Islami Pedia: Masjid di Eropa
News Update
Loading...
Showing posts with label Masjid di Eropa. Show all posts
Showing posts with label Masjid di Eropa. Show all posts

Wednesday, October 28, 2020

Masjid Hala Sultan Tekke, Cyprus (bagian-1)

Masjid dan Flaminggo. Masjid Hala Sultan Tekke atau Masjid Ummu Haram merupakan masjid tua di pulau Cyprus bagian selatan. Lokasinya yang berada ditepian danau air asin Larnaca (Larnaca Salt Lake) menjadikan masjid ini begitu indah dipandang dari arah atau seberang danau. danau ini secara berkala menjadi tempat persinggahan burung Flaminggo yang sedang bermigrasi. (foto dari wikipedia)

Kontroversi Bar di Halaman Masjid di Pulau Sengketa

Tahun 2009 lalu masjid Hala Sultan Tekke atau Masjid Ummu Haram di Larnaca, Cyprus (Selatan) ini sempat menjadi pusat perhatian dunia Islam akibat keputusan aneh dari pemerintah Cyprus (Selatan) akan membangun sebuah bar yang menyajikan minuman keras di halaman masjid bersejarah ini, akibatnya, gelombang protes mengalir deras ke pemerintah Republik Cyprus yang berkuasa di bagian selatan dari pulau sengketa itu. Pemerintah setempat pada ahirnya menghentikan rencana gila itu.

Pemerintah Cyprus berdalih pembangunan bar itu sama sekali tidak bermaksud buat menghina ummat Islam namun semata mata sebagai fasilitas bagi para pelancong non muslim yang sedang berkunjung ke area tadi. Sebagai bagian menurut destinasi wisata telah sewajarnya dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung termasuk Bar yang menyediakan aneka minuman termasuk arak.

Lokasi Pulau Cyprus. Cyprus, orang Yunani menyebutnya K?Pros ad interim orang Turki menyebut pulau ini menjadi K?Br?S, merupakan sebuah pulau mini di laut Mediterania, disebelah timur Yunani, di sebelah selatan Turki, di sebelah barat Syria & Lebanon & pada sebelah barat bahari wilayah Palestina yang dicaplok Israel.

Saya sebut Cyprus sebagai pulau sengketa karena memang pulau yang tak lebih luas dari pulau Tidore di Maluku Utara ini secara de fakto dan de jure sejak tahun 1955 terbagi menjadi empat wilayah dengan penguasa yang berbeda, yakni : (1). Republik Cyprus (selatan) di bagian selatan atau dikenal juga sebagai Cyprus Yunani, (2). Cyprus Utara atau juga biasa dikenal sebagai Cyprus Turki di sisi utara pulau Cyprus, (3). Wilayah pangkalan militer serdadu Inggris di Dhekelia & Akrotiri Serta (4). wilayah zona netral atau UN Buffer Zone yang dikuasai oleh PBB membentang diantara kedua negara bersengketa tersebut.

Pulau Cyprus merupakan bekas wilayah jajahan Inggris dan memperoleh kemerdekaan dari Inggris di tahun 1960 namun inggris mendapatkan hak atas wilayah Dhekelia & Akrotiri yang memang merupakan pangkalan militer serdadu Inggris disana. Masalah baru muncul paska kemerdekaan, menyusul ketegangan antara etnis Yunani yang mayoritas dengan etnis Turki yang minoritas.

Di bulan Desember 1963 pecah kerusuhan di Ibukota negara, Nicosia. PBB mengirimkan pasukan perdamaian ke Cyprus di tahun 1964 dalam upaya meredakan pertikaian, namun ketegangan dan kekerasan tak mereda. Kekerasan sporadis memaksa Etnis Turki terkepung dalam wilayah wilayah kantong mereka di seantero pulau tersebut.

Ketegangan memuncak di tahun 1974 setelah 11 tahun ketegangan berlangung. Kelompok nasionalis etnis Yunani berupaya melakukan kudeta dalam upaya menggabungkan pulau Cyprus menjadi bagian Yunani, ditambah upaya dari pemerintahan Yunani sendiri yang turut campur dalam kekisruhan tersebut.

Ditepian Danau Air Asin Larnaca. Masjid Halla Sultan Tekke berdiri ditepian Larnaca Salt Lake, lokasinya yang tak terlalu jauh dari Bandar Udara Larnaca menjadikan masjid ini sebagai salah objek menarik bagi para penumpang pesawat yang akan mendarat ataupun tinggal landas.

Gerah dengan situasi tersebut ditahun yang sama (1974) pemerintah Turki mengirimkan pasukan perang menginvasi pulau Cyprus dan dalam waktu singkat berhasil menduduki lebih dari sepertiga wilayah Cyprus di utara. Tahun 1983 etnis Turki di utara, memproklamirkan negara baru dengan nama "Turkish Republic of Northern Cyprus" ("TRNC") atau Cyprus Utara di dukung penuh dan hanya diakui oleh Turki.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh PBB untuk menyatukan kembali dua pulau yang terpisah ini. Termasuk momen pemilu presiden di tahun 2008 yang lalu yang dijadikan sebagai janin unifikasi Cyprus oleh PBB, dengan berupaya menjadikan momen pemilu tersebut sebagai pemilu bersama bagi dua wilayah negara.

Keindahan masjid Hala Sultan Tekke dipandang dari arah Danau (foto dari archiesphotography)

Meski perundingan terus berlangsung dan pemilu presiden pun telah usai, namun hingga ahirnya keseluruhan pulau Cyprus diterima sebagai anggota Uni Eropa pada tanggal 1 Mei 2004 yang lalu namun kedua pemerintahan di pulau tersebut masih bersikukuh dan hingga kini Cyprus masih berdiri sebagai dua negara.

Uni Eropa hanya mau mengakui keanggotaan Cyprus Selatan yang diakui oleh PBB. Sedangkan penduduk Cyprus Utara tetap dapat menikmati fasilitas sebagai warga Uni Eropa dengan mengganti dokumen kewarganegaraan mereka sebagai warga negara Cyprus Selatan. Sebuah keputusan yang memojokkan pemerintahan Cyprus Utara sekaligus pemerintah Turki yang hingga kini pun masih belum di akui sebagai anggota Uni Eropa.

Tentang Larnaca

Kota Larnaca, Larnaca Salt Lake dan Masjid Hala -

Sultan Tekke

Larnaca adalah salah satu distrik di pulau Cyprus. Paska pembagian wilayah tahun 1955 Distric Larnaca terbagi dua, sebagian wilayahnya masuk ke dalam wilayah Cyprus utara sebagian lagi masuk ke dalam Cyprus selatan. Sama halnya dengan distrik Nicosia yang dulunya merupakan ibukota Cyprus (bersatu), dan distrik Famagusta yang kini sebagian besar masuk ke dalam wilayah Cyprus Utara.

Masjid Halla Sultan Tekke, berada di dalam wilayah distrik Larnaca di Cyprus selatan. Tepatnya berdiri tepat berada ditepian Danau Air Asin Larnaca atau Larnaca Salt Lake. Sebagai  danau air asin, pada saat membeku di musim dingin bongkahan yang terjadi sama seperti halnya bongkahan dan butiran garam. Larnaca Salt Lake bukanlah satu satunya Salt Lake di Cyprus masih ada beberapa danau lainnya seperti Akrotiry Salt Lake yang berada di dalam Wilayah pangkalan militer serdadu Inggris di Akrotiri, Cyprus Selatan.

Masjid Hala Sultan Tekke atau Masjid Ummu Haram

Masjid Hala Sultan Tekke di Larnaca ini biasa juga disebut sebagai Masjid Ummu Haram, merupakan salah satu masjid bersejarah Islam di Pulau Cyprus. Di Masjid ini merupakan tempat dimakamkannya Ummu Haram yang wafat pada masa penyerbuan pasukan Islam yang pertama ke pulau Cyprus antara tahun 647-649M, yang ahirnya menjadikan Cyprus sebagai bagian dari wilayah Islam.

Ummu Haram tak lain adalah salah satu Sohibah dari baginda Rosulullah S.A.W. Meskipun orang orang Shi’ah menyakini makam beliau bukanlah di Halla Sultan Tekke tapi di pemakaman para sahabat di Jannatul Baqi, Madinah, Saudi Arabia. Namun demikian, muslim setempat percaya bahwa makam di Masjid Halla Sultan Tekke adalah makam dari Ummu Haram dan hal itu sudah berlaku sejak masa Muawiyah Hingga masa Usmaniyah.

Ummu Harram adalah saudari dari Ummu Sulaim, beliau juga merupakan istri dari ‘Ubaadah ibnu Saamit yang juga salah satu sahabat Nabi. Ummu Harram bersama suaminya bergabung dalam perang laut menaklukkan pulau Cyprus. Ummu Harram menjemput syahid yang dicita citakannya di tengah kancah perang penaklukan Cyprus, jatuh dari tunggangannya dan dimakamkan di lokasi tersebut, yang dikemudian hari (sekitar tahun 1816) dibangun sebuah masjid dan kini dikenal dengan nama Masjid Halla Sulta Tekke.

Masjid Hala Sultan Tekke setelah renovasi. Bangunan pendo[o dibagian depan adalah bangunan tempat berwudhu.

Komplek Masjid Halla Sultan Tekke terdiri bangunan masjidnya sendiri, lalu Maosoleum Ummu Haram, Bangunan menara dan komplek pemakaman muslim serta tempat tinggal bagi jemaah muslim dan muslimah. Tekke sendiri berasal dari terminologi bahasa Turki, sebutan bagi sebuah tempat yang digunakan untuk berkumpul bagi anggota jemaah tariqot Sufi.

