Islami Pedia: Masjid di kota Bekasi
News Update
Loading...
Showing posts with label Masjid di kota Bekasi. Show all posts
Showing posts with label Masjid di kota Bekasi. Show all posts

Monday, July 20, 2020

Masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi

Masjid Agung Al-Barkahkota Bekasi merupakan salah satu masjid tua di Indonesia. Masjid ini telah mengalami beberapa kali renovasi. Renovasi pertama ketikakota Bekasi menjadi tuan rumah MTQ Jawa Barat 1998, lalu direnovasi lagi pada 2002. Sampai kemudian menjadi bentuknya yang semegah dan semewah sekarang ini setelah melalui renovasi total tahun 2004-2008

Masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi

Lokasi Masid Agung A-Barkah, Kota Bekasi

Masjid Agung A-Barkahkota Bekasi berada di Jalan Veteran, Kawasan Alun alun, Pusat pemerintahankota Bekasi, ProvinsiJawa Barat. Lokasi masjid ini berseberangan dengan Rumah Sakit Daerahkota Bekasi.

Sejarah Masjid Agung Al-Barkah Bekasi

Masjid Agung Al-Barkahkota Bekasi, dibangun tahun 1890 dipelopori oleh Penghulu Lanraad (Alm) H. Abdul Hamid, diatas tanah wakaf dari (Alm). Haji Barun, seluas 3000 m2. yang terletak di jalan Veteran. Bangunan yang belum mencirikan bangunan sebuah masjid pada umumnya.

Tahun 1967 bangunannya direhab menjadi bentuk masjid oleh Bupati BekasiSubandi (ketika itukota Bekasi masih menjadi bagian dariKabupaten Bekasi).Subandi yang merupakan bupati Bekasi pertama asal Kampung GabusKabupaten Bekasi itu, melibatkan setiap jiwa wargaKabupaten Bekasi turut berpartisipasi menyumbang pembangunan masjid ini sebesar Rp 1.

Masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi dari sisi selatan

Dalam kemajuan yang terjadi di Bekasi, oleh Bupati Bekasi H Abdul Fatah, pada 1985 kembali dilakukan pembangunan. Bangunannya pada bagian depan masih menggunakan awning berwarna-warni yang saat itu sangat banyak diminati masyarakat dalam setiap melaksanakan pembangunan. Dan saat itu pulalah masjid ini ditetapkan menjadi Masjid Agung Al BarkahKabupaten Bekasi.

Dengan ditetapkan sebagai Masjid Agung, Pemerintah DaerahKabupaten Bekasi mulai campur tangan dalam pembangunannya. Pembangunan di tahun 1985 menghabiskan biaya Rp 225 juta. Pada 1997 PemerintahKabupaten Bekasi saat bupatinya dijabat Muh Djamhari kembali melakukan pembangunan dengan tambahan biaya Rp 100 juta.

Perkembangan masjid Agung Al-Barkah. Foto paling kiri adalah masjid agung

Al-Barkah Bekasi ketika baru mempunyai dua menara, foto tengah saat menara ke 3amp;

ke empat dalam tahap penyelesaian, sedangkan foto paling kanan adalah Masjid -

Agung Al-Barkah saat ini lengkap dengan 4 menara nya.

Pada saatkota Bekasi terbentuk tahun 1997 dan terpisah dariKabupaten Bekasi di zaman wali kota dijabat H Achmad Zurfaih yang merupakan putra asli Bekasi, perhatian pemerintah daerah semakin besar dalam membangun masjid yang kini menjadi kebanggaankota Bekasi. Mulai tahun 2004 hingga 2008, pembangunan besar-besaran pun dilakukan.

