Islami Pedia: Masjid di Rusia
News Update
Loading...
Showing posts with label Masjid di Rusia. Show all posts
Showing posts with label Masjid di Rusia. Show all posts

Friday, September 18, 2020

Masjid Akhmad Kadyrov, Simbol Kebangkitan Chechnya Dari Kehancuran Perang

Masjid Akhmad Kadyrov di pusat kota Grozny, ibukota Chehnya. Saya fikir kita sepakat akan keindahan Masjid ini. wajar bila kemudian digelari sebagai "The Hearth Of Chechnya" (Foto darirussiatrek.org)

Grozny, Ibukota Republik Chechnya, sebuah Negara bagian Federasi Russia yang secara umum dikuasai penduduknya beragama Islam. Kota Grozny menerima hadiah berdasarkan PBB sebagai kota menggunakan perkembangan tercepat pada bumi. Melihat ke belakang, paska perang antara pejuang kemerdekaan Chechnya melawan pasukan merah Rusia yang berahir di tahun 2003, kota Grozny bagai bangkit dari kubur. Perang yg timpang itu tak menyisakan apapun pada kota Grozny selain puing kehancuran, kota ini dibangun kembali bukan berdasarkan titik nol berdasarkan akan tetapi pada titik minus, persis misalnya Tokyo, Hiroshima & Nagasaki pada Jepang yang dibangun balik berdasarkan kehancuran paska perang di tahun 1945.

Di pusat kota metropolitan Grozny sekarang berdiri sebuah masjid Nasional nan megah dengan nama Masjid Akhmad Kadyrov, nama yg pastinya terdengar asing ditelinga kebanyakan orang Indonesia. Nama masjid ini diambil dari nama mendiang Presiden & Tokoh spiritual Chechen yang terbunuh pada tahun 2004 kemudian. Beliau jua adalah ayah berdasarkan presiden Chechnya ketika ini, Ramzan Kadyrov yang meresmikan Masjid Akhmad Kadyrov pada tanggal 17 Oktober 2008.

Lokasi Masjid Akhmad Kadyrov

Masjid Akhmad Kadyrov berdiri megah di ujung jalan Putin Avenue pada pusat kota Grozny. Putin Avenue ?. Familiar dengan nama itu, yups nama jalan itu memang diambil menurut nama perdana menteri & pernah pula sebagai presiden Rusia, Vladimir Putin. Nama jalan itu diberikan sang presiden Chechnya Ramzan Kadyrov yang memang disebut sebut mempunyai hubungan sangat dekat dekat orang angka satu di pemerintahan Federasi Rusia itu.

Tentang Masjid Akhmad Kadirov

Masjid Akhmad Kadyrov dibangun berkapasitas 10 ribu jemaah di atas huma seluas 14 hektar, lengkap menggunakan taman yang luasm menjadikannya menjadi galat satu masjid terbesar di Eropa. Masjid Nasional Chechen ini jua dikenal sebagai ?The Heart of Chechnya?. Sebelum diresmikan sempat jua dinamai dan disebut sebagai Grozny Central Dome Mosque atau Grozny Central Mosque. Sampai ahirnya dinamai Masjid Akhmad Kadyrov.

Masjid Akhmad Kadyrov dari sudut yang sama di waktu yang berbeda. Berdiri megah gedung jangkung di belakang masjid ini merupakan bagian dari proyek pembangunan kembali kota Grozny paska perang (Foto dari russiatrek.org)

Pembangunannya dimulai tahun 2006, & terselesaikan di tahun 2008 menghabiskan dana kurang lebih US$20 juta dolar, adalah bagian menurut Islamic Center, lengkap menggunakan Badan Urusan Agama Islam, Institut Agama Islam, Gedung Madrasah, Perpustakaan, hotel, sampai dormitory (asrama) bagi mahasiswa. Masjid Akhmad Kadirov diresmikan sang Presiden Chechnya, Ramzan Kadyrov pada hari Jum?At tanggal 17 Oktober 2008.

Upacara peresmian tersebut turut dihadiri oleh Vladimir Putin, duta besar Turky serta perwakilan  dari berbagai Negara sahabat. Sehari sebelum peresmian, Presiden Ramzan Kadyrov bersama Vladimir Putin meninjau masjid ini. Peresmian masjid tersebut dilaksanakan dalam sebuah upacara yang cukup meriah dihadiri ribuan muslim Chechnya dari berbagai pelosok negeri.

Vladimir Putin dan Ramzan Karymov saat meninjau masjid Akhmad Kadyrov 16 Oktober 2008 sehari sebelum peresmian (foto dari reuters)

Masjid Akhmad Kadyrov memang cukup menarik perhatian media internasional, wajar bila pemberitaan tentangnya juga cukup gencar di media massa. Di situs youtube pun ada begitu banyak rekaman terkait masjid ini, saya petikkan salah satunya untuk anda berikut ini, video liputan seputar masjid ini oleh reporter Chrystal Callahan berjudul Heart of Chechnya / Grozny's Central Mosque di situs vimeo.com dan youtube.com. Ada video lainnya seperti Massive mosque opens in Chechnya, New Mosque in Grozny, dan Aerial Mosques "Heart of Chechnya in Grozny.

Masjid megah ini dibangun oleh kontraktor Turki di ilhami berdasarkan bentuk masjid Biru pada Istabul, Turky lengkap dengan empat menara setinggi 62 meter, sama persis misalnya menara pada masjid Biru Istanbul. Saat peresmian, Presiden Ramzan Karymov dalam sambutannya menyampaikan bahwa ?Pembangunan masjid ini menjadi bukti bahwa Rusia dan Islam bisa hidup bersama?. Dia menambahkan bahwa tatkala perang Chechen berkecamuk, musuh musuh Islam dan Rusia menyatakan bahwa Rusia sengaja menciptakan perang melawan Islam & Chechen?