Meskipun pada awalnya Halla Sultan Tekke digunakan oleh tariqot Sufi namun kini masjid ini terbuka untuk umum dan tidak terkait dengan gerakan tariqot manapun. Sebagai bangunan bersejarah masjid Halla Sultan Tekke juga sudah diakui oleh pemerintah setempat dan Unesco sebagai situs bersejarah. Komplek masjid ini juga mendapat perhatian dari Aga Khan dalam salah satu program rehabilitasi yang mereka selenggarakan.***

Bersambung

Referensi

the world fact book CIA - Cyprus

muslims.net - Bar in Cyprus mosque infuriates Muslims

archnet.org - Hala Sultan Tekke Complex Rehabilitation

wikipedia – hala sultan tekke

arizona.edu - The Story of Hala Sultan Tekke.pdf

dan berbagai sumber lainnya

--------------------------------------------------

Baca Juga Masjid Masjid Eropa Lain-nya

AUSTRIA : Masjid Islamic Center WinaMasjid As-Salam, Masjid Indonesia di Austria│BELANDA : Masjid Essalam, Rotterdam, terbesar di BelandaMasjid Al-Hikmah, masjid Indonesia di Den Haag (bagian I)Masjid Al-Hikmah, masjid Indonesia di Den Haag (bagian I) │BOSNIA : Masjid Istiklal Indonesia di Bosnia & Herzegovina│BELGIA : Masjid Agung Brussels│BULGARIA : Masjid Banya Bashi│CEKO : Masjid Brno Masjid Pertama di CekoMasjid Praha │INGGRIS : Masjid Sentral London (London Central Mosque) : INGGRIS : Masjid Didsbury dan Islamic Center Manchester│INGGRIS : Masjid Jami Zakariyya Bolton│IRLANDIA : Pusat Kebudayaan Islam Irlandia│JERMAN : Masjid di Istana SchwetzingenMasjid Al-Falah, Masjid Indonesia di Berlin│MALTA : Masjid dan Pusat Kebudayaan Islam Paola│NORWEGIA : Masjid Pusat Kebudayaan Islam - Oslo│PRANCIS : Grande de Paris, Masjid Agung Paris │POLANDIA : Masjid WarsawaMasjid Euro 2012 Polandia│ROMANIA : Masjid Agung Konstantia │RUSIA : Masjid Saint PetersburgMasjid Sentral Perm (Perm Central Mosque)Masjid Akhmad Kadyrov, Simbol Kebangkitan │Chechnya Dari Kehancuran PerangMasjid Agung Makhachkala, Dagestan(Rencana) Masjid Agung kota Magas, Republik IngushetiaMasjid Moscow Historical Mosque (MHM), Tertua di Kota MoscowMasjid Memorial, Moskow (Moscow Memorial Mosque)Masjid Katedral, Masjid Agung kota Moskow (Bagian I) │Masjid Katedral, Masjid Agung kota Moskow (Bagian II) │UKRAINA : Masjid Ar-Rahma, Masjid Pertama di Kota KievMasjid Euro 2012 Ukraina

Masjid Hala Sultan Tekke, Cyprus (bagian-2)

Masjid Hala Sultan Tekke berada di sisi barat danau air asin di kota Larnaca, dibangun untuk mengenang dan menghormati Ummu Haram Binti Milhan, istri dari Ubaidah Bin Syamit, Sahabat Rosulullah S.A.W yang wafat dalam perang penaklukan Cyprus ke dalam kekuasaan Islam. Beliau menjadi muslim pertama yang dimakamkan di Cyprus. (foto dari panoramio)

Peristirahatan Terahir Sahabat Nabi Muhammad S.A.W

Hala Sultan Tekke merupakan nama yg diberikan sang orang Turki bagi komplek Masjid Ummu Haram pada tepian danau air asin (Salt Lake) pada kota Larnaca ini. Tekke pada bahasa Turki berarti sebuah tempat berkumpulnya para pengikut aliran tariqat sufi, semacam Khanqah pada bahasa Parsi. Dulunya masjid ini memang sebagai galat satu loka berkumpulnya para pengikut aliran sufi di pulau Cyprus. Itu sebabnya di pada komplek masjid ini dilengkapi dengan bangunan guest house menjadi tempat menginap bagi pengikut tariqat yang tiba berdasarkan berbagai wilayah.

Sedangkan Ummu Haram yg dipakai sebagai nama masjid ini dikarenakan masjid ini dibangun berdekatan menggunakan makam Ummu Haram binti Milhan dan buat mengenang Almarhumah yg tidak lain merupakan keliru satu Sohibah Nabi Muhammad S.A.W. Beliau wafat di Cyprus dalam waktu perang penaklukan Cyprus berdasarkan kekuasaan Romawi Timur (Bizantium) oleh pasukan Islam semasa Muawiyah Bin Abu Sufyan menjabat sebagai gubernur pada Damaskus (ibukota Syria) dibawah Khalifah Usman Bin Affan.

Ummu Haram, Menyeberang Laut Menjemput Syahid

Masjid Hala Sultan Tekke ditinjau berdasarkan sisi selatan, Bangunan berkubah pada bagian depan foto adalah Maosoleum Ummu Haram yang pada dalamnya masih ada Makam dari Ummu Haram.

Nama lengkapnya merupakan Ummu Haram Binti Milhan bin Khalid bin Zaid bin Haram bin Jundub bin Amir, adalah saudari berdasarkan Ummu Sulaim binti Milhan, dia jua adalah istri menurut ?Ubaidah bin Syamit. Sedangkan Ummu Sulaim Binti Milhan merupakan istri berdasarkan Abu Tholhah, ibunda dari Malik Bin Anas, pembantu setia Rosulullah. Maka Ummu Haram merupakan bibi dari Anas Bin Malik.

Berkata An Nawawi di pada Syarh Shohih Muslim: "Ulama sepakat bahwa Ummu Haram & Ummu Sulaim termasuk mahram Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam. Dan Berkata Wahab: "Ummu Haram merupakan keliru seseorang bibi Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam menurut susuan".

Keluarga Milhan merupakan keluarga yang sangat dihormati pada Madinah. Para ahli sejarah menyebutkan bahwa baginda Rosul pun begitu menghormati famili Ummu Haram dan keluarga besarnya, beliau acapkali singgah ke kediaman keluarga Milhan.

Gerbang maosoleum Ummu Haram

di Masjid Hala Sultan Tekke (flickr)

Ummu Haram juga Ummu Sulaim dikenal dalam sejarah Islam sebagai muslimah sejati yang menyerahkan semua hidupnya buat membela kepentingan Islam. Tak hanya mengorbankan mal, mereka bahkan turut bergabung bersama kaum muslimin mengangkat senjata terjun ke berbagai medan Jihad. Wajar apabila kemudian Baginda Rosul menggelari dua Muslimah andal ini menjadi ?Saudari yg terpercaya?.

Suami Ummu Haram, Ubaidah bin Syamit adalah salah satu menurut 12 Sahabat pertama Rosulullah dari kaum Ansor. Ubaidah adalah keliru satu berdasarkan 12 (dua belas) laki laki menurut Kaum Ansor yg turut merogoh bagian dalam Bai?At Aqobah Pertama. Mereka semua bersumpah setia kepada Nabi Muhammad S.A.W. Lalu balik ke Madinah ditemani oleh Mushab bin Umair yang diutus Rasulullah agar mengajarkan Al-Quran kepada penduduk Madinah. Itu sebabnya dikemudian hari Mushab dikenal dengan nama Muqri?Ul (oleh nara sumber).

Semasa hidupnya baginda Rosul sangat dekat menggunakan famili Milhan, beliau acapkali singgah ke kediaman famili ini. Dalam salah satu kesempatan saat beliau singgah, Ummu Haram menyambut beliau menggunakan gembira & menyediakan aneka makanan selera dia. Sesaat lalu Rosulullah menyempatkan tidur siang namun sesaat lalu beliau terbangun dan menggunakan paras senyum memandang ke arah Ummu Haram.

Dengan heran Ummu Haram bertanya, ?Ya Rosulullah, kenapa baginda tersenyum kepadaku ??. Lalu Rosulullah menjawab ?Sesungguhnya aku melihat beberapa sahabatku sedang mengendarai kendaraan menyeberangi samudera laksana para raja diatas singgasananya?. Tanpa menyianyiakan kesempatan Ummu Haram eksklusif mengajukan permintaan, ?Ya Rosulallah, mohonkan kepada Allah agar saya bersama mereka?, dan betapa gembiranya Ummu Haram saat Rosulullah menjawab ?Sesungguhnya engkau beserta grup yg pertama?. (sebagaimana dijelaskan dalam hadist riwayat Anas bin Malik).

Ummu Haram bersama suaminya Ubidah Bin Syamit tak pernah menyia nyiakan kesempatan buat bergabung pada jihad pada medan perang demi menegakkah kalimah Allah. Terutama sejak dia bergabung pada pasukan Islam Syria dibawah kendali Abu Ubaydah dan Amar Bin Abdullah Bin Jarrah, mereka berdua terlibat pada holistik perang hingga semua daerah Syria masuk ke pada daerah Islam.

makam Ummu Haram di dalam Maosoleum

di kompleks Masjid Hala Sultan Tekke

(foto dari emmasmegal)

Sepanjang hayati nya Ummu Haram Binti Milhan bersama suaminya didedikasikan buat kepentingan Islam. Beliau berpindah dari aneka macam loka mengikuti suaminya bersama sama berjihad. Mulai menurut Quba, Madinah, Syria, sampai ke Palestina mengikuti suaminya yg ditugaskan sebagai hakim disana semasa khalifah Umar bin Khattab.