Persiapan pembangunan masjid Agung Al-Barkahkota Bekasi ini mulai dilakukan tahun 2003 dengan penataan ulang tata ruang alun alun, jalan dan fasilitas lain yang ada. Masjid dirancang lebih modern, namun tetap mencirikan arsitektur timur tengah. Ada keinginan dari walikota saat itu untuk menghadirkan sebuah masjid agung yang referesentatif dan menjadi ikonkota Bekasi. Masjid yang juga dapat dimanfaatkan sebagai area publik, dimana orang bisa ibadah dan menikmati pesona taman kota.

Logo Ukuran besar dipasang di fasad depan

Masjid Agung Al-Barkah Bekasi

Peletakan batu pertama renovasi total Masjid Agung Al-Barkahkota Bekasidilakukan oleh Walikota Bekasi  H. Ahmad Zulfaih, pada hari Sabtu 26 Juni tahun 2004, disaksikan oleh sekitar 1000 jemaah bersama para ulama dan tokoh masyarakat Bekasi. Masjid yang semual berada di atas lahan wakaf seluas 3.000 meter kemudian diperlebar dengan bangunan tambahan seluas 7000 meter persegi.

Dalam renovasi terahir tersebut menghabiskan dana sekitar Rp22.860.660.000. Dana yang bersumber APBDkota Bekasi 2004, 2005 dan 2006, APBD Provinsi Jabar 2005, 2006 dan dari sumber sumber lain termasuk dari sumbangan jemaah dan tokoh tokoh masyarakat termasuk sumbangan dariSutiyoso (ketika menjabat sebagai GubernurDKI Jakarta) ketika berkunjung ke masjid ini pada Hari ulang Tahunkota Bekasi ke-9.

Salah satu Menara masjid Agung Al-Barkah.

Puncak menara ini tidak dilengkapi dengan

Bulan bintang ataupun Lafazd Allah. Namun

rancangannya cukup futuristik.

Aktivitas Masjid Agung Al-Barkah Bekasi

Pada masa Ramadhan, kegiatan di masjid tersebut seakan tidak terhenti. Kegiatan dilakukan mulai dari shalat subuh yang dilanjutkan dengan kuliah tujuh menit (kultum) yang diisi dengan ceramah-ceramah. Pada sore hari menjelang berbuka puasa, DKM setiap harinya menyelenggarakan buka puasa bersama yang dihadiri sekitar 200 orang. Pelaksanaan tarawih pun dihadiri sekitar 1.000 jemaah.

Berbagai kegiatan keagamaan lainnya dan tiga hari menjelang Idul Fitri, DKM Al-Barkahkota Bekasi memberikan santunan kepada anak yatim piatu dan kaum duafa yang bersumber dari zakat mal.

Detil Kubah Masjid Agung Al-Barkah, Bekasi.

Pemeliharaan Masjid

Pemeliharaan masjid ini, setiap hari melibatkan 19 karyawan mulai dari pengurus taman hingga petugas kebersihan. Cukup besar biaya operasional yang harus disiapkan termasuk gaji para karyawannya. Tak kurang dari Rp 15 juta setiap bulan, biaya operasional termasuk gaji para karyawan yang menjadi tanggung jawab DKM. Untuk membayar listrik rata-rata satu bulan Rp 7 jutaan. Belum termasuk penggunaan air PAM.

Arsitektur Masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi

Arsitektur masjid mengadaptasi masjid masjid timur tengah yang disublimasi dengan unsur tropis. Masjid di timur tengah tidak mengenal teras atau kanopi, karena iklim Indonesia tropis, masjid membutuhkan kantilever dan kanopi agar air hujan tidak tempias ke dalam masjid makanya kemudian masjid ini dilengkapi dengan teras.

Interior Masjid Agung Al-Barkah Bekasi dilihat dari

lantai dua masjid. Delapan daun pintu dari kayu jati berukir kaligrafi mencerminkan 8 pintu menuju surga. Daun pintu tersebut terbuat dari kayu jati yang dipesan langsung dari Jepara, Panitia pembangunan Masjid bahkan datang langsung ke Jepara untuk memilih kayu yang benar benar bagus dari pohon yang sudah berusia di atas 90 tahun. Kubah masjid memiliki diameter 18 meter dan dibawahnya bertuliskan 99 nama Allah (Asmu’ul Husna).

