Islami Pedia: Masjid di India
News Update
Loading...
Showing posts with label Masjid di India. Show all posts
Showing posts with label Masjid di India. Show all posts

Saturday, October 3, 2020

Masjid Jami Delhi - India

Masjid Jami? Delhi pada Idul Adha lepas 17 November 2010

(foto dari sacbee.com)

Masjid Jami Delhi atau Masjid-i Jahān-Numā atau lebih dikenal dalam artikel berbahasa inggris dengan sebutan the Jama Masjid of Delhi adalah masjid Jami di kota Delhi Tua, India.  Disebut Delhi tua karena kawasan ini memang kawasan kota Delhi Tua.  Masjid Jami Delhi merupakan salah satu bangunan fenomenal warisan dari Sultan Shah Jehan, Sultan dari Kesultanan Mughal yang terkenal dengan bangunan wujud cintanya terhadap sang permaisuri di kota Agra, Taj Mahal. Masjid Jami Delhi dibangun tahun 1644 – 1658M. lokasinya berada di kawasan paling sibuk di pusat kota Delhi Tua di kawasan chawri bazaar road, Masjid Jami Delhi merupakan masjid terbesar di India.

Lokasi Masjid Jami Delhi

Meena Bazar, Daryaganj, Chandni Chowk,

New Delhi, Delhi 110006, India. 09810700211

Koordinat geografi : 28.651?N 77.234?E

Lihat Masjid Jami' Delhi - India di peta yang lebih besar

Masjid Jami Delhi berada di atas bukit pada sebelah timur kawasan bekas ibukota dinasti mughal di era Shah Jahan, tempat yang bernama Shahjahanbad. Nama ?Jami? Yang disandang masjid ini tentu saja lantaran fungsinya yg jua menyelenggarakan sholat Jum?At selain sholat harus lima saat. Masjid ini jua menyimpan beberapa benda kuno yang disimpan di pada ruang khusus pada gerbang utara diantaranya adalah lembaran Al-Qur?An antik yang ditulis di kulit rusa, beberapa helai jenggot Rosulollah, Sendal dan cetak tapak kaki beliau.

Sejarah Masjid Jami Delhi – India

Masjid Jami Delhi dibangun sang Sultan Shah Jahan yang merupakan Sultan ke 5 berdasarkan dinasti Islam Mughal. Kesultanan Mughal meninggalkan begitu banyak warisan masjid masjid megah bersejarah termasuk masjid Badshahi dan Masjid Wazir Khan di Lahore - Pakistan yg sudah di ulas pada artikel terdahulu. Peletakan batu pertama pembangunan masjid ini dilakukan sendiri Oleh Sultan Shah Jahan.

Masjid Jami? Delhi pada pandang menurut balkon keliru satu menaranya

(foto daripanoramio) Wilayah kekuasaan dinasti Islam Mughal begitu luas meliputi keseluruhan wilayah anak benua India yang kini menjadi wilayah India, Pakistan dan Bangladesh hingga ke wilayah Afganistan. Sebuah kesultanan yang begitu besar pada masanya, Itu sebabnya warisan budaya Mughal tersebar melintasi wilayah Negara Negara tersebut. Selain membangun Masjid Jami Delhi, Shah Jehan juga membangun beberapa masjid penting di India termasuk masjid Jami di Agra, Ajmer dan Lahore. Denah masjid Jami Delhi ini sangat mirip dengan Masjid Jami di Fatehfur Sikri di dekat kota Agra namun Masjid Jami Delhi memiliki ukuran lebih besar. Delhi Red Fort  (Benteng Merah Delhi) yang berseberangan dengan masjid ini juga merupakan peninggalan dari Sultan Shah Jehan.

Mihrab & mimbar masjid Jami? Delhi, lihat

lantainya yang tidak ditutup sajadah yang pada-

bentuk berornamen misalnya sajadah, sejati -

nya lantai ini terbuat  dari  pualam  yang  di -

gosok hingga sangat halus dan mengkilap

(foto en.wikipedia)

Pembangunan masjid ini mendapat perhatian spesifik dari Sultan dengan mengutus Perdana menterinya Saadullah Khan buat mengawasi pribadi proses pembangunan masjid ini. Ada dua hal yang sahih sahih sebagai perhatian Sultan merupakan pembuatan kaligrafi Al-Qur?An yg menghias masjid ini dan pembuatan mimbar di mihrab, mimbar masjid Jami wajib lebih tinggi dari Singgasana Sultan yg terletak pada Red Fort.

Sejarah Masjid Jami? Delhi nir bisa dilepaskan berdasarkan Sejarah para imamnya. Imam pertama masjid ini, Syed Abdul Ghafoor Shah Bukhari adalah tokoh pilihan yg diminta secara khusus sang Shah Jehan kepada Sultan Bukhara (kini masuk daerah Uzbekistan) buat menempati posisi terhormat menjadi imam kerajaan di masjid Jami? Delhi. Khusus untuk Jabatan Imam bagi Masjid Jami yg kala itu tiada tandingannya, Shah Jahan menginginkan seseorang tokoh dengan kepribadian yg jua tiada tanding. Pilihan dia jatuh pada wilayah Kesultanan Bukhara yg kala itu merupakan pusat ilmu pengatahuan dan seni. Shah Jahan kemudian berkirim surat pada sultan Bukhara memohon buat dikirimkan seseorang Imam buat masjid Jami Delhi.

Pada tanggal 24 Juli 1656M / 1 Syawal 1066H Shah Jahan beserta seluruh menteri beserta rombongan bersama ummat Islam Delhi menyelenggarakan sholat berjamaah buat pertama kali dimasjid ini, sholat Idul Fitri 1066H eksklusif di imami sang Syed Abdul Ghafoor Shah Bukhari. Setelah itu Sultan Shah Jahan memasangkan Jubah kebesaran pada Shah Bukhari dan mengumumkan pengangkatannya menjadi Imamat-e-Uzma menggunakan gelar Shahi Imam. Sejak waktu itu jabatan imam masjid Jami? Delhi dipegang oleh Shah Bukhari dan dilanjutkan sang keturunannya berdasarkan generasi ke generasi.

Di tembok sebelah pada ruang primer masjid ini terukir sejarah pembangunan masjid ini. Disebutkan disana arsitek masjid ini bernama Ustad Khalil. Disebutkan juga bahwa Shah Jehan mengundang Syed Abdul Ghafoor Shah Bukhari eksklusif berdasarkan Bukhara untuk hadir dalam pelantikan masjid ini pada lepas 23 Juli 1656M, dan lalu menjadi Imam Shahi pertama pada masjid Jami? Delhi.

Dekka   tempat   khusus   untuk   Muatlawi

(imam kedua)  yang mengulangi bacaan -

imam agar terdengar  oleh  jemaah  yang

berada di shaf belakang. (molon.de)

Arsitektural Masjid Jami Delhi

Masjid Jami Delhi dilengkapi dengan tiga gerbang akbar di masing masing sisi timur, utara dan selatan, dulunya gerbang timur masjid ini adalah gerbang paling utama karena sebagai gerbang masuk dan keluarnya keluarga kerajaan Mughal. Kini gerbang timur hanya dibuka pada hari Jum?At. Dua menara dengan tinggi masing masing 41 meter, 5 lantai & galat satu lantainya dilengkapi dengan balkoni. Menara masjid ini diperindah menggunakan lapisan batu merah & batu pualam putih. Sedangkan di bagian belakang masjid masih masih ada lagi 4 menara kecil sama misalnya pada bagian depan. Delapan menara kecil dan 2 menara tinggi masjid ini semuanya dibangun dalam arsitektural khas Mughal.

