Islami Pedia: Islamic Center Kabupaten
News Update
Loading...
Showing posts with label Islamic Center Kabupaten. Show all posts
Showing posts with label Islamic Center Kabupaten. Show all posts

Monday, October 5, 2020

Masjid Agung Madani Islamic Center Rokan Hulu

GEMERLAP. Komplek Masjid Agung Madani Islamic Center (MAMIC) Rokan Hulu tampak gemerlap dengan sinar lampu di malam hari

Tuanku Tambusai, Minangkabau & Rokan Hulu

Bila anda pernah menbaca sejarah Pahlawan Nasional Tuanku Tambusai yang populer dengan perlawanannya terhadap penjajah Belanda pada perang Paderi, dia merupakan tokoh pejuang abad ke XIX yg asal berdasarkan daerah yg sekarang menjadi Kabupaten Rokan Hulu. Pada masa itu wilayah Rokan Hulu masih bagian menurut daerah Minangkabau pada bawah kekuasaan Kerajaan Pagaruyung. Setelah jatuhnya Benteng Bonjol & penangkapan terhadap Tuanku Imam Bonjol pada tahun 1837, maka usaha kaum Paderi dilanjutkan oleh Tuanku Tambusai. Sebagai panglima terakhir yg masih tersisa beserta sisa laskar Paderi bertahan pada benteng terakhir kaum Paderi di daerah Dalu-Dalu Rokan Hulu. Benteng ini pun akhirnya jatuh ke tangan Belanda pada tahun 1838 setelah digempur selama hampir 1 tahun. Dengan jatuhnya benteng tersebut, berakhirlah era Perang Paderi di semua daerah norma Minangkabau.

Rokan Hulu ini tidak bisa dipisahkan berdasarkan Kerajaan Rokan di Rokan IV Koto pada abad ke-18. Daerah ini juga ada Kerajaan Rambah & Tambusai. Kedua nama ini kelak diabadikan menjadi nama Kecamatan pada Kabupaten Rokan Hulu. Pada masanya kerajaan-kerajaan ini sempat mengalami keemasan. Pemerintah Penjajahan Belanda di Indonesia kemudian menjadikan kota Pasir Pengarayan yg kini menjadi ibukota kabupaten Rokan Hulu sebagai kewedanaan. Setelah Indonesia merdeka, daerah Rokan Hulu dimasukkan ke dalam daerah kabupaten Kampar dengan ibukotanya di Pekanbaru dari Surat Keputusan Gubernur Militer Sumatera Tengah lepas 9 November 1949 Nomor 10/GM/STE/49.

Melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 821.26.525, lepas 26 Mei 1997 Rokan Hulu sebagai daerah kerja Pembantu Bupati Kampar Wilayah I. Lalu dari Undang Undang Nomor 53 tahun 1999 tanggal 4 Oktober 1999 Rokan Hulu secara resmi sebagai Kabupaten Otonom dan diresmikan oleh pemerintah menjadi Kabupaten Rokan Hulu dengan bunda kota Pasir Pengarayan. Kemudian diperkuat lagi dengan Keputusan Mahkamah Konstitusi No. 010/PUU-1/2004, tanggal 26 Agustus 2004 yang mengakibatkan Desa Tandun, Desa Aliantan, dan Desa Kabun sebagai bagian dari Kabupaten Rokan Hulu.

HUJAU. Disiang hari komplek masjid ini tampak menjulang diantara rindangnya pepohonan yang menghijau di sekitarnya, menampakkan sebuah harmoni antara karya manusia dengan keasrian alam sekitarnya. Kubah kubah masjid ini tampak senada dengan hijaunya alam.

