Islami Pedia: islam di benua amerika
News Update
Loading...
Showing posts with label islam di benua amerika. Show all posts
Showing posts with label islam di benua amerika. Show all posts

Saturday, May 16, 2020

Noor Hasanali, Presiden Muslim Pertama di Benua Amerika

Nur Hasanali, Presiden Kedua Republik Trinidad & Tobago sekaligus juga presiden muslim pertama di Trinidad & Tobago dan seluruh benuar Amerika.

Beberapa sejarawan meyakini bahwa Islam Telah Ada di Amerika Jauh Sebelum Columbus  datang ke benua itu. Dalam catatannya Colombus menyebut dengan jelas begitu kagum dengan muslim dari pantai barat Afrika yang sudah lebih dulu tiba di benua impian tersebut, Columbus juga sempat melihat sebuah masjid di pantai Cuba dalam pelayarannya melintasi laut Karibia.

Di laut Karibia tersebar ribuan pulau yang kini menjadi beberapa negara merdeka ataupun menjadi wilayah negara seberang lautan dari beberapa negara besar. Salah satunya adalah Republik Trinidad & Tobago yang berada di Karibia Selatan, di lepas pantai teluk Paria, Venezuela.

Trinidad & Tobago merupakan bekas wilayah koloni kerajaan Inggris dan Ratu Inggris sebagai kepala negaranya di wakili oleh seorang gubernur. Ketika negara ini memperoleh kemerdekaan pada tanggal 31 AGustus 1962, Ratu Inggris secara titular masih memegang jabatan sebagai kepala negara namun dijalankan oleh seorang Gubernur Jenderal.

Presiden Kedua Trinidad & Tobago Dan Presiden Muslim Pertama

Sistem ketatanegaraan Trinidad &Tobago berubah drastis ketika negara ini menjelma menjadi sebuah republik pada tanggal 1 Agustus 1976. Dan menjadikan Presiden sebagai kepala negara sekaligus sebagai panglima tertinggi angkatan besenjata dan memegang tampuk kepemimpinan eksekutif.

Semua warganegara Trinidad & Tobago yang sudah berumur 35 tahun ke atas, dan pada saat mencalonkan diri sudah menjadi warganegara dan menetap di Trinidad  & Tobago setidaknya sepuluh tahun, dapat mencalonkan diri sebagai presiden di negara tersebut dengan mengikuti proses yang berlaku. Masa jabatan presiden Trinidad & Tobago selama lima tahun setiap periode dan hanya dapat menjabat selama dua periode saja.

Presiden pertama Republik Trinidad & Tobago adalah Ellis Emmanuel Innocent Clarke yang menjabat sebagai presiden dari tanggal 24 September 1976 hingga 19 Maret 1987. Dia adalah Gubernur Jenderal kedua menggantikan Sir Solomon Hochoy dan terahir bagi Trinidad & Tobago, seiring dengan perubahan sistem ketatanegaraan negara tersebut menjadi sebuah Republik.

Presiden Muslim Pertama di Benua Amerika

Tampuk kepemimpinan Republik Trinidad & Tobago berikutnya menjadi catatan sejarah istimewa bagi ummat Islam ketika Noor Muhammaed Hassanali terpilih sebagai presiden kedua Republik Trinidad & Tobago sekaligus mencatatkan dirinya sebagai presiden pertama yang beragama Islam di Benua Amerika.

Beliau menjabat selama dua periode (10 tahun) sejak tanggal 20 Maret 1987 hingga 17 Maret 1997. Sebelumnya beliau adalah pensiunan Hakim Agung Trinidad & Tobago lalu sukses meraih kemenangan dalam pilpres kedua di negara tersebut.

Kepemimpinan beliau kemudian dilanjutkan oleh Presiden ketiga Arthur Napoleon Raymond Robinson (18 Maret 1997 – 16 Maret 2003), kemudian dilanjutkan oleh Professor George Maxwell Richards yang naik menjadi presiden ke empat Trinidad & Tobago sejak 17 Maret 2003 lalu.

Lokasi Republik Trinidad & Tobago

Siapakah Noor Mohamed Hassanali

Noor Mohamed Hassanali, (13 August 1918 – 25 August 2006) adalah anak ke enam dari tujuh bersaudara, beliau dilahirkan di San Fernando 13 Agustus 1918. Mengenyam pendidikan dasar di sekolah Dasar Canaan dan Corinth Canadian Mission (kini Presbyterian) dan Naparima College.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Naparima tahun 1938-1943, beliau merantau ke Kanada untuk meneruskan pendidikannya di University of Toronto. Selama di Kanada beliau bergabung sebagai anggota the Canadian Officers Training Corps dari tahun 1943 hingga berahirnya perang dunia ke-dua di tahun 1945, dan beliau dipanggil ke barak Gray's Inn di London tahun 1948.

