Islami Pedia: Masjid di Bosnia and Herzegovina
News Update
Loading...
Showing posts with label Masjid di Bosnia and Herzegovina. Show all posts
Showing posts with label Masjid di Bosnia and Herzegovina. Show all posts

Wednesday, September 2, 2020

The Emperors Mosque, Sarajevo – Bosnia and Herzegovina

Pertama dan Tertua di Sarajevo ::: Masjid Kaisar atau The Emperor's Mosque atau dalam Bahasa asli Bosnia disebut  Careva Džamija, dalam bahasa Turki disebut Hünkâr Camii, merupakan masjid pertama yang dibangun di kota Sarajevo segera setelah kota ini ditaklukkan oleh Jenderal  Isaković-Hranušić untuk Emperium Islam Usmaniyah yang berpusat di Istambul, Turki. (foto dari Flickr)

Dikurun waktu tahun 1992 hingga 1995 adalah tahun paling hitam dalam sejarah kemanusiaan di semenanjung Balkan, khususnya bagi muslim Bosnia dan Herzegovina yang menjadi korban “pembersihan etnis” oleh pasukan ektrimis Serbia dibawah rezim Komunis Yugoslavia pimpinan Slobodan Milesovic dan Jenderal Radovan Karazic. Kisah memilukan yang menimpa muslim Bosnia dan Herzegovina itu menghentak dunia dan membuka mata muslim dunia termasuk di Indonesia akan keberadaan saudara sesama muslim di Eropa. Simpati dan dukungan muslim dari berbagai penjuru dunia memaksa badan dunia mengirimkan pasukan perdamaian ke kawasan ini

Islam telah masuk ke Semenanjung Balkan seiring dengan takluknya wilayah tersebut dibawah kekuasaan Emperium Usmaniah yang berpusat di Istambul (Turki) di pertengahan abad ke 15. Emperium Usmaniah menghadirkan peradaban terdepan di semanjung Balkan. Di Bosnia dan Herzegovina sendiri, Islam menjadi Agama mayoritas hingga kini, bertahan dari gerusan zaman termasuk dari teramat beratnya tekanan dari rezim komunis saat Bosnia dan Herzegovina menjadi bagian dari Federasi Yugoslavia.

Masjid Pertama dan Tertua di Kota Sarajevo

Kota Sarajevo memang bertabur masjid masjid indah baik masjid masjid yang dibangun pada era kejayaan Emperium Islam Usmaniyah maupun masjid masjid yang dibangun pada era pemerintahan Republik Federasi Bosnia & Herzegovina. Seperti tampak pada foto di atas dengan Emperor Mosque di latar depan (foto dari visitsarajevo.biz).

Di kota Sarajevo dan kota kota Bosnia dan Herzegovina lainnya bertabur masjid masjid megah peninggalan emperium Usmani, Salah satu nya adalah The Emperor’s Mosque atau dalam bahasa Indonesia nya “Masjid Kaisar” di Kota Sarajevo, Ibukota Bosnia dan Herzegovina. Masjid ini merupakan salah satu masjid tertua dan masih eksis serta menjalankan fungsinya dengan baik hingga kini, melewati sejarah yang panjang termasuk pengrusakan semasa perang dunia maupun perang etnis di tahun 1992-1995. Jejak Indonesia juga dapat ditemukan di Sarajevo ditandai dengan berdirinya Masjid Istiklal Indonesia sebagai hadiah dari muslim Indonesia untuk saudara saudara muslim Bosnia dan Herzegovina.

Lokasi dan Alamat Masjid “The Emperors Mosque”

Sebagaimana dijelaskan situs resmi masjid ini, bila ingin berkunjung ke masjid ini, terutama bagi pengunjung dari luar bosnia yang tidak bisa berbahasa Bosnia, cara termudah untuk sampai ke masjid ini adalah dengan menuliskan nama masjid ini dalam nama aslinya "Careva džamija", lalu pergi ke Baščaršija tanyakan arah menuju ke masjid ini. disana ada banyak warga Bosnia yang fasih berbahasa Inggris terutama kaum mudanya. Tidak terlalu sulit untuk menemukan letak masjid ini. di anjurkan untuk membeli peta wisata Sarajevo untuk memudahkan perjalanan menjelajah kota Sarajevo. Peta perta tersebut dapat dengan mudah dibeli di berbagai toko buku ataupun di gerai gerai pedagang rokok di seantero kota.

Emperor's Mosque

Obala Isa-bega Ishakovića, 71 000

Sarajevo, Bosnia and Herzegovina

Website : http://www.emperorsmosque.org

http://www.carevadzamija.ba

Koordinat geografi : 43° 51' 27.63" N  18° 25' 50.07" E

Email : info@carevadzamija.ba

Kapasitas : 500 Jemaah

The Emperor's Mosque atau Masjid Kaisar atau dalam bahasa Bosnia disebut Careva Džamija, atau dalam bahasa Turki disebut Hünkâr Camii merupakan landmark penting bagi kota Sarajevo, Ibukota Republik Federasi Bosnia & Herzegovina. Masjid ini pertama kali dibangun tahun 1457 segera setelah Emperium Usmaniah Turki menaklukan Bosnia. Masjid dengan kubah tunggal terbesar di Bosnia & Herzegovina, dibangun dalam gaya arsitektural klasik era Usmaniah. Sejarah menyebut bahwa masjid ini adalah masjid pertama yang dibangun di Sarajevo segera setelah kota itu takluk dibawah Emperium Islam Usmaniyah.

Pembangunan masjid ini dilaksanakan oleh Isaković-Hranušić yang mendedikasikan pembangunan masjid ini  bagi Sultan Muhammad Al-Fatih. Pahlawan besar sang penakluk kota Konstantinopel dan kemudian mengubahnya menjadi ibukota Emperium Islam Usmaniah serta mengganti nama Konstantinopel menjadi Istambul (ibukota Turki yang kini kita kenal). Keindahan masjid ini dianggap sebagai salah satu masjid dari era Usmaniah yang paling  indah di semenanjung Balkan. Masjid besar ini terdiri dari ruangan interior yang sangat nyaman dan di hias dengan detil dekorasi berkualitas tinggi  termasuk mihrabnya.

lokasi Bosnia & Herzegovina di Benua Eropa

Isaković-Hranušić atau Isa-Beg Isaković atau dalam bahasa Turki dipanggil İshakoğlu İsa Bey, beliau adalah seorang Jenderal dari Emperium Usamaniah penakluk sekaligus gubernur Emperium Usmaniah pertama untuk Provinsi Bosnia, keberhasilannya menaklukan semanjung Balkan membuatnya menjadi Jenderal yang paling dipercaya oleh Khalifah Emperium Usmaniyah. Beliau menjabat sebagai Gubernur tahun 1450 hingga 1460. Penginggalannya masih dapat dinikmati oleh muslim Bosnia hingga kini. Setelah beliau wafat, jabatan gubernur dipegang oleh Gazi Husrev-beg yang kemudian membangun masjid Gazi Husrev-beg tak jauh dari Emperor Mosque ini namun di sisi sungai yang berbeda.