Negeri Seribu Suluk

Dalam kaitannya dengan agama Islam dan sufisme, kata suluk berarti menempuh jalan (spiritual) buat menuju Allah. Menempuh jalan suluk (bersuluk) meliputi sebuah disiplin seumur hidup dalam melaksanakan aturan-anggaran eksoteris agama Islam (syariat) sekaligus aturan-aturan esoteris kepercayaan Islam (hakikat). Ber-suluk juga meliputi asa buat Mengenal Diri, Memahami Esensi Kehidupan, Pencarian Tuhan, dan Pencarian Kebenaran Sejati (ilahiyyah), melalui penempaan diri seumur hidup menggunakan melakukan syariat lahiriah sekaligus syariat batiniah demi mencapai kesucian hati buat mengenal diri & Tuhan, Kata suluk dari dari terminologi Al-Qur'an, Fasluki, dalam Surat An-Nahl [16] ayat 69, Fasluki subula rabbiki zululan, yang adalah Dan tempuhlah jalan Rabb-mu yang telah dimudahkan (bagimu). Kata suluk umumnya berhubungan dengan tasawuf, tarekat & sufisme. Di Rokan Hulu masih ada surau-surau suluk yang banyak, maka menurut itu Rokan Hulu dikenal menggunakan julukan " Negeri Seribu Suluk"

MAMIC Rohul

Masjid Agung Madani Islamic Centre Rokan Hulu ( MAMIC Rohul) atau biasa pula diklaim menjadi Masjid Agung Madani Pasir Pengaraian adalah Masjid Agung sekaligus Islamic Center Kabupaten Rokan Hulu, provinsi Riau. Pembangunan-nya digagas oleh Bupati Rokan Hulu Drs. H. Achmad, M. Si, dan sebagai ikon Kabupaten Rokan Hulu. Pembangunan MAMIC Rokan Hulu dimulai pada Tahun 2008, dan diresmikan penggunaannya dalam hari Jumat Tanggal 25 Syaban 1431 H, bertepatan dengan 06 Agustus 2010 M oleh Bupati Rokan Hulu Drs. H. Achmad, M. Si. Dengan menghadirkan Ustadz kondang, Dai Sejuta umat KH. Zainuddin MZ yg bertindak selaku Khatib pada Sholat Jumat saat itu.

Alamat & Lokasi MAMIC Rohul

Jl. Komp. Perkantoran Pemda Rokan Hulu

Pematang Berangan, Rambah, Kabupaten Rokan Hulu

Provinsi Riau ? Indonesia.

Http://mamicrohul.Or.Id/

MAMIC Rokan Hulu didirikan diatas lahan seluas 22 hektar menggunakan luas bangunan 15 800 meter persegi & berdaya tampung mencapai 15.000 sampai 20 000 jemaah. Pembangunannya di danai dengan dana dari APBD Kabupaten Rokan Hulu, menghabiskan setidaknya 400 milyar Rupiah. Pelaksanaan bangunannya dipercayakan pada PT. Citra Murni Semesta Jakarta menjadi Konsultan Perencana, PT. Holistika Prima Grahita sebagai konsultan pengawas & kontraktor pelaksana PT. Total Bangun Persada.

Pengelolaan Masjid ini sepenuhnya diurus sang Badan Pengelola Masjid Agung Madani Islamic Centre Rokan Hulu yang diketuai sang Ir. Damri yg jua menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rokan Hulu, dibantu oleh 44 orang Pekerja profesional lainnya yg terdiri berdasarkan Pegawai Sekretariat, cleaning service, pekerja taman, petugas keamanan dan kesehatan. Masjid Agung Madani Islamic Centre Rokan Hulu dilengkapi menggunakan Penyejuk Ruangan, Sound System & multi media,

Arsitektur MAMIC Rohul

Fitur primer bangunan masjid ini terdiri bangunan primer masjid & bangunan plaza yg dilingkupi sang arcade. Arsitektur masjid mengadopsi bangunan masjid terkini bergaya arabia menggunakan kubah akbar berdiameter 25 meter di atap bangunan primer pada apit empat menara di setiap sudut bangunan masjid masing masing dengan tinggi 66.66 meter ditambah dengan satu menara primer dengan tinggi 99 meter yg terpisah berdasarkan bangunan utama masjid.

MAMIC Rohul ini dilengkapi dengan sarana pendukung seperti MCK dan tempat wudhu yang nyaman dan bersih, juga dilengkapi dengan perpustakaan digital dan manual, TV Madani, Radio Daerah,  poliklinik, aula serbaguna, toserba serta ruangan belajar yang dilengkapi dengan akses internet.

