Islami Pedia: Islam di Honduras
News Update
Loading...
Showing posts with label Islam di Honduras. Show all posts
Showing posts with label Islam di Honduras. Show all posts

Saturday, May 9, 2020

Islam di Honduras (Bagian 1)

Honduras berada di Benua Amerika bagian tengah, menghadap ke bahari Karibia.

Dimanakah Honduras?

Honduras adalah Negara berbentuk Republik yg berada pada Karibia, Benua Amerika bagian tengah. Sebelah utara dan timurnya menghadap ke bahari Karibia, sebelah selatan berbatasan dengan Nikaragua, disebelah baratnya berbatasan dengan Elsalvador & sebagian mini daerahnya menghadap ke teluk Fonseca pada Samudera Pasifik, sebuah teluk yg diapit oleh wilayah Negara Elsalvador & Nikaragua.

Secara geografis daerah Amerika tengah memang berada diantara Samudera Pasifik pada sebelah barat & Laut Karibia di sebelah timurnya. Wilayah ini terkenal dalam dongeng dongeng bajak laut Karibia dan namanya bertebaran dalam catatan para penjelajah Samudera semenjak dahulu kala.

Honduras mempunyai luas wilayah seluas 112.492 km2 atau kira kira 13% lebih mini dari luas propinsi Kalimantan Timur (129.066,64 km2). Jumlah penduduknya mencapai 7,529,403 jiwa atau kira kira 13% lebih banyak dari jumlah penduduk propinsi Riau (6.657.900 jiwa ? Data 2018). Honduras beribukota pada Tegucigalpa yg jua adalah kota terbesar di Negara itu.

Uniknya bahwa Honduras dikenal sebagai Negara pembuat pisang terbesar pada dunia sehingga dijuluki menjadi ?Republik Pisang?. Bahasa Spanyol adalah bahasa resmi Honduras, lantaran memang semenjak abad ke 16 Honduras sebagai daerah jajahan Spanyol.

Seiring dengan silih bergantinya kekuasaan di daerahnya, Honduras sempat tiga kali menyatakan kemerdekaannya. Pada lepas 15 September 1821 Honduras mendeklarasikan kemerdekaan dari Spanyol, lalu dalam tanggal 1 Juli 1823 mendeklarasikan kemerdekaan menurut Emperium Meksiko Pertama, & pada lepas lima November 1838 mendeklarasikan kemerdekaannya dari Negara Republik Federasi Amerika Tengah. Tetapi hari kemerdekaannya ditetapkan setiap tanggal 15 September.

Masjid & Islamic Center pada kota San Pedro Sula, Masjid terbesar & satu satunya yang dibangun pada bentuk bangunan masjid pada umumnya yg ada di Honduras.

Masuknya Islam ke Honduras

Sudah sejak usang wilayah Amerika Tengah (Karibia) menjadi tujuan imigran dari Timur Tengah dan benua Afrika. Faktor perilaku toleran dari penduduk lokal dan terbukanya kesempatan memperbaiki taraf hayati menjadi alasan mereka tiba kesini, selain beragam dilema di dalam negeri berasal mereka yang memaksa mereka harus meninggalkan Negara asalnya. Wajar apabila kemudian wilayah Amerika Tengah ini bagaikan negeri kedua bagi para imigran tersebut.

Sejarah mencatat, imigran Arab & Afrika merupakan yg pertama tiba ke Amerika jauh sebelum Christopher Columbus menemukan benua itu. Mereka merupakan ummat Muslim yg menghindari represi dari kaum Nasrani sehabis jatuhnya daulah Islamiah Andalusia (Spanyol). Setelah itu semakin deras arus kehadiran imigran dari Arab pada abad ke-19 dan ke-20. Alasan mereka karena adanya gejolak yg terjadi pada tanah Arab, khususnya Palestina. Salah satu negara yg sebagai tujuan imigran itu adalah Honduras.

Honduras mulai menerima kehadiran gelombang imigran Arab kurang lebih tahun 1896 sampai 1918. Sebagian besar imigran itu rakyat keturunan Arab asal Palestina. Secara demografi, kebanyakan adalah kaum Nasrani, tetapi terdapat juga umat beragama Islam. Namun mereka mampu cepat berbaur dengan warga lokal serta mulai menjalankan kehidupan baru.

