Islami Pedia: Islam di Bahama
News Update
Loading...
Showing posts with label Islam di Bahama. Show all posts
Showing posts with label Islam di Bahama. Show all posts

Sunday, October 4, 2020

Islam di Bahama (bagian 2)

MASJID satu satunya di kota Nassau - Bahama

Awal dari Gerakan Islam di Bahama

Di penghujung tahun 1960-an hingga awal 1970-an ada orang Bahama yang menyebut dirinya sendiri sebagai Bashan Saladdin tinggal di kota Nassau, sehari hari selalu  menggunakan jubah panjang dan penutup kepala khas bangsa Arab. Orang orang disana memanggilnya dengan sebutan “Allah” karena kata itu yang selalu saja di ucapkannya setiap kali berbicara dengan siapapun yang dijumpainya. Nama beliau sebenarnya adalah Charles Cleare, dia tinggal di area Fort Fincastle dan mulai mengalihfungsikan rumah miliknya sebagai masjid.

Beberapa penduduk setempat yg kemudian awal awal sekali memeluk Islam termasuk merupakan Zubair Ali (sebelumnya bernama Howard Clarke) dan Mustafa Khalil Khalfani 1 (anggota pendiri Jamaat-ul-Islam, Gerakan Islam Revolusioner Bahama) yang masuk Islam pada Bahama bersama dengan Bashan Salddin sehabis bersekolah di New York. Mustafa Khalil Khalfani 1 menikah menggunakan muslimah menurut Senegal.

Pada bulan Juli 1974, Dr.Vivian X Russell (juga anggota pendiri Jamaat-ul-Islam, Gerakan Islam Revolusioner Bahama) pulang kampung ke Bahama sebagai dokter seorang ahli gigi dan pula anggota dari organisasi Nation of Islam, organisasi Islam di Amerika Serikat, yang dipimpin sang Elijah Muhammad. Beliau berencana mendirikan Nation of Islam pada Bahama dan diseluruh kawasan Karibia. Sedangkan Mustafa Khalil Khalfani I adalah seorang muslim suni anggota menurut Organisasi yang bernama Islamic Party of North America (Partai Islam Amerika Utara). Dua organisasi yg sama sama mengaku sebagai organisasi Islam tetapi mempunyai akidah dan agama yg tidak sinkron.

Bashan Saladdin sendiri sebenarnya merupakan muslim suni tetapi juga mengikuti ajaran Elijah Muhammad dan mencoba buat menggabungkan keduanya dalam kesehariannya. Namun demikian sudah bisa difahami bahwa Bahama memang terlalu mini buat mencoba mengokohkan kepercayaan yang semenjak awal telah sebagai barang aneh & asing bagi sebagian akbar orang orang disana.

Dr. Munir Ahmad
Sebelum benih benih Nation of Islam berhasil ditanam di Bahama, Elijah Muhammad selaku pimpinan tertinggi organisasi tersebut di Amerika Serikat, wafat pada tanggal 26 Februari 1975 dan digantikan oleh putranya Wallace D. Muhammad. yang membawa perubahan mendasar di dalam organisasi Nation of Islam. Pada kata sambutan pertamanya Wallace D Muhammad mendeklarasikan kepada pengikutnya bahwa dia akan mengikuti Sunnah Rosulullah dan semua pengikutnya diminta untuk melakukan hal yang sama. Beliau memang tidak berharap perubahaa itu akan terjadi dalam waktu satu malam namun demikian beliau secara berkelanjutan melaksanakan sunnah dalam setiap aktivitas organisasinya. Dia-lah yang kemudian mengganti nama Dr. Vivian X menjadi Munir Ahmad.

