Islami Pedia: Masjid di Riau
News Update
Loading...
Showing posts with label Masjid di Riau. Show all posts
Showing posts with label Masjid di Riau. Show all posts

Monday, October 5, 2020

Masjid Agung Madani Islamic Center Rokan Hulu

GEMERLAP. Komplek Masjid Agung Madani Islamic Center (MAMIC) Rokan Hulu tampak gemerlap dengan sinar lampu di malam hari

Tuanku Tambusai, Minangkabau & Rokan Hulu

Bila anda pernah menbaca sejarah Pahlawan Nasional Tuanku Tambusai yang populer dengan perlawanannya terhadap penjajah Belanda pada perang Paderi, dia merupakan tokoh pejuang abad ke XIX yg asal berdasarkan daerah yg sekarang menjadi Kabupaten Rokan Hulu. Pada masa itu wilayah Rokan Hulu masih bagian menurut daerah Minangkabau pada bawah kekuasaan Kerajaan Pagaruyung. Setelah jatuhnya Benteng Bonjol & penangkapan terhadap Tuanku Imam Bonjol pada tahun 1837, maka usaha kaum Paderi dilanjutkan oleh Tuanku Tambusai. Sebagai panglima terakhir yg masih tersisa beserta sisa laskar Paderi bertahan pada benteng terakhir kaum Paderi di daerah Dalu-Dalu Rokan Hulu. Benteng ini pun akhirnya jatuh ke tangan Belanda pada tahun 1838 setelah digempur selama hampir 1 tahun. Dengan jatuhnya benteng tersebut, berakhirlah era Perang Paderi di semua daerah norma Minangkabau.

Rokan Hulu ini tidak bisa dipisahkan berdasarkan Kerajaan Rokan di Rokan IV Koto pada abad ke-18. Daerah ini juga ada Kerajaan Rambah & Tambusai. Kedua nama ini kelak diabadikan menjadi nama Kecamatan pada Kabupaten Rokan Hulu. Pada masanya kerajaan-kerajaan ini sempat mengalami keemasan. Pemerintah Penjajahan Belanda di Indonesia kemudian menjadikan kota Pasir Pengarayan yg kini menjadi ibukota kabupaten Rokan Hulu sebagai kewedanaan. Setelah Indonesia merdeka, daerah Rokan Hulu dimasukkan ke dalam daerah kabupaten Kampar dengan ibukotanya di Pekanbaru dari Surat Keputusan Gubernur Militer Sumatera Tengah lepas 9 November 1949 Nomor 10/GM/STE/49.

Melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 821.26.525, lepas 26 Mei 1997 Rokan Hulu sebagai daerah kerja Pembantu Bupati Kampar Wilayah I. Lalu dari Undang Undang Nomor 53 tahun 1999 tanggal 4 Oktober 1999 Rokan Hulu secara resmi sebagai Kabupaten Otonom dan diresmikan oleh pemerintah menjadi Kabupaten Rokan Hulu dengan bunda kota Pasir Pengarayan. Kemudian diperkuat lagi dengan Keputusan Mahkamah Konstitusi No. 010/PUU-1/2004, tanggal 26 Agustus 2004 yang mengakibatkan Desa Tandun, Desa Aliantan, dan Desa Kabun sebagai bagian dari Kabupaten Rokan Hulu.

HUJAU. Disiang hari komplek masjid ini tampak menjulang diantara rindangnya pepohonan yang menghijau di sekitarnya, menampakkan sebuah harmoni antara karya manusia dengan keasrian alam sekitarnya. Kubah kubah masjid ini tampak senada dengan hijaunya alam.

Negeri Seribu Suluk

Dalam kaitannya dengan agama Islam dan sufisme, kata suluk berarti menempuh jalan (spiritual) buat menuju Allah. Menempuh jalan suluk (bersuluk) meliputi sebuah disiplin seumur hidup dalam melaksanakan aturan-anggaran eksoteris agama Islam (syariat) sekaligus aturan-aturan esoteris kepercayaan Islam (hakikat). Ber-suluk juga meliputi asa buat Mengenal Diri, Memahami Esensi Kehidupan, Pencarian Tuhan, dan Pencarian Kebenaran Sejati (ilahiyyah), melalui penempaan diri seumur hidup menggunakan melakukan syariat lahiriah sekaligus syariat batiniah demi mencapai kesucian hati buat mengenal diri & Tuhan, Kata suluk dari dari terminologi Al-Qur'an, Fasluki, dalam Surat An-Nahl [16] ayat 69, Fasluki subula rabbiki zululan, yang adalah Dan tempuhlah jalan Rabb-mu yang telah dimudahkan (bagimu). Kata suluk umumnya berhubungan dengan tasawuf, tarekat & sufisme. Di Rokan Hulu masih ada surau-surau suluk yang banyak, maka menurut itu Rokan Hulu dikenal menggunakan julukan " Negeri Seribu Suluk"

MAMIC Rohul

Masjid Agung Madani Islamic Centre Rokan Hulu ( MAMIC Rohul) atau biasa pula diklaim menjadi Masjid Agung Madani Pasir Pengaraian adalah Masjid Agung sekaligus Islamic Center Kabupaten Rokan Hulu, provinsi Riau. Pembangunan-nya digagas oleh Bupati Rokan Hulu Drs. H. Achmad, M. Si, dan sebagai ikon Kabupaten Rokan Hulu. Pembangunan MAMIC Rokan Hulu dimulai pada Tahun 2008, dan diresmikan penggunaannya dalam hari Jumat Tanggal 25 Syaban 1431 H, bertepatan dengan 06 Agustus 2010 M oleh Bupati Rokan Hulu Drs. H. Achmad, M. Si. Dengan menghadirkan Ustadz kondang, Dai Sejuta umat KH. Zainuddin MZ yg bertindak selaku Khatib pada Sholat Jumat saat itu.