Akses ke bangunan utama masjid ini terdiri dari 9 pintu masing masing 3 pintu di tiga sisi bangunan masjid, kesemua pintu tersebut diberi nama terdiri dari, Pintu utama di sebelah timur diberi nama Pintu Babussalam di apit oleh pintu Khodijah di sebelah kanan dan pintu Aisyah disebelah kirinya. Pintu Utama di sebelah selatan diberi nama Pintu Aisyah I di apit oleh Pintu Usman Bin Afan disebelah kanan dan Pintu Umar Bin Khatab  di sebelah kirinya. Pintu utama disisi Utara diberi nama pintu Khadijah I di apit pintu Abu Bakar As Siddiq di sebelah kanan dan Pintu Umar Bin Khatab di sebelah kirinya.

Interior Masjid dihiasi menggunakan berbagai kaligrafi dan lampu gantung seberat 2 ton, terbuat menurut Pelat Kuningan berdasarkan Italia, & batu hias, Batu Oksi dari Jawa Timur, Batu Akik menurut Kalimantan & Turki, Batu Cris Topas berdasarkan Jawa Barat, & Kalimaya dari Banten, kaca lampu Gold Spectrum berdasarkan Amerika & bagian tengah adalah perisai muslim, bagian pinggir terdapat rantai yg adalah persatuan umat Islam, 8 bilah pedang sabilillah Khaidir Ali, 16 busur panah Syaidina Ali bin Abi Tholib dan 8 tombak Abu Bakar Assiddiq, ditambah menggunakan bunga Kusuma lambang kejayaan Islam dan dikelilingi surat Al-Fatihah, surat Al ?Kafirun, surat Annas serta 99 Asmaul Husna.

Aktivitas MAMIC Rohul

Kegiatan Masjid Agung Madani Islamic Centre Rokan Hulu adalah Sholat Fardu Lima waktu secara berjamaah, terutama waktu Zuhur dan Ashar, dimana seluruh Pegawai yang berjumlah hampir 3000 orang diwajibkan Sholat berjamaah ke-Masjid ini. Kegiatan lainnya adalah ceramah Agama yang dilaksanakan rutin setiap malam Kamis dengan materi dan penceramah yang sudah ditetapkan, yaitu Fiqih oleh Ustad Dr. Mawardi Saleh, Lc. MA,  Tafsir oleh Ustad Dr. Musthafa Umar, Hadist oleh Abdul Somad, Lc. MA dan Aqidah oleh Ustad Nurhadi Husein, Lc.

KE EMASAN. Gemerlap rona ke-emasan mendominasi interior Masjid Agung Madani Islamic Center Rokan Hulu

Disamping aktivitas tadi Masjid Agung Madani Islamic Centre Rokan Hulu juga menyelenggarakan buka puasa setiap hari Senin & Kamis, I?Tikaf bersama sekali pada sebulan serta aktivitas peringatan hari besar Islam, terkhusus bulan Ramadhan disediakan baik sahur atau berbuka buat 500 orang setiap harinya. (R. Taher).

Masjid Agung Pasir Pengaraian ini selain menjadi tempat beribadah jua sebagai salah satu loka wisata religi di kabupaten Rokan Hulu menggunakan keliru satu fitur menariknya adalah memandang kota Pasir Pagaraian dari ketinggian menara Masjid ini yang memang dibangun menjulang sampai 99 meter.

Maha Karya Terbaik Indonesia Tahun 2015 Versi Kemenag

Masjid Agung Madani Islamic Centre (MAMIC) di Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau, jadi Masjid terbaik di Indonesia buat Tahun 2015, diantara 509 masjid pada 33 provinsi. Prestasi diraih oleh Masjid Agung Madani Rohul sebagai Masjid Agung Percontohan Paripurna telah meliputi penilaian kategori Idarah, Imarah, & Riayah. Berdasarkan keputusan Dewan Penilai Masjid Agung Percontohan Nomor 01/DPM.MA/XI/2015, tentang penetapan Masjid Agung Percontohan Tingkat Nasional Tahun 2015,

SEPERTI BUKAN DI INDONESIA. Keindahan masjid ini memang cukup mengagumkan dengan rancangan yg berbeda menggunakan masjid masjid yg telah terdapat pada Indonesia sebelumnya. Empat menara mengitari empat penjuru bangunan utama, ditambah satu menara primer setinggi 99 meter, mengantarkan pengunjung memandang komplek masjid ini dan daerah sekitarnya berdasarkan ketinggian.

