak memutuskan kepercayaan resmi yg diakui negara. Namun menjamin kebebasan beragama bagi penduduknya. Azerbaijan tercatat menjadi negara yang mempunyai tingkat pengembangan SDM yg sangat tinggi dibandingkan dengan negara negara eropa timur lainnya, termasuk pada perkembangan ekonomi & taraf pengangguran yang rendah begitu jua dengan taraf buta aksara.

Sekitar 95% dari total populasi Azerbaijan memeluk agama Islam. Dan diperkirakan 85% dari muslim disana menganut Syi’ah, karena memang secara geografis bertetangga langsung dengan Republik Islam Iran, menempatkan Azerbaijan sebagai negara dengan penganut Syi’ah terbesar kedua di dunia, setelah Iran.  Hanya sekitar 15% muslim disana yang menganut Islam Suni.

Selain Islam, sebagian mini penduduk Azerbaijan memeluk kepercayaan Kristen (tiga.1%) sebagian akbar adalah Kristen Ortodox Rusia, Georgia & Russian Armenian Apostolic, sebagian mini lainnya memeluk agama Katholik Roma, Protestan, dan penganut Ajaran Yahudi Kuno yg pada anut oleh kurang lebih 10,000-20,000 yg tinggal di Azerbaijan

Islam di Azerbaijan

Berbagai laporan mengungkapkan hal senada tentang jumlah muslim di Azerbaijan yg adalah lebih banyak didominasi pada negara tersebut. CIA World Fact Book mengungkapkan nomor 91.6%, Berkley Center ditahun 2012 menyebutkan nomor 93.4%), dan pada tahun 2009 Pew Research Center mengumumkan output penelitian mereka bahwa 99.Dua% penduduk Azerbaijan adalah penganut agama Islam. Sebagian besar muslim disana menganut Syi?Ah.

Syi?Ah memiliki akar yang bertenaga pada wilayah selatan yg berbatasan menggunakan Iran termasuk kota Baku selaku ibukota negara & daerah Lenkoran, sedangkan Suni yg adalah minoritas pada negara tersebut sebagian besar tinggal dibagian utara yg bertetangga dengan Republik Dagestan, Rusia.

Selama 71 tahun negara tadi berada dibawah Uni Soviet membuat kehidupan beragama memang sebagai sesuatu yang terlarang, sehabis merdeka sejak tahun 1991, para pemimpin pada negara tadi menjadikan Azerbaijan sebagai negara sekuler namun permanen menaruh jaminan bagi kebebasan beragama. Tetapi pemerintah nir merogoh bagian kebijakan pada pendidikan agama Islam dengan nir memasukkan mata pelajaran agama pada pada kurikulum pendidikan.

Masjid Bibi Heybat, salah satu masjid bersejarah di Azerbaijan. Pernah dihancurkan semasa pendudukan Uni Soviet di Azerbaijan, namun kemudian di rekonstruksi setelah Azerbaijan kembali memperoleh kemerdekaannya.

Dari laporan laporan media masa mengungkapkan bahwa pemerintah negara tersebut jua tidak memperkenankan digunakannya symbol symbol agama di sekolah juga pada kantor tempat kerja pemerintahan termasuk di dalamnya tidak diperkenankan untuk memakai hijab bagi para muslimah. Akumulasi dari seluruh pertarungan tadi berakibat kepercayaan lebih poly dijalankan sebagai sebuah tradisi turun temurun.

Masuknya Islam Ke Azerbaijan

Islam pertam akali masuk ke Azerbaijan dibawa sang muslim awab pada abag ke tujuh masehi, secara berkelanjutan menggantikan ajaran Kristen dan kultus kultus paganism yg pernah terdapat sebelumnya. Di abad ke enam belas, Shah pertama dari Dinasti Safavid, Islamil I (1486-1524) membuahkan Syi?Ah menjadi kepercayaan negara, kendatipun sebagian muslim disana mengana Suni. Dijadikannya syi?Ah menjadi kepercayaan negara menimbulkan ketegangan antara penguasa dinasti Safavid menggunakan Penguasa dinasti Usmaiyah (Turki) yang menganut Suni.

Pada abad ke sembilanbelas, terjadi gelombang migrasi besar besaran berdasarkan Azerbaijan yang berada dibawah kendali Rusia menjadi dampak serangkaian perang antara Russia menggunakan dinastia Usmani (Turki) & menggunakan sendiri nya semenjak waktu itu, populasi syi?Ah di Azerbaijan sebagai secara umum dikuasai hingga waktu ini. Antagoni antara Suni dan Syi?Ah menyurut di penghujung abad ke sembilanbelas seiring dengan ditumbuhkannya rasa nasionalisme serta seiring dengan kebijakan pengusa yang meulai menekankan dalam warisan budaya Turki & berupaya menolak impak menurut Iran. [Bersambung]

---------- ooo000ooo ----------

Baca Juga

n Islam di Belarusia n Islam di Korea Utara n Islam di Kepulauan Reunion (Prancis) n Islam di Brazil n Islam di Ecuador (Bagian 2) n Islam di Ecuador (Bagian 1) n Islam di Barbados n Islam di Belize (Bagian 2) n Islam di Belize (Bagian 1) | Islam di Bolivia (Bagian 1) n Islam di Bolivia (Bagian 2) n Islam di Brazil n Islam di Paraguay (Bagian 1) n Islam di Paraguay (Bagian 2) n Islam dan Masjid di Trinidad & Tobago n Islam dan Masjid di Trinidad & Tobago (bagian-2) n Islam di Uruguay n Islam dan Masjid di Vanuatu n Islam dan Masjid di  Puerto Rico nIslam di Macao n

Islam di Azerbaijan (Bagian-2)

Azerbaijan relatif berhasil memadukan menggunakan cantik daerah kota tuanya menggunakan laju pembangunan di ibukota negara. Foto diatas mempelihatkan flame tower yg menjadi pujian warga kota Baku di latar belakang ad interim pada latar depannya berdiri dengan latif Masjid Taza Pir, keliru satu masjid bersejarah di kawasan kota tua Baku.

Islam di Azerbaijan Dimasa Uni Soviet

Di masa kekuasaan Uni Soviet, sebagian besar menurut 2000 (dua ribu) masjid yang sebelumnya aktif pada Azerbaijan di tutup oleh penguasa pada tahun 1930-an, meski lalu beberapa antara lain boleh dibuka kembali selama perang dunia ke 2. Soviet kemudian mempromosikan kesadaran nasionalisme bagi rakyat Azerbaijan, sebagi pengganti bukti diri sebelumnya yg melekat menjadi bagian global Islam.

Selama perang dunia kedua otoritas soviet membentuk Badan Agama Islam Transcaucasia di Kota Baku sebagai lembaga pengatur Islam di Kaukasus. yang berdampak pada dihidupkannya kembali Lembaga Islam seperti di masa kekuasaan Tsar. Pada masa soviet dibawah pimpinan Leonid Brezhnev dan Mikhail Gorbachev, Petinggi Soviet di Moskow mendorong pemimpin Muslim di Azerbaijan untuk mengunjungi dan menjadi tuan rumah para pertemuan negara negara Islam, dengan tujuan untuk mengesankan adanya kebebasan beragama dan kondisi kehidupan superior yang dinikmati oleh umat Islam di bawah kekuasaan komunis Soviet.

Selama Azerbaijan berada dibawah Uni Soviet hanya terdapat 17 Masjid pada negara itu yg boleh dibuka & dipakai. Di tahun 1980 hanya 2 masjid akbar & 5 masjid kecil yg berfungsi pada Kota Baku dan hanya sebelas masjid lainnya yang berfungsi menjadi masjid pada semua wilayah Azerbaijan. Muslim disana kala itu mengadakan peribadatan berjamaah secara sembunyi sembunyi pada tempat tempat rahasia.

Satu satunya tempat di Azerbaijan dimana symbol symbol Islam bebas digunakan adalah pusat Islam Syi’ah Konservatif di kota Nardaran, sekitar 25 kilometer di timur laut dari pusat kota Baku, disana juga di tempat tersebut juga terkenal dengan tempat suci Syi’ah dari abad ke 13 masehi. Kontradiktif dengan bagian wilayah Azerbaijan lainnya di Nardaran, penduduknya taat beragama, di mana jalan-jalan menampilkan spanduk spanduk agama dan kebanyakan wanita mengenakan cadar di area publik. Partai Islam yang merupakan partai oposisi di Azerbaijan didirikan di kota ini dan berpusat di sana. Selain Suni dan Syi’ah di Azerbaijan juga terdapat kelompok kelompok Sufi.

ADU TINGGI. Menara masjid Sahidlar yang berdiri tak tak jauh dari Flame Tower di pusat kota Baku, seakan adu tinggi dengan gedung tertinggi dan terindah di Azerbaijan itu.  Dari jauh, Masjid ini terlihat seperti liliput dibandngkan dengan bangunan Flame Tower yang ada di sebelahnya itu.

Islam pada Negara Sekuler

Seiring dengan meredupnya Uni Soviet dan merdeka nya Azerbaijan, terjadi pertumbuhan jumlah masjid yang luar biasa dinegara tersebut. Banyak diantara bangunan masjid tadi dalam pembangunannya dibantu sang negara negara Islam seperti Iran, Oman & Saudi Arabia yang juga berkontribusi memasok Al-Qur?An & energi pengajar. Hingga tahun 2014 diperkirakan sudah berdiri lebih berdasarkan 2000 masjid pada Azerbaijan.

