Islami Pedia: islam di Bhutan
News Update
Loading...
Showing posts with label islam di Bhutan. Show all posts
Showing posts with label islam di Bhutan. Show all posts

Thursday, May 7, 2020

Menjejak Islam di Bhutan

Kerajaan Bhutan dikenal sebagai kerajaan Budha pada sisi timur pegunungan Himalaya berbatasan dengan China di Utara & India di Selatan. Kerajaan ini mempunyai alam yg masih perawan dan mempesona dan kehidupan tradisional yg bertenaga sampai kerap kali digelari sebagai Kerajaan Shangri-La terahir pada bumi.

Bhutan; The Last Shangri-La Kingdom

Bhutan merupakan galat satu berdasarkan sedikit Negara asia yg masih berbentuk kerajaan, bahkan sanggup jadi sebagai satu satunya kerajaan yang masih eksis pada bumi menggunakan tatanan tradisionalnya yang masih sangat kental. Modernisasi nyaris tak menyentuh kerajaan ini, namun penduduknya populer menjadi warga yg paling senang pada Asia & dunia. Indeks pembangunan negaranya didasarakan pada indeks Gross National Happiness yg takkan ditemukan di GBHN Negara lain.

Wilayah kerajaannya terhimpit diantara India & Tibet (yang kini dikuasai China). India menjadi satu satunya pintu masuk dan keluar berdasarkan Bhutan melalui kota Phuentsholing yg berbatasan langsung menggunakan kota Jaigaon pada provinsi Benggala Barat, India. Perbatasan mereka pada utara menggunakan Tibet sudah usang ditutup kedap sejak Tibet di kuasai China & berujung konkurensi perbatasan antara Bhutan menggunakan China.

Lantaran posisi strategisnya kota Phuentsholing menjadi ibukota perdagangan bagi Bhutan, bank Negara bahkan berkantor pada kota itu. Gerbang perbatasan Bhhutan & tempat kerja imigrasi kedua Negara berdiri disana, meski penduduk kedua Negara mempunyai hak istimewa pada melintasi perbatasan, tidak sama menggunakan pengunjung dari Negara lain yang wajib mengurus izin yg cukup rumit buat sanggup masuk ke wilayah Bhutan.

Kehidupan rakyat begitu kental dengan dogma kepercayaan Budha menjadi kepercayaan resmi Negara & mereka sangat menghormati raja dan keluarganya. Alam mereka masih perawan, menggunakan landscape pegunungan Himalaya timur yg memukau, kehidupan sederhana pedesaan bisa ditemukan dibagian manapun Negara ini yang terkenal menggunakan ribuan kuil kuil kuno bertebaran dari zenit gunung hingga dinding dinding batu terjal pegunungan.

Wilayah Kerajaan Bhutan berada diperbatasan antara China & India.

Keindahan panorama kerajaan ini dipadu dengan kehidupan tradisional penduduknya tidak pelak memuatnya mendapatkan julukan menggunakan berbagai nama negeri dongeng. Bhutan sendiri secara harpiah bermakna ?Negeri Naga Petir? Sedangkan penduduknya menyebut Negara mereka ?Rakyatnya menyebut kerajaan mereka menjadi ?Druk Yul? Yang berarti ?Negeri Naga?, engkau akan menggunakan mudah menemukan gambar naga di bendera dan lambang kerajaannya. Dan diantara para pengelana dan pengembara tak segan segan menyebut Kerajaan Bhutan sebagai ?The Last Shangri-La Kingdom? Atau ?Kerajaan Shangri-La terahir?

Angin perubahan di negeri Naga Petir

Raja Jigme Singye Wangchuk menjadi raja Bhutan terahir yang berkuasa menggunakan kekuasaan absolut menjadi raja pemegang tampuk ketua Negara sekaligus kepala pemerintahan. Namun secara mengejutkan dia mengumumkan akan melepaskan jabatannya di tahun 2008, tak hanya itu, dia pula berencana memangkas kekuasaan absolut raja, membuka jalan bagi pemilihan generik buat memilih perdana menteri & DPR menjadi penggerak roda pemerintahan.

