Islami Pedia: islam di afrika timur
News Update
Loading...
Showing posts with label islam di afrika timur. Show all posts
Showing posts with label islam di afrika timur. Show all posts

Wednesday, August 19, 2020

Islam di Mauritius (2)

Jemaah sholat jum'at di masjid jummah Port Louis

Menurut sejarawan, kehadiran muslim di Mauritius telah dimulai dari tahun 1722. Mereka terdiri berdasarkan para artis, pelaut & pedagang menurut India. Satu data pasti bahwa pada tahun 1724 Ali Khan mengeluarkan petisi pada Gubernur de Nyon (1722-1725) untuk kebebasan istrinya berdasarkan perbudakan. Selama periode 1768-89, disebutkan bahwa disana ada 12 muslim india orisinil yang lahir di pulau Mauritius. Kemudian di tahun 1758 sekelompok pedagang India membentuk koloni pada menjalankan bisnis mereka di tahun 1758. Keluarga Gassy Sobedar tercatat dalam catatatan resmi sebagai keluarga muslim pertama yang tinggal pada Mauritius di tahun 1791. Dan masih di masa kolonial Perancis famili keluarga seperti Dina, Goumany dan Sakir sudah menetap pada Mauritius.

Masjid Masjid pada Mauritius

Di Mauritius masih ada poly masjid baik di sentra kota hingga ke daerah pedesaan. Dia masjid yang dikenal secara luas merupakan Masjid Al-Aqso di pada Camp des Lascars sebagai bangunan masjid pertama dan tertua pada Mauritius dan Masjid Jummah pada pusat kota Port Louis yang adalah masjid sentral. Konsentrasi muslim tertinggi berada di kota Port Louis selaku ibukota negara, terutama pada wilayah Plaine Verte, Ward IV, Valle Pitot dan lingkungan Camp Yoloff. Terdapat juga muslim cukup banyak di wilayah Plaine Wilhems tertutama pada Phoenix.

Kepengurusan masjid di Mauritius, secara hukum diakui oleh negara & Imam masjid menerima honor bulanan berdasarkan pemerintah. Pernikahan dengan aturan Islam di akui sang negara, termasuk juga pengakuan pertalian famili dari nazab menurut garis Bapak. Para janda dan yatim piatu berhak menerima tunjangan bulanan berdasarkan negara. Mereka yg masuk Islam mempunyai hak buat membarui nama mereka berikut nama keluarganya. Muslim di Mauritius juga menerima kebebasan buat menunaikan ibadah umroh & haji ke tanah kudus Mekah.

Masjid Al-Aqso

Bangunan pertama yg difungsikan sebagai loka ibadah muslim di Mauritius adalah Masjid di Camp des Lascars di lebih kurang tahun 1805. Bangunan tersebut sempat musnah akibat bencana angin topan pada tahun 1818. Dalam saat singkat bangunan tersebut lalu diperbaiki dan kembali berfungsi dengan baik menggunakan dana menurut para jemaah, galat satu donatur pembangunan pulang masjid tersebut adalah anggota famili Sobedar. Selama beberapa tahun selesainya itu yg bertindak sebagai imam masjid tadi jua menurut famili Sobedar.

Masjid pada Camp des Lascars atau Masjid Al-Aqso

Adalah Haji Sobedar yg kemudian menciptakan mihrab pada masjid Jummah Port Louis dalam ketika masjid tersebut dibangun tahun 1850, dia adalah galat satu tokoh muslim pada Camp des Lascars. Beliau wafat pada tanggal 29 April 1881 & dimakamkan di samping masjid Camp des Lascars yang kini dikenal menggunakan nama Masjid Al-Aqsha atau Al-Aqso merujuk kepada Kiblat pertama ummat Islam di Al-Quds (Jerusalem), Palestina.

Bangunan masjid ini secara berkelanjutan terus berkembang dibangun & diperluas diadaptasi dengan kebutuhan jemaah yang semakin semakin tinggi. Kini bangunan masjid ini nir lagi berupa bangunan mini sebagaimana dimasa kolonial Perancis pada Mauritius, bangunannya sudah diperluas & pada renovasi secara terpola selama beberapa tahun meskipun masih berdiri pada lokasi yang sama sejak pertama kali dibangun.

Masjid Jummah Port Louis

Kemudian menyusul masjid Jummah pada Port Louis yang dibangun tahun 1850 & tercatat pada kementrian pariwisata Mauritius menjadi galat satu bangunan tempat ibadah terindah di Mauritius. Masjid Jummah Port Louis ini jua merupakan Otoritas Islam yang diakui oleh pemerintah layaknya sebagai masjid nasional yang mewakili kepentingan ummat Islam Mauritius termasuk Dewan urusan Halal serta Lembaga Riset Halal yang konsen terhadap makanan halal serta berwenang menerbitkan sertifikat halal. Artikel lengkap masjid Jummah ini dapat dibaca pada posting Masjid Jummah Mauritius.

Masjid Suni di Rose Hill

Masjid Suni pada Rose Hill atau Rose Hill Suni Mosque dibangun tahun 1863 buat memenuhi kebutuhan muslim yg semakin meningkat jumlahnya. Adalah Ismail Jeewa yg membeli sebidang huma pada Remono Street dan kemudian dihibahkan kepada komunitaa Muslim untuk kepentingan pembangunan masjid sesudah itu bangunan masjid berdiri disana. Perluasan bangunan masjid dilakukan tahun 1893, 1912 dan 1915.

Salah satu sudut Masjid Jummah Port Louis

Di pergantian abad ke 20, Rose Hill ini seakan berubah sebagai sentra bagi debat perkara kepercayaan , debat tadi dikenal menggunakan istilah Religious Repartees. Perhelatan tadi menarik perhatian banyak orang buat turut menghadiri. Tujuan berdasarkan debat tersebut justru merupakan ajang buat melatih secara sehat buat membawa masayarakat yang berasal menurut beragam kepercayaan dan kepercayaan bersama sama secara sosial & membantu mempromosikan toleransi & saling pengertian diantara sesama rakyat negara.

Lembaga Lembaga Islam pada Mauritius

Madad-ul-Islam Society atau setingkali disingkat menjadi Madad merupakan lembaga Islam pertama yang dibentuk di Mauritius pada tanggal 22 Januari 1902 bergerak dibidang pendidikan Islam dan merupakan salah satu lembaga nirlaba pertama di Mauritius. Kemudian menyusul dibentuknya Dewan Wakaf pada tahun tahun 1938 dan disahkan menjadi undang undang pada tanggal 25 April 1941, Lembaga wakaf ini menjadi penanggungjawab bagi pendistribusian dana sunsidi dari pemerintah untuk semua masjid di Mauritius sejak tahun 1959.

Ditahun 1959 Prof. Mohammed Hussein Malik mendirikan lembaga yang disebut The Qur’an House yang bergerak dibidang pendidikan dalam upaya meningkatkan standard kehidupan muslim Mauritius. Lemaga ini juga merupakan Gerakan Islam Pertama di Mauritius. Masjid Sayyidah Khadijah Mosque merupakan masjid yang dibangun oleh The Qur’an House sebagai masjid khusus untuk jemaah wanita yang juga dilengkapi dengan perpustakaan Islam.