Ke tiga gerbang utama masjid ini membawa pengunjung ke pelataran tengah masjid (inner courtyard). Sebuah halaman terbuka ukuran 1200 meter persegi sanggup menampung kurang lebih 100 ribu jemaah. Di pelataran ini juga terdapat kolam penampungan air yang merupakan kolam buat berwudhu. Di sebelah depan (sebelah barat) kolam ini dibangun sebuah loka yg sedikit ditinggikan dari permukaan lantai sekitarnya yg diklaim Dikka, loka ini disediakan bagi seorang muatllawi (imam ke 2) yg mengulang bacaan yang di baca oleh imam, mengingat masjid ini begitu besar sampai tidak seluruh bacaan imam terdengar oleh jemaah yang berada pada belakang.

Jemaah sholat hari raya di masjid Jami' Delhi (Foto darigamarphoto)

Bangunan primer masjid Jami Delhi terdapat di sisi barat komplek bangunan ini. Terdapat delapan pintu masuk berlengkung & dinding sisi dalam masjid ditutup dengan pualam putih hingga dengan tinggi pinggang orang dewasa. Melewati pintu masuk ini masih ada ruang sholat utama berbentuk persegi panjang berukuran 61m x 27.5m menggunakan sebelas lengkungan.

(foto darinisamufti)

Masjid yang begitu luas dan akbar ini tampak terlalu sempit di 2 sholat hari raya ketika jemaah membludak dan meluber menurut kawasan masjid hingga ke atap yg tidak semestinya dipakai buat tempat sholat. Tradisi Ramadhan juga hingar bingar pada masjid ini, kesibukan tampak jelas mewarnai sebulan penuh pengurus masjid ini untuk menyediakan kuliner berbuka puasa bagi jemaah masjid. Sebuah tradisi yang telah bertahan ratusan tahun secara turun temurun.

gerbang timur Masjid Jami Delhi (foto dari taghribnews.ir)

Sepasukan  polisi  India  berjaga  jaga  di-

sekitar  masjid  Jami' Delhi paska  insiden

pemembakan terhadap wisatawan Taiwan

di masjid ini (Foto dari defence.pk)

Insiden Serangan Teroris di Masjid Jami? Delhi

Tanggal 14 April 2006 sebuah ledakan bom mengguncang Masjid Jami Delhi. Ledakan pertama terjadi pada pukul 17:26 disusul ledakan kedua pada pukul 17:33. Meski nir menimbulkan kerusakan dalam bangunan masjid namun dua ledakan tadi menciderai setidaknya13 jemaah. Ketika itu tengah berlangsung sholat Jum?At pada masjid ini yg adalah sholat Jum?At pertama setelah peringatan maulid nabi. Jemaah yg hadir di hari Jum?At itu mencapai 1000 orang.

Dua ledakan tadi bukan peristiwa satu satunya yang terjadi pada masjid ini. 15 September 2010 terjadi peristiwa penembakan terhadap turis asal Taiwan yg sedang berkunjung ke masjid ini. Pria bersenjata memakai sepeda motor melepaskan tembakan ke arah bis wisatawan Taiwan yg sedang pada parkir pada dekat gerbang-tiga masjid Jami Delhi.

Imam Imam Masjid Jami’ Delhi

1) Syed Abdul Ghafoor Shah Bukhari Shahi Imam

2) Syed Abdul Shakoor Shah Bukhari Shahi Imam

tiga) Syed Abdul Raheem Shah Bukhari Shahi Imam

4) Syed Abdul Ghafoor Shah Bukhari Thani Shahi Imam

5) Syed Abdul Rehman Shah Bukhari Shahi Imam

6) Syed Abdul Kareem Shah Bukhari Shahi Imam

7) Syed Mir Jeewan Shah Bukhari Shahi Imam

8) Syed Mir Ahmed Ali Shah Bukhari Shahi Imam

9) Syed Mohammed Shah Bukhari Shahi Imam

10) Maulana Syed Ahmed Bukhari Shahi Imam

11) Maulana Syed Hameed Bukhari Shahi Imam

12) Syed Abdullah Bukhari

13) Syed Ahmed Bukari

Panorama 360 derajat Masjid Jami Delhi

Jama Masjid Inside View in New Delhi

Delhi, Jama Masjid Courtyard View in New Delhi

Referensi

en.wikipedia – jama masjid delhi

4to40.com – jama masjid delhi

culturindia.net – jama masjid

hotels-new-delhi.com – jama masjid

indiaprofile.com - jamamasjid

indiasite.com – jamamasjid

jmuf.org – jama masjid united forum

---------

Artikel terkait :

Masjid Wazir Khan Lahore, Pakistan

Masjid Badshahi ? Lahore, Pakistan

Masjid Taj Mahal ? India

Masjid Jami? Cheraman, Masjid Pertama pada India

Jejak Indonesia di Masjid Masjid Sri Lanka

Thursday, October 1, 2020

Masjid Taj Mahal – India

Masjid Taj Mahal terletak di sebelah timur bangunan Taj Mahal

(Foto dari desktopart)

Siapa yang tidak kenal dengan Taj Mahal ? di buku buku atlas dunia untuk sekolah sekolah di tanah air masih mencantumkan 7 keajaiban dunia yang salah satunya adalah Taj Mahal di Agra – India. Bangunan megah ini merupakan warisan Sultan Shah Jahan dari dinasti Islam Mughal sebagai bentuk cintanya yang begitu mendalam kepada istinya tercinta Mumtaz Mahal, dibangun pada tahun 1631-1648. Tapi jangan sampai terkecoh dengan bentuknya yang seperti masjid. Taj Mahal bukanlah sebuah masjid, tapi sebuah mausoleum alias bangunan makam. Ya bangunan makam untuk almarhum Mumtaz Mahal istri dari Shah Jehan.

Taj Mahal merupakan sebuah komplek yang begitu luas terdiri dari bangunan Taj Mahal, sebuah istana peristirahatan (Jawab) kesultanan Mughal disebelah timur, dan sebuah masjid Megah di sebelah barat. Komplek ini juga dilengkapi dengan pelataran dan taman yang begitu indah. Ketiga bangunan itu dibangun secara simetris di lokasi yang bersebelahan satu dengan yang lain nya. Bangunan Masjid dan bangunan istana peristirahatan di komplek Taj Mahal merupakan dua bangunan kembar yang sangat identik satu sama lain. Sangat sulit membedakan kedua bangunan ini dari luar.

Memang cukup menarik untuk mencermati dan menikmati masjid masjid peninggalan dinasti Mughal. Masjid yang penuh dengan keindahan, karya seni yang tinggi, dibangun dalam sebuah ketelitian yang luar biasa dan menjadi warisan mahakarya seni Islam yang patut dibanggakan dari era ke-emasan Islam di anak benua India.

Lokasi Masjid Taj Mahal

Komplek Maosoleum Taj Mahal , Agra, Uttar Pradesh, India

Telp : 09650815940

View Masjid Taj Mahal - India in a larger map

Letak masjid ini yang berada di sebelah barat bangunan mausoleum Taj Mahal tentu saja untuk menghindari sholat menghadap ke makam yang dilarang oleh ajaran Islam. Jemaah yang sholat di masjid Taj Mahal tentu saja akan membelakangi Maosoleum Taj Mahal Yang terdapat makam di dalamnya. Masjid Taj Mahal dibangun dalam perpaduan seni gabungan khas dinasti Mughal, Persia dan arsitektural Islam. Komplek Taj Mahal ini berada di tepian sungai Yamuna sehingga banyak pelancong yang menikmati dan meng-abadikan komplek bangunan ini dari seberang sungai yang menampilkan keindahan tersendiri dengan pantulan bentuk bangunannya di permukaan air sungai Yamuna.