Sampai suatu hari Amru Bin Ash membutuhkan tambahan pasukan dalam perang merebut wilayah Mesir dari kekuasaan Romawi, Khalifah Umar memerintahkan Ubaidah membawa pasukan tambahan membantu Amru bin Ash menyerbu Mesir. Ummu Haram menyertai suaminya dalam perang tersebut yang berahir indah. Mesir takluk, Amru Bin Ash diangkat sebagai Gubernur Mesir pertama mendirikan peradaban Islam baru disana termasuk mendirikan Masjid Amru Bin Ash sebagai Masjid pertama di tanah Mesir dan Afrika.

Paksa kemenangan tersebut, Ubaidah bersama istrinya Ummu Haram justru menentukan buat pindah ke Damaskus yang telah lebih dulu ditaklukkan dan dibawah kendali gubernur Mu?Aawiyah bin Abu Sufiyan, & bermukim disana karena kekhawatiran beliau atas keselamatan kota tersebut yang sering diganggu oleh serbuan balik pasukan Romawi.

Penaklukan Cyprus dan Permohonan Yang Terkabul

Gubernur Syria, Mu?Aawiyah bin Abu Sufyan memahami persis bahwa pulau Cyprus merupakan pangkalan perbekalan angkatan bahari Romawi pada setiap penyerbuan mereka ke kota kota pelabuhan pada Syria. Karenanya kemudian beliau memohon izin pada khalifah Umar Bin Khattab buat menyerbu ke Cyprus. Namun permintaan tadi ditolak sang Khalifah Umar yang mengkhawatirkan keselamatan pasukan Islam pada perang bahari melawan Romawi, & Muawiyah mengurungkan niatnya menyerbu Cyprus mematuhi titah Khalifah Umar.

Masjid Hala Sultan Tekke atau Masjid Ummu Haram di Larnaca ini masuk dalam daftar bangunan bersejarah Unesco dan telah direnovasi oleh Aga Khan bersama pemerintah Cyprus selatan dan utara. (Foto dari moi.gov.cy).

Dimasa pemerintahan Khalifah Usman Bin Affan, Muawiyah pulang mengajukan permohonan buat menyerbu Cyprus dan kali ini Khalifah mengabulkan permintaan tadi menggunakan kondisi supaya tidak memaksa siapapun buat turut dan dalam penyerbuan tak biasa tersebut. Mengingat pasukan Islam tidak terbiasa pada perang bahari. Nyatanya seruan Muawiyah disambut gegap gempita oleh muslim Damaskus yg siap berjihad, termasuk Ummu Haram & Suaminya Ubaidah Bin Syamit & para sahabat lainnya.

Bagi Ummu Haram penyerbuan ke Cyprus (tahun 647 atau 649M) ini sahih sahih menggembirakan. Sebuah permohonan yg terkabul. Sebagaimana pernah disampaikannya kepada Baginda Rosulullah buat bergabung dalam pasukan Islam yg menyeberangi samudera laksana para raja diatas singgasananya, sebagaimana digambarkan pada mimpi Beliau.

Disepajang pelayaran menurut Syria menuju pulau Cyprus, Tak henti hentinya Ummu Haram mengucap syukur & membayangkan paras Rosulullah yg sedang tersenyum kepadanya, waktu mengungkapkan bahwa Ummu Haram akan sebagai bagian pertama menurut perang di laut pada menegakkah kalimah Allah, dan berujar pada dirinya sendiri ?Yang kau ucapkan merupakan sahih, ya Rosulullah?.

Burung burung flaminggo yang sedang singgah ke danau Larnaca pada bepergian migrasi mereka ini menaruh keindahan tersendiri bagi landscap pada danau ini dengan latar belakang Masjid Hala Sultan Tekke.

Memulai Dengan Sahadah Berahir Sebagai Sahidah

Perang sudah dimulai semenjak masih ditengah laut, kapal perang pasukan Islam berhasil mengalahkan hadangan perang pasukan bahari Romawi & mendarat menggunakan selamat di pulau Cyprus. Sesampainya disana pasukan Islam bersiap buat melakukan perang darat & beranjak ke jantung pulau Cyprus atau Qubrush dalam bahasa Arab.

Di suatu kesempatan ketika Ummu Haram naik ke atas tunggangannya, namun tidak dinyana hewan itu mengamuk sejadi jadinya dan melemparkan tubuh dia begitu keras, Ummu Haram wafat seketika itu pula menggunakan raut paras yang tersenyum manis. Jasad dia kemudian dimakamkan ditempat dimana dia terjatuh, insiden tersebut terjadi di kurang lebih tahun ke 28 Hijrah.

Makam dia sekarang masih bisa ditemui di komplek masjid Hala Sultan Teke, seakan bersaksi pada global, tentang perjalanan hayati & usaha seseorang Muslimah andal, muslimah sejati, sahabat Rosulullah, istri menurut salah seseorang Sahabat Ansor yang pertama berbai?At pada baginda Rosulullah. Menjadi saksi tercapainya cita cita beliau buat tewas sahid, dimulai menggunakan Sahadah & berahir sebagai Sahidah.***

Lanjutkan ke bagian-3 atau kembali ke bagian-1

--------------------------------------------------

Baca Juga Masjid Masjid Eropa Lain-nya

AUSTRIA : Masjid Islamic Center WinaMasjid As-Salam, Masjid Indonesia di Austria│BELANDA : Masjid Essalam, Rotterdam, terbesar di BelandaMasjid Al-Hikmah, masjid Indonesia di Den Haag (bagian I)Masjid Al-Hikmah, masjid Indonesia di Den Haag (bagian I) │BOSNIA : Masjid Istiklal Indonesia di Bosnia & Herzegovina│BELGIA : Masjid Agung Brussels│BULGARIA : Masjid Banya Bashi│CEKO : Masjid Brno Masjid Pertama di CekoMasjid Praha │INGGRIS : Masjid Sentral London (London Central Mosque) : INGGRIS : Masjid Didsbury dan Islamic Center Manchester│INGGRIS : Masjid Jami Zakariyya Bolton│IRLANDIA : Pusat Kebudayaan Islam Irlandia│JERMAN : Masjid di Istana SchwetzingenMasjid Al-Falah, Masjid Indonesia di Berlin│MALTA : Masjid dan Pusat Kebudayaan Islam Paola│NORWEGIA : Masjid Pusat Kebudayaan Islam - Oslo│PRANCIS : Grande de Paris, Masjid Agung Paris │POLANDIA : Masjid WarsawaMasjid Euro 2012 Polandia│ROMANIA : Masjid Agung Konstantia │RUSIA : Masjid Saint PetersburgMasjid Sentral Perm (Perm Central Mosque)Masjid Akhmad Kadyrov, Simbol Kebangkitan │Chechnya Dari Kehancuran PerangMasjid Agung Makhachkala, Dagestan(Rencana) Masjid Agung kota Magas, Republik IngushetiaMasjid Moscow Historical Mosque (MHM), Tertua di Kota MoscowMasjid Memorial, Moskow (Moscow Memorial Mosque)Masjid Katedral, Masjid Agung kota Moskow (Bagian I) │Masjid Katedral, Masjid Agung kota Moskow (Bagian II) │UKRAINA : Masjid Ar-Rahma, Masjid Pertama di Kota KievMasjid Euro 2012 Ukraina

Masjid Hala Sultan Tekke, Cyprus (bagian-3)

Masjid Hala Sultan Tekke ditepian danau Air Asin Larnaca, di bagian selatan pulau Cyprus dilihat dari seberang danau, tampak begitu indah dengan latar depan hamparan air asin danau tersebut. (foto dari followwoody)

Sejarah Pembangunan Masjid Hala Sultan Tekke

Masjid Hala Sultan Tekke atau Masjid Ummu Haram berada tanah semenanjung di sisi bagian barat danau air asin pada kota Larnaca, Cyprus bagian selatan. Dibangun buat mengenang & menghormati Ummu Haram binti Milhan yg merupakan Istri menurut Ubaidah Bin Syamit. Mereka berdua merupakan sahabat Rosulullah Muhammad S.A.W.

Ummu Haram Wafat pada ekspedisi militer pasukan Islam ke pulau Cyprus tahun ke 28 hijrah atau lebih kurang tahun 647M atas perintah Gubernur Muawiyah Bin Abu Sufyan selaku gubernur Syria berkedudukan pada kota Damaskus, atas izin berdasarkan Khalifah Usman bin Affan pada Madinah.

Jenazah Ummu Haram dimakamkan persis di lokasi kematiannya. Makam tersebut dikemudian hari ditemukan dan dibangun oleh seorang darwis atau pengikut aliran sufi yang bernama Sheikh Hasan.  Beliau yang kemudian pertama kali mendirikan bangunan yang melindungi makam Ummu Haram setelah mendapatkan izin dari otoritas setempat pada tahun 1760. Bangunan tersebut juga diperindah dengan ukiran dekorasi di bagian dalam.

Makam Ummu Haram berada pada bagian sisi kiblat Masjid Hala Sultan Tekke. Makam beliau berada di pada bangunan berkubah seperti terlihat dalam bagian depan foto di atas.

Selanjutnya di abad ke 19, Gubernur Cyprus, Seyyid Elhac Mehmed Agha membangun pagar sekeliling bangunan makam memakai pagar kayu. Pagar pagar kayu tadi lalu diganti dengan pagar menurut kuningan pada masa pemerintahan gubernur Acem Ali Agha, penerus berdasarkan Seyyid Elhac Mehmed Agha. Sedangkan bangunan Masjid nya sendiri dibangun dalam era kekuasaan dinasti Usmaniyah yg berpusat pada Istambul, Turki.

Dalam catatan Giovanni Mariti disebutkan bahwa ketika dia mengunjungi Cyprus antara tahun 1760-1767 dijelaskan bahwa Masjid Hala Sultan Tekke dibangun pada masa gubernur Cyprus dijabat oleh Ali Agha. Menurut Mariti, pembangunan masjid ini turut memakai batu batu berdasarkan sebuah bangunan bekas gereja terbengkalai pada antara reruntuhan kampung di lebih kurang lokasi masjid ini.