Dengan sendirinya bagi muslim di Bahama yang juga sebagai sasaran bagi Nation Of Islam terbuka peluang buat bersama sama beranjak mendirikan ajaran Islam sebagaimana mestinya, menciptakan komunitas Islam menurut Al-Qur?An & Sunnah sebagai ajaran Islam yang sebernarnya sebagaimana diajarkan oleh Nabi Muhammad s.A.W. Muslim disana mulai mempelajari ajaran Islam yang sahih termasuk menggunakan membaca buku ?Towards Understanding Islam? Karya Maulana Maududi yang menjelaskan dengan detil tata cara aplikasi sholat wajib 5 saat dengan baik dan benar, dan mulai melaksanakan sholat sebagaimana ajaran Rosulullah secara berjamaah dipimpin oleh Mustafa Khalil Khalfani 1, yang pernah memeriksa nya selama kuliah pada New York.

Tahun 1977 seorang dokter muslim dari Bangladesh bernama Ghulam Muazzam datang ke Bahama untuk bekerja sebagai Patologis di Rumah Sakit Princess Margaret Hospital, manakala dia bertemu dengan beberapa muslim disana dia menawarkan diri untuk mengajarkan Al-Qur’an dan dasar baca tulis aksara Arab. Muslim disana kemudian berkumpul di Apartemennya di di Cable Beach setiap hari minggu sore untuk belajar. Beliau membacakan Al-Qur’an dalam bahasa arab kemudian menterjemahkannya ke dalam bahasa Inggris untuk memudahkan pemahaman  bagi jemaah.

Pertemuan lainnya dilakukan pada kediaman Mustafa Khalil Khalfani 1, yang menyewa tempat tinggal di Albury lane, Shirley Street. Saat itulah Pascal Vergilius Hepburn balik menurut Inggris Raya setelah menyelesaikan kuliahnya disana. Beliau lalu bertemu menggunakan Dr. Munir Ahmad (Dr.Vivian X) menjadi Pasien & mendapatkan penjelasan tentang Islam selama proses operasi gigi di mulutnya. Dikemudian hari Pascal Vergilius Hepburn masuk Islam dan berganti nama sebagai Faisal AbdurRahman Hepburn & sebagai pemimpin menurut Jamaat-ul-Islam, Gerakan Islam Revolusioner Bahama). Dr. Munir Ahmad (Dr. Vivian X) masuk Islam ketika menempuh pendidikan tinggi di Inggris Raya, dia kemudian menikah dengan seseorang muslimah berdasarkan Malaysia sahabat kuliahnya semasa di Inggris Raya.

Masih di tahun 1977, Mustafa Khalil  Khalfani 1 mengundang seorang Maulana (guru agama Islam) dari Pakistan bernama Khurshid Abdullah (80 tahun) , beliau datang ke Bahama bersama istrinya, seorang muslimah Inggris dari Manchester. Maulana Khurshid Abdullah kemudian tinggal di rumah Mustafa Khalil Khalfani 1 di Albury Lane dan mulai mengajarkan pelaksanaan Islam dalam kehidupan sehari hari, mengajarkan bagaimana cara menghafal sepuluh surah terahir Al-Qur’an untuk keperluan sholat lima waktu. Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan sejak ba’da magrib hingga tiba waktu sholat Isya. beliau juga mengajarkan cara membaca huruf hijaiyah serta baca tulis hurup Arab. Sementara istrinya mengajar para muslimah. Meski usianya sudah lanjut Maulana Khurshid Abdullah sangat enerjik, setiap habis subuh beliau masih menyempatkan diri jalan jalan pagi ditemani oleh staff nya.

Berdirinya Komunitas Islam Bahama

Karena perbedaan latar belakang ke-Islaman dari muslim yg di bisa dari lingkungan selama belajar pada luar negeri, maka kemudian disepakati buat menciptakan Komunitas Muslim pada Bahama yg disandarkan pada Kemurnian ajaran Islam sebagaimana yg diajarkan sang Nabi Muhammad S.A.W dan para Sahabatnya.