Sejarah masjid Taj Mahal

Masjid Taj Mahal dibangun tahun 1632-1652. Sebuah mega proyek pada zamannya dengan mempekerjakan ribuan pekerja bangunan dan pekerja seni menangani pembuatan kaligrafi ayat ayat suci Al-Qur’an, Asma Allah hingga ukiran ornamen ornamen islami yang menghias hampir keseluruhan bangunan masjid ini. Masjid Taj mahal dirancang oleh Isa Muhammed yang memegang peranan penting dalam keseluruhan rancang bangun masjid ini.

Masjid Taj Mahal berada di sebelah kanan (barat) dan disebelah timur

adalah istana peristirahatan kesultanan (jawab) foto dari Wikipedia

Pada tahun 1983 Masjid Taj Mahal masuk dalam situs warisan sejarah dunia Unesco, terkenal dengan sebutan sebagai  ‘permata seni islam di India, dan salah satu mahakarya universal warisan dunia”.

Interior  Masjid  Taj Mahal,  bentuk  seperti sajadah  di lantai  masjid itu

bukanlah sajadah yang sebenarnya tapi lantai pualam yang dibentuk-

sedemikian rupa hingga menyerupai bentuk sajadah (Wikipedia)

Seperti masjid masjid dari dinasti Mughal yang sudah di ulas dalam artikel artikel terdahulu, masjid Taj Mahal juga dibangun menggunakan batu pasir merah.  Dilengkapi dengan empat menara segi delapan di empat penjurunya, tiga kubah yang sangat mewah, masjid Taj Mahal berukuran 64m x 27m dan berdiri dengan anggun di lokasinya, tidak menampilkan sebuah bangunan yang kekar perkasa. Tampilan luar masjid ini terdiri dari sebuah gerbang yang begitu dominan biasa disebut dengan iwan.

Setiap sisi Iwan dilengkapi dengan dua lengkungan yang lebih kecil berlapis diantara empat tiang kecil. Disisi atas lengkungan diperindah dengan ukiran halus lapisan batu pualam sedangkan pola kotak kotak pada masjid ini dihias dengan rancangan floral alami.

Tiga kubah berlapis pualam putih menghias atap masjid ini, batu pasir

merah digunakan menutup hampir keseluruhan bangunan. sama hal-

nya dengan bangunan masjid warisan Mughal lainnya (Taj-mahal.net)

Rancangan lantai masjid dibentuk dengan jelas tiruan dari bentuk sajadah dari bahan batu pualam yang sudah digosok permukaan nya hingga sangat halus dan mengkilap ada sekitar 539 bentuk tiruan sajadah dari batu pualam di lantai dalam masjid ini. Struktur di dalam dan diluar masjid ini benar benar serupa dengan istana peristirahatan (jawab) yang lokasinya berada di sisi timur Taj Mahal, akan sangat sulit membedakan antara kedua bangunan ini. Bila dilihat dari kejauhan dua bangunan yang mengapit Taj mahal ini seakan akan merupakan refleksi dari satu dan lainnya.

Senja hari di Taj mahal, langit memerah di belakang masjid taj mahal

(foto daripanoramio)

Sebuah pemandangan luar biasa terjadi di dua sholat hari raya, ketika jemaah menyemut memadati ruangan masjid, pekarangan, hingga ke sekitar tembok Taj Mahal. Penuh sesak oleh jemaah.

Tujuan Wisata Utama di India

Taj Mahal sudah sekian lama menjadi ikon nya India. tak lengkap ke India bila belum ke Taj Mahal, dan tak lengkap bila ke Taj Mahal tapi tidak mampir sholat di masjidnya yang hanya sepelemparan batu jaraknya dari Maosoleum Taj Mahal. Sepanjang tahun tempat ini dibanjiri oleh turis manca Negara maupun turis lokal India. menjadikannya sebagai salah satu pundi pundi penghasilan devisa Negara dari sektor pariwisata India.

Panorama Masjid Taj Mahal

Taj Mahal, Yamuna River in India

Refleksi yang indah di sungai Yamuna (Foto dari gilygily.com)

Foto dari desktipart.org

Foto from flickr

Interior Masjid Taj Mahal, Mihrab dan Mimbar (Foto dari Flickr)

kolam di tengah pelataran tersebut merupakan kolam untuk wudhu

(Foto dari Flickr)

Referensi

kasakusuk.com – taj mahal mosque india terindah dan termegah

taj-mahal.net – the mosque

tajmahal.com – taj mahal

en.wikipedia – taj mahal

tajmahal.org.uk – taj mahal mosque

unesco.org – taj mahal

----------------

Baca Juga Artikel Terkait

Masjid Wazir Khan Lahore, Pakistan

Masjid Badshahi – Lahore, Pakistan

Masjid Jami’ Delhi - India

Masjid Jami’ Cheraman, Masjid Pertama di India

Jejak Indonesia di Masjid Masjid Sri Lanka

Friday, August 28, 2020

Masjid Shah Hamadan Tertua di Kashmir

# Masjid di Atap Dunia

Masjid Shah Hamdan

Kashmir merupakan sebuah lembah di India dan Pakistan yang dikenal sebagai dunianya orang shaleh dan kaum sufi. Lembah di ketingggian Himalaya, hingga seringkali di sebut sebagai negeri atap dunia. Berbagai masjid yang berhubungan dengan tokoh sufi masih berdiri hingga kini di wilayah ini dan menjadi salah satu daya Tarik wisata tersendiri bagi para pelancong. salah satunya adalah Masjid Shah Hamdan di Srinagar yang dibangun di “petilasannya” Mir Sayyid Ali Hamadani.

Masjid Shah Hamadan atau lebih dikenal dengan nama Khanqah-e-Moula adalah sebuah masjid tua di Distrik Srinagar, Negara Bagian Jammu & Kashmir, India. Masjid ini merupakan masjid tertua di kawasan Kashmir India. Dibangun tahun 1395 oleh Sultan Sikander. Masjid ini beri nama Masjid Shah Hamadan sebagai bentuk penghormatan kepada Mir Sayyid Ali Hamadani atau Shah Hamdan yang merupakan tokoh sufi sekaligus penyebar Islam di Kashmir.

Shamswari,Srinagar,

Jammu and Kashmir 190001 India

Koordinat: 34.091248°N 74.807771°E

Riwayat Pembangunan

Masjid Shah Hamadan merupakan masjid pertama yang dibangun di Srinagar. Dulunya tempat tersebut merupakan kediaman Shah Hamdan di tepian sungai Jhelum, disana beliau melakukan aktivitas sehari hari termasuk sholat lima waktu, dan pusat penyebaran dan pengajaran Islam di daerah itu. Konon, batu pondasi tempat masjid ini berdiri dulunya dari bekas kuil yang pendetanya telah ber-Islam dan menjadi murid pertama Syah Hamdan di Kashmir.

Sejak pertama kali dibangun, masjid ini telah beberapa kali mengalami kerusakan lalu dibangunan kembali. Pada tahun 1480 masjid tersebut hancur akibat kebakaran, kemudian di restorasi oleh Sultan Hassan Shah. Kemudian tahun 1493 bangunan tersebut lagi lagi  hangus terbakar, bangunan nya kemudian dibangun ulang menjadi bangunan dua lantai. Namun lagi lagi hancur oleh kebakaran tahun 1791 yang kemudian dibangun ulang secara total dalam bentuknya saat ini oleh Abul Barkat Khan. Beberapa perbaikan setelah itu dilaksanakan sebagai akibat kebakaran di tahun 2012 menyusul kemudian kerusakan akibat gempa bumi dan banjir di tahun 2015.