Pemerintah Mauritius telah mendaftarkan Masjid Al-Aqso Mauritius sebagai galat satu warisan budaya dunia UNESCO. Masjid Al-Aqso adalah masjid pertama yg dibangun pada Mauritius & masih berfungsi & berkembang hingga hari ini.

Islamic welfare Foundationdibentuk tahun 1969 dengan tujuan untuk membantu pembiayaan bagi pengusaha muslim, pemberian beasiswa, donasi, simpan pinjam, promosi pendidikan Islam, publikasi dan penerbitan majalah dan buku buku Islam. World Islamic Mission Mauritius dibentuk tahun 1975 sebagai bagian dari organisasi Islam yang dibentuk tahun 1972 di Mekah Almukarromah dan berpusat di Bradford, Inggris. Islamic Cultural Centre Mauritius dibentukPada tahun 1987 dan akta pendirian nya secara resmi diumumkan pada 15 Desember 1989 dengan tujuan untuk memelihara dan mempromosikan seni dan budaya Islam, menyelenggarakan pendidikan bahasa Arab dan Urdu dan aktivitas keIslaman lainnya, termasuk pengawasan dan penyelenggaraan ibadah haji.

Di tahun 1990 pemerintah Mauritius dibawah pimpinan Perdana Menteri Sir Aneerood Jugnauth, mengajukan perubahan perundang undangan yang memberikan status legal bagi pernikahan muslim dan membantu pembentukan lembaga Muslim Family Council (MFC). Undang undang ini memberikan kewenangan kepada lembaha ini untuk menyelenggarakan, merayakan, mencatat, mengeluarkan dan menyimpan catatan pernikahan sesuai dengan hukum Islam. Lembaga ini merupakan lembaga resmi pemerintah bagi muslim Mauritius.

Lembaga Pendidikan Islam pada Mauritius

Darul Ulum atau Rumah Ilmu pengetahuan, merupakan lembaga pendidikan yang mengelola pendidikan resmi berbasis Islam, meski tidak banyak namun ada beberapa sekolah yang dikelola lembaga ini di mauritius yakni Darul Uloum Aleemiah, Darul Uloum Majlis Raza dan Ahmad Raza Khan Academy. Muslim Mauritius juga memiliki Madrasah serta Islamic Cultural College khusus bagi siswa laki laki dibuka tahun 1949 dengan hanya 35 siswa dan kini berkembang hingga 2500 siswa. Selain itu muslim disana juga memiliki lembaga pendidikan yang bernama Madadul Islam, Muslim Girls College, dan lembaga pendidikan yang bernama Doha dibentuk tahun 2003 dan didanai oleh Pemerintah Qatar.

---------------

Baca Juga

Islam pada Reunion - Prancis

Masjid & Islamic Center Sultan Thakurufaanu - Maladewa

Masjid Hukuru Miskiiy, Masjid Tertua di Maladewa

Jejak Indonesia di Masjid Masjid Sri Lanka

Masjid Jami Ul-Alfar, Kolombo - Sri Lanka

The Colombo Grand Mosque - Sri Lanka, Warisan Bangsawan Indonesia

Wekande Jummah Masjid - Sri Lanka, Wakaf Muslim Indonesia Abad 18

Java Lane Mosque - Sri Lanka, dibangun oleh Tentara Resimen Melayu

Masjid Jami’ Cheraman, Masjid Pertama di India

Saturday, August 15, 2020

Islam di Zanzibar

Zanzibar merupakan daerah semi otonom Republik Persatuan Tanzania, terdiri dari Pulau Zanzibar, Pulau Pemba & Pulau Mafia. Hampir semua penduduk Zanzibar adalah pemeluk kepercayaan Islam.

Zanzibar merupakan sebuah pulau yg terletak pada tanggal pantai timur benua Afrika, secara administratif Zanzibar adalah Wilayah Semi Otonom berdasarkan Negara Republik Persatuan Tanzania (United Republic of Tanzania) yg adalah gabungan daerah daratan Tanzania dengan wilayah pulau Zanzibar dan sekitarnya. Sebagai Wilayah semi otonom Zanzibar memiliki hak Istimewa untuk memiliki pemerintahannya sendiri dibawah kendali seorang Presiden yg dipilih secara demokratis secara periodik.

Islam memainkan peran penting diantara satu juta penduduk Zanzibar, 99% penduduknya merupakan penganut agama Islam. Bertolak belakang menggunakan wilayah Tanzania daratan yg lebih banyak didominasi penduduknya beragama Kristen dan hanya 35% berdasarkan penduduknya yg beragama Islam. Zanzibar mempunyai sejarah panjang begitu jua dengan sejarah Islam pada pulau itu.

Pulau Zanzibar cukup usang berada dibawah kendali Sultan Oman sampai kemudian membangun kesultanan sendiri dibawah kendali Oman hingga ahirnya bangsa Eropa mendarat disana dan mengambil kendali daerah tersebut, perjuangan kemerdekaan & gejolak politik pada negeri mengantarkan wilayah pulau itu pada pembentukan negara persatuan menggunakan Republik Persatuan Tanzania sampai ketika ini. Meskipun gaung kemandirian menjadi sebuah negara merdeka masih menggema sampai hari ini.

Zanzibar Dalam Konteks Sejarah

Pulau Zanzibar, Unguja dan Pemba pada awalnya dihuni oleh orang orang Arab & Persia kebanyakan dari dari daerah Shiraz (Iran) tanpa kehadiran orang orang dari benuda Afrika. Dimasa perbudakan orang orang arab & Shiraz di Zanzibar melakukan bisnis perdagangan budak, gading & rempah rempah.

Penjelajah Portugis baru datang disana pada ahir abad ke 15 Miladiyah, lalu mengambil alih kendali di wilayah tadi selama hampir 200 tahun. Di tahun 1689 pulau Zanzibar jatuh ke tangan Kesultanan Oman yg lalu mengendalikan pulau tersebut selama lebih dari 130 tahun. Kekuasaan Oman lalu diteruskan oleh Kesultanan Zanzibar yg secara dominan dikendalikan sang komunitas Arab di Zanzibar.

Sementara itu terdapat sebagian kecil pemukim disana yang adalah pembauran bangsa Arab dan Afrika melalui perkawinan yang kala itu merupakan hal yg biasa terjadi. Pembauran bangsa Afrika & pencampuran suku bangsa tadi dikemudian hari dikenal menjadi orang orang Shirazi

Meskipun secara resmi pelarangan perdagangan budak telah disyahkan tahun 1822, tetapi faktanya sampai pertengahan abad ke 19 Miladiyah, Zanzibar permanen secara aktif menjadi pusat perdagangan budak pada kawasan timur benua Afrika bersamaan menggunakan boomingnya perdagangan rempah rempah.

Masjid Kizimkazi diketahui merupakan masjid tertua pada Zanzibar & dibangun sang keturunan Rosulullah

Orang orang Afrika tidak saja dijadikan objek perbudakan melalui pelabuhan Zanzibar, namun juga dipekerjakan menjadi pekerja pelabuhan & di perkebunan rempah rempah disana. Baru di tahun 1878 dibawah tekanan militer Britania Raya, Sultan Zanzibar menandatangani dekrit anti perbudakan dan perdagangan budak secara resmi berahir, meskipun nyatanya perdagangan budak secara misteri permanen terjadi hingga beberapa dasa warsa sehabis itu.