Tiang tiang masjid dilapisi kayu untuk memberi kesan hangat. Ini diadopsi dariMasjid Agung Demak  yang dibuat dari kayu. Juga terdapat elemen floral dan ornamen Islam seperti bintang atau bentuk segi delapan yang umum banyak dipakai pada bangunan masjid. Masjid Agung Al-Barkahkota Bekasidilengkapi tempat Thaharah, gedung pertemuan dan tempat majelis taklim, perpustakaan, kantor ta’mir dan kantor remaja masjid, taman, plaza dan area Parkir.

Detil ornamen dibawah kubah
Konsep rancangan arsitektur Masjid Agung Al Barkahkota Bekasi dilandasi esensi dan referensi Al-Qur’an, Sunnah Nabi dan seni Islam. Masjid dilengkapi dengan dua kubah, kubah besar dan kubah kecil dengan 4 menara. Ornamen Islam pada kerrawang, selain elemen dekorasi juga untuk perputaran sirkulasi udara. Untuk mencirikankota Bekasi diambil unsur hijau daun untuk warna sentuhan ahir di beberapa dekorasi.

Simbolisasi Islam

Arsitektur masjid tidak lepas dari simbolisasi Islam, setiap detil bangunan memiliki arti. Simbolisasi islam bisa kita jumpai pada 4 buah menara yang memiliki arti 4 tiang ilmu, yakni Bahasa Arab, Syariah, sejarah dan filsafat. Serta syarat hidup bahagia yakni aqidah, ahlak, syariah dan Ibadan. Tiga bagian bentuk dasar bangunan menara mencerminkan iman islam dan ikhsan, sedangkan ketinggian menara 35 meter diambil dari salah satu surat Al-qur’an.

Mimbar dan Mihrab Masjid Agung Al-Barkah.
Dewan Kemakmuran Masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi

Sebagai Masjid Agung Kota Bekasi, dewan kemakmuran masjid Agung Al-Barkah ini melibatkan para petinggi kota bekasi terdiri dari : Walikota & Wakil Walikota Bekasi, Ketua DPRD kota Bekasi, Muspida kota Bekasi, Kakandepag Kota Bekasi dan Ketua MUI Kota Bekasi. selain itu juga dibentuk dewan penasihat terdiri dari : H. Akhmad Zurfan Sos, Drs. H. Tjandra Utama Efendi, MM. Mba, Drs. H. Muhtadi Muchtar, Ir. H. Imron Zubaidy, H. Moh. Nosin Sanusi, Ir. H. Muharram. A. Ketua Umum dijabat oleh Sekretaris Daerah Kota Bekasi, dan Ketua harian : Drs. H. Abdul Hadie MM. Sementara posisi sektertaris dan bendahara dipegang masing masing oleh 3 pengurus, ditambah dengan beberapa ketua bidang yang langsung menangani aktivitas Masjid Agung.

Video Masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi

Belum tersedia rekaman video Masjid Agung Al-Barkahkota Bekasi di Youtube, rekaman video Masjid Al-Barkahkota Bekasi di situs indosiar yang sebelum ditautkan ke artikel ini bertajuk Masjid Al-Barkah Bekasi sudah tidak eksis lagi. Silahkan bila ingin berkontribusi untuk menyumbang rekaman video masjid ini.

Foto Foto Masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi

Kaca Mozaik menghias fasad depan Masjid Agung Al-Barkah
Paduan warna warni menghias kubah dan menara masjid Agung Al-Barkah
Interior Masjid Agung Al-Barkah, hamparah karpet warna hijau menutup keseluruhan

lantai masjid. dipadu dengan unsur kayu yang menutup tiang tiang masjid.