Sejarah Masjid Kaisar, Sarajevo

Bangunan asli masjid ini dibangun di pertengahan abad ke 15 dan telah melewati perjalanan panjang sepanjang sejarah hingga mengalami kerusakan dan hancur total di penghujung abad ke 15. Pembangunan kembali masjid ini dilaksanakan pada tahun 1565 dan didedikasikan kepada Sultan Sulayman yang terkenal dengan gelar The Law giver. Salah satu Sultan EMperium Usmaniah yang paling terkenal.

Interior The Emperor's Mosque - Sarajevo

Bangunan pertama yang dibangun di abad ke 15 merupakan bangunan masjid dari kayu dalam ukuran yang jauh lebih kecil dari bangunan masjid yang kini berdiri. Ruangan disamping masjid ini ditambahkan tahun 1800, dan dihubungkan langsung ke ruang sholat utama dengan sebuah pintu di tahun 1848. Ditahun 1980 dan 1983 cat dekorasi di interior masjid ini direstorasi dikonservasi termasuk restorasi dari kerusakan akibat perang dunia kedua. Namun lagi lagi mengalami kerusakan saat pecah perang di semanjung Balkan yang berujung pada pembantaian terhadap muslim di Bosnia & Herzegovina para periode 1992 hingga 1995.

Sebagai Masjid tertua dan pertama di Sarajevo, di komplek masjid ini juga dibangun kediaman bagi perwakilan Sultan di Sarajevo dan menjadi salah satu pemukim pertama di kota Sarajevo di sekitar lokasi masjid ini berdiri. Isa-bey kemudian juga membangun hammam (kolam pemandian umum khas Turki) serta sebuah jembatan yang menhubungkan langsung ke Masjid. Jembatan tua tersebut kemudian dibongkar semasa Bosnia menjadi bagian dari pemerintahan Austro-Hungarian dan kemudian dibangun kembali bergeser sedikit ke arah hulu sungai di lokasinya saat ini. di sisi lain sungai tersebut, Isa Bey juga membangun caravanserai.

Exterior The Empero'r Mosque Sarajevo

Untuk mendanai semua fasilitas tersbut Isa Bey rela melepaskan aset asset milik-nya berupa beberapa toko, lahan tanah dan property miliknya. Di sekitar masjid ini juga menjadi lahan pemakaman bagi para petinggi kesultanan termasuk para Wazir (vizer), Mulah, Mufti, Sheikh serta para pegawai kesultanan bersama dengan para mendiang tokoh tokoh penting dan publik figur kota Sarajevo.

Obyek Wisata

Masjid ini terbuka bagi kunjungan semua kalangan termasuk non muslim. Khusus untuk pengunjung non muslim disarankan untuk berkunjung sore hari bakda asyar sekitar pukul 5.00 petang. Layaknya berkunjung ke masjid, para pengunjung diminta untuk berpakaian sopan, dan bagi wanita diminta untuk menutup aurat termasuk menggunakan kerudung. Petugas masjid akan dengan senang hati menemani pengunjung yang datang ke masjid ini.

Exterior The Emperor's Mosque Sarajevo.

Referensi

Situs resmi the Emperor’s Mosque - http://www.emperorsmosque.org

Artikel Terkait

Masjid Istiklal Indonesia di Bosnia & Herzegovina

Baca juga

Masjid Masjid di EropaMasjid dan Pusat Kebudayaan Islam Paola, MaltaMasjid Agung Konstantia – RomaniaMasjid Sentral London (London Central Mosque), InggrisMasjid Didsbury dan Islamic Center Manchester, InggrisMasjid Jami Zakariyya Bolton, InggrisPusat Kebudayaan Islam IrlandiaMasjid Essalam, Rotterdam, terbesar di BelandaMasjid di Istana Schwetzingen, JermanMasjid Pusat Kebudayaan Islam - Oslo, NorwegiaMasjid Agung Brussels, BelgiaMasjid Banya Bashi BulgariaMasjid Islamic Center Wina, AustriaGrande de Paris, Masjid Agung ParisMasjid Warsawa - Polandia

Masjid di Rusia & Bekas Wilayah Uni Soviet Masjid Saint PetersburgMasjid Sentral Perm (Perm Central Mosque)Masjid Akhmad Kadyrov, Simbol Kebangkitan Chechnya Dari Kehancuran PerangMasjid Agung Makhachkala, Dagestan(Rencana) Masjid Agung kota Magas, Republik IngushetiaMasjid Moscow Historical Mosque (MHM), Tertua di Kota MoscowMasjid Memorial, Moskow (Moscow Memorial Mosque)Masjid Katedral, Masjid Agung kota Moskow (Bagian I) dan Bagian IIMasjid Ar-Rahma, Masjid Pertama di Kota Kiev –Ukraina

Masjid Gazi Husrev-Beg, Sarajevo (bagian-1)

Masjid Gazi Husrev-Beg, Gazi Husref Bey Dzamija, Begova Dzamija, Gazi Husrev Bey Complex, Gazi Husrev-Begova Complex, Gazi Husrev Beg Mosque, Gazi Hüsrev Bey Complex

Gazi Husref Bey Dzamija, Begova Dzamija, Gazi Husrev Bey Complex, Gazi Husrev-Begova Complex, Gazi Husrev Beg Mosque, Gazi Hüsrev Bey Complex adalah nama nama yang merujuk kepada Masjid Gazi Husrev-Beg, seringkali disingkat dengan nama Masjid Beg's saja. Merupakan masjid tertua kedua di kota Sarajevo, Ibukota Bosnia & Herzegovina setelah Masjid “The Emperor Mosque”.

Sesuai dengan namanya Masjid Gazi Husrev-Beg dibangun oleh Gazi Husrev-Beg (1480-1541), Gubernur ke-2 Propinsi Bosnia di tahun 1530-1531M / 937H saat wilayah tersebut masih merupakan bagian dari wilayah Kekhalifahan Islam Emperium Usmaniyah yang berpusat di Istambul (Turki). Gubernur Gazi Husrev-Beg di ingat oleh warga Bosnia sebagai Gubernur Usmaniyah yang begitu berjasa mengubah “Kampung Sarajevo” menjadi “Kota Sarajevo” dengan segala kemegahannya.