Ditepian sungai Jhelum

Siapakah Shah Hamdan

Mir Syed Ali Hamadani (1314- 1384) atau Shah Hamdan atau Ameer-e-Kabir, adalah seorang ulama yang berasal dari daerah Hamadan, Persia (Iran) dan datang ke Kashmir di sekitar tahun 1372 untuk menyebarkan ajaran Islam. Cukup lama tinggal di Kashmir sebelum kemudian melanjutkan perjalanannya ke asia tengah melalui Ladakh di tahun 1381 dan membangun masjid pertama di Ladakh.

Selain Khanqah e Mu’alla di Srinagar beliau juga membangun masjid di Tral, Doru dan Shey (Ladakh) serta beberapa mushola di Sopore dan Pampore. Shah Hamdan kemungkinan wafat di Hazara (Pakistan) atau di Kafiristan. Namun demikian, diketahui bahwa makam tempat jenazah beliau dimakamkan berada di Khatlan (Tajikistan). Salah satu masjid peninggalan Shah Hamdan di wilayah Kashmir yang kini masuk ke dalam wilayah negara Pakistan adalah Masjid Chaqchan yang merupakan salah satu masjid tua yang berdiri di “negeri negeri atap dunia”.

Struktur kayu yang rumit

Shah Hamdan mengunjungi dan menetap di Kashmir dalam tiga periode, periode pertama adalah di masa kekuasaan Sultan Shihab-ud-Din tahun 774H/1372M. Setelah menetap sebentar beliau kemudian pergi berhaji ke Mekah. Kunjungan keduanya ke Kashmir tahun 781H/1379M dimasa kekuasaan Sultan Qutbu’d-Din. Kala itu beliau menetap sekitar dua setengah tahun lalu melanjutkan perjalanan ke Turkistan melalui Ladakh tahun 783H.

Kunjungan beliau ketiga kalinya ke Kashmir tahun 785H/1383M menetap di Kashmir sebentar lalu pindah dari sana karena masalah kesehatan dan menetap di Pakhli selama sepuluh hari atas permintaan dari penguasa setempat yang bernama Sultan Muhammad. Shah Hamdan Wafat tahun 786H di usia 73 tahun di kota Kanar, di dalam wilayah Pakhli. Namun jenazah beliau dibawa ke Khattalan (kini di Tajikistan) di makamkan disana pada tanggal 25 Jamadil Awwal, 787H (14 July 1385). Dakwah beliau di Kashmir kemudian dilanjutkan oleh putranya Mir Mohammad Hamadani.

Berjamaah

Tradisi Masjid Shah Hamdan

Di masjid ini ada satu tradisi tahunan untuk mengenang hari kematian almarhum Shah Hamdan. Ribuan Jemaah memadati masjid ini disetiap hari ke enam bulan Bulan terahir kalender Hijriah untuk menghormati Syed Ali Hamdani, Seperti acara “haul” di Indonesia. Sama seperti tempat tempat ibadah bernuansa sejarah di Indonesia, di masjid ini pun para Jemaah luar kota, ataupun pelancong akan bertemu dengan para peminta minta yang ramai disekitar masjid ini.

Warisan Rosulullah

Menurut kabar yang beredar di masjid ini tersimpan beberapa relik yang berhubungan dengan Nabi Muhammad s.a.w, diantaranya adalah bahwa di masjid ini tersimpan Bendera Rosulullah yang dipakai dalam beberapa pertempuran semasa hidup Rosulallah, serta sebatang tiang tenda Rosulullah. Di masjid ini juga masih disimpan tongkat Shah Hamdan.

Interior Masjid Shah Hamdan

Aristektural Masjid Shah Hamdan

Masjid Shah Hamdan tidak sekedar sebagai masjid tapi juga merupakan salah satu tujuan ziarah bag kaum sufi. Secara umum bangunan masjid ini dibangun berupa bangunan kubus dengan atap piramida lancip yang ditopang dengan beberapa pilar. hich represents the minaret. Dibangun dengan tipologi bangunan setempat dengan ukuran sekitar 23 meter di setiap sisinya dan berdiri di tempat yang tak biasa, berupa material batuan dari sebuah bangunan kuil yang sudah tak terpakai.

Dibangun berlantai dua dengan atap limas lancip bertumpang satu sama lain dengan ukuran yang berbeda di setiap tumpukannya. Bagian kayu penopang atap masjid ini kemudian di perindah dengan begitu padatnya ukiran ukiran indah. Bangunan lantai dasarnya memiliki beranda ber-arkade ganda kecuali pada bagian pintu utamanya. Bagian lantai dua dibangun dengan balkoni ber-arkade yang menjorok keluar di ke-empat sisi struktur utama bangunan.

Arkade beranda dan balkoninya dengan beberapa pilar kecil dari kayu berukir dan kolom kolom bundar tidak saja menjadi penopang struktur atapnya tapi juga cukup impresif dengan ukurannya yang mencapai 16 meter membuat masjid ini terlihat menjulang. Atap piramida di lantai duanya di buat terbuka sebagai tempat bagi muazin mengumandangkan azan di berikan atap berbentuk piramida.

Terpana

Sejarawan menyebut masjid ini meskipun kecil namun sangat menarik, selain sebagai masjid pertama di Srinagar, mengingat atap masjid ini memiliki kemiripan dengan bagian atap kuil yang bertebaran di Kashmir hingga ke Nepal. Angka tahun 1384M/786H terukir di atas bagian pintu masuk sebagai peringatan tahun  wafatnya Shah Hamdan.

Dinding ruang sholat masjid ini dibuat dari panel panel kayu dengan sedikit sentuhan batuan. Beberapa ornamen bertuliskan lafadz Allah di ukir di lempengan ke-emasan menghias bagian dalam masjid. Di tengah ruang sholat berdiri empat batang pilar besar dari kayu setinggi 7 meter dalam konfigurasi segi empat yang menopang lubang angin di atasnya. Di hias dengan lukisan dari kayu yang di tata membentuk seperti tulang ikan pada batangan pilar sedangkan dasar pilar diukir berbentuk bunga teratai.

Diantara ribuan merpati

Pengaruh Shah Hamdan Bagi Kashmir

Shah Hamdan memiliki peran begitu besar dalam tradisi dan budaya Kashmir. Beliau yang berasal dari Iran, telah membawa agama dan tradisi Islam Persia ke wilayah Kashmir dan sekitarnya. Termasuk juga seni bina bangunan, ukiran, pahatan, lukisan dan sebagainya yang kemudian berbaur dengan tradisi dan budaya Kashmir yang kala itu masih menganut Hindu dan Budha, sehingga menghasilkan tradisi dan budaya Islam Kashmir yang unik. terlihat dari bangunan masjid Shah Hamdan atau Khanqah-e-Moula ini.