Lampu yang cukup unik di pasang dibagian atas ruang sholat utama.
Seorang Jemaah khusu' di dalam masjid agung Al-Barkah, Bekasi.
jendela kaca kubah besar Masjid Agung Al-Barkah ini membeirkan penerangan alami

di siang hari.

Referensi

Masjid Agung Al Barkah Kota Bekasi

Masjid Al-Barkah Kota Bekasi

Thursday, July 2, 2020

Islamic Center Kota Bekasi

Islamic center kota Bekasi berada pada sentra daerah bisnis kota Bekasi. Sejarah pembangunan Islamic center ini tidak lepas menurut nama KH Nur Ali, Pahlawan Nasional yg adalah putra daerah Bekasi. Dibangun dimasa kota Bekasi masih adalah bagian menurut wilayah Kabupaten Bekasi. Kini ketika Kota Bekasi sudah sebagai salah satu kota berdikari galat satu kota penyanggah Ibukota negara, Islamic Center kota Bekasi seakan menjadi oase ditengah belantara kota bekasi yg pelan tapi pasti berkiprah sebagai bagian berdasarkan perkembangan megapolitan Jakarta.

Alamat & Lokasi Islamic Center Bekasi

Jln. Ahmad Yani No. 22 Kota Bekasi

Propinsi Jawa Barat

Situs resmi : http://www.islamiccenterbekasi.com

Ide Pendirian

Gagasan mendirikan Islamic Centre Bekasi datang dari KH. Noe Alie (Pahlawan Nasional) ketika dalam suatu kesempatan beliau mengatakan kepada Bupati Bekasi H. Suko Martono sebagai berikut : “Saudara Bupati kita belum mempunyai sesuatu yang seperti Islamic Centre. Mumpung saudara jadi Bupati, coba dipikirkan bagaimana cara mewujudkannya”. Pada kesempatan ini sebelum mengutarakan keinginannya kepada Bupati Bekasi, KH. Noer Alie menyampaikan pula pesan yang sama kepada Ketua DPRD II Kabupaten Bekasi yang pada waktu itu dijabat oleh H.M. Roesmin.

Persisnya pesan KH. Noer Alie berbunyi sebagai berikut : “Mumpung ente punya wewenang untuk kenang-kenangan ummat islam Bekasi, tolong wujudkan Islamic Centre, mudah-mudahan apabila saya meninggalkan Bekasi ini, mata saya merem”. Dan gagasan tersebut mendapat sambuatan baik dari berbagai pihak baik dari para tokoh Ulama dan Umaro termasuk dari kalangan tokoh masyarakat, para anggota DPRD, Alim Ulama, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bekasi dan Persaudaraan Haji Bekasi dan masyarakat lainnya.

Foto panorama Islamic Center Kota Bekasi, klik pada foto buat memperbesar

Sejarah Pembangunan Islamic Centre Kota Bekasi

Panitia Pembangunan

Panitia pembangunan Islamic Center Bekasi dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah TK II Bekasi Nomor: 451.i/SK.394A/Kesra tertanggal 10 Juli 1990 tentang Pembentukan Panitia Pembangunan Gedung Islamic Centre Kabupaten daerah Tingkat II Bekasi. Surat Keputusan Bupati itu berisi dua hal pokok, yaitu: Pertama, mengenai susunan panitia Pelaksana Pembangunan secara terpadu. Kedua, mengenai pedoman Pelaksana Pembangunan Islamic Centre Bekasi.