Pasal 7 Konstitusi Azerbaijan menyatakan bahwa Azerbaijan merupakan negara Sekuler pada Pasal 19 Konstitusi nya menggunakan tegas menyatakan pemisahan antara agama menggunakan negara & menyatakan persamaan hak semua agama, termasuk pula karakter sekuler pada sistem pendidikannya. Merupakan bahwa tidak terdapat kurikulum pelajaran agama dalam sistem pendidikan Azerbaijan.

Para politisi sekuler pada Azerbaijan sudah menyuarakan keprihatinan tentang kebangkitan politik Islam, tetapi yang lain berpendapat bahwa Islam di Azerbaijan hanya memainkan peran yg sangat terbatas di bidang politik dan hanya sebagian mini dari populasi mendukung gagasan untuk melaksanakan hokum bernafaskan Islam. Hal ini ditimbulkan tradisi sekularisme yang telah berjalan relatif usang di Azerbaijan. Kemdati demikian dari beberapa analis, pada jangka panjang, bila politisi sekuler tidak berhasil memperbaiki kondisi, maka kemungkinan penduduk akan mengekspresikan ketidakpuasan mereka melalui politik Islam.***

MASJID HEYDAR. Masjid terbesar dan termegah di Azerbaijan dan kawasan sekitarnya. Masjid ini dibangun oleh presiden Ilham Lamiyev sebagai pemersatu ummat Islam di Azerbaijan. di masjid ini jemaah suni dan syi'ah sholat bersama dipimpin oleh imam dari suni dan syi'ah secara bergiliran setiap minggu.

Ide Persatuan Islam Azerbaijan

Presiden Ilham Aliyev yang sedang berkuasa menggulirkan sebuah gagasan persatuan ummat Islam Azerbaijan buat menghindari & menganulir perselisihan antara Syi?Ah yg lebih banyak didominasi dengan Suni yang minoritas, sedangkan arah kebijakan pemerintahannya justru berusaha menjalin balik kedekatan menggunakan Turki menjadi tetangga serumpun. Salah satu idenya merupakan menggunakan membangun Masjid yang diperuntukkan bagi semua muslim tanpa memandang golongannya. Masjid Heydar berdiri megah di Pusat Kota Baku dibangun selama 2 tahun & diresmikan penggunaannya oleh Presiden Ilham Aliyev pada tahun 2014.

Di Masjid ini, dan mungkin jua hanya pada masjid ini satu satunya pada global, yang imam sholatnya di atur bergiliran antara Imam berdasarkan Syi?Ah & Suni. Selain itu, presiden Ilham Aliyev pula gencar membentuk pulang masjid masjid yg dulu sempat dihancurkan atau rusak selama kekuasaan Uni Soviet termasuk membentuk ulang masjid bersejarah yg dikenal sebagai Masjid Bibi Heybat. Di masjid ini pula masih ada mausoleum penyebar Islam pada kota Baku & dia disebut sebut merupakan keturuanan menurut Rosulullah S.A.W.*** [selesai]

---------- ooo000ooo ----------

Baca Juga

Islam di Azerbaijan (bagian-1) n Islam di Belarusia n Islam di Korea Utara n Islam di Kepulauan Reunion (Prancis) n Islam di Brazil n Islam di Ecuador (Bagian 2) n Islam di Ecuador (Bagian 1) n Islam di Barbados n Islam di Belize (Bagian 2) n Islam di Belize (Bagian 1) | Islam di Bolivia (Bagian 1) n Islam di Bolivia (Bagian 2) n Islam di Brazil n Islam di Paraguay (Bagian 1) n Islam di Paraguay (Bagian 2) n Islam dan Masjid di Trinidad & Tobago n Islam dan Masjid di Trinidad & Tobago (bagian-2) n Islam di Uruguay n Islam dan Masjid di Vanuatu n Islam dan Masjid di  Puerto Rico nIslam di Macao

Tuesday, October 6, 2020

Masjid Heydar - Baku, Azerbaijan

MEGAH DI MALAM HARI. Masjid Heydar di kota Baku, Azerbaijan. Tampak mewah dalam balutan warna ke emasan dari sinar lampu yang menyinarinya di malam hari.

Azerbaijan galat satu negara berpenduduk mayoritas muslim, berada pada tepian Laut Kaspia. Meski berpenduduk secara umum dikuasai muslim, negara ini secara tegas menganut sistem sekuler di pemerintahannya yg memisahkan agama dari politik & ketatanegaraan. Lebih menurut itu pada negara ini pelajaran agama nir masuk dalam kurikulum pendidikan nasional. Beberapa pengamat politik menyebut bahwa elit politik negara ini masih belum sepenuhnya bebas berdasarkan impak Soviet yang menguasai negara ini selama beberapa puluh tahun sebagai akibatnya mengikis sedikit-sedikit pemahaman mereka mengenai Islam, sehingga menjadi masuk akal pada saat negara ini kembali merdeka seiring menggunakan ambruknya Uni Soviet para elitnya lebih memilih sekulerisme sebagai landasan politiknya.

Namun demikian, secara individu, muslim pada negara ini permanen tidak mau kehilangan bukti diri ke-Islaman mereka, pun dengan pemerintahannya. Sebagian akbar muslim di Azerbaijan menganut faham Syi?Ah, ad interim Suni adalah minoritas, meski belum terdapat laporan ukiran yang berujung tindak kekerasan pernah terjadi pada negara tersebut. Beberapa pihak menengarai bahwa ?Kerukunan? Diantara dua gerombolan ini terjalin menjadi impak berdasarkan beberapa faktor antara lain merupakan kerasnya gaung Nasionalisme yg dikumandangkan sang penguasa Uni Soviet ketika berkuasa di negara itu masih membahana sampai hari ini. Ditambah menggunakan factor ke 2 yakni rendahnya pemahaman mereka akan ajaran Islam yg kini lebih banyak dijalankan dari tradisi turun temurun berdasarkan nenek moyang.

TANPA WARNA WARNI. Ciri khas masjid di Kaukasus dan Azerbaijan adalah bangunan luarnya tanpa warna warni yang menyolok meski dengan berbagai deril ornamen yang menawan.

Gagasan Persatuan Ummat Islam Azerbaijan

Pemerintah Azerbaijan dibawah kepemimpinan presiden Ilham Aliyev menggagas ide persatuan ummat Islam Azerbaijan. Ide ini tentu saja untuk meredam perselisihan diantara pada penganut Syi’ah dan Suni di negara tersebut. Salah satu wujud dari ide tersebut dengan dibangunnya masjid Nasional di Ibukota Baku dan diberi nama Masjid Heydar. Masjid yang begitu megah ini dibangun atas perintah langsung dari presiden Ilham Aliyev beliau sendiri bahkan berkali kali melakukan inspeksi mendadak terhadap progress pembangunan masjid ini.

Heydar mosque atau masjid Heydar merupakan masjid terbesar di kota Baku, Ibukota Republik Azerbaijan sekaligus disebut sebut sebagai masjid terbesar di kawasan kaspia dan sekitarnya. Dengan luas area mencapai 12 ribu meter persegi dilengkapi dengan empat Menara setinggi 95 meter. Sebagai masjid nasional, masjid ini terbuka bagi semua pemeluk Islam tanpa memandang mazhab, aliran dan faham yang mereka anut.

Proyek masjid ini mengambil loka pada distrik Binagati kota Baku, pembangunannya dimulai bulan September tahun 2012, dan diselesaikan pada ketika 2 tahun, dibawah pengawasan eksklusif berdasarkan presiden Azerbaijan yg berulang kali meninjau perkembangan pembangunan masjid tersebut, termasuk pembangunan tiga jalan akses menuju masjid Heydar ini. Bangunan masjid glamor ini diresmikan sang presiden Ilham Aliyev dalam lepas 26 Desember 2014. Pembangunan masjid ini diperkirakan menghabiskan dana lebih kurang 10 juta manats.

Nama Tokoh Nasional

Sesuai dengan ide pembangunannya sebagai pemersatu ummat Islam nasional, penamaan masjid inipun mengambil nama tokoh nasional Azerbaijan, nama Heydar diambil dari nama mendiang pemimpin besar Azerbaijan, Heydar Aliyev, yang tak lain adalah ayah dari Presiden Ilham Aliyev. Dimasa kempemimpinan Heydar Aliyev, Azerbaijan mengalami perkembangan yang cukup pesat semasa negara tersebut masih bergabung bersama uni Soviet (1970-1980) hingga dimasa merdeka. Sosok Heydar Aliyev yang menetapkan pondasi perjuangan bagi kemerdekaan Azerbaijan meskipun kemerdekaan belumlah tercapai dimasa itu. Beliau juga yang menetapkan bendera tiga warna Azerbaijan dalam salah satu sesi Majelis tertinggi Nakhchivan di masa Uni Soviet.

MEWAH. Tampak megah meski dengan satu warna pada sisi luar masjid dengan empat Menara menjulang tinggi ini, namun bertabur cahaya warna warni dan meriah di malam hari.

Heydar Aliyev juga terpilih sebagai presiden Azerbaijan tahun 1993 setelah berahirnya perang akibat pendudukan oleh Armenia. Dimasa kepemimpinan Heydar Aliyev telah dibangun lebih dari 500 masjid baru di Azerbaijan, ratusan masjid telah diperbaiki, semasa hidupnya Heydar Aliyev juga pernah menunaikan Ibadah Haji dan berkesempatan berdoa di dalam Ka’bah.