Alamat & Lokasi MAMIC Rohul

Jl. Komp. Perkantoran Pemda Rokan Hulu

Pematang Berangan, Rambah, Kabupaten Rokan Hulu

Provinsi Riau ? Indonesia.

Http://mamicrohul.Or.Id/

MAMIC Rokan Hulu didirikan diatas lahan seluas 22 hektar menggunakan luas bangunan 15 800 meter persegi & berdaya tampung mencapai 15.000 sampai 20 000 jemaah. Pembangunannya di danai dengan dana dari APBD Kabupaten Rokan Hulu, menghabiskan setidaknya 400 milyar Rupiah. Pelaksanaan bangunannya dipercayakan pada PT. Citra Murni Semesta Jakarta menjadi Konsultan Perencana, PT. Holistika Prima Grahita sebagai konsultan pengawas & kontraktor pelaksana PT. Total Bangun Persada.

Pengelolaan Masjid ini sepenuhnya diurus sang Badan Pengelola Masjid Agung Madani Islamic Centre Rokan Hulu yang diketuai sang Ir. Damri yg jua menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rokan Hulu, dibantu oleh 44 orang Pekerja profesional lainnya yg terdiri berdasarkan Pegawai Sekretariat, cleaning service, pekerja taman, petugas keamanan dan kesehatan. Masjid Agung Madani Islamic Centre Rokan Hulu dilengkapi menggunakan Penyejuk Ruangan, Sound System & multi media,

Arsitektur MAMIC Rohul

Fitur primer bangunan masjid ini terdiri bangunan primer masjid & bangunan plaza yg dilingkupi sang arcade. Arsitektur masjid mengadopsi bangunan masjid terkini bergaya arabia menggunakan kubah akbar berdiameter 25 meter di atap bangunan primer pada apit empat menara di setiap sudut bangunan masjid masing masing dengan tinggi 66.66 meter ditambah dengan satu menara primer dengan tinggi 99 meter yg terpisah berdasarkan bangunan utama masjid.

MAMIC Rohul ini dilengkapi dengan sarana pendukung seperti MCK dan tempat wudhu yang nyaman dan bersih, juga dilengkapi dengan perpustakaan digital dan manual, TV Madani, Radio Daerah,  poliklinik, aula serbaguna, toserba serta ruangan belajar yang dilengkapi dengan akses internet.

Akses ke bangunan utama masjid ini terdiri dari 9 pintu masing masing 3 pintu di tiga sisi bangunan masjid, kesemua pintu tersebut diberi nama terdiri dari, Pintu utama di sebelah timur diberi nama Pintu Babussalam di apit oleh pintu Khodijah di sebelah kanan dan pintu Aisyah disebelah kirinya. Pintu Utama di sebelah selatan diberi nama Pintu Aisyah I di apit oleh Pintu Usman Bin Afan disebelah kanan dan Pintu Umar Bin Khatab  di sebelah kirinya. Pintu utama disisi Utara diberi nama pintu Khadijah I di apit pintu Abu Bakar As Siddiq di sebelah kanan dan Pintu Umar Bin Khatab di sebelah kirinya.

Interior Masjid dihiasi menggunakan berbagai kaligrafi dan lampu gantung seberat 2 ton, terbuat menurut Pelat Kuningan berdasarkan Italia, & batu hias, Batu Oksi dari Jawa Timur, Batu Akik menurut Kalimantan & Turki, Batu Cris Topas berdasarkan Jawa Barat, & Kalimaya dari Banten, kaca lampu Gold Spectrum berdasarkan Amerika & bagian tengah adalah perisai muslim, bagian pinggir terdapat rantai yg adalah persatuan umat Islam, 8 bilah pedang sabilillah Khaidir Ali, 16 busur panah Syaidina Ali bin Abi Tholib dan 8 tombak Abu Bakar Assiddiq, ditambah menggunakan bunga Kusuma lambang kejayaan Islam dan dikelilingi surat Al-Fatihah, surat Al ?Kafirun, surat Annas serta 99 Asmaul Husna.

Aktivitas MAMIC Rohul

Kegiatan Masjid Agung Madani Islamic Centre Rokan Hulu adalah Sholat Fardu Lima waktu secara berjamaah, terutama waktu Zuhur dan Ashar, dimana seluruh Pegawai yang berjumlah hampir 3000 orang diwajibkan Sholat berjamaah ke-Masjid ini. Kegiatan lainnya adalah ceramah Agama yang dilaksanakan rutin setiap malam Kamis dengan materi dan penceramah yang sudah ditetapkan, yaitu Fiqih oleh Ustad Dr. Mawardi Saleh, Lc. MA,  Tafsir oleh Ustad Dr. Musthafa Umar, Hadist oleh Abdul Somad, Lc. MA dan Aqidah oleh Ustad Nurhadi Husein, Lc.

KE EMASAN. Gemerlap rona ke-emasan mendominasi interior Masjid Agung Madani Islamic Center Rokan Hulu

Disamping aktivitas tadi Masjid Agung Madani Islamic Centre Rokan Hulu juga menyelenggarakan buka puasa setiap hari Senin & Kamis, I?Tikaf bersama sekali pada sebulan serta aktivitas peringatan hari besar Islam, terkhusus bulan Ramadhan disediakan baik sahur atau berbuka buat 500 orang setiap harinya. (R. Taher).