Tahun 1948 hingga tahun 1953 Noor Hassanali bekerja sebagai pengacara ketika beliau ditunjuk sebagai Hakim Magistrate. Di tahun 1960 beliau ditunjuk sebagai Senior Magistrate dan setahun kemudian ditunjuk sebagai Konsul Senior Kerajaan di Kantor Kejaksaan Agung. Di tahun 1965 menjabat sebagai Wakil Jaksa Agung dan setahun berikutnya beliau sukses menjadi Jaksa Agung hingga tanggal 14 April 1978 dan pensiun tanggal 14 April 1985.

Dalam pemilu tahun 1987 dengan dukungan kuat dari National Alliance for Reconstruction (NAR) beliau naik ke tampuk kepemimpinan negara sebagai Presiden ke dua Republik Trinidad & Tobago. Menjadikannya sebagai presiden pertama yang beragama Islam di Benuar Amerika, sekaligus sebagai presiden indo-trinidadian pertama di Trinidad & Tobago. Beliau terpilih kembali untuk kedua kalinya dalam pemilu presiden tahun 1992 dengan dukungan kuat dari the People's National Movement (PNM).

Noor Hasanali

Hassanali digambarkan oleh media dan rakyatnya sebagai tokoh paling netral, rendah hati dan bermartabat sepanjang sejarah politik Trinidad & Tobago. Sejak terpilih sebagai presiden di tahun 1987 beliau digelari sebagai “sosok pribadi kredensial sempurna dengan reputasi kejujuran dan kerendahan hati yang luar biasa”

Selama masa kepemimpinannya beliau menolak keberadaan minuman beralkohol di istana kepresidenan. Dan keputusan tersebut sama sekali tidak pernah menjadi kontroversi, meskipun perkara tersebut merupakan kewenangan dari Perdana Menteri ANR Robinson yang dikemudian hari menggantikan beliau sebagai presiden ketiga Trinidad & Tobago.

Keluarga

Hassanali menikah dengan Zalayhar Mohammed dan dikaruniai dua orang anak yakni Khalid dan Amena Hassanali-Sutton. Bersama sama dengan saudara laki lakinya, beliau merupakan pemain sepakbola yang handal, pernah bermain untuk klub Naparima College dan club Spitfire. Di tahun 2003 beliau mempublikasikan buku dari pidato pidatonya dengan judul “Teaching Words” bersama sama dengan the Naps Charitable Foundation.

Saudara nya, Fyzul Hassanali menulis dua buku tentang cricket. Sepupunya termasuk Manny Ramjohn, adalah atlit pelari jarak jauh Olimpiade, dan Dr. Jean Ramjohn-Richards, adalah First Lady Trinidad and Tobago, istri dari Presiden ke empat Trinidad & Tobago, Professor George Maxwell Richards. Noor Hasanali wafat pada pagi hari tanggal 25 Agustus 2006.***

------------------------------------------------------------------

Follow & Like akun Instagram kami di@masjidinfo

🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.

🌎 informasi dunia Islam.

------------------------------------------------------------------

Referensi

http://www.thepresident.tt/the_presidency.php?mid=7

http://www.meppublishers.com/content/index.php/r-i-p-noor-hassanali-1918-2006/

http://www.apakabardunia.com/2012/08/islam-telah-ada-di-amerika-jauh-sebelum.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Noor_Hassanali

http://articles.latimes.com/2006/aug/27/local/me-hassanali27

https://caribbeanmuslims.com/president-noor-hassanali

Baca Juga

Masjid Muhammad Ali Jinnah Memorial, St Joseph – Trinidad & Tobago

Islam dan Masjid di Trinidad & Tobago (bagian-2)

Islam dan Masjid di Trinidad & Tobago

Friday, May 15, 2020

Masjid Calcutta, Masjid Pertama di Trinidad & Tobago

Masjid Calcutta, Freeport, Trinidad & Tobago

Trinidad & Tobago adalah negara yang terletak di gugus kepulauan laut Karibia. Negara ini terdiri dari dua pulau besar Yakni Pulau Trinidad yang terbesar dan pulau Tobago yang jauh lebih kecil ditambah beberapa pulau pulau mini lainnya. Luas keseluruhan daratannya sedikit lebih kecil dari luas keseluruhan pulau Bali.

Trinidad & Tobago tercatat sebagai negara Karibia dengan penduduk muslim terbanyak. Pemeluk Islam di Trinidad & Tobago mencapai jumlah antara 80 ribu hingga 100 ribu jiwa. Dan luar biasanya negara ini tercatat sebagai negara pertama di benua Amerika yang pernah dipimpin oleh Presiden Muslim. Adalah Noor Muhammed Hasanali yang menjabat sebagai presiden kedua dari tahun 1987 hingga 1997.