Imam Suni & Syi?Ah satu atap

Masjid Heydar pada kota Baku ini menjadi symbol persatuan Ummat Islam di Azerbaijan. Di masjid ini Suni dan Syiah sholat beserta sama dengan imam secara bergantian setiap pekan baik dari Suni maupun menurut Syiah. Hafiz Abbasov secara teratur ditunjuk sebagai Imam Sunni bergantian menggunakan Rufat Garayev sebagai Imam Syiah pada masjid tersebut. Sebuah harmoni yg sepertinya teramat sulit dilaksanakan pada negara negara berpenduduk dominan muslim lainnya termasuk di Indonesia.

AROMA SEKULER. Upacara peresmian Masjid Heydar. Agak terlihat aneh bagi orang Indonesia atau Muslim di negara lainnya, acara peresmian masjid (di dalam masjid) tapi tamunya menggunakan kursi meski tetap membuka alas kaki dan Ibu Negaranya tampil tidak dengan busana Muslimah.

Masjid Terbesar di Kaukasus

Beberapa laporan media menyebut masjid Heydar pada kota Baku ini menjadi masjid terbesar menggunakan Menara tertinggi pada tempat Kaukasus. Empat Menara setinggi 95 meter yang berdiri di empat penjuru masjid ini dilengkapi dengan empat elevator buat menuju ke puncak Menara. Keindahan masjid ini pula pada lengkapi dengan kaligrafi berdasarkan ayat ayau Al-Qur?An. Selain empat elevator pada Menara, masjid ini juga dilengkapi dengan escalator, 4 escalator buat ke ruang Jemaah laki laki & dua escalator ke ruang Jemaah spesifik wanita.

Kapasitas masjid ini diperkirakan mencapai lebih dari 2000 jemaah. ruang sholat utamanya seluas 900 meter persegi  ditambah dengan ruang sholat khusus Jemaah wanita seluas 350 meter persegi. di lantai dasar masjid disediakan tempat parkir dan beberapa ruangan untuk peruntukan umum termasuk untuk kantor pengelola.

SIDAK PRESIDEN. Presiden Ilhan Aliyev bersama Istrinya Mehriban Aliyeva dalam salah satu kunjungannya meninjau pembangunan masjid Heyadar.

Dari sisi arsitektur masjid masjid pada kota Baku termasuk juga Masjid Heydar ini bisa dikenali menurut bentuk-nya yang sederhana tetapi dengan rancang bangun yang bagus. Beberapa masjid masjid bersejarah bertebaran pada kota ini dengan rancangan yang memiliki kemiripan menggunakan masjid Masjid Heydar meski dengan skala dan zaman yang tidak selaras. Seperti model merupakan Masjid Goy yg dibangun tahun 1912.

Lalu Komplek Masjid Bibi Heybat, yang jua terdapat makam tokoh tokoh terkemuka penyebar Islam pada Azerbaijan, hingga kini dikenal sebagai galat satu bangunan yang sangat terkenal pada Azerbaijan. Ditambah lagi dengan bangunan masjid Taza Pir yang adalah galat satu bangunan terkemuka pada kota Baku dibangun tahun 1905 dan selesai tahun 1914. Berdirinya Masjid Heydar ini menambah jejeran bangunan Islam ternama di kota Baku Khususnya dan Azerbaijan dalam umumnya.***

---------- ooo000ooo ----------

Baca Juga

n Islam di Azerbaijan (bagian-1) n Islam di Azerbaijan (bagian-2) n Masjid Saint Petersburgn Masjid Sentral Perm (Perm Central Mosque) n Masjid Akhmad Kadyrov Chechnya n Masjid Agung Makhachkala Dagestann Masjid Agung Magas Ingushetia n Masjid Moscow Historical Mosque (MHM) n Masjid Memorial Moskow n Masjid Katedral, Masjid Agung kota Moskow n

Wednesday, September 16, 2020

(Rencana) Masjid Agung kota Magas, Republik Ingushetia

foto dari dagestan.kavkaz-uzel.ru

Nama Ingushetia sempat mencuat di tanah air bersama dengan Chechnya di era 1990-an tak lama setelah ketuntuhan Uni Soviet. Dua wilayah bekas Uni Soviet itu mayoritas penduduknya memang beragama Islam. Chechnya & Ingushetia pernah berjuang untuk mendirikan sebuah negara merdeka lepas dari Federasi Rusia. Kini Republik Chechnya dan Republik Ingushetia [tetap] menjadi bagian dari Federasi Rusia.

Perkembangan Islam di dua Republik bagian Federasi Rusia ini kian marak dari hari kehari. Pemerintah federal Rusia ‘seakan’ memberikan kebebasan bagi republik republik berpenduduk mayoritas muslim di dalam wilayah kekuasaannya untuk menunjukkan identitas keislaman mereka termasuk di Republik Ingushetia.

Rencana Masjid Agung Kota Magas dengan latar belakang pegunungan Kaukasus (foto dari :azanfund.org)

Republik Ingushetia dibentuk tahun 1992. Menjadi Republik termuda di dalam Federasi Rusia, dengan ibukota nya yang baru di kota Magas yang sedang dibangun, dipimpin oleh Presiden Yunus-Bek B. Evkurov. Presiden Evkurov bersama para ulama Ingushetia memutuskan untuk membangun pusat pengembangan islam di pusat kota baru tersebut, termasuk di dalam nya bangunan masjid berkapasitas 8000 jemaah. Komplek Masjid tersebut rencananya akan dibangun di atas lahan seluas 20 hektar yang sudah di alokasikan untuk keperluan itu.

Di bulan Februari 2010 lalu Mufti Republik Ingushetia, I.B.  Khamkhoev. Menghimbu muslim dunia untuk turut serta membantu pembangunan masjid agung di kota Magas. Dalam surat bertanggal 10 Februari 2010 tersebut turut disampaikan kabar baik, bahwa di Republik Ingushetia dan wilayah Rusia lainnya kini Islam sedang bangkit, begitu banyak masjid lama yang diperbaiki dari kerusakan dan masjid masjid baru bermunculan, dibangun di berbagai tempat dari dana swadaya masayarakat ataupun dana dari sponsor. Setelah selama puluhan tahun muslim disana hidup di bawah tekanan Komunis Uni Soviet.

peletakan batu pertama oleh

presiden dan Mufti Ingushetia

(foto dari :azanfund.org)

Rencana pembangunan masjid ini ditangani oleh yayasan Azan--Fund yang didirikan oleh Pemerintah dan ulama Republik Ingushetia untuk merealisasikan rencana pembangunan masjid agung di pusat kota Magas. Pendirian lembaga nirlaba ini di komandoi langsung oleh presiden Ingushetia Yunus-Bek B. Evkurov dan dan Muftiyat Republik Ingushetia untuk menggalang dana bagi pembangunan Komplek Masjid Agung dimasksud, Presiden Evkurov bahkan menghimbau kepada seluruh keluarga muslim Ingushetia untuk menyumbangkan dana bagi mewujudkan masjid agung tersebut masing masing US$ 100 dolar per kepala dalam setiap keluarga termasuk anggota keluarganya yang masih bayi. Azan--Fund juga melayangkan permohonan bantuan ke Saudi Arabia namun belum mendapatkan tanggapan.

Bangunan komplek masjid agung tersebut mengambil tempat di pintu masuk utama ke kota Magas, dan rencananya dalam komplek tersebut akan dibangun masing masing : Masjid Agung berkapasitas 8000 jemaah, kantor urusan agama Ingushetia, Universitas Islam berdaya tampung 300 tempat duduk, hostel untuk 150 mahasiswa serta pusat budaya dan rekreasi. Area masjid seluas 4.1 hektar, area taman 4.7 hektar, area parkir 5.8 hektar, hingga total keseluruhan komplek mencapai 20 hektar. Masjid Agung kota Magas rencananya dilengkapi dengan jalan akses yang juga akan menjadi jalan utama di pusat kota Magas. Arsitektural masjid ditandai dengan kubah tunggal berdiameter 50 meter dan menara setinggi 64 meter.

Rancangan Komplek Masjid Agung Kota Magad (foto dari azanfund)

Upacara peletakan batu pertama pembangunan masjid agung kota Magas ini dilaksanakan pada tanggal 20 April 2011 lalu, dihadiri oleh Presiden Ingushetia Yunus-Bek Evkurov, Ismail Hadji Berdiyev (ketua Pusat Koordinasi Muslim Kaukasus Utara - Centre of North Caucasian Muslims), Mahmoud Sakalov (ketua Parlemen Republik Ingushetia), Isa-Hadji Khamkhoev (mufti Ingushetia) dan para ulama dari berbagai wilayah di Kaukasus Utara.

Proyek pembangunan masjid akan melalui dua tahap, tahap pertama berupa pembangunan masjid, menara, halaman masjid dan peletakan batu pertama taman masjid. Sedangkan tahap kedua termasuk pembangunan universitas, hostel, kantor urusan agama, pusat budaya dan perdagangan serta pembangunan infrastruktur dan komunikasi. Rencananya pekerjaan pembangunan tersebut akan selesai dalam waktu dua setengah tahun.

Rancangan Komplek Masjid Agung Kota Magad (foto dariazanfund)

Arsitektural masjid ini akan memadukan kekuatan dari kemegahan arsitektural pegunungan khas Ingushetia dengan seni bina bangunan tempat ibadah islam. Pembangunan masjid agung Ingushetia ini untuk pertama kalinya di aplikasikan laser scaning dalam sebuah proyek pembangunan gedung, teknologi laser scaning ini memungkinkan pemetaan tiga dimensi dilokasi dimana masjid akan dibangun dalam waktu yang tidak terlalu lama. Termasuk di dalamnya dapat melakukan jutaan pengukuran dan pemetaan geometris yang akurat di lokasi dalam waktu yang singkat. Teknologi ini juga memungkinkan pengawasan terhadap akurasi kualitas pekerjaan konstruksi dengan lebih mudah dan akurat.