Jerman mengambil alih daerah Tangayika melalui sebuah perjanjian dengan Britania Raya pada tahun 1886 namun tetap memberikan kemerdekaan pada Zanzibar. Protektorat Britania atas Pulau Zanzibar dibubuhi lagi dalam ahir perang global pertama melaui kendali wilayah Tangayika. Di Zanzibar, Britania masih menaruh kekuasaan otonom pada sultan namun perdagangan budak telah sama sekali dihentikan. Para budak Afrika yg bekerja di perkebunan Rempah pun mendapatkan sedikit perubahan setelah sekian lama bekerja keras hingga kurus kemarau.

Kemerdekaan Zanzibar

Zanzibar memperoleh kemerdekaannya pada bulan Desember 1963 menjadi sebuah Monarki Konstitusional dibawah kepemimpinan seseorang Sultan, namun partai politiik terbesar disana waktu itu, Afro-Shirazi Party (ASP) memboikot pemerintahan dengan dukungan dari 2 partai mini lainnya yg memiliki keterkaitan dengan elite Arab & kepentingan Inggris.

Hanya satu bulan sehabis kemerdekaan, partai ASO dibawah pimpinan John Okello melakukan pemberontakan menggulingkan Sultan & menyebabkan korban jiwa ribuan orang arab & sebagian besar lainnya melarikan diri keluar menurut pulau Zanzibar. Segera sehabis itu pemerintahan dikuasi sang ASP yang mengangkat Abeid Karume menjadi perdana menteri baru & segera selesainya itu menandatangani perjanjian dengan Presiden Tangayika Julius Nyerere buat menyatukan duan negara tersebut menjadi Republik Persatuan Tanzania yg bertahan hingga hari ini.

Masjid Malindi menggunakan menaranya yang unik adalah salah satu masjid tertua di Zanzibar

Dengan sejarahnya yg demikian tak lazim, Zanzibar acapkali berada pada situasi merugi pada pada jalinan Negara Persatuan Tanzania. Meskipun satu negara tetapi terbelah dalam garis etnis & politik tidak pernah sama & sebangun. Kelompok Arab Zanzibar mempunyai cita-cita yg bertenaga bagi pemisahan negara dibandingkan menggunakan gerombolan Shirazi yang lebih bertendensi bagi sebuah penguatan swatantra bagi Zanzibar.

Sebagai bagian dari sebuah negara Federasi, sesungguhnya Zanzibar sudah menikmati kekuasaan sendiri secara terbatas, tetapi undang undang Tanzania melarang setiap partai politik buat menentang persatuan nasional, merupakan melarang segala upaya pemisahan diri Zanzibar dari Tanzania. Hanya saja yang terjadi bahwa partai oposisi Tanzania, Civic United Front (CUF) telah lama memiliki basis politik yang bertenaga diantara gerombolan Arab Zanzibar dan mengupayakan ekspansi kekuasaan pemerintahan sendiri bagi Zanzibar.

Seiring kekalahan di Pemilu tahun 1995, para pendukung partai CUF mengalami tindakan keras dari pihak berwenang, penahanan sampai penganiayaan. Pada pemilu tahun 2000 partai CUF melakukan boykot yg membuahkan lebih parah lagi, pendukung & simpatisan partai turun ke jalan pada jawab dengan turunnya militer & polisi Tanzania yg melakukan pembubaran paksa hingga aksi damai tadi berubah sebagai insiden berdarah, sebagaimana dilaporkan sang forum HAM, 35 orang mati dalam insiden itu dan 600 orang lebih terluka.

Tanzania daratan dan Pulau Zanzibar memang memiliki perbedaan yang mencolok, bila di zanzibar muslim merupakan mayoritas sementara di daratan hanya sekitar 35% saja, sedangkan partai berkuasa justru melakukan pengawasan ketat bagi semua lembaga Islam. Seperti teradi di tahun 2001,  ada 20 tokoh muslim Zanzibar yang ditahan aparat karena merayakan Idul Fitri di hari yang berbeda dengan hari yang ditetapkan oleh pemerintah. Masih ditahun yang sama pemerintah pusat yang dikuasai oleh partai CCM, lagi lagi membuat marah muslim setempat dengan tindakan pemerintah yang mengeluarkan Peratuan Kemuftian yang memberikan wewenang kepada pemerintah untuk mengawasi semua organisasi Islam.

Dalam pemilu yg diselenggarakan bulan Oktober 2005, partai CCM yg berkuasa menuai serangkaian protes dari para pemantau pemilu karena kedapatan adanya masyarakat dari Tanzania daratan yg justru masuk pada daftar pemilih pada pulau Zanzibar. Dua pulau lainnya justru mempunyai perbedaan politik yang mendalam, pulau Unguja menaruh dukungan kepada partai pemerintah CCM ad interim pulau Pemba justru mendukung pada partai oposisi CUF.

Kendatipun terjadi kekhawatiran akan tindak kekerasan atas kemenangan partai CCM namun nir terjadi kerusuhan misalnya yang terjadi pada tahun 2001. Kemungkinan terjadi lantaran begitu banyaknya aparat keamanan yg diterjunkan ke lokasi selama proses pemilu berlangsung.

Pihak partai CUF menolak mengakui presiden Baru Zanzbar, tetapi menyerukan supaya rakyat permanen tenang. Pemerintahan partai CCM pada Zanzibar justru mengeluarkan larangan bagi media swasta pada Zanzibar. Presiden Tanzania yang baru hasil pemilu ?Kikwete- berjanji buat sebuah dialog guna menjembatani disparitas yang terjadi dan menyelenggarakan pembicaraan antara CCM & CUF pada bulan Januari 2007.

Islam di Zanzibar

Islam adalah agama yang dianut dominan penduduk Zanzibar. Merujuk kepada data Factbook, lebih menurut 99% atau hampir semua penduduk pulau ini adalah pemeluk Islam. Sebagian besar muslim Zanzibar adalah muslim Suni, meskipun ada sedikit penganut Ahmadiyah.

Salah satu Masjid pada sentra keramaian pulau Zanzibar menggunakan tabrakan pintu utamanya yang relatif impresif.

Islam di Zanzibar memiliki akar sejarah yg teramat panjang, Islam telah masuk & berkembang di Zanzibar sejak abad ke delapan miladiyah. Dimasa penjajahan Inggris, Zanzibar memainkan peranannya sebagai satu satunya Pusat Intelektual bagi gerakan islamisasi di daerah negara negara Afrika Timur dibawah kesultanan Zanzibar. Di masa itu, masjid Gofu & Masjid Barza mempersilahkan para santri menurut negara negara Afrika Timur buat menerima pendidikan Islam disana. Zanzibar Muslim Academy juga memberikan getaran kuat bagi Islam pada Afrika Timur.

Kesultanan Zanzibar kala itu membentang berdasarkan Cape (R?S) Asir pada pantai Banadir Somalia sampai ke sungai Ruvuma river di Cape Delgado, hingga membentang ke daerah danau Great Lake dan pengaruhnya jauh lebih luas dari itu. Di masa kejayaan itu populer sebuah idiom ?Bila saja kau mainkan flute di Zanzibar maka seluruh Afrika akan menari?, memberitahuakn begitu kuatnya pengaruh kesultanan Zanzibar pada masa itu.