Di bulan september 1978 rendezvous dilaksanakan pada partemen Dr. Muazzam?S membahas tentang pembentukan komunitas Islam di Bahama. Pada saat itu kebanyakan muslim yg datang ke Bahama adalah para pekerja profesional dari anak benua India dan Pakistan. Setiap orang yg belajar Islam akan mengenal tentang mazhab yg terdiri menurut mazhab hanafim Syafi?I, Maliki dan Hambali. Sebagian akbar muslim dari India & Pakistan bermazhab Hanafi. Mazhab sendiri baru terbentuk setelah wafatnya Rosulullah (609-632) & sebagai rujukan sebagian besar muslim pada global. Bahkan muslim pada Bahama pun dalam awal Islam masuk kesana juga menganut mazhab Hanafi, tetapi dalam rendezvous buat pembentukan komunitas Islam pada Bahama, menggunakan sengaja tidak buat menganut salah satu mazhab yg ada & putusan bulat untuk membentuk Jemaah yang dari ajaran Islam yg murni menggunakan pemahaman sebagaimana dilaksanakan oleh Rosulullah dan para sahabatnya.

Di awal tahun 1980-an utusan muslim Bahama berangkat ke berbagai loka di Amerika Serikat buat menghadiri Ijtimah atau rendezvous sesama muslim yang diselenggarakan sang organisasi Islam Jemaah Tabligh yang umumnya berkumpul bersama di fasilitas fasilitas publik selama masa libur nasional termasuk selama libur Paskah, Hari Buruh, Thanksgiving & Natal. Selama pertemuan, fasilitas publik bermetamorfosis menjadi sebuah kamp besar dengan ratusan sampai ribuan muslim menurut berbagai bangsa berkumpul buat sholat berjamaah, ta?Lim, tadarus, makan dan minum dan mencicipi suasana pada lingkungan Islami selama tiga atau empat hari. Jemaah Tabligh berkantor pada India menggunakan misi mengirimkan muslim buat berda?Wah ke berbagai negara untuk mengajak ummat Islam memperbaharui & menghidupkan balik akidah dan peribadatan mereka.

Tiga muslim Bahama lalu tinggal pada India selama empat bulan bergabung dengan Jemaah Tabligh. Dua diantaranya kemudian balik ke Nassau sedangkan Abu Saeef Umar Barnett (atau sebelumnya bernama Carlos Barnet) menetap disana buat belajar bahasa Arab dan Urdu di Pakistan, dia kemudian melanjutkan pendidikan pada Universitas Madinah (Saudi Arabia) lalu dikirim ke Yaman dan menetap disana selama tujuh tahun. Beliau kemudian menikan dengan muslimah dari Malaysia dan telah dikaruniai putra & putri yang semuanya hafiz Al-Qur?An.

Seorang muslim lainnya bernama Fareed Abdullan (atau sebelumnya bernama Frederick Sturrup, anggota pendiri Jamaat-ul-Islaam, Gerakan Revolusioner Islam Bahama) berangkat ke Guyana buat mengikuti kursus bahasa Arab selama setahun sebagai persiapan untuk kuliah di Universitas King Abdul Aziz (Riyadh, Saudi Arabia) sampai memperoleh gelar sarjana dibidang Syari?Ah. Dia lalu balik ke Nassau tahun 1991 lalu pergi ke Amerika Serikat buat sebagai imam dan mengajar komunitas muslim disana.

Di awal awal periode Islam pada Bahama, terdapat 2 lagi muslim yang patut dicatat yakni Haneef Abdul Haq (John Russell) & seorang muslimah bernama Najah Baker, yg menikah dengan Daoud Shabazz (sebelumnya bernama David Armbrister). Daoud Shabazz merupakan galat satu berdasarkan pengawal pribadi Malcom X pada era tahun 1960-an. Haneef Abdul Haqq dan Najah Baker pula merupakan anggota pendiri Jamaat-ul-Islaam, Gerakan Revolusioner Islam Bahama.