Kepanitiaan terdiri berdasarkan Pelindung, Penasehat, Pengurus Harian dan Pengurus Pleno. Pelindung terdiri dari para pejabat teras pemerintahan Kabupaten Bekasi. Sedangkan penasehat diisi oleh selain para pejabat, pula melibatkan ulama dan para pemuka masyarakat. Komposisi Pengurus harian dan Pengurus Pleno jua adalah formasi unsur aparat pemerintah, ulama & pemuka rakyat. Duduk menjadi Ketua Umum Harian, H. Roesmin (Ketua DPRD), Ketua I dijabat oleh Drs. H. Dede Satibi (Sekwilda), Ketua II dipercayakan kepada H.. Saady Muchsin (tokoh rakyat), Ketua III dipegang sang dr. H. SubkiAbdul Kadir (Cendekiawan/Ulama) dan Ketua IV H. Abdul Manan (Ketua DPD Golkar).

Menara Ir. Widiyanto

Biaya Pembangunan Islamic Center Kota Bekasi

Di dalam salah satu diktum SK Bupati Tanggal 10 Juli 1990 itu disebut bahwa, ?Segala biaya yang diakibatkan sang penetapan surat keputusan ini dibebankan kepada bisnis swadaya panitia & bantuan menurut APBD Tingkat II Bekasi.?

Dalam Pedoman Pelaksanaan Pembangunan, digariskan pula petunjuk pentahapan pelaksanaan dan pengawasannya yang meliputi: pertama, Tahapan Pembangunan yang terdiri dari bangunan Auditorium, Kantor Pengelola, Perpustakaan, Mesjid, Bangunan Asrama, Bangunan selasar dan Plaza serta lapangan parkir. Kedua, Pelaksanaan Pembangunan selain diawasi Direktur Teknis juga dilakukan pengawasan berkala oleh Konsultan Perencana PT. Arsy Wastuady.

Pemilihan Lokasi

Berdasarkan peninjauan & pembahasan panitia yg dipimpin oleh Drs. H. Dede Satibi (ketika itu Sekwilda Bekasi, sekarang Bupati Garut), H. Roesmin & H. Saady Muchin, lokasi dimana Islamic Centre berdiri sekarang ini adalah lokasi paling tepat.

lahan seluas 3,6 hektar tempat Islamic Centre Bekasi yang kini berdiri dahulunya merupakan rawa rawa yang memiliki kedalaman hingga empat meter. Lahan tersebut merupakan tanah Hak Pengelola/sebagian dari sertifikat HPL No.I/Marga jaya atas nama PERUM PERUMNAS dengan surat izin penggunaan tanah No. 593.3/1898/Perkot.

Masjid Nurul Islam

Atas dasar perizinan penggunaan tanah yang ditertibkan Pemerintah Daerah, maka dibuatlah Site Plan Islamic Centre Bekasi dengan penandatanganan Ketua Panitia dan para pejabat Kepala Dinas PUK Kab. Bekasi yang waktu itu dijabat Bambang Supardi, Kabag Pemerintah Umum DT II Bekasi Drs. S. Sihotang, kabag Kesra DT II Bekasi (H.M. Syaiin Sahid), Kepala Kantor Pertanahan Kab. Bekasi (Ir. Widiana Ces), diketahui Ketua Bappeda TK II Bekasi yang kala itu dijabat oleh Drs H. Nonon Sonthanie (saat ini Wali Kota Bekasi) dan disetujui Bupati Daerah Tingkat II Bekasi (H. Suko Martono).

Bertindak menjadi Konsultan Perencanaan PT. ARSYWASTUADY pimpinan Ir. Winarto yg selaku Pengawas Berkala. Pelaksanaan pembangunannya diawasi Direktur Teknis. Pelaksana pembangunan fisik gedung digarap oleh PT. Sadari Putra pimpinan Ir. Winarto menggunakan pelaksana hariannya Tjetjep Kadaruddin. Khusus mengenai pembangunan mesjid Nurul Islam, Pelaksanaannya ditangani oleh Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila.

