Islami Pedia: Masjid di Vietnam
News Update
Loading...
Showing posts with label Masjid di Vietnam. Show all posts
Showing posts with label Masjid di Vietnam. Show all posts

Sunday, November 1, 2020

Masjid Al-Noor, Hanoi - Vietnam (bagian 1)

Pintu Gerbang Masjid Al-Noor Hanoi – Vietnam (foto wanhassan953)

Di kota Hanoi, Ibukota Vietnam bersatu paska perang antara Vietnam Utara dan Vietnam Selatan di era 1970-an, berdiri kokoh sebuah bangunan masjid tua bernama Masjid Al-Noor atau lebih dikenal dengan nama Masjid Hanoi / Hanoi Masjid / Hanoi Mosque, ber-alamat di 12 Hang Luoc Street, Hoan Kiem, Hanoi, Vietnam. Masjid yang berdiri di kawasan old French Quarter of Hanoi city ini, tak jauh dari Galaxy Hotel dan Dong Xuan market.

Merujuk kepada Islamicfinder, Masjid Al-Nour merupakan satu satunya masjid di kota Hanoi. Sebagai masjid satu satunya, masjid Al-Noor menjadi sentral syiar Islam di kota Hanoi. Jemaah masjid ini campur baur dari berbagai kalangan termasuk muslim ekspatriat, pegawai kantor kedutaan dan perwakilan Negara sahabat, termasuk Indonesia. Masjid Al-Noor Hanoi di bangun oleh para pedagang dari anak benua India yang berasal dari Bombai, Karachi (Pakistan), dan Kalkuta di sekitar tahun 1930-an.

Lokasi Masjid Al-Noor, Hanoi

Al ? Noor Masjid Mosque Hanoi

Address: 12 Hang Luoc Street

Hoan Kiem Dist, Hanoi, Vietnam

Website : http://www.hanoimasjid.com

Imam : Mieu Abbass: +84 168 282 7822 mieuabbas@gmail.com

Imam : Abdul Salam: +84 913 71 5046 abdulsalam1_us@yahoo.com.

View Al-Noor Masjid, Hanoi - Vietnam in a larger map

Islam in Vietnam

Sejarah Islam di Vietnam tak bisa dilepaskan dari Sejarah Kerajaan Islam Campa yang pernah Eksis di Vietnam. Islam telah datang ke negeri Campa sejak masa Khalifah Usman Bin Affan berkuasa di Madinah, kala itu beliau mengirimkan utusannya ke Campa (kini Vietnam) dan Dinasti Tang di Cina tahun 650.

Namun melihat kondisi muslim di Vietnam saat ini, siapapun akan sangat sulit untuk percaya bahwa negara ini jauh sebelum menjadi negara yang kini kita kenal sebagai Vietnam merupakan sebuah negara Islam bernama Campa yang pengaruhanya begitu kental dengan sejarah Islam di Indonesia.

Migrasi besar besaran terahir muslim Vietnam ke berbagai negara terjadi tahun 1976 seiring dengan terbentuknya negara Republik Sosialis Vietnam paska perang Vietnam yang menyatukan Vietnam utara dan selatan, dan negara baru tersebut beraliran komunis menciptakan atmosfir yang tidak kondusif bagi kehidupan Islam disana. Sekitar 55,000 Muslim Campa hijrah ke Malaysia. 1,750 lainnya ke Yaman, sebagian besar menetap di Taiz.

Mereka yang tetap tinggal di Vietnam sempat kehilangan masjid masjid mereka yang di tutup oleh pihak yang berkuasa meski beberapa sumber menyebutkan mereka lolos dari kekejaman pemerintah komunis. Sampai tahun 1981 pemerintah memperkenankan pendatang ke negeri tersebut untuk berbicara dengan suku suku asli muslim setempat dan menunaikan sholat bersama mereka.