Perkembangan Islam di Bahama dari tahun 1970-an adalah masa yg sangat krusial. Nenek moyang muslim Bahama dibawa ke Bahama sebagai budak dan nir bisa menjalankan ke-Islaman mereka dan berakibat nir berkembangnya Islam pada Bahama. Tetapi suasana-nya tidak selaras pada era 70-an menggunakan kondisi telah lebih kondusif bagi perkembangan dan pertumbuhan agama Islam.

Bulan Oktober 1992, Jamaat-ul-Islam menyelenggarakan Simposium yang berjudul ?Deeper Roots? Pada Auditorium Kampus pada Bahama menggunakan pembicara primer menghadirkan Dr. Abdullah Hakeem Quick, seorang sarjana Islam & sejarawan yang mempresentasikan bahwa muslim berdasarkan benua Afrika telah berkelana ke global baru (Benua Amerika) satu abad sebelum Columbus. Informasi ini sebagai tajuk utama pada buku berjudul ?Deeper Roots 1? Yg diterbitkan tahun 1990. Kemudian disusul dengan buku berikutnya berjudul ?Deeper Roots-Muslims in the Americas and the Caribbean From Before Columbus to the Present? Terbitan tahun 1997. Komunitas muslim Bahama juga relatif beruntung dengan kehadiran Daud Abdul Haqq berdasarkan Barbados yang adalah seseorang imam sekaligus pendidik. Beliau tiba ke Nassau di athun baru 1990-an. Beliau sangat berperan dalam pembuatan dokumen yang berjudul ?Recommendations for Crime and Punishment in the Bahamian Society? Tahun 1995. Sebuah dokumen yg dipaparkan kepada pemerintah, media dan warga Bahama, berisikan rekomendasi penanganan tindak kriminal dan sangsinya dalam rakyat Bahama.

Upaya Da?Wah

Pertumbuhan & perkembangan komunitas Islam pada Bahama berkaitan eksklusif dengan jumlah dan upaya da?Wah yang telah dilakukan. Hal yang nir mungkin terjadi tanpa terus menerus mendakwahkan Islam secara konsisten. Komunitas muslim Bahama meskipun pada jumlah yang relatif mini namun relatif aktif & terlihat berkembang dengan baik keanggotaannya sepanjang tahun dan memang dikarenakan sang bertambahnya orang orang Bahama yg masuk Islam. Da?Wah tidak hanya dilakukan di Nassau tapi jua dilakukan pada kota terbesar ke 2 pada Bahama yakni kota Freeport.

Pendekatan da?Wah yg dilakukan meluas di Bahama. Komunitas muslim disana secara aktif menyampaikan pesan kepada khalayak luas melalui berbagai cara. Seperti program ?Street Da?Wah? Yakni da?Wah yg disampaikan menggunakan mengujungi area tertentu dan berbicara eksklusif pada warga disana mengenai Islam, secara aktif mengungkapkan pesan mengenai Islam melalui program radio termasuk melaksanakan forum diskusi dan pameran sejarah Islam.

Isu Sosial & Komunitas Islam

Muslim Bahama pula aktif melibatkan diri pada kerja kerja sosial termasuk pada dalamnya membagikan sandang pada yg membutuhkan dan banyak sekali aktivitas amal lainnya. Berkaitan menggunakan isu sosial, komunitas muslim sudah bersuara menggunakan keras dalam hal krimilitas pada masyarakat buat memperbaiki pandangan negatif warga disana tentang Islam dan muslim pada media masa. Komunitas muslim juga bekerja keras pada menampilkan Islam menjadi obat bagi banyak sekali penyakit masyarakat.