Sumber Sumber dana

Kupon sumbangan Rp. 80.000,- (delapan puluh ribu rupiah). Partisipasi anggota DPRD Bekasi sebesar Rp 2.500.000,- Dana bantuan suka rela dari para calon jemaah haji tahun 1990 dan 1991 sebesar Rp 450.000.000,-(empat ratus lima puluh juta rupiah). Dana-dana tersebut itulah merupakan yang merupakan modal awal pendirian gedung Islamic Centre Bekasi. Para aghniya (orang-orang kaya) yang dermawan. dari berbagi sumber yang halal dan tidak mengikat panitia Pembangunan Gedung Islamic Centre Bekasi secara berangsur-angsur berhasil menghimpun dana sejumlah sekitar Rp. 8.3 milyar.

Masjid Nurul Islam menurut pelataran tengah

Tahapan pembangunan

Pembangunan termin I yang dilaksanakan dalam akhir tahun 1990 meliputi pembangunan Gedung Perpustakaan, gedung Serba Guna dan ruang-ruang kantor, Ruang kedap dll.

Sedangkan Pembangunan Tahap II dilaksanakan tahun 1991 yg mencakup pembangunan Gedung Asrama dan Ruang Makan. Bangunan Islamic Centre Bekasi didominasi Gedung Asrama, Ruang makan dan gedung serba guna serta areal parkir yg luas serta miniatur Ka?Bah yang berada di plaza Mesjid.

Miniatur Ka’bah sengaja dibuat karena erat kaitannya dengan tujuan didirikannya Islamic Center Bekasi sebagai aktifitas ummat islam. Lagi pula Islamic Centre ingin pula berkhidmah kepada jama’ah haji Bekasi terutama untuk transit pemberangkatan dan pemulangan mereka menuju dan dari Tanah Air Suci. Jumlah jamaah haji di bekasi di era 1990an menempati peringkat teratas dari seluruh Daerah Tk. II (Kabupaten dan Kotamdya) di Propinsi Jawa Barat.

Islamic Center Bekasi juga dilengkapi dengan bangunan Masjid, Mesjid Nurul Islam sumbangan Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila baru dimulai pembangunannya dalam pertengahannya tahun 1992. Dan pembangunannya dirampungkan pada bulan Juli 1993. Prasasti peresmiannya ditandatangani sang Presiden Soeharto.

Pembangunan tahap III dilaksanakan awal tahun 1993. fokus pembangunan menggarap taman, pelataran parkir, jalan, gapura dan selasar.  Antara tahap II dan tahap III dibangun pula menara yang dirancang bangun oleh Ir. Widianto. Nama Arsitek dari PT. ARSYWASTUADY yang telah kembali kerahmatullah pada bulan Agustus 1993 ini diabadikan sebagai nama menara Masjid Nurul Islam atas persetujuan keluarga dan ahli warisnya. Kebijaksanaan ini diambil untuk mengenang jasa almarhum.

Pembangunan tahap terakhir selesai dalam awal Agustus 1993 atau beberapa hari menjelang acara pelantikan Gedung Islamic Centre Bekasi oleh Gubernur Propinsi Jawa Barat H.R. Nuriana lepas 15 Agustus 1993.

Aktivitas Islamic Center Kota Bekasi

Islamic Center Bekasi saat ini menyelenggarakan berbagai kegiatan diataranya, pertama kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Nurul Islam yang merupakan pengelola Islamic Center, kedua kegiatan rutin yang langsung ditangani oleh badan pengelolah, ketiga kegiatan bersama yang melibatkan institusi lain seperti ICMI, MUI, BKMT dll, dan keempat Islamic Center menjadi fasilitator kegiatan yang diadakan oleh organisaasi lain sperti Depag, KAHMI, MUI, pengajian Almanar dll.

Interior Masjid Nurul Islam ICB

Disamping menyelenggarakan kegiatan bersifat keagamaan & sosial, Islamic Center Bekasi jua memanfaatkan fasilitas yg tersedia untuk disewakan pada pihak lain. Hasil sewa fasilitas inilah yg digunakan sang Islamic Center buat membiayai operasionalnya, elain ruang masjid dan perkantoran, pada Islamic Center Bekasi juga tersedia perpustakaan yang sanggup diakses sang masyarakat umum.