Lokasi dan Alamat Masjid Gazi Husrev-Beg

Gazi Husref Bey Dzamija, Begova Dzamija

Saraci - Bacarsija

City of Sarajevo 71000, Bosnia and Herzegovina

Telepon : (0)33 216659

Koordinat Geografi : 43°51'32.99"N  18°25'45.11"E

Situs Resmi : http://www.vakuf-gazi.ba

View Larger Map

Berdiri di daerah Baščaršija dalam kota Sarajevo tak jauh dari The Emperor Mosque, masjid ini menjadi salah satu contoh sempurna dari kebesaran arsitektur Emperium Usmaniyah di wilayah semenanjung Balkan. Bangunan Masjid Gazi Husrev-Beg yang kini berdiri memang beberapa bagiannya adalah hasil restorasi di tahun 1996 setelah mengalami kerusakan parah paska serangan brutal terhadap Bosnia oleh etnis Serbia di tahun 1992-1995, namun keindahannya menjadikan masjid ini sebagai salah satu objek wisata-sejarah utama di kota Sarajevo. Pujian atas keindahannya mengalir dari para pengunjung non muslim sekalipun, beberapa diantara nya dapat anda baca di situs tripadvisor.com

Sejarah Masjid Gazi Husrev-Beg

Sejarah mencatat bahwa di keseluruhan propinsi Emperium Usmaniyah di semenanjung Balkan, penduduk Bosnia merupakan yang paling cepat menerima Islam secara total. Dan Bosnia menjadi pusat utama bekas wilayah Usmaniyah yang memiliki segudang peninggalan arsitektural bernilai tinggi termasuk masjid masjid, jembatan, perpustakaan, tempat pemandian umum (hamam) dan lain sebagainya. Masjid Gazi Husrev-Beg ini menjadi salah satu bagian penting dari satu periode masa ke-emasan Kekhalifahan Emperium Usmaniyah di Semenanjung Balkan.

Masjid Gazi Husrev-Beg, Gazi Husref Bey Dzamija, Begova Dzamija, Gazi Husrev Bey Complex, Gazi Husrev-Begova Complex, Gazi Husrev Beg Mosque, Gazi Hüsrev Bey Complex

Komplek Masjid Gazi Husrev Bey di kota Sarajevo ini merupakan salah satu kawasan utama Emperium Usmaniah di Semenanjung Balkan. Keseluruhan kompleknya terdiri dari bangunan masjid, Madrasah, Sekolah Al-Qur’an, khanqah, Dapur Sup, Klinik kesehatan, Perpustakaan, khan, bazaar, pemandian umum (hamam), dan pemakaman umum.

Gubernur Gazi Husrev-Beg selaku penguasa di Bosnia memberikan kontribusi yang sangat besar bagi perkembangan perkotaan Sarajevo dengan perkembangan arsitekturalnya. Dari dokumen Yayasan Wakaf (pengelola komplek masjid ini) dijelaskan bahwa keseluruhan kegiatan dan perawatan masjid ini oleh para pengurusnya dan ditunjang dengan dana dari perusahaan pertanian regional setempat.

Masjid Gazi Husrev-Beg, Gazi Husref Bey Dzamija, Begova Dzamija, Gazi Husrev Bey Complex, Gazi Husrev-Begova Complex, Gazi Husrev Beg Mosque, Gazi Hüsrev Bey Complex

Masjid Gazi Husrev Beg dirancang oleh Ajem Esir Ali, arsitek lulusan sekolah arsitek Hajrudin Istambul, yang berasal dari Tabriz – Persia (kini Iran). Awalnya beliau adalah tawanan pasukan Usmaniyah saat menyerbu ke Persia yang dibawa ke Istambul sampai kemudian menjadi kepala arsitek kekhalifahan Emperium Usmaniyah sebelum Mimar Sinan yang merancang masjid Selimiye di Istambul. Pembangunan masjid ini merupakan satu dari sekian banyak proyek dari tim arsitek lulusan sekolah arsitek Hajrudin (Almamater-nya Ajem Esir Ali) diluar kota Istambul (dulu bernama Constantinople).

Masjid Gazi Husrev-Beg, Gazi Husref Bey Dzamija, Begova Dzamija, Gazi Husrev Bey Complex, Gazi Husrev-Begova Complex, Gazi Husrev Beg Mosque, Gazi Hüsrev Bey Complex

Bersambung

Referensi

situs resmi masjid gazi huzrev beg - http://www.vakuf-gazi.ba

archnet.org  - gazi husrev-begova dzamija

Artikel Terkait

Masjid Istiklal Indonesia di Bosnia & Herzegovina

The Emperor’s Mosque - Sarajevo

Baca juga

Masjid Masjid di EropaMasjid dan Pusat Kebudayaan Islam Paola, MaltaMasjid Agung Konstantia – RomaniaMasjid Sentral London (London Central Mosque), InggrisMasjid Didsbury dan Islamic Center Manchester, InggrisMasjid Jami Zakariyya Bolton, InggrisPusat Kebudayaan Islam IrlandiaMasjid Essalam, Rotterdam, terbesar di BelandaMasjid di Istana Schwetzingen, JermanMasjid Pusat Kebudayaan Islam - Oslo, NorwegiaMasjid Agung Brussels, BelgiaMasjid Banya Bashi BulgariaMasjid Islamic Center Wina, AustriaGrande de Paris, Masjid Agung ParisMasjid Warsawa - Polandia

Masjid di Rusia & Bekas Wilayah Uni Soviet Masjid Saint PetersburgMasjid Sentral Perm (Perm Central Mosque)Masjid Akhmad Kadyrov, Simbol Kebangkitan Chechnya Dari Kehancuran PerangMasjid Agung Makhachkala, Dagestan(Rencana) Masjid Agung kota Magas, Republik IngushetiaMasjid Moscow Historical Mosque (MHM), Tertua di Kota MoscowMasjid Memorial, Moskow (Moscow Memorial Mosque)Masjid Katedral, Masjid Agung kota Moskow (Bagian I) dan Bagian IIMasjid Ar-Rahma, Masjid Pertama di Kota Kiev –Ukraina

Tuesday, September 1, 2020

Masjid Ali Pasha's Sarajevo

Masjid Ali Pasha Sarajevo ::: tentunya tak mungkin kita dapat menemukan pemandangan masjid pada bekunya salju animo dingin misalnya ini di Indonesia.

Masjid Ali Pasha merupakan salah satu masjid tua di kota Sarajevo ibukota Bosnia and Herzegovina. Masjid tua begaya klasik Emperium Usmaniah ini dibangun pada tahun 1561-1562 sebagai wakaf abadi dari Hadim Ali Pasha, gubernur Emperium Usmaniah untuk wilayah Administrasi Distrik Budapest (budimski begler - kini Hongaria) dan Bosnia Pashaluk. Ali Pasha, merupakan putra asli Sarajevo.

Di tahun 2005 masjid Ali Pasha di sahkan sebagai bagian dari monumen Nasional Bosnia and Herzegovina. Keindahan masjid ini juga dapat dinikmati di malam hari sejak dipasangnya perangkat iluminasi di tahun 2008 yang lalu.