Secara historis muslim Bahama senantiasa melibatkan diri dalam setiap gagasan pemerintah yg ber-orientasi aktivitas sosial. Saat pemerintah membangun National Social development council (Dewan Perkembangan Sosial Nasional), Komunitas muslim Bahama langsung terjun buat berkontribusi. Dewan tersebut merupakan amalgamasi dari lembaga forum amal yg terdapat buat beserta sama menangani berbagai perseteruan sosial negara.***

Kembali ke bagian pertama

Rujukan

http://jamaa-ahlussunnah-bahamas.Com/

bahamaslocal.com – Jamaat Ulislam Mosque

radianceweekly.com – Islam in Bahamas

---------- ooo000ooo ----------

Baca Juga

Islam di Bahama (bagian pertama)

Islam di Kostarika | Islam di Brazil

Islam di Ecuador | Islam di Barbados

Islam di Belize | Islam di Bolivia

Islam di Paraguay | Islam dan Masjid di Trinidad & Tobago

Islam di Uruguay | Islam dan Masjid di Vanuatu

Islam dan Masjid di  Puerto Rico | Islam di Macao

Islam di Bahama

BAHAMA adalah negara kepulauan di laut Karibia dengan sistem pemerintahan berbentuk commonwealth Inggris Raya. Ratu Elizabeth II adalah kepala negara Bahama diwakili oleh seorang Gubernur Jenderal.

Tahukah Kamu Dimanakah letak Bahama

Bahama atau Bahamas atau nama resminya The Commonwealth of The Bahamas, adalah sebuah negara pulau yang berbentuk persemakmuran di Karibia. Sebagai negara persemakmuran, Ratu Elizabeth II merupakan kepala negara Bahama sedangkan kepala pemerintahannya di pegang oleh Seorang Perdana Menteri. Ratu Elizabeth II menunjuk seorang gubernur Jenderal untuk mewakili dirinya di Bahama. Wilayah Bahama memiliki lebih dari 700 pulau yang terdiri dari pulau pulau besar dan kecil serta pulau karang. Luas keseluruhan wilayah daratan-nya adalah 13.878 km2, hampir setara dengan luas provinsi Sulawesi Utara (13,851.64 km2), sedangkan luas keseluruhan Bahama termasuk wilayah lautnya adalah 470,000 km2.

Bahama beribukota pada Nassau yg terletak pada pulau New Providence. Keseluruhan pulau di Bahama memiliki bagian atas datar menggunakan ketinggian tidak lebih dari 15-20 meter dari permukaan laut (mdpl). Titik tertinggi di Bahama hanya 63 mdpl, berada di zenit gunung Alvernia di Cat Island. Bahama bertetangga menggunakan Cuba, Pulau Hispanola (Republik Dominika dan Haiti) di sebelah selatan, di sebelah tenggaranya berbatasan dengan pulau Turks and Caicos, sedangkan disebelah timur lautnya berbatasan dengan negara bagian Florida Amerika Serikat. Bagi yg biasa membaca artikel misteri, hampir keseluruhan wilayah Bahama masuk pada wilayah yg disebut segitiga Bermuda.

Sekilas Tentang Bahama

Columbus menurut Spanyol merupakan pelaut Eropa pertama yg menemukan kepulauan Bahama, namun demikian Bahama nir pernah sebagai koloni Spanyol, justru pada tahun 1718 Bahama menjadi Koloni Inggris. Suku orisinil disana sudah menjadi korban perbudakan semenjak masa Portugis menancapkan kukunya disana sampai ahirnya dihapuskan dalam tahun 1834 dalam masa penjajahan Inggris. Bahama memperoleh kemerdekaan berdasarkan Inggris dalam lepas 10 Juli 1973, namun tetap mempertahankan hubungan menggunakan Inggris sebagai menjadi sebuah negara Commonwealth. Saat ini keturunan para budak & suku Afrika merdeka yang mendiami Bahama mencapai 90% dari holistik populasi negara itu.

Jumlah penduduk Bahama di tahun 2013 mencapai 319.031 jiwa, terdiri dari  83% etnis Afro-Bahamian, 15% kulit putih, 0.7% tidak tercatat, 0.6% etnis Asia dan 0.3% dari etnis lainnya. Bahasa resmi Bahama adalah bahasa Inggris dan Bahamian. Bahama memiliki mata uang Bahamian dollar (BSD) namun dolar Amerika digunakan secara luas di negara ini. Penduduk asli Bahama disebut Lucayan yang merupakan bagian dari suku Arawakan yang berbahasa Taino, tempat dimana Columbus mendarat untuk pertama kalinya di dunia baru (benua Amerika) pada tahun 1492.