Di Honduras, para imigran Arab itu menjalankan banyak sekali kegiatan. Ada yang menjadi politisi atau pegawai pemerintahan, tapi paling poly terjun di dunia bisnis dan perdagangan. Diperkirakan jumlah mereka mencapai 100 sampai 200 ribu jiwa berdasarkan tujuh juta populasi penduduk. Hinduras pun tercatat sebagai negara menggunakan jumlah imigran Arab Palestina terbesar di daerah Amerika Tengah sejajar dengan Amerika Serikat, Kanada & Chile.

Jumlah imigran Arab Muslim lebih kurang dua.790 jiwa atau 0,04 % dari populasi. Kendati tidak signifikan menurut segi kuantitas, kehadiran mereka relatif memberi kontribusi dalam pembangunan bidang sosial, ekonomi, dan politik atau pun keagamaan.

Suasana haru di Masjid & Islamic Center Tegucigalpa, saat seseorang penduduk setempat mengucapkan kalimat 2 kalimat sahadat menyatakan ke-Islaman-nya.

Organisasi Islam pada Honduras

Sejak tahun 1984, umat Muslim memiliki wadah oragnisasi. Namanya Centro Islamico de Honduras yang berkedudukan di kota San Pedro Sula, pimpinan Yususf Amdani. Organisasi lainnya adalah Comunidad Islamica de Honduras di Cortez . Organisasi keagamaan ini semakin cepat akselerasi umat Muslim pada kegiatan-kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan.

Tujuan utama mendorong kesejahteraan di kalalangan imigran Arab dan Muslim. Sejumlah masjid didirikan. Organisasi jua menggiatkan aktifitas keagamaan. Antara lain kajian dan pemebelajaran Al Qur'an, diskusi kepercayaan , dan isu keumatan, pendidikan kepercayaan buat anak-anak, bahasa Arab serta pelatihan sosial lainnya.

Banyak dibukanya perkebunan pisang melambangkan transformasi pembangunan semenjak abad ke 19. Potensi besar ini pada akhirnya menarik perhatian para pelaku indstri pertanian, pedagang ataupun pekerja. Padagang Arab Muslim ikut berkontribusi pada setiap tahapan perkembangan pada sana.

Mereka mengawali dengan pembukaan sejumlah perusahaan. Sebagian lagi terjun langsung membuka perkebunan pisang atau menjadi pekerja di perkebunan. Komunitas imigran Arab dan Muslim menempati distrik La Lima , El Progresso , dan Puerto Cortez .

Kehidupan mereka sangat sederhana. Tiada kemewahan dalam soal materi, seperti tempat tinggal , pakaian atau perhiasan. Ketika pergi berdasarkan satu desa ke desa lain buat menjual hasil perkebunan, mereka memilih tinggal di penginapan sederhana atau rumah-tempat tinggal penduduk. Faktor inilah yg menciptakan kedekatan dengan warga lokal.

Peribadatan di Masjid & Islamic center San Pedro Sula, Honduras.

Para imigran ini nir dan merta meninggalkan bukti diri tradisi & budaya negara berasal. Sebaliknya, mereka menjaga baik praktek tradisi nenek moyang. Ini sanggup ditilik menurut bentuk rumah yang bergaya Timur Tengah atau sejumlah komoditas dagang yg merupakan ciri khas produk orisinil Timur tengah, contohnya minyak wangi, obat tradisional Arab & masih poly lagi.

Di samping itu, para imigran permanen memperhatikan perkembangan yg terjadi di Palestina. Secara reguler, mereka membaca koran-koran dari Palestina. Beberapa pengusaha rutin membantu perjuangan saudara sebangsa dalam memperoleh hak-hak mereka. Mereka juga sudah terbiasa melaksanakan shalat jenazah buat mengenang para syuhada Palestina.