Masjid Agung Pasir Pengaraian ini selain menjadi tempat beribadah jua sebagai salah satu loka wisata religi di kabupaten Rokan Hulu menggunakan keliru satu fitur menariknya adalah memandang kota Pasir Pagaraian dari ketinggian menara Masjid ini yang memang dibangun menjulang sampai 99 meter.

Maha Karya Terbaik Indonesia Tahun 2015 Versi Kemenag

Masjid Agung Madani Islamic Centre (MAMIC) di Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau, jadi Masjid terbaik di Indonesia buat Tahun 2015, diantara 509 masjid pada 33 provinsi. Prestasi diraih oleh Masjid Agung Madani Rohul sebagai Masjid Agung Percontohan Paripurna telah meliputi penilaian kategori Idarah, Imarah, & Riayah. Berdasarkan keputusan Dewan Penilai Masjid Agung Percontohan Nomor 01/DPM.MA/XI/2015, tentang penetapan Masjid Agung Percontohan Tingkat Nasional Tahun 2015,

SEPERTI BUKAN DI INDONESIA. Keindahan masjid ini memang cukup mengagumkan dengan rancangan yg berbeda menggunakan masjid masjid yg telah terdapat pada Indonesia sebelumnya. Empat menara mengitari empat penjuru bangunan utama, ditambah satu menara primer setinggi 99 meter, mengantarkan pengunjung memandang komplek masjid ini dan daerah sekitarnya berdasarkan ketinggian.

Tim panitia yg diketuai Prof Dr. H. Ahmad Satori, Masjid Agung Madani Rohul sebagai meraih terbaik berdasarkan kategori Masjid Agung Percontohan Paripurna di Indonesia menggunakan nilai 90,28. Lanjutnya, pada posisi kedua ditempati Masjid Baiturrahman Provinsi Jawa Timur dengan nilai 88,77, & posisi ketiga ditempati Masjid Dr. Wahidin 8 di Daerah Yogyakarta.

Kemudian, menurut kategori Masjid Agung Percontohan Idarah atau Administrasi, kampiun pertama ditempati Masjid Sindenreng Rappang Sulawesi Selatan, disusul Masjid Nurul Falah Sulawesi Barat, dan Masjid Baitul Hikmah Kalimantan Timur. Kategori Masjid Agung Percontohan Imarah atau Kemakmuran, Masjid Baitussalam DKI Jakarta menempati posisi pertama, disusul Masjid Al-Mukarram Amanah Kalimantan Tengah, & Masjid Nurul Huda pada Provinsi Bali.

Kategori Masjid Agung Percontohan Riayah atau Pemeliharaan dan Kebersihan, Masjid Agung Sibolga di Provinsi Sumatera Utara menjadi yang terbaik, disusul Masjid Agung Brebes Jawa Tengah,  dan Masjid An-Nur Sulawesi Tengah. Sebagai Masjid Agung terbaik, Masjid Agung Madani menerima hadiah berupa vacuum cleaner seharga Rp 20 juta dari Kemenag RI.

------------ooo000ooo------------

Baca Juga

Islamic Center Bangkinang, Kampar, Riau

Islamic Center Baturaja, Sumatera Selatan

Islamic Center Kabupaten Muara Enim, Sumsel

Islamic Center Prabumulih, Sumsel

Islamic Center Nunukan, Kaltara

Islamic Center Dato Tiro, Bulukumba

Islamic Center Tabaling, Kalsel

Islamic Center Mataram, Lombok, NTB

Tuesday, September 29, 2020

Masjid Agung An-Nur Riau di Pekanbaru

Masjid Agung An-Nur Riau di Pekanbaru (photobucket.com)

Riau adalah keliru satu propinsi yang berlimpah kekayaan alam pada Republik tercinta ini, keliru satu propinsi penghasil migas terbesar, saking kaya minyaknya sampai sampai lahirlah gurauan akan tetapi betulan ?Riau itu saking kayanya di bawah tanahnya ada minyak pada atas tanahnya pun terdapat minyak?. Dibawah tanah maksudnya tentu saja adalah minyak bumi & gas (migas) sedangkan pada atas tanah maksudnya merupakan minyak sawit. Perkebunan sawit telah sebagai salah satu primadona sumber pendapatan orisinil daerah (PAD) bagi propinsi Riau sesudah migas.

Selain kaya, rakyat melayu Riau juga terkenal sangat relijius. Sejarah mencatat bahwa Riau sebagai tempat tinggal bagi kesultanan kesultanan Islam yang pernah berjaya pada masa kemudian, wajar apabila kemudian pada kota Pekanbaru (ibukota propinsi Riau) & kota kota lainnya di propinsi ini berdiri masjid masjid megah, indah dan mengundang decak kagum sampai tahun 2009 dari data berdasarkan Kanwil Departemen Agama menampakan bahwa pada tahun 2009 di Provinsi Riau terdapat 5 229 mesjid. Salah satunya adalah Masjid Agung An-Nur Riau di kota Pekanbaru yang akan kita ulas pada artikel ini.

Masjid Agung An-Nur di malam hari (fotopanoramio)

Masjid Agung An-Nur adalah masjid terbesar sekaligus menjadi masjid propinsi Riau ketika ini. Awalnya sempat terdapat bermakna ganda pada peyebutan nama Masjid Agung An-Nur ini. Apakah Masjid Agung An-Nur Riau atau Masjid Agung An-nur Pekanbaru. Tetapi sehabis rampungnya renovasi total terhadap Masjid Ar-Raman pada pusat kota Pekanbaru, maka sah-lah Masjid termegah di Riau ini sebagai Masjid Agung An-Nur Riau.