Dalam Bidang penelitian, pengkajian & pengembangan, Islamic Center mengadakan kegiatan berupa Mudzakaroh Ulama, remaja & perempuan , studi Islamika, Konsultasi keluarga Muslim, kepustakaan & penerbitan buku "Data Dakwah" Bekasi. Bidang lainnya misalnya pendidikan, penerangan & Dakwah menyelenggarakan kegiatan berupa pengajian rutin, kursus dan pembinaan dan menyelenggarakan aktivitas pada rangka hari besar islam.

Tak kalah menariknya pada Lokasi Islamic Center jua masih ada Islamic Preschool Centre yg adalah program taman kanak-kanak & play gerombolan . Islamic Preeschool Centre ini melakukan kegiatannya menggunakan pendekatan student centered development menggunakan berupaya mengoptimalkan perkembangan dalam dimensi kognitif, afektif dan psikomotorik anak dalam bingkai spritual. (bekasinews.Com).*

Fasilitas & Kegiatan Islamic Centre Bekasi

Di dalam komplek Islamic Center Bekasi tersedia prasarana terdiri dari :

1.    Mesjid Nurul Islam seluas 860 m2. Tempat ibadah ini mampu menampung kurang lebih 900 jamaah. Pada Shalat Jum’at, Idul Fitri, dan Idul Adha mesjid ini dikunjungi oleh ribuan ummat. Bahkan Plaza, gedung serbaguna dan halaman parkir serta tamanpun dipadati jemaah

2.    Gedung Serbagun Aula KH. Noer Alie 2 (dua) lantai seluas kurang lebih 1330 m2. Gedung ini menampung sekitar 1.100 orang.

3.    Gedung Asrama A (Arafah) dua lantai seluas 1.971 m2. Gedung Arafah ini terdiri dari 32 kamar dan 8 di antaranya berpredikat kamar utama.

4.    Gedung Asrama B (Mina) dua lantai seluas 954 m2. Bangunan ini terdiri dari 14 kamar biasa dan 8 kamar utama serta sebut saja ”kamar khusus” yang berjumlah keseluruhannya 38 kamar biasa dan 8 kamar utama. Keseluruhan kamar tersebut di lengkapi tempat tidur dengan kapasitas 500 orang. Penyediaan gedung dengan banyak tempat tidur ini dimaksudkan untuk menampung keberangkatan dan pemulangan jemaah haji Bekasi.

5.    Ruangan Makan --dua lantai seluas 1.675 m2. Gedung ini dilengkapi dengan kursi dan meja makan berkapasitas kurang lebih 500 orang, ruangan dapur kering, meja pelayanan dan meja kecil. Sejak bulan Juli tahun 2000 –untuk sementara waktu- lantai atas gedung ini digunakan untuk Kantoe Departemen Agama Kota Bekasi.

6.    Gedung Perpustakaan Darul Ulum --2 lantai seluas 620 m2. Gedung ini dilengkapi dengan lemari buku, ruang pelayanan, ruang baca dan ruang perempuan dengan kapasitas kurang lebih 100 orang.

7.    Gedung Muka --yang 2 lantai seluas 1.548 m2 ini lantai atasnya digunakan untuksekretariat yayasan, badan pengelola, Ruang pertemuan Multazam, MUI, BANAS. Sedang ruang–ruang pada lantai bawah digunakan untuk, Kantor ICMI, Sekretariat Ikatan Persaudaraan Haji (IPHI), Kantin, dan beberapa lembaga lain yang menjalin kerja sama dengan Islamic Centre.

8.    Selasar atau Koridor penghubung antar banguna seluas 697 m2, Plaza dan lahan parkir 7.731 m2. Taman dan lahan kosong yang akan direncanakan akan dibangun Gedung Poliklinik. Menara Mesjid yang diberi nama Menara Ir. Widianto. Bangunan Taman kanak-kanak (Islamic Preschool) dan taman bermainnya.