Calcutta ASJA Masjid

Calcutta Rd #2, Freeport, Trinidad dan Tobago

Sebagian besar dari muslim disana merupakan keturunan dari wilayah India Timur dan Pakistan, Afrika dan lainnya. Pada awalnya mereka tiba disana sebagai buruh semi budak yang dipaksa bekerja diperkebunan pada masa kolonialisasi untuk membayar hutang hutang mereka.

Para buruh kerja paksa ini datang dalam beberapa gelombang. Gelombang pertama adalah para buruh dari benua Afrika ini tiba di Trinidad & Tobago sekitar tahun 1817 bersama dengan Resimen India Timur (kini Pakistan dan sebagian wilayah India). Disusul kemudian oleh kedatangan buruh dari India dan Pakistan.

Mereka tiba di Trinidad untuk pertama kali bertepatan dengan perayaan ulang tahun Trinidad pada 31 Mei 1845 bersama dengan buruh lainnya menggunakan kapal Fath Al-Razak dan berlabuh di Port of Spain. Mereka datang dari Uttar Pradesh, India, dengan jumlah keseluruhan 227 orang dan rata rata beragama Hindu dan Islam. Selama periode 72 tahun tercatat 147.592 orang yang sudah diboyong ke Trinidad sejak Kapal pertama hingga kapal terahir s/s Ganges di tahun 1917.

Dengan bentuknya yang sederhana, masjid ini merupakan masjid pertama di Republik Trinidad & Tobago.

Diantara penumpang beragama Islam dalam kapal Fath Al-Razak adalah Dookie Meah, namanya tercatat dalam urutan nomor dalam manifest penumpnag kapal. Beliau datang bersama Istri-nya Sonia dan dua orang putranya Khuda dan Illahi Baksh. Dookie Meah terikat kerja paksa selama lima tahun. Dengan perawakannya yang tinggi besar dan berkulit putih dia mampu bertahan menyelesaikan ikatan kerja paksa lima tahun-nya dan berahir sebagai orang bebas.

Setelah bebas, pemerintah colonial memberinya lahan seluar 20 acres di kawasan pemukiman Calcutta namun hanya setengahnya yang benar benar ia terima. Lahan ini yang hingga kini dimiliki oleh keturunan beliau, Zainul Muhammad yang kemudian menuturkan kisah perjalanan kakek buyutnya itu kepada generasi sekarang. Selain itu, Dookie Meah juga membeli lahan seluas 26 acres di Arena tahun 1904. Sampai ahirnya beliau mengalami kebutaan karena serangan penyakit diabetes.

Di tahun 1863, Dookie Meah mendirikan Masjid Calcutta di wilayah pemukimannya, dan ini menjadi bangunan masjid pertama yang berdiri di wilayah jajahan Inggris yang kini menjadi Republik Trinidad & Tobago. Masjid tua yang masih kokoh berdiri hingga kini meski sudah melewati usia satu setengah abad.

------------------------------------------------------------------

Follow & Like akun Instagram kami di@masjidinfo

🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.

🌎 informasi dunia Islam.

------------------------------------------------------------------

Referensi

caribbeanmuslims.com

bujangmasjid.blogspot.com

Baca Juga

Masjid Muhammad Ali Jinnah Memorial, St Joseph – Trinidad & Tobago

Islam dan Masjid di Trinidad & Tobago (bagian-2)

Islam dan Masjid di Trinidad & Tobago

Wednesday, May 13, 2020

Sejarah Islam di Kanada

Lokasi Kanada pada utara benua Amerika.

Komunitas muslim pada kanada hampir seumur dengan negara Kanadanya sendiri. Empat tahun sesudah pembentukan negara Kanada tahun 1867, di tahun 1871 sensus di Kanada menyebutkan ada 13 muslim diantara populasinya waktu itu. Sejumlah besar Muslim Kroasia (dari Bosnia) datang ke tanah amerika sebagaimana Kristen Kroasia, beberapa datang ke amerika dampak perang global pertama yang berkecamuk disana.

Masjid Kanada pertama dibangun di Edmunton di tahun 1938, saat itu diperkirakan telah terdapat lebih kurang 700 muslim pada negara tersebut. Bangunan masjid tadi sekarang menjadi bagian berdasarkan musium di Fort Edmonton Park. Tahun tahun selesainya perang global ke 2 tampak dalam jumlah kecil peningkatan jumlah muslim disana. Sebagian dari mereka adalah Muslim Kroasia dari Bosnia, yg merupakan bagian dari Hadhschar Division dan muslim tawanan Kroasia menurut Bosnia. Namun sampai ketika itu muslim Kanada masih sangat sedikit. Hanya sesudah pencabutan kebijakan preferensi imigrasi di Eropa pada penghujung tahun 1960-an baru terjadi peningkatan signifikan jumlah muslim yang masuk ke Kanada.