L okasi Masjid Agung An-Nur Riau

Masjid Agung An-Nur Riau terletak di jalan Hang Tuah dalam wilayah kecamatan Pekanbaru Kota yg berbatasan dengan daerah menjadi berikut : sebelah Utara menggunakan Jl. Sisingamangaraja, sebelah Selatan dengan Jl. Hang Tuah, sebelah Barat menggunakan Jl. Syekh Burhanuddin & sebelah Timur menggunakan Jl. Sultan Syarif Kasim.

Klik untuk melihat lokasi masjid Agung An-Nur Riau di wikimapia

Korrdinat geografi : 0° 31' 34.00" N  101° 27' 7.00" E

Lihat Masjid An-Nur Riau di Pekanbaru di peta yang lebih besar

Sejarah Pembangunan Masjid Agung An-Nur Riau

Seiring menggunakan perkembangan kota dan berkembangnya penduduk, maka Pemda Tingkat I (PEMPROP) Riau merencanakan mendirikan Masjid Agung An-Nur dalam tahun 1963. Sebagai pelaksana pembangunan adalah CV. Waskita Karya. Lantaran belum selesai, dilanjutkan oleh CV. Sakijo dalam tahun 1966 dan direksinya menurut Dinas PU Kotamadya Pekanbaru dan dimulai dalam masa pemerintahan Gubernur Riau Kaharuddin Nasution.

Masjid Agung An-Nur Riau dirancang oleh Ir. Roseno dengan ukuran 50 X 50 m yang terletak dalam satu pekarangan yg luasnya 400 X 200 m. Kapasitas masjid bisa menampung lebih kurang 4.500 orang jamaah. Bangunan masjid terdiri berdasarkan 3 taraf. Tingkat atas digunakan buat sholat, dan taraf bawah buat tempat kerja & ruang rendezvous.

Suasana Idul Fitri di Masjid Agung An-Nur Riau (imageshack.us)

Masjid ini mempunyai 3 buah tangga, 1 butir tangga di bagian muka & 2 butir tangga pada bagian samping. Di bagian atas terdiri dari 13 butir pintu & bagian bawah terdiri dari 4 butir pintu dan mempunyai kamar-kamar yang akbar dan sebuah aula. Tulisan kaligrafi yang terdapat pada ruangan masjid ini ditulis oleh Azhari Nur seorang kaligrafer menurut Jakarta dalam tahun 1970.

Pada tanggal 27 Rajab 1388 H atau 19 Oktober 1968 bertepatan menggunakan peringatan Isra? Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW, Masjid Agung An-Nur diresmikan sang Arifin Ahmad, Gubernur Riau kala itu. Pada kesempatan itu Gubernur jua mengangkat pengurus pertama masjid Agung An-Nur yaitu: (1). H. Nur Rauf menurut staf Kantor Gubernur yang bertugas mengelola bidang fisik, & (dua). H. Nurdin Abdul Jalil berdasarkan Kepala Departemen Agama Propinsi menjadi pengelola imarah masjid.

Enam tahun lalu di tahun 1974 dibuat pengurus Masjid Agung An-Nur yang baru sinkron menggunakan keputusan Walikota Pekanbaru tanggal 16 Agustus 1974 No. SK.53/HUK-VII/1974 & berdasarkan keputusan Gubernur KDH Tk. I Propinsi Riau lepas 11 Juni 1974 tentang pembentukan pengurus Masjid Agung An-Nur Pekanbaru. Dalam perjalanannya kepengurusan masjid mengalami pergantian seiring menggunakan periodesasi kepengurusannya.

Masjid Agung An-Nur sebelum di renovasi

Dalam sejarahnya Masjid Agung An-Nur pernah menjadi kampus bagi Fakultas Ushuluddin Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Syarif Kasim Pekabaru di awal pendiriannya sampai tahun 1973. IAIN Sultan Syarif Kasim kini Menjadi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN SUSKA) Pekanbaru.

Imam Imam Masjid Agung An-Nur Riau

H. Tamim Ibrahim (1968-1969)

Abdul Jalil Manaf (1970-1977)

H. Junaidi A. A. (1971)

M. Yusuf (1968-1974)

Imam Masjid Agung An-Nur Riau waktu ini : Ustadz Zulkifli MA

Bilal Masjid Agung An-Nur Riau

Amir MZ (1968-1973)

Khalil Yahya (1968-1969)

Abdul Wahab (1968-1969)

Mahadi S (1979)

Mas`ari (1970-1971)

panorama Masjid Agung An-Nur di malam hari (foto dariflickr)

Renovasi Total Masjid Agung An-Nur Riau

Masjid Agung An-Nur Riau yang kita saksikan begitu megah waktu ini bukanlah bangunan asli hasil pembangunan tahun 1966 & diresmikan tahun 1968. Tapi adalah bangunan hasil renovasi total dan pembangunan pulang menurut masjid Agung An-Nur yg usang. Di pergantian milenium tahun 2000 kemudian, dalam waktu Riau dibawah kepemimpinan gubernur Shaleh Djasit, Masjid Agung An-Nur yang lama pada rombak total ke bentuknya saat ini.

Dari pembangunan tahun 2000 tadi luas huma masjid ini bertambah 3 kali lipat dari sebelumnya yg hanya seluas 4 hektar sebagai 12.6 hektar. Luasnya huma masjid baru ini menaruh keleluasaan bagi penyediakan lahan terbuka buat publik Pekanbaru termasuk di dalamnya daerah taman nan hijau dan lahan parkir yang begitu luas.