Alamat Masjid Ali Pasha Sarajevo

Alipa?Ina d?Amija

Bistrik 8, Sarajevo

Bosnia and Herzegovina, 71,000

Phone: 387 (33) 712-800

Fax: 387 (33) 550-680

Situs resmi : http://www.medzlis-sa.ba (berbahasa Bosnia)

Koordinat Geografi : 43°51'28"N   18°24'46"E

View Alipa?Ina d?Amija in a larger map

Arsitektural Masjid Ali Pasha

Sebagaimana masjid yang dibangun pada era Usmaniah, masjid Ali Pasha juga dibangun dalam gaya arsitektur klasik Usmaniah dengan kubah tunggal diatas atap masjid menutup ruang utama ditambah dengan tiga kubah kecil lainnya. Kubah masjid ini dibangun dalam skala yang lebih besar dibandingkan dengan masjid masjid Usmaniah lainnya yang pernah dibangun sebelumnya di Bosnia and Herzegovina.

Di komplek masjid ini juga dibangun makam dengan dua sarcophagus untuk Avdo Sumbul (Abdullah Sumbul) putra dari Salih Sumbul (wafat tahun 1915) dan Behdžet Mutevelić putra dari Mehemed-bey Mutevelieae (wafat tahun 1915), dua pejuang yang tewas dalam perang Arad (kini masuk dalam wilayah Hongaria & Rumania) jasad kedua pejuang tersebut dibawa ke Bosnia dari medan perang Arad dan dimakamkan ditempatnya saat ini. Bangunan makam ini juga dilengkapi dengan kubah di atasnya.

Negara dengan empat musim seperti di Bosnia memang menghadirkan berbagai pemandangan berbeda pada landskap masjid ini. mulai dari dinginnya salju hingga saat bunga bunga bermekaran di musim semi menjadi pemandangan menarik tersendiri dari masjid tua satu ini.

Pada awalnya komplek masjid Ali Pasha ini jauh lebih luas dibandingkan dengan ukurannya saat ini. Dulunya komplek masjid ini dilengkapi dengan Ali Pasha Mahala atau kawasan pemukiman Ali Pasha serta area pemakaman (harem) yang menempatai lahan yang cukup luas. Baik Ali Pasha Mahala maupun Ali Pasha Harem kemudian diratakan dengan tanah bagi pembangunan jalan raya (Marshal Tito street), jalur trem dan areal parkir.

Area pemakaman yang ada saat ini merupakan areal pemakaman yang tersisa dari lahan yang telah digusur semasa Bosnia menjadi bagian dari Federasi Yugoslavia yang sudah bubar dan hilang dari peta dunia. Pendiri masjid ini pun juga dimakamkan di komplek masjid ini.

Siang dan Malam Hari di Masjid Ali Pasha Sarajevo.

Sama seperti Masjid Gazi Husrev Beg dan The Emperor’s Mosque yang sudah di ulas dalam dua artikel sebelumnya, Masjid Ali Pasha juga mengalami kerusakan parah selama penyerbuan membabi buta oleh etnis Serbia dalam konflik berdarah di Bosnia and Herzegovina tahun 1992-1995 lalu, terutama pada bagian kubah utamanya.

Renovasi terahir dilakukan terhadap Masjid Ali Pasha dilaksanakan pada tahun 2004 dan bulan Januari 2005, Komisi Penyelamatan Monumen Nasional Bosnia kemudian mengeluarkan dekrit yang memasukkan masjid Ali Pasha sebagai bagian dari Bangunan Monumen Nasional Bosnia and Herzegovina di tahun 2005.

Kepengurusan Masjid Ali Pasha Sarajevo

Interior Masjid Ali Pasha Sarajevo ::: Nuansa Usmaniah sangat terasa pada detil mimbar dan mihrab di Masjid Ali Pasha ini.

Masjid Ali Pasha Sarajevo ini berada dibawah kepengurusan Komunitas Islam Sarajevo dengan kepengurusan nya terdiri dari Rapat umum Majelos atau The Executive Committee. Majelis ini terdiri dari 452 anggota yang dipilih diantara para jemaah. Dewan Executive terdiri dari 15 anggota, 14 diantaranya terpilih dalam pemilihan tahun 2010 yang lalu untuk masa bhakti selama 4 tahun termasuk lima orang imam kepala.

Pengurus pelaksanaan operation layanan professional terdiri dari Departemen Administrasi dan Legal, Finansial, relijius dan pendidikan. Departemen Administrasi dan Legal mempekerjakan 9 karyawan terdiri dari individu individu professional dalam bidangnya masing masing mulai dari pengacara, geodesi, konstruksi, asuransi, bisnis dan sebagainya.

Departemen Finansial memiliki tujuh orang karyawan, mulai dari kepala akuntan hingga pegawai pengurus keanggotaan jemaah dan penarikan iuran. Sedangkan departemen Reliji dan Pendidikan terdiri dari tiga pengurus masing masing adalah Imam Kepala dijabat oleh DAUTOVIĆ FERID, Imam kedua MALIK dan Pembantu Imam Kepala Cerimovic SULJO.

Sarajevo Red line ::: sebuah gelaran memperingati 20 tahun penyerbuan Sarajevo oleh etnis Serbia di selenggarakan dengan menyusun 11541 kursi warna merah di sepanjang ruas jalan kota Sarajevo, salah satu deretan kursi merah itu melintas di depan masjid Ali Pasha Sarajevo ini. 1151 kursi kosong itu melambangkan mereka yang tewas dalam aksi brutal tersebut (foto islamicchartmegazine.com)

Referensi

Situs resmi masjid ali pasha - http://www.medzlis-sa.ba (berbahasa Bosnia)

bs.wikipedia.org - Alipa?Ina d?Amija (berbahasa Bosnia)

en.wikipedia.org – Ali Pasha’s Mosque

sarajevo.ba - Cultural and Historic Heritage of the City of Sarajevo

visitsarajevo.biz - ali-pashas-mosque

wikimapia – ali-pasha-mosque

Artikel Terkait

The Emperor’s Mosque - Sarajevo

Masjid Gazi Husrev Beg Sarajevo (bagian 1)

Masjid Gazi Husrev Beg Sarajevo (bagian 2)

Masjid Istiklal Indonesia di Bosnia & Herzegovina

Baca juga

│Austria : Masjid Islamic Center Wina│Belanda : Masjid Essalam, Rotterdam│Belgia : Masjid Agung Brussels│Bulgaria : Masjid Banya Bashi│Inggris : Masjid Sentral London (London Central Mosque)Masjid Didsbury dan Islamic Center ManchesterMasjid Jami Zakariyya Bolton│ Irlandia : Pusat Kebudayaan Islam Irlandia│Jerman : Masjid di Istana Schwetzingen│Malta : Masjid dan Pusat Kebudayaan Islam Paola│Norwegia : Masjid Pusat Kebudayaan Islam Oslo│Polandia : Masjid WarsawaMasjid Euro 2012 Polandia │Prancis : Grande de Paris, Masjid Agung Paris│Rumania : Masjid Agung Konstantia│Rusia : Masjid Saint PetersburgMasjid Sentral PermMasjid Akhmad Kadyrov ChechnyaMasjid Agung Makhachkala, Dagestan(Rencana) Masjid Agung kota Magas, Republik IngushetiaMasjid Moscow Historical Mosque (MHM)Masjid Memorial, Moskow Masjid Katedral, Moskow (Bagian 1) dan Bagian 2│Ukraina : Masjid Ar-Rahma, Masjid Pertama di Kota KievMasjid Euro 2012 Ukraina