Sumber lain menjelaskan bahwa pembangunan masjid tadi digagas sang Gubernur Cyprus Seyyid Mehmed Emin Efendi dalam bentuk bangunan klasik dinasti Usmani & selesai dibangun dalam bulan November tahun 1817. Kedua sumber tadi sepertinya sama sama valid, hanya saja tampaknya sumber pertama tidak pernah lagi mengikuti perkembangan selanjutnya berdasarkan yg pernah dicatatnya sedangkan asal ke 2 tidak melihat ke masa sebelum tahun 1817.

Bangunan tambahan pada masjid ini diperbaiki tahun 2004. Sedangkan bangunan masjid & menaranya jua baru saja selesai di restorasi. Program perbaikan dan restorasi tadi dilaksanakan dengan dukungan penuh menurut acara ?Bi-communal Development Programme? Yang dibentuk sang USAID & UNDP & dijalankan melalui UNOPS.

Masjid Hala Sultan Tekke dibangun menggunakan gaya masjid tradisional dinasti Usmaniyah, pada masa kejyaaanya di Cyprus. Konon disebutkan bahwa batu batuan yg digunakan buat membangun masjid ini diambil berdasarkan sebuah reruntuhan bangunan gereja diantara puing puing desa yang telah tidak berpenghuni disekitar lokasi tersebut.

Menjadi Sasaran Serangan

Masjid Hala Sultan Tekke sudah beberapa kali menjadi target Vandalisme sampai pelemparan bom molotov. Seperti yg terjadi pada tanggal 24 Juli 2010 lalu masjid ini diserang dengan bom molotov menyebabkan kerusakan ringan, dan pernah juga dilempari dengan batu oleh orang tak dikenal hingga aksi pengurukan pasir di pintu masuk masjid pula pernah dilakukan oleh pihak yang tak bertanggung jawab.

Denah Bangunan Hala Sultan Tekke

Di atas gerbang menuju taman masjid ini masih ada tulisan dari masa Usmaniyah bertanggal 4 Maret 1813 berbunyi ?Hala Sultan Teke dibangun sang Gubernur Cyprus yang pada Rahmati Allah?, goresan pena ini di apit oleh monogram Sultan Mahmud II. Taman pada masjid ini dirancang sang Pasha & itu sebabnya taman pada masjid ini dikenal dengan nama ?Pasha Garden?.

Bangunan pendudukung pada komplek ini pula terhubung Masjid diklaim menjadi ?Gulzen Feys? Atau ?Taman Mawar yang menerima pencerahan?. Di sisi utara atau disebelah kiri dan kanan pintu masuk adalah bangunan guest house buat jemaah laki-laki (Selamlik). Sedangkan buat jemaah wanita (Haremlik) guest housenya berada lebih ke dalam komplek. Menara masjid ini di perbaiki dalam tahun 1959

Interior Masjid Hala Sultan Tekke. Sebagaimana masjid masjid dinasti Usmaniyah lainnya bagian pada masjid Hala Sultan Tekke ini juga dibangun dengan atap tinggi, ruang utamanya berada dibawah kubah utamanya yg mendominasi bangunan masjid. Di dalam masjid ini pula dilengkapi menggunakan mezanin loka wakil imam menyuarakan ulang bunyi imam pada jemaah.

Makam Ummu Haram berada didalam maosoleum yang berada di sisi kiblat masjid ini, arah menuju Kiblat dari pulau Cyprus adalah mengarah ke selatan. Di maosoleum ini terdapat inscripsi bertuliskan tahun 1760.  Selain makam Ummu Harram, ditempat tersebut juga terdapat empat makam lainnya, dua diantaranya merupakan Sheik.

Makam lainnya sudah dibangun memakai batu pualam 2 strata, makam ini bertanggal 12 Juli 1929, makam tersebut adalah makam Adile Huseyin Ali, istri menurut Hussein bin Ali, Sharif kota Mecca dari famili Hasyimi, cucu dari Wazir Agung Usmaniyah, Koca Mustafa Re?Id Pasha yang pula keturunan berdasarkan Nabi Muhammad S.A.W.

Di sudut timur komplek masjid Hala Sultan Tekke masih ada komplek pemakam tua yang telah ditutup buat aktivitas pemakaman dari tahun 1899. Di pemakaman ini dimakamkan beberapa pejabat tinggi menurut dinasti Usmaniyah, dinasti Islam terahir yg pernah berkuasa di pulau Cyprus.

Bangunan berbentuk oktagonal yang berada di depan masjid ini adalah bangunan loka berwudhu, bangunan ini dibangun pada tahun 1796-1797 sang Gubernur dinasti Usmaniyah pada Cyprus, Silahtar Kaptanba?? Mustafa Agha. Tarikh penting terkait sejarah Komplek masjid ini ditemukan di taman Masjid ditulis di atas batu pualam bertarikh tahun 1895 yang adalah tahun dibangunnya infrastruktur sistem pengairan ke masjid ini dalam masa pemerintahan Sultan Abd?Lhamid II.

Di masa kekuasaan dinasti Usmaniyah terdapat suatu tradisi dimana semua kapal dari dinasti Usmani yang akan lego jangkar di pelabuhan Larnaca akan mengibarkan benderanya setengah tiang & menembakkan meriam salfo sebagai bentuk penghormatan kepada para pejabat tinggi Usmaniyah yang dimakamkan di komplek masjid Hala Sultan Tekke ini. (selesai - dikumpulkan menurut banyak sekali sumber).

kembali ke bagian 2 atau bagian-1

--------------------------------------------------

Baca Juga Masjid Masjid Eropa Lain-nya

AUSTRIA : Masjid Islamic Center WinaMasjid As-Salam, Masjid Indonesia di Austria│BELANDA : Masjid Essalam, Rotterdam, terbesar di BelandaMasjid Al-Hikmah, masjid Indonesia di Den Haag (bagian I)Masjid Al-Hikmah, masjid Indonesia di Den Haag (bagian I) │BOSNIA : Masjid Istiklal Indonesia di Bosnia & Herzegovina│BELGIA : Masjid Agung Brussels│BULGARIA : Masjid Banya Bashi│CEKO : Masjid Brno Masjid Pertama di CekoMasjid Praha │INGGRIS : Masjid Sentral London (London Central Mosque) : INGGRIS : Masjid Didsbury dan Islamic Center Manchester│INGGRIS : Masjid Jami Zakariyya Bolton│IRLANDIA : Pusat Kebudayaan Islam Irlandia│JERMAN : Masjid di Istana SchwetzingenMasjid Al-Falah, Masjid Indonesia di Berlin│MALTA : Masjid dan Pusat Kebudayaan Islam Paola│NORWEGIA : Masjid Pusat Kebudayaan Islam - Oslo│PRANCIS : Grande de Paris, Masjid Agung Paris │POLANDIA : Masjid WarsawaMasjid Euro 2012 Polandia│ROMANIA : Masjid Agung Konstantia │RUSIA : Masjid Saint PetersburgMasjid Sentral Perm (Perm Central Mosque)Masjid Akhmad Kadyrov, Simbol Kebangkitan │Chechnya Dari Kehancuran PerangMasjid Agung Makhachkala, Dagestan(Rencana) Masjid Agung kota Magas, Republik IngushetiaMasjid Moscow Historical Mosque (MHM), Tertua di Kota MoscowMasjid Memorial, Moskow (Moscow Memorial Mosque)Masjid Katedral, Masjid Agung kota Moskow (Bagian I) │Masjid Katedral, Masjid Agung kota Moskow (Bagian II) │UKRAINA : Masjid Ar-Rahma, Masjid Pertama di Kota KievMasjid Euro 2012 Ukraina

Saturday, October 17, 2020

Islamic Center Rijeka, Masjid Pertama di Adriatik

Islamic Center Rijeka di Kroasia, dibangun berdasarkan hasil karya seniman patung ternama Kroasia. Menghasilkan sebuah bangunan yg tidak saja sebagai sentra ke-Islaman akan tetapi jua menjadi sebuah masterpiece karya seni patung dalam berukuran super akbar.

Masjid Pertama di Rijeka & Adriatik, ketiga di Kroasia

Ribuan jemaah muslim memadati areal Islamic Center di kota Rijeka, Kroasia, pada tanggal 5 Mei 2013 yang lalu setelah melalui proses pembangunan sejak tahun 2009. Islamic Center dengan rancangan futuristik ini merupakan masjid sekaligus Islamic Center pertama di kota Rijeka dan seluruh kawasan pantai Laut Adriatik setelah lebih dari lima abad, dan menjadi masjid ketiga di Kroasia. 20 ribu hingga 30 ribu muslim hadir dengan penuh antusias dalam acara peresmian tersebut bergabung dengan tamu undangan yang hadir dari berbagai Negara termasuk dari Negara tetangga dekatnya, Bosnia Herzegovina.

Islamic Center ini dirancang menjadi sebuah bangunan masjid berarsitektur terkini dan futuristik, sekilas pandang mirip dengan bangunan keong Emas di Taman Mini Indonesia Indah tetapi dalam balutan warna perak ad interim dari sudut pandang yang lain tampak misalnya sebuah kapal luar angkasa. Bangunan masjid ini dilengkapi menggunakan sebatang menara dengan tinggi 23 meter (75 kaki) menggunakan bentuk yg pula sangat unik dan disebut sebut menjadi bangunan tempat ibadah paling latif di Eropa.