Arsitektural Masjid Agung An-Nur Riau

Arsitektural Masjid Agung An-Nur yg usang sama sekali berubah ke dalam wujudnya yang baru seperti yang kita lihat waktu ini. Masjid Agung An-Nur Riau di Pekanbaru ini disebut dianggap sebagai Taj Mahalnya propinsi Riau. Jika kita amati arsitektural masjid Agung An-Nur memang mempunyai beberapa kecenderungan dengan Taj Mahal. Lengkap menggunakan kubah besar -nya & empat menara tinggi pada ke-empat penjurunya. Namun tentu saja Masjid Agung An-Nur Riau di Pekanbaru ini adalah bangunan modern & dilengkapi fitur fitur abad 21.

Tata lampu yang menghias masjid ini memang menarik perhatian

fotografer untuk di abadikan keindahannya di malam hariPanoramio

Masjid Agung An-Nur Riau terdiri dari 2 lantai, ruang sholat primer berada di permukaan & pada lantai bawah adalah sekretariat pengurus masjid, manajemen, remaja masjid dan tempat pelaksanaan pendidikan Islam. Halaman masjid Agung An-Nur Riau merupakan lapangan luas, apabila sore hari ramai dikunjungi rakyat kota buat berolahraga atau bersantai. Suasana meriah ini meningkat berkali kali lipat selama bulan suci Ramadhan.

Fasilitas Masjid Agung An-Nur Pekanbaru

Lantai bawah masjid merupakan sekretariat pengurus masjid, manajemen, remaja masjid serta ruang ruang kelas loka aplikasi pendidikan Islam.

Tersedia fasilitas hot spot gratis tanpa bayar dan free user logon tanpa harus meminta password, jadi apabila anda bawa laptop berfasilitas Wifi anda dapat berinternet sepuasnya.

Eskalator di masjid Agung An-Nur Riau

Untuk memudahkan gerak jemaah, Masjid Agung An-Nur Riau pula dilengkapi menggunakan eskalator penghubung antara lantai satu & dua.

Di laman masjid Agung An-Nur Riau merupakan lapangan luas, jika sore hari ramai dikunjungi rakyat kota Pekanbaru untuk berolahraga atau bersantai.

Lahan Parkir Masjid Agung sangat luas, baik sepeda motor juga tunggangan roda empat.

Masjid Agung An Nur juga dilengkapi oleh bermacam fasilitas seperti pendidikan mulai dari playgrup, TK, SD, SMP & SMA, perpustakaan yang lengkap dan fasiltas lain seperti aula dan ruang pertemuan, ruand kelas dan ruang ruang kantor.

Aktivitas Masjid Agung An-Nur Riau

Selain menjadi pusat peribadatan, seperti penyelenggaraan sholat lima waktu termasuk sholat Jum’at, sholat Idul Fitri dan Idul Adha dan kegiatan umat lainnya yang merupakan bentuk-bentuk pengimarahan masjid, Masjid Agung An-Nur Riau di Pekanbaru ini juga menyelenggarakan pengajian rutin bagi pembinaan ummat. Kegiatan pengajian mempunyai dua bentuk yaitu ceramah dan membaca Al-Quran.

Ceramah agama dilaksanakan setiap hari ba’da sholat maghrib dan ba’da sholat subuh. Ceramah agama mingguan dilaksanakan setiap hari Kamis, Sabtu dan Ahad ba’da sholat Ashar. Untuk kegiatan membaca Al-Quran terdiri dari membaca Al-Quran tingkat dasar setiap hari kecuali hari Ahad, dan pelajaran seni membaca Al-Qur’an (tilawatil Qur’an) disetiap hari Senin, Rabu dan Sabtu.

Pengasuh kajian agama Islam di Masjid Agung An-Nur ini juga dari kalangan yang begitu kompeten, salah satunya adalah Ustadz Dr Musthafa Umar, Doktor tafsir dari Universitas Malaya Malaysia yang secara rutin menjadi pengasuh kajian Tafsir dan Kuliah Subuh di Masjid Annur Pekanbaru sejak tahun 2003. Jemaah tetap Kajian Tafsir dan kuliah subuh Masjid Agung An-Nur ini pada bulan Juni lalu mengikuti program Diploma Eksekutif Pengurusan Masjid (DePim) di Kuala Lumpur, Malaysia.

Masjid Agung An-Nur Riau di malam hari (foto daripanoramio)

Program Diploma Eksekutif Pengurusan Masjid (DePim) tersebut diselenggarakan selama enam minggu oleh Universitas Malaysia Sabah (UMS), Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) dan Masjid Al-Ghufran Kuala Lumpur. Tujuan dari program tersebut adalah untuk menghasilkan sumberdaya manusia pengelola masjid profesional. Program tersebut terbuka bagi pengelola, pengurus, imam, bilal dan individu yang berminat dari manapun, baik dalam maupun luar Malaysia.

Selain itu salah satu acara yang cukup menarik jemaah di Masjid Agung An-Nur Riau di Pekanbaru ini adalah program I’tikaf selama bulan suci Ramadhan yang diikuti oleh begitu banyak jemaah. Pada Ramadhan 1431H/2010 lalu di hari ke 27 Ramadhan tercatat diikuti oleh 2470 jemaah, tidak termasuk jemaah yang tidak mengisi daftar hadir, sebuah program yang cukup meriah tentunya.