Kaum imigran Arab semakin menerima pengakuan pada rakyat. Tidak hanya kontribusi pada sektor perekonomian, mereka pula melaksanakan progarm-acara sosial & pendidikan. Salah satunya bisa dipandang melalui sekolah yg dididrikan pada pinggir kota San Pedro Sula. Sekolah ini menampung sekitar 300-an anak-anak kurang sanggup pada daerah tadi. (Bersambung ke bagian-dua)

Referensi

https://www.Republika.Co.Id/keterangan/dunia-islam/islam-digest/17/11/13/ozcwhm313-honduras-izinkan-umat-islam-jeda-bekerja-buat-shalat-jumat

https://www.Republika.Co.Id/liputan/global-islam/dunia/18/05/14/p8ppvn313-jejak-islam-di-honduras

https://www.Republika.Co.Id/keterangan/dunia-islam/mualaf/17/11/13/ozcwox313-komunitas-mualaf-di-honduras-versus-islamofobia

https://en.Wikipedia.Org/wiki/Islam_in_Honduras

------------------------------------------------------------------

Follow & Like akun Instagram kami di@masjidinfo dan@masjidinfo.id

🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.

------------------------------------------------------------------

Baca Juga

Islam di Ecuador

Islam di Belize

Islam di Paraguay

Islam di Bolivia

Islam di Uruguay

Islam di Brazil

Islam di Barbados

Islam dan Masjid di Trinidad & Tobago

Friday, May 8, 2020

Islam di Honduras (Bagian-2)

Islam di Honduras waktu ini

Berdasarkan sensus tahun 2017 relatif mencengangkan bahwa penduduk Honduras yang mengaku nir menganut kepercayaan eksklusif atau atheis mencapai 21%, sedangkan lebih banyak didominasi penduduknya menganut Protestan (39%), Katholik (37%), penganut kepercayaan lainnya termasuk muslim hanya dua% dan sisanya 1% tidak menaruh jawaban. Sehingga lebih banyak didominasi atau tepatnya 76% penduduk Honduras merupakan penganut ajaran Kristen. Wajar bila Negara ini dikenal dengan Negara yg penuh dengan Gereja.

Berdasarkan data statistic, ummat Islam pada Honduras terdapat lebih kurang 5000 hingga 6000 jiwa. Jumlah yg setara dengan 0,1% menurut seluruh jumlah penduduk Negara tersebut. Jumlah tadi memang sangat sedikit bahkan jika dibandingkan dengan komunitas arab dan keturunan arab yg terdapat di Honduras yang diperkirakan mencapai 50 ribu hingga 80 ribu jiwa, tetapi sebagian akbar keturunan arab disana menganut kepercayaan nasrani sebagaimana orang tua mereka semenjak pertama tiba pada Honduras.

Jumlah tadi memang nomor perkiraan lantaran nir ada sensus resmi yang mendata jumlah mereka. Dan dengan jumlah tersebut menempatkan Honduras menjadi Negara menggunakan penduduk keturunan arab arab terbesar di daerah Karibia. Sebagian akbar merupakan keturunan Arab Palestina yang menganut agama Ortodok, Katholik & Kristen.

Masjid pada Honduras

Muslim Honduras memiliki masjid pada kawasan Colonia Prado Alto, pada kota San Pedro Sula yang adalah kota terbesar kedua di Honduras sehabis Tegucigalpa. Masjid ini dipakai buat menggelar banyak sekali aktifitas keagamaan. Menurut penerangan pimpinan Fundacion Islamica de Honduras, Abd el Jawad Abd el Fatah, masjid ini didirikan sekitar tahun 2014 dan kerap dihadiri imigran Muslim dari Timur Tengah, Afrika, Indonesia, dan sebagainya.

Masjid pada San Pedro Sula ini merupakan masjid satu satunya di Honduras yg dibangun pada bentuk bangunan masjid yg biasa kenal lengkap menggunakan menara & kubah dibagian atap bangunannya. Meskipun aslinya bangunan utama masjid ini sebelumnya merupakan bekas bangunan pabrik yg lalu pada ubah fungsi dan bentuknya menjadi masjid. Masjid ini pula diizinkan oleh pemerintah Honduras untuk menyuarakan azan keluar masjid dari pengeras suara pada menaranya.

Diketahui selain masjid ini ada masjid lainnya di kota Tegucigalpa yang menjadi pusat aktivitas ke-Islaman di ibukota Negara meski bangunannya belum dibangun semegah sebagaimana bangunan masjid yang kita kenal.

