Islami Pedia: Masjid di Slovenia
News Update
Loading...
Showing posts with label Masjid di Slovenia. Show all posts
Showing posts with label Masjid di Slovenia. Show all posts

Sunday, May 10, 2020

Islam di Slovenia

Lokasi Slovenia

Slovenia, menyandang nama resmi sebagai Republika Slovenija, merupakan keliru satu Negara Republik pada Eropa tengah yg merupakah galat satu Negara pecahan dari Republik Federasi Yugoslavia, yang lalu mendirikan Negara merdeka di tahun 1991 sesudah hampir sepanjang abad 2 puluh sebagai bagian menurut Republik federasi tadi. Slovenia merupakan Negara pertama yg menyatakan kemerdekaannya seiring dengan runtuhnya Federasi Yugoslavia. Semasa masih bergabung dalam Republik Federasi Yugoslavia, Slovenia merupakan wilayah federasi yang berada paling utara.

Meski wilayah Negara ini tidak terlalu luas namun memilki hampir semua ciri landscap geografi Negara Negara Eropa termasuk di dalamnya  daerah Alpen, karstic Dinaric Alps, dataran rendah dan perbukitan Pannonian dan Danubian lowlands hingga ke pantai mediterania (laut tengah), Negara dengan pemandangan alam yang cukup indah.

Slovenia berbatasan dengan Ausria disebelah utara, Hongaria disebelah timur, Kroasia disebelah selatan dan Italia disebelah baratnya. Wilayah Slovenia memiliki sejarah panjang sebagai daerah pegunungan yang mudah dilalui sebagai lintasan yang menghubungkan kawasan mediterania dan wilayah transalpine dan kini telah dibangun terowongan menembus kawasan pegunungan tersebut[i].

Kemerdekaan Slovenia

Republik Slovenia memisahkan diri dari Republik Federasi Yugoslavia dan menyatakan kemerdekaannya pada tanggal 25 Juni 1991, diterima sebagai anggota PBB pada tanggal 22 Mei 1992 dan diterima sebagai anggota Uni Eropa pada tanggal 1 Mei 2004[ii]. Dibidang pertahanan, Slovenia bergabung dengan organisasi fakta pertahanan atlantik utara (NATO).

Muslim Slovenia saat masih memakai masjid ad interim yg pada lantai dasar bangunan bertingkat pada Ljubljana.

Seiring dengan kemerdekaannya, Slovenia mengalami perkembangan ekonomi yang sangat pesat dan mengundang gelombang imigrasi dari Negara Negara tetangganya, terutama dari Bosnia & Herzegovina yang justru pada saat itu sedang mengalami nestapa kemanusiaan paling brutal sepanjang sejarah manusia abad modern.

Agama agama di Slovenia

Ensyclopaedia Britannica menyebutkan bahwa suku slavia yang merupakan mayoritas etnis di Slovenia telah memeluk ajaran Kristen sejak abad ke 8 masehi. Otoritas katholik dan pengaruhnya yang cukup kuat kemudian melemah pada saat terjadi pergerakan dari kelompok Katholik konservatif di tahun 1945 dan kemudian kehidupan beragama di Negara itu semakin melemah seiring dengan komunis yang mulai berkuasa dan terjadi akselesari industrialisasi dan konsumerisme,

Di awal abad ke 21 sekitar 3/5 dari orang Slovenia menganut agama Katholik Roma, turun dari 4/5 dibandingkan era 1990-an. Masuknya imigran Muslim dan Kristen Ortodok ke Slovenia pada tahun 1970-an menyusul kemudian di era 1990-an semakin mengubah komposisi penganut agama di Slovenia, Gereja gereja Krosten Ortodok pun berdiri di Ljubljana dan daerah tenggara Slovenia. Namun demikian, cukup menarik bahwa sebagian besar penduduk Slovenia enggan menyatakan agama yang mereka anut pada sensus yang dilakukan tahun 2002 lalu, banyak dari mereka menyatakan bahwa agama adalah hal yang sensitif.

Merujuk kepada Wikipedia, berdasarkan sensus tahun 2002, dari sekitar 2 juta penduduk Negara itu, 57.8% penduduk Slovenia menganut ajaran Katholik Roma, jumlah tersebut turun cukup drastis dibandingkan dengan data tahun 1991 dimana 71.6% penduduk Negara tersebut mengaku sebagai penganut Katholik Roma, menunjukkan penurunan rata rata 1% setiap tahunnya.