Foto Foto Masjid Agung An-Nur Riau

Nice night light reflection (panoramio)

Night silhouet (photobucket)

dari sudut taman (foto dariFlickr)

Idul Fitri 1428H (foto dariflickr)

Dari pengamatan CCTV (foto dariflickr)

Referensi

riau.kemenag.go.id  - Masjid Agung An-Nur, Masjid Kebanggaan Masyarakat Riau

pekanbaruriau.com – mesjid agung an-nur

alikhlasjatipadang.com – masjid agung an-nur riau

uin.suska.ac.id – sejarah ringkas uin suska

hidayatullah.com – tingkatkan sdm masjid, malaysia selenggarakan diploma khusus

------------------------------ooOOOoo--------------------------------

Baca juga artikel masjid masjid di pulau Sumatera lainnya

Mesjid Nurul Iman kota Padang, Sumatera Barat‎

Masjid Agung Al Falah Jambi, Masjid Seribu Tiang

Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh (Bagian I) dan (Bagian II)

Masjid Jami' Indrapuri, Aceh

Masjid Raya Batam, Kepulauan Riau

Masjid Raya Natuna, Kepulauan Riau

Masjid Agung Sultan Palembang (Bagian I) dan (Bagian II)

Monday, August 24, 2020

Masjid Raya Syahabuddin Siak Sri Indrapura (bagian-2)

Masjid Raya Syahabuddin Siak Sri Indrapura dan Makam Raja Siak

Arsitektur Masjid Syahabuddin

Masjid ini merupakan perpaduan kemajemukan arsitektur Masjid Nusantara, pengaruh arsitektur Islam Mughal India terlihat pada atap kubah bawang, bukan pada balok lengkung dan bentuk kusen nya. Karakter lokalnya tampak pada kubah utama di atas ruang shalat ruang sholat dan juga kubah yang lebih kecil di atas ruang mihrab. Pada interiornya terdapat mimbar kayu berukir diperkirakan seusia dengan masjid ini. mimbar di dalam masjid ini mirip dengan kebanyakan mimbar masjid masjid di pulau Jawa.

mesjid ini bentuknya khas dan unik. Di dalamnya ada ukiran kaligrafi yang indah mengelilingi ruangan mesjid dan terdapat pula sebuah mimbar yang terbuat dari kayu berukir indah bermotifkan daun, sulur dan bunga. Di ruang utama, langit-langit berbentuk segi delapan dan ditopang delapan tiang yang mengelilingi pusat ruang. Masjid dipenuhi ornamen-ornamen bewarna hijau dan emas, Langit-langitnya tinggi dihiasi lampu gantung kristal. Di sebelah barat mesjid ini terdapat pemakaman Sultan Syarif Kasim beserta permaisuri dan istrinya yang selalu diziarahi. Komplek makam ini dibangun sebagai sebuah kolosium dengan gaya modern karena memang dibangun sejak tahun 2002.

Masjid Raya Syahabuddin Siak Sri Indrapura

Mengenal Kesultanan Siak Sri Indrapura

Kerajaan Siak Sri Indrapura didirikan pada tahun 1723 M oleh Raja Kecik yang bergelar Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah putera Raja Johor (Sultan Mahmud Syah) dengan istrinya Encik Pong, dengan pusat kerajaan berada di Buantan. Konon nama Siak berasal dari nama sejenis tumbuh-tumbuhan yaitu siak-siak yang banyak terdapat di situ.

Sebelum kerajaan Siak berdiri, daerah Siak berada dibawah kekuasaan Johor. Yang memerintah dan mengawasi daerah ini adalah raja yang ditunjuk dan di angkat oleh Sultan Johor. Namun hampir 100 tahun daerah ini tidak ada yang memerintah. Daerah ini diawasi oleh Syahbandar yang ditunjuk untuk memungut cukai hasil hutan dan hasil laut.

Pada awal tahun 1699 Sultan Kerajaan Johor bergelar Sultan Mahmud Syah II mangkat dibunuh Magat Sri Rama, istrinya yang bernama Encik Pong pada waktu itu sedang hamil dilarikan ke Singapura, terus ke Jambi. Dalam perjalanan itu lahirlah Raja Kecik dan kemudian dibesarkan di Kerajaan Pagaruyung Minangkabau. Sementara itu pucuk pimpinan Kerajaan Johor diduduki oleh Datuk Bendahara tun Habib yang bergelar Sultan Abdul Jalil Riayat Syah.

Interior Masjid Raya Syahabuddin

Setelah Raja Kecik dewasa, pada tahun 1717 Raja Kecik berhasil merebut tahta Johor. Tetapi tahun 1722 Kerajaan Johor tersebut direbut kembali oleh Tengku Sulaiman ipar Raja Kecik yang merupakan putera Sultan Abdul Jalil Riayat Syah.

Dalam merebut Kerajaan Johor ini, Tengku Sulaiman dibantu oleh beberapa bangsawan Bugis. Terjadilah perang saudara yang mengakibatkan kerugian yang cukup besar pada kedua belah pihak, maka akhirnya masing-masing pihak mengundurkan diri. Pihak Johor mengundurkan diri ke Pahang, dan Raja Kecik mengundurkan diri ke Bintan dan seterusnya mendirikan negeri baru di pinggir Sungai Buantan (anak Sungai Siak). Demikianlah awal berdirinya kerajaan Siak di Buantan.

Namun, pusat Kerajaan Siak tidak menetap di Buantan. Pusat kerajaan kemudian selalu berpindah-pindah dari kota Buantan pindah ke Mempura, pindah kemudian ke Senapelan Pekanbaru dan kembali lagi ke Mempura. Semasa pemerintahan Sultan Ismail dengan Sultan Assyaidis Syarif Ismail Jalil Jalaluddin (1827-1864) pusat Kerajaan Siak dipindahkan ke kota Siak Sri Indrapura dan akhirnya menetap disana sampai akhirnya masa pemerintahan Sultan Siak terakhir.