Penggunaan Fasilitas

Secara tetap fasilitas Islamic Centre Bekasi digunakan sebagai tempat ibadah umat Islam, seperti shalat wajib lima waktu, shalat Jum’at, shalat Tarawih, Shalat Idul Fitri, dan Idul Adha. Termasuk kegiatan lainnya seperti : Resepsi Pernikahan, Rapat, pertemuan, dan diklat instansi pemerintah, Seminar, diskusi , ceramah umum, Rapat kerja parpol, Kegiatan lembaga semi pemerintah seperti PKK tingkat regional maupun nasional. Rapat kerja organisasi kemasyarakatan. Penyelenggaraan testing calon karyawan perusahaan. Penampungan atlet olah raga tingkat daerah bahkan persiapan ke tingkat nasional. Tempat transit dan penginapan para siswa dan mahasiswa yang berwisata. Tempat transit menginap para tenaga kerja Indonesia yang baru pulang dari luar negeri, misalnya dari Jepang. Acara Nikah dan Walimatul arusy (resepsi Perkawinan). Dan lain lain.

Pengurus dan Pengelola Islamic Center Bekasi

Berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia

Nomor : C -740.HT.01.02.Th2007 pengurus dan Pengelola Islamic Center Bekasi terdiri dari

Dewan Pendiri

1. H. Suko Martono

2. H. Roesmin

3. KH. Amien Noer, Lc.

4. Drs. H. Dede Satibi

5. Ir. H. Muhammad Imron Zubaidi

6. H. Saady Muchsin

7. Hj. Yayah Zakiyah.

1. Walikota Bekasi

2. Ketua DPRD Kota Bekasi

3. Kepala Kantor Departemen Agama Kota Bekasi

4. Ketua MUI Kota Bekasi

PEMBINA

1. H. Roesmin (Ketua)

2. KH. Amin Noer, Lc

3. Drs. H. Dede Satibi

4. Drs. H. Nur Kamal, MZ, SH

5. H. Saady Muksin

6. Hj. Yayah Zakiyah

PENGAWAS

1. Ir. H. Masri Asyik (Ketua)

2. Ir. HM. Imron Zubaidy (Anggota)

3. KH. Nurul Anwar, Lc (Anggota)

Badan Pengurus

Ketua : H. Suko Martono

Wakil Ketua : Drs. H. Muchtadi Muchtar

Sekretaris : Drs. H. Paray Said, MM, MBA

Wakil Sekretaris : Hj. Ida Solihat

Bendahara : Drs. HR. Herry Koesaeri Sulaiman, MM, MBA

Kabid. Pendidikan Dakwah dan Humas : Dr. KH. Zamakhsyari Abdul Majid, MA

Kabid. Kesejahteraan Sosial : Hj. Atifah Hasan, Lc

Kabid. Usaha : H. Heri Budi Susetyo, SE, MBA

Kabid. Pemberdayaan Potensi Umat : Ir. H. Siswadi, MM, MBA

Kepala : H.A. Zaini Arief

Sekretaris : Drs. Muhammad Khozin

Bidang Sarana dan Prasarana : H. Atjun Suandani

Bidang Perpustakaan : H.E. Priyasuganda

Bidang Kebersihan dan Pertamanan : H. Abdul Rouf Bahrum Hamidi

Kaur Personalia : Iing Nafiuddin

Kaur Umum : Acih Suhaenah

Kaur Keuangan : Henny Widyastuty, S. Ag

Kaur Perlengkapan : Dewi Herdwiyana

Bendahara : Aini Nursyafaah, S. Ag

Foto foto Islamic Center Kota Bekasi

Referensi

* Situs Resmi Islamic Center Bekasi

* Semua foto dari koleksi pribadi penulis

Asal SEO

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done