Keputusan yg diumumkannya di hadapan 8.000 penggembala fauna yak, biksu, petani, & anak didik pedesaan dalam 18 Desember 2005 & disebarkan melalui harian Kuensel itu justru menuai keberatan berdasarkan rakyatnya yang mengkhawatirkan akan terjadinya praktek KKN sang para pejabat dikemudian hari. Nyatanya, Dasho Jigme Khesar Namgyal Wangchuck, benar benar menyerahkan kekuasaan kepada putra tertuanya yg masih bujangan ditahun 2006.

Raja Jigme Singye Wangchuk telah menjadi raja semenjak usia 17 tahun menggantikan ayahandanya yang wafat di tahun 1972 sangat dicintai rakyatnya & senantiasa hidup sederhana bersama ke empat istrinya, lebih senang tinggal pada tempat tinggal kayu khas Bhutan ketimbang tinggal di Istana kerajaan di dalam benteng, tak pernah mengungkapkan karena mundur menurut kekuasannya sebagai raja yang harusnya berkuasa seumur hayati.

Thimpu, ibukota dan kota terbesar di Bhutan. Gedung tertinggi di foto itu adalah pusat pemerintahan Bhutan.

Dasho Jigme Khesar Namgyal Wangchuck kini memerintah kerajaan Bhutan yg telah mulai menerapkan sistim demokrasi yang di inisiasi oleh ayahnya. Raja baru ini baru menemukan permasurinya pada tahun 2011, pernikahan mereka menjadi Royal Weding yang menginspirasi kebahagiaan seisi negeri, foto pernikahan mereka bahkan diabadikan dalam uang kertas 100 ngultrum Bhutan.

Seperti Apakah Kerajaan Bhutan

Kerajaan Bhutan merupakan keliru satu menurut sedikit Negara pada dunia yg benar benar tidak pernah mengalami penjajahan sang bangsa asing sepanjang sejarahnya. Wilayah mereka bahkan tak sempat tersentuh oleh silih bergantinya emperium akbar yang pernah berkuasa di India juga pada China. Dinasti Islam Mughal yang merupakan dinasti Islam terbesar yang pernah berkuasa di hampir semua daerah anak benua India itu pun, wilayahnya tidak sampai menyentuh daerah Bhutan.

Secara geografis, Bhutan hanya bertetangga dengan Tibet (China) di Utara & India disebelah selatan. Muka buminya di penguasaan pegunungan, mulai berdasarkan rata rata ketinggian 200 meter berdasarkan permukaan laut pada sebagian selatan negaranya hingga ke ketinggian 7000 meter berdasarkan permukaan bahari di bagian utara-nya yang merupakan sisi timur Himalaya. Tak salah jika menyebut kerajaan ini menjadi kerajaan gunung atau bahkan ada yang menjulukinya menjadi galat satu negeri diatas awan.

Luas keseluruhan wilayahnya hanya 38.394 km2 atau setara dengan luas daratan provinsi Sulawesi Tenggara (38.067 km2). Sedangkan jumlah penduduknya sebanyak 727.145 (tahun 2017) jiwa atau lebih kurang 20% lebih sedikit dibandingkan semua penduduk pada provinsi Papua Barat (915.400 jiwa)

Gangkar Puensum (7,570mdpl) di Dochula pass adalah puncak tertinggi pada Bhutan. Gunung ini populer sebagai gunung yang belum pernah ditaklukkan insan pendaki manapun.

Penduduknya diwajibkan memakai kostum tradisional pada kehidupan mereka sehari hari. Orang asing nir dapat berkunjung ke Bhutan melalui agen wisata yg ditunjuk oleh pemerintah menggunakan prosedur yang cukup rumit & nir dapat bebas berkelana sesuka hati kecuali ketempat loka yang sudah diatur. Budha Vajrayana yg dianut oleh 74.8% penduduk merupakan kepercayaan resmi satu satunya yang diakui oleh Negara, disusul lalu oleh Hindu (22,6%) yg menjadi minoritas utama pada Negara itu. Ajaran Budha memang telah dikenal sang masyarakat Bhutan sejak abad ketujuh Miladiyah.