Tim panitia yg diketuai Prof Dr. H. Ahmad Satori, Masjid Agung Madani Rohul sebagai meraih terbaik berdasarkan kategori Masjid Agung Percontohan Paripurna di Indonesia menggunakan nilai 90,28. Lanjutnya, pada posisi kedua ditempati Masjid Baiturrahman Provinsi Jawa Timur dengan nilai 88,77, & posisi ketiga ditempati Masjid Dr. Wahidin 8 di Daerah Yogyakarta.

Kemudian, menurut kategori Masjid Agung Percontohan Idarah atau Administrasi, kampiun pertama ditempati Masjid Sindenreng Rappang Sulawesi Selatan, disusul Masjid Nurul Falah Sulawesi Barat, dan Masjid Baitul Hikmah Kalimantan Timur. Kategori Masjid Agung Percontohan Imarah atau Kemakmuran, Masjid Baitussalam DKI Jakarta menempati posisi pertama, disusul Masjid Al-Mukarram Amanah Kalimantan Tengah, & Masjid Nurul Huda pada Provinsi Bali.

Kategori Masjid Agung Percontohan Riayah atau Pemeliharaan dan Kebersihan, Masjid Agung Sibolga di Provinsi Sumatera Utara menjadi yang terbaik, disusul Masjid Agung Brebes Jawa Tengah,  dan Masjid An-Nur Sulawesi Tengah. Sebagai Masjid Agung terbaik, Masjid Agung Madani menerima hadiah berupa vacuum cleaner seharga Rp 20 juta dari Kemenag RI.

------------ooo000ooo------------

Baca Juga

Islamic Center Bangkinang, Kampar, Riau

Islamic Center Baturaja, Sumatera Selatan

Islamic Center Kabupaten Muara Enim, Sumsel

Islamic Center Prabumulih, Sumsel

Islamic Center Nunukan, Kaltara

Islamic Center Dato Tiro, Bulukumba

Islamic Center Tabaling, Kalsel

Islamic Center Mataram, Lombok, NTB

Thursday, July 2, 2020

Islamic Center Kota Bekasi

Islamic center kota Bekasi berada pada sentra daerah bisnis kota Bekasi. Sejarah pembangunan Islamic center ini tidak lepas menurut nama KH Nur Ali, Pahlawan Nasional yg adalah putra daerah Bekasi. Dibangun dimasa kota Bekasi masih adalah bagian menurut wilayah Kabupaten Bekasi. Kini ketika Kota Bekasi sudah sebagai salah satu kota berdikari galat satu kota penyanggah Ibukota negara, Islamic Center kota Bekasi seakan menjadi oase ditengah belantara kota bekasi yg pelan tapi pasti berkiprah sebagai bagian berdasarkan perkembangan megapolitan Jakarta.

Alamat & Lokasi Islamic Center Bekasi

Jln. Ahmad Yani No. 22 Kota Bekasi

Propinsi Jawa Barat

Situs resmi : http://www.islamiccenterbekasi.com

Ide Pendirian

Gagasan mendirikan Islamic Centre Bekasi datang dari KH. Noe Alie (Pahlawan Nasional) ketika dalam suatu kesempatan beliau mengatakan kepada Bupati Bekasi H. Suko Martono sebagai berikut : “Saudara Bupati kita belum mempunyai sesuatu yang seperti Islamic Centre. Mumpung saudara jadi Bupati, coba dipikirkan bagaimana cara mewujudkannya”. Pada kesempatan ini sebelum mengutarakan keinginannya kepada Bupati Bekasi, KH. Noer Alie menyampaikan pula pesan yang sama kepada Ketua DPRD II Kabupaten Bekasi yang pada waktu itu dijabat oleh H.M. Roesmin.

Persisnya pesan KH. Noer Alie berbunyi sebagai berikut : “Mumpung ente punya wewenang untuk kenang-kenangan ummat islam Bekasi, tolong wujudkan Islamic Centre, mudah-mudahan apabila saya meninggalkan Bekasi ini, mata saya merem”. Dan gagasan tersebut mendapat sambuatan baik dari berbagai pihak baik dari para tokoh Ulama dan Umaro termasuk dari kalangan tokoh masyarakat, para anggota DPRD, Alim Ulama, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bekasi dan Persaudaraan Haji Bekasi dan masyarakat lainnya.