Foto lama masjid di Log pod Mangarton, dibangun masa perang dunia pertama oleh pasukan invantri Bosnia & Herzegovina. Masjid ini sudah tidak ada lagi, diduga sudah diruntuhkan tak lama setelah perang berahir atau hancur selama perang, mengingat Bosnia & Herzegovina kala itu tergabung dalam koalisi yang menderita kekalahan dalam perang tersebut.

Islam merupakan agama terbesar kedua yang dianut oleh penduduk Slovenia dengan rasio mencapai 2.4% sebagian besar dari etnis Bosnia & Herzegovina. Disusul kemudian oleh penganut Kristen Ortodok mencapai 2.2% dari total populasi sebagian besar dianut oleh etnis Serbia dan Makedonia.

Dalam jumlah yang lebih kecil, agama Kristen Protestan juga dinaut oleh sekitar 1% penduduknya dan juga sejumlah kecil penganut Yahudi memiliki sejarah keberadaannya di Slovenia termasuk juga penganut Yudaisme yang tingal di Ljubljana.

Islam di Slovenia

Menurut Ensyclopaedia Britannica, kebanyakan populasi muslim Slovenia yang merupakan penganut agama terbesar kedua dinegara itu sejak awal abad ke 21 tinggal di ibukota Negara, Ljubljana.

Data Wikipedia[iii] menyebutkan, ditahun 2014, muslim di Slovenia mencapai 48,266 jiwa atau setara dengan 2.4% dari keseluruhan penduduk Negara itu. Sebagian besar muslim disana berasal dari etnis Bosnia, Herzegovina, Kosovo dan ernis slavia lainnya.

Muslim di Negara itu bernaung dibawah komunitas muslim yang dipimpin oleh seorang Mufti, saat ini dijabat oleh Nedžad Grabus. Muslim di Slovenia ditambah lagi dengan para pekerja migran dari berbagai Negara Asia meskipun jumlah mereka tidak diketahui secara pasti dan mereka tidak di data dalam sensus karena bukan warga Negara Slovenia.

Masjid dan Pusat Kebudayaan Islam Ljubljana, Slovenia, masjid satu satunya di Slovenia. dibangun oleh komunitas muslim Slovenia dibantu oleh pemerintah Qatar.

Masjid di Slovenia berdiri setelah perjuangan 40 tahun.

Dalam sejarahnya, Slovenia pernah memiliki masjid permanen dan cukup megah di Log pod Mangartom, sebuah desa di barat laut Slovenia. Masjid tersebut dibangun oleh resimen infantri ke-4 Bosnia-Herzegovia semasa perang dunia pertama dan kemungkinan besar hancur tak bersisa semasa perang dunia tersebut, ataupun diruntuhkan segera setelah perang berahir.

Upaya pembangunan masjid di Negara ini yang diupayakan oleh kaum muslimin disana mendapatkan tantangan yang cukup keras baik dari sebagian masyarakat nya yang mayoritas merupakan penganut Katholik maupun dari para politikus dan birokrat.

Pembangunan masjid di Slovenia ini bahkan menjadi salah satu issue panas di parlemen hingga berkali kali terjadi penolakan terhadap proposal untuk pembangunan masjid, sampai kemudian angin perubahan berhembus manakala Zoran Jankovic dilantik menjadi walikota Ljubljana, beliau yang kemudian membantu komunitas muslim disana mendapatkan izin pembangunan sekaligus juga menawarkan lokasi pembangunan masjid tersebut.

Di pusat kota dan di tahun 2008 komunitas muslim Slovenia setuju untuk membeli lahan yang ditawarkan bagi pembangunan masjid dimaksud. Upacara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Ljubljana dilakukan ditahun 2015 dan pembangunan nya selesai tahun 2018 yang lalu.***

------------------------------------------------------------------

Follow & Like akun Instagram kami di@masjidinfo dan@masjidinfo.id

🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.

------------------------------------------------------------------

Baca Juga

Masjid Istiklal Indonesia di Bosnia & Herzegovina

Masjid Islamic Centre Wina, Austria

Masjid Agung Roma – Italia

Islamic Center Zagreb – Kroasia (Bagian-3)

Islamic Center Zagreb – Kroasia (Bagian-2)

Islamic Center Zagreb – Kroasia (Bagian-1)

Referensi

[i] https://www.britannica.com/place/Slovenia

[ii] https://en.wikipedia.org/wiki/Slovenia

[iii] https://en.wikipedia.org/wiki/Islam_in_Slovenia

Masjid Ljubljana, Slovenia

Berdiri megah dengan satu menara sederhana, Masjid Ljubljana menjadi masjid pertama dan satu satunya pada era modern Slovenia.