Masjid pada Tegucigalpa adalah sebuah bangunan rumah biasa yg lalu pada rombak & dialihfungsi menjadi masjid menggunakan ukuran kecil, mirip seuah mushola di Indonesia, bangunan tadi dibagi bagi sebagai beberapa ruang selain ruang sholat, ruang belajar & ruang pendukung lainnya.

Sholat jemaah di masjid dan Islamic Center San Pendro Sula, Honduras.

Honduras Izinkan Umat Islam Jeda Bekerja buat Shalat Jumat

Laman republika pada tahun 2017 yang lalu merilis keterangan cukup menarik terkait dengan kebijakan pemerintah Honduras yang mengizinkan Umat Islam Honduras meninggalkan pekerjaan mereka buat shalat Jumat. Mereka jua diizinkan mendirikan madrasah di mak kota buat belajar Alquran. Pengajarnya merupakan sukarelawan yang memahami ajaran Islam dan bahasa Arab.

Asosiasi Islam Honduras memainkan kiprah penting pada dakwah buat mempertinggi kesadaran akan Islam dan menye barkan ajaran agama tersebut. Asosiasi tersebut mengonsentrasikan sebagian akbar khutbahnya tentang orang-orang Honduras Afrika yg percaya bahwa sekutu mereka adalah Muslim.

Asosiasi pula bekerja pada penerbitan kitab & majalah Islam yang dicetak dalam bahasa Spanyol & Inggris. Umat Islam pada Honduras sangat menyukai pengetahuan Islam, akan tetapi buat mendapatkannya mereka me merlukan dukungan berdasarkan organisasi Islam internasional.

Mereka bisa menegaskan bukti diri & keyakinan sendiri pada hadapan penduduk setempat. Muslim juga memi liki asal daya buat membangun masjid & sekolah kepercayaan yg layak buat dikunjungi.***

Referensi

https://www.Republika.Co.Id/keterangan/global-islam/islam-digest/17/11/13/ozcwhm313-honduras-izinkan-umat-islam-jeda-bekerja-untuk-shalat-jumat

https://www.Republika.Co.Id/keterangan/global-islam/global/18/05/14/p8ppvn313-jejak-islam-pada-honduras

https://www.Republika.Co.Id/fakta/dunia-islam/mualaf/17/11/13/ozcwox313-komunitas-mualaf-pada-honduras-lawan-islamofobia

https://en.Wikipedia.Org/wiki/Islam_in_Honduras

------------------------------------------------------------------

Follow & Like akun Instagram kami di@masjidinfo dan@masjidinfo.id

🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.

------------------------------------------------------------------

Baca Juga

Islam di Ecuador

Islam di Belize

Islam di Paraguay

Islam di Bolivia

Islam di Uruguay

Islam di Brazil

Islam di Barbados

Islam dan Masjid di Trinidad & Tobago

Masjid San Pedro Sula, Honduras

Masjid San Pedro Sula, Honduras.

Honduras dikenal luas menjadi ?A country of churces? Atau ?Negara nya gereja gereja? Saking banyaknya gereja pada negara yang sering dianggap menjadi Republic Banana (Republik pisang) tersebut. Penduduk Honduras memang secara umum dikuasai beragama Kristen dan negara ini dikenal luas menjadi produsen & pengekspor pisang terbesar pada dunia.

Islam di Honduras merupakan salah satu agama dengan pemeluk minoritas namun cukup berkembang dengan baik di negara dengan toleransi dan keberterimaan yang cukup baik terhadap Islam. Menariknya lagi bahwa Honduras juga merupakan salah satu negara di kawasan Karibia dengan komunitas arab paling besar, sekitar 25% warga Honduras merupakan keturuan arab, meskipun sebagian besar dari mereka menganut Kristen sejak pertama kali datang ke benua Amerika dari negara asalnya.

Merujuk pada laporan Pew lembaga tahun 2009, muslim pada Honduras hanya sekitar 11 ribu jiwa berdasarkan total penduduknya yang mendapai 9 juta jiwa. Muslim pada negara ini tersebar di beberapa kota pada Honduras, muslim Honduras memiliki satu Masjid yang relatif repsesentatif pada Kota San Pedro Sula, kota terbesar ke 2 pada Honduras. Masjid ini merupakan masjid satu satunya di Honduras yang dibangun dengan bentuk sebagaimana masjid yg kita kenal, lengkap dengan sepasang menara dan kubah di atap bangunannya.