Tahun 1985 komunitas muslim di kota Ho Chi Min City (HCMC) secara khusus sangat beragam selain muslim Campa juga ada muslim Indonesia, Malaysia, Pakistan, Yaman, Oman dan muslim dari kawasan Afrika Utara dengan jumlah mencapai 10 ribu jiwa. Namun demikian, muslim Vietnam relative terkucil dari dunia Islam.

Keterpencilan mereka dipadu dengan rendahnya pemahaman tentang Islam membuat meningkatnya sinkretisasi keislaman mereka. Di bulan Januari 2006 sebuah masjid besar bahkan terbesar di Vietnam dibangun di kota Xuan Loc, Propinsi Dong Nai, sebagian dana pembangunan masjid tersebut atas sumbangan dari donatur yang berasal dari Saudi Arabia.

Masjid Al-Noor di kawasan kota tua Hanoi, disebelah kiri foto tampak menaranya yang tak lazim bagi sebuah menara masjid, lebih mirip sebuah pagoda dibandingkan dengan sebuah menara masjid (foto dari panoramio)

Demografi

Merujuk kepada hasil sensus penduduk bulan April tahun 1999, data pemeluk agama di Vietnam memang cukup mencengangkan, 80.8% penduduk Vietnam tidak beragama, pemeluk agama Budha yang paling tinggi hanya 9.3%, disusul Katholik 6.7%, Hoa Hao 1.5%, Cao Dai 1.1%, Protestan 0.5%, dan Islam yang paling sedikit, hanya 0.1% dari total penduduk Vietnam atau sejumlah 63,146 jiwa.

Dari 63,146 jiwa muslim Vietnam tersebut lebih dari 77% tinggal di wilayah selatan, 34% di Propinsi Ninh Thuan, 24% di Propinsi Binh Thuan, dan 9% di Ho Chi Minh City; sedangkan 22% lainnya tinggal di kawasan delta Sungai Mekong, terutama di Propinsi An Giang. Sisanya hanya 1% Muslim Vietnam yang tinggal di kawasan lainnya di negara tersebut.

Data tadi memberitahuakn perpindahan penduduk Muslim dibandingkan data tahun 1975 yang menjelaskan bahwa lebih menurut 1/2 penduduk Muslim disana tinggal di daerah Delta Sungai Mekong. Dan data modern tahun 1985 disebutkan bahwa terdapat kurang lebih 10 ribu muslim yang tinggal di Kota Ho Chi Min City.

Teras dan bagian dalam masjid Al-Noor Hanoi (foto dari situs resmi hanoimasjid)

Sejarah Masjid Al-Nour Hanoi

Sejak dari permulaan abad ke 19 masehi, para saudagar india dan Pakistan yang berasal dari Bombai, Kalkuta dan Karachi telah mapan di beberapa kota di Vietnam utara dan selata. Di sekitar tahun 1930 jumlah mereka sudah mencapai ribuan di seluruh kawasan Indocina. Mereka membentuk perkumpulan besar dalam menjalankan usaha perdagangan terutama menjual kain dan pertukaran uang.

Mereka ini yang kemudian membuka pasar di Vietnam, berdagang kain katun, sutera hingga batu permata. Toko toko dan gudang mereka berada di jalan jalan utama hampir di semua kota utama Vietnam. Di kota Hanoi mereka tinggal di sekitar “Rue De La Soie” atau Jalan Sutera yang menjadi tempat bagi mereka membeli kain sutera dari para pedangan Cina lalu mengirimnya ke India dan Singapura.

Kelompok pedagang muslim ini rata rata adalah para pedagang sukses yang kaya raya. Mereka yang kemudian membangun Al-Noor di kota Hanoi sekitar tahun 1930-an serta beberapa masjid lainnya di Vietnam Selatan. Kini masjid tua ini tetap ramai jemaah terutama jemaah dari kantor kantor kedutaan Malaysia, Libya, Mesir, Lebanon, Indonesia India, Algeria, Yaman, Iraq, Vietnam, Pakistan, Afghanistan and Bangladesh yang mencapai sekitar 200 jemaah berbaur dengan muslim asli setempat.***

Bersambung ke bagian 2.