Masjid Gazi Husrev-Beg, Sarajevo (bagian-2)

Masjid Gazi Husrev Beg Sarajevo

Arsitektural Masjid Gazi Husrev Beg

Pembangunan Masjid Beg ini memakai batu batu akbar yg lalu dipotong pangkas, menciptakan bangunan masjid berdenah segi empat & atap utamanya ditutup dengan kubah besar bergaris tengah 13 meter & berketinggian dua puluh enam meter.

Pintu utama menuju ruang sholat masjid ini diapit oleh dua sayap portiko (serambi). Pintu utamanya sendiri dilengkapi dengan Iwan Kiblat yakni bentuk gerbang seperti layaknya ornamen pada sebuah mihrab. Lima buah kupola (kubah) menutup portiko (serambi) ini yang ditopang dengan lima pilar dari batu pualam. Sisi dalam masing masing kupola ini dihias sangat apik dengan ornamen kaligrafi serta susunan muqarnas (bentuk seperti stalaktit / ukiran batu yang menggantung di langit langit) di setiap pojokannya.

Area Serambi Masjid Gazi Husrev Beg - Sarajevo

Uniknya pada area portiko ini selain bentuk pintu utamanya yang berbentuk seperti sebuah mihrab, pada serambi kiri dan kanan masjid ini jua dilengkapi masing masing sebuah mihrab dan sebuah balkoni pada serambi kanan. Tahun pembangunan masjid ini terukir dengan latif dalam huruf arab bergaya tuluth bertarikh 1531M (937H). Fasad pada postiko ini dilengkapi dengan empat jendela akbar.

Masuk ke dalam masjid ::: Mihrab Masjid Beg dihias dengan ornamen berupa delapan susun muqarnas sedangkan dinding sisi kiblat disekitarnya di tutup dengan cat dekoratif. Sisi kiblat dengan semi kubah berada di bawah ukiran muqarnas mihrab masjid ini. mimbar dari bahan batu pualam di dalam masjid ini dihias dengan ukiran ukiran indah yang halus.

::: Detil Pintu primer Masjid Gazi Husrev Beg :: Kiri atas, pintu utama ditinjau berdasarkan balik pancuran air, Kanan atas, memperlihatkan detil berdasarkan muqarnas di atas pintu primer, kiri bawah : menampilkan keseleruhunan pintu primer, tengah bawah : pintu utama lebih dekat, & kanan bawah : tampak detil berdasarkan pintuutama.

Di sisi kanan dari pintu masuk utama sepanjang dinding utara dari ruang sholat, ada dua lantai ruangan yang disebut mahfil. Mahfil berupa tempat seperti mezanin di dalam masjid lokasinya berseberangan dengan mimbar sebagai tempat bagi muazin untuk mengulang suara imam sholat dengan suara lebih keras agar terdengar oleh jemaah yang lokasinya jauh dari ruang mihrab tempat imam memimpin sholat.

Di sisi kiri pintu utama terdapat maqsurah, ruang khusus untuk umaro (Gubernur, Sultan atau Khalifah) yang sedang menunaikan sholat di masjid ini. Maqsurah juga dapat ditemui di masjid masjid tua milik kesultanan kesultanan di Indonesia sekedar contoh adalah maqsurah di Masjid Gedhe Yogyakarta. Dibuatkannya maqsurah di dalam masjid dengan tujuan untuk melindungi para pemimpin tersebut dari ancaman pembunuhan atau serangan fisik lainnya.

Eksterior Masjid Gazi Husrev Beg ::: Kiri atas, Madrasah pada komplek Masjid Gazi Huzrev Beg, Kiri tengah, Area pancuran di laman masjid, Kiri bawah, gedung bangunan sekolah mengengah yg baru mengitari bangunan asli pada komplek masjid ini, kanan atas Menara Jam & kanan bawah tampak depan masjid Gazi Husreb Beg.

Jendela jendela masjid ini tidak asli lagi. Selama Bosnia menjadi bagian dari federasi Austro-Hungarian, dekorasi dengan gaya neo klasik di aplikasikan pada sisi dalam masjid ini, halaman tengahnya (courtyard) telah dimodifikasi serta pancuran air untuk berwudhu juga dibangun ulang dengan gaya rococo yang sedang berkembang pesat pada abad ke 18 berpusat di Paris – Prancis, Istana Versailles di Paris merupakan contoh aplikasi gaya rococo yang sangat kental. Masjid Beg juga dilengkapi dengan sebuah menara tinggi dengan balkoni tunggal setinggi 36 meter dari permukaan tanah.

Madrasah Gazi Husrev-Beg

Di dalam komplek masjid Gazi Husrev-Beg jua dibangun bangunan madrasah. Pembangunan madrasah ini pula menggunakan rabat potongan batu alam. Pembangunannya dilaksanakan pada tahun 1537M / 944H, sebagaimana dijelaskan dalam plakat pembangunan yg dipasang pada pintu masuk ke areal madrasah ini. Bangunan madrasah inipun dibangun begitu latif menggunakan karya seni yang serupa menggunakan bangunan masjid.

Jemaah Sholat pada masjid Gazi Husrev Beg

Bangunan madrasah ini dibangun melingkari sebuah lapangan menggunakan jejeran arkade, terdiri menurut 12 ruang kelas pada tiga sisi dan sebuah ruang kelas menggunakan kubah besar (dersane) di sisi ke empat menghadap ke gerbang. Sebuah kolam mini dibangun tengah tengah laman madrasah, sedangkan sebuah lorong pada sisi kanan ruang kelas sengaja dibangun menuju ke taman belakang. Madrasah juga dilengkapi dengan asrama bagi para santrinya. Jejeran bangunan baru mengitari bangunan asli madrasah ini dari tahun 1960-an waktu madrasah ini pada ubah menjadi Sekolah Menengah Atas.

Klinik, Sekolah & Dapur Umum

Di sisi barat masjid ini dulunya berdiri berberapa bangunan termasuk pusat perawatan kesehatan dan dapur umum yang kemungkinan diruntuhkan kedua duanya di sekitar ahir abad ke sembilan belas, disini juga berdiri sekolah Al-Qur’an dan bangunan tempat berkumpulnya para pengikut sufi yang disebut gedung khankah. Termasuk juga gedung perpustakaan, meskipun kebanyakan dari koleksi buku buku, manuskrip dan dokumen dokumen wakaf dan lainnya sudah dipindahkan ke tempat baru di dekat Masjid Hunkar.