Ramzan melanjutkan ?Rusia terlibat dua kali perang di Chechnya melawan pemberontak Muslim tapi sudah berhasil menenteramkan sebagian besar wilayah ini dan telah menghabiskan sejumlah akbar dana buat memperbaiki kerusakan akibat perang. Orang yang tidak senang dengan kebangkitan Rusia menggunakan republik Chechnya & Islam sebagai indera buat menghancurkan Rusia menjadi negara yang berdaulat, Tapi orang Chechen ... Membela integritas Rusia & kemurnian Islam."

kemeriahan peresmian Masjid Akhmad Kadyrov 17 Oktober 2008 (nytimes.com)

Menurut Ramzan, kehadiran masjid nasional ini telah begitu usang dinanti sang muslim Chechnya sesudah lebih dari 60 tahun di bawah rezim Uni Soviet, tidak terdapat satupun masjid pada wilayah Chechnya. Soviet melarang pembangunan masjid baru & menutup ataupun mengubah fungsi masjid masjid yg ada untuk kepentingan komunis ataupun dihancurkan atau dibiarkan merana hingga musnah.

Pondasi masjid tersebut berdiri di lahan bekas markas kantor perwakilan regional Partai Komunis Uni Soviet, disamping lokasi tempat nya berdiri itu dulunya pernah berdiri sebuah masjid dalam ukuran lebih kecil yang dibangun oleh para pejuang kemerdekaan Chechnya di tahun 1990 namun paska perang yang tersisa hanya reruntuhannya saja. Pembangunan komplek masjid Akhmad Kadyrov ini sebagai bagian dari pembagunan kembali kota Grozny yang luluh lantak akibat dua kali perang antara pejuang kemerdekaan Chechen yang kemudian oleh berbagai media dan pemerintah Federal Rusia disebut sebagai “Separatis”, “Pemberontak” ataupun “Militan Islam”.

here’s the masjid in hearth of Chechnya (foto dari Wikipedia)

Simbol kebangkitan Grozny berdasarkan Kehancuran Perang

Paska keruntuhan Uni Soviet, Pada tahun 1996, Chechen meraih kemerdekaan dari Rusia di bawah pimpinan Dzhokhar Dudaev sesudah perang bulan-20 dalam perang Chechen pertama (1994-1996). Tetapi Tiga tahun lalu (tahun 1999) pecah perang Chechen ke 2 (1999-2000), ketika perdana menteri Rusia Vladimir Putin mengerahkan pasukannya ke Chechnya buat merebut kembali wilayah tadi. Lepas 6 Februari 2000 pasukan Russia berhasil mengibarkan bendera Rusia pada sentra kota Grozny sehabis pimpinan pemerintahan Islam Chechen tewas dalam perang termasuk Shamil Basayev berikut para petinggi milisi lainnya. Rusia menang perang berdasarkan sebuah perang yang tidak pernah sahih benar berahir.

Akhmad Kadyrov (yg namanya di abadikan menjadi nama masjid nasional Chechnya pada Grozny) adalah seseorang mufti bekas ?Petinggi milisi pemberontak? Yg kemudian memihak Moskow pada perang Chechen kedua. Dia memainkan peran krusial dalam menegakkan kedaulatan Rusia pada Chechnya, dan lalu terpilih sebagai Presiden Pertama Chechnya pro Moskow. Tetapi kegemilangan karir politiknya berahir waktu sebuah Bom bunuh diri pada tahun 2004 menewaskan Akhmad Kadyrov dan para petinggi Chechnya lainnya. Terbunuhnya Akhmad Karimov menaikan putranya Ramzan Karimov ke tampuk kepresidenan Chechnya.

untuk sekedar memberikan gambaran kepada anda seperti apa kota Grozny. Foto di bagian atas kondisi kota Grozny  di tahun 1995 paska perang yang brutal antara pasukan Russia dan Pejuang Chechnya, sedangkan foto dibagian bawah diambil tahun 2008 lalu saat kota Grozny mulai bangkit.

Perang kemerdekaan tak seimbang itu berahir duka bagi masyarakat Chechnya, Kota Grozny rata dengan tanah, pengamat hak azazi manusia menyebutkan 63 ribu warga Chechnya meregang nyawa, bahkan mungkin lebih akbar dari jumlah itu, perekonomian negara ambruk, inprastruktur tidak bersisa, Kota Grozny berubh menjadi kota hantu dengan reruntuhan dan puing puing pada seluruh pelosok kota termasuk gedung sentra pemerintahan presiden Chechnya, remuk dihajar bom tentara merah, Rusia.

Setelah perang kemerdekaan yang gagal tersebut, Republik Chechnya kini tetap menjadi keliru satu Negara bagian berdasarkan Republik Federasi Rusia, Ramzan Kadyrov yang mengikuti kesetiaan ayahnya terhadap pemerintahan Federal di Moskow, tapi juga mendorong kebangkitan Islam pada republik yang penduduknya dominan Muslim tadi meski senantiasa menghancurkan setiap upaya yang mengatasnamakan Islam buat aksi-aksi menentang kedaulatan Moskow.

sepintas lalu tampilan masjid Akhmad Kadyrov memang sangat mirip dengan Masjid Biru di Istanbul, Turky. Karena memang masjid ini dibangun berdasrkan reka bentuk masjid tersebut (foto dari russiatrek.org)

Bila mengingat kehancuran kota Grozny paska dua kali perang, mungkin anda berfikir akan menemui kota ini layaknya kota Staliningrad paska sebuan Nazi di masa kemudian, atau seperti Tokyo, Hiroshima & Nagasaki paska serbuan Sekutu di tahun 1945. Namun anda akan terperangah bila datang ke Grozny waktu ini. Kota Grozny dan Chechnya sekarang telah pulang berdiri megah sebagai hasil dari proyek pembangunan pulang daerah itu.

Republik Chechnya Kini

Masjid Akhmad Karymov berdiri megah diantara gedung gedung pencakar langit kota Grozny yg terdiri dari bangunan apartemen dan perkantoran dan dianggap sebut sebagai bangunan tertinggi pada daerah Kaukasus. Di pinggiran kota sudah berdiri megah stadion sepakbola internasional berkapasitas 30 ribu tempat duduk. Sebagai bagian dari upaya petinggi Chechnya buat masuk sebagai salah satu penyelenggara Piala Dunia tahun 2018 yg akan pada selenggarakan di Moscow, Ibukota Federasi Rusia.

indahnya pemandangan malam dengan pesta kembang api saat sebuah even peringatan Maulid Nabi  yang dimeriahkan dengan pesta kembang api di pusat kota Grozny diseputaran masjid ini (foto dari overoll.com)

Presiden Ramzan Kadyrov seakan memaikan 2 peran dari sekeping mata uang. Di satu sisi beliau begitu setia kepada pemerintahan pusat Federasi Rusia pada Moscow, disisi lain beliau menyokong sedaya upaya perkembangan Islam di daerah kekuasaannya. Disaat lain beliau mewajibkan muslimah Chechen buat senantiasa menutup aurat tapi kemudian mengadakan pesta akbar besaran di pesta ulang dirinya sendiri dengan mengundang para selebritis Holywood.