Adakah Muslim pada Bhutan?

Sedikit sekali informasi yang tersedia mengenai keberadaan muslim di Bhutan. Kebijakan negaranya yang semi tertutup turut andil kepada kurangnya informasi menyangkut hal itu.   Menurut Adherents,com, muslim di Bhutan mencapai 5%. Sedangkan CIA factbook mengklaim bahwa ummat islam di Bhutan hanyalah kurang dari 1% dari total penduduknya di tahun 2009. Sedangkan lembaga riser Pew Reseach Centre memperkirakan bahwa muslim di Bhutan ada sekitar 1% atau sekitar 7000 jiwa dari keseluruhan penduduk negara terebut.

Perkembangan Islam di Bhutan cukup menarik bila mencermati data dari Pew Reseach Forum  yang menyebutkan bahwa pada 1990 terdapat sekitar 6.000 Muslimin di Bhutan. Kemudian, pada 2010 meningkat menjadi 7.000 jiwa dan pada 2030, diprediksi akan meningkat menjadi 9.000 jiwa.

Merujuk pada republika, perkembangan Islam pada Bhutan cukup sulit mengingat kebijakan Negara yg melarang dakwah Islam pada daerah Negara itu. Ditambah lagi dengan buruknya citra yang dimunculkan oleh media (barat) berdampak jelek terhadap pandangan rakyat setempat terhadap Islam.

Haa Valey atau lembah Haa, galat satu landscape Bhutan yg menawan.

Menurut US Library of Congress, komunitas Muslim Bhutan baru mulai terlihat eksis pada 1989. Angkanya sangat kecil & tak poly mendapatkan hak kebebasan beragama. Sebagai negara yang membuahkan Buddha sebagai kepercayaan resmi negara, Bhutan tidak banyak menerapkan kebebasan beragama bagi rakyatnya. Tetapi seiring menggunakan mulai diterapkannya sistim demokrasi, Bhutan mulai mengakui keberadaan kepercayaan Hindu disana sedangkan pemeluk agama lainnya termasuk Muslim Bhutan masih harus berjuang buat menerima pengakuan resmi menurut Kerajaan.

Meski Islam tak diakui, bukan berarti Islam dihentikan. Muslimin hayati sebagaimana warga Bhutan dalam biasanya. Mereka mempunyai hak sebagai rakyat negara serta memiliki hak buat bekerja. Tradisi vegetarian warga Bhutan justru memudahkan muslim disana mendapatkan makanan halal.

Baiknya tatanan rakyat yg telah berabad abad hidup taat dalam raja di kehidupan tradisional, ditambah lagi dengan kebijakan pemerintahnya yg sudah semenjak usang secara resmi melarang aliran tembakau dan kebijakan lain yang sejalan dengan ajaran Islam justru sebagai nilai tambah tersendiri bagi kehidupan muslim pada Bhutan. Sehingga secara umum Muslim di Bhutan dapat menjalani kehidupan mereka menggunakan nyaman.

Tetapi demikian, dengan nir diakuinya Islam sang kerajaan berdampak eksklusif kepada nir adanya organisasi induk yg mengayomi muslim disana, nir terdapat forum verifikasi halal ataupun lembaga forum Islam lainnya yg menopang kehidupan muslim disana apalagi buat mendirikan forum dakwah yg memang secara jelas dakwah Islam dilarang dinegara itu, dan tampaknya kebijakan itu pula berlaku bagi seluruh kepercayaan lain nya.***

Selanjutnya ?Apakah Ada Masjid pada Bhutan??

------------------------------------------------------------------

Follow & Like akun Instagram kami di@masjidinfo dan@masjidinfo.id

🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.