Turki Siap Membantu Pembangunan Masjid Agung Magas

Dalam kunjungan tanggal 07 Oktober 2010, perwakilan dari pengusaha dan ulama Turki ke kota Magas ditemani oleh atase Turki untuk urusan keagamaan di Rusia Bekir Gierek bertemu dengan presiden Yunus-Bek Yevkurov membicarakan tentang pembangunan masjid agung di kota Magas. Ide pembangunan masjid tersebut memang sudah lama mencuat bahkan sudah memiliki rencana pembangunan. Namun Turki memiliki rencana lain, mereka berencana membangun masjid dengan rancangan dan dana mereka sendiri sebagai hadiah bagi rakyat Ingushetia, sebagaimana disampaikan oleh mufti Instanbul, Mehmet Aktoprak dan faktanya memang Turki terkenal dengan keindahan seni arsitektur masjid mereka yang menawan.

Rancangan Komplek Masjid Agung Kota Magad (foto dariazanfund)

Dalam kesempatan tersebut perwakilan dari Turki bersama sama melihat langsung lokasi tempat dimana akan dibangun masjid dimaksud dan mereka sangat terkesan dengan lokasi yang telah dipilih. Sebagai hasil dari pertemuan tersebut, Turki juga siap mendanai pendidikan bagi Mahasiswa Ingush yang berkeinginan meneruskan studi mereka di universitas Universitas di Turki.

Sejauh ini belum ada perkembangan tentang rencana pembangunan masjid ini. Bisa jadi masalah pendanaan yang menjadi kendala atau memang karena pemberitaannya yang tak segencar pembangunan Masjid Akhmad Kadyrov di negeri tetangganya Chechnya. Chechnya dan Ingushetia sempat muncul sebagai satu kesatuan wilayah dengan nama Chechen & Ingushetia, namun kini kedua wilayah itu berdiri sendiri sebagai dua Republik di dalam Federasi Rusia. Bila anda berniat menyumbang silahkan klik disini untuk detil-nya.

Informasi Yayasan Azan Fund Ingushetia

JVP "Azan" (non-profit organization Foundation Azan)

Legal address: 386001, Republic of Ingushetia, Magas, Pr IA Zyazikov, 16

Postal address: 121069, Moscow, st. Nikitskaya, 44, p. 2

Tel. / fax: +7 (495) 6904036, +7 (985) 1297210;

e-mail: info@azanfund.org

Official website : http://azanfund.org

Foto Foto Rencana Masjid Agung Kota Magas

Upacara Peletakan batu pertama Masjid Agung Kota Magas (foto dariazanfund)

Upacara Peletakan batu pertama Masjid Agung Kota Magas (foto dariazanfund)

Rancangan masjid Agung Kota Magas (foto dari azanfund)

Rancangan masjid Agung Kota Magas (foto dariazanfund)

Rancangan masjid Agung Kota Magas (foto dariazanfund)

Referensi

azanfund.org - Appeal of Mufti of the Republic of Ingushetia to muslim community

azanfund.org – about azanfund

russiatrek.org  - Teknologi baru dalam pembangunan masjid di kota Magas

azanfund.org  - April 20, 2011 in the city of Magas, the ceremony

eng.kavkaz-uzel.ru - Mosque is started in capital of Ingushetia

islamnews.ru - The Muslim Complex Will Be Erected in Magas

azanfund.org - Turkey will provide assistance in Ingushetia in the construction of mosques

--------------------------------------

Masjid dan Pusat Kebudayaan Islam Paola, MaltaMasjid Agung Konstantia – RomaniaMasjid Sentral London (London Central Mosque), InggrisMasjid Didsbury dan Islamic Center Manchester, InggrisMasjid Jami Zakariyya Bolton, InggrisPusat Kebudayaan Islam IrlandiaMasjid Essalam, Rotterdam, terbesar di BelandaMasjid di Istana Schwetzingen, JermanMasjid Istiklal Indonesia di Bosnia & HerzegovinaMasjid Pusat Kebudayaan Islam - Oslo, NorwegiaMasjid Agung Brussels, BelgiaMasjid Banya Bashi BulgariaMasjid Islamic Center Wina, AustriaGrande de Paris, Masjid Agung ParisMasjid Sentral Perm (Perm Central Mosque) - RussiaMasjid Akhmad Kadyrov, Simbol Kebangkitan Chechnya Dari Kehancuran PerangMasjid Agung Makhachkala, Dagestan – Rusia(Rencana) Masjid Agung kota Magas, Republik Ingushetia

Berita Masjid EropaTak ada Masjid di Athena kaum muslimin merubah pabrik menjadi masjidJerman Tutup Masjid Hamburg Dicurigai Sebagai Tempat Rekrutimen Teroris │ Menara Masjid Bradford Inggris Menjadi Menara Terindah di EropaJerman Izinkan Adzan Masjid dengan Pengeras SuaraMasjid Masjid di Inggris yang dulunya GerejaSwiss Negeri Netral Yang Tidak NetralPBB: Pelarangan Menara Masjid Diskriminatif

Saturday, August 29, 2020

Islam di Kazakhstan

Muslim Kazakhstan dalam kesibukan menyiapkan domba pada hari raya Idul Adha di pekarangan masjid Agung Al-Maty.

Tentang Kazakhstan

Republik Kazakhstan adalah sebuah negara pecahan Uni Soviet yang memproklamirkan kemerdekaannya pada 16 Desember 1991. Secara geografis Kazakhstan berada di daerah Asia Tengah, wilayahnya terkunci pada daratan tanpa akses sama sekali ke lautan. Luas Kazakhstan mencapai 2,724,900 Km2, bahkan lebih luas dari luas adonan semua negara Eropa Barat. Dengan luasnya itu menjadikan negara ini sebagai Negara daratan tanpa samudera menggunakan wilayah terluas di global, sekaligus sebagai negara bekas wilayah Soviet terluas kedua setelah Rusia, & negara terluas ke 9 di dunia.

Kazakhstan juga merupakan negara lintas benua, sebagian besar wilayahnya masuk dalam kawasan Asia bagian Tengah dan sebagian kecil lainnya masuk kawasan Eropa bagian Timur, sehingga memiliki keuntungan geografis dan secara geopolitik layak diperhitungkan. Wilayahnya yang terbentang dari barisan Pegunungan Altai di timur, hingga Laut Kaspia  di barat. Kazakhstan sering disebut dengan “Virgin Lands” karena beberapa wilayahnya yang belum tersentuh sama sekali. Sebagian besar wilayahnya berbatasan langsung dengan Rusia, terutama di sebelah utara dan barat. Di sebelah timur, berbatasan dengan Provinsi Xinjiang, Tiongkok, dan di sebelah selatan berbatasan dengan Uzbekistan, Turkmenistan, dan Kirgistan.

Kazakhstan, Al-Farabi & Boikonur

Kazakhstan merupakan tanah kelahiran Al-Farabi (870-950), Ahli filsafat Islam dimasa kekuasaan dinasti Abasiyah, beliau berasal dari Farab dan bernama asli Abū Nasir Muhammad bin al-Farakh al-Fārābi' dikenal di dunia barat sebagai Alpharabius, Al-Farabi, Farabi, dan Abunasir. ia mengenal para filsuf Yunani; Plato, Aristoteles dan Plotinus dengan baik. Kontribusinya terletak di berbagai bidang seperti matematika, filosofi, pengobatan, bahkan musik. Al-Farabi telah menulis berbagai buku tentang sosiologi dan sebuah buku penting dalam bidang musik, Kitab al-Musiqa. Selain itu, ia juga dapat memainkan dan telah menciptakan bebagai alat musik.

Al-Farabi dikenal dengan sebutan "guru kedua" setelah Aristoteles, karena kemampuannya dalam memahami Aristoteles yang dikenal sebagai guru pertama dalam ilmu filsafat. Dia adalah filsuf Islam pertama yang berupaya menghadapkan, mempertalikan dan sejauh mungkin menyelaraskan filsafat politik Yunani klasik dengan Islam serta berupaya membuatnya bisa dimengerti di dalam konteks agama-agama wahyu. Pemerintah Kazakhstan memberikan penghormatan kepada Al-Farabi dengan mengabadikan lukisan dirinya di lembaran uang kertas Kazakhstan.

Baikonur adalah sebuah kota di Kazakhstan bagian selatan. Terkenal di dunia internasional dengan kosmodrom-nya atau pusat peluncuran pesawat luar angkasa yang sudah ada sejak masa Uni Soviet. Pesawat luar angkas Uni Soviet, Sputnik, yang melegenda karena keberhasilannya mendarat di bulan, diluncurkan dari tempat ini. Kini Kosmodrom Baikonur di operasikan oleh Pemerintah Rusia dengan status sewa lahan kepada pemerintah Kazakhstan hingga tahun 2050 dengan nilai sewa mencapai US$115,000,000 per tahun. Aidyn Aimbetov adalah astronot Kazakhstan pertama yang meluncur ke angkasa luar dari Kosmodrom Boikonur di tahun 2015.