Foto panorama Islamic Center Kota Bekasi, klik pada foto buat memperbesar

Sejarah Pembangunan Islamic Centre Kota Bekasi

Panitia Pembangunan

Panitia pembangunan Islamic Center Bekasi dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah TK II Bekasi Nomor: 451.i/SK.394A/Kesra tertanggal 10 Juli 1990 tentang Pembentukan Panitia Pembangunan Gedung Islamic Centre Kabupaten daerah Tingkat II Bekasi. Surat Keputusan Bupati itu berisi dua hal pokok, yaitu: Pertama, mengenai susunan panitia Pelaksana Pembangunan secara terpadu. Kedua, mengenai pedoman Pelaksana Pembangunan Islamic Centre Bekasi.

Kepanitiaan terdiri berdasarkan Pelindung, Penasehat, Pengurus Harian dan Pengurus Pleno. Pelindung terdiri dari para pejabat teras pemerintahan Kabupaten Bekasi. Sedangkan penasehat diisi oleh selain para pejabat, pula melibatkan ulama dan para pemuka masyarakat. Komposisi Pengurus harian dan Pengurus Pleno jua adalah formasi unsur aparat pemerintah, ulama & pemuka rakyat. Duduk menjadi Ketua Umum Harian, H. Roesmin (Ketua DPRD), Ketua I dijabat oleh Drs. H. Dede Satibi (Sekwilda), Ketua II dipercayakan kepada H.. Saady Muchsin (tokoh rakyat), Ketua III dipegang sang dr. H. SubkiAbdul Kadir (Cendekiawan/Ulama) dan Ketua IV H. Abdul Manan (Ketua DPD Golkar).

Menara Ir. Widiyanto

Biaya Pembangunan Islamic Center Kota Bekasi

Di dalam salah satu diktum SK Bupati Tanggal 10 Juli 1990 itu disebut bahwa, ?Segala biaya yang diakibatkan sang penetapan surat keputusan ini dibebankan kepada bisnis swadaya panitia & bantuan menurut APBD Tingkat II Bekasi.?

Dalam Pedoman Pelaksanaan Pembangunan, digariskan pula petunjuk pentahapan pelaksanaan dan pengawasannya yang meliputi: pertama, Tahapan Pembangunan yang terdiri dari bangunan Auditorium, Kantor Pengelola, Perpustakaan, Mesjid, Bangunan Asrama, Bangunan selasar dan Plaza serta lapangan parkir. Kedua, Pelaksanaan Pembangunan selain diawasi Direktur Teknis juga dilakukan pengawasan berkala oleh Konsultan Perencana PT. Arsy Wastuady.

Pemilihan Lokasi

Berdasarkan peninjauan & pembahasan panitia yg dipimpin oleh Drs. H. Dede Satibi (ketika itu Sekwilda Bekasi, sekarang Bupati Garut), H. Roesmin & H. Saady Muchin, lokasi dimana Islamic Centre berdiri sekarang ini adalah lokasi paling tepat.

lahan seluas 3,6 hektar tempat Islamic Centre Bekasi yang kini berdiri dahulunya merupakan rawa rawa yang memiliki kedalaman hingga empat meter. Lahan tersebut merupakan tanah Hak Pengelola/sebagian dari sertifikat HPL No.I/Marga jaya atas nama PERUM PERUMNAS dengan surat izin penggunaan tanah No. 593.3/1898/Perkot.

Masjid Nurul Islam

Atas dasar perizinan penggunaan tanah yang ditertibkan Pemerintah Daerah, maka dibuatlah Site Plan Islamic Centre Bekasi dengan penandatanganan Ketua Panitia dan para pejabat Kepala Dinas PUK Kab. Bekasi yang waktu itu dijabat Bambang Supardi, Kabag Pemerintah Umum DT II Bekasi Drs. S. Sihotang, kabag Kesra DT II Bekasi (H.M. Syaiin Sahid), Kepala Kantor Pertanahan Kab. Bekasi (Ir. Widiana Ces), diketahui Ketua Bappeda TK II Bekasi yang kala itu dijabat oleh Drs H. Nonon Sonthanie (saat ini Wali Kota Bekasi) dan disetujui Bupati Daerah Tingkat II Bekasi (H. Suko Martono).