------------------------------------------------------------------

Referensi

https://id.wikipedia.org/wiki/Bhutan

https://en.wikipedia.org/wiki/Bhutan

https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/mowfj5/komunitas-muslim-di-bhutan-terus-bertambah-bagian1

https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/13/06/24/mowgg8-komunitas-muslim-di-bhutan-terus-bertambah-bagian2

https://republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/13/06/24/mowgxd-komunitas-muslim-di-bhutan-terus-bertambah-bagian3-habis

https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/dunia/18/02/27/p4sgp4313-muslim-bhutan-tak-diizinkan-berdakwah

Baca Juga

Masjid Shah Hamadan Tertua di Kashmir

Masjid Taj Mahal – India

Masjid Jami Delhi - India

Masjid Jami’ Cheraman - Masjid Pertama di India

Masjid Niujie – Beijing

Masjid Huaisheng - Masjid Rindu Rosulullah

Wednesday, May 6, 2020

Apakah Ada Masjid Di Bhutan? (Bagian 1)

Merujuk pada peta google map, ada satu masjid pada daerah Bhutan, lokasinya berada di kota Simtokha. Masih dari google map tampak satu bangunan masjid mini yang sangat sederhana pada page komplek bangunan.

Dengan mengetikkan kata kunci ?Bhutan Mosque? Kolom pencarian google, timbul 3 nama masjid di google map, paling atas pencarian timbul ?Dantak Mosquedanquot; disambung menggunakan tulisan masjid pada aksara arab. Disusul sang 2 nama masjid berikut nya yakni Jharna Jamma Masjid dan Guabari Puran Mashjid. Dua masjid yg disebut belakangan menurut google map lokasinya berada pada wilayah Jaigaon, West Bengal, India. Maka kita mulai telusuri berdasarkan yg pertama yakni ?Dantak Mosque? Atau Masjid Dantak.

Dantak Mosque, Semtoka

Google-map telah mencantumkan nama ?Dantak Mosque? Lengkap dengan lokasi akuratnya. Bumthang - Ura Highway, Semtokha, Bhutan. Menilik kolom komentar, lokasi masjid ini telah terdapat dua review tertua yg dari berdasarkan setahun yang lalu semenjak dari tanggal saat kami mengakses (19 Juni 2019), ialah lokasi masjid ini sudah ditandai pada peta setidaknya semenjak setahun yang kemudian.

Tidak ada informasi apapun yang muncul di pencarian selanjutnya tentang masjid ini selain di situs savetravel.com yang juga memuat foto yang di unggah oleh Muhiuddin Ikram lengkap dengan peta lokasinya berdasarkan google-map. Sehingga mau tidak mau harus mengolah data yang sangat minim itu untuk mendapatkan informasi lebih banyak tentang Masjid Dantak (Dantak Mosque) yang dimaksud.

Dantak Mosque

Bumthang - Ura Hwy, Semtokha, Bhutan

Penanda di peta pada google-map pula telah dilengkapi dengan foto yang dimuat sang akun google badar Uddin dalam bulan mei 2019 itu artinya baru sebulan yg lalu. Akun ini sudah teregister pada google menjadi local guide level lima. Foto yg di unggahnya menampakan Jemaah yang sedang berkumpul di pada ruangan.

Masjid Dantak di google map

Foto berikutnya adalah dua lbr foto yg di unggah oleh Muhiuddin Ikram pada bulan september 2017 yg menunjukkan suasana sholat berjamaah di pekarangan. Muhiuddin Ikram adalah local guide level 4. Dua foto yang di unggah dia tampaknya lebih otentik dibandingkan foto pertama.

Menjejak unggahan unggahan foto beliau di google tampaknya beliau memang tinggal di Buthan, salah satu menurut dua fotonya pada masjid Dantak memberitahuakn beliau bersama anak laki laki mungkin putra beliau & salah satu unggahannya mengenai perusahaan Southtech Bhutan Private Limited yang berjarak hanya 1,6 km dari Masjid Dantak atau sekitar 4-5 mnt mengendarai kendaraan.