Bangunan masjid dari kayu dengan beragam fitur artistik bernilai tinggi yang menjadi keindahan dari pahatan ukiran serta lainnya di masjid ini. Interiornya kaya dengan ukiran dan lukisan tangan dengan corak aneka warna dalam dominasi warna hijau dan kuning serta ditambah dengan lampu gantung antik dan tua memberikan nuansa kejayaan masa lalu yang teramat kental dengan pengaruh budaya Persia. Wajar bila kemudian seniman Muhammad Iqbal Menyebut Kashmir sebagai ‘The Little Persia”. Sedangkan Unesco menyebut Shah Hamdan sebagai tokoh pembentuk tradisi dan budaya Kashmir.***

----------------------

Rujukan

bharatonline.com - khanqah

muslimwelfaremovement.com – khanqah e moula

en.wikipedia.org - Mir_Sayyid_Ali_Hamadani

kashmirsufis.wordpress.com - khanqah-e-moula-srinagar-zaina-kadal

Baca Juga Artikel Masjid di Atap Dunia Lainnya

Masjid Chaqchan - Pakistan

Masjid Agung Lhasa – Tibet

Masjid Amburiq – Pakistan

Masjid Kashmiri Taqiya – Nepal

Masjid Jami’ Nepal

Sunday, June 28, 2020

Masjid Jami’ Cheraman, Masjid Pertama di India

Masjid Cheraman (foto dari cheramanmosque)

Saksi Peristiwa Bulan Terbelah Menjadi Dua

Bila anda ketikkan kata kunci “moon split” atau “bulan terbelah” di kolom pencarian internet, anda akan disuguhi begitu banyak artikel berikut foto tentang bulan yang pernah terbelah. Foto paling populer yang akan muncul adalah foto hitam putih permukaan bulan hasil jepretan lembaga antariksa nasional Amerika yang menunjukkan guratan bulan atau lunar rille. Foto yang oleh begitu banyak penulis di internet kemudian dikaitkan dengan salah satu Mukjizat Rosullullah S.A.W. yang mampu membelah bulan menjadi dua sebagaimana dijelaskan dalam hadist. (salah satu ulasan cukup menarik tentang ini dapat di baca disini)

Namun artikel ini tidak untuk membahas tentang lunar rille, tapi tentang sebuah masjid tua di India yang namanya diambil dari salah satu Raja India pertama yang (menurut hikayat) masuk Islam setelah menjadi saksi dari salah satu mukjizat Rosulullah tersebut. Atau setidaknya cerita tentang mukjizat Rosulullah tersebutlah yang menjadi sebab musabab beliau masuk Islam. Mukjizat itu juga yang menjadi permulaan masuk dan berkembangnya Islam di India hingga hari ini.

Masjid Cheraman tahun 1958 (foto daricheramanmosque)

Raja India itu bernama Raja Cheraman perumal atau Chakrawati Farmas atau Rama Varma Kulashekhara dan setelah memeluk Islam berganti nama menjadi Tajudin. Nama beliau kemudian di abadikan oleh para sahabat nya menjadi nama masjid yang pertama kali dibangun di anak benua India, masjid yang masih berdiri dan digunakan hingga kini oleh muslim India. Masyarakat setempat menyebut masjid itu dengan nama Cheraman Juma Masjid. Masjid tua yang dibangun oleh Malik Bin Dinar di tahun 629M, memenuhi permintaan terahir sang raja sebelum beliau wafat, di perjalanan pulang dari Mekah Almukarromah ke India.

Lokasi dan Alamat Masjid Cheraman

Masjid Jami’ Cheraman berada di desa Methala, kota Kodungallur, provinsi Kerala, India. Lokasi masjid ini berada sekitar 2 kilometer dari pusat kota Kodungallur. Lebih kurang 20 kilometer stasiun kereta Irinjalakuda.

Nomor Telepon  : +91 480 2803170

Situs resmi : http://www.cheramanmosque.com

Alamat Email : info@cheramanjumamasjid.com

Sejarah Masjid Cheraman

Sejak zaman kuno hubungan dagang antara Arab dan Anak Benua India sudah terjalin dengan baik. Bahkan sebelum Islam menyentuh India. Pedadang pedangan Arab mengunjungi wilayah Malabar, yang merupakan titik hubung utama antara asia selatan dan asia tenggara.

Plakat pembangunan masjid (foto dari flickr)

Islam masuk ke India dibawa oleh para pedagang dari tanah Arab, yang tiba di India untuk berdagang sekaligus mensyiarkan Islam. Beberapa orang India yang tinggal di wilayah pantai Kerala kemudian menerima Islam sebagi agama mereka. Adalah Raja Rama Varma Kulashekhara atau Cheraman perumal atau Chakrawati Farmas disebut sebut  sebagai orang India pertama yang memeluk Islam.

Diceritakan bahwa Rama Varma Kulashekhara yang kemudian menjadi penguasa di Chera, pada suatu malam sedang menikmati indahnya bulan purnama bersama permaisuri di lantai atas istananya tiba tiba terheran heran dengan kejadian terbelah dua-nya bulan purnama yang sedang dilihatnya. Kejadian luar biasa tersebut begitu menggodanya hingga berusaha mencari tahu apa gerangan yang sedang terjadi. Sampai kemudian beliau mendapat informasi dari pedagang pedagang Muslim Arab bahwa kejadian tersebut adalah salah satu dari Mukjizat Nabi Muhammad S.A.W. Rosul utusan Allah yang membawa Islam sebagai agama terahir. Segera setelah tahu akan hal itu beliau berangkat ke Mekah.

Rama Varma Kulashekhara melafalkan dua kalimat syahadah dibimbing oleh Rosullullah, disaksikan oleh sahabat Rosul, Abu Bakar Sidik. Rama Varma Kulashekhara atau Chakrawati Farmas kemudian berganti nama menjadi Tajudin. Kisah masuk Islamnya Cheraman perumal ini terekam dalam manuskrip tua di perpustakaan India dengan nomor referensi dalam hurup arab 2607, 152-173 yang kemudian di kutip oleh penulis M. Hamidullah dalam bukunya Muhammad Rasullah.

Mimbar dan Mihrab Masjid Cheraman (foto daricheramanmosque)

Dalam perjalanannya kembali ke India beliau wafat di Salalah di wilayah kesultanan Oman. Menjelang wafatnya beliau memberikan mandat kepada beberapa sahabat arab-nya untuk meneruskan perjalanan ke kerajaan nya di India dan mensyiarkan Islam disana. Almarhum Rama Varma Kulashekhara atau Cheraman perumal atau Chakrawati Farmas atau Tajudin kemudian dimakamkan di Salalah, Oman, Makam beliau ramai diziarahi hingga kini dan dikenal sebagai “makamnya Raja India”.

Segera setelah itu kelompok muslim Arab dibawah pimpinan Malik Bin Deenar dan Malik bin Habib tiba di Kerala utara, dan membangun Masjid Jami Cheraman di Kodungalloor, tahun pembangunan masjid ini diperkirakan sekitar tahun 629M. Menjadikannya sebagai masjid pertama di India, dan menjadi masjid kedua yang digunakan untuk ibadah sholat Jum’at setelah Masjid Nabi di Madinah Al-Munawaroh.

Menurut sumber di outlookindia, meski tak ada sepotongpun prasasti yang menerangkan tahun pembangunan masjid ini, namun hasil uji karbon terhadap kusen asli masjid ini membuktikan bahwa usia masjid ini memang sudah lebih dari seribu tahun.

Lampu antik di Masjid Cheraman (foto daricheramanmosque)

Masjid kuno ini memiliki sebuah lampu minyak yang sudah sangat tua dan dipercaya sudah berumur lebih dari seribu tahun namun masih berfungsi dengan baik dan tetap menyala hingga kini. Pengunjung dari berbagai kalangan termasuk pengunjung non Islam pun diperkenankan berkunjung dan menambahkan minyak di lampu ini sebagai sebuah pemberian. Masjid ini menjadi salah satu dari sedikit masjid yang memperkenankan pemeluk lintas agama untuk berkunjung. Beberapa tahun terahir masjid ini bahkan juga dipakai untuk upacara vidyarambham sebuah ritual hindu untuk menandai permulaan belajar bagi kanak kanak.

Arsitektur

Masjid Jami’ Cheraman dibangun dengan gaya tradisional Hindu, menggunakan lampu minyak berbahan kuningan. Mimbar berukir masjid ini dibuat dari kayu mawar, tempat khatib menyampaikan khutbah di hari Jum’at. Sementara sebatang balok marmer di dalam masjid ini dipercaya dibawa langsung dari Mekah.