Interior Masjid Gazi Husrev beg

Europa Hotel yg sekarang berdiri adalah loka bangunan yang dibangun oleh Khan sederet menggunakan masjid namun kemudian diruntuhkan semasa penyerbuan oleh pasukan Austria di tahun 1912. Sedangkan pemandian generik (hamam) yang berdekatan dengannya kemudian di alih fungsi sebagai klub malam.

Makam Pendiri Masjid

Makam Gubernur Gazi Husrev-Beg berada di sebelah timur masjid, sebuah plakat dipasang di atas pintu masuk ke bangunan makamnya bertarikh 1541M / 948H, berdekatan dengan makam Murad Bey yang wafat di tahun 1545 / 952H. makam ini berbentuk oktagonal dan berdenah hexagonal. Sedangkan menara jam besar berdiri di lokasi ini disekitar abad ke 17 terhubung dengan dapur umum. Namun bangunan jam besar yang kini berdiri merupakan hasil pembangunan ulang semasa pendudukan Austria menggunakan Jam buatan Inggris.

Detil Interior Masjid Gazi Husrev Beg

Restorasi

Masjid Gazi Husrev beg mengalami kerusakan parah semasa perang etnis di semanjung Balkan antara tahun 1992 sampai tahun 1995, mengakibatkan kerusakan parah pada masjid ini. Pada tahun 1996 dengan kucuran dana berdasarkan Saudi Arabia masjid ini pada restorasi. Proses restorasi tadi mengundang poly kecaman internasional karena telah menghilangkan pernak pernik sejarah pada detil dekorasi bangunan masjid ini yang diadaptasi menggunakan ajaran faham wahabi Saudi Arabia. Itu sebabnya kemudian tim lokal Bosnia dibawah arahan Nihad Cengic berupaya melakukan restorasi kembali terhadap masjid ini untuk mengembalikannya pada bentuk aslinya.***

Kembali ke Bagian-1

Referensi

situs resmi masjid gazi huzrev beg - http://www.vakuf-gazi.ba

archnet.org  - gazi husrev-begova dzamija

Artikel Terkait

Masjid Gazi Husrev Beg Sarajevo (bagian 1)

Masjid Istiklal Indonesia di Bosnia & Herzegovina

The Emperor’s Mosque - Sarajevo

Baca juga

Masjid Masjid di EropaMasjid dan Pusat Kebudayaan Islam Paola, MaltaMasjid Agung Konstantia – RomaniaMasjid Sentral London (London Central Mosque), InggrisMasjid Didsbury dan Islamic Center Manchester, InggrisMasjid Jami Zakariyya Bolton, InggrisPusat Kebudayaan Islam IrlandiaMasjid Essalam, Rotterdam, terbesar di BelandaMasjid di Istana Schwetzingen, JermanMasjid Pusat Kebudayaan Islam - Oslo, NorwegiaMasjid Agung Brussels, BelgiaMasjid Banya Bashi BulgariaMasjid Islamic Center Wina, AustriaGrande de Paris, Masjid Agung ParisMasjid Warsawa - Polandia

Masjid di Rusia & Bekas Wilayah Uni Soviet Masjid Saint PetersburgMasjid Sentral Perm (Perm Central Mosque)Masjid Akhmad Kadyrov, Simbol Kebangkitan Chechnya Dari Kehancuran PerangMasjid Agung Makhachkala, Dagestan(Rencana) Masjid Agung kota Magas, Republik IngushetiaMasjid Moscow Historical Mosque (MHM), Tertua di Kota MoscowMasjid Memorial, Moskow (Moscow Memorial Mosque)Masjid Katedral, Masjid Agung kota Moskow (Bagian I) dan Bagian IIMasjid Ar-Rahma, Masjid Pertama di Kota Kiev –Ukraina

Sunday, May 24, 2020

Masjid Ferhat Pasha Banjaluka Bosnia & Gerzegovina

Masjid Ferhat Pasha Setelah rekonstruksi

Masjid Ferhat Pasha ini menjadi salah satu saksi bisu etnic cleansing terhadap muslim bosnia yang terjadi di Banjaluka di tahun 1993. Upaya pembersihan muslim di Banjaluka dan di wilayah Bosnia Herzegovina lainnya akan dikenang selamanya sepanjang sejarah peradaban manusia sebagai tindakan biadap secara massif yang terjadi di era Modern Eropa di penghujung abad ke 20.

Masjid Ferhat Pasha adalah Masjid Agung di kota Banjaluka, Republik Federasi Bosnia & Herzegovina. Masjid ini dinamai Masjid Ferhat Pasha sebagai penghormatan kepada Sanjak-bey Ferhat-paša Sokolović yang merupakan Gubernur emperium Usmaniyah di wilayah Sanjak Bosnia. Masjid ini pertama kali dibangun tahun 1579 dan merupakan salah satu warisan arsitektur terbaik dari abad ke 16 di Banjaluka.

F erhat Pasha Mosque | Ferhat-pašina džamija

Kralja Petra I Karađorđevića, Banja Luka 78000

Bosnia dan Herzegowina

medzlis-bl.ba

Seiring dengan runtuhnya Uni Soviet di tahu 1990-an, berbagai negara anggota federasi negara Soviet memproklamirkan kemerdekaan begitupun dengan negara negara sekutunya termasuk Republik federasi Yugoslavia yang terdiri dari beberapa negara bagian termasuk Bosnia & Herzegovina yang penduduknya mayoritas Muslim.

Upaya kemerdekaan negara negara bagian Yugoslavia mendapat pertentangan keras dari ernis Serbia yang merupakan etnis terbesar di Federasi tersebut yang pada ahirnya berujung kepada upaya paksa dengan tindakan brutal yang disebut oleh PBB dan dunia internasional sebagai tindakan “etnic cleansing” (pemberangusan etnis) dalam artian sebenarnya.

Muslim Bosnia & Herzegovina yang menjadi korban terparah dari malapetaka tersebut. Puluhan ribu jiwa atau bahkan lebih, terbunuh menjadi korban pembantaian brutal termasuk muslim di kota Banjaluka. Pada malam hari 7 Mei 1993 milisi Serbia menyerbu kota Banjaluka melakukan tindakan biadab tak terperi terhadap muslim Bosnia.

Tercatat sekitar 60.000 muslim bosnia dan minoritas Kroasia menjadi korban peristiwa itu termasuk yang di bantai, di tawan ataupun terusir dari Banjaluka dalam keadaan yang teramat memprihatinkan.

Masjid Ferhat Pasha sebelum dihancurkan oleh milisi Serbia.