Muslim Kroasia menurut Bosnia yg adalah pendahulu dan galat satu menurut arus muslim primer dalam pendirian semua masjid pertama pada Toronto. Masjid pertama selain 3 masjid tertua pada Toronto dibangun sang muslim Kroasia berdasarkan Bosnia & Albania pada tahun 1968. Masjid pertama diberi nama Jami Mosque (berada pada 56 Boustead Ave. Toronto). Dikemudian hari menggunakan kiprah berdasarkan Dr Qadeer Baig r.A. (professor dalam University of Toronto), masjid tadi dibeli oleh Muslim Asia, sedangkan Muslim Albania dan Kroasia lalu mendirikan masjid mereka sendiri : Albanian Muslim Society of Toronto, berlokasi di 564 Annette St. Serta Hrvatska d?Amija (Masjid Kroasia) pada Croatian Islamic Centre, berlokasi pada 75 Birmingham St., Etobicoke.

Masjid Edmunton Masjid pertama di Kanada.

Merujuk pada sensus penduduk tahun 1971 pada Kanada masih ada 33 ribu muslim. Masjid tertua pada Toronto dengan menara tertua di Ontario dibangun pada gaya Usmani, galat satunya berada pada Etobicoke, yg merupakan bagian dari Croatian Islamic Centre, bangunan yang sebelumnya adalah sebuah gedung tua sekolah Katholik, yg pada tanggal 23 Juni 1973. Masjid (gedung tua sekolah Katholik & dibeli seharga 75 ribu CAD) lalu pada atur ulang sebagai tempat ibadah muslim menggunakan dukungan penuh dari komunitas Katholik Kroasia setempat. Salah satu pendirinya adalah seseorang ahli kedokteran nuklir dunia, dr Asaf Durakovi?.

Di tahun 1970-an sejumlah besar imigran non eropa mulai masuk ke Kanada. Hal ini terlihat berdasarkan membengkaknya komunitas muslim Kanada pada tahun 1971, sensus mencatat disana bermukim 98 ribu muslim, sedangkan di tahun 1991 output sensus menunjukkan peningkatan jumlah muslim kanada mencapai 253,265 jiwa, & asumsi hasil sensus 2006 akan memilih nomor kurang lebih 800 ribu jiwa.

Dibandingkan dengan muslim Eropa, muslim Kanada tidak menghadapi permasalahan yang sama. Muslim Kanada hanya salah satu dari sekian banyak etnis yang bermukim disana dari sekian banyak etnis, suku bangsa, budaya dan agama yang bersama sama menjadi bagian dari Kanada. Pejabat pemerintah Kanada mengelompokkan muslim Kanada dalam kelompok sendiri sebagai “kelompok muslim Kanada” untuk keperluan pengambilan kebijakan dan statistik. (singgahkemasjid).

------------------------------------------------------------------

Follow & Like akun Instagram kami di@masjidinfo

🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.

🌎 informasi dunia Islam.

------------------------------------------------------------------

Baca juga

Islam di Ecuador &

Islam di Bahama

Islam di Kostarika

Islam di Belize

Islam di Paraguay

Islam di Bolivia

Islam di Uruguay

Islam di Brazil

Islam di Barbados

Islam di Republik Kooperatif Guyana

Lokasi Guyana diantara negara negara tetangga nya

Republik Kooperatif Guyana, dahulu bernama Guyana Britania (British Guyana) adalah negara di pesisir utara Amerika Selatan. Guyana merupakan satu-satunya negara di kawasan itu yg tetapkan bahasa Inggris menjadi bahasa resminya.

Guyana berbatasan dengan Suriname di sebelah timur, Brazil di selatan, dan Venezuela di sebelah barat, sedangkan sisi utara Guyana menghadap ke Samudera Atlantik. Di pesisir pantai yang sama juga ada wilayah lain yang juga bernama Guyana yakni Guyana Prancis atau French Guiana, letaknya berjejer dengan Guyana tepisah oleh Suriname.

Nama Guyana memang sedikit membingungkan bagi orang Indonesia. Ada lima negara di dunia yang penulisan dan penyebutannya dalam Bahasa Indonesia, sama sama ditulis dan disebut dengan nama Guyana. Seperti disebutkan tadi, di benua Amerika ada Republik Kooperatif Guyana yang merupakan negara merdeka bekas jajahan Inggris, dan French Guiana (Guyana Prancis) yang kini berstatus sebagai wilayah seberang lautan Prancis alias bagian integral dari Prancis.

Karenanya, meskipun berada di benua Amerika bagian selatan & begitu jauh dari benua Eropa, Guyana Prancis menggunakan sendirinya menjadi bagian berdasarkan Uni Eropa, karena statusnya sebagai bagian integral Prancis, sama misalnya daerah wilayah seberang samudera Prancis yg lainnya. Sedangkan Republik Suriname sendiri, pada awalnya diklaim dengan nama Dutch Guiana (Guyana Belanda) sampai lalu resmi berubah menjadi Republik Suriname dalam saat negara tadi merdeka dari Belanda.