Referensi

hanoimuslimtours.com - al-noor-masjid-mosque-hanoi

islamicfinder.org - al-noor masjid

hanoimasjid.com - about the Masjid

vietnammuslimtravel.com – masjid an-noor hanoi

:::Baca Juga Masjid Asean Lainnya:::

Campa, Negara Islam Pertama di Asia Tenggara

Mengenal Masjid Nasional Negara Anggota ASEAN (bagian 1)

Mengenal Masjid Nasional Negara Anggota ASEAN (bagian dua)

Masjid internasional Dubai Phnom Penh ? Kamboja (bagian 1)

Masjid Internasional Dubai Phnom Penh ? Kamboja (bagian dua)

Islam dan Masjid di Kamboja (bagian 1)

Islam dan Masjid di Kamboja (bagian dua)

Masjid Azhar Vientiane, Laos

Masjid Jami? Vientiane, Laos

Islam dan Masjid di Laos (bagian 1)

Islam & Masjid pada Laos (bagian 2)

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien ? Brunei Darussalam (Bagian 1)

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien ? Brunei Darussalam (Bagian 2)

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien ? Brunei Darussalam (Bagian tiga)

Masjid Negara, Kuala Lumpur - Malaysia

Masjid Sultan Singapura ? Singapore

Masjid Al-Dahab Manila ? Filipina

Masjid Al-Noor, Hanoi – Vietnam (Bagian 2)

Masjid Al-Noor Hanoi – Vietnam (foto wanhassan953)

Pengurus Masjid Al-Noor - Hanoi

Pengurus masjid Al-Noor Hanoi disebut sebagai Mosque Management Committee terdiri dari lima perwakilan Kedutaan dan diketuai oleh salah satu dari mereka, seperti contoh ditahun 2001 Management Committee masjid Al-Noor terdiri dari Kedutaan Besar Mesir, Libya, Indonesia, Algeria dan Iraq. Keseluruhan kedutaan negara Islam yang ada di Hanoi akan mendapatkan giliran sebagai Management Committee ditahun yang berbeda beda.

Masjid Al-Noor saat ini adalah Imam Abdul Salam dan Mieu Abbas. Abdul Salam adalah lulusan bidang bahasa Arab dan Studi Islam di Libya, sedangkan Mieu Abbas adalah juga sarjana bidang Bahasa Arab dan Studi Islam, Islamic Call Libya tahun 2008.

Arsitektural Masjid Al-Noor Hanoi

Melihat bentuk bangunan masjid Al-Noor Hanoi ini memang tak kan menyangkan bahwa bangunan ini adalah masjid, apalagi bentuk menara nya yang memang mirip sebuah pagoda itu. Namun keraguan akan pupus dengan nama yang jelas ditulis di gerbang masjid ini. di gerbang Masjid ini ditulis namanya dalam tiga bahasa, paling atas menggunakan bahasa dan aksara Arab, Bahasa Inggris dan Bahasa Vietnam.

Gerbang sederhana dengan warna putih senada dengan warna pagar dan keseluruhan bangunannya. Bangunan utama masjid ini tidak telalu besar, gaya kolonial Eropa terlihat pada penggunaan pilar pilar bundar dari beton di teras depan masjid. Juga pilar pilar beton bundar di dalam masjid. Bentuk lengkung menghubungkan masing masing pilar, lengkungan juga dipakai pada bentuk jendela dan pintu kaca masjid ini.

Masjid Al-Noor Hanoi, Vietnam (foto dari herususetyo)

Lantai masjid ini ditinggikan hingga tiga anak tangga dari permukaan tanah disekitarnya. Mihrab dan mimbar di dalam masjid ini juga dibuat sederhana. Mimbar nya berbentuk ceruk setengah lingkaran, gaya khas Mughal. Sedangkan mimbarnya hanya berupa tangga dengan tiga undakan, sedangkan keseluruhan permukaan lantai bagian dalam ditutup dengan karpet dan sajadah.