Islamic Centre of Honduras / Templo Islam

San Pedro Sula 21104, Honduras

FXR9 34 San Pedro Sula, Honduras

Selain masjid pada San Pedro Sula ini terdapat masjid di kota Tegucigalpa yang merupakan ibukota negara Honduras, hanya saja masjid di Tegucigalpa hanya berupa bangunan biasa yang pada ubah fungsi menjadi masjid tanpa mengganti bentuk bangunan nya. Masjid di Tegucigalpa ini ukuran mini , kira kira setara menggunakan sebuah bangunan mushola di Indonesia. Anda bisa temukan video masjid Tegucigalpa ini pada posting Islam pada Honduras bagian-dua.

San Pedro Sula terpaut cukup jauh berdasarkan Tegucigalpa sebagai ibukota negara. Jarak diantara keduanya sekitar 261 km atau butuh waktu kurang lebih lima setengah jam mengendarai kendaraan ke arah barat laut menurut kota Tegucigalpa. San Pedro Sula lebih dekat ke daerah pantai utara Honduras yg menghadap ke Laut Karibia.

Masjid San Pedro Sula

Di aplikasi google map anda akan menemukan masjid ini ditandai menggunakan 2 nama, satu penanda dengan nama Islamic Center Honduras, satu penanda lagi dengan nama Templo Islam. Masjid pada San Pedri Sula ini dibangun kurang lebih tahun 2014 yg lalu. Berdirinya Masjid pada San Pedro Sula ini mengahiri rekor Honduras sebagai satu satunya negara Karibia & Amerika latin yang nir mempunyai masjid bagi warga muslim-nya selama beberapa tahun kebelakang.

Sholat berjamaah pada Masjid San Pedro Sula.

Selain daripada itu, masjid di San Pedro Sula ini juga merupakan satu dari dua Masjid di wilayah Karibia dan Amerika Tengah yang dibangun dengan arsitektur demikian, masjid dengan arsitektur yang mirip di Amerika tengah lainnya adalah Masjid Muhammad Ali Jinnah Memorial di St. Josep,  Republik Trinidad & Tobago, meskipun memang lebih megah dibandingkan Masjid di San Pedro Sula ini.

Tak pelak, kehadiran masjid di San Pedro Sula ini menghadirkan suasana bahagia bagi muslim disana. Beberapa jemaahnya yang tersebar di berbagai daerah sekitar San Pedro Sula rela berkendara cukup jauh untuk hadir di masjid ini setidaknya sekali sepekan guna turut serta dalam sholat Jum’at berjemaah di masjid kebanggaan mereka di San Pedro Sula ini.

Semangat Jemaah yang luar biasa

Dengan komunitas muslim yang tidak terlalu banyak dan tidak tinggal di daerah yang sama, dengan sendirinya jemaah masjid San Pedro Sula ini pun berdatangan dari berbagai daerah yang terpaut cukup jauh untuk berkumpul di masjid ini sekali sepekan setiap hari jum’at. Momentum sekali sepekan tersebut tidak saja untuk sholat Jum’at berjamaah namun sekaligus juga untuk bersilaturrahmi dengan saudara saudara sesama muslim.

Khutbah di Masjid San Pedro Sula.

Diantara mereka adalah Arnaldo Hernandez, seorang nelayan dari suku Garifuna, yang tinggal di kota pantai La Ceiba yang berada di tepi laut Karibia sekitar 190 km sebelah timur laut San Pedro Sula, harus berkendara dari rumahnya selama lebih dari 3 jam untuk datang ke Masjid ini. Arnaldo Hernandez adalah seorang mualaf sebelumnya dia memeluk agama Kristen dan sudah memeluk Islam sejak 26 tahun lalu.

Kini beliau merupakan salah satu jemaah paling senior di masjid San Pedro Sula ini sejak mereka belum memiliki bangunan masjid sebenarnya seperti saat ini. Sebagai salah satu jemaah senior, Pak Hernandez ini menuturkan bagaimana dulu mereka melaksanakan sholat berjamaah di masjid sementara tak jauh dari Rumah Sakit di San Pedro Sula.