Di satu waktu Dia melakukan apapun buat mencegah rongrongan terhadap kedaulatan Moscow pada Chechnya, di waktu yang lain dia pada ?Maki? Sang media barat sebagai pimpinan negara yang terlalu reseh mengurusi segala hal, menurut campur tangan tentang detil design gedung yg akan dibangun hingga mengurusi jenis sandang misalnya apa yg wajib digunakan sang perempuan muslimah Chechnya.

"The Hearth of Chechnya" megah dan indah diantara gedung gedung jangkung kota Grozny. PBB memberikan gelar baru bagi kota Grozny sebagai kota dengan pembangunan tercepat, setelah sebelumnya lembaga yang sama memberi gelar sebagai kota paling hancur untuk Grozny Paska perang. Sementara beberapa kalangan menyebut Grozny Laksana Dubai di Kaukasus. (foto dari Wikipedia)

Satu hal yang niscaya, warga Chechnya sudah lelah menggunakan perang, keadaan tidak akan pernah sama lagi paska 2 kali perang Chechnya - Rusia. Luka bekas perang tidak bisa di sembuhkan begitu saja layaknya menciptakan balik gedung gedung & infrastruktur yg tadinya telah tidak bersisa. Perang yg begitu kejam dan kotor menyisakan luka mendalam bagi rakyat Chechnya dan senang atau nir, akan butuh saat yg teramat panjang buat menyembuhkan seluruh itu.

Sebuah contoh menarik, disampaikan oleh seorang bloger yang berkunjung ke Grozny. Dalam sebuah perhelatan pertandingan persahabatan internasional antara timnas sepakbola Chechnya vs Timnas Brazil di Stadion Nasional Grozny. Lagu kebangsaan Brazil diperdengarkan semua hadirin berdiri dan mendengarkan dengan khidmad. Suasana berbalik ketika lagu kebangsaan Rusia diperdengarkan, sebagian besar hadirin seakan tak peduli, sibuk dengan urusan masing masing, ngobrol, ber-handphone, dan lain lain. Seakan gerah dengan lagu yang semestinya adalah lagu kebangsaan bagi diri mereka juga.

Lagu kebangsaan Chechnya diperdengarkan pada urutan ketiga, mendadak sontak semua stadion bergema menggunakan suara nyanyian hadirin yang sebagian berdasarkan mereka bahkan menyanyikan lagu itu sekeras yang mereka bisa menyanyikan lagu kebangsaan Chechens itu. Chechens sangat sadar bahwa mereka sama sekali tak menyayangi Rusia namun mempunyai ketergantungan ekonomi yang sangat tinggi terhadap Moscow. Apapun itu semoga kedamaian permanen melingkupi muslim Chechnya.

Aerial View Masjid Akhmad Kadyrov

Dari atas salah satu gedung jangkung kota Grozny (Foto dari englishrussia.com)

masjid Akhmad Kadyrov dengan latar belakang pegungungan Kaukasus tampak berjejer di kejauhan (foto dari worldpoi.info)

Malam pergantian tahun 2011 di kota Grozny
View of central Grozny and the Akhmad Kadyrov Mosque. rian.ru

Exterior Masjid Akhmad Kadyrov

Struktur rumit bentuk kubah, menara menara kecil, fasad dan tembok masjid, merupakan seni bina bangunan khas Turki yang dihadirkan di tengah kota Grosny, Chechnya (Foto dari russiatrek.org)
dari koridor ke arah inner courtyard (foto darinytimes.com)
Lengkungan diatas pilar, Kubah utama yang dominan, banyak menara, dan menara utamanya selalu dalam bentuk ramping dan lancip, merupakan ciri khas utama masjid berarsitektur Turki (foto daritaghribnews.com)
memandang bangunan utama masjid dari arah koridor

Interior Masjid Akhmad Kadyrov

dalam kenyamanan di dalam masjid seorang ayah sedang menemani anaknya belajar mengaji (Foto dari englishrussia.com)
Interior masjid Akhmad Kadyrov, lengkap dengan mihrab dan mimbar nya yang begitu tinggi (foto dari kaskus)
lantai mezanin (foto dari kaskus)
interior ruang utama (foto dari kaskus)
ornamen yang begitu rumit menghias langit langit masjid (foto dari kaskus)

Random View Masjid Akhmad Kadyrov

Foto dari russiatrek.org

Foto dari russiatrek.org

Foto dari russiatrek.org

englishrussia.com
rt.com menyebut Groszny bagaikan Dubai di Kaukasus. kota dengan percepatan pembangunan  yang luar biasa. lengkap dengan masjid besar layaknya di Dubai.

Referensi

bennauro.blogspot.com  - Chechnya inaugurates the largest mosque in Europe

asyimibrahim.wordpress.com - Grozny – Masjid Raksasa Eropa

realcoolpics.blogspot.com - largest-mosque-in-europe

blogs.voanews.com - golden-chains-tie-chechnya-to-moscow

businessinsider.com - the glittering new face of the once war…

dincarslan.blogspot.com - has-putin-won

reuters.com - Russia's Chechnya inaugurates vast new mosque

--------------------------------------

Baca pula artikel masjid masjid pada Eropa

Masjid dan Pusat Kebudayaan Islam PaolaMasjid Agung KonstantiaMasjid Sentral LondonMasjid Didsbury dan Islamic Center ManchesterMasjid Jami Zakariyya BoltonPusat Kebudayaan Islam IrlandiaMasjid Essalam, RotterdamMasjid di Istana SchwetzingenMasjid Istiklal Indonesia di Bosnia & HerzegovinaMasjid Pusat Kebudayaan Islam - OsloMasjid Agung BrusselsMasjid Banya Bashi BulgariaMasjid Islamic Center Wina, AustriaGrande de Paris, Masjid Agung ParisMasjid Masjid di Inggris yang dulunya GerejaMasjid Sentral Perm - Russia