Al-Farabi di mata uang kertas kazakhstan, Tenge (KZT)

Sejarah Singkat Kazakhstan

Wilayah yang kini menjadi Republik Kazakhstan dalam sejarahnya pada awalnya dihuni oleh suku suku yang hidup nomaden. Selama berabad abad wilayah ini dipengaruhi begitu kuat oleh Turki dan Mongol, pernah juga menjadi bagian dari wilayah dinasti Abasiyah. Di abad ke 13 Gengis Khan dari Mongolia mencaplok wilayah tersebut dan menjadikannya sebagai bagian dari Kekaisaran Mongolia. Wajar bila kini secara genetik Kazakhstan merupakan perpaduan antara etnis Turki dan Mongol.

Kekuasaan Rusia mulai masuk ke wilayah itu di abad ke 18 hingga pertengahan abad ke 19 sampai ahirnya seluruh wilayah tersebut masuk ke dalam kekuasaan Kekaisaran Rusia. Seiring dengan terjadinya revousia Rusia tahun 1917 dan serangkaian perang sipil, wilayah Kazakhstan kemudian menjadi bagian dari Uni Soviet dengan nama Kazakh Soviet Sosialis Republic. Dan ketika Emperium Uni Soviet runtuh di tahun 1991, Kazakhstan menjadi negara terahir yang memproklamirkan kemerdekaan nya lepas dari Uni Soviet.

Kazakhstan pada mulanya beribukota di Almaty hingga tahun 1998 atau tujuh tahun setelah merdeka dari Uni Soviet, ibukota negaranya dipindahkan ke Astana yang merupakan kota baru yang sengaja dibangun sebagai ibukota pemerintahan negara. Hingga kini Astana menjadi kota terbesar ke dua di negara tersebut setelah Almaty.

Agama di Kazakhstan

Jumlah penduduk Kazakhstan sekitar 15.753.460 jiwa, Etnik terbesar Kazakstan merupakan keturunan dari kabilah Turki dan Mongol. Komposisi pemeluk agama di Kazakhstan yaitu 70,2 persen Muslim; 26,6 persen Kristen; 0,1 persen Budha; 0,2 Yahudi dan 2,8 persen Atheis. Sementara 0.5 persen tidak menjawab, kemungkinan Kristen dari campuran Rusia atau Eropa.

Masjid Agung Al-Maty

Paling Makmur di Asia Tengah

Titik penting Kazakhstan bisa dilihat dari sosok negara ini yang dahulunya tak dikenal karena terpencil di wilayah Asia Tengah, kini menjelma menjadi sebuah negara dengan kekuatan minyak dunia. Ketika masih bergabung dengan Uni Soviet, Kazakhstan hanya dikenal karena masakan khasnya berupa hasil olahan daging kuda. Namun kini, Kazakhstan berubah menjadi negara paling makmur di antara negara-negara Asia Tengah. Dengan cadangan minyak sebesar 29 miliar barel, menjadikan negara ini sebagai pemilik cadangan minyak terbesar di luar kawasan Timur Tengah.

Cadangan tersebut diperkirakan berlipat ganda pada dasawarsa berikutnya, sehingga mendatangkan pebisnis-pebisnis dari luar negeri. Chevron dan Exxon Mobil dari Amerika Serikat, Total dari Perancis, Gazprom dan Lukoil dari Rusia, serta Chinese National Petroleum Company dari Republik Rakyat Tiongkok sudah mengantri untuk mengeksploitasi minyak. Ladang minyak yang dia buka di Tengiz dan Kazhagan banyak menghasilkan keuntungan bagi Kazakhstan. Tiongkok bahkan merancang jalur pipa sepanjang 1.000 km untuk mengalirkan minyak dari Atasu di Kazakhstan ke Daerah Otonomi Xinjiang di Tiongkok.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Kazakhstan

Hubungan Indonesia dan Kazakhstan

Pemerintah Republik Indonesia telah menjalin hubungan diplomatik dengan Republik Kazakhstan sejak 2 Juni 1993. Pembukaan hubungan diplomatik secara resmi tersebut merupakan titik awal hubungan kerja sama kedua negara, setelah sebelumnya Indonesia memberikan pengakuannya bagi proklamasi kemerdekaan negara Republik Kazakhstan, pada 16 Desember 1991. Indonesia telah menempatkan kantor Kedutaan besar Republik Indonesia di kota Astana. Duta Besar Republik Indonesia yang berkedudukan di Astana sekaligus merangkap sebagai duta besar dan berkuasa penuh Republik Indonesia untuk Republik Tajikistan. Kunjungan tingkat kepala negara pernah dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Kazakhstan di Bulan September 2013.

Indonesia dan Kazakhstan memiliki banyak kesamaan, berupa sumber daya alam melimpah, yang membuat keduanya dapat memperoleh pendapatan negara yang signifikan. Mayoritas penduduk kedua negara memeluk agama Islam, dengan keanekaragaman budaya yang melimpah dan dapat hidup berdampingan secara harmonis, serta sama-sama memiliki komitmen di bidang penegakan hak asasi manusia, supremasi hukum dan demokrasi.

Islam di Kazakhstan

Islam mulai masuk ke Kazakhstan di abad ke-8 saat bangsa Arab mulai masuk ke Kazakhstan dan memperkenalkan Islam. Bangsa Arab menguasai Transoxania (Mavarannahr) di bagian selatan Kazakhstan, terletak antara sungai Syr-dar’ya dan Amu-dar’ya dan secara bertahap berkembang hingga wilayah utara. Dinasti Abbasiyah yang berkuasa di Irak menguasai wilayah Kazakhstan hingga abad ke-12. Islamisasi pertama kali terjadi pada masa ini, dimana penduduk Kazakhstan saat itu masih banyak menganut Zoroaster (penyembah api), Kristen, Budha dan pagan masih banyak dianut oleh penduduk Kazakhstan. Namun proses Islamisasi ini berakhir ketika Mongol menguasai Kazakhstan pada tahun 1220-an.

Tradisi Islam. Pakaian tradisional Kazakhstan di abadikan dalam salah satu prangko resmi Kazakhstan. Dari pakaiannya terlihat tradisi Islam memang sudah mengakar dalam tradisi dan budaya Kazakhstan, sejak berabad abad yang lalu.

Gelombang kedua Islamisasi terjadi pada abad ke-18 dan 19, ketika Islam mendominasi di bidang politik saat Kazakhstan berada di bawah kekuasaan Tsar Rusia. Kekaisaran Rusia memberi ruang bagi perkembangan Islam dimasa Kazakhstan berada dibawah kendali Kazan Khanate. Gerakan nasionalisme sempat muncul di tahun 1917 digaungkan oleh kelompok nasionalis sekuler yang dikenal dengan Horde of Alash (nama legendaris bagi bangsa Kazakhs) dan mereka berhasil mewujudkannya, namun hanya berlangsung selama dua tahun (1918-1920).

Pemerintahan ini akhirnya dilindas oleh Uni Soviet, dan Kazakhstan akhirnya dijadikan salah satu republik otonom di lingkungan Uni Soviet. Berkuasanya Uni Soviet di Kazakhstan sekligus juga menghentikan perkembangan Islam periode kedua di wilayah tersebut. Seiring dengan runtuhnya Tsar Rusia dan berganti dengan rezim Uni Soviet yang berhaluan Komunis memberangus Nasionalisme dan Islamisasi di Kazakhstan.

Runtuhnya Uni Soviet

Mikhail S. Gorbachev naik sebagai penguasa Soviet pada tahun 1985-1991 dia menunjuk Gennady Kolbin sebagai penguasa di Kazakhstan, menggantikan Dinmukhamed Kunayev yang dianggap oleh pemerintah Moscow melakukan KKN. Namun kepemimpinan Kolbin tak disukai oleh warga Kazakhstan. Pada akhirnya kedudukan Kolbin digantikan oleh Nursultan Nazarbayev, seorang insinyur, pada tahun 1989.

Masjid Agung Oktobe di kota Oktober, Kazakhstan

Ketika Gorbachev mendeklarasikan perestroika, dan diikuti oleh kemerdekaan negara-negara di bawah payung Uni Soviet, pada tahun 1990, maka pada bulan Maret 1990, Kazakhstan mengadakan pemilu multipartai, dan Nursultan Nazarbayev memenangkan pemilu tersebut. Akhirnya pada tanggal 16 Agustus 1991, Kazakhstan menyatakan kemerdekaannya, dan melepaskan diri dari cengkeraman Uni Soviet, Nursultan A. Nazarbayev terpilih sebagai presiden pertama di era merdeka.

Kemerdekaan negara itu memberikan ruang kepada Islam untuk kembali berkembang di Kazakhstan. Islam tumbuh dengan cepat antara tahun 1990-1995. Pembangunan masjid baru maupun menghidupkan masjid yang terbengkelai ketika komunis Soviet berkuasa dilakukan hampir seluruh kota di seluruh Kazakhstan. Hingga tahun 1991 saja, sudah 170 masjid yang dibuka di negara ini, dan lebih setengahnya adalah masjid masjid baru, dan diperkirakan komunitas Islam saat itu sudah mencapai 230 organisasi yang aktif berdakwah. Edisi al-Qur’an terjemahan pertama dalam bahasa Kazakhs yang didasarkan pada alfabet Cyrillic diterbitkan di Almaty pada tahun 1992.

Perguruan tinggi Islam banyak didirikan, terutama untuk mengkaji literatur-literatur Arab. Dengan ghirah Islam seperti itu, banyak negara-negara Islam yang bersimpati dan akhirnya memberikan bantuan dana demi tegaknya Islam di Kazakhstan, antara lain berasal dari Turki, Mesir dan Saudi Arabia. Mereka memberikan donasi sebesar US $ 10 juta untuk membangun Pusat Kebudayaan Islam (Islamic Cultural Center) di Almaty, dan peletakan batu pertama dilakukan oleh Nursultan Nazarbayev, Presiden Kazakhstan pada tahun 1993.