Merujuk kepada situs https://www.southtechgroup.com/ Southtech Bhutan Private Limited merupakan perusahaan Bangladesh yang beroperasi di Bhutan. Dan melihat dari nama-nya Muhiuddin Akram yang sangat Islami, memang lebih cocok sebagai nama orang Bangladesh dibandingkan dengan nama orang Bhutan yang mayoritas mutlak merupakan non muslim.

Foto pertama unggahan Muhiuddin Ikram memberitahuakn dengan jelas sebuah bangunan persegi berukuran mini menggunakan goresan pena Masjid di atas pintunya ditambah menggunakan lukisan sederhana ornamen bulansabit dan bintang yg adalah lambang internasional Islam. Dilihat menurut berukuran & bentuk bangunan serta pagarnya, bangunan masjid tersebut terlalu mini jika dibandingkan foto pada ruangan yg di unggah sang badar Uddin dalam mei 2019.

Google jua sudah melengkapi tempat tadi menggunakan google street view yang pada unggah dalam bulan Mei 2013. Di lokasi yg dimaskud masih ada sebuah komplek bangunan dalam pagar yang menyerupai bangunan mushola pada kampung kampung pada Indonesia, berupa bangunan sederhana segi empat dengan atap limas bertingkat, hanya saja berdasarkan lambang lambang yang terdapat dibangunan nya tidak menerangkan bangunan tersebut adalah masjid.

Komplek loka dimana Masjid Dantak berada di laman nya.

Di sisi jalan raya di depan bangunan ini jua terdapat papan nama yang sengaja dikaburkan sang pihak google itu masih bisa terbaca sebagian besar & juga nir menandakan bahwa itu merupakan bangunan masjid. Papan pengenal lainnya hanya berupa gambar zenit gunung.

Komparasi Foto

Jika diteliti lebih jauh memang ada kemiripan antara foto pertama berdasarkan muhiuddin akram dengan foto yang ada pada street view. Logo yg terdapat pada dinding bangunan yang terdapat di foto muhiuddin akram sama persis menggunakan logo yg ada pada dinding bangunan pada steet view, begitupun menggunakan bentuk bangunan dan pagar halamannya.

Merujuk kepada 2 gambar tadi tampaknya bangunan masjid mini yg terdapat di foto muhiuddin akram yg pada unggah pada September 2017 belum dibangun setelah tahun 2013 karena pada image yang terdapat di google street view bulan Mei 2013 pada lokasi masjid itu berdiri masih berupa bangunan terbuka sepertinya merupakan tempat parkir kendaraan.

Analisa foto milik Muhiuddin Ikram. Masjid yg ada di foto atas sepertinya berada di page komplek tersebut, di lokasi yg pada gambaran street view masih berupa bangunan terbuka loka parkir kendaran.

Kesimpulan mengenai Masjid Dantak Mosque

Masjid Dantak Mosque di kota Semtokha ini kemungkinan adalah bangunan masjid yang menumpang tempat di huma loka nya berdiri ketika ini, & dibangun sesudah tahun 2013. Tujuannya kemungkinan akbar buat menyediakan loka ibadah bagai para pekerja migran muslim termasuk yang dari menurut Bangladesh yang berkerja di perusahaan Bangladesh yg beroperasi di Bhutan.

Dimanakah kota Semtokha itu ?

Kota Semtokha hanya berjarak kurang lebih 7,7 km berdasarkan kota Thimpu, ibukota Kerajaan Bhutan. Dapat ditempuh dengan mengendarai kendaraan selama kurang dari setengah jam. Mengingat syarat topografi kerajaan Bhutan yang berada pada pegunungan Himalaya, jalanan menurut Thimpu ke Semtokha atau kebalikannya wajib melalui jalanan terjal pada pegunungan yg berkelok kelok & relatif berbahaya namun berpanorama yg memukau.

Analisa foto berikutnya yg diunggah oleh Muhiuddin Ikram yang tampak sedang sholat berjamaah pada laman masjid Dantak di bulan September 2017, sepertinya dalam suasana Sholat Idul Adha 1438 H yg jatuh di bulan September 2017.