Slovenia, salah satu Negara Republik di Eropa tengah yg merupakah salah satu Negara pecahan berdasarkan Republik Federasi Yugoslavia, yg kemudian mendirikan Negara merdeka pada tahun 1991 seiring menggunakan runtuhnya Negara federasi yang didirikan sang Josep Bros Tito tadi. Slovenia berbatasan menggunakan Austria disebelah utara, Hongaria disebelah timur, Kroasia disebelah selatan dan Italia disebelah baratnya.

Republik Slovenia memisahkan diri dari Republik Federasi Yugoslavia dan menyatakan kemerdekaannya pada tanggal 25 Juni 1991, diterima sebagai anggota PBB pada tanggal 22 Mei 1992 dan diterima sebagai anggota Uni Eropa pada tanggal 1 Mei 2004[i]. Dibidang pertahanan, Slovenia bergabung dengan organisasi fakta pertahanan atlantik utara (NATO).

Islam adalah agama dengan penganut terbesar kedua di Slovenia dengan penganut mencapai hampir 50 ribu jiwa atau setara dengan 2,4%. Mayoritas penduduk Slovenia menganut agama Katholik, sebagian besar Muslim Slovenia berasal dari etnis Bosnia & Herzegovina, Kosovo dan etnis Slavia lainnya.

Gambar rancangan artis masjid Ljubljana.

Masjid di Slovenia berdiri setelah perjuangan 40 tahun.

Dalam sejarahnya, Slovenia pernah memiliki masjid permanen dan cukup megah di Log pod Mangartom, sebuah desa di barat laut Slovenia. Masjid tersebut dibangun oleh resimen infantri ke-4 Bosnia-Herzegovia semasa perang dunia pertama dan kemungkinan besar hancur tak bersisa semasa perang dunia tersebut, ataupun diruntuhkan segera setelah perang berahir.

Muslim Slovenia terutama yang tinggal di ibukota Negara tersebut ahirnya memiliki sebuah masjid di ibukota Negara setelah menanti selama 40 tahun sejak pertama kali petisi dikirimkan ke pemerintah untuk pembangunan tempat ibadah bagi muslim Slovenia di Ibukota Negara.

Empat dekade bukanlah waktu yang sebentar, namun penantian dengan penuh kesabaran itu ahirnya membuahkan hasil, masjid yang di impi impikan itu kini berdiri megah dalam arsitektur kontemporer modern tanpa kehilangan ciri utamanya sebagai masjid. Masjid di Ibukota Negara Slovenia itu berdiri di bekas lahan industri.

I slamska skupnost v republiki Sloveniji

Grablovičeva ulica 14, 1000 Ljubljana, Slovenia

islamska-skupnost.si

Setelah penantian yang begitu lama, wajar bila upacara peletakan batu pertama pembangunan masjid ini pun dihadiri ribuan muslim Slovenia. Upacara resmi tersebut turut dihadiri oleh anggota lembaga kepresidenan Bosnia & Herzegovina Bakir Izetbegovic, Presiden dari pemerintahan Slovenia Alenka Bratušek, Mantan Presiden Slovenia Danilo Turk, Walikota Ljubljana Zoran Jankovic, mufti komunitas muslim di Bosnia & Herzegovina Hussein Kavazovic dan mufti Ljubljana Nedzad Grabus.

Proyek pembangunan masjid dan Islamic center di Ljubljana ini tentu saja menjadi catatan sejarah baru bagi Slovenia dan hubungan antara kedua Negara Slovenia dan Bosnia & Hezegovina yang keduanya sama sama Negara pecahan Federasi Yugoslavia. Dan menjadi sejarah baru bagi toleransi beragama di Slovenia dimana komunitas muslim merupakan minoritas berbanding terbalik dengan tetangganya, Bosnia & Herzegovina.

Sejak tahun 1969

Upaya untuk membangun Islamic Cultural Center di Ljubljana berawal di tahun 1969[ii], saat itu pengajuan izin pembangunan masjid diajukan ke pemerintah Slovenia oleh Sulejman Kemurato, selaku ketua komunitas muslim di Ljubljana. Namun perkembangan selanjutnya muslim disana kesulitan untuk memenuhi semua perizinan pembangunan ditambah lagi dengan kesulitan mendapatkan lahan untuk pembangunannya.

Masjid dan juga pusat kebudayaan Islam Ljubljana, Slovenia.