Kuatnya imbas kesultanan Zanzibar jua merasuk ke ranah bahasa. Bahasa Swahili diketahui merupakan bahasa Afro-Islam merupakan galat satu yg pertama berdasarkan tujuh bahasa yg paling poly digunakan di dunia berkembang berdasarkan kesultanan Zanzibar hingga ke Congo, India Barat dan Madagaskar. Tata bahasa Creole yang digunakan di Mauritius meskipun poly menyerap bahasa Perancis namun sangat bercirikan Bahasa Swahili lantaran memang ada banyak orang yang berasal dari Zanzibar yang kini menjadi bagian dari bangsa Creole pada Mauritius.

Bahasa swahili kini digunakan sebagai bahasa pengantar bagi kaum muslim pada tempat Afrika Timur sama misalnya bahasa arab yang digunakan menjadi bahasa pengantar diantara negara negara Islam. Salah satu faktornya merupakan dikarenakan bahasa swahili begitu poly menyerap istilah kata dari bahasa arab dibandingkan dengan bahasa Inggris yg justru lebih poly menyerap menurut bahasa latin.

Tokoh tokoh muslim Zanzibar

Sh Abdullah Saleh Farsy dikenal luas menjadi seseorang penulis puisi, sejarawan & ilmuwan Islam di Zanzibar. Beliau dikenal dengan kontribusinya terhadap pengetahuan Islam dan adalah orang pertama yang menterjemahkan Al-Qur?An ke dalam Bahasa Swahili.

Tokoh berikutnya adalah Sh. Nassor Bachoo yg dikenal luas sebagai tokoh muslim pada tempat Afrika Timur, khususnya di Tanzania dan Kenya, di Zanzibar sendiri beliau dikenal menjadi tokoh yang kontroversial. Tokoh muslim lainnya yang cukup dikenal adalah (alm) Sh. Amir Tajir yg merupkan mantan ketua Qadi Zanzibar. Sementara para tokoh Muslim yang tergabung pada organisasi Uamsho yakni organisasi yg berkiprah di bidang mobilisasi & propaganda umat Islam Zanzibar dikenal luas menggunakan misinya buat kemandirian Zanzibar menjadi negara berdikari terpisah menurut Republik Persatuan Tanzania.***

Wednesday, August 5, 2020

Islam di Burundi

Masjid Al-Markaz Burundi, berdiri megah di daerah Nyakabiga, kota Bujumbura, Ibukota Negara Burundi.

Negara satu ini mungkin jarang terdengar di telinga orang Indonesia. Burundi adalah sebuah Negara kecil yang berada di tengah tengah daratan benua Afrika tanpa akses ke laut.  Negara ini berbatasan dengan Rwanda di utara, Tanzania di selatan dan timur, serta Republik Demokratik Kongo di barat. Meskipun negara ini tidak mempunyai batas laut, perbatasan di sebelah barat-nya hampir separuh berada di Danau Tanganyika yang menjulur dari utara ke selatan di perbatasan antara Burundi dengan Kongo, juga menjadi batas alami antara Tanzania dengan Konggo dan Malawi.

Burundi merupakan salah satu Negara termiskin di dunia dengan pendapatan perkapitanya sekitar 400 kali lebih kecil dibandingkan dengan Indonesia. Kondisi geografisnya yang tanpa akses ke laut, penduduknya yang padat di wilayah yang sempit ditambah lagi dengan sumber alamnya yang terbatas, diperburuk dengan kondisi negaranya yang tak pernah sepi dari konflik yang berkepanjangan.  Burundi menjadi salah satu Negara di dunia yang paling banyak konflik terutama perseteruan antara Etnis Tutsi yang minoritas namun berkuasa di elit politik terhadap Etnis Hutu yang mayoritas dalam jumlah namun terpinggir.

Luas wilayahnya 27.834 km2, sedikit lebih kecil dibandingkan dengan luas provinsi Maluku Utara (31.982,5 km2) dengan perkiraan populasi 10.216.190 jiwa. Meski berada di wilayah Afrika Timur, posisinya di Benua Afrika membuatnya kerap dianggap sebagai bagian dari Afrika Tengah. Burundi merupakan sebuah kerajaan merdeka sejak abad ke-16. Hingga jatuhnya kerajaan pada tahun 1966. Pada tahun 1903, Burundi menjadi jajahan Jerman dan diserahkan kepada Belgia pada Perang Dunia II. Ia kemudian menjadi bagian dari mandat Liga Bangsa-Bangsa Belgia, Ruanda-Urundi pada tahun 1923, dan kemudian Wilayah Kepercayaan PBB di bawah otoritas Belgia setelah Perang Dunia II dan Merdeka dari kolonialisasi Belgia pada 1 Juli 1962.

Namun semenjak kemerdekaannya sampai tahun pemilu dalam tahun 1993, Burundi dikuasai serangkaian diktator militer, seluruhnya berdasarkan grup minoritas Tutsi. Periode tadi dipenuhi kerusuhan etnis termasuk insiden insiden akbar dalam tahun 1964, 1972 dan akhir 1980-an. Pada tahun 1993, Burundi mengadakan pemilu demokratis pertamanya, yg dimenangi Front untuk Demokrasi pada Burundi (FRODEBU) yang didominasi suku Hutu. Pemimpin FRODEBU Melchior Ndadaye menjadi presiden Burundi pertama yg berasal menurut suku Hutu, namun beberapa bulan kemudian dia dibunuh sekelompok tentara suku Tutsi yang lalu menyebabkan pecahnya perang saudara antara kedua suku ini.

Perang saudara antar suku Hutu & Tustsi terus berlanjut hingga tahun 1996, saat mantan presiden Pierre Buyoya merogoh alih kekuasaan dalam suatu kudeta. Antara tahun 1993 & 1999, perang antar suku Tutsi & Hutu telah merenggut 250.000 korban jiwa. Pada Agustus 2000, persetujuan tenang ditandatangani dilanjutkan lalu pada tahun 2003, gencatan senjata disetujui antara pemerintah Buyoya dan gerombolan pemberontak Hutu terbesar, CNDD-FDD. Meski sudah ada persetujuan damai, sampai sekarang perseteruan masih berlanjut. Dalam pemilu yang diadakan bulan Juli 2005, mantan pemberontak Hutu, CNDD-FDD berhasil memenangkan pemilu.

Islam pada Burundi

Islam merupakan agama minoritas di Burundi.  Merujuk kepada data kementerian luar negeri Amerika Serikat tahun 2010, diperkirakan sekitar 2-5% penduduk Burundi beragama Islam. Menurut data pada Pew Research Center, pada 2009 jumlah Muslim di Burundi sekitar 180 ribu jiwa atau dua persen dari total populasi. Namun, berdasarkan data The World Factbook dalam situs CIA yang diperbarui setiap pekan, populasi Muslim di Burundi mencapai 10 persen dari total penduduk. Agama mayoritas di negara itu adalah Kristen yang mencapai  67 persen. Sisanya adalah agama pribumi, yang dipeluk oleh 23 persen penduduknya.