Semtokha atau kadang kadang juga dilafalkan Simtokha, terkenal sebagai salah satu kota wisata dunia, di kota ini terdapat kuil Ummat Budha yang disebut Kuil Semtokha atau Semtoka Dzong. Kuil tersebut dibangun dibibir tebing terjal pada tahun 1629 oleh Zhabdrung Ngawang Namgyal, sang pemersatu Bhutan dan merupakan yang pertama di bangun di Bhutan dengan bentuk dan lokasi yang demikian itu.

Republika pernah melaporkan mengenai masjid muslim Bhutan pada kota Phuentsholing yang berbatasan dengan India, sekaligus menjadi gerbang Bhutan ke global luar satu satunya yang berada pada perbatasannya dengan India. Apakah sahih terdapat masjid muslim Bhutan di kota itu?. Simak di posting selanjutnya ?Apakah Ada Masjid pada Bhutan (Bagian 2).***

------------------------------------------------------------------

Follow & Like akun Instagram kami di@masjidinfo dan@masjidinfo.id

🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.

------------------------------------------------------------------

Baca Juga

Masjid Shah Hamadan Tertua di Kashmir

Masjid Taj Mahal – India

Masjid Jami Delhi - India

Masjid Jami’ Cheraman - Masjid Pertama di India

Masjid Niujie – Beijing

Masjid Huaisheng - Masjid Rindu Rosulullah

Tuesday, May 5, 2020

Apakah Ada Masjid di Bhutan? (Bagian 2)

Meskipun google map mengkatagorikan masjid Jharna Jamma masjid ini menjadi masjid Bhutan, tetapi apabila diperiksa secara seksama, lokasi masjid ini justru berada di sisi jalan yg masuk wilayah kota Jaigaon, India bukan pada sisi jalan yg berada di daerah kota Phuensholing yg adalah wilayah Bhutan. Batas antara kedua negara ini berupa ruas jalan yg diklaim boarder road.

Bila memasukkan kata kunci ?Masjid pada Bhutan? Ke kolom pencarian google akan ada 3 nama masjid yang langsung ditampilkan di google-map. Masjid ke-dua berdasarkan tiga masjid tadi adalah masjid Jharna Jamma Masjid, menyusul dibawahnya ada Guabari Puran Mashjid. Kedua masjid tadi akan kita ulas berikut ini.

JHARNA JAMMA MASJID

Sama seperti Dantak Mosque yg dibahas pada postingan sebelumnya, kami juga nyaris tak menemukan output apapun terkait menggunakan Jharna Jamma Masjid ini. Bilae merujuk pada data di google maps masjid ini berada pada kota Jaigaon, provinsi Bengala Barat, India. Bukan berdiri di wilayah Bhutan. Akan tetapi mengapa pencarian google justru mengkatagorikan masjid ini sebagai masjidnya muslim Bhutan?.

Republika menaruh sedikit kabar tentang masjid ini. Dalam keliru satu artikelnya, republika menyebutkan tentang Masjid Jaigaon yg sebagai tempat ibadah bagi muslim Bhutan. Meski Republika nir merinci dengan tepat lokasi masjid ini dan menyebutnya berada pada daerah Bhutan meski menyandang nama Masjid Jaigaon, google map menampakan bahwa masjid ini berada pada daerah kota Jaigaon, India, bukan pada daerah kota Phuentsholing, Bhutan.

Sedikit liputan tambahan tentang masjid ini timbul pada Youtube yg menampilkan suasana sholat Idul Fitri 1440H/2019 yg baru lalu. Ruangan masjid ini tampak relatif luas meski sangat sederhana. Ruang mihrabnya ditandai dengan tirai kain, sedangkan mimbarnya hanya berupa undakan kecil buat menciptakan khatibnya berada di posisi lebih tinggi. Khutbahnya disampaikan dalam bahasa arab. Selesainya sholat Idul Fitri dilanjutkan dengan semacam ceramah dalam bahasa setempat, pengumpulan infak sodaqoh & Sholawatan.