Bangunan yang kini berdiri merupakan hasil renovasi terahir tahun 1984, bentuk bangunan lama bertahan hingga tahun 1958 seperti dalam photo dalam bentuk bangunan sederhana dengan denah yang serupa dengan bangunan saat ini. interior bangunan asli masih dipertahankan keasliannya hingga kini termasuk lampu antik, mimbar dan mihrab masjid hingga kusen jendela dan pintu serta beberapa pernik pernik lainnya.

Kunjungan Presiden Abdul Kalam ke masjid Cheraman

(foto daricheramanmosque) <

Pengurus Masjid

Kepengurusan masjid dipilih dalam periode dua tahun sekali. Jemaah masjid ini tercatat sekitar 1500 kepala keluarga atau sekitar 10ribu jiwa. Pemilihan kepengurusan masjid ini diselenggarakan oleh jemah dewasa untuk memilih diantara para jemaah yang terpercaya untuk menjadi pengurus masjid.

Kunjungan dari berbagai pihak

Masjid Cheraman ini telah lama menarik perhatian tokoh tokoh masyarakat India termasuk Presiden India yang pernah berkunjung ke masjid ini. Presiden India ke 12 Abdul Kalam pernah menyempatkan diri berkunjung ke masjid ini pada tanggal 29 Juli 2005. Demikian juga dengan beberapa pejabat pejabat pemerintah India.

Video Masjid Jami’ Cheraman

Foto foto masjid Jami’ Cheraman

Masjid Cheraman 1958 (foto daricheramanmosque)
Interior Masjid Cheraman (foto dari Darien.wikipedia)
Masjid Cheraman (foto dari Darien.wikipedia)

Referensi

en.wikipedia – Ceraman Juma Masjid

keralatourismblogs - Cheraman Juma Masjid

kerala-travel - Cheraman Juma Masjid

outlookindia - Pliny Was Here

sites.google.com – chakravatifarmas

1malabari,net – the first masjid in india

sites.google.com - King Chakrawati Farmas- First Hindu King to convert to Islam

freewebs.com – india’s first muslim & sahabi rasool from Kerala

situs resmi masjid cheraman - http://www.cheramanmosque.com

----------------

Baca Juga Artikel Terkait

Masjid Wazir Khan Lahore, Pakistan

Masjid Badshahi – Lahore, Pakistan

Masjid Jami’ Delhi - India

Masjid Taj Mahal – India

Masjid Jami’ Cheraman, Masjid Pertama di India

Jejak Indonesia di Masjid Masjid Sri Lanka

Thursday, May 28, 2020

Masjid Kaca Laban India

Masjid Kaca, Laban, Shilong, Meghalaya, India di malam hari

Sebenarnya majid ini bernama Masjid Madinah atau Madina Mosque namun lantaran bahan pembuatnya mayoritas memakai kaca maka lebih dikenal sebagai masjid kaca atau Glass Mosque, & karena lokasinya yg berada di wilayah Laban maka pula seringkali disebut dengan nama Laban Glass Mosque. Dan dikenal menjadi masjid kaca pertama di India, sekaligus sebagai masjid terbesar pada daerah India bagian timur. Masjid Kaca Meghalaya dikelola sang Persatuan Muslim Shilong atau "Shillong Muslim Union?.

Meski disebut sebagai masjid kaca, akan tetapi hening saja brow-sanak, struktur masjid ini tetap saja menggunakan beton bertulang begitupun dengan pondasinya, seperti bangunan bertingkat dalam umumnya. Hanya saja memang seluruh bahan kaca atau gelas digunakan secara menyeluruh menutupi bagian luarnya sebagai akibatnya dari luar tampak benar sahih seperti sebuah bangunan yg seluruhnya dari kaca, terutama pada malam hari dalam ketika lampu lampunya dinyalakan, masjid ini tampak seperti sebuah lampion berukuran akbar bewarna hijau.

Madina / Laban Glass Mosque

Laban, Shillong, Meghalaya 793004, India

Dimanakah lokasi Masjid Kaca Maghalaya

Laban merupakan nama wilayah di dalam Kota kota Shillong, & kota Shilong adalah ibukota negara bagian Meghalaya, India. Patut di ingat bahwa negara India merupakan negara Republik Federasi yang daerah negaranya terdiri menurut berbagai negara bagian, nah Meghalaya ini adalah salah satu negara bagian di India yg lokasinya berada pada bagian timur, & pula merupakan negara bagian dengan luas daerah terkecil pada India.

Negara bagian Meghalaya ini berada begitu jauh berdasarkan ibukota India ? New Delhi- diantara kota New Delhi ke Shilong sebagai ibukota negara bagian Meghalaya ini terpaut jeda kurang lebih 1.965 Km dengan jeda tempuh penerbangan selama hampir delapan jam. Meghalaya ini bertetangga pribadi menggunakan Republik Bangladesh yang berada di sebelah selatannya.

Masjid Simbol Persatuan

Tidak seperti tetangganya di Negara Bangladesh yg penduduknya dominan muslim, di negara bagian Megahalaya India ini, muslim adalah kelompok minoritas meskipun India sendiri tercatat sebagai negara menggunakan penduduk muslim terbesar ketiga di dunia sehabis Indonesia dan Pakistan.

Masjid Kaca Laban di siang hari

Merujuk pada Wikipedia dari total penduduk negara bagian Meghalaya sebanyak dua,175,000 jiwa, hanya sekitar 4% saja menurut jumlah itu yang beragama Islam. Seiring dengan fakta bahwa India tak pernah henti didera oleh pertikaian etnis & kepercayaan , lumrah apabila lalu menteri negara Meghalaya, Vincent H Pala berkata bahwa masjid kaca pada Shillong ini dibangun sekaligus sebagai simbol persatuan ummat beragama disana.

Hal tadi disampaikan oleh beliau mengingat bahwa pembangunan masjid ini juga pada dukung penuh sang ummat Hidu di negara bagian tersebut baik secara moril maupun materiil, termasuk para pekerja dan pelaksana pembangunan masjid ini begitu banyak yg adalah penganut agama Hindu.

Pembangunan masjid Madina atau Laban Glass Mosque ini dimulai dengan peletakan batu pertama pada tanggal 2 November 2007 & terselesaikan secara keseluruhan dalam tanggal 29 Agustus 2008, diresmikan dan dibuka 18 Oktober 2012 oleh Menteri negara buat urusan minoritas di negara bagian Meghalaya, Vincent H Pala.

Selain sebagai loka peribadatan, masjid ini jua dilengkapi dengan perpustakaan, tempat tinggal bagi anak anak yatim piatu dan institut kepercayaan Islam. Masjid ini pula dilengkapi menggunakan taman yang cukup luas dengan pepohonan rindang.

Interior Masjid Kaca Laban, India, biasa saja toh.

Di bulan Juli 2015, Perpustakaan Masjid ini diberi nama ?A.P.J Abdul Kalam Library? Mengabadikan nama mendiang presiden India yang merupakan seseorang muslim dan wafat pada 27 Juli 2015. Pemberian nama tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada dia, pula dibutuhkan dapat menginspirasi kaum muda buat mengikuti jejak keberhasilan dia.

Pemberian nama itu dilaksanakan di hari pemakaman mendiang presiden Abdul Kalam yg dilaksanakan di kampung halamannya di Rameshwaram, negara bagian Tamil Nadu, pada lepas 30 Juli 2015. Disaat yg sama, muslim pada kota Shilong termasuk ratusan Jemaah Masjid Madina ini, menyelenggarakan sholat ghaib bagi mendiang presiden Abdul Kalam.