Muslim Burundi berasal menurut suku dan bangsa yg majemuk. Selain penduduk orisinil Burundi (Hutu dan Tutsi, konon telah berada pada Burundi semenjak abad 15), Muslim Burundi pula dari berdasarkan Rwanda. Selain itu, ada jua Warabu (sebutan bagi pedagang Arab dan Oman yang sudah tinggal pada Burundi), dan Bahindi (orang-orang India dan Pakistan yang juga telah usang bermukim pada Burundi).

Masjid & Islamic Center Bujumbura

Selain mereka, orang-orang Afrika Barat pula memasuki Burundi pada beberapa dekade terakhir. Mereka adalah para pedagang berdasarkan Mali, Senegal, dan Pantai Gading yang datang buat mengimpor pakaian dan kain atau bertransaksi emas yg ditambang menurut Kongo. Banyak menurut mereka lalu meninggalkan Burundi ketika konflik pecah pada 1993. Sisanya tetap tinggal & membuka toko-toko kecil di pasar pusat atau di Bwiza.

Satu hal yang menarik menurut muslim pribumi Burundi, meskipun mereka dari menurut 2 suku yang pada sejarahnya tidak pernah akur, tetapi sehabis memeluk Islam mereka hidup bersaudara dan tak lagi terlibat dalam pertikaian antar etnis yg begitu keras sejak Negara tadi merdeka. Muslim Burundi memainkan peran teramat penting dalam proses rekonsiliasi ke 2 belak pihak yg berteru pada negara tadi pada era 1990-an.

Libur Nasional

Konstitusi Burundi menganut sistem Sekuler, namun demikian beberapa peringatan hari hari besar Islam ditetapkan sebagai hari libur Nasional, yakni perayaan Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Sejak Idul Fitri 1426 H bertepatan dengan 2005, hari raya umat Islam itu untuk pertama kalinya ditetapkan sebagai hari libur nasional Burundi. Dan meskipun secara jumlah, muslim Burundi terbilang sedikit namun eksistensi mereka cukup terwakili hingga posisi pejabat senior di kancah politik dan kemasayarakatan, terutama sejak berahirnya perang Sipil disana tokoh tokoh Islam pada Burundi memutuskan untuk terjun ke kancah politik.

Sejarah Islam pada Burundi

Islam pertama kali masuk ke Burundi dari kawasan pantai Afrika Timur semasa perdagangan budak yang terjadi di awal abad ke 19. Perlawanan oleh kerajaan Burundi dipimpin oleh mwami (Raja) Mwezi IV Gisabo,  berhasil menangkal pendudukan kerajaan Burundi oleh bangsa Arab, namun demikian Bangsa Arab berhasil menguasai kawasan di Ujiji dan Uvira berdekatan dengan perbatasan Negara Burundi saat ini.

Masjid Bujumbura pada selembar kartu pos

Islam mula-mula diperkenalkan sang para pedagang Arab & Swahili yang tiba pada Burundi sejak awal abad 19, melalui Samudera Hindia melewati Ujiji (sekarang daerah di Tanzania) buat mencari gading dan jua budak. Sekitar tahun 1850, mereka menciptakan koloni pada Uvira. Ujiji & Uvira lalu sebagai titik pertemuan para kafilah dan para pedagang (orang-orang Arab dan Afrika). Dari sana, mereka kemudian mulai bertukar produk atau barang dagangan dengan Nyanza & Rumonge, dua kota tepi danau di Burundi.

Sedikit demi sedikit, Islam mulai masuk ke Burundi. Tahun 1885, gubernur Ujiji, Mohammed bin Khalfan tetapkan buat memperluas kekuasaannya ke selatan dengan tujuan memperoleh lebih banyak gading & budak belian. Bin Khalfan adalah bagian menurut Barwani, sebuah famili Oman yg masyhur & telah bermukim pada Afrika Timur.

Ia berkali-kali mengirim agresi ke wilayah tepian danau pada Burundi. Tetapi pertahanan Raja Mwami Mwezi IV Gisabo Bikata-Bijoga (raja Burundi yg berkuasa pada 1852-1908) berhasil menunda agresi-agresi tersebut sehingga Bin Khalfan gagal menguasai Burundi.

Pada 1890, rombongan misionaris pertama tiba pada daerah yang sekarang menjadi Kota Burundi. Di sana, mereka menemukan Wangwana, nama yang diberikan dalam Muslim Afrika pada Afrika Tengah. Dengan istilah lain, Muslim sudah datang lebih dahulu daripada Kristen. Saat Perang Dunia I pecah pada 1914, lebih banyak didominasi populasi Bujumbura adalah pemeluk Islam.

Peta pembagian wilayah administrasi negara Burundi. Bujumbura selaku ibukota negara, terbagi sebagai 2 daerah yakni Bujumbura Mairie yg adalah wilayah perkotaan & Bujumbura Rural yg lebih sebagai daerah penyanggah ibukota. Ke 2 wilayah ini berada pada tepian danau Tangayika, berseberangan langsung dengan wilayah Republik Demokratik Kongo (d/h Zaire).

Selanjutnya, Islam di Bujumbura semakin tinggi dengan kolonisasi yg dilakukan sang Jerman yang sebagian tentara kolonialnya beragama Islam. Pada ketika yang sama, para pedagang India dan Arab berduyun-duyun memasuki Bujumbura demi meraup laba berdagang yg lebih akbar menurut kota yg sedang berkembang tersebut.

Kala itu, Jerman memasukkan orang-orang Swahili dan Banyamwezi pada satuan polisi dan administrasi, & Kiswahili sebagai bahasa resmi Jerman Afrika Timur (nama buat daerah kolonial Jerman pada Afrika Timur).

Pada masa kolonisasi Belgia yg dimulai dalam 1919, penduduk Burundi mulai tinggal pada Bujumbura. Namun sampai 1957, orang-orang Burundi tidak lebih dari 27 % menurut total penduduk Bujumbura. Selain mereka, masih ada lebih dari 80 suku yg berbicara pada 34 bahasa tidak selaras. Saat itu, Muslim berjumlah 35,6 % menurut semua populasi yang beragam itu.

Pada ketika ini komunitas muslim Burundi terpusat pada kawasan perkotaan terutama di ibukota negara, Kota Bujumbura, khususnya di distrik Buyenzi dan Bwiza, Gitega, Rumonge, Nyanza, Muyinga & Makamba. Di kota Bujumbura sudah berdiri masjid utama Burundi & Islamic Cultural Center yang dibangun pemerintah Libia pada masa kepresidenan Bagaza (1976-1987). Sebagian akbar muslim Burundi merupakan muslim Suni, hanya sebagian mini saja yang menganut faham syi?Ah.

Salah satu masjid pada Bujumbura

Muslim Burundi homogen rata memakai bahasa Swahili pada kehidupan sehari hari, yg merupakan galat satu bahasa Nasional Burundi, Jarang ditemukan Muslim Burundi yang nir mampu berbicara bahasa ini, karena itu, istilah "Swahili" acapkali digunakan buat menyebut Muslim pada Burundi. Meskipun mereka juga memakai bahasa resmi nasional lainnya termasuk bahasa Kirundi yg merupakan bahasa resmi Burundi.