Kunjungan Wisata

Masjid Al-Noor Hanoi terbuka bagi siapa saja yang hendak berkunjung kesana baik muslim maupun non muslim, saat peribadatan berlangsung sekalipun, selama tidak mengganggu. Panduan jelas telah disiapkan di pintu masuk oleh pengurus masjid untuk memandu pengunjung terutama bagi non muslim, termasuk tata cara berpakaian, tata krama masuk ke masjid, tata krama selama berkunjung sampai meninggalkan lokasi. Pengurus masjid ini pun sangat terbuka untuk memandu dan menemani siapa saja yang berkunjung kesana.

Bagi pengunjung muslim sudah ditetapkan dengan jelas bahwa iqomah akan dikumandangkan 10 menit setelah azan, terlambat dari waktu itu sudah harus bersiap untuk masbuk atau bahkan ketinggalan sholat berjamaah di jemaah utama. Saking terbukanya, pengurus masjid ini bahkan dengan terbuka mencantumkan nomor telepon dan alamat email masing masing imamnya. Selain terbuka untuk di kontak melalui telepon maupun email, tentus saja pengurus masjid sangat terbuka untuk menerima donasi baik langsung saat berkunjung ataupun transfer rekening.***selesai***

Kembali ke Bagian 1

Referensi

hanoimuslimtours.com - al-noor-masjid-mosque-hanoi

islamicfinder.org - al-noor masjid

hanoimasjid.com - about the Masjid

vietnammuslimtravel.com – masjid an-noor hanoi

:::Baca Juga Masjid Asean Lainnya:::

Masjid Al-Noor Hanoi, Vietnam (bagian 1)

Campa, Negara Islam Pertama di Asia Tenggara

Mengenal Masjid Nasional Negara Anggota ASEAN (bagian 1)

Mengenal Masjid Nasional Negara Anggota ASEAN (bagian 2)

Masjid internasional Dubai Phnom Penh – Kamboja (bagian 1)

Masjid Internasional Dubai Phnom Penh – Kamboja (bagian 2)

Islam dan Masjid di Kamboja (bagian 1)

Islam dan Masjid di Kamboja (bagian 2)

Masjid Azhar Vientiane, Laos

Masjid Jami’ Vientiane, Laos

Islam dan Masjid di Laos (bagian 1)

Islam dan Masjid di Laos (bagian 2)

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien – Brunei Darussalam (Bagian 1)

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien – Brunei Darussalam (Bagian 2)

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien – Brunei Darussalam (Bagian 3)

Masjid Negara, Kuala Lumpur - Malaysia

Masjid Sultan Singapura – Singapore

Masjid Al-Dahab Manila – Filipina

Saturday, October 31, 2020

The Central Mosque Ho Chi Minh City - Vietnam

The Central Mosque Ho Chi Minh City – Vietnam (foto dari vietnammuslimtours.net)

Ho Chi Minh City disingkat menjadi HCMC, dulunya bernama Saigon, adalah kota terbesar di Negara Vietnam. Sebelum unifikasi Vietnam 2 Juli 1976, ketika negara ini masih terpecah menjadi Vietnam Utara dan Vietnam Selatan, Saigon merupakan Ibukota Vietnam Selatan. Saigon dan wilayah selatan Vietnam lainnya, merupakan bekas dari wilayah kerajaan Islam Campa yang pernah berkuasa di Vietnam. Namun Vietnam kini sama sekali berbeda dengan masa kejayaan Kerajaan Islam Campa yang merupakan Negara Islam pertama di Asia Tenggara.

Nama Ho Chi Minh diresmikan menggantikan nama Saigon pada tahun 1976, sebagai bentuk penghormatan kepada Ho Chi Minh (1890-1969) yang merupakan tokoh revolusi dan negarawan Vietnam, mantan perdana menteri (1954) dan juga mantan presiden Vietnam Utara (1954-1969). Sejak unifikasi Vietnam 2 Juli 1976, negara ini secara resmi menjadi Republik Sosialis Vietnam yang beraliran Komunis. Meski begitu ada beberapa masjid yang dapat di jumpai di HCMC dan beberapa kota lainnya di negara ini.