Sementara di benua Afrika ada tiga negara dengan nama Guyana yakni ; Republik Guyana (Republic Of Guinea), Republik Guyana Khatulistiwa (Republic Of Equatorial Guinea) yang letaknya berada di garis khatulistiwa dan Republik Guyana Bissau(Republic of Guinea Bissau) yang beribukota di Bissau.

Masjid Mc Doom diselembar kartu pos dalam masa kolonial Inggris. Masjid ini adalah masjid tetap pertama yang dibangun di Guyana.

Tentang Guyana

Guyana sempat dijajah Belanda sejak tahun 1667 & namanyapun sempat disebut Guyana Belanda. Di tahun 1814 Inggris mengambil alih wilayah ini dan namanya berubah menjadi Guyana Inggris. Guyana merdeka menurut inggris pada tanggal 26 Mei 1966 & menjadi sebuah Republik pada lepas 23 Februari 1970 sampai nama resmi negaranya menjadi Republik Kooperatif Guyana.

Guyana beribukota di Georgetown yang juga menjadi kota terbesar di negara itu. Luas wilayahnya 214.970 km2 (Sedikit lebih besar dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Timur ditambah Provinsi Kalimantan Utara), dengan wilayah perairan sekitar 8,4% dari total wilayah negaranya. Penduduk negara ini di tahun 2014 sebanyak 746.900 jiwa dengan tingkat kepadatan 3,65 jiwa setiap kilometer persegi.

Meskipun muslim di Guyana tak sampai 10% dari total penduduknya, namun dalam pergaulan International, Sejak tahun 1998, Guyana secara resmi telah menjadi anggota OKI (Organisasi Konfrensi Islam) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC), hal tersebut tentunya memberikan dampak positif bagi muslim di Guyana.

Islam pada Guyana

Sekitar 7.Dua % penduduk Guyana beragama Islam atau setara menggunakan sekitar 54,050 jiwa. Sebagian akbar dari mereka merupakan keturunan menurut para pekerja paksa menurut India yg didatangkan kesana di masa Kolonial Inggris. Hingga tahun 1970-an, peringatan hari akbar Islam nir diakui secara resmi oleh negara. Kala itu peringatan hari hari akbar beberapa agama selain Kristen nir dijadikan sebagai hari libur Nasional. Hari akbar Islam termasuk Idul Fitri dan dan Idul Adha termasuk pula peringatan Maulid Nabi Muhammad, nir masuk dalam kalender nasional Guyana.

Organisasi Islam pada Guyana

Guyana Islamic Trust merupakan organisasi Islam terbesar di Guyana. Selain itu ada beberapa organisasi Islam pada Guyana yang aktif dalam berbagai aktivitas sosial keagamaan di negara itu. Berikut profil singkat dari organisasi organisasi tersebut.

Masjid di Geogetown, ibukota Guyana.

Guyana Islamic Trust

Guyana Islamic Trust (GIT) didirikan tahun 1978, dibentuk untuk menjembatani tentang intelektualitas, perbaikan moral dan spiritual setiap individu, keluarga dan masyarakat di Guyana melalui pendekatan fundamental ke arah pendidikan. Ujung tombak GIT bekerja ditengah masyarakat melalui empat belas distrik administatif di Guyana. Beberapa daerah menyelenggarakan kelas pendidikan Islam untuk pemuda muslim serta orang orang dewasa.

Secara rutin menyelenggarakan program lembaga keluarga serta kegiatan sosial, menyelenggarakan & mengurus masyarakat Islam pada sekolah sekolah, acara program kepemudaan, da?Wah kepada non muslim, pendidikan & peningkatan peranan wanita dan acara acara kesehatan buat masyarakat.

Otoritas Halal Guyana

National United Halal Authority of Guyana (N.U.H.A) atau Otoritas Halal Guyana didirikan tahun 2011. Organisasi ini pada dedikasikan buat mengusut dan melakukan tunjangan profesi produk halal pada Guyana. Meskipun organisasi Islam lainnya pula mempunyai forum/komite halal sendiri sendiri, tetapi demikian N.U.H.A merupakan organisasi Islam pertama yg memang bertujuan buat melakukan tunjangan profesi halal.

Central Islamic Organization of Guyana (CIOG)

Central Islamic Organization of Guyana adalah organisasi Islam tertua di Guyana. Organisasi ini terlibat aktif dalam kegiatan bantuan amal dan bantuan untuk fakir miskin.

National Islamic Sisters Association

National Islamic Sisters Association (NISA) merupakan organisasi muslimah Guyana bagian dari GIT. Secara umum organisasi ini bergerak dengan menda’wahkan nilai nilai Islam kepada kaum Hawa di Guyana, pembenahan pelaksanaan Qur’an dan sunah dalam kehidupan, membantu muslimah setempat dalam pemenuhan kewajiban mereka sesuai dengan syari’at Islam, memberikan advokasi tentang nilai nilai keluarga, hak dan kewajiban wanita dalam Islam dalam upaya menata kembali kehidupan Islam pada Guyana.