Bertindak menjadi Konsultan Perencanaan PT. ARSYWASTUADY pimpinan Ir. Winarto yg selaku Pengawas Berkala. Pelaksanaan pembangunannya diawasi Direktur Teknis. Pelaksana pembangunan fisik gedung digarap oleh PT. Sadari Putra pimpinan Ir. Winarto menggunakan pelaksana hariannya Tjetjep Kadaruddin. Khusus mengenai pembangunan mesjid Nurul Islam, Pelaksanaannya ditangani oleh Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila.

Sumber Sumber dana

Kupon sumbangan Rp. 80.000,- (delapan puluh ribu rupiah). Partisipasi anggota DPRD Bekasi sebesar Rp 2.500.000,- Dana bantuan suka rela dari para calon jemaah haji tahun 1990 dan 1991 sebesar Rp 450.000.000,-(empat ratus lima puluh juta rupiah). Dana-dana tersebut itulah merupakan yang merupakan modal awal pendirian gedung Islamic Centre Bekasi. Para aghniya (orang-orang kaya) yang dermawan. dari berbagi sumber yang halal dan tidak mengikat panitia Pembangunan Gedung Islamic Centre Bekasi secara berangsur-angsur berhasil menghimpun dana sejumlah sekitar Rp. 8.3 milyar.

Masjid Nurul Islam menurut pelataran tengah

Tahapan pembangunan

Pembangunan termin I yang dilaksanakan dalam akhir tahun 1990 meliputi pembangunan Gedung Perpustakaan, gedung Serba Guna dan ruang-ruang kantor, Ruang kedap dll.

Sedangkan Pembangunan Tahap II dilaksanakan tahun 1991 yg mencakup pembangunan Gedung Asrama dan Ruang Makan. Bangunan Islamic Centre Bekasi didominasi Gedung Asrama, Ruang makan dan gedung serba guna serta areal parkir yg luas serta miniatur Ka?Bah yang berada di plaza Mesjid.

Miniatur Ka’bah sengaja dibuat karena erat kaitannya dengan tujuan didirikannya Islamic Center Bekasi sebagai aktifitas ummat islam. Lagi pula Islamic Centre ingin pula berkhidmah kepada jama’ah haji Bekasi terutama untuk transit pemberangkatan dan pemulangan mereka menuju dan dari Tanah Air Suci. Jumlah jamaah haji di bekasi di era 1990an menempati peringkat teratas dari seluruh Daerah Tk. II (Kabupaten dan Kotamdya) di Propinsi Jawa Barat.

Islamic Center Bekasi juga dilengkapi dengan bangunan Masjid, Mesjid Nurul Islam sumbangan Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila baru dimulai pembangunannya dalam pertengahannya tahun 1992. Dan pembangunannya dirampungkan pada bulan Juli 1993. Prasasti peresmiannya ditandatangani sang Presiden Soeharto.

Pembangunan tahap III dilaksanakan awal tahun 1993. fokus pembangunan menggarap taman, pelataran parkir, jalan, gapura dan selasar.  Antara tahap II dan tahap III dibangun pula menara yang dirancang bangun oleh Ir. Widianto. Nama Arsitek dari PT. ARSYWASTUADY yang telah kembali kerahmatullah pada bulan Agustus 1993 ini diabadikan sebagai nama menara Masjid Nurul Islam atas persetujuan keluarga dan ahli warisnya. Kebijaksanaan ini diambil untuk mengenang jasa almarhum.

Pembangunan tahap terakhir selesai dalam awal Agustus 1993 atau beberapa hari menjelang acara pelantikan Gedung Islamic Centre Bekasi oleh Gubernur Propinsi Jawa Barat H.R. Nuriana lepas 15 Agustus 1993.

Aktivitas Islamic Center Kota Bekasi

Islamic Center Bekasi saat ini menyelenggarakan berbagai kegiatan diataranya, pertama kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Nurul Islam yang merupakan pengelola Islamic Center, kedua kegiatan rutin yang langsung ditangani oleh badan pengelolah, ketiga kegiatan bersama yang melibatkan institusi lain seperti ICMI, MUI, BKMT dll, dan keempat Islamic Center menjadi fasilitator kegiatan yang diadakan oleh organisaasi lain sperti Depag, KAHMI, MUI, pengajian Almanar dll.