Thursday, September 17, 2020

Masjid Sentral Perm (Perm Central Mosque) - Russia

Masjid Sentral Perm / The Perm Central Mosque /

Пермская соборная мечеть (foto dari wikipedia)

Berdiri di Kota Bekas Markas-nya Sukhoi

Seluruh pemberitaan di tanah air saat ini tersedot kepada satu topik “tragedy sukhoi di gunung salak” yang sedang menjadi branding topik di berbagai forum. Sukhoi adalah nama bagi “Pak Habiebie-nya” Russia yang kemudian di abadikan sebagai nama pesawat pesawat yang di produksi oleh perusahaan penerbangan yang juga dengan nama yang sama. Pabrik Sukhoi berpusat di kota Moscow, Ibukota Russia. Namun dalam perjalanannya pabrik pesawat ini pernah di “evakuasi” ke kota Perm di wilayah Kray sebagai antisipasi penyerbuan Nazi ke Moscow di bulan Oktober tahun 1941.

Perm adalah ibukota bagi wilayah administrasi Perm Kray yang berada di tepian sungai sungai Kama, bagian dari Russia yang berada di benua Eropa di wilayah pegunungan Ural dan di huni oleh mayoritas suku bangsa Tatar. Kota Perm merupakan sentra produksi amunisi dan artileri Russia sejak era Tsar berkuasa, era Uni Soviet hingga era Federasi Russia saat ini. Di kota Perm ini berdiri sebuah masjid tua yang dibangun tahun 1902-1903. Masjid dengan domonasi warna hijau bergaris garis putih ini biasa dikenal dengan nama Perm Central Mosque atau dalam bahasa Russia Пермская соборная мечеть.

Lokasi & Alamat Masjid Sentral Perm

The Perm Central Mosque (Пермская соборная мечеть)

Perm, Perm Kray

Privolzhsky (Volga) Federal District

Russia Federal Republic

Koordinat geografi : 58° 0' 50.19" N  56° 13' 39.97" E

Lihat The Perm Central Mosque (???????? ???????? ??????) di peta yang lebih besar

Kota Perm & Bom Molotov

Di tahun 1940-1957 kota Perm sempat berganti nama menjadi kota Molotov, nama yang dinisbatkan kepada Vyacheslav Molotov seorang pakar bom Uni Soviet. Para pejuang kemerdekaan Finlandia kemudian memakai nama beliau untuk menamai bom sederhana berbahan bensin dalam botol dengan sumbu kain untuk dibakar, selama perjuangan melawan pendudukan Soviet di Finlandia, dan sejak saat itu hingga kini Bom bom sederhana tersebut terkenal dengan nama Bom Molotov. Sebutan Bom Molotov bagi bagi bom tradisional itu  sekaligus bentuk penghinaan kepada Vyacheslav Molotov pakar Bom Soviet tersebut.

Sejarah Masjid Sentral Perm

Masjid Sentral Perm atau The Perm Central Mosque atau Пермская соборная мечеть, dibangun tahun 1902 dan 1903 di kota Perm yang masuk dalam kawasan Tatar, Russia. Keseluruhan proses pembangunan masjid ini dibiayai oleh keluarga muslim Tatar kaya raya yang merupakan warga setempat. Masjid ini dirancang oleh Alexander Ozhegova. Selama beberapa tahun sejak pembangunannya masjid ini sempat memegang rekor sebagai masjid dengan posisi paling utara di Bumi.

The Perm Central Mosque / Пермская соборная мечеть (foto daripanoramio)

Sama seperti masjid masjid & tempat ibadah lainnya di Russia, semasa kekuasaan rezim sosialis Uni Soviet, Masjid Sentral Perm pernah ditutup paksa oleh partai komunis soviet yang berkuasa ketika itu. Masjid Sentral Perm di ambil alih oleh pasukan komunis dan diubah sebagai gudang file antara tahun 1940 hingga tahun 1986. Masjid ini baru dikembalikan ke kaum muslimin tahun 1990 paska keruntuhan Uni Soviet.

Sejarah Awal Masjid Sentral Perm

Dari data sejarah disebutkan bahwa pada penghujung abad ke 19 di kota Perm sudah berdiri tempat ibadah bagi 650 muslim setempat yang jumlahnya terus bertambah menandai perkembangan kultur dan agama di kawasan negeri Tatat tersebut yang secara tajam meningkatkan keingingan untuk membangun sebuah masjid di kota Perm.

Peta daerah administrasi Perm

Pada tanggal 19 April 1900, atas permintaan dari muslim setempat, Dewan Kota Perm memerintahkan pembangunan Masjid di sebelah bangunan Monastry dan Osissky. Daerah tersebut kala itu sudah menjadi kawasan pemukiman bagi muslim kota Perm. Tahun 1901, komunitas muslim setempat menerima izin pembangunan dan di musim panas tahun 1902 bangunan masjid tersebut mulai berdiri atas rancangan arsitek ternama setempat, Alexander Ozhegova. Dan pada tanggal 26 September 1903 masjid tersebut di resmikan.

Pembangunan Masjid Sentral Perm dibiayai sepenuhnya oleh saudagar muslim kaya di Kota Perm, Agafurovyh, Timkin dan Ibatullin. Sedangkan kepengurusan masjid tadi pertama kali ditangani sang Nurulla Hayrizmanova, muezzin-Muhamet Zakir Tuhmetova, Nazyrov Ziganshi Ibatullina & watchmen Gatauly Muhamatshina. Sedangkan ketua dewan pengurus dipegang sang ukaznoy selaku mullah kota Perm, seorang muazzin & nazir.

Masjid Sentral Perm (foto darivirtualtourist.com)

Secara arsitektur masjid ini merupakan masjid jami dalam bentuk eklektisisme dengan ruang kubah yang besar dan menara di pintu masuk. Sebagaimana dijelaskan dalam ilustrasi yang diterbitkan oleh Paul Syuzev di tahun 1911 dengan judul "For the Kama River and its tributaries”, dia menyebut masjid ini sebagai salah satu pusat perhatian di pusat kota Perm. dan menyebutnya sebagai  "elegant Mohammedan mosque".