Monumen masjid pertama Guyana

Dalam skala Nasional, organisasi ini memberikan konseling bilamana diharapkan dan memberikan arahan dalam tugas dan peningkatan peranan dan kemampuan muslimah. Penggalangan dana buat proyek investasi, menangani bantuan dan tetapkan setiap aktivitas penggalangan dana.

Guyana Islamic Institute

Guyana Islamic Institute (GII) sampai saat ini masih menjadi pusat pendidikan Islam paling terkemuka di Guyana dan kawaan Karibia. Sejak didirikan tahun 1986, telah begitu banyak siswa dari Guyana dan negara negara negara karibia lainnya yang lulus dengan baik dari lembaga ini dalam berbagai bidang pendidikan. Termasuk di dalamnya bidang pendidikan Bahasa Arab, pengetahuan Al-Qur’an serta studi Islam. Lulusan lembaga ini sudah banyak yang memegang peranan penting dalam masayarakat Islam pada Guyana maupun di negara Karibia hingga ke bagian utara Benua Amerika.

Program acara studi yang di ajarkan di lembaga ini mencakup; bahasa Arab, Pengetahuan Al-Qur?An, Akidah Islam, Hafiz Al-Qur?An, Fiqih, Hadist, metodologi da?Wah, Sar?Ah serta pemahaman konsep dan ideologi Islam. Di bidang kegiatan ko-kurikuler terhadap kurikulum murid akan dilengkapi dengan pengetahuan Teknologi Informasi (I.T), penguatan kursus dalam bahasa Inggris dan bersentuhan pribadi dengan Teknik teknis riset. Siswa anak didik di forum ini jua diberikan eksklusif pengalaman buat mengajar, khutbah, da?Wah kepada non muslim, meng-organisir dan/atau berpatisipasi dalam kegiatan kepemudaan dan donasi bea siswa.

Masjid Di Guyana

Muslim Guyana sudah memiliki masjid tetap pertama sejak tahun 1952 yakni Masjid di Desa Mc Doom. Selain itu ada masjid masjid lain di beberapa tempat di negara ini termasuk Masjid pada George Town, ibukota negara Guyana dan Masjid pada New Amsterdam. Masjid Mc Doom dibangun pertama kali tahun 1952 pada desa yg pula bernama desa Mc Doom dalam waktu Guyana masih menjadi wilayah jajahan Inggris.

Masjid Mc Doom ini pernah menghiasi lembaran kartu pos dimasa penjajahan. Nama masjid Sekaligus nama desa ini di ambil dari nama tokoh Islam ternama pada Guyana, Ceramat Ali Mc Doom. Dikemudian hari usaha beliau diteruskan oleh cucunya Shahabudin Mohamed McDoom.

Shahabudin Mohamed McDoom (29 Desember 1945 ? 8 Maret 2008) wafat pada London sehabis menjalani perawatan menurut sakit yg di deritanya sejak tahun 2006. Semasa hidupnya beliau mengabdikan diri untuk kemajuan bangsa dan negaranya. Beliau pernah menjabat sebagai Komisi Hubungan Etnis dan Komisi Reformasi Konstitusi sebagai perwakilan dari komunitas muslim Guyana. Beliau pula pernah menjadi bagian menurut Central Executive Council of the Central Islamic Organization (CIOG) menjadi perwakilan di Inter-Religious Organization. Kerap tampil di acara televisi setempat dalam program Islam and You.

Beliau juga seseorang penulis yg tulisannya kerap menghias laman koran setempat. Semasa hidupnya beliau pula turut menjaga warisan budaya, berjuang menjaga masjid pertama Guyana (First Stone Mosque) di Desa Mc Doom, East Bank Demarara, termasuk pula rumah pertama keluarga Mc Doom yg ke 2 duanya dibangun sang kakeknya yg begitu dihormati disana.***

--------------------------------------------

Follow kami di @masjidinfo.id

--------------------------------------------

Referensi

http://www.Caribbeanmuslims.Com/categories/Our-Region/Nation-Builders-%2d-Guyana/?Page=dua

http://en.Wikipedia.Org/wiki/Islam_in_Guyana

Baca Juga

Islam di Guinea (Republic of Guinea)

Islam di Bahama

Islam di Kostarika

Islam pada Ecuador

Islam di Belize

Islam pada Paraguay

Islam di Bolivia

Islam pada Uruguay

Islam di Brazil

Friday, May 8, 2020

Masjid San Pedro Sula, Honduras

Masjid San Pedro Sula, Honduras.

Honduras dikenal luas menjadi ?A country of churces? Atau ?Negara nya gereja gereja? Saking banyaknya gereja pada negara yang sering dianggap menjadi Republic Banana (Republik pisang) tersebut. Penduduk Honduras memang secara umum dikuasai beragama Kristen dan negara ini dikenal luas menjadi produsen & pengekspor pisang terbesar pada dunia.