Milisi Serbia juga melakukan bumi hangus terhadap semua yang berbau muslim di Bajaluka, menghancurkan rumah rumah yang ditinggalkan, membuldozer atau meledakkan masjid masjid di kota tersebut. Masjid Ferhat Pasha menjadi salah satu masjid yang menjadi sasaran penghancuran, masjid ini diratakan dengan tanah menggunakan bulldozer hingga tak bersisa sama sekali.

Rekonstuksi Masjid Ferhat Pasha

Bosnia & Herzegovina dan seluruh semenanjung Balkan kembali normal paska pengerahan pasukan perdamaian besar besaran oleh PBB. Muslim Banjaluka berangsur kembali ke kampong halaman mereka yang tersisa dalam puing puing reruntuhan termasuk masjid masjid tempat mereka beribah.

Dalam suasana damai yang baru pulih, muslim Banjaluka memulai kembali kehidupan mereka, bukan dari nol tapi dari titik minus dibawah nol. Mereka bahkan tak lagi memiliki tempat tinggal yang layak apalagi tempat ibadah. Bantuan dunia internasional mengalir ke wilayah itu untuk memulihkan situasi.

Empat belas tahun setelah dihancurkan oleh Milisi Sebia, Masjid Ferhat Pasha ini mulai di rekonstruksi. Pemerintah Turki yang kemudian mendanai proses rekonstruksi tersebut bersama dengan pemerintah Bosnia Herzegovina. Sebuah proses rekonstruksi yang tak mudah, membangun kembali sesuatu yang sudah sama sekali tak bersisa.

Masjid Ferhat Pasha saat ini setelah direkonstruksi

Penolakan Etnis Serbia

Rekonsruksi masjid ini bukan tanpa kendala. Upaya pertama untuk rekonstruksi sebenarnya sudah dilakukan di awal tahun 2001. Namun, lagi lagi etnis Serbia kembali berulah dengan menolak proses rekonstruksi hingga terjadi kerusuhan. Seorang jurnalis independen dari banjaluka mengatakan bahwa keadaan memang sudah berubah setelah perang namun masih jauh dari toleransi dan re-integrasi.

Dia menuliskan demikian sebagai saksi mata pada saat upacara peletakan batu pertama rekonstruksi masjid Ferhat Pasha, namun kemudian keadaan memanas dan berubah menjadi brutal ketika kendaraan bus yang ditumpangi Jemaah yang hadir dalam upacara tersebut di lempari dan dibakar masa perusuh etnis Serbia. Dia menuliskan dalam laporannya bagaimana nafas kebencian masih menggelora di Banjaluka.

Sembilan tahun rekonstruksi

Muhamed Hamidovic, mantan Pimpinan Fakultas Arsitektur Sarajevo yang memimpin proses restorasi. Sebuah proses yang tak mudah dimulai dengan mengumpulkan semua sketsa dan foto masjid sebelum dihancurkan, termasuk upaya beliau mengumpulkan kembali semua sketsa masjid ini yang pernah ia buat pada saat dia masih menjadi mahasiswa di masa Federasi Sosialis Yugoslavia termasuk sketsa rehab masjid tersebut paska gempa di tahun 1968 ditambah dengan semua digram, denah dan gambar teknik yang pernah dibuat dimasa itu.

Rekonstruksi adalah proses pembangunan kembali dengan (sedapat mungkin) menggunakan material asli dari bangunan yang telah dihancurkan. Tim rekonstruksi harus bekerja keras menjejak satu persatu setiap serpihan material masjid ini dengan melakukan wawancara kepada penduduk setempat. Satu persatu serpihan material itu dikumpulkan dari berbagai tempat yang berserakan di sekitar Banjaluka setelah 14 tahun penghancuran.

Interior Masjid Ferhat Pasha

Beberapa potongan batu bahkan ditemukan sudah berada di bengkel tukang batu, tertimbun timbunan puing dan sampah hingga di dasar sungai. Dan tidak semua material yang ditemukan tersebut masih dapat digunakan kembali karena sudah mengalami kerusakan parah.

Ada 3500 pecahan material yang ditemukan oleh tim rekonstruksi atau sekitar 65% dari bangunan masjid asli, sisanya tidak dapat ditemukan kembali. Dari sekian banyak pecahan tersebut hanya satu bagian yang ditemukan masih relative utuh berupa sebuah pilar masjid yang ditemukan oleh anggota klup penyelam banjaluka di dasar danau Banjaluka.

Satu persatu kepingan yang ditemukan diidentifikasi keterkaitannya dengan bangunan masjid Ferhat Pasha, anggota tim ini menggunakan arsip arsip dari era Usmaniyah untuk mengidentifikasi masing masing kepingan tersebut. Termasuk untuk mendapatkan material bangunan pengganti untuk bagian yang sudah tidak dapat ditemukan lagi.

Sebuah system computer dirancang khusus untuk memindai masing masing pecahan material tersebut untuk menentukan lokasinya tempatnya berada pada bangunan masjid Ferhat Pasha. Sedangkan lokasi asli masjid ini masih dapat dikenali dari landasan pondasi masjid yang masih tersisa termasuk juga kesaksian penduduk muslim setempat yang selamat dari malapetaka 1993.

Suasana peresmian pembukaan kembali Masjid Ferhat Pasha setelah rekonstruksi

Pembukaan Kembali Masjid Ferhat Pasha

Butuh waktu 9 tahun yang melelahkan untuk membangun kembali masjid Ferhat Pasha ini sesuai bentuk aslinya dan menggunakan sebagian besar material aslinya. Dan hasilnya memang cukup menakjubkan, bangunan masjid ini kembali tampil di tempatnya berada dalam bentuk aslinya, menjadikannya sebagai bangunan hasil rekonstuksi terbaik dan terbesar di Balkan setelah rekonstruksi Jembatan Mostar yang begitu terkenal dan juga merupakan peninggalan Dinasti Usmaniyah dan dibuka tahun 2004.

Upacara pembukaan kembali masjid Ferhat Pasha dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 2016.atau sekitar 23 tahun setelah masjid tersebut dihancurkan oleh milisi Serbia. Upacara pembukaan kembali masjid ini dihadiri setidaknya 20.000 orang yang tumpah ruah membanjiri sekitar masjid ini dalam haru biru.

Namun demikian, semua tak sama lagi. Dari puluhan ribu warga muslim Banjaluka sebelum perang, kini tersisa sekitar 8000 jiwa muslim saja di kota itu dibandingkan dengan 30.000 jiwa dimasa sebelum perang di tahun 1992.

Bagi Muhamed Hamidovic selaku ketua tim rekonstruksi masjid Ferhat Pasha beserta seluruh anggota tim-nya, selesainya proyek rekonstruksi ini merupakan sebuah kebanggaan dan kepuasan tersendiri dan tentu saja menjadi modal berharga bagi proyek rekonstruksi selanjutnya terhadap lebih dari 2.500 situs sejarah dan budaya yang hancur selama perang di Bosnia & Herzegovina dan tentu saja teramat membantu memulihkan situasi, suasana dan ingatan indah semasa sebelum perang.***

====================================

Follow & Like akun Instagram kami di@masjidinfo

🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.