Interior Masjid Nurul Islam ICB

Disamping menyelenggarakan kegiatan bersifat keagamaan & sosial, Islamic Center Bekasi jua memanfaatkan fasilitas yg tersedia untuk disewakan pada pihak lain. Hasil sewa fasilitas inilah yg digunakan sang Islamic Center buat membiayai operasionalnya, elain ruang masjid dan perkantoran, pada Islamic Center Bekasi juga tersedia perpustakaan yang sanggup diakses sang masyarakat umum.

Dalam Bidang penelitian, pengkajian & pengembangan, Islamic Center mengadakan kegiatan berupa Mudzakaroh Ulama, remaja & perempuan , studi Islamika, Konsultasi keluarga Muslim, kepustakaan & penerbitan buku "Data Dakwah" Bekasi. Bidang lainnya misalnya pendidikan, penerangan & Dakwah menyelenggarakan kegiatan berupa pengajian rutin, kursus dan pembinaan dan menyelenggarakan aktivitas pada rangka hari besar islam.

Tak kalah menariknya pada Lokasi Islamic Center jua masih ada Islamic Preschool Centre yg adalah program taman kanak-kanak & play gerombolan . Islamic Preeschool Centre ini melakukan kegiatannya menggunakan pendekatan student centered development menggunakan berupaya mengoptimalkan perkembangan dalam dimensi kognitif, afektif dan psikomotorik anak dalam bingkai spritual. (bekasinews.Com).*

Fasilitas & Kegiatan Islamic Centre Bekasi

Di dalam komplek Islamic Center Bekasi tersedia prasarana terdiri dari :

1.    Mesjid Nurul Islam seluas 860 m2. Tempat ibadah ini mampu menampung kurang lebih 900 jamaah. Pada Shalat Jum’at, Idul Fitri, dan Idul Adha mesjid ini dikunjungi oleh ribuan ummat. Bahkan Plaza, gedung serbaguna dan halaman parkir serta tamanpun dipadati jemaah

2.    Gedung Serbagun Aula KH. Noer Alie 2 (dua) lantai seluas kurang lebih 1330 m2. Gedung ini menampung sekitar 1.100 orang.

3.    Gedung Asrama A (Arafah) dua lantai seluas 1.971 m2. Gedung Arafah ini terdiri dari 32 kamar dan 8 di antaranya berpredikat kamar utama.

4.    Gedung Asrama B (Mina) dua lantai seluas 954 m2. Bangunan ini terdiri dari 14 kamar biasa dan 8 kamar utama serta sebut saja ”kamar khusus” yang berjumlah keseluruhannya 38 kamar biasa dan 8 kamar utama. Keseluruhan kamar tersebut di lengkapi tempat tidur dengan kapasitas 500 orang. Penyediaan gedung dengan banyak tempat tidur ini dimaksudkan untuk menampung keberangkatan dan pemulangan jemaah haji Bekasi.

5.    Ruangan Makan --dua lantai seluas 1.675 m2. Gedung ini dilengkapi dengan kursi dan meja makan berkapasitas kurang lebih 500 orang, ruangan dapur kering, meja pelayanan dan meja kecil. Sejak bulan Juli tahun 2000 –untuk sementara waktu- lantai atas gedung ini digunakan untuk Kantoe Departemen Agama Kota Bekasi.

6.    Gedung Perpustakaan Darul Ulum --2 lantai seluas 620 m2. Gedung ini dilengkapi dengan lemari buku, ruang pelayanan, ruang baca dan ruang perempuan dengan kapasitas kurang lebih 100 orang.

7.    Gedung Muka --yang 2 lantai seluas 1.548 m2 ini lantai atasnya digunakan untuksekretariat yayasan, badan pengelola, Ruang pertemuan Multazam, MUI, BANAS. Sedang ruang–ruang pada lantai bawah digunakan untuk, Kantor ICMI, Sekretariat Ikatan Persaudaraan Haji (IPHI), Kantin, dan beberapa lembaga lain yang menjalin kerja sama dengan Islamic Centre.