Masjid Madina dibangun empat lantai setinggi 120 kaki dan lebar 61 kaki dan sanggup menampung 8000 jemaah sekaligus. Rancang bangunnya mengadopsi bangunan masjid universal lengkap dengan kubah besar di atap masjid & diapit empat menara menjulang pada masing masing empat penjuru atapnya, Memberikan pemandangan yg teramat menarik & tiada duanya di daerah tadi.

Masjid ini menyediakan loka khusus buat jemaah wanita, gedung tempat tinggal bagi yatim piatu yg diberi nama ?Gedung maherba? Dan gedung institute agama Islam yang diberi nama ?Markaz?. Masjid bewarna biru ini begitu kuno, unik, dan bukan masjid biasa & tentu saja sebagai daya pikat wisata baru disana. Beberapa laporan mengungkapkan masjid ini pula telah berkembang sebagai pusat pembelajaran dan pusat spiritual Islam pada tempat tersebut.

Referensi

singgahkemasjid - Kini India Memiliki Masjid Kaca Pertama

wikipedia – madina mosque shilong

nelive.in - glass-mosque-library-meghalaya-be-named-after-kalam

telegraphindia.com - Kalam name for library

Tuesday, May 26, 2020

Masjid Nakhoda Kalkuta, India

Masjid Nakhoda di Kalkuta, Negara bagian West Bengal India.

Masjid Nakhoda merupakan masjid tua pada kota Kalkuta, India. Sesuai dengan namanya masjid ini memang dibangun sang Abdur Rahim Osman yg seseorang pengusaha perkapalan dan pengiriman barang antar benua pada awal abad ke 20 yg lalu. Pembangunannya dimulai dalam tanggal 11 September 1926 dan menghabiskan dana sebanyak satu juta lima ratus Rupee.

Selain pengusaha, Abdur Rahim Osman jua merupakan pemimpin sekelompok kecil Jemaah muslim Suni berdasarkan Kutch yg tinggal di Kalkuta. Kutch adalah nama sebuah distrik pada negara bagian Gujarat, India bagian barat berbatasan langsung dengan Pakistan.

Nakhoda Masjid ?????? ?????

Jacquaria Street, Rabindra Sarani

Chowringhee North, Bow Barracks

Kolkata, West Bengal 700073

India

Sejak dibangun sampai saat ini, masjid Nakhoda adalah masjid terbesar di kota Kalkuta, Besarnya ukuran masjid ini hingga bisa menampung 10.000 jemaah sholat sekaligus. Lokasinya yang berada pada sentra kota di ruas jalan Jacquaria berdekatan dengan pertigaan jalan antara jalan Chitpore Road & jalan Mahatma Gandhi Road, membuat masjid ini senantiasa ramai dikunjungi Jemaah maupun wisatawan.

Pemilihan lokasi serta arsitektur masjid Nakhoda ini memang cukup menarik. Bangunannya terdiri dari empat lantai, sebagian besar dari lantai dasarnya yang menghadap ke jalan raya dipergunakan sebagai pertokoan dan lantai diatasnya yang difungsikan sebagai masjid, di Indonesia masjid seperti ini, salah satunya terkenal dengan nama "Masjid Kota" di kota kecamatan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, Masjid Madinah Al-Mubarokah Sampit namanya atau lebih dikenal dengan nama “Masjid Kota”.

Secara keseluruhan bangunan masjid ini dirancang dengan meniru bangunan “Maosoleum Kaisar Akbar” atau bangunan makam Kaisar Akbar, salah satu Kaisar termashur dari Kekaisaran Islam Mughal yang pernah berkuasa hampir di seluruh wilayah jazirah India saat ini. Kemasyuran Kaisar Mughal satu ini bahkan menginspirasi Bolywood memproduksi sinetron televisi berlatar belakang kehidupan sang Kaisar dan sempat booming di salah satu stasiun tv swasta di Indonesia.

Sudut bangunan Masjid Nakhoda, bagian bawahnya dijadikan pertokoan

Kaisar Akbar bernama orisinil Abu?L-Fath Jalaludin Muhammad Akbar I atau dikenal jua menggunakan nama Shahanshah Akbar e-azam atau Kaisar Akbar yg Agung (lahir 15 Oktober 1542 ? Wafat 27 Oktober 1605) adalah cucu menurut Zaheeruddin Muhammad Babur, pendiri dinasti Mughal, dalam ahir masa pemerintahan Kaisar Akbar, wilayah kekuasaannya telah meluas sampai ke sebagian akbar daerah utara & tengah India saat ini. Saat beliau wafat jenazahnya dimakamkan di sebuah Maosoleum di Sikandra, Agra, Negara bagian Uthar Pradesh, India.

Di masa kekuasaannya dia memang memberikan perhatian lebih terhadap dunia arsitektur, seni & budaya, masuk akal bila sejak masa pemerintahannya arsitektur dinasti Mughal mencuat ke dunia internasional & menjadi keliru satu warisan seni arsitektur global sampai saat ini & pengaruhnya begitu kuat dalam seni arsitektur Islam.

Maosoleoum nya di Sikandra memang dibangun begitu indah menggunakan torehan karya seni bagaikan sebuah istana, menjadikannya menjadi galat satu warisan arsitektur dagi pada India hingga ketika ini. Sangat lumrah apabila lalu Abdur Rahim Osman, sang saudagar muslim di Kalkuta itu kemudian terinspirasi buat menciptakan masjid pada Kalkuta menggunakan menjiplak bangunan makam Sang Kaisar.

Masjid Nakhoda di latar belakang diantara kesibukan warga Kalkuta,

Meski dibangun dengan meniru bangunan Maosoleum tentu saja bagian dalam masjid Kalkuta ini nir ada kuburannnya, lantaran memang dibangun sebagai masjid. Secara umum bangunan masjid Nakhoda sebagian akbar memang menampilkan bentuk menurut Maosoleum Kaisar Akbar termasuk rona merahnya yang tampak cerah dan meriah itu.

Bangunan dari dinasti Mughal dapat dikenali menurut beberapa pernik spesial antara lain merupakan bentuk kubah nya yg selalu berbentuk seperti bawang, masih ada begitu banyak menara, selalu saja terdapat balkoni dibagian bawah kubah menara, begitu poly lengkungan dipakai dalam pertemuan antar pilar dan bangunan yang tinggi akbar dan bagian beranda yg dibuat begitu tinggi, biasa dikenal dengan nama Iwan.

Batuan alami yg digunakan buat membentuk Iwan (gapura) masjid nakhoda ini terbuat berdasarkan batu granit yg didatangkan pribadi menurut daerah Tolepur, sedangkan rona merah dalam tembok dinding bangunan berdasarkan era Mughal ini kebanyakan lantaran memang memakai batu alam bewarna merah (red stone). Meskipun beberapa bagian Masjid Nakhoda ini memakai pewarna cat pada temboknya.

Sudut bangunan masjid Nakhoda yang bagian bawahnya dipakai sebagai pertokoan.

Masjid Nakhoda di Kalkuta ini nir saja bangunannya yang begitu akbar & terdiri dari empat lantai namun juga ditambah lagi menggunakan area pelataran tengah yang tedapat diantara Iwan & bangunan masjidnya. Ukiran goresan rumit termasuk penggunaan Muqornas yakni tabrakan pada bagian bawah lengkungan dan kubah yg berbentuk misalnya stalaktit bertebaran pada masjid ini.

Bangunannya dilengkapi menggunakan tiga kubah besar dan 2 menara dengan tinggi 151 kaki ditambah lagi menggunakan 25 bentuk menara yang lebih mini berukuran antara 100 kaki sampai 117 kaki. Bangunan masjid ini akan tampak lebih indah lagi pada peringatan hari hari akbar Islam karena dihias sedemikian rupa menggunakan aneka lampu lampu hias yang menarik.