Apakah Jharna Jamma Masjid terdapat pada Bhutan

Kota Jaigaon di provinsi West Bengal (Benggala Barat), India, memang berbatasan eksklusif menggunakan kota Phuentsholing pada daerah Bhutan. Kedua kota ini merupakan kota perbatasan antara kedua Negara, diantara keduanya terdapat satu ruas jalan yg disebut Indo-Bhutan Road. Di sisi timur ruas jalan ini adalah wilayah kerajaan Bhutan sedangkan pada sisi barat ruas jalan merupakan daerah Repuplik India. Dan masjid Jharna Jamma Masjid ini berada di sisi barat ruas jalan tadi dan tentunya masuk ke pada daerah Republik India.

Hanya saja memang, untuk menuju ke masjid Jharna Jamma Masjid ini berdasarkan wilayah Bhutan telah berbelok ke selatan sebelum tiba pada gerbang perbatasan antara kedua Negara. Lokasi masjid ini berada kurang lebih 850 meter di sebelah selatan gerbang perbatasan antara Bhutan & India.

Jharna Jamma Masjid

Jaigaon, Bengala Bar. 736182, India

Satu satunya informasi tentang bentuk masjid ini di dapat dari unggahan Rezak Ali google map pada bulan Oktober 2014. Menunjukkan bangunan masjid sederhana namun permanen, 2 lantai lengkap menggunakan dua menara ramping di atap masjid. Tampak pada foto tersebut tampaknya suasana sholat hari raya. Ada tulisan Eid Mubarak pada atas pintu masjid & hiasan bendera bendera kecil yg dipasang pada untaian tali sepanjang jalan & ke bangunan masjid. Belum ada informasi sama sekali terkait mengenai berapa Jemaah masjid ini, kapang dibangunnya dan bagaimana pengelolaannya.

GUABARI PURAN MASJHJID

Masjid berikutnya atau yang ketiga yang dikatagorikan google sebagai masjid Bhutan adalah Masjid Guabari Puran Mashjid. Lokasi masjid Guabari Puran masdjid ini sahih sahih berada pada pada daerah kota Jaigoan, terpuat kurang lebih 1,8 km sebelah barat dari gerbang perbatasan antara India & Bhutan. Meskipun demikian, gerbang perbatasan antara India & Bhutan ini dijaga oleh masing masing petugas ke 2 Negara & memberikan kemudahan bagi rakyat ke 2 Negara buat melintas perbatasan.

Guabari Puran Mashjid

Guabari Main Road ,Jaigaon G.P II Jaigaon, Alipurduar Pin-736182 W.B,

Jaigaon, West Bengal 736182, India

Tidak ada foto mengenai masjid ini baik di google map maupun sumber lainnya. Street view pun belum tersedia di dua masjid Jaigoan ini. Guabari dalam nama masjid ini merujuk pada nama tempatnya berada semacam nama kelurahan, dan nama yang sama jua digunakan buat menyebut nama jalan yang melintas di depan masjid ini.

Bila benar bahwa dua masjid ini merupakan masjid loka muslim Bhutan beribadah, tampaknya memang muslim disana kesulitan buat mendirikan masjid pada Negara mereka sendiri. Konstitusi Bhutan memang hanya mengakui dua Agama yakni Budha menjadi agama resmi dan kepercayaan Hindu meskipun Hindu & melarang kepercayaan lainnya.

------------------------------------------------------------------

Follow & Like akun Instagram kami di@masjidinfo dan@masjidinfo.id

🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.

------------------------------------------------------------------

Referensi

https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/17/06/20/oru6ct313-masjid-jaigaon-ruang-bebas-muslim-bhutan-beribadah

https://satuislam.org/sekilas-tentang-islam-di-tanah-naga-petir/

Baca Juga

Masjid Shah Hamadan Tertua di Kashmir

Masjid Taj Mahal – India

Masjid Jami Delhi - India

Masjid Jami’ Cheraman - Masjid Pertama di India

Masjid Niujie – Beijing

Masjid Huaisheng - Masjid Rindu Rosulullah

Asal SEO

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done