Dalam hal pendapatan perkapita, Bahama adalah salah satu negara terkaya di benua Amerika setelah Amerika Serikat dan Kanada. Dengan sumber pendapatan utamanya asal menurut pariwisata & sektor finansial. Nama Bahama asal berdasarkan bahasa Spanyol ?Baja Mar? (bahari dangkal) yg mencerminkan kondisi perairan di kepulauan tersebut, & Bahama (The Bahamas) merupakan satu menurut ?Hanya? Dua negara pada global yg nama resminya dimulai menggunakan awalan ?The? Beserta dengan ?The? Gambia pada benua Afrika.

Agama Agama di Bahama

Merujuk kepada wikipedia tentang Bahama Agama yang dianut penduduk Bahama di dominasi oleh agama Kristen, terdiri dari Baptis 35.4%, Anglikan 15.1%, Katholik Roma 13.5%, Pentekosta 8.1%, Gereja Tuhan 4.8%, Methodist 4.2%, Kristen lainnya 15.2%, Protestan lainnya 12%, tidak beragama atau tidak diketahui 3%, dan pemeluk agama lain nya terdiri dari 2% termasuk di dalamnya Yahudi, Islam, Baha’I, Hindu, Rastafaria, dan penganut Obeah.

Islam di Bahama

Muslim di Bahama merupakan kelompok minoritas, namun belum ada angka pasti tentang jumlah muslim yang ada di Bahama. Wikipedia dan CIA World Fact Book tidak menyebutkan jumlah ataupun rasion muslim di Bahama secara spesifik sebagaimana disebutkan di alenia sebelumnya. Hanya laporan PEW Forum di halaman 32 yang menyebut jumlah muslim di Bahama dengan sedikit spesifik yakni 0.1% dari total penduduk Bahama. Beberapa laporan perjalanan muslim yang pernah singgah ke Bahama menyebutkan ada sekitar 60 orang jemaah yang menhadiri sholat Jum’at berjamaah di Masjid kota Nassau.

Kecilnya jumlah tadi merefresentasikan besarnya tantangan bagi muslim disana yg kesehariannya hidup ditengah tengah lingkungan non muslim. Namun demikian relatif menggembirakan bahwa di Bahama sudah ada satu Masjid yg cukup megah pada kota Nassau meski masih pada upaya untuk kemungkinan menyuarakan azan dari menaranya 5x sehari. Sejarah Islam di Bahama di mulai semenjak awal 1970-an saat beberapa mahasiswa yg telah memeluk Islam selama kuliah di luar negeri balik ke kampung halaman dan mulai berkumpul untuk mendalami Islam beserta sama.

Sejarah Awal

Sejarah setempat menunjukkan bahwa Islam sudah ada Bahama sejak masa perbudakan dan banyak dari mereka yang cukup terdidik, namun kerasnya perbudakan membuat Islam tidak bertahan melalui masa teramat sulit tersebut. Informasi tentang keberadaan muslim di Bahama selama masa perbudakan dapat ditemukan di kantor Pencatatan Umum Pemerintah dibawah Kementrian pendidikan Budaya. Di dalam sebuah buklet berjudul “Aspek Perbudakan” halaman 15, catatan itu menyebutkan bahwa, “….di tahun 1802 diantara para jemaah gereja terdapat 140 orang kulit putih, 35 orang bebas dan 1078 Negro dan budak lainnya. Pada saat pertama kali datang banyak diantara orang Negro tersebut menyebut diri mereka pengikut Muhammad.  Namun kemudian mereka semua telah dibabtis sebanyak 93 orang dewasa dan 41 orang bayi dalam waktu kurang dari setahun…”.