Islam di Honduras merupakan salah satu agama dengan pemeluk minoritas namun cukup berkembang dengan baik di negara dengan toleransi dan keberterimaan yang cukup baik terhadap Islam. Menariknya lagi bahwa Honduras juga merupakan salah satu negara di kawasan Karibia dengan komunitas arab paling besar, sekitar 25% warga Honduras merupakan keturuan arab, meskipun sebagian besar dari mereka menganut Kristen sejak pertama kali datang ke benua Amerika dari negara asalnya.

Merujuk pada laporan Pew lembaga tahun 2009, muslim pada Honduras hanya sekitar 11 ribu jiwa berdasarkan total penduduknya yang mendapai 9 juta jiwa. Muslim pada negara ini tersebar di beberapa kota pada Honduras, muslim Honduras memiliki satu Masjid yang relatif repsesentatif pada Kota San Pedro Sula, kota terbesar ke 2 pada Honduras. Masjid ini merupakan masjid satu satunya di Honduras yang dibangun dengan bentuk sebagaimana masjid yg kita kenal, lengkap dengan sepasang menara dan kubah di atap bangunannya.

Islamic Centre of Honduras / Templo Islam

San Pedro Sula 21104, Honduras

FXR9 34 San Pedro Sula, Honduras

Selain masjid pada San Pedro Sula ini terdapat masjid di kota Tegucigalpa yang merupakan ibukota negara Honduras, hanya saja masjid di Tegucigalpa hanya berupa bangunan biasa yang pada ubah fungsi menjadi masjid tanpa mengganti bentuk bangunan nya. Masjid di Tegucigalpa ini ukuran mini , kira kira setara menggunakan sebuah bangunan mushola di Indonesia. Anda bisa temukan video masjid Tegucigalpa ini pada posting Islam pada Honduras bagian-dua.

San Pedro Sula terpaut cukup jauh berdasarkan Tegucigalpa sebagai ibukota negara. Jarak diantara keduanya sekitar 261 km atau butuh waktu kurang lebih lima setengah jam mengendarai kendaraan ke arah barat laut menurut kota Tegucigalpa. San Pedro Sula lebih dekat ke daerah pantai utara Honduras yg menghadap ke Laut Karibia.

Masjid San Pedro Sula

Di aplikasi google map anda akan menemukan masjid ini ditandai menggunakan 2 nama, satu penanda dengan nama Islamic Center Honduras, satu penanda lagi dengan nama Templo Islam. Masjid pada San Pedri Sula ini dibangun kurang lebih tahun 2014 yg lalu. Berdirinya Masjid pada San Pedro Sula ini mengahiri rekor Honduras sebagai satu satunya negara Karibia & Amerika latin yang nir mempunyai masjid bagi warga muslim-nya selama beberapa tahun kebelakang.

Sholat berjamaah pada Masjid San Pedro Sula.

Selain daripada itu, masjid di San Pedro Sula ini juga merupakan satu dari dua Masjid di wilayah Karibia dan Amerika Tengah yang dibangun dengan arsitektur demikian, masjid dengan arsitektur yang mirip di Amerika tengah lainnya adalah Masjid Muhammad Ali Jinnah Memorial di St. Josep,  Republik Trinidad & Tobago, meskipun memang lebih megah dibandingkan Masjid di San Pedro Sula ini.

Tak pelak, kehadiran masjid di San Pedro Sula ini menghadirkan suasana bahagia bagi muslim disana. Beberapa jemaahnya yang tersebar di berbagai daerah sekitar San Pedro Sula rela berkendara cukup jauh untuk hadir di masjid ini setidaknya sekali sepekan guna turut serta dalam sholat Jum’at berjemaah di masjid kebanggaan mereka di San Pedro Sula ini.

Semangat Jemaah yang luar biasa

Dengan komunitas muslim yang tidak terlalu banyak dan tidak tinggal di daerah yang sama, dengan sendirinya jemaah masjid San Pedro Sula ini pun berdatangan dari berbagai daerah yang terpaut cukup jauh untuk berkumpul di masjid ini sekali sepekan setiap hari jum’at. Momentum sekali sepekan tersebut tidak saja untuk sholat Jum’at berjamaah namun sekaligus juga untuk bersilaturrahmi dengan saudara saudara sesama muslim.

Khutbah di Masjid San Pedro Sula.

Diantara mereka adalah Arnaldo Hernandez, seorang nelayan dari suku Garifuna, yang tinggal di kota pantai La Ceiba yang berada di tepi laut Karibia sekitar 190 km sebelah timur laut San Pedro Sula, harus berkendara dari rumahnya selama lebih dari 3 jam untuk datang ke Masjid ini. Arnaldo Hernandez adalah seorang mualaf sebelumnya dia memeluk agama Kristen dan sudah memeluk Islam sejak 26 tahun lalu.