Rijeka Islamic Center

51000, Rijeka, Croatia

Situs resmi : http://www.medzlis-rijeka.org

Album foto di : picasa

45° 20' 47.22" N  14° 23' 48.85" E

View Rijeka Islamic Center - Croatia in a larger map

Peresmian Islamic Center Rijeka

Upacara peresmian Islamic Center ini dlakukan langsung oleh Presiden Kroasia, Ivo Josipovic, pada tanggal 4 Mei 2013 yang lalu bersama anggota Anggota Kepresidenan Tripartit Negara dari Etnis Bosnia, Bakir Izetbegovic dan Menteri Wakaf dan Urusan Islam Qatar, Ghaith bin Mubarak Al-Kuwari, yang hadir mewakili Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa al-Thani selaku penyandang dana terbesar pembangunan Masjid dan Islamic Center ini. Proyek pembangunan Islamic Center ini dimulai dengan peletakan batu pertama pada tanggal 3 Oktober 2009 yang lalu. Sedangkan ide pembangunnya sendiri sudah muncul sejak tahun 1968.

Media menyebut komplek Islamic Center Rijeka ini sebagai “Masjid Pertama di Kawasan Adriatik” setelah Ke-Khalifahan Usmaniah meninggalkan kawasan tersebut 500 tahun yang lalu. Sementara presiden Kroasia dalam sambutannya mengatakan bahwa “Islam dan tradisinya telah menjadi bagian dari sejarah Kroasia bersama dengan tradisi minoritas lainnya telah memperkaya budaya dan identitas Negara”.

Presiden Tripartit dari Etnis Bosnia, Bakr Izetbegovik mengatakan bahwa Kroasia merupakan tempat yang nyaman bagi muslim etnis Bosnia untuk menetap dan membuka pusat ke-Islaman, menyampaikan sinyal positif ke seluruh dunia. Sedangkan Menteri Wakaf dan Urusan Islam Qatar, Al-Kuwari menyampaikan harapan bahwa Islamic Center Rijeka dapat membantu membantu memperbaiki citra Islam dan muslim.

Kompilasi foto Islamic Center Rijeka menurut berbagai asal

Turut hadir dalam peresmian tersebut para tokoh tokoh penting Uni Eropa dan Kroasia, diantaranya adalah ; Josip Leko - Juru Bicara Parlemen Kroasia. Husein Kavazovic - pemimpin muslim di Bosnia & Herzegovina. Aziz Hasanovic – Mufti kota Zagreb (Kroasia) dan Paul Vandoren – Delegasi Presiden Uni Eropa untuk Kroasia. Serta tokoh tokoh lintas agama. Paul Vandoren menyampaikan harapan bahwa Islamic Center Rijeka sebagai pusat Ke-Islaman juga sebagai pusat multikultural, toleransi dan saling pengertian antar pemeluk agama di Kroasia.

Muslim dan Masjid di Kroasia

Saat ini lebih dari 10 ribu muslim tinggal di kota Rijeka dan sebagian besar dari Bosnia & Herzegovina. Rencana pembangunan masjid dan Islamic Center ini telah muncul sejak lima decade yang lalu. Komunitas muslim di Kroasia menecapai 1,5% atau sekitar 63 ribu jiwa dari total 4,2 juta penduduk Kroasia dan sekitar 10 ribu diantaranya tinggal di kota Rijeka dan sekitarnya. Sekitar 87% penduduk Kroasia beragama Katholik Roma dan Islam menempati tempat sebagai minoritas ketiga di Negara tersebut.

Kemeriahan suasana peresmian Islamic Center Rijeka

Selama ini muslim Kroasia hanya memiliki dua masjid di sana yakni sebuah masjid kecil di kota Gunja di bagian barat Kroasia berbatasan dengan Bosnia & Herzegovina yang dibangun tahun 1960-an dan satu masjid lagi di kota Zagreb dibangun tahun 1987 sebagai pusat peribadatan bagi muslim Kroasia yang merupakan kaum minoritas terbesar ketiga di Kroasia berdasarkan sensus tahun 2011.

Fasilitas & Aritektur Islamic Center Rijeka

Masjid & Islamic Center Rijeka dibangun seluas 10 ribu meter persegi dan menghabiskan dana lebih dari 10 juta Euro ($13 juta dolar). Keseluruhan komplek ini terdiri dari bangunan Masjid sebagai bangunan utama, Aula Serbaguna, ruang kuliah, Taman Kanak Kanak, Perpustakaan, ruang makan, Guest House, cafeteria, Kantor pengelola dan disediakannya juga lapangan Basket dan sepakbola serta lapangan parkir.

Islamic Center Rijeka dibangun dalam ukuran yang cukup besar dan berada di atas bukit membuatnya terlihat dari kejauhan hingga ke bibir pantai.

Bentuk umum bangunannya berupa kubah kubah besar bewarna perak dengan sebatang bangunan menara terpisah setinggi 23 meter (75 kaki). Rancangan masjid ini ditangani oleh (Almarhum) Dušan Džamonja (1928 - 2009). seorang pemahat professional Kroasia ber-etnis Sebia. Beliau yang merancang konsep bangunan Islamic Center ini dalam bentuk miniature bangunan masjid yang akan dibangun tersebut. Lokasi bangunannya sengaja dipilih dipuncak sebuah bukit membuatnya dapat terlihat dari kejauhan hingga ke Teluk Kvarner bay.

Dari bentuk miniatur tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam rancangan arsitektur oleh Arsitek Darko Vlahović dan Branko Vučinović dan hasilnya adalah sebuah proyek bangunan masjid dengan estetika yang superior. Kubah utama bangunan nya terdiri dari lima bagian terpisa yang secara kasat mata tampak sebagai satu kesatuan. Dalam pelaksanaannya pembangunan masjid ini juga melibatkan arsitek Dora Vlahović, Luka Vlahović, Dubravka Đurkan-Horvat dan Davor Mauser.

Islamic Center Rijeka dengan latar belakang laut Adriatik di Teluk Kvalrner

Pada saat menggagas bentuk kubah bangunan masjid ini kemungkinan besar sang konseptor, Dušan Džamonja, memiliki pemahaman yang luas tentang rancangan kubah masjid masjid Usmaniah yang bertebaran disepanjang pantai mediterania yang kemudian dengan caranya sendiri membentuk kubah tersebut kedalam bentuk yang baru.

Hal yang kemudian menjadikan rancangan masjid ini menjadi begitu artistik, bernilai dan unik adalah keberhasilan memainkan bentuk geometeris yang kemudian memunculkan  fakta bahwa bangunan masjid ini lebih sebagai sebuah pencapaian seni pahatan dari sang konseptor dibandingkan sebuah pusat budaya dan agama serta arsitektur bangunan secara umum. Keseluruhan proyek pembangunan masjid ini sebagian besar di danai oleh pemerintah Qatar.***

Islamic Center Rijeka saat proses pembangunan
Satu Lagi Aerial View Islamic Center Rijeka
Interior Islamic Center Rijeka
Exterior Islamic Center Rijeka

Referensi

globalpost.com - staunchly-catholic-croatia-opens-major-islamic-centre

islamicartsmagazine.com – the mosque in Rijeka a masterpiece of contemporary architecture

onislam.net - adriatics-first-post-ottoman-mosque-opens

balkaninsight.com - croatia-new-mosque-opened-in-rijeka

adb-arhitektura.hr - islamski-centar-rijekaisliamic-center-in-the-city-of-rijeka

Baca Juga

Masjid Ali Pasha's Sarajevo

Masjid Gazi Husrev-Beg, Sarajevo (bagian-2)

Masjid Gazi Husrev-Beg, Sarajevo (bagian-1)

The Emperors Mosque, Sarajevo – Bosnia and Herzegovina

Friday, October 16, 2020

Islamic Center Zagreb – Kroasia (Bagian-1)

Islamic Center Zagreb - di Ibukota Republik Kroasia. Hadir menlayani 1.3% muslim di negara berpenduduk mayoritas (87%) Katholik tersebut sejak tahun 1987 yang lalu.

Zagreb adalah ibukota Negara Republik Kroasia. Republik yang baru berdiri paska runtuhnya Yugoslavia. Di Zagreb berdiri megah bangunan masjid satu satunya di kota itu, bernama Islamic Center Zagreb, bangunan masjid yang begitu menarik perhatian karena arsitektut bangunannya yang unik meski tak meninggalkan ciri utama sebuah bangunan masjid dengan satu menaranya yang tinggi menjulang berbentuk seperti sebatang lilin.

Islamic Center Zagreb mulai dibangun dengan peletakan batu pertama pada tanggal 11 September 1981 dan diresmikan tahun 1987. Meskipun Masjid Islamic Center ini merupakan satu satunya masjid di kota Zagreb, namun masjid ini bukanlah masjid pertama di kota itu. Masjid pertama kota Zagreb sudah ada sejak tahun 1916, sebuah bangunan di barak militer garnizun Infanteri di ubah menjadi masjid bagi anggota militer dan keluarganya. Lalu bangunan masjid sebenarnya juga pernah berdiri begitu megah dengan tiga menara di ditengah kota Zagreb.

MASJID MAESTROVIC PAVILION. gedung maestrovic pavilion di pusat kota Zagreb pernah dijadikan masjid semasa perang dunia kedua saat Kroasia dibawah kendali pemerintahan Negara Independen Kroasia yang dibentuk oleh Nazi Jerman. Sesuatu yang tak belangsung lama dan kini Maestrovic Pavilion masih berdiri megah di pusat kota Zagreb meski gundul tanpa tiga menaranya yang sudah diruntuhkan tahun 1948.

Hanya saja masjid masjid pertama itu tidak berumur panjang seiring dengan silih bergantinya kekuatan yang menguasai wilayah Kroasia. Bangunan masjid dengan tiga menara di pusat kota Zagreb itu diresmikan tahun 1944 saat Kroasia diperintah oleh “Negara Independen Kroasia” bentukan Nazi Jerman. Namun ditutup tahun 1945 seiring kekalahan Nazi dalam perang dunia kedua. Bekas bangunan masjid itu masih berdiri hingga kini sebagai museum di pusat kota Zagreb dengan nama Meštrović Pavilion.