Bangunan baru dengan kubah bawang di bagian depan foto adalah kubah makam Sultan Syarif Khasim II dan raja raja Siak serta kerabatnya.

Pada masa Sultan ke-11 yaitu Sultan Assayaidis Syarief Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin yang memerintah pada tahun 1889 - 1908, dibangunlah istana yang megah terletak di kota Siak dan istana ini diberi nama Istana Asseraiyah Hasyimiah yang dibangun pada tahun 1889. Dan oleh bangsa Eropa menyebutnya sebagai The Sun Palace From East (Istana Matahari dari Timur).

Pada masa pemerintahan Sultan Syarif Hasyim ini Siak mengalami kemajuan terutama dibidang ekonomi. Dan masa itu pula beliau berkesempatan melawat ke Eropa yaitu Jerman dan Belanda. Setelah wafat, beliau digantikan oleh putranya yang masih kecil dan sedang bersekolah di Batavia yaitu Tengku Sulung Syarif Kasim dan baru pada tahun 1915 beliau ditabalkan sebagai Sultan Siak ke-12 dengan gelar Assayaidis Syarif Kasim Abdul Jalil Syaifuddin dan terakhir terkenal dengan nama Sultan Syarif Kasim Tsani (Sultan Syarif Kasim II).

Sultan As-Sayyidi Syarif Kasim Abdul Jalil Syaifuddin II atau Sultan Syarif Kasim II (lahir di Siak Sri Indrapura, Riau, 1 Desember 1893) adalah sultan ke-12 Kesultanan Siak. Dia dinobatkan sebagai sultan pada umur 21 tahun menggantikan ayahnya Sultan Syarif Hasyim.

Kuning merupakan warna kebesaran kesultanan melayu dengan sedikit sentuhan warna hijau

Riau di bawah Kesultanan Siak pada masa Sultan Syarif Kasim II

Ketika Jepang kalah, ikatan Hindia Belanda lepas, Sultan Syarif Kashim menghadapi 3 pilihan: berdiri sendiri sperti dulu, bergabung dengan Belanda, atau bergabung dg Republik Indonesia. Sultan menentukan pilihan bergabung dengan NKRI. Bersamaan dengan diproklamirkannya Kemerdekaan Republik Indonesia, beliau pun mengibarkan bendera merah putih di Istana Siak dan tak lama kemudian beliau berangkat ke Jawa menemui Bung Karno dan menyatakan bergabung dengan Republik Indonesia sambil menyerahkan Mahkota Kerajaan serta uang sebesar Sepuluh Ribu Gulden. Dan sejak itu beliau meninggalkan Siak dan bermukim di Jakarta. Baru pada tahun 1960 kembali ke Siak dan mangkat di Rumbai pada tahun 1968.

Beliau tidak meninggalkan keturunan baik dari Permaisuri Pertama Tengku Agung maupun dari Permaisuri Kedua Tengku Maharatu. Pada tahun 1997 Sultan Syarif Kasim II mendapat gelar Kehormatan Kepahlawanan sebagai seorang Pahlawan Nasional Republik Indonesia. Makam Sultan Syarif Kasim II terletak ditengah Kota Siak Sri Indrapura tepatnya disamping Mesjid Sultan yaitu Mesjid Syahabuddin.

Diawal Pemerintahan Republik Indonesia, Kabupaten Siak ini merupakan Wilayah Kewedanan Siak di bawah Kabupaten Bengkalis yang kemudian berubah status menjadi Kecamatan Siak. Barulah pada tahun 1999 berubah menjadi Kabupaten Siak dengan ibukotanya Siak Sri Indrapura berdasarkan UU No. 53 Tahun 1999.***

Referensi

sungaikuantan.com - kerajaan-siak-sri-indrapura-warisan

krishadiawan.co.cc - sejarah-kerajaan-siak-sri-inderapura

riau1.kemenag.go.id  - Masjid Syahabudin Siak

detiknews.com - mengintip-masjid-sultan-siak

harian kompas, edisi minggu 10 Agustus 2003

Baca Juga

Masjid Agung Madani Islamic Center Rokan Hulu - Riau

Masjid Agung An-Nur Riau di Pekanbaru

Sunday, August 23, 2020

Masjid Raya Syahabuddin Siak Sri Indrapura

Warisan Sultan Siak Sri Indrapura. Masjid Syahabuddin merupakan masjid kabupaten sekaligus masjid bersejarah peninggalan kesultanan Siak Sri Indrapura di kota Siak

Masjid Syahabuddin merupakan masjid tertua di kota Siak Sri Indrapura, ibukota kabupaten Siak pada Provinsi Riau, masjid ini merupakan warisan berdasarkan Kesultanan Siak yang dibangun semasa kekuasaan Sultan Siak ke-12, Sultan Syarif Kasim II. Sehingga masjid ini acapkali dikenal masyarakat dengan sebutan Masjid Sultan Siak. Pasa masa kejayaan kesultanan Siak Sri Indrapura Masjid ini menjadi salah satu sentra pengkajian Islam terbesar pada Asia Tenggara.

Sampai sekarang masjid tadi masih menjadi loka ibadah masyarakat kota Siak. Apa lagi masjid ini dilengkapi fasilitas pendingin udara AC yang menciptakan ruangan masjid bertambah sejuk. Selama bulan Ramadan pun poly rakyat yg menjatuhkan pilihannya buat melaksanakan salat fardu maupun sunah pada masjid ini. Selain itu, pada sebelah masjid juga terdapat makam sultan.