Berhaji

Di tengah aneka macam keterbatasan itu, umat Islam Burundi masih berupaya buat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Musim Haji 1432 H / 2012M, terdapat 44 Muslim menurut Burundi yg berkesempatan menunaikan Ibadah Haji. Bandingkan dengan Jemaah haji Indonesia yang mencapai 220 ribu Jemaah. Para jamaah haji dari Burundi itu mengaku sangat senang sanggup menunaikan rukun Islam yang kelima. Betapa nir. Untuk sanggup melakukan bepergian yang menghabiskan biaya 2.950 dolar Alaihi Salam atau 26,5 juta itu mereka wajib menunggu relatif usang.

Masalah Pendidikan

Sayangnya, kaum Muslim pada Burundi nir mempunyai dukungan yang signifikan dari global Islam pada bidang pendidikan. Lantaran itu, keberadaan sekolah Islam pada sana teramat sedikit. Itupun dengan kondisi yang serba terbatas, seperti bangunan sekolah yang setengah jadi atau dibangun sekadarnya, serta jumlah kitab ajar & Alquran yang terbatas.

Di Burundi, doa dan bacaan shalat dilafalkan dalam bahasa Arab sebagaimana pembacaan Alquran, meski banyak pula Muslim yang membaca Alquran terjemahan dengan bahasa Kiswahili.  Pada akhir abad 20, Alquran juga diterjemahkan ke dalam bahasa Kirundi. Alquran berbahasa Kirundi itu juga dipublikasikan di Kenya atas dana dari Arab Saudi.

Tokoh Tokoh Muslim Burundi

Beberapa tokoh muslim Burundi yg menduduki posisi krusial di negara tersebut diantaranya merupakan (mendiang) Zedi Feruzi yang adalah tokoh muslim sangat berpengaruh di Burundi, beliau adalah pemimpin partai oposisi Burundi, Union for Peace and Development. Zedi Feruzi terbunuh bersama para pengawalnya oleh sekelompok bersenjata pada 23 Mei 2015. Peristiwa tersebut mengakibatkan panasnya suhu politik di negara tersebut.

TOKOH MUSLIM BURUNDI : atas : (mendiang) Zedi Feruzi, Kanan bawah : Leontine Nzeyimana, & Kiri bawah : (mendiang) Hafsa Mossi.

Insiden pembunuhan tersebut terjadi pada tengah pergolakan politik yang dipicu sang protes yang sedang berlangsung terhadap keputusan kontroversial Presiden Pierre Nkurunziza berupaya kembali berkuasa menjadi presiden buat ketiga kalinya.

Nama (mendiang) Zedi Feruzi mencuat kepermukaan pada kancah perpolitikan Burundi terutama setelah pemecatan tokoh Islam lainnya, Hussein Radjabu pada tahun 2007, dari partai CNDD-FDD yg berkuasa dibawah presiden Nkurunziza dari suku Hutu. Padahal Hussein Radjabu sendiri adalah galat satu pendiri partai tadi.

Sosok tokoh muslim Burundi lainnya adalah Sheikh Mohammed Rukara, anggota parlemen negara tadi menurut pemilu tahun 2011. Beliau merupakan seseorang dosen Bahasa Swahili pada Universitas Burundi, sosok yang begitu disegani, sekaligus juga tokoh sentral pada penandatanganan perjanjian damai antara dua etnis bertikai dinegara itu. Perjanjian damai ditandatangani pada Ibukota negara Tanzania dalam tahun 2000 dan dikenal dengan Arusha Accords. Beliau pula dikenal sebagai sosok yang mampu menyelesaikan aneka macam sengketa kepemilikan tanah antara rakyat & pemerintah Burundi. Beliau jua dikenal dekat dengan Mufti Burundi, Abdallah Kajandi Sadiki.

Muslimah Burundi pun masuk ke kancah politik negara terebut, diantaranya merupakan Hafsa Mossi, beliau pernah menduduki jabatan setingkat Menteri yang bertanggung jawab menangani interaksi Burundi dengan Komunitas Afrika Timur (East African Community ? EAC). Beliau sebelumnya merupakan seorang wartawati dan menduduki jabatan dikementrian tadi selama tiga tahun, sejak tahun 2009 sekaligus memangku jabatan menjadi anggota legislatif pada parlemen East African Community. Beliau juga wafat akibat ditembak sang sekelompok orang tak dikenal pada tanggal 13 Juli 2016.

Muslimah berikutnya adalah Leontine Nzeyimana, yg merupakan penerus dari Hafsa Mossi di Kementrian Urusan Komunitas Afrika Timur. Beliau dilahirkan di provinsi Makamba & terpilih sebagai anggota parlemen mewakili wilayahnya pada tahun 2010, pada usianya yang baru menginjak 30 tahun. Beliau merupakan satu berdasarkan begitu sedikitnya perempuan di tataran Politik Burundi.***

Referensi

republika.co.id, islam di Burundi geliat islam ditengah konflik

worldbulletin.net, Despite small numbers Burundi Muslims still influential

islamicpopulation.com – Burundi Muslim Celebrates Muslim Holiday

openaccess.leidenuniv.nl, Muslims in Burundi: Discretion and Neutrality (pdf)

aljazeera.com, burundi-opposition-leader-zedi-feruzi-shot-dead

dailymail.co.uk, Former Burundi minister Hafsa Mossi shot dead

www.eac.bi, Hon Leontine Nzeyimana, Minister to the Office of the President Responsible for East African Community Affairs

Thursday, July 9, 2020

Masjid Gaddafi, Masjid Nasional Uganda

Masjid Gaddafi atau Masjid Sentral Kampala (Kampala Central Mosque)

Masjid ini identik dengan dua nama, Uganda dan Muammar Khadafi pemimpin Libya. Dua nama yang bagi banyak orang, Baru mendengar nya saja sudah merasa jengah. Muammar Khadafi diidentikkan oleh sebagian orang sebagai diktator era moderen Afrika, dan kini (Feb 2011) tengah di dera demonstrasi besar besaran rakyat Libya yang menuntut pengunduran dirinya dari panggung kekuasaan. Sedangkan Uganda, negara yang masih belum bisa menghapus sejarah kelam masa lalu bersama pemimpin masa lalu mereka yang terkenal ke seantero bumi sebagai salah satu diktator terkejam Afrika “Idi Amin

Masjid Nasional Khadafi atau Gaddafi National Mosque, memang dibangun oleh pemerintah Libya di bawah kepemimpinan presidennya Muammar Khadafi sebagai hadiah bagi Muslim di Negara Uganda. Nama Khadafi juga yang kemudian diabadikan sebagai nama masjid nasional tersebut, meski pemerintah Libya enggan menyebutkan jumlah biaya yang dihabiskan untuk membangun masjid ini.

Lokasi Masjid Gaddafi

Masjid Khadafi dibangun di atas bukit Kampala tua, kota Kampala yang merupakan kota terbesar sekaligus ibukota negara Kampala. Lokasinya yang berada diketinggian bukit, ditambah lagi dengan bangunannya yang begitu besar membuat bangunan masjid ini mendominasi pemandangan kota Kampala. Nama kota Kampala sendiri memang diambil dari nama bukit tersebut.