Serambi Masjid Central Mosque HCMC (foto dari hazis.wordpress.com)

Berita menariknya adalah bahwa pada tahun 2006 lalu Vietnam baru meresmikan masjid terbesar di Negara itu di kota Xuan Loc, propinsi Dong Nai yang dibangun atas bantuan dari pemerintah Saudi Arabia. Di kota HCMC sendiri terdapat 12 (dua belas) masjid, diantara masjid masjid tersebut adalah The Central Mosque HCMC, di jalan Dong Du Street bersebelahan dengan Hotel Sheraton.  Masjid tua ini dibangun sekitar tahun 1935 oleh dan untuk muslim dari India selatan yang tinggal di HCMC namun kini masjid ini terbuka untuk semua muslim termasuk muslim dari Indonesia, Malaysia dan lainnya.

The Central Mosque Ho Chi Minh City

66 Dong Du Street, Dist 1

Ho Chi Minh City, Vietnam

Tel: 84 8 3824 2903

View Nhà Hàng Indian Mosque in a larger map

Catatan Sejarah The Central Mosque HCMC

Masjid ini aslinya bernama Masjid Al-Jami’a Al-Muslimin atau Dong Du Mosque, namun lebih dikenal sebagai The Central Mosque Ho Chi Minh City. Masjid tua yang berdiri megah di pusat kota Ho Chi Minh City di selatan negara Vietnam yang beraliran komunis. Selesai dibangun tahun 1935 oleh para pedagang dari India yang menjalankan bisnis diwilayah tersebut. Namun kemudian kebanyakan dari mereka pergi dari Vietnam selama berkecamuknya perang dunia kedua.

Kini, kawasan disekitar masjid ini kini dipadati oleh gedung gedung tinggi di Jalan Dong Du, salah satunya adalah gedung hotel Sheraton yang berdiri tepat disebelah masjid ini. Pembangunan masjid ini dulunya menghabiskan dana sekitar 10.5 juta Dong atau kira kira setara dengan US$ 5700 dolar atau sekitar Rp.560 juta Rupiah. Mengingat pembangunannya di tahun 1935 itu artinya masjid ini dibangun semasa penjajahan Prancis di Vietnam. Namun kemudian di renovasi pada saat Vietnam Selatan berada di bawah kendali Amerika Serikat, pada era 1970-an.

Exterior masjid Central Mosque HCMC (berdasarkan berbagai asal)

Masjid ini merupakan salah satu dari dua belas masjid yang ada di kota HCMC. Namun demikian dari segi ukuran, The Central Mosque HCMC, merupakan masjid terbesar di HCMC. Meski dibangun oleh muslim India, kini masjid ini dibanjiri oleh muslim dari berbagai bangsa yang ada di kota HCMC termasuk muslim dari Indonesia dan Pakistan.

Lokasinya yang berada di pusat bisnis kota HCMC tak mengerankan bila masjid ini menjadi tujuan utama bagi muslim di kawasan tersebut. Tak jauh dari masjid juga berjejer beberapa rumah makan halal yang dikelola oleh muslim dari Turki, Malaysia dan India. Di depan masjid ini bahkan berjejer pedagang yang menjajakan makanan halal. Sementara beberapa restoran halal yang tadi disebut berada di seberang masjid ini termasuk rumah makan yang menawarkan makanan halal khas Vietnam.

Di dalam Masjid Central Mosque HCMC

Keseluruhan dana buat membiayai seluruh kegiatan masjid ini ditanggung sendiri sang pengurus menggunakan mengandalkan bantuan yg masuk ke kotak amal pada masjid. Termasuk di dalamnya untuk membayar tagihan listrik & air sampai membayar honor pegawai yang bekerja di masjid ini.