Megah pada balutan warna kuning khas melayu menggunakan sedikit sentuhan rona hijau

Selain menjadi tempat beribadah, masjid tadi pula dijadikan lokasi wisata riligi. Berbagai tamu wisata baik lokal maupun mancanegara sering singgah barang sejenak pada masjid ini. Diantara wisatawan lain, pengunjung menurut negeri jiran Malaysia yg paling poly mengunjungi masjid ini. Lantaran memang Kesultanan Siak dalam mulanya berawal dari Kesultanan Johor di Malaysia.

Lokasi Masjid Syhabuddin Siak

Jl. Sultan Ismail Kota Siak Sri Indrapura

Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Indonesia

koordinat : 0? 47' 41.35danquot; N 102? Dua' 48.22" E

Masjid Syahabuddin terletak di Jl Sultan Ismail, sempurna pada persimpangan dengan ruas jalan Datuk Pesisir pada kota Siak yg berjarak sekitar 30 meter berdasarkan bibir sungai Siak. Masjid berwarna kuning menggunakan polesan cat hijau dibeberapa tiang penyangganyanya ini dilingkupi rerumputan hijau yg menambah keindahan tersendiri. Ada 2 bangunan megah dalam komplek masjid ini, yakni bangunan Masjid Syahabuddin & bangunan ke 2 yg seperti dengan bangunan masjid terbaru dengan kubah bawang merupakan bangunan komplek pemakaman raja raja Siak, famili & kerabatnya.

Kehadiran masjid ini tidak hanya sekedar sebagai loka ibadah semata. Sejak dulu, Masjid Syhabuddin sebagai pusat pendidikan islam terbesar pada Asia Tenggara. Pada saat itu, Sultan mendatangkan guru-pengajar islam dari tanah Arab. Sejarah pertanda, kerajaan Siak tempo dulu merupakan pusat pendidikan Islam terbesar pada Asia Tenggara. Banyak negara sahabat seperti Malaysia, Filipina, dan Thailand belajar pendidikan Islam pada Kesultanan Siak.

Teras Masjid Syahabuddin

Asal Muasal Nama Syahabuddin

Nama masjid Syahabudin diambil menurut nama suku Syahad dari keturunan Sultan Kerajaan Siak yang berasal berdasarkan Arab, mulai menurut Sultan ke-dua yaitu Sultan Muhammad Ali. Sumber yg lain mengungkapkan bahwa Nama masjid ini diambil berdasarkan nama imam Sayyid Osman Syahabuddin. Adapula yang mengartikan nama Masjid ini menjadi gugusan dari dua kata ?Syah? Yg berarti penguasa dan ?Addin? Yang berarti agama.

Sejarah Masjid Syahabuddin

Masjid Syahabudin yang pertama terletak di Jalan Syarif Kasim dibangun tahun 1302 Hijriah bertepatan menggunakan tahun 1882 Miladiah, berdekatan menggunakan istana kesultanan. Bangunan fisiknya terbuat menurut kayu, di dalamnya masih ada mimbar yg berukir berdasarkan Jepang. Kemudian masjid Syahabudin dipindahkan secara permanen pembangunannya ke Jalan Sultan Ismail pada tepi Sungai Siak, berjarak sekitar 300 M dari istana As Seraya Hasniliyah Siak.

Masjid Syahabuddin menurut jalan Sultan Syarif Khasim

Masjid Syahabudin didirikan sang Sultan yg ke-12 bernama Sultan Assayyidis Syarif Kasim Abdul Jalil Syaefudin (Sultan Syarif Qasim II), dimulai dalam tahun 1927 & terselesaikan dibangun pada tahun 1935. Dana pembangunan masjid tersebut asal dari dana kerajaan dan partisipasi rakyat Siak. Dalam aplikasi pembangunan masjid, buat menimbun tanah khususnya pondasi masjid dilakukan secara gotong-royong oleh kaum mak pada malam hari, mengingat masa itu masih berlaku Adat Pingitan bagi kaum perempuan (pada masa Pemerintahan Sultan Syarif Qasim II).

Untuk sebagai imam dalam masa itu persyaratannya telah lulus tes oleh Qodi Siak di zaman Sultan pada masa itu. Kepengurusan Masjid Syahabudin dikoordinir oleh Sultan Siak, karenanya yang menjadi imam dan khatib digaji oleh Sultan Siak. Diantara mereka adalah: H. Abdul Wahid, Tuan Lebay Abdul Muthalib, & Imam Suhel.

Kemudian dalam tahun 1945 selesainya Indonesia merdeka, semua aset kerajaan diserahkan kepada Pemerintah Republik Indonesia, sebagai akibatnya masjid tersebut dijadikan masjid kecamatan. Dengan adanya pemekaran daerah pada Provinsi Riau, Siak sebagai kabupaten, maka masjid itupun naik status sebagai masjid kabupaten. Dengan demikian, selain bersatus menjadi masjid kabupaten, masjid ini juga sebagai masjid bersejarah.

Bersambung

Referensi

sungaikuantan.com - kerajaan-siak-sri-indrapura-warisan

krishadiawan.co.cc - sejarah-kerajaan-siak-sri-inderapura

riau1.kemenag.go.id  - Masjid Syahabudin Siak

detiknews.com - mengintip-masjid-sultan-siak

harian kompas, edisi minggu 10 Agustus 2003

Baca Juga

Masjid Agung Madani Islamic Center Rokan Hulu - Riau

Masjid Agung An-Nur Riau di Pekanbaru

Asal SEO

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done