Islamic Center Zagreb

Gavellina 40,

Zagreb, Croatia 10 000, CROATIA

Phone: 00385-16137162

Fax: 0038516137159

Email: mesihat@zg.t-com.hr

URL: www.islamska-zajednica.hr

View Islamic Center Zagreb in a larger map

View Islamic Center Zagreb in a larger map

Islamic Center Zagreb dapat dicapai dari depan stasiun utama Zagreb dengan menggunakan Tram nomor 6, 7, 8 dan 14 lalu turun di stasiun Folnegovićevo naselje. Darisana berjalan kaki sekitar 15 menit melewati bangunan bangunan bangunan flat hunian hingga mencapai jalan utama dipersimpangan lampu lalu lintas. Menara masjid Islamic Center sudah terlihat dari tempat anda berdiri.

Satu satunya bangunan Masjid “sebenarnya” di kota Zagreb ini berdiri megah ditengah tengah lahan yang cukup luas di kawasan Borovje kota Zagreb dengan landskap yang ditata begitu apik, bangunannya terlihat jelas saat berada di Gavella street. Berdiri di atas lahan seluas 17.938 meter persegi, lahan yang cukup luas ini selain sebagai taman juga disediakan sebagai cadangan untuk pengembangan dikemudian hari.

FOTO UDARA Islamic Center Zagreb, megah ditengah lahan luas yang memang dipersiapkan bagi pengembangan di masa depan. Beberapa bangunan disebelah bawah foto adalah kediaman imam dan keluarganya serta guest house untuk para tamu.

Dibangun dalam arsitektur yang cukup unik, tidak saja sebagai pusat Ke-Islaman di kota itu tapi juga sebagai sebuah karya seni yang menawan. Bangunan utamanya terdiri dari belahan tiga kubah besar berwarna hijau yang dibangun saling berhadapan. Dua belahan kubah berada di atap masjid dan satu belahan lagi menutup hingga ke sisi mihrab. Masing masing belahan kubah ini dibangun dengan tingkat elevasi berbeda yang kemudian menghadirkan celah diantara ketiganya. Celah tersebut yang dimanfaatkan sebagai jendela kaca dalam ukuran besar di atap masjid.

Selain tiga belahan kubah tersebut masih ada satu belahan kubah lainnya yang diletakkan di sisi depan masjid menghadap ke tangga utama berfungsi sebagai beranda, akses utama ke Masjid dengan tiga pintu, di bagian masing masing pintu ini dipasang tiga buah jendela dengan bentuk yang senada karya dari (alm) Sefkija Baručija. Di depan beranda ini terhampar halaman berlantai batu putih lengkap dengan ornament pancuran air. Kubah masjid yang terdiri dari tiga belahan ini dihias dengan caligrafi bertuliskan kalimat Basmallah.

BERANDA Masjid Islamic Center Zagreb, sangat unik dan menarik.

Masuk ke dalam masjid ini menghadirkan suasana yang sedikit berbeda dibandingkan dengan interior masjid pada umumnya, bukaan besar di atap masjid tidak sebagai bukaan melingkar dibawah kubah tapi tercipta dari perbedaan ketinggian masing masing belahan kubah. dibawahnya digantung lampu hias dalam ukuran besar. Mihrab Masjid ini juga dibuar dalam bentuk yang senada dengan ukiran kaligrafi Ayat Kursi yang begitu apik.

Di sisi kiri dan kanan bagian atas mihrab dihias dengan dua emblem bertuliskan kaligrafi Allah dan Muhammad. Tak kalah menarik perhatian adalah mimbarnya yang juga dibuat dari batu putih dengan bentuk yang tinggi tapi ramping dengan jejeran anak tangga yang cukup tinggi. Mimbar ini dilengkapi dengan gerbang melengkung yang juga dibuat dari batu putih.

INTERIOR masjid Islamic Center Zagreb dari arah mezanin lantai dua.

Denah interior ruang utama masjid ini berbentuk oval, menyambung dari bentuk belahan kubah yang menjadi dinding utama ruang mihrab. Mezanin lantai dua ruang dalam masjid dengan sendirinya juga mengikuti ruang utama dibawahnya. Keseluruhan permukaan lantai dalam masjid dilapisi dengan karpet Persia blagozeleni hadiah dari rakyat muslim Iran.

Masjid ini juga menyediakan ruang khusus untuk jemaah wanita dan dari ruangan khusus wanita ini tersedia akses menuju ke menara masjid. menara masjid yang dibangun terpisah dari bangunan utama ini setinggi 42 meter di ukur dari pelataran masjid tempatnya berdiri. Bentuknya yang lancip dan tinggi seakan membentuk sebuah lilin raksasa. Ruang khusus wanita di masjid ini juga dilengkapi dengan dua kubah kaca yang memungkinkan jemaah didalamnya untuk melihat ujung menara.

INTERIOR Islamic Center Zagreb dari arah Mimbar

Keseluruhan dinding masjid bagian luar ditutup dengan batu pualam warna putih dan di tembok sisi kanan sebelah luar dihias dengan satu kaligrafi yang begitu indah dalam ukuran besar. Dari pintu masuk sebelah kiri akan mengantarkan jemaah menuju ke ruang basement tempat wudhu jemaah pria ada disana, termasuk ruang maktab (kuliah), Aula serbaguna, ruang ganti, resepsionis, perpustakaan, kantor pengelola, serta rumah makan.

Di dalam komplek Islamic center ini juga dibangun rumah tempat tinggal untuk imam dan keluarganya serta guest house yang disediakan bagi para tamu dari berbagai komunitas Islam yang berkunjung secara resmi kesana. Ruang basement masjid ini tadinya disediakan untuk tempat parkir tapi kemudian di alih fungsi sebagai ruang madrasah "Dr. Ahmed Smajloivić" yang berada di lantai dua basement. Sedangkan lantai dasar basement dijadikan ruang khusus ibu menyusui dan area bermain anak anak, fasilitas remaja masjid dan amphitheater.

Bersambung ke Bagian-2

Baca Juga

Islamic Center Rijeka, Masjid Pertama Adriatik

Masjid Ali Pasha's Sarajevo

Masjid Gazi Husrev-Beg, Sarajevo (bagian-2)

Masjid Gazi Husrev-Beg, Sarajevo (bagian-1)

The Emperors Mosque, Sarajevo – Bosnia and Herzegovina

Islamic Center Zagreb – Kroasia (Bagian-2)

Sejarah Islamic Center Zagreb

MASJID PERTAMA DI KOTA ZAGREB. Untuk pertama kalinya di tahun 1944 muslim kota Zagreb memiliki bangunan masjid sebenarnya dengan diresmikannya alih fungsi gedung Maestrovic Pavilion sebagai Masjid pertama di kota itu. hanya saja setahun kemudian masjid ini ditutup oleh penguasa baru, tiga menaranya diruntuhkan tahun 1948.

Antara tahun 1868 hingga tahun 1918 Kroasia merupakan wilayah otonomi dibawah kerajaan Hongaria yang kemudian bergabung dalam Kekaisaran Astro-Hongary. Kekaisaran ini yang kemudian mencaplok wilayah Bosnia & Herzegovina yang mayoritas penduduknya Bergama Islam ke dalam wilayah mereka. Sekaligus menandai masuknya Islam sebagai agama yang di anut di dalam Kekaisaran tersebut, yang wilayahnya juga meliputi wilayah yang kini dikenal sebagai Republik Kroasia, beribukota di Zagreb.

Sejarah Islamic Cente Zagreb tidak lepas dari sejarah Islam di kota Zagreb khususnya dan sejarah Islam di Republik Kroasia pada umumnya. Masjid pertama di Zagreb sudah ada sejak tahun 1916 manakala garnizun militer disana menunjuk seorang imam anggota militer yang beragama Islam. Dia menjalankan tugasnya secara berkala termasuk mengurusi masalah sipil diluar ketentaraan. Ditahun 1917 dibentuk Komunitas Muslim Zagreb yang kemudian menunjuk seorang mufti membawahi keseluruhan Muslim di semua kota di Kroasia.

ISLAMIC CENTER ZAGREB saat ini.

Ismet ef Muftić menjadi Mufti Zagreb pertama. Di saat yang sama HFZ. Abdullah ef Muhasilović bertindak sebagai imam militer dan mengubah barak militer infantri resimen Zrinski menjadi sebuah masjid bagi muslim kota Zagreb. Seiring dengan rencana untuk membangun masjid sesungguhnya, telah terkumpul dana sebesar 100 ribu Crown dan pemerintah Kroasia saat itu secara tentatif telah menyumbangkan lahan di sebelah selatan bangunan teater, namun rencana itu gagal. Setelah berahirnya perang dunia pertama, terjadi pergantian pemerintah di Kroasia, seiring dengan runtuhnya kekaisaran Astro-Hongary dan wilayah Kroasia kemudian masuk kedalam Kerajaan Yugoslavia (1918-1943).

Di bulan Ramadhan tahun 1920-an muslim Zagreb menyewa berbagai tempat sebagai masjid sementara untuk memenuhi kebutuhan mereka akan tempat ibadah. Di tahun 1935 dua apartemen yang beralamat di Tomasiceva 12 digabungkan menjadi satu lalu direnovasi untuk dijadikan masjid pertama di Zagreb yang dibuka secara resmi pada tanggal 29 November 1935.

RANCANGAN MASJID DI ZALENGAJ tahun 1937 yang tak pernah terwujud.

Saat itu komunitas muslim telah mendaftarkan anggota mereka sejumlah 1250 orang, dan bila digabungkan dengan tenaga kerja musiman serta mahasiswa asing yang ada disana mencapai hingga 3000 jiwa. Gedung apartemen tersebut juga menjadi kantor bagi Komunitas muslim dan Mufti Ismet ef Muftića.  Di pihak militer saat itu yang menjadi imam adalah Halil ef Imamoviæ dan I Ragib ef Muftić sebagai muazin.