Masjid Agung Nur Astana di Astana, Ibukota Kazakhstan

Islam dan Negara

Di tahun 1990 Nulsultan Nazarbayev yang berstatus sebagai Sekjen Partai Komunis Kazakhstan di era Soviet, mendirikan lembaga Islam negara yang lepas dari Otoritas Lembaga Islam Asia Tengah bentukan Uni Soviet yang berfungsi sebagai lembaga induk seluruh organisasi Islam di kawasan Asia Tengah. Nazarbayev kemudian membentuk lembaga Islam sendiri (Mufti) bagi muslim Kazakhstan. Pemisahan diri dari lembaga Mufti Asia Tengah tersebut justru menandai dengan tegas pemisahan agama (Islam) dari Negara.

Konstitusi Kazakhstan tahun 1993 dengan jelas melarang parta politik berbasis agama. Disusul kemudian dengan konstitusi tahun 1995 dengan tegas melarang organisasi apapun yang berlabel suku bangsa tertentu baik secara politik ataupun agama, serta memberikan pengawasan yang ketat terhadap lembaga keagamaan negara luar yang beroperasi di Kazakhstan. Konstitusi 1995 tersebut secara tegas menjadikan negara itu sebagai negara sekuler, Sekaligus menjadikan Kazakhstan sebagai satu satunya negara Asia Tengah yang tidak memberikan status khusus apapun kepada Islam dalam konstitusinya, meskipun negara tersebut menjadi bagian dari Organisasi Konfrensi Islam (OKI).

Kazakhstan menjadi sebuah negara berpenduduk mayoritas muslim namun memproklamirkan diri sebagai negara sekuler. Akan tetapi di sisi lain tetap mempertahankan identitas ke-Islaman-nya. Nursultan Nazarbayev berusaha memainkan peran sebagai penghubung dunia Islam di timur dengan dunia Kristen di barat, menjalin hubungan erat dengan negara negara Islam dan dunia barat namun tetap berupaya mendapatkan dukungan dari Rusia, sebagai contoh nyata adalah ketika di tahun 1994 beliau berkunjung ke ke kota suci Mekah, namun di tahun yang sama beliau juga melakukan kunjungan kenegaraan ke Paus Paulus II di Vatikan.***

-----------------

Baca Juga

Masjid Baiken Dibangun di Bekas Tempat Judi

Masjid Bibi Heybat Baku – Azerbaijan

Masjid Heydar Baku – Azerbaijan

Masjid Saint Petersburg

Masjid Sentral Perm (Perm Central Mosque)

Masjid Akhmad Kadyrov Chechnya

Masjid Agung Makhachkala Dagestan

Masjid Agung Magas Ingushetia

Masjid Katedral Moskow

Thursday, August 27, 2020

Masjid Agung Almaty, Kazakhstan

Kota Apel. Almaty secara harfiah berarti "kota pohon apel" atau "Kota Apel". Masjid terbesar di Kazakhstan dan merupakan masjid utama pada saat Kazakhstan masih ber-ibukota di Almaty. Kota yang indah dengan pemandangan berlatar belakang pegunungan Kaukasus.

Masjid Agung Kota Apel

Almaty adalah ibukota tua Kazakhstan sebelum lalu dipindahkan ke Astana di tahun 1998. Almaty menjadi ibukota sejak masa Soviet, pada mulai pada tahun 1927 sesudah sebelumnya sentra pemerintahan berada di kota Kyzyl-orda. Almaty pada bahasa Kazakh secara harfiah berarti ?Kota pohon apel?. Satu kota menggunakan banyak sekali nama sinkron menggunakan zamannya, di masa Kekaisaran Rusia (1867 - 1921) kota ini dianggap kota Vierny & di masa Uni Soviet (1921 - 1993) pada sebut kota Alma Ata (Bapak nya Apel), dan di masa kemerdekaan sebagai Kota Almaty. Merupakan kota terbesar pada Kazakhstan meskipun tidak lagi menyandang gelar sebagai ibukota negara. 9% atau sekitar 1,3 juta penduduk Kazakhstan tinggal pada kota ini.

Disebut kota pohon apel atau kadang kadang bahkan dianggap dengan Apple City, merujuk pada kondisi dimana kota ini dianggap sebut menjadi tempat bermulanya pohon apel. Pohon apel merupakan tumbuhan liar pada kota ini, tumbuh dimanapun di penjuru kota. Para peneliti menduga pohon apel yang kini tersebar di aneka macam penjuru dunia berawal berdasarkan kota ini. Itu sebabnya hingga kini begitu banyak peneliti yang berdatangan ke kota ini menggunakan ketertarikan dalam pohon apel yg tumbuh liar disana.

?????? ????????? ??????? ???I?? / The Almaty Central Mosque

??. ???????, 16 (??.??. ?????????), ?????? / Pushkin St,Almaty,Kazakstan

43° 16' 4.09" N  76° 57' 8.73" E

www.Meshet.Kz

Almaty sebagai Ibukota Kazakstan semasa menjadi bagian berdasarkan Uni Soviet antara tahun 1929 hingga tahun 1991. Ketika merdeka pun Kazakhstan masih mempertahankan Almaty sebagai ibukota sampai lalu dipindahkan ke Astana pada tahun 1998. Hingga sekarang Almaty masih merupakan kota komersial terbesar di Kazakhstan. Kota tua yg berada pada ketinggian pegunungan di sebelah selatan Kazakhstan, tak jauh menurut perbatasan negara dengan Republik Kyrgystan. Hingga kadangkala Amaty juga dianggap sebagai ibukota Kazakhstan pada selatan.

Almaty berada pada jalur sutra yang terkenal di abad ke 10 hingga abad ke 14 masehi. Pada masa itu Almaty adalah salah satu sentra perniagaan, kerajinan dan pertanian dan menciptakan uang koin resmi pada masanya. Kota Almaty timbul pertama kali pada sejarah tertulis sebagai Almatu pada dalam buku berdasarkan abad ke 13 masehi.

Tampak Depan.Gerbang besar segi empat tempat pintu masuk utama berada itu biasa disebut Iwan. Masjid Agung Al-maty dibangun dengan empat menara di masing masing sudut bangunan ditambah dengan satu menara utama yang paling tinggi. Di bagian atapnya ada satu kubah Utama ditambah dengan empat kubah yang lebih kecil yang disusun berjejer dari arah iwan hingga ke kubah utama.

Industrialisasi Kota Almaty mulai terjadi pada tahun 1941 ketika pemerintah Uni Soviet melakukan pemindahan masal pabrik pabarik dan pekerja mereka menurut daerah soviet pada Eropa ke Kazakhsatan, khusunya ke kota Almaty, menandai perubahan besar besaran wajah kota ini menjadi salah satu kota industri terbesar pada semua daerah Uni Soviet. Di masa perang dunia ke 2 Almaty malah berkembang pesat menggunakan dipindahkannya aneka macam industri dari Moscow ke Almaty termasuk industri militer.

Nama Almaty bagi kota ini secara resmi dipakai dalam tahun 1993 menggantikan nama usang Alma Ata yang merupakan nama warisan dari Uni Soviet. Di tahun 1997 ibukota negara Kazakhstan dipindahkan ke Astana berdasarkan dekrit presiden Nursultan Nazarbayev dan dalam lepas 1 Juli 1998 kota Almaty secara resmi menyandang predikat baru menggunakan status spesifik sebagai kota pusat Ilmu pengetahuan, Budaya, Sejarah, Finansial dan Industri.

Masjid Agung Almaty

Central Mosque of Almaty yg kini berdiri megah adalah bangunan masjid yang resmi dibuka dalam bulan Juli tahun 1999 dilokasi yg sama menggunakan masjid sebelumnya yg telah berdiri dari tahun 1890. Masjid megah ini merupakan salah satu masjid terbesar di kawasan Asia Tengah menggunakan daya tampung mencapai 3000 jemaah sekaligus. Pada waktu diresmikan Masjid Agung Almaty merupakan masjid terbesar di Kazakhsatan.

INTERIOR Masjid Agung Al-Maty, Megah dan tampak kokoh. Bangunan yang tinggi, dinding tebal, Mihrab penuh dengan ornamen dan Mimbar kayu yang tinggi sangat spesial Turki.

Bangunannya di hias dengan batu pualam lokal diperindah dengan majemuk keramik warna warni dan seni mozaik kaca patri yg begitu latif. Motif motif hias pada masjid ini menggunakan motif motif tradisional Kazakhstan. Kubah primer masjid ini dibangun setinggi 36 meter menggunakan diameter 20 meter, bentuk kubah biru toska masjid ini mirip dengan kubah masjid St Petersburg pada Rusia. Empat menara mengapir bangunan primer masjid ditambah menggunakan menara tunggal terpisah yg paling tinggi menggunakan ketinggian 47 meter.

Bangunan utamanya berdenah segi empat dengan akses masuk melewati iwan menuju ke pekarangan tengah sampai masuk ke masjid yg seluruhnya dibangun di atas pondasi yang ditinggikan menurut bagian atas tanah disekitarnya.

Pembangunan masjid ini ditangani sang 2 orang arsitek Kazakhstan Baimagambetov & Sharpiyev, & selesai tahun 1999. Di tahun 2000, perubahan dilakukan pada bagian kubah masjid menggunakan membarui bentuk awalnya yg bewarna emas di ubah dengan bentuk kubah yang khas misalnya kubah masjid St. Peterburg, dan ditambahkan Kaligrafi Al-Qur?An oleh Master Kaligrafer dari Turki.