MASJID di Kota Nassau, Ibukota Bahama

Pada laman 25 buklet yg sama ditemukan bukti lebih lanjut dari sebuah surat yang ditulis pada hurup Arab oleh Budak Afrika yg telah diimerdekakan dan tinggal pada Carmichael 1831 CO23/84 415-20. Surat tersebut ditujukan pada Gubernur Sir James Carmichael Smyth, berdasarkan Budak Afrika merdeka yg tinggal pada Adelaide. Budak Afrika yang telah merdeka tersebut diyakini bernama Abul Keli, seorang bangsawan Afrika menurut suku Ibo yg lalu ditangkap oleh pedagang budak karena dianggap sebagai dagangan potensial, namun lalu beliau diselamatkan sang hegemoni berkali kali sang angkatan laut kerajaan Inggris Raya yang menangkap kapal pedagang budak tersebut & membawanya ke Bahama. Surat berbahasa Arab tadi juga mengutip ayat Al-Qur?An & sangat menarik lantaran kemampuan-nya menulis surat tersebut menghapus mitos bahwa seluruh budah Afrika merupakan buta hurup.

Sejarawan terkenal, Michael Kraton, menyatakan dalam bukunya "A History of the Bahamas," "Dengan mempertimbangkan rute pengiriman yang biasa digunakan ; besar kemungkinan bahwa sebagian besar orang Negro Bahama berasal dari bagian utara Afrika. Diantara mereka ditemukan berkulit sawo matang dari suku Mandingoes, Fulani dan Hausa .. " Fakta historis dan sosiologis menujukkan bahwa Mandingoes, Fulani dan Hausa suku yang mayoritas beragama Islam.

Timbuktu adalah nama yang seringkali di ucapkan oleh lidah orang orang tua Bahama dari Abaco hingga ke Inagua. Namun demikian sebagian besar orang Bahama sendiri tidak tahu bahwa Timbuktu adalah kota tua di Afrika yang sudah ada sejak sekitar tahun 1000 oleh nenek moyang orang Afrika yang kini menjadi orang Bahama. Disebutkan di dalam encyclopedia Britannica bahwa, “pada tahun 1 310 Raja Mandingo , Kankan (Gongo) Musa memiliki masjid baru dibangun dan Timbuktu menjadi pusat pembelajaran Islam dan Budaya”.

Dan diyakini muslim yang sama pula yang memberi alasan mengapa Christopher Columbus berlayar ke arah timur. Karena sudah di sebutkan di dalam Al-Qur’an, sehingga setiap muslim sangat faham bahwa bumi itu bundar dan sangat mungkin untuk menjelajahinya melalui jalur laut. Perjalanan global sudah menjadi pembicaraan biasa diantara kaum muslimin pada saat Eropa masih bersikukuh bahwa bumi itu datar.  Bangsa Moors dari wilayah Timbuktu telah menguasai Spanyol dari tahun 711 hingga tahun 1492.

Basil Davidson dalam bukunya "Africa", mencatat bahwa, “dalam perjalanannya ke Mekah melewati Kairo di tahun 1324, Mansa Musa yang Agung dari Mali telah menceritakan dongeng perjalanan petualangan laut yang dramatis. Dia mengatakan bahwa pendahulunya telah mengirimkan 2 kali ekspedisi besar, yang pertama empat ratus kapal dan yang berikutnya dua ribu kapal, menyeberangi lautan dalam upaya mengetahui ada apa disisi dunia yang lain namun hanya satu kapal saja beserta kru nya yang kembali.***

Bersambung ke bagian 2

---------- ooo000ooo ----------

Baca Juga

Islam di Kostarika | Islam di Brazil

Islam di Ecuador | Islam di Barbados

Islam di Belize | Islam di Bolivia

Islam di Paraguay | Islam dan Masjid di Trinidad & Tobago

Islam di Uruguay | Islam dan Masjid di Vanuatu

Islam dan Masjid di  Puerto Rico | Islam di Macao

Asal SEO

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done