Ditahun yang sama dibentuk semacam panitia pembangunan bagi sebuah bangunan masjid sebenarnya yang diketuai oleh Mufti Ismet ef Muftića. Menyusul kemudian di tahun 1937 dirumuskan sebuah rencana berikut rancangan bangunan masjidnya yang akan dibangun di kawasan  Zelengaj namun rencana itu terganjal oleh pecah nya perang dunia kedua (1939-1945), Croasia dan Bosnia Herzegovina jatuh ke tangan Nazi Jerman yang kemudian membentuk pemerintahan Boneka bernama Independent state of Croatia atau lebih dikenal dengan nama NDH (singkatan dalam bahasa Kroasia : Nezavisna Država Hrvatska) pada tanggal 10 April 1941.

Masjid di Gedung Meštrović Pavilion

EXTERIOR & INTERIOR masjid pertama kota Zagreb.

Angin segar justru berhembus dari pemerintahan boneka bentukan Nazi ini. Proposal pembangunan masjid memang ditolak namun mereka memberikan solusi untuk mengubah gedung pameran benda seni Meštrović Pavilion di lapangan Žrtava Fašizma Square (lapangan korban tindak fasisme) untuk di ubah menjadi masjid. Sebuah bangunan prestisius karya Ivan Meštrović dibangun tahun 1938 sebagai pusat pameran karya seni sekaligus sebagai sekretariat komunitas seniman Kroasia.

Di musim gugur tahun 1941 dimulai renovasi besar besaran terhadap Meštrović Pavilion untuk mengubahnya menjadi masjid termasuk pembangunan tiga menara masing masing setinggi 45 meter di sekeliling disekeliling bangunan tersebut. Masing masing menara ini dirancang untuk dilengkapi dengan elevator namun tak pernah dipasangkan karena akibat kondisi perang yang masih berkecamuk.

KENANGAN DARI SERPIHAN SEJARAH. Sisa sisa Mihrab dari Masjid Pertam kota Zagreb (Gedung Maestrovic Pavilion) yang kini disimpan di Islamic Center Zagreb.

Masjid tersebut dibuka secara resmi di tahun 1944. Namun hal tersebut tidak belangsung lama. Jerman kalah dalam perang dunia kedua. Penguasa di Kroasia pun berganti lagi. Bangunan masjid yang baru diresmikan di hari Jum’at 18 Agustus 1944 itu ditutup setahun kemudian, tiga menaranya diruntuhkan tahun 1948. Mufti Ismet ef Muftića di hukum mati oleh penguasa baru di depan masjid yang di-impikan dan perjuangkannya selama berpuluh tahun itu.

Paska ditutup permanennya masjid di Meštrović Pavilion, seluruh aktivitas muslim Kroasia kembali ke tempat mereka semula di Tomašićeva ulica 12 10000, Zagreb, yang lokasinya hanya terpisah satu blok dari tempat itu dan bertahan sebagai kantor Komunitas Muslim Kroasia Croatia‎ hingga hari ini  Penguasa di Kroasia masih terus berganti sejak hari itu, dan Meštrović Pavilion juga silih berganti fungsi sampai ahirnya dikembalikan lagi ke fungsi awalnya sebagai galeri seni oleh pemerintahan Kroasia saat ini, namun kebanyakan orang disana masih saja menyebutnya sebagai Džamija alias masjid.***

MIHRAB masjid Islamic Center Zagreb saat ini, indah dengan ukiran kaligrafi ayat kursi.

Kembali ke Bagian-1 atau lanjutkan ke Bagian 3

Baca Juga

Islamic Center Rijeka, Masjid Pertama Adriatik

Masjid Ali Pasha's Sarajevo

Masjid Gazi Husrev-Beg, Sarajevo (bagian-2)

Masjid Gazi Husrev-Beg, Sarajevo (bagian-1)

The Emperors Mosque, Sarajevo – Bosnia and Herzegovina

Islamic Center Zagreb – Kroasia (Bagian-1)

Thursday, October 15, 2020

Islamic Center Zagreb – Kroasia (Bagian-3)

kompilasi foto Islamic Center Zagreb

Pembangunan Islamic Center Zagreb

Tak lama setelah penutupan dan penghancuran masjid di Maetrovic Pavilion terbentuk Pan Islamic Community yang ditokohi oleh Hifzi ef Alagiæ, Dr. Suleiman Masovic, Murat Omanoviæ, Asim Šaæiragiæ, Mehmedalija Jusufbegoviæ, Riza Elezoviæ dan Ičić Muzuroviæ.

Segera mereka memulai untuk membangun sebuah masjid baru sebagai pengganti. Cikal bakal rancangan bangunan masjid oleh panitia yang telah dibuat oleh komunitas muslim sejak tahun 1962, tahun ketika komite diketuai oleh Asim Šaæiragiæ, yang tak lain adalah seorang pematung yang sangat handal dari Zagreb. Kala itu dengan penuh antusias membentuk tim bersama imam Merzuk ef Vejzagiæa serta Dr. Sulaiman Masovic, Hifzi ef Alagiæ, Dr. Mohammed Balic, Ali Èabaravdiæ, Adham Æelhasiæ, Dr. Kamil Kamariæ, Salim Šabiæ, Azim Karamehmedoviæ, Azra Ruždija dan Sejida Bejtoviæ.

Yang pertama dilakukan oleh komite yang sudah terbentuk ini adalah melakukan pendekatan bagi pemenuhan izin bagi gedung yang selama ini sudah dijadikan sebagai Masjid di Tomašiæevoj street no 12th, tempat berkumpulnya pemuda / pemudi Islam yang semakin solid dalam aktivitas kepemudaan mereka.

Kiri : lahan Islamic Center Zagreb sebelum dibangun. Kanan : Islamic Center Zagreb Saat ini

Asim Šaæiragiæ dengan pertalian sosialnya yang kuat segera melakukan upaya pencaian kemungkingkan untuk membangun masjid baru dan kemudian membentuk panita yang terdiri dari: Asim Šaæiragiæ - Chairman, Dr. Osman Muftiæ - Secretary-ing Hamdi Samardzic, engineer Mustafa Cvijetiæ, Engineer Mohammed Mujièiæ, Azim Karamehmedoviæ ing, ing Nedim Lagumdzija, Ismet Golubovic, Huso Mehanoviæ, Ferid Mekiæ, Dr. Salih Salahoviæ, Salim Šabiæ, Smajo Tataragiæ, ing Emin Softiæ, Ibrahim Busovarfa, Midhat Šeæerkadiæ, Dr. Suleiman Masovic, Dr. Salko Kuloviæ, Rasim Omanoviæ Dr. Šemso Tankoviæ, ing Seid Husedžinoviæ , Muharem Teskeredžiæ, Ali Èabaravdiæ, Adham Èelhasiæ, Sakib Bulbuloviæ, Mustafa Srna, jam Muhasiloviæ, Azim Muzuroviæ and Hivzi ef Alagiæ.

Asim Šaæiragiæ berhasil menego dewan kota untuk mendapatkan lokasi bagi masjid yang akan dibangun (6438 m2). Lokasi yang ditunjuk adalah sebidang lahan di sebelah selatan pemakaman umum kota Zagreb di Mirogoj. Peluang yang segera saja ditangkap dan segera dibuat rancangan awal oleh Arsitek George Neidhardt bersama prof. Džemala Èeliæa, yang kedua duanya dari Fakultas Arsitektur Sarajevo. Dan penggalangan dana bagi pembangunan masjid pun dimulai. Salah satunya adalah dengan pembuatan dan penyebaran rekaman dakwah islam atas ide dari Asim Šaæiragiæa yang dikemudian hari dirasakan begitu bermanfaat dan efektif.

suasana upacara peletakan batu pertama Islamic Center Zagreb

Panitia pembangunan masjid pun mengalami perombakan lagi kali ini dipimpin oleh Salim Šabiæ, wakil : Osman Muftiæ dan Azim Karamehmedoviæ, anggota : Ahmed Ikanoviæ-Umum : Ševko ef Omerbasic, Asim Šaæiragiæ, Mustafa Pliæaniæ, Ferid Mekiæ-treasurer, Ibrahim Busovarfa, Dr. Suleiman Masovic, Mirsad Srebrenikoviæ, Muhammad Ali, Asim Badiaa, Mustafa Srna, Fehim Nuhbegoviæ, Adnan Omanoviæ, Hazim Krajnoviæ, Nadžija Muftiæ, Fakhr Muzuroviæ, Nasuf But Salih Alièelebiæ, Mehmed Sarajliæ, Æoso bugaboo, Uzeir Huskoviæ, Merzuk Žuniæ, Salih clamor, Muharem Xhaferi dan Ismail Mujiæ.

Proyek Pembangunan Masjid dimulai

Di tahun 1979 dewan kota Zagreb menawarkan lima lokasi kepada Komunitas Muslim Zagreb sebagai lokasi pembangunan Masjid. Namun pada ahirnya tercapai kata sepakat untuk membangun masjid di di daerah Borovje di atas lahan seluas 17,938 meter persegi. Lokasi nya berada di sebelah timur desa Folnegovićevog dan sebelah selatan jalan tol tak jauh dari pabrik Coca-Cola. Hanya saja di lahan tersebut sama sekali belum tersedia insfrastuktur kota termasuk belum ada pasokan air, listrik dan apapun.