Perkembangan Komunitas Muslim Perm

Disaat bersamaan di kediaman Ziganshi Ibatullina (di Osinskaya No 7, dan 9), serta di kediaman Zvezdakova (di Osinskaya No. 10A) sudah berwujud lembaga pendidikan, kultural, ekonomi dan komunitas amal kaum muslim setempat dibawah kepemimpinan Ziganshi Ibatullina. Sedangkan perpustakaan umum muslim Perm dibuka tahun 1908.

Permian muslim / muslim kota Perm (foto darisitus resmi muslim Perm)

Menurut koran "Perm Provincial Gazette (№ 237 of November 1, 1906), warga muslim Tatar di di Perm mencapai 1.500 jiwa. di samping itu, di sekitar kota ada banyak desa dengan komunitas muslim Tatar. Dalam kurun waktu lebih dari 15 tahun, sudah ada sekolah untuk komunitas Tatar (madrasah) bagi pendidikan dasar lima tahun, saat ini memiliki 220 santri madrasah yang mengikuti pelajaran agama dan mata pelajaran umum.

Para pengajarnya sendiri terdiri menurut guru primer, empat guru biasa & 2 guru pembantu. Madrasah tadi merogoh loka di kediaman Ziganshi Ibatullina, seseorang pedagang muslim di Osinskaya No 7, & 9, sedangkan seluruh biaya buat penyelenggaraan pendidikan madrasah tersebut sebanyak 3,026 rubel didapat menurut donasi sukarela umat Islam setempat.

foto dari situs muslim Perm

Di tahun 1906 komunitas muslim setempat mengajukan permohonan kepada pemerintah kota Perm baik ke tingkat pemerintah kota hinga ke pemerintah Provinsi, agar turut mendanai perawatan dan operasional madrasah sebagai bagian dari anggaran pemerintah. Merujuk kepada direktur sekolah umum pada tanggal 1 Januari 1913 di tingkat propinsi terdapat 198 maktab dan 22 madrasah, sedangkan merujuk kepada petugas kepolisian terdapat 186 maktab dan 21 madrasah di kota Perm pada tahun 1913 dan tercatat ada tiga sekolah Islam masing masing 1 sekolah putra dan 2 sekolah putri, dibuka tahun 1876, yang didanai oleh dewan penyantun (Ziganshoy Ibatulinym and Mullah Hasrazamanovym) serta sokongan yang cukup besar dari ummat Islam Setempat.

Penutupan Tempat Tempat Ibadah sang Partai Komunis

Sejak permulaan penutupan tempat ibadah di Perm tahun 1918, masjid Sentral Perm masih tetap eksis, masjid ini menjadi satu dari tiga komunitas muslim yang tetap aktif. Sejak era awal 1930-an pihak berwenang di berbagai tempat di Soviet melakukan penutupan terhadap berbagai tempat ibadah. Di kota Perm sendiri selama kurun waktu 10 tahun (1930 hingga 1939) pihak berwenang sudah menutup 96 masjid.

Masjid Sentral Perm (flickr)

Pembicaraan pertama tentang penutupan masjid di utarakan oleh Presidium Masjid di Dewan Kota Perm tahun 1930, namun kemudian ummat Islam mengaajukan permohonan pembatalan ke Central Executive Committee Partai Komunis. Masjid ahirnya di tutup dengan paksa melalui dekrit dari Komisi Presidium Central Executive Committee pada tanggal 11 September 1939. Pada bulan Oktober 1937 terjadi penangkanpan terhadap 10 orang tokoh Islam termasuk Imam masjid Aflituna Khalitova serta anggota dewan anggotanya yang dituduh melakukan tindakan "counter-revolutionary nationalist’ dan pemberontakan.

Semua anggota dewan masjid kota Perm termasuk Mullah Aflyatunov Khalitov dan koyanovsky Mullah Mulazyan Taysin kemudian ditembak mati. Ummat Islam kota Perm saat itu kehilangan sosok pemimpin spiritual yang begitu berpengaruh yang tidak diragukan lagi pengaruhnya yang sangat kritikal bagi komunitas negara tersebut dikemudian hari.

Di ketika yg sama, gedung masjid jua pada tutup buat semua aktifitas lantaran dipercaya berbahaya bagi siapapun yang masuk ke dalamnya karena adanya kemungkinan runtuhnya kubah masjid. Di tahun 1939 masjid tersebut diambil alih oleh negara buat lalu dalam bulan Maret 1940, bangunan masjid tersebut diserahkan ke Deaf Club, dengan sebuah solusi lepas 4 Juni 1940 gedung masjid tadi diperbaiki buat dijadikan gudang file oleh partai komunis Uni Soviet (CPSU.

Masjid Sentral Perm (foto dari virtualtourist.com)

Kembali ke Pangkuan Ummat Islam Perm

Selama perang partriotik, bangunan gedung masjid tersebut selamat dari penyerbuan Leningrat dan dijadikan Musium warisan budaya. Selama periode tahun 1947 hingga tahun 1956 hanya Masjid Di desa Kayanovskogo yang masih tersisa dan terdaftar secara resmi. Dan tahun 1986 partai komunis memindahkan arsip arsip mereka dari bangunan masjid Sentral Perm yang selama ini mereka duduki ke gedung baru di Musium Kota Perm.

Demonstrasi besar besaran terjadi di tanggal 7 Mei 1989 dilakukan oleh muslim kota Perm menuntut dikembalikannya Masjid Sentral Perm kepada ummat Islam. Dan saat itu Dewan Kota Perm ahirnya terpaksa memutuskan penyerahan kembali bangunan masjid tersebut ke komunitas Muslim Kota Perm. Dan ahirnya pada tanggal 4 April 1990 Masjid Sentral Perm dikembalikan ummat Islam namun tanpa gedung gedung penunjang ekonomi dan gedung pendukung, yang sebelumnya merupakan bagian tak terpisahkan dari komplek masjid.