Islam pada Uganda

Islam ditengarai masuk ke Uganda pada abad ke-19, tepatnya pada tahun 1844 ketika Ahmed Ibrahim memasuki Uganda untuk melakukan perdagangan. Pada akhirnya dia bertemu menggunakan Raja Mutesa I menurut Kerajaan Baganda, Uganda Tengah. Raja Mutesa I sangat keras menjaga kedisiplinan Islam dalam wilayahnya. Beliau menguasai bahasa Arab sekaligus menguasai al-Qur?An. Cucu Raja Mutesa I, yaitu Prince Badru Kakungulu (Nuhu Mbogo) tercatat sebagai pionir pendirian Muslim Education Association (MEA), yg menelorkan poly professor, doctor, master & sarjana Muslim pada Uganda.

Menurut data dari situs cia.gov, Muslim di Uganda hanya sekitar 12.1% (sensus 2002) dari jumlah total penduduk Uganda yang mencapai 30 juta jiwa. Beberapa sumber lain menyebutkan angka yang bervariasi. Bila kita merujuk kepada data hasil sensus 2008 tersebut, dapat dirasakan betapa geliat Islam di negeri yang oleh Winston Churchill sebagai Mutiara Afrika itu begitu besar pengaruhnya. Rasio pemeluk agama di Uganda adalah : Katolik Roma 41.9%, Kristen Protestan 42%, Islam 12.1%, Animisme 0.9%, lain lain 3.1%. dari total populasi 32,369,558 jiwa.

Ummat Islam pada Uganda meski memiliki lembaga resmi yang didirikan saat Idi Amin Berkuasa, saat ini kurang terlibat dalam pemerintahan. Dengan sendirinya pemerintahan Uganda didominasi oleh non muslim. Idi Amin menjadi satu satunya kepala Uganda yang berasal dari muslim Uganda, meskipun masa pemerintahannya diwarnai dengan tindak kekejaman yang justru bertentangan dengan ajaran Islam, tapi turut mewarnai perkembangan Islam pada Uganda.

Pembangunan Masjid Gaddafi

Masjid Nasional Uganda yang kini menjadi Masjid Nasional Khadafi (Gadafi National Mosque) sudah direncanakan pembangunannya sejak masa Idi Amin berkuasa di Uganda tahun 1971-1979. Idi Amin adalah pendiri Uganda Muslim Supreme Council (UMSC) pada tahun 1974 dan berhasil mengundang Raja Faisal untuk meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Nasional Uganda di Old Kampala, Idi Amin juga yang membawa Uganda masuk menjadi anggota Organisasi Konfrensi Islam (OKI).

Namun pembangunan masjid tersebut tak pernah terwujud akibat pertikaian antar kelompok Islam pada Uganda dan kendala finansial. Sampai kemudian kekuasaan Idi Amin yang di cap sebagai diktator terkejam Afrika itu tumbang di tahun 1979 dan beliau melarikan diri ke Jeddah, Arab Saudi sampai meninggal dan dimakamkan di Mekkah pada hari Sabtu 16 Agustus 2003.

Setelah sekian lama terbengkalai rencana tersebut ahirnya terwujud setelah pemimpin Libya Muammar Khadafi yang kemudian mendanai keseluruhan pembangunan masjid tersebut termasuk menangggung biaya pemeliharaan masjid selama 10 tahun setelah diresmikan 28 Maret 2008.

Setidaknya 17 anggota tim dari World Islamic Call Society yang merupakan LSM Libya yang terlibat untuk merancang masjid ini. Ke 17 anggota tersebut berasal dari mesir dan maroko. Masjid tersebut juga dilengkapi dengan pusat kesehatan, perpustakaan, dan pusat pendidikan untuk pelatihan singkat, ruang konfrensi untuk 250 tempat duduk, juga tempat tinggal untuk mufti juga akan dibangun disana.

Peresmian Masjid Gaddafi

Rabu 29 Maret 2008 Ribuan masyarakat Uganda merayakan Maulid Nabi bersama pemimpin Libya Muammar Khadafi, para kepala suku dan pemuka agama yang berdatangan dari berbagai negeri Muslim, memadati stadion sepakbola di Kampala Ibukota Uganda.

Muammar Khadafi dalam kesempatan tersebut sekaligus meresmikan Masjid Nasional Khadafi (Gaddafi National Mosqe) di wilayah kota tua Kampala. Masjid Nasional Uganda yang dibangun atas dana dari pemerintah Libya dibawah pimpinan Kolonel Muammar Khadafi. Masjid yang disebut oleh petinggi Libya dan Uganda sebagai masjid terbesar kedua di Afrika.

Dalam pidatonya Muammar Khadafi mengungkapkan kepada 10 hingga 15 ribu orang yang hadir bahwa “Nabi Muhammad adalah nabi bagi semua manusia, nabi yang di utus bagi seluruh ummat, tidak seperti para nabi sebelumnya”. Pidato itu disambut dengan seruan “Panjang umur saudaraku Khadafi” oleh khalayak yang hadir termasuk anak anak pramuka dan drumband dari berbagai sekolah di Uganda yang kesemuanya mengenakan kaos bergambar Muammar Khadafi.

Setengah lusin kepala negara afrika termasuk Presiden Kenya Mwai Kibaki, Presiden Mali Amadou Toumani Toure dan Presiden Rwanda Paul Kagame bergabung bersama presiden Uganda Yoweri Museveni menyambut pemimpin Libya Kolonel Muammar Khadafi yang sengaja datang ke Uganda untuk peringatan Maulid Nabi sekaligus peresmian masjid Nasional Uganda yang diberi nama sesuai dengan nama dirinya itu.

Muammar Khadafi dikenal sebagai tokoh dibalik pembentukan Organisasi Uni Afrika. Dalam kesempatan itu Khadafi juga menyampaikan statement yang membuat dahi presiden Uganda yang pemeluk protestan dan duduk bersebelah dengannya tersebut berkernyit “Siapa yang tidak mau memeluk Islam, pada ahirnya nanti akan menjadi pecundang”. Di kesempatan tersebut Khadafi berpidato dalam bahasa arab yang fasih namun diterjemahkan langsung ke Bahasa Inggris.

Bangunan primer masjid ini berbentuk segi empat dengan satu kubah utama & empat kubah lebih mini ditambah dengan satu menara.

Sementara Sheik Imad Essawi, kepala suku Badui Al-Mukthalifa Irak mengatakan bahwa kesempatan tersebut adalah untuk pertama kali dia datang ke Afrika yang termperaturnya tak terlalu panas di bandingkan di Irak selatan. Seperti halnya Muammar Khadafi semua kepala suku yang hadir menggunakan pakaian tradisional mereka masing masing. Panita juga membagi bagikan topi baseball bergambar Muammar Khadafi kepada 80-an wartawan sengaja didatangkan dengan pesawat khusus dari kairo.

Arsitektural Masjid Gaddafi

Pengunjung masjid ini langsung berhadapan dengan pintu masuk utama seukuran setengah hektar, kubah bundar berukuran besar menjadi poin pertama yang menjadi pusat perhatian. Kubah yang terlihat dari manapun di atas bukit menyebarkan suasana sakral semakin kita mendekatinya. Ekterior masjid ini menampakkan bangunan paling besar di Kampala.