Suasana peresmian Masjid Islamic Center Zagreb

Sementara lahan bakal masjid yang masih kosong ditanami oleh para jemaah dengan beraneka tanaman dan sayuran, sambil memberikan waktu yang cukup kepada arsitek Dzemaludin steels dan Mirza Gols menyelesaikan rancangan awal bangunan masjid yang akan dibangun disana. Kedua arsitek ini merupakan arsitek dari Fakultas Arsitektur Sarajevo (Bosnia) dibawah Professor Najdhardta.

Pada tanggal 11 September 1981 dilaksanakan upacara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Zagreb. Acara ini dihadiri begitu banyak tokoh tokoh muslim dan tokoh terkemuka serta tamu undangan. Dibuka oleh Salim Sabic selaku ketua pelaksana pembangunan. Dilanjutkan sambutan oleh Rois Ulama Komunitas Islam Yugoslavia, dan terahir oleh Ketua dewan masjid Bosnia Herzegovina, Kroasia dan Slovenia, Dr. Ahmed Smajlović.  Luar biasanya, setelah upacara itu, komunitas muslim disana secara bergotong royong membersihkan seluruh lahan tempat bakal masjid ini secara sukarela selama beberapa minggu.

Suasana yang mirip dengandi Indonesia. Jemaah masjid bergotong royong secara sukarela selama beberapa minggu sebelum dan selama pembangunan masjid Islamic Center Zagreb ini. lahan kosong dimanfaatkan untuk bercocok tanam sekaligus membersihkan seluruh area tempat bakal masjid berdiri.

Penandatangan kesepakatan telah ditandatangani antara Ketua Komunitas mUslim Zagreb, Mustafa Plicanic bersama Ketua Panita pembangunan masjid Salim Sabic dengan pihak kontraktor pada bulan Agustus 1981. Dengan jaminan pendanaan oleh Bank penjamin. Segera setelah itu proyek pembangunan dilaksanakan dan pada awal tahun 1982 sudah masuk dalam tahap pengecoran.

Selama pembangunan berlangsung begitu banyak tamu kerhormatan yang mengunjungi proyek pembangunan masjid ini. Sementara Ševko Omerbašić dan Salim Sabic terus bergerak mendatangi setiap individu maupun institusi dalam upaya penggalangan dana dari dalam maupun dari berbagai Negara Islam. Dr. Baasha, Shaikh Sultan batch dari Sudan menyumbangkan dana US$2.5 juta dolar, menjadi penyumbang terbesar pembangunan masjid ini.

Keseluruhan pembangunan Islamic Center Zagreb ini selesai dibangun pada pada musim semi tahun 1987 dan diresmikan di tahun yang sama dihadiri oleh lebih dari 100 ribu orang memadati areal masjid ini tak peduli dengan hujan yang mengguyur saat upacara berlangsung.***

Selesai.***

Referensi

situs resmi komunitas muslim kroasia [dalam bahasa bosnia]

Baca Juga

Islamic Center Zagreb – Kroasia (Bagian-1)

Islamic Center Zagreb – Kroasia (Bagian-2)

Islamic Center Rijeka, Masjid Pertama Adriatik

Masjid Ali Pasha's Sarajevo

Masjid Gazi Husrev-Beg, Sarajevo (bagian-2)

Masjid Gazi Husrev-Beg, Sarajevo (bagian-1)

The Emperors Mosque, Sarajevo – Bosnia and Herzegovina

Tuesday, October 13, 2020

Sepuluh Masjid di Inggris Yang Dulunya Gereja (Bagian-2)

Masjid pada Inggris yang dulunya Gereja (bagian 2)

Maraknya penutupan gereja pada Inggris yang dikenal sebagai tanahnya Saint George sebagai akibat sepi jemaah membuka peluang bagi muslim disana buat mengubahnya sebagai masjid. Fakta yang terbalik antara jemaah gereja yg semakin sepi dengan jemaah masjid yg semakin membludak mengakibatkan pada meingkatnya kebutuhan akan ruang sholat yg memadai bagi muslim disana.

Pemerintah Inggris beberapa waktu lalu sempat mengeluarkan larangan perubahan gereja tidak terpakai sebagai masjid, mereka lebih mengarahkan bangunan bangunan tadi buat di ubah menjadi gedung gedung sentra usaha dan lain sebagainya. Tetapi sebelum aturan tersebut dimuntahkan telah begitu poly gereja tidak terpakai tersebut yg berubah menjadi masjid. Lima Masjid telah di ulas di posting sebelumnya dan berikut ini lima masjid berikutnya yg sebelumnya merupakan bangunan gereja.

6. Wembley Central M asjid dulunya gereja St Andrew's Presbyterian

Masjid Sentral Wembley.

Wembley Central Masjid di jantung kota Wembley, dekat dengan Wembley Park Station. Dulunya merupakan sebuah gereja St Andrew's Presbyterian. Pencarian tempat ibadah yang cocok untuk muslim yang tingal di kawasan barat laut kota London sudah dimulai sejak tahun 1985 seiring dengan semakin membludaknya jemaah muslim disana. Tadinya peribadatan dilaksanakan di sebuah bangunan tuko tiga lantai di Harrowdene namun tak lagi memadai.

Pencarian berujung kepada Gereja St Andrew's Presbyterian yang sudah terbengkalai lebih dari 15 tahun. Bangunan tersebut yang kemudian dibeli oleh muslim setempat dengan dana dari hasil penjualan RUKO yang selama ini difungsikan sebagai tempat sholat berjamaah sementara. Butuh waktu tiga tahun untuk merombak secara keseluruhan bangunan gereja tersebut menjadi sebuah masjid lengkap dengan kubah dan menaranya meski bentuk asli bangunan gereja-nya masih terlihat jelas. Lihat videonya di youtube.

7. Masjid Jami? Essex dulunya Gereja United Reformed Church Southend

Masjid Jami' Essex.

Essex Jamme Masjid Trust, sebelum dijadikan masjid hingga tahun 2006 adalah sebuah gereja milik United Reformed Church Southend. Sejak tahun 2006 gereja tadi tidak digunakan lagi karena sepi jemaah. Pengurusnya sempat berencana untuk mengubah bangunan tadi sebagai sebuah apartemen namun gagasan tersebut ditolak oleh dewan kota.

Di bulan November 2008, muslim disana membeli komplek gereja tersebut seharga ?850,215 pund sterling. Di pada komplek tadi nir hanya bangungan gerejanya saja akan tetapi berikut empat bangunan yg terdapat di pada komplek tadi. Dan bangunan gereja yg kala itu telah berumur kurang lebih 107 tahun tersebut secara resmi berubah menjadi masjid sesudah melalui serangkaian renovasi termasuk menambahkan tempat wudhu & menara,

8. Masjid NWK Muslim Assembly dulunya merupakan Gereja Methodis

Masjid NWK.

Muslim yang tinggal di Dartford and Bexley , London & bernaung dibawah organisasi North West Kent Muslim Association (NWK) sejak tahun 2008 lalu secara resmi menempati bekas bangunan gereja Methodis menjadi masjid mereka. Masjid NWK ini sebagai masjid pertama di daerah Bexley?S kota London. Berdirinya masjid tersebut mengahiri masa pencaharian tempat ibadah yg refresentatif bagi muslim yg tinggal pada dua daerah tadi yang telah dilaksanakan lebih menurut 20 tahun.

Managemen masjid ini mayoritas merupakan muslim keturunan Bangladesh, melayani lebih dari 10 ribu muslim yg tinggal disana. Masjid baru tadi selain dipakai menjadi tempat sholat 5 saat jua menyelenggarakan sholat Jum?At berjama?Ah serta menjadi community centre bagi muslim dua kawasan itu.

9. Al-Madina Jamia Masjid Oldham dulunya Gereja Trinity Wesleyan Methodist

Masjid Jami' Al-Madina

Masjid Al-Madina pada Oldham dulunya adalah Gereja Trinity Wesleyan Methodist yang sepi jamaah. Gereja tersebut sempat berubah menjadi pabrik sandang hingga kemudian di tahun1994 gedung tadi dibeli oleh komunitas muslim setempat seharga ?65,000 pund sterling & pada ubah sebagai Masjid.

Pada awalnya tempat ini hanya difungsikan sebagai sekolah Islam dan tidak diizinkan untuk digunakan sebagai masjid karena mendapat pertentangan dari warga masyarakat setempat, penggunaannya pun dibatasi dengan Jam kerja. Izin penggunaan sebagai masjid baru keluar di tahun 1998 dan renovasi total pertama selesai dilaksanakan tahun 2002. Lihat videonya di youtube.

10.  Masjid Clitheroe dulunya adalah Gereja Mt. Zion Methodist

Masjid Clitheroe.

Gereja Methodist Clitheroe sudah relatif lama nir dipakai lagi & selesainya melalui perjuangan panjang, di tahun 2006 yang lalu muslim setempat menerima izin penuh untuk memakai gedung tadi sebagai masjid bagi muslim setempat, dengan catatan wajib menyediakan tempat yang dapat digunakan buat aktivitas lintas agama di pada komplek masjid tersebut.

Bangunan Gereja Methodist tersebut awalnya dibangun tahun 1884 namun ditahun 1972 gereja tersebut menutup layanan jemaatnya & digabungkan dengan the English Presbyterian church sebagai the United Reformed Church. Terbengkalai sejak tahun 1972. Ketika muslim setempat berencana mengubah gedung tadi menjadi masjid, gelombang penolakan hingga pelecehan bermunculan. Namun dukungan deras justru mengalir dari aneka macam kalangan non muslim termasuk gerombolan Methodist & pemeluk agama lainnya di kawasan tersebut yg ahirnya membuahkan hasil menggunakan munculnya biar dari otorita setempat.

Kembali ke bagian-1

Original post @singgahkemasjid.blogspot.com

------------------------------------------------------------------

Follow & Like akun Instagram kami di@masjidinfo

🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.

🌎 informasi dunia Islam.

------------------------------------------------------------------

Asal SEO

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done