Semangat lainnya yang luar biasa ditunjukkan oleh seorang kolonel asli Honduras, Kolonel Orlando Ajalla Gaños, yang rela menempuh perjalanan jauh dari Ibukota Tegucigalpa ke San Pedro Sula untuk Sholat Jum’at. Pak Kolonel pada mulanya mencari tahu dan belajar sendiri mengenai Islam sampai ahirnya beliau benar benar mendapatkah hidayah dan memeluk Islam.

Susana jelang sholat di dalam Masjid San Pedro Sula.

Masjid San Pedro Sula

Bangunan masjid San Pedro Sula ini berdiri diantara bangunan bangunan lainnya, sehingga orientasi bangunannya memang tidak pas menghadap kiblat karena mengikuti denah bangunan disekitarnya. Karenanya, untuk menyesuaikan dengan arah kiblat, garis shaf di dalam masjid ini pun dimiringkan nyaris empat puluh lima derajat terhadap arah bangunannya.

Ruang utama masjid tidak terlalu tinggi seperti halnya masjid masjid di Indonesia dan negara negara Islam lainnya. Namun demikian rancangan interiornya disesuaikan layaknya masjid masjid lainnya lengkap dengan karpet hijau, rak rak kitab Suci Al-Qur’an dan dekorasi lainnya. Untuk meredam suhu udara Honduras yang cukup panas, ruangan masjid ini dilengkapi dengan perangkat penyejuk udara. Di ruang utama masjid juga dilengkapi dengan kursi plastik untuk jemaah jemaah senior yang sudah tidak sanggup berdiri lama saat melaksanakan sholat.

Masjid juga dilengkapi dengan ruang shola khusus jemaah wanita, dan ruangan ruangan penunjang lainnya termasuk ruang tempat berwudhu dan sebagainya. Sama seperti di Indonesia di masjid ini pun disediakan kotak amal untuk menampung donasi dari jemaah.

Imam Muhammad, Imam Masjid San Pedro Sula yang merupakan muslim asal Pakistan.

Jumlah jemaahnya yang hanya puluhan orang, menjadi kekuatan tersendiri karena mereka saling mengenal sangat dekat satu dengan lainnya dan kekompakan yang terjalin luar biasa. Jemaah muslim masjid ini ada pertemuan setiap pekan untuk makan malam bersama yang diselenggarakan oleh salah satu jemaahnya, Yusuf yang berasal dari Pakstan dan memiliki beberapa pabrik di Honduras dan salah satu orang terkaya di Honduras. Namun demikian, sejauh ini kami belum mendapatkan informasi tentang bagaimana perjalanan sejarah pembangunan masjid ini.

Jaminan Negara Bagi Kebebasan Beragama

Meski menjadi minoritas, pemerintah Honduras mengizinkan masjid San Pedro Sula ini menyuarakan azan keluar masjid melalui pengeras suara di menaranya. Pemerintah setempat juga mengizinkan muslim disana untuk meninggalkan pekerjaan mereka di setiap hari jum’at untuk menunaikan sholat jum’at berjama’ah. Bahasa pengantar di masjid San Pedro Sula ini menggunakan bahasa arab dan bahasa Spanyol.

Konstitusi Honduras melindungi kebebasan ber-agama di negara tersebut, meskipun secara jelas konstitusi negaranya hanya mengakui Katholik Roma sebagai agama resmi, sedangkan semua penganut agama lain nya di katagorikan sebagai Asosiasi Agama dan memiliki hak dan keistimewaan yang lebih sedikit dibandingkan dengan Katholik Roma. Imam Muhammad, selaku imam di Masjid San Pedro Sula ini juga mengakui bahwa tidak pernah ada masalah rasime dan sebagainya terhadap muslim disana.***

Referensi

http://aboutislam.net/muslim-issues/n-america/visit-honduras-grandest-mosque/

https://www.atlasobscura.com/articles/mosque-in-honduras

------------------------------------------------------------------

Follow & Like akun Instagram kami di@masjidinfo dan@masjidinfo.id

🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.

------------------------------------------------------------------

Baca Juga

Islamdi Honduras (Bagian-2)

Islamdi Honduras (Bagian-1)

Islam di Ecuador

Islam di Belize

Islam di Paraguay

Islam di Bolivia

Islam di Uruguay

Islam di Brazil

Islam di Barbados

Islam dan Masjid di Trinidad & Tobago

Asal SEO

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done