8.    Selasar atau Koridor penghubung antar banguna seluas 697 m2, Plaza dan lahan parkir 7.731 m2. Taman dan lahan kosong yang akan direncanakan akan dibangun Gedung Poliklinik. Menara Mesjid yang diberi nama Menara Ir. Widianto. Bangunan Taman kanak-kanak (Islamic Preschool) dan taman bermainnya.

Penggunaan Fasilitas

Secara tetap fasilitas Islamic Centre Bekasi digunakan sebagai tempat ibadah umat Islam, seperti shalat wajib lima waktu, shalat Jum’at, shalat Tarawih, Shalat Idul Fitri, dan Idul Adha. Termasuk kegiatan lainnya seperti : Resepsi Pernikahan, Rapat, pertemuan, dan diklat instansi pemerintah, Seminar, diskusi , ceramah umum, Rapat kerja parpol, Kegiatan lembaga semi pemerintah seperti PKK tingkat regional maupun nasional. Rapat kerja organisasi kemasyarakatan. Penyelenggaraan testing calon karyawan perusahaan. Penampungan atlet olah raga tingkat daerah bahkan persiapan ke tingkat nasional. Tempat transit dan penginapan para siswa dan mahasiswa yang berwisata. Tempat transit menginap para tenaga kerja Indonesia yang baru pulang dari luar negeri, misalnya dari Jepang. Acara Nikah dan Walimatul arusy (resepsi Perkawinan). Dan lain lain.

Pengurus dan Pengelola Islamic Center Bekasi

Berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia

Nomor : C -740.HT.01.02.Th2007 pengurus dan Pengelola Islamic Center Bekasi terdiri dari

Dewan Pendiri

1. H. Suko Martono

2. H. Roesmin

3. KH. Amien Noer, Lc.

4. Drs. H. Dede Satibi

5. Ir. H. Muhammad Imron Zubaidi

6. H. Saady Muchsin

7. Hj. Yayah Zakiyah.

1. Walikota Bekasi

2. Ketua DPRD Kota Bekasi

3. Kepala Kantor Departemen Agama Kota Bekasi

4. Ketua MUI Kota Bekasi

PEMBINA

1. H. Roesmin (Ketua)

2. KH. Amin Noer, Lc

3. Drs. H. Dede Satibi

4. Drs. H. Nur Kamal, MZ, SH

5. H. Saady Muksin

6. Hj. Yayah Zakiyah

PENGAWAS

1. Ir. H. Masri Asyik (Ketua)

2. Ir. HM. Imron Zubaidy (Anggota)

3. KH. Nurul Anwar, Lc (Anggota)

Badan Pengurus

Ketua : H. Suko Martono

Wakil Ketua : Drs. H. Muchtadi Muchtar

Sekretaris : Drs. H. Paray Said, MM, MBA

Wakil Sekretaris : Hj. Ida Solihat

Bendahara : Drs. HR. Herry Koesaeri Sulaiman, MM, MBA

Kabid. Pendidikan Dakwah dan Humas : Dr. KH. Zamakhsyari Abdul Majid, MA

Kabid. Kesejahteraan Sosial : Hj. Atifah Hasan, Lc

Kabid. Usaha : H. Heri Budi Susetyo, SE, MBA

Kabid. Pemberdayaan Potensi Umat : Ir. H. Siswadi, MM, MBA

Kepala : H.A. Zaini Arief

Sekretaris : Drs. Muhammad Khozin

Bidang Sarana dan Prasarana : H. Atjun Suandani

Bidang Perpustakaan : H.E. Priyasuganda

Bidang Kebersihan dan Pertamanan : H. Abdul Rouf Bahrum Hamidi

Kaur Personalia : Iing Nafiuddin

Kaur Umum : Acih Suhaenah

Kaur Keuangan : Henny Widyastuty, S. Ag

Kaur Perlengkapan : Dewi Herdwiyana

Bendahara : Aini Nursyafaah, S. Ag

Foto foto Islamic Center Kota Bekasi

Referensi

* Situs Resmi Islamic Center Bekasi

* Semua foto dari koleksi pribadi penulis

Asal SEO

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done