Susasana tarawih &Ramadhan di masjid Agung Al-Maty

Masjid Agung Almaty adalah salah satu model menurut bangunan masjid bergaya Arsitektur Timurid yang ditandai menggunakan menggunakan banyaknya imbas Arsitektur Persia dengan denah rancangan axial symetry sebagai karakteristik dasar berdasarkan struktur bangunan ala Timurid.

Pintu utama masjid ini diletakkan pada sebuah iwan yakni sebuah beranda berbentuk gerbang besar berlapis batu pualam dibuat berupa ceruk tempat dimana pintu utama diletakkan. Sisi depan Iwan dihias menggunakan dengan kaligrafi Al-Qur?An bewarna purtih diatas rona dasar biru lembut. Disebelah kiri luar pintu masuk dilettakkan lima jam dinding yang masing masing menerangkan 5 ketika sholat wajib .

Dibagian bawah masing masing jam dinding tertulis nama masing masing waktu sholat lima waktu meski semuanya dalam aksara Rusia, namun dibagian paling bawah tertera alamat situ internet masjid ini www.Meshet.Kz yang jelas menunjukkan statusnya sebagai masjid negara. www. Daun pintu masjid dibuat dari kayu dan dihias dengan ukiran berpola geometris yang sangat rapi bewarna tembaga.

MELAWAN DINGIN. Jemaah sholat di masjid agung Al-Maty yang melakukan sholat di jalan raya harus berjibaku melawan dinginnya salju saat sholat berjamaah.

Masuk ke dalam masjid ini jemaah akan menjumpai ruang akbar memanjang menuju ruang sholat primer yg berdenah oktagonal. Hamparan karpet bewarna merah dan hijau mint menutup seluruh permukaan lantai. Bangunan masjid ini didesain berlantai dua menggunakan tipikal bangunan rusia yg megah & kokoh berbalut batuan pualam alami, berdinding tebal dengan jendea kaca patri motiv rona warni nyaris tanpa bukaan buat menjaga suhu ruang. Sisi mihrabnya dihias dengan goresan kayu yang sangat apik demikian pula menggunakan bebeberapa sudut di pada ruang masjid ini.

Kota Almaty dan kazakhstan adalah daerah empat ekspresi dominan, manakala animo dingin datang, lapisan salju menyelimuti semua kota, muslim disini harus berjibaku melawan dingin untuk menunaikan sholat berjamaah pada masjid. Sederet rekaman photo memperlihatkan muslim Kazakhstan yg tak kebagian loka buat sholat berjamaah pada dalam masjid berjuang menunda dingin melaksanakan sholat pada atas hamparan salju pada luar masjid. Kita yg tinggal pada Indonesia & tempat yg tidak jauh menurut garis khatulistiwa memanglah sangat beruntung menggunakan iklim yang ramah sepanjang tahun. Pantaslah bila para penyair menyebut negeri kita sebagai tanah sorga, negeri impian bagi orang orang Eropa yg sabanhari berkhayal akan indahnya tinggal di sebuah negeri menggunakan ribuan pulau tropis yang menawan.***

-------------------------

Baca Juga

Masjid Baiken dibangun di Bekas Tempat Judi

Masjid Bibi Heybat Baku ? Azerbaijan

Masjid Heydar Baku ? Azerbaijan

Masjid Saint Petersburg

Masjid Sentral Perm (Perm Central Mosque)

Masjid Akhmad Kadyrov Chechnya

Masjid Agung Makhachkala Dagestan

Masjid Agung Magas Ingushetia

Masjid Katedral Moskow

Masjid Nur- Astana, Kazakhstan

PRESIDEN DAN IBUKOTA. Masjid Nur Astana, merupakan masjid terbesar kedua di Kazakhstan setelah masjid Hasrat Sultan yang juga berada di Astana. Nur adalah nama depan presiden Nursultan Nazarbayev. dan Astana adalah nama kota baru yang dibangun Presiden Nursultan sebagai Ibukota Negara. Paduan dua nama yang cukup selaras.

Astana yg dimaksud disini merupakan Kota Astana yg adalah ibukota Republik Kazakhstan. Dalam Bahasa Kazakh Astana berarti ?Ibukota?, sinkron menggunakan status nya sebagai ibukota negara. Astana merupakan kawasan kota baru yang sengaja pada buka dan dikembangkan sang Presiden Nursultan Nazarbayev Sebagai Ibukota baru Republik Kazakhstan menggantikan kota Almaty. Secara resmi ibukota negara Kazakhstan pindah ke Astana di tahun 1998. Di pilihnya nama Astana bagi nama Ibukota negara menggunakan pertimbangan bahwa istilah ?Astana? Gampang pada ucapkan dalam berbagai Bahasa global.

Merujuk pada data dari Spiritual Division of Moslems of Kazakhstan (SDMK), 9 juta jiwa atau setara menggunakan 67% menurut penduduk Kazakhstan adalah pemeluk agama Islam yg tergabung pada 2337 komunitas Islam. 2334 adalah komunitas muslim Suni sedangkan tiga komunitas lainnya merupakan komunitas Syi?Ah.

GLAMOR dengan kubah berlapis emas pada jantung kota Astana

Sejak merdeka menjadi sebuah negara independen tanggal menurut Uni Soviet, perkembangan Islam pada negara ini demikian pesat seiring dengan pencapaian tingkat ekonominya yg membuahkan Kazakhstan menjadi negara paling makmur pada daerah Asia Tengah. Islam pada Kazakhstan dibawah kendali Spiritual Division of Moslems of Kazakhstan (SDMK), lembaga ini yang sebagai induk organisasi Islam di Negara tersebut.

Lima belas tahun sejak merdeka telah lebih menurut seribu masjid dibangun di semua Kazakhstan termasuk pada pada kota Almaty, Aktau, Aktobe, Karaganda, Pavlodar, Satpayev dan banyak sekali wilayah lainnya pada negara tadi. Termasuk Masjid Nur Astana yang dibangun atas kerjasama pemerintah Kazakhstan menggunakan Pemerintah Qatar. Pemerintah Kazakhstan memang relatif agresif menjalin kerjasama dengan banyak sekali negara Islam termasuk Qatar, Turki, Mesir dan Saudi Arabia pada upaya memajukan Islam disana.

INTERIOR MEWAH masjid Nur Astana

Nur Astana Terbesar ke 2 pada Asia Tengah

Masjid Nur Astana, berada pada tepian sungai pada kota Astana, Ibukota Kazakhstan, dianggap sebut menjadi masjid terbesar nir saja pada Kazakstan tapi jua terbesar ke 2 pada daerah Asia tengah, dengan luas holistik mencapai 4000 m2 sanggup menampung hingga 5000 jemaah termasuk area pelatarannya. Mulai dibangun 22 Maret 2005 dan diresmikan tahun 2008 & pengelolaannya dilakukan sang Spiritual Association of Muslims of Kazakhstan.

Masjid megah ini dibangun menggunakan memakai batu granit & beton & tidak tanggung tanggung buat kubah utamanya bahkan dilapis dengan emas, sampai kemilaunya benar sahih tampak dibawah sorotan sinar surya. Empat menaranya berdiri menjulang masing masing setinggi 63 meter (207 ft), Kubah utamanya di topang menggunakan delapan pilar berukuran akbar yg pada hias begitu indah termasuk menggunakan tabrakan ukiran kaligrafi Al-Qur?An. Bagian lantai duanya dikhususkan buat jemaah wanita. Landscape masjid ini ditata sedemikian rupa sehingga menciptakan harmoni menggunakan kawasan elit pada sentra kota Astana diantara bangunan supermodern di kota itu.

Alamat Masjid Nur Astana

Kabanbay-batyr Avenue, 36

Astana - Kazakhstan

Coordinates:   51°7'36"N   71°24'56"E

Simbolisasi

Masjid Nur Astana dibangun setinggi 40 meter menyimbolkan usia Nabi Muhammad s.A.W saat pertama kali menerima wahyu menurut Allah swt, sedangkan tinggi masing masing empat menaranya yang dengan tinggi 63 meter menyimbolkan usia nabi Muhammad s.A.W ketika dia wafat. Di masjid ini juga disimpan bagian menurut kiswah (kain penutup Ka?Bah), disebut sebut jua menyimpan bagian batu berdasarkan Ka?Bah dan Kitab Suci Al-Qur?An berdasarkan Saudi Arabia. Pembangunan masjid ini sendiri merupakan hadiah berdasarkan pemerintah Qatar sesuai dengan kesepakatan antara presiden Kazakhstan, Nursultan Nazarbayev dan Emir Qatar, Hamad bin Khalifa.

-------------------------

Baca Juga

Masjid Baiken dibangun di Bekas Tempat Judi

Masjid Bibi Heybat Baku ? Azerbaijan

Masjid Heydar Baku ? Azerbaijan

Masjid Saint Petersburg

Masjid Sentral Perm (Perm Central Mosque)

Masjid Akhmad Kadyrov Chechnya

Masjid Agung Makhachkala Dagestan

Masjid Agung Magas Ingushetia

Masjid Katedral Moskow

Sunday, May 24, 2020

Masjid Mukhtarov Vladikavkaz

Masjid Mukhtarov berdiri pada pusat kota Vladikavkaz pada tepian sungai Terek dan berlatar belakang punggung pegungungan Kaukasus, menaruh pemandangan yang menawan.