Berbahasa Melayu

Untuk muslim Indonesia ataupun Malaysia tidak terlalu bermasalah dengan bahasa saat berkunjung ke masjid ini ataupun beberapa rumah makan yang ada disekitar masjid karena pengurus masjid ini meski asli Vietnam rata rata mampu berbahasa Melayu dengan baik walaupun dalam dialek yang sedikit aneh. Apalagi ada rumah makan yang dengan jelas menuliskan nama dan menunya dalam bahasa Melayu. Di belakang masjid ini juga terdapat rumah makan halal yang menyediakan berbagai aneka makanan halal.

Suasana Idul Fitri di Masjid Central Mosque HCMC (dikompilasi dari foto milik VEVE)

Imam dan pengurus masjid ini menjelaskan bahwa rata rata muslim kamboja dan Vietnam bisa berbahasa Melayu karena memang mereka mempelajarai bahasa Melayu dengan alasan mempermudah urusan bisnis ataupun sebagai persiapan bagi mereka bila suatu hari akan melanjutkan pendidikan ke Malaysia ataupun ke Indonesia.

Dan faktanya bahasa Melayu memang mudah buat mereka pelajari & menularkan kemampuan berbahasa Melayu tadi ke kaum kerabat mereka. Adalah sahih apa yg diklaim pada catatan sejarah bahwa bahasa Melayu adalah lingua-franca pada tempat Asia Tenggara lantaran memang gampang dipelajari dan sudah dipakai sang berbagai etnis pada tempat ini.

Di dalam masjid Central Mosque HCMC (foto dari tvsmith.my)

Arsitektural The Central Mosque HCMC

Bangunan masjid ini dapat disebut sebagai salah satu bangunan terindah di HCMC dan merupakan salah satu masjid tertua disana. Dibangun dalam bentuk bangunan tradisional muslim India lengkap dengan menara tingginya yang ramping dan menjulang di empat sudut masjid. Bangunan utamanya dilengkapi dengan serambi dan halaman yang cukup lega.

Menariknya tempat wudhu di masjid ini disediakan dalam bentuk kolam segi empat yang cukup besar. Masjid dengan kapasitas mencapai 350 jemaah di ruang utamanya ini tak mampu menampung jemaah di saat sholat hari raya. Suasana masjidnya cukup nyaman ditengah teriknya kota HCMC. Veranda yang teduh ditambah dengan lantai batunya yang adem memberi suasana nyaman untuk istirahat bahkan untuk tidur siang sekalipun.

Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini telah menjadi salah satu objek wisata menarik di kota HCMC. Pengurus masjid ini mempersilahkan para pengunjung non muslim sekalipun untuk datang berkunjung tapi tentu saja dengan mematuhi aturan dan tatakrama berkunjung ke masjid.

Referensi

gulfnews.com - 80-year-old-mosque-in-the-heart-of-communist-stronghold

saigonmuslimtours.com  - Mosques in Ho Chi Minh City

myhochiminhhotels.com  - Sanctuary and Tourist Site at the Central Mosque

------------------------

:::Baca Juga Masjid Asean Lainnya:::

Masjid Al-Noor Hanoi, Vietnam (bagian 1)

Masjid Al-Noor Hanoi, Vietnam (bagian dua)

Campa, Negara Islam Pertama di Asia Tenggara

Mengenal Masjid Nasional Negara Anggota ASEAN (bagian 1)

Mengenal Masjid Nasional Negara Anggota ASEAN (bagian dua)

Masjid internasional Dubai Phnom Penh ? Kamboja (bagian 1)

Masjid Internasional Dubai Phnom Penh ? Kamboja (bagian dua)

Islam & Masjid di Kamboja (bagian 1)

Islam dan Masjid pada Kamboja (bagian 2)

Masjid Azhar Vientiane, Laos

Masjid Jami? Vientiane, Laos

Islam & Masjid di Laos (bagian 1)

Islam dan Masjid pada Laos (bagian dua)

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien ? Brunei Darussalam (Bagian 1)

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien ? Brunei Darussalam (Bagian dua)

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien ? Brunei Darussalam (Bagian tiga)

Masjid Negara, Kuala Lumpur - Malaysia

Masjid Sultan Singapura ? Singapore

Masjid Al-Dahab Manila ? Filipina

Asal SEO

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done