🌎 informasi dunia Islam

====================================

Referensi

https://www.theguardian.com/world/2016/may/06/banja-luka-mosque-bosnia-herzegovina-serbia-reopens-reconstruction

http://www.bbc.com/news/world-europe-36237014

https://www.dailysabah.com/feature/2017/04/20/mosque-destroyed-during-bosnian-war-to-be-rebuilt-with-turkish-initiative

https://en.wikipedia.org/wiki/Ferhat_Pasha_Mosque

Baca Juga

The Emperors Mosque, Sarajevo

Masjid Istiklal Indonesia di Bosnia & Herzegovina

Masjid Ali Pasha's Sarajevo

Masjid Gazi Husrev-Beg, Sarajevo (bagian-2)

Masjid Gazi Husrev-Beg, Sarajevo (bagian-1)

Friday, May 22, 2020

Masjid Husejnija Gradačac Bosnia (1826)

Masjid Huseiniah atau Husejnija di kota Gradačac, Bosnia & Herzegovina

Masjid Husejnija atau Husejnija DŽamija adalah masjid tua peninggalan Emperium Usmaniyah (Turki Usmani) di kota Gradačac, Bosnia & Herzegovina. Masjid tua ini diabngun oleh Husein-captain Gradaščević pada tahun 1826, dan kini telah dijadikan salah satu monument sejarah nasional Bosnia & Herzegovina .

Masjid Husejnija di Gradačac ini menjadi salah satu masjid dengan gaya arsitektur Usmaniyah yang menawan dan memberikan kontribusi bagi khasanah kekayaan seni bina arsitektur masjid masjid tua emperium Usmaniyah di kawasan Balkan.

Husejnija DŽamija Gradačac

Gradačac, Bosnia dan Herzegowina

mizgradacac.ba

Arsitektur Masjid Hussein Gradačac

Masjid tua ini dibangun dengan satu kubah besar dari bahan metal dengan denah penampang octagonal ditambah dengan tiga kubah lebih kecil dengan masing masing juga berdenah penampang octagonal di bagian atas beranda masjid. Satu batang menara (Minar/ Munar / Minaret) tinggi menjulang 25 meter dibangun disamping masjid.

Menara masjid ini dilengkapi dengan satu balkoni berpagar (Stereophilus / circular porter) di bagian bawah dari puncak tertinggi bangunan menara yang dibangun sebagai tempat muazin mengumandangkan azan. Dan terntu saja ada serangkaian anak tangga dari bagian bawah menara hingga ke bagian balkoni ini.

Dekorasi Islami dapat ditemui sejak dari bagian pintu masjid hingga ke bagian interiornya. Bangunan masjid tua ini juga dilengkapi dengan pagar keliling dari batu yang tidak terlalu tinggi dan sebuah gerbang yang juga dibangun dari batu. Lokasi masjid ini berdiri berada sekitar 40-50 meter diluar tembok tua benteng kota Gradačac .

Fasilitas Masjid Husseiun Gradačac

Bangunan masjid ini juga dilengkapi dengan toilet, tempat wudhu dan perpustakaan. Sementara gerbang masjid ini ada dua, gerbang utamanya berada di sisi barat laut bangunan masjid sedangkan gerbang lainnya berada disebelah timur  laut bangunan masjid yang menjadi gerbang masuk bagi Husein-captain Gradaščević.

Interior Masjid Huseniah

Gerbang utama yang berada di sisi Barat laut bangunan masjid ini langsung menuju ke bagian beranda dan pintu utama masjid, menunjukkan bahwa sisi kiblat dan mihrab masjid ini berada disisi berlawanan yakni disisi tenggara, maknanya bahwa arah kiblat dari masjid ini mengarah ke tenggara, tidak seperti di Indonesia yang mengarah ke barat.

Masing masing gerbang masjid ini beserta pagar keliling masjid dibangun menggunakan bahan darui batu gamping yang disusun dan landasannya sedikit lebih tinggi dari permukaan tanah disekitarnya.

Tinggi menara masjid ini sebenarnya adalah 33.89 meter, hanya saja angka 25 meter yang disebutkan tadi merupakan pembulatan dari angka 24.3 meter yang di ukur dari atas bagian landasan menara tanpa memasukkan tinggi dari landasan menaranya sendiri. Sehingga apabila dimasukkan tinggi landasannya hingga ke ujung ornamen bulan sabit di puncak menara maka tinggi menara masjid ini adalah 33.89 meter.

Pintu batu masjid yang mengarah ke halaman depan tidak dilengkapi dengan dekorasi namun dirancang dengan bentuk lengkungan semikular dan dihias dengan ukiran bentuk bentuk bunga, jambangan, lengkungan, serta bentuk bentuk geometris.

Sisi depan Masjid Huseniah

Dibagian atas mihrab masjid ini di ukir dengan bentuk bentuk bunga lili, adanya ukiran bunga lili tersebut mematahkan teori bahwa penggunaan bentuk ukiran tersebut hanya dipegunakan pada masa abad pertengahan saja, namun juga digunakan pada masa kekuasaan Usmaniyah.

Bentuk bentuk tersebut juga menghias beberapa batu nisan dari beberapa makam di pekarangan masjid ini, keseluruhannya hanya ada 9 makam di komplek masjid ini, diantaranya adalah makam  Hussein-captain Gradaščević.dan putranya yang bernama Mesar Muhammad.

Pembangunan Masjid Hussein Gradačac

Dibagian atas pintu masuk utama masjid ini juga terdapat ukiran batu prasasti sebagai pengingat selesainya pembangunan masjid ini di tahun 1826 bertuliskan:

“Emir yang berbahagia, Kapten dari Benteng Gradačac, dia yang telah diperintahkan Tuhan dan dengan pertolongan Tuhan pula masjid ini dibangun. Kronogram ini dibuat untuk mengingat penyelesaian pembangunan nya. Tertanda The Krkleri, Masjid indah ini adalah rumah bagi orang orang beriman”.

Referensi

https://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=hr&tl=en&u=http%3A%2F%2Fhistorijagradacac.blogger.ba%2Farhiva%2F2011%2F05%2F14%2F2759208

https://bs.wikipedia.org/wiki/Husejnija_džamija

Baca Juga

Masjid Ferhat Pasha Banjaluka

Masjid Ali Pasha's Sarajevo

Masjid Gazi Husrev-Beg, Sarajevo (bagian-2)

Masjid Gazi Husrev-Beg, Sarajevo (bagian-1)

The Emperors Mosque, Sarajevo

Masjid Istiklal Indonesia di Bosnia & Herzegovina

Asal SEO

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done