Pada waktu goresan pena ini di Upload Masjid Mukhtarov ini sempurna berusia 109 tahun sejak masjid ini diresmikan pada tanggal 14 Oktober 1908. Masjid Mukhtarov merupakan masjid bersejarah di tepian sungai Terek pada sentra kota Vladikavkaz.

Peresmian masjid ini dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober 1908, pembangunannya menghabiskan dana sebanyak ro ribu rubel Rusia dan semuanya ditanggung sang Murtuza Mukhtarov seseorang milioner ternama dari kota Baku, Azerbaijan. Proses pembangunanya sudah dimulai sejak tahun ?????? ?????????

Ul. Kotsoyeva, 62, Vladikavkaz

Murtuza Mukhtarov membentuk masjid ini sebagai bentuk rasa cinta Muslim Azerbaizan kepada Muslim Osetia, secara eksklusif Murtuza Mukhtarov sendiri tetapkan buat membangun masjid di kota itu, kota yang telah mempertemukan menggunakan wanita pujaannya yang dikemudian hari sebagai istrinya.

Murtuza Mukhtarov membentuk masjid ini sebagai bentuk rasa cinta Muslim Azerbaizan kepada Muslim Osetia, secara eksklusif Murtuza Mukhtarov sendiri tetapkan buat membangun masjid di kota itu, kota yang telah mempertemukan menggunakan wanita pujaannya yang dikemudian hari sebagai istrinya.

Murtuza Mukhtarov membentuk masjid ini sebagai bentuk rasa cinta Muslim Azerbaizan kepada Muslim Osetia, secara eksklusif Murtuza Mukhtarov sendiri tetapkan buat membangun masjid di kota itu, kota yang telah mempertemukan menggunakan wanita pujaannya yang dikemudian hari sebagai istrinya.

Murtuza-aga Mukhtarov menikah dengan Lisa Tuganova, putri menurut Jenderal Hamby Tuganova dan pesta pernikahannya dilaksanakan di Vladikavkaz. Setelah menikah beliau membotong istrinya tinggal di kota Baku, Azerbaizan.

Arsitek J?Zef Plo?Ko yg dipercaya menciptakan masjid ini merancangnya terinspirasi dari masjid Al-Azhar & gaya masjid masjid pada Kairo, Mesir. J?Zef Plo?Ko pula yg mengarsiteki Istana Mukhtarov di kota Baku, Azerbaijan.

Masjid Mukhtarov sangat terkenal lantaran lokasinya yg membuahkan posisi masjid mempunyai background nya yang dramatis dengan jejeran pegunungan Kaukasus pada latar belakangnya dengan bentang alam dan aliran air sungai Terek disebelahnya.

Masjid Mukhtarov sangat terkenal lantaran lokasinya yg membuahkan posisi masjid mempunyai background nya yang dramatis dengan jejeran pegunungan Kaukasus pada latar belakangnya dengan bentang alam dan aliran air sungai Terek disebelahnya.

Masjid ini adalah masjid bagi muslim suni pada kota tadi termasuk bagi komunitas muslim Ingushetia yg tinggal di Vladikavkaz sebelum kemudian mereka terusir dari kota tersebut & berdasarkan wilayah Ossetia Utara di tahun 1990-an.

Dimasa kedudukan Uni Soviet masjid ini sempat dialihfungsikan menjadi Musium Adat dan baru pada tahun 1996 bangunan masjid ini dikembalikan lagi pada Lembaga Spiritual Muslim Osetia Utara & beberapa kali sudah mengalami restorasi, buat memulihkan kondisinya termasuk akibat kerusakan parah sang ledakan bom pada tahun 1996.

Restorasi pertama sesudah serah terima, dilaksanakan dalam tahun 1997, kemudian di tahun 2006 & 2008. Masjid Mukhtarov ini sudah dimasukkan ke dalam daftar bangunan bersejarah yg dilindungi sejak tahun 1934.

Restorasi pertama sesudah serah terima, dilaksanakan dalam tahun 1997, kemudian di tahun 2006 & 2008. Masjid Mukhtarov ini sudah dimasukkan ke dalam daftar bangunan bersejarah yg dilindungi sejak tahun 1934.

Beberapa penulis setempat menumpahkan rasa kecewa mereka yang merasa terganggu dengan pembangunan gedung berlantai 12 di belakang masjid ini yang mereka sebut menjadi sesuatu yg telah merusak pemandangan estetika latar belakang masjid ini yg eksklusif berpanorama pegunungan Kaukasus.

Vladikavkaz adalah kota terbesar sekaligus ibukota dari Republik Ossetia Utara-Alania yg merupakan bagian menurut Federasi Russia. Letaknya berada di barat daya wilayah Ossetia Utara pada kaki pegunungan Kaukasus, kota ini dilalui oleh Sungai Terek, dihuni oleh kurang lebih 300 ribu jiwa.

Vladikavkaz adalah kota terbesar sekaligus ibukota dari Republik Ossetia Utara-Alania yg merupakan bagian menurut Federasi Russia. Letaknya berada di barat daya wilayah Ossetia Utara pada kaki pegunungan Kaukasus, kota ini dilalui oleh Sungai Terek, dihuni oleh kurang lebih 300 ribu jiwa.

Di ekspresi dominan salju yg membeku

Kota Vladikavkaz pertama kali dibangun tahun 1784 sebagai benteng pertahanan selama penaklukan sang Russia ke daerah Kaukasus dan cukup lama sebagai pangkalan militer utama Russia buat tempat Kaukasus. Kota ini kemudian berkembang sebagai pusat peleburan logam, pemurnian minyak hingga bahan kimia dan industri manufaktur.

Nama kota ini sempat beberapa kali berganti nama, tahun 1931-1944 dan tahun 1954-1990 baik orang Rusia juga orang Ossetia menyebutnya Ordzhonikidze (?????????????) diambil berdasarkan nama Sergo Ordzhonikidze, tokoh gerakan Bolshevik Georgia.

Sempat berganti nama menjadi Dzaudzhikau (???????????) dalam bahada Russia & Dz?Wd?Yq?W (???????????) pada bahasa Ossetia. Sedangkan nama Vladikavkaz adalah nama kota ini pada bahasa Russia yang digunakan balik di tahun 1990 beberapa saat sebelum keruntuhan Uni Soviet sedangkan pada bahasa Ossetia nya kembali sebagai Dz?Wd?Yq?W.

Vladikavkaz sempat mengalami pahit getir kancah perang sipil Russia juga perang global ke 2. Bulan Februari 1919 kota ini sempat diserbu sang pasukan General Anton Denikin yg adalah tokoh anti komunis Ossetia tetapi berhasil dikalahkan pasukan merah pada bulan maret 1920.

Di bulan November 1942 Vladikavkaz pulang sebagai ajang perang tatkala Nazi Jerman menyerbu kota ini tetapi lagi lagi digagalkan sang pasukan merah. Kerusakan parah melanda kota ini waktu menjadi sasaran pengeboman pada perang sipil pada tahun 1999, 2008 dan 2010.

Di bulan November 1942 Vladikavkaz pulang sebagai ajang perang tatkala Nazi Jerman menyerbu kota ini tetapi lagi lagi digagalkan sang pasukan merah. Kerusakan parah melanda kota ini waktu menjadi sasaran pengeboman pada perang sipil pada tahun 1999, 2008 dan 2010.

Bahkan walikota Vitaly Karayev tewas ditembak oleh penembak tak dikenal dalam tanggal 26 November 2008. Begitupun menggunakan penggantinya, walikota Kazbek Pagiyev 31 December 2008, pula mengalami nasib tragis yg sama, terbunuh sang penembak tak dikenal.

Penduduk kota Vladikavkaz terdiri dari beberapa gerombolan etnis, Etnis Ossetia merupakan etnis terbesar di kota ini ( (59.51%) disusul oleh etnis rusia (27.59%), Etnis Armenia (tiga.89%) dan Etnis Georgia (dua.32%). Islam menjadi kepercayaan terbesar ke 2 yang di anut penduduk kota ini selesainya penganut kepercayaan Kristen Ortodok.***

Penduduk kota Vladikavkaz terdiri dari beberapa gerombolan etnis, Etnis Ossetia merupakan etnis terbesar di kota ini ( (59.51%) disusul oleh etnis rusia (27.59%), Etnis Armenia (tiga.89%) dan Etnis Georgia (dua.32%). Islam menjadi kepercayaan terbesar ke 2 yang di anut penduduk kota ini selesainya penganut kepercayaan Kristen Ortodok.***

Follow

Follow

Follow & Like akun Instagram kami di@masjidinfo

🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.

🌎 informasi dunia Islam.

Follow

Referensi

http://en.wikipedia.org/wiki/Mukhtarov_Mosque

http://www.trekearth.com/gallery/Asia/Russia/North_Caucasus/North_Ossetia/Vladikavkaz/photo1294783.htm

http://en.wikipedia.org/wiki/Vladikavkaz

http://forum.xcitefun.net/mukhtarov-sunni-mosque-of-vladikavkaz-t79315.html

Baca Juga

Masjid Yardyam (Мечеть Ярдям) Moskow

Masjid Katedral, Masjid Agung kota Moskow (bagian 1)

Masjid Katedral, Masjid Agung kota Moskow (bagian 2)

Masjid Yardyam (Мечеть Ярдям) Moskow

Masjid Memorial, Moskow (Moscow Memorial Mosque)

Masjid Moscow Historical Mosque (MHM)

Asal SEO

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done