Masjid ini dilengkapi menggunakan dua pintu utama berukuran akbar & 12 pintu masuk berukuran kecil. Satu berdasarkan pintu primer merupakan pintu masuk primer ke pada masjid, kubah masjid 15 yar berdasarkan pintu primer seolah menyambut kehadiran anda ketika pertama kali tiba pada masjid ini. Di depan pintu primer anda disambut oleh inskripsi arab & di dalam masjid dihias dengan kaligrafi Asmaul Husna

Kapasitas dan Fasilitas Masjid Gaddafi

Ruang sholat primer masjid ini untuk laki laki bisa menampung lebih berdasarkan 5000 jemaah, ruang galeri berkapasitas 1100 jemaah, teras masjid berkapasitas 3500 jemaah. Sehingga holistik masjid mampu menampung setidaknya 12.200 jemaah.

Masjid ini juga dilengkapi dengan ruang konfrensi, sehingga selain untuk melaksanakan ibadah sholat, pengunjung masjid ini juga dapat, melakukan aktivitas yang lain. Selain itu tersedianya berbagai ruang serbaguna tersebut dapat menjadi sumber penghasilan bagi pengurus masjid sebagai dana untuk perawatan dan aktivitas masjid. rumah kediaman untuk Mufti Uganda juga dibangun bersamaan dengan pembangunan masjid ini.

Di bawah kubah masjid ini dipasang lampu gantung menggunakan ukuran cukup akbar dengan diameter mencapai tiga meter, dilengkapi menggunakan 350 bola lampu irit energi. Keseluruhan lampu gantung ini berbobot total mencapai 2 ton.

Masjid megah ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Muslim Uganda tapi juga bagi warga yang tinggal di bukit Kampala Tua. Kampala tua sendiri selama ini benar benar menyimbolkan Kampala tua sesuai dengan namanya. Sebuah lingkungan kota tua yang tak terawat, kurangnya pasokan air bersih, lingkungan rumah susun yang kumuh. Seorang wanita tua yang melintas di lokasi tersebut sampai sampai menyebut masjid ini seperti sebuah bandara.

Berlokasi di pinggiran kota, Kampala tua dulunya merupakan wilayah yang menjadi kebanggaan nasional. Di era tahun 1960-an hingga 1970-an sebelum kemudian Idi Amin melakukan pengusiran besar besaran terhadap Warga Uganda keturuan Asia yang memiliki sebagian besar merupakan pemilik dari properti properti di wilayah Kampala tua. Setelah era tersebut, kawasan Kampala tua menjadi wilayah yang terabaikan, tak terurus dan terbengkalai dan sebagian kini sudah mulai ambruk.

Kehadiran masjid megah ini sedikit mengubah citra Kampala tua. Memberikan sebuah simbol baru yang begitu menonjol dikawasan tersebut. Masjid Khadafi ini menjadi objek menarik di Kampala, baik siang maupun malam hari dan dapat dilihat dari hampir semua sudut kota Kampala. Masjid berukuran besar dan cukup menarik ini berdiri di masjid ini dapat menikmati pemandangan pusat kota Kampala dari bukit tempatnya berada.***

Updated 23 Oktober 2016

Muammad Khadafi wafat dalam lepas 20 Oktober 2011 pada umur 69 tahun di kota Sirte, dalam sebuah pemberontakan oleh kelompok penentangnya yg di dukung sang pasukan NATO dan Uni Eropa. Masjid masjid yang dia bangun pada beberapa negara kini sudah berganti nama tidak lagi memakai namanya, termasuk masjid di Kampala ini, kini dikenal menggunakan nama Kampala Central Mosque.

Referensi

newvision.co.ug – Gaddafi to open mosque

azstarnet.com - Libyan leader opens the Gadhafi National Mosque in Uganda for Prophet's birthday

gorillatoursandsafaris.com - National Mosque

ugpulse.com - New Mosque Redraws Kampala's Skyline

chamzawi – Islam pada Uganda

gorrilatoursandsafaris.com - National Mosque

ugandatravelguide – old kampala

-------------------------------ooOOOoo-------------------------------------

Baca Juga Artikel Masjid Terkait dengan Qaddafi

Masjid Muammar Qaddafy, Sentul, Bogor

Masjid Al-Dahab Manila ? Philippina, dibangun buat menyambut Qadaffy

Sunday, May 17, 2020

Mayotte, Prancis yang tak Prancis

Muslimah berjilbab di Mayotte, galat satu pemandangan sehari hari pada Mayotte yg notabene merupakan daerah Prancis di Samudera Hindia, tetapi sama sekali tidak bercita rasa Prancis.

Dari sudut pandang manapun Mayotte sama sekali tak terlihat misalnya Prancis. Semua orang mengenal Prancis sebagai Negara nya Napoleon Bonaparte, ber-ibukota pada Paris dan berpandangan politik Sekuler. Khusus bagi ummat Islam, mendengar nama prancis boleh jadi eksklusif membayangkan informasi yg kontradiktif.

Bahwa prancis merupakan Negara Eropa dengan penduduk Islam terbesar tetapi gelombang ?Penistaan terhadap Islam? Sempat mencuat ke permukaan sebagai akibat kebijakan pelarangan penggunaan symbol kepercayaan pada tempat umum, tetapi justru lebih menyudutkan wanita berjilbab sebagai sasaran empuk. Tetapi semua liputan itu terjungkir pulang pada Mayotte yang notabene secara de jure juga de informasi adalah bagian dari Prancis. Kok Bisa.

Tentu saja bisa. Mayotte adalah salah satu wilayah seberang lautan Prancis, lokasinya berada di Samudera Hindia bagian selatan, tetangga terdekatnya adalah republik kepulauan Comoro yang sama sama berada di selat Mozambik yang memisahkan antara pulau Madagaskar dan benua Afrika.  Luas Mayotte tak lebih dari 374 meter persegi dan 97 persen penduduknya beragama Islam.

Di tahun 1974 referandum yang diselenggarakan di Mayotte buat memilih nasib Negara tadi. Secara meyakinkan penduduk kepulauan tersebut menentukan buat tetap bergabung menjadi bagian berdasarkan Prancis. Berbeda menggunakan tetangganya Commoro yg memilih merdeka menurut Prancis.

Salah satu sudut kota di pulau Mayotte. Sangat spesial sebuah pulau dengan penduduk muslim. Tampak pada kejauhan menara salah satu masjid besar pada Mayotte.

Referendum yang sama dilakukan lagi tahun 2009 lalu dan nyatanya 95.2% penduduknya bersikukuh untuk tetap menjadi bagian dari Prancis.  Maka jadilah Mayotte sebagai bagian dari wilayah seberang lautan Prancis hingga kini, dan menjadi wilayah Uni Eropa dengan lokasi paling jauh dari benua Eropa.

Jadi, dengan keterangan bahwa 97% penduduknya beragama Islam, maka wajar apabila pemandangan di Mayotte sama sekali tidak-prancis. Hampir diseluruh penjuru kota terlihat muslimah berjilbab bahkan bermukena tanpa terdapat gangguan apapun. Tak terdapat salju di Mayotte dan tak ada pencakar langit apalagi pusat mode dunia disana. Lantaran Mayotte memang nir berada pada Eropa tapi di tanggal pantai timur Afrika. Jaooooooh banget menurut Benua Eropa***.

------------------------------------------------------------------

Follow & Like akun Instagram kami di@masjidinfo

🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.

🌎 informasi dunia Islam.

------------------------------------------------------------------

Baca Juga

Grande Mosquée de Poitiers, Prancis

Masjid Agung Strasbourg Prancis

Islam di Reunion - Prancis

Asal SEO

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done