Masjid Sentral Perm (Foto dari placesdonkey)

Pada tanggal 15 Januari 1991 setelah pekerjaan berat perbaikan terhadap bangunan tersebut, Masjid Sentral Perm kembali memulai aktivitasnya sebagai masjid bagi Ummat Islam Kota Perm. Setelah melalui rentang waktu yang begitu lama tidak difungsikan sebagai masjid, ditambah dengan berbagai modifikasi yang dilakukan terhadap bangunan ini, Masjid Sentral Perm telah mengalami banyak kerusakan dan kehilangan dekorasi interiornya, termasuk pengaturan tiga lantai nya serta jendela jendela yang tadinya dari kaca anti noda diganti dengan kaca biasa.

Aktivitas Masjid Sentral Perm

Kini, Masjid Sentral Perm, praktis merupakan satusatunya masjid bagi 3 juta muslim kota Perm. Masjid lainnya adalah masjid di Zakamskaya, masjid dengan kapasitas kecil yang digunakan komunitas muslim di pinggiran kota Perm. Masjid Semtral Perm ini menjadi masjid utama bagi muslim Perm, menjadi pusat segala aktivitas muslim setempat termasuk pusat perayaan hari hari besar Islam, menjadikannya sebagai pusat kebudayaan dan agama Islam bagi Muslim Perm. Di masjid ini diselenggarakan pelatihan dasar Islam, kursus bahasa Arab dan bahasa Tatar serta aktivitas aktivitas pendidikan lain nya. Di tahun 2004 lalu pemerintah Kota Perm untuk pertama kali dalam sejarah Russia modern memfungsikan unit Muslim Cossack.

Foto Foto Masjid Sentral Perm

muslim kota Perm (foto dari situs remi muslim Perm)

Masjid Sentral Perm (foto dari virtualtourist.com)
Masjid Sentral Perm (Foto dari return2perm.blogspot.com)

Referensi

en.wikipedia.org – Perm Mosque

islam-perm.ru - Мечеть

-----------------

Baca jua artikel masjid masjid di Eropa lain nya

Masjid dan Pusat Kebudayaan Islam Paola, MaltaMasjid Agung Konstantia – RomaniaMasjid Sentral London (London Central Mosque), InggrisMasjid Didsbury dan Islamic Center Manchester, InggrisMasjid Jami Zakariyya Bolton, InggrisPusat Kebudayaan Islam IrlandiaMasjid Essalam, Rotterdam, terbesar di BelandaMasjid di Istana Schwetzingen, JermanMasjid Istiklal Indonesia di Bosnia & HerzegovinaMasjid Pusat Kebudayaan Islam - Oslo, NorwegiaMasjid Agung Brussels, BelgiaMasjid Banya Bashi BulgariaMasjid Islamic Center Wina, AustriaGrande de Paris, Masjid Agung ParisMasjid Masjid di Inggris yang dulunya GerejaSwiss Negeri Netral Yang Tidak Netral

Masjid Agung Makhachkala, Dagestan – Rusia

Masjid Agung Makhachkala, Republik Dagestan, Federasi Rusia (foto dari Panoramio)

Makhachkala adalah nama kota yang merupakan ibukota Republik Dagestan. Republik di wilayah pegunungan Kaukasus di tepian Laut Kaspia, berbatasan langsung dengan Republik Chechnya, Georgia, Kalmykia dan Azerbaijan. Republik Dagestan merupakan salah satu Republik Otonom (Negara bagian) dari Republik Federasi Russia, dengan penduduknya mayoritas beragama Islam.

Masjid Agung Makhachkala atau The Grand Mosque in Makhachkala atau Yusuf Bei Cami atau Central Jum`a Mosque, merupakan masjid utama di Republik Dagestan yang dibangun dengan meniru bentuk Masjid Sultan Ahmed di Istanbul, Turki. Pembangunannya pun didanai oleh Pemerintah Turki. Masjid Agung makhachkala selesai dibangun tahun 1996 dan diresmikan penggunaannya tahun 1998.

 foto dari wikipedia

Masjid Agung Makhachkala merupakan salah satu masjid terbesar di Eropa dan Kaukasus dengan daya tampung mencapai 17 ribu jemaah sekaligus, lebih besar dari Masjid Akhmad Kadyrov di kota Grozny, Republik Chechnya yang juga juga berada di kawasan Kaukasus, dan juga dibangun dalam gaya Turki dengan daya tampung 10 ribu jemaah, dan diresmikan tahun 2008 lalu.

Lokasi Masjid Agung Makhachkala

The central mosque Makhachkala

Imam Shamil Avenue No. 136, Makhachkala

Republik Dagestan, Russia

Telepon : 7 (8722) 646 670, 649 550

Situs resmi : http://masdjid.ru/mechet/

Koordinat : 42.969167, 47.493889 atau 42°58'10.16"N 47°29'38.37"E

View The central mosque Makhachkala in a larger map

Mengenal Republik Dagestan

Dagestan secara tradisional merupakan wilayah berpenduduk muslim. Wilayah ini secara silih berganti penguasa dari Sasanit di abad ke 5, lalu jatuh ke kekuasaan Kristen, pindah tangan ke Persia tahun 664, lalu menjadi wilayah Islam kemudian lepas ke tangan Mogol tahun 1222 dan 1239, menyusul kemudian Timur Lang tahun 1389. Lalu menjadi kembali ke Persia tahun 1735 setelah bersekutu dengan Tsar Rusia, namun kemudian di caplok tsar Rusia tahun 1796.

Pemberontakan Muslim Imamat of Dagestan meletus melawan Tsar Rusia dipimpin oleh Ghazi Mohammed (1828–32), lalu Gamzat-bek (1832–34) and Shamil (1834–59) perang kaukasus ini berahir di tahun 1964 saat Shamil tertangkap. Dalam perang Rusia – Turki (1877-1878) Dagestan dan Chechnya bergabung dengan Turki untuk bersama sama melawan Kekaisaran Rusia. (Perang di Chechnya sendiri terus berlanjut hingga abad ke 20).