Masalah administrasi, birokrasi hingga perundang undangan menjadi ganjalan bagi harapan muslim disana untuk memiliki masjid. Proposal pembangunan –nya tertahan di para pejabat lokal yang enggan meluluskan proposal tersebut, dan sebagian dari mereka melakukan upaya referendum untuk pemungutan suara atas rencana pembangunan masjid tersebut.

12,000 orang turut berpartisipasi menandatangani petisi tersebut. Namun petisi itu kemudian di anulir oleh Mahkamah Konstitusi Slovenia yang menyebut hal tersebut telah melanggar konstitusi di ranah kebebasan beragama di Slovenia.

Penolakan terhadap pembangunan masjid di Negara ini cukup keras, mengakibatkan muslim Slovenia harus melaksanakan sholat berjamaah di fasilitas fasilitas public termasuk gedung olahraga. Upaya referendum terahir untuk menolak pembangunan masjid ini dilakukan oleh Michael Jarc salah satu anggota dewan kota yang berupaya menggalang referendum kembali untuk menolak pembangunan masjid tersebut[iii]

Kabar baik berhembus manakala Zoran Jankovic dilantik menjadi walikota Ljubljana, beliau yang kemudian membantu komunitas muslim disana mendapatkan izin pembangunan sekaligus juga menawarkan lokasi pembangunan masjid tersebut di pusat kota dan di tahun 2008 komunitas muslim Slovenia setuju untuk membeli lahan yang ditawarkan bagi pembangunan masjid dimaksud.

Di Bulan November dilakukan upacara peletakan batu pertama pembangunan masjid Ljubljana dalam sebuah upacara yang mengharu biru. Dan keseluruhan pembangunan masjid tersebut selesai di tahun 2018 menghabiskan dana sekitar 12 juta euro setara dengan US$15.9 juta Dolar.

Masjid Ljubljana dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung termasuk perpustakaan, aula, ruang kelas hingga perumahan bagi Imam dan para pegawai pengurusnya.

Secara keseluruhan dana pembangunan masjid dan Islamic cultural center Slovenia ini bersumber dari para komunitas muslim dan pengusaha muslim Slovenia, masyarakat muslim Bosnia & Herzegovina menyumpang sebesar €5 jura Euro dan pemerintah Qatar mengucurkan bantuan sebesar €15 juta Euro[iv].

Arsitektur Masjid Ljubljana

Meski secara umum bentuk masjid Ljubljana ini nyaris sama sekali tidak mirip dengan bangunan masjid yang kita kenal pada umumnya. Bangunan utamanya berbentuk kubus seperti bangunan Ka’bah dengan konstruksi dan rancangan modern.

Satu satunya penanda yang terlihat dari luar apalagi dari kejauhan yang menandakan bahwa bangunan ini adalah masjid adalah sebatang menaranya setinggi 40 meter[v] yang memang dibangun sedikit lebih tinggi dari bangunan utamanya. Meski bentuk menaranya pun tidak seperti bangunan menara yang biasa kita kenal.

Di bagian interiornya baru menampilkan utuh sebagai sebuah masjid. Masjid Ljubljana dilengkapi dengan beberapa bangunan pendukung sesuai dengan fungsinya yang juga menjadi pusat kebudayaan Islam di Slovenia, termasuk di dalamnya gedung perpustakaan, ruang ruang kelas, aula, perkantoran, dan tempat tinggal bagi imam dan pengurus masjid***.

------------------------------------------------------------------

Follow & Like akun Instagram kami di@masjidinfo dan@masjidinfo.id

🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.

------------------------------------------------------------------

Baca Juga

Masjid Istiklal Indonesia di Bosnia & Herzegovina

Masjid Islamic Centre Wina, Austria

Masjid Agung Roma – Italia

Islamic Center Zagreb – Kroasia (Bagian-3)

Islamic Center Zagreb – Kroasia (Bagian-2)

Islamic Center Zagreb – Kroasia (Bagian-1)

Referensi

[i] https://en.wikipedia.org/wiki/Slovenia

[ii] http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/13/10/09/mudtnu-alhamdulillah-muslim-slovenia-bangun-masjid-pertama

[iii] http://www.mediterraneaonline.eu/the-mosque-of-ljubljana

[iv] https://qatarfund.org.qa/en/the-opening-of-the-first-mosque-with-the-contribution-of-qatar-in-slovenia/

[v] http://www.rtvslo.si/news-in-english/building-contractor-picked-ljubljana-to-get-a-mosque-in-2018/363137

Asal SEO

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done