Kini beliau merupakan salah satu jemaah paling senior di masjid San Pedro Sula ini sejak mereka belum memiliki bangunan masjid sebenarnya seperti saat ini. Sebagai salah satu jemaah senior, Pak Hernandez ini menuturkan bagaimana dulu mereka melaksanakan sholat berjamaah di masjid sementara tak jauh dari Rumah Sakit di San Pedro Sula.

Semangat lainnya yang luar biasa ditunjukkan oleh seorang kolonel asli Honduras, Kolonel Orlando Ajalla Gaños, yang rela menempuh perjalanan jauh dari Ibukota Tegucigalpa ke San Pedro Sula untuk Sholat Jum’at. Pak Kolonel pada mulanya mencari tahu dan belajar sendiri mengenai Islam sampai ahirnya beliau benar benar mendapatkah hidayah dan memeluk Islam.

Susana jelang sholat di dalam Masjid San Pedro Sula.

Masjid San Pedro Sula

Bangunan masjid San Pedro Sula ini berdiri diantara bangunan bangunan lainnya, sehingga orientasi bangunannya memang tidak pas menghadap kiblat karena mengikuti denah bangunan disekitarnya. Karenanya, untuk menyesuaikan dengan arah kiblat, garis shaf di dalam masjid ini pun dimiringkan nyaris empat puluh lima derajat terhadap arah bangunannya.

Ruang utama masjid tidak terlalu tinggi seperti halnya masjid masjid di Indonesia dan negara negara Islam lainnya. Namun demikian rancangan interiornya disesuaikan layaknya masjid masjid lainnya lengkap dengan karpet hijau, rak rak kitab Suci Al-Qur’an dan dekorasi lainnya. Untuk meredam suhu udara Honduras yang cukup panas, ruangan masjid ini dilengkapi dengan perangkat penyejuk udara. Di ruang utama masjid juga dilengkapi dengan kursi plastik untuk jemaah jemaah senior yang sudah tidak sanggup berdiri lama saat melaksanakan sholat.

Masjid juga dilengkapi dengan ruang shola khusus jemaah wanita, dan ruangan ruangan penunjang lainnya termasuk ruang tempat berwudhu dan sebagainya. Sama seperti di Indonesia di masjid ini pun disediakan kotak amal untuk menampung donasi dari jemaah.

Imam Muhammad, Imam Masjid San Pedro Sula yang merupakan muslim asal Pakistan.

Jumlah jemaahnya yang hanya puluhan orang, menjadi kekuatan tersendiri karena mereka saling mengenal sangat dekat satu dengan lainnya dan kekompakan yang terjalin luar biasa. Jemaah muslim masjid ini ada pertemuan setiap pekan untuk makan malam bersama yang diselenggarakan oleh salah satu jemaahnya, Yusuf yang berasal dari Pakstan dan memiliki beberapa pabrik di Honduras dan salah satu orang terkaya di Honduras. Namun demikian, sejauh ini kami belum mendapatkan informasi tentang bagaimana perjalanan sejarah pembangunan masjid ini.

Jaminan Negara Bagi Kebebasan Beragama

Meski menjadi minoritas, pemerintah Honduras mengizinkan masjid San Pedro Sula ini menyuarakan azan keluar masjid melalui pengeras suara di menaranya. Pemerintah setempat juga mengizinkan muslim disana untuk meninggalkan pekerjaan mereka di setiap hari jum’at untuk menunaikan sholat jum’at berjama’ah. Bahasa pengantar di masjid San Pedro Sula ini menggunakan bahasa arab dan bahasa Spanyol.

Konstitusi Honduras melindungi kebebasan ber-agama di negara tersebut, meskipun secara jelas konstitusi negaranya hanya mengakui Katholik Roma sebagai agama resmi, sedangkan semua penganut agama lain nya di katagorikan sebagai Asosiasi Agama dan memiliki hak dan keistimewaan yang lebih sedikit dibandingkan dengan Katholik Roma. Imam Muhammad, selaku imam di Masjid San Pedro Sula ini juga mengakui bahwa tidak pernah ada masalah rasime dan sebagainya terhadap muslim disana.***

Referensi

http://aboutislam.net/muslim-issues/n-america/visit-honduras-grandest-mosque/

https://www.atlasobscura.com/articles/mosque-in-honduras

------------------------------------------------------------------

Follow & Like akun Instagram kami di@masjidinfo dan@masjidinfo.id

🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.

------------------------------------------------------------------

Baca Juga

Islamdi Honduras (Bagian-2)

Islamdi Honduras (Bagian-1)

Islam di Ecuador

Islam di Belize

Islam di Paraguay

Islam di Bolivia

Islam di Uruguay

Islam di Brazil

Islam di Barbados

Islam dan Masjid di Trinidad & Tobago

Asal SEO

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done