Pertokoan di lebih kurang masjid ini menyediakan beraneka ragam dagangan khas muslim India dan keliru satu yg menjadi pavorit wisatawan adalah Attar yakni minyak wangi alami yang disuling dari beraneka bunga. Kini, Masjid dengan secara umum dikuasai bewarna merah ini sebagai keliru satu objek wisata menarik pada Kalkuta, India, terlebih lagi dengan usianya yg cukup tua menjadikannya galat satu warisan budaya pada kota pelabuhan terkemuka di India tadi.

Referensi

kolkata.org.uk – nakhoda mosque

mapsofindia.com - nakhoda-mosque

wikipedia - kutch district

Wikipedia – nakhoda masjid

Baca Juga

Masjid Kaca Laban India

Masjid Taj Mahal

Masjid Jami Delhi

Masjid Jami? Cheraman, Masjid Pertama pada India

Tuesday, May 5, 2020

Apakah Ada Masjid di Bhutan? (Bagian 2)

Meskipun google map mengkatagorikan masjid Jharna Jamma masjid ini menjadi masjid Bhutan, tetapi apabila diperiksa secara seksama, lokasi masjid ini justru berada di sisi jalan yg masuk wilayah kota Jaigaon, India bukan pada sisi jalan yg berada di daerah kota Phuensholing yg adalah wilayah Bhutan. Batas antara kedua negara ini berupa ruas jalan yg diklaim boarder road.

Bila memasukkan kata kunci ?Masjid pada Bhutan? Ke kolom pencarian google akan ada 3 nama masjid yang langsung ditampilkan di google-map. Masjid ke-dua berdasarkan tiga masjid tadi adalah masjid Jharna Jamma Masjid, menyusul dibawahnya ada Guabari Puran Mashjid. Kedua masjid tadi akan kita ulas berikut ini.

JHARNA JAMMA MASJID

Sama seperti Dantak Mosque yg dibahas pada postingan sebelumnya, kami juga nyaris tak menemukan output apapun terkait menggunakan Jharna Jamma Masjid ini. Bilae merujuk pada data di google maps masjid ini berada pada kota Jaigaon, provinsi Bengala Barat, India. Bukan berdiri di wilayah Bhutan. Akan tetapi mengapa pencarian google justru mengkatagorikan masjid ini sebagai masjidnya muslim Bhutan?.

Republika menaruh sedikit kabar tentang masjid ini. Dalam keliru satu artikelnya, republika menyebutkan tentang Masjid Jaigaon yg sebagai tempat ibadah bagi muslim Bhutan. Meski Republika nir merinci dengan tepat lokasi masjid ini dan menyebutnya berada pada daerah Bhutan meski menyandang nama Masjid Jaigaon, google map menampakan bahwa masjid ini berada pada daerah kota Jaigaon, India, bukan pada daerah kota Phuentsholing, Bhutan.

Sedikit liputan tambahan tentang masjid ini timbul pada Youtube yg menampilkan suasana sholat Idul Fitri 1440H/2019 yg baru lalu. Ruangan masjid ini tampak relatif luas meski sangat sederhana. Ruang mihrabnya ditandai dengan tirai kain, sedangkan mimbarnya hanya berupa undakan kecil buat menciptakan khatibnya berada di posisi lebih tinggi. Khutbahnya disampaikan dalam bahasa arab. Selesainya sholat Idul Fitri dilanjutkan dengan semacam ceramah dalam bahasa setempat, pengumpulan infak sodaqoh & Sholawatan.

Apakah Jharna Jamma Masjid terdapat pada Bhutan

Kota Jaigaon di provinsi West Bengal (Benggala Barat), India, memang berbatasan eksklusif menggunakan kota Phuentsholing pada daerah Bhutan. Kedua kota ini merupakan kota perbatasan antara kedua Negara, diantara keduanya terdapat satu ruas jalan yg disebut Indo-Bhutan Road. Di sisi timur ruas jalan ini adalah wilayah kerajaan Bhutan sedangkan pada sisi barat ruas jalan merupakan daerah Repuplik India. Dan masjid Jharna Jamma Masjid ini berada di sisi barat ruas jalan tadi dan tentunya masuk ke pada daerah Republik India.

Hanya saja memang, untuk menuju ke masjid Jharna Jamma Masjid ini berdasarkan wilayah Bhutan telah berbelok ke selatan sebelum tiba pada gerbang perbatasan antara kedua Negara. Lokasi masjid ini berada kurang lebih 850 meter di sebelah selatan gerbang perbatasan antara Bhutan & India.

Jharna Jamma Masjid

Jaigaon, Bengala Bar. 736182, India

Satu satunya informasi tentang bentuk masjid ini di dapat dari unggahan Rezak Ali google map pada bulan Oktober 2014. Menunjukkan bangunan masjid sederhana namun permanen, 2 lantai lengkap menggunakan dua menara ramping di atap masjid. Tampak pada foto tersebut tampaknya suasana sholat hari raya. Ada tulisan Eid Mubarak pada atas pintu masjid & hiasan bendera bendera kecil yg dipasang pada untaian tali sepanjang jalan & ke bangunan masjid. Belum ada informasi sama sekali terkait mengenai berapa Jemaah masjid ini, kapang dibangunnya dan bagaimana pengelolaannya.

GUABARI PURAN MASJHJID

Masjid berikutnya atau yang ketiga yang dikatagorikan google sebagai masjid Bhutan adalah Masjid Guabari Puran Mashjid. Lokasi masjid Guabari Puran masdjid ini sahih sahih berada pada pada daerah kota Jaigoan, terpuat kurang lebih 1,8 km sebelah barat dari gerbang perbatasan antara India & Bhutan. Meskipun demikian, gerbang perbatasan antara India & Bhutan ini dijaga oleh masing masing petugas ke 2 Negara & memberikan kemudahan bagi rakyat ke 2 Negara buat melintas perbatasan.

Guabari Puran Mashjid

Guabari Main Road ,Jaigaon G.P II Jaigaon, Alipurduar Pin-736182 W.B,

Jaigaon, West Bengal 736182, India

Tidak ada foto mengenai masjid ini baik di google map maupun sumber lainnya. Street view pun belum tersedia di dua masjid Jaigoan ini. Guabari dalam nama masjid ini merujuk pada nama tempatnya berada semacam nama kelurahan, dan nama yang sama jua digunakan buat menyebut nama jalan yang melintas di depan masjid ini.

Bila benar bahwa dua masjid ini merupakan masjid loka muslim Bhutan beribadah, tampaknya memang muslim disana kesulitan buat mendirikan masjid pada Negara mereka sendiri. Konstitusi Bhutan memang hanya mengakui dua Agama yakni Budha menjadi agama resmi dan kepercayaan Hindu meskipun Hindu & melarang kepercayaan lainnya.

------------------------------------------------------------------

Follow & Like akun Instagram kami di@masjidinfo dan@masjidinfo.id

🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.

------------------------------------------------------------------

Referensi

https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/17/06/20/oru6ct313-masjid-jaigaon-ruang-bebas-muslim-bhutan-beribadah

https://satuislam.org/sekilas-tentang-islam-di-tanah-naga-petir/

Baca Juga

Masjid Shah Hamadan Tertua di Kashmir

Masjid Taj Mahal – India

Masjid Jami Delhi - India

Masjid Jami’ Cheraman - Masjid Pertama di India

Masjid Niujie – Beijing

Masjid Huaisheng - Masjid Rindu Rosulullah

Asal SEO

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done