Masjid Agung Makhachkala, Republik Dagestan, Federasi Rusia (foto dari Panoramio)

Setelah tevolusi Bolshevik, Khekhalifahan Usmani di Turki memerdekaan Azerbaijan dan Dagestan. Dua wilayah itu membentuk republik bersama dengan nama Mountainous Republic of the Northern Caucasus Namun setelah perang selama lebih dari tiga tahun republik baru itu kalah perang dengan kaum Bolsheviks, dan pada tanggal 20 Januari 1921 menjadi bagian dari Uni Soviet dengan nama  Dagestan Autonomous Soviet Socialist Republic. Namun Stalin mengabaikan daerah itu, industrialisasi tak sampai kesana menjadikan republik ini sebagai republik termiskin di Uni Soviet kala itu.

Di awal tahun 1980-an sebagaimana tetangganya di Georgia, Azerbaijan dan Chechnya, nasionalisme Dagestan pun bangkit meski tak stabil sebagai akibat dari kawasan ini memang multi etnis, ditambah lagi sejarah penyatuan kawasan ini dalam satu bentuk negara terbilang cukup singkat. Elit politik Dagestan kebanyakan dipegang oleh etnis Avar, Dargin dan Rusia. Menjadikan kawasan ini sebagai kawasan yang tidak stabil hingga hari ini.

Masjid Agung Makhachkala, Republik Dagestan, Federasi Rusia (foto dari Russiatrek.com)

Gerakan gerakan islam beberapa diantaranya sangat moderat sementara lainnya membentuk partai partai politik Islam yang kemudian dilarang oleh pemerintah di awal 1980-an. Uni Soviet bubar pada 26 Desember 1991. Tahun 1999 Dagestan sempat di invasi oleh Chechnya di bawah pimpinan Shamil Basayev dan Ibnu Al-Khattab, dalam usaha mendirikan Negara islam Dagestan Merdeka. Namun usaha tersebut kandas setelah serbuan pasukan Rusia yang datang membebaskan wilayah ini memaksan pasukan Shamil Bazayev kembali ke Chechnya, sampai kemudian tewas disana dalam serbuan pasukan Rusia ke Grosny (ibukota Chechnya) di bulan Februari 2000.

Tentang Masjid Makhachkala

Situs resmi masjid Masjid Makhachkala menyebut masjid megah ini sebagai “Mutiara dari ibu kota Dagestan”, dan situs tersebut memilih menggunakan nama Central Jami Mosque untuk menyebut nama masjid ini. Pertama kali dibangun dengan dana dari donasi dari Turki di tahun 1996 untuk menampung 5000-7000 jemaah. Sampai bulan Mei 1998 perwakilan dari Turki secara formal menjadi Imam di masjid ini. Badan agama Islam Dagestan secara aktif berhubungan dengan Turki dengan mediasi dari seorang pensiunan Jenderal Angkatan Darat Turki dan keturunan imigran dagestas, Mahdi Pasha Sungurov. Bersama saudaranya beliau juga yang menjadi pengawas lapangan pelaksanaan pembangunan masjid ini.

Jemaah sholat Jum’at di Masjid Agung Makhachkala (foto dari 1september.ru)

Dalam perkembangannya masjid ini menjadi begitu kecil untuk dapat menampung membludaknya jamaah terutama di sholat Jum’at, apalagi di sholat sunnah dua hari raya, Idul Fitri dan Idul Adha. Maka proses rekonstruksi pun dilaksanakan pada tahun 2004 hingga 2007 dengan dana swadaya jemaah masjid. Sebagaimana dijelaskan Imam Masjid Agung Makhachkala, Magomedrasul Saaduev, Rekonstruksi tersebut juga memperbaiki dan menambah fitur disekitar masjid dan mengganti karpet di dalam masjid ini.

Proses rekonstruksi dilaksanakan sejak tahun 2005 untuk menampung jemaah yang sudah membludak hingga 15000 orang. Pada bulan Juli 2007 perluasan masjid selesai dilaksanakan dengan menghabiskan dana lebih dari 25 juta Rubel Rusia. Dana tersebut digunakan untuk pendanaan proyek, pembelian material bangunan termasuk membayar gajih pekerja dan pengelola masjid. Tokoh masyarakat Turki dan para penyumbang dari dalam dan luar negeri turut berkontribusi dalam proses pendanaan tersebut. Sebagai contoh nya adalah karpet yang terhampar luas di dalam masjid ini dibeli oleh Muscovite Ziyavdinom Magomedov yang merupakan saudara dari Magomed Magomedov (senator dari wilayah Smolensk). Beliau bahkan siap mendanai pembangunan gymnasium bagi mahasiswa islam dan jemaah masjid. Msjid ini berhasil menggalang dana cukup besar. Dari zakat saja mencapai jutaan Rubel Rusia.

Kerumunan jamaah di depan Masjid Agung Makhachkala (foto dari panoramio)

Arsitektural Masjid Agung Makhachkala

Pembangunan Masjid Agung Makhachkala ini di rancang dan di danai oleh pemerintah Turki, wajar bila arsitektural masjid ini seratus persen bergaya Turki. Turki, sebagai negeri tempat bertahtanya khalifah Islamiyah terahir itu, memang terkenal dengan keindahan dan kemegahan karya arsitektur masjid masjid nya yang dibangun dengan gaya yang sangat khas. Seperti disebutkan di awal tulisan ini bahwa Masjid Agung Makhachkala dibangun dengan meniru Masjid Sultan Ahmed di kota Istanbul, Turki.

Bila anda membaca artikel Masjid Akhmad Kadyrov Grozny, anda akan menemukan bahwa, Masjid Agung Makhachkala bukanlah satu satunya masjid di kawasan Kaukasus yang dibangun dalam gaya Turki, Masjid Akhmad Kadyrov di kota Grozny Republik Chechnya itu juga dibangun dengan meniru masjid megah di Istanbul, Turki. Video dari situs youtube berikut ini sedikit memberikan gambaran kemegahan masjid Sentral kota Makhachkala ini.

Arsitektural masjid masjid Turki langsung dapat dikenali dari bentuk menaranya yang bundar, dibuat seramping rampingnya namun tinggi menjulang dengan ujung yang lancip, seperti sebatang pensil yang di didirikan dengan bagian runcingnya menghadap ke atas. Masjid Agung Makhachkala dilengkapi dengan dua menara tinggi di sisi depan masjid. Atap masjid di lengkapi dengan kubah utama berukuran besar yang dikelilingi kubah kubah kecil. Itu ciri kedua arsitektural Masjid bergaya Turki.

Kubah utama Masjid Agung Makhachkala di kelilingi dengan 56 kubah kubah yang lebih kecil. Di bagian silinder kubah kubah kubahnya dilengkapi dengan rangkaian ventilasi yang dari kejauhan terlihat seperti jendela jendela kecil. Selain di kelilingi kubah kubah berukuran lebih kecil kubah utama juga di apit oleh menara menara yang berukuran kecil. Gaya masjid berarsitektur Turki merupakan perpaduan gaya bangunan klasik Eropa dengan seni Islam dan Turki menjadi satu kesatuan baru sebagai arsitektural masjid bergaya Turki yang memiliki ciri khas nya sendiri.

Menara kembar yang ramping dengan kubah utama dan kubah kecil bertingkat tingkat menjadi ciri khas Masjid Agung Makhachkala (foto dari Panoramio)

Bila masjid asli Indonesia memiliki atap limas bertingkat tingkat, maka Masjid Agung Makhachkala ini justru atap berkubahnya yang bertingkat tingkat, menghasilkan susunan kubah yang terlihat bertumpuk tumpuk. Sisi luar masing masing kubah di tutup dengan panel panel geometri warna putih susu. Dan tentu saja sudah menjadi ciri khas nya yang lain, di masing masing ujung kubah paling atas diletakkan lambang bulan sabit dengan lengkung sempurna menghadap ke atas.

Tembok sisi luar masjid dilapis dengan batu alam. Bukaan besar berlengkung mendominasi fasad depan masjid, memadukan material logam dengan kaca warna gelap. Permukaan lantai masjid yang ditinggikan menambah kesan megah dan kokoh pada bangunan masjid ini. seangkaian anak tangga mengantar kita ke pintu utama dari halaman depan. Sisi lain masjid ini juga di warnai dengan jendela jendela kaca berukuran besar khas bangunan Eropa.

Interior Masjid Agung Makhachkala (foto dariwikipedia)

Masuk ke dalam masjid kita akan menjumpai lampu gantung dalam ukuran sangat menggantung di ruang utama. Lengkungan lengkungan super besar diantara pilar pilar penyanggah mendominasi interior masjid. Kubah kubah besar masjid ini yang terlihat megah dari luar, tampak jauh lebih indah dilihat dari dalam. Bagian bawah kubah di hias dengan lukisan lukisan halus bentuk bentuk geometris aneka warna. Lukisan kaligrafi bertebaran dalam aneka bentuk.

Masjid Agung Makhachkala dibangun berlantai dua. Letaknya yang berada di tengah tengah keramaian kota Makhachkala membuatnya seakan menyembul diantara bangunan bangunan lain disekitarnya. Dominasi warna putih dari rangkaian kubahnya ditambah dua menara rampingnya yang tinggi membuat masjid ini benar benar terlihat kontras dengan bangunan bangunan lain disekitarnya.

Suasana jelang buka puasa bersama di depan Masjid Agung Makhachkala (foto dari islamdag.info)

Tradisi Buka Puasa Bersama di Masjid Agung Makhachkala

Sudah menjadi tradisi tahunan yang diselenggarakan di masjid ini. Pengurus masjid menyelenggarakan acara buka puasa bersama (ifthar Jama’i). Menjelang waktu berbuka puasa halaman masjid ini di penuhi dengan meja meja makan yang disiapkan untuk jemaah berbuka puasa. Buka puasa di mulai dengan segelas air, kurma dan buah buahan segar lalu dilanjutkan dengan makan berat setelah sholat magrib berjamaah.

Acara buka puasa bersama ini rata rata di ikuti oleh 300 an jemaah, dengan sajian buka puasa dan makan malam yang disiapkan oleh para donatur. Buka puasa ini dihadiri oleh jemaah bersama para pengurus masjid berikut imam masjid, Imam Muhammad Rasul Saaduev ditambah dengan jemaah musafir. Buka puasa bersama ini kemudian dilanjutkan dengan sholat tarawih berjamaah.

Interior Masjid Agung Makhachkala

Interior Masjid Agung Makhachkala (foto dari Panoramio)

Interior Masjid Agung Makhachkalapanoramio

Interior Masjid Agung Makhachkalapanoramio

sendiri di salah satu sudut Masjid Agung Makhachkalapanoramio

Interior Masjid Agung Makhachkalapanoramio

Panorama Masjid Agung Makhachkala

menjelang masgrib di Masjid Agung Makhachkala (foto dariwikipedia)

Masjid Agung Makhachkala (foto dariwikipedia)

Masjid Agung Makhachkala (foto daripanoramio)

Masjid Agung Makhachkala (foto daripanoramio)

Masjid Agung Makhachkala (foto daripanoramio)

Referensi

Facebook.com – Makhachkala Grand Mosque

En.wikipedia - Makhachkala Grand Mosque

russiatrek.org -Makhachkala city

islamdag.info - Makhachkala organizes charity iftars

geo.1september.ru  - The largest mosque Russia (berbahasa Rusia)

situs remi - http://masdjid.ru/mechet/ (berbahasa Rusia)

--------------------------------------

Baca juga artikel masjid masjid di Eropa

Masjid dan Pusat Kebudayaan Islam Paola, MaltaMasjid Agung Konstantia – RomaniaMasjid Sentral London (London Central Mosque), InggrisMasjid Didsbury dan Islamic Center Manchester, InggrisMasjid Jami Zakariyya Bolton, InggrisPusat Kebudayaan Islam IrlandiaMasjid Essalam, Rotterdam, terbesar di BelandaMasjid di Istana Schwetzingen, JermanMasjid Istiklal Indonesia di Bosnia & HerzegovinaMasjid Pusat Kebudayaan Islam - Oslo, NorwegiaMasjid Agung Brussels, BelgiaMasjid Banya Bashi BulgariaMasjid Islamic Center Wina, AustriaGrande de Paris, Masjid Agung ParisMasjid Masjid di Inggris yang dulunya GerejaSwiss Negeri Netral Yang Tidak NetralMasjid Sentral Perm (Perm Central Mosque) - RussiaMasjid Akhmad Kadyrov, Simbol Kebangkitan Chechnya Dari Kehancuran Perang

Asal SEO

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done