Islami Pedia: Masjid di Kroasia
News Update
Loading...
Showing posts with label Masjid di Kroasia. Show all posts
Showing posts with label Masjid di Kroasia. Show all posts

Saturday, October 17, 2020

Islamic Center Rijeka, Masjid Pertama di Adriatik

Islamic Center Rijeka di Kroasia, dibangun berdasarkan hasil karya seniman patung ternama Kroasia. Menghasilkan sebuah bangunan yg tidak saja sebagai sentra ke-Islaman akan tetapi jua menjadi sebuah masterpiece karya seni patung dalam berukuran super akbar.

Masjid Pertama di Rijeka & Adriatik, ketiga di Kroasia

Ribuan jemaah muslim memadati areal Islamic Center di kota Rijeka, Kroasia, pada tanggal 5 Mei 2013 yang lalu setelah melalui proses pembangunan sejak tahun 2009. Islamic Center dengan rancangan futuristik ini merupakan masjid sekaligus Islamic Center pertama di kota Rijeka dan seluruh kawasan pantai Laut Adriatik setelah lebih dari lima abad, dan menjadi masjid ketiga di Kroasia. 20 ribu hingga 30 ribu muslim hadir dengan penuh antusias dalam acara peresmian tersebut bergabung dengan tamu undangan yang hadir dari berbagai Negara termasuk dari Negara tetangga dekatnya, Bosnia Herzegovina.

Islamic Center ini dirancang menjadi sebuah bangunan masjid berarsitektur terkini dan futuristik, sekilas pandang mirip dengan bangunan keong Emas di Taman Mini Indonesia Indah tetapi dalam balutan warna perak ad interim dari sudut pandang yang lain tampak misalnya sebuah kapal luar angkasa. Bangunan masjid ini dilengkapi menggunakan sebatang menara dengan tinggi 23 meter (75 kaki) menggunakan bentuk yg pula sangat unik dan disebut sebut menjadi bangunan tempat ibadah paling latif di Eropa.

Rijeka Islamic Center

51000, Rijeka, Croatia

Situs resmi : http://www.medzlis-rijeka.org

Album foto di : picasa

45° 20' 47.22" N  14° 23' 48.85" E

View Rijeka Islamic Center - Croatia in a larger map

Peresmian Islamic Center Rijeka

Upacara peresmian Islamic Center ini dlakukan langsung oleh Presiden Kroasia, Ivo Josipovic, pada tanggal 4 Mei 2013 yang lalu bersama anggota Anggota Kepresidenan Tripartit Negara dari Etnis Bosnia, Bakir Izetbegovic dan Menteri Wakaf dan Urusan Islam Qatar, Ghaith bin Mubarak Al-Kuwari, yang hadir mewakili Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa al-Thani selaku penyandang dana terbesar pembangunan Masjid dan Islamic Center ini. Proyek pembangunan Islamic Center ini dimulai dengan peletakan batu pertama pada tanggal 3 Oktober 2009 yang lalu. Sedangkan ide pembangunnya sendiri sudah muncul sejak tahun 1968.

Media menyebut komplek Islamic Center Rijeka ini sebagai “Masjid Pertama di Kawasan Adriatik” setelah Ke-Khalifahan Usmaniah meninggalkan kawasan tersebut 500 tahun yang lalu. Sementara presiden Kroasia dalam sambutannya mengatakan bahwa “Islam dan tradisinya telah menjadi bagian dari sejarah Kroasia bersama dengan tradisi minoritas lainnya telah memperkaya budaya dan identitas Negara”.

Presiden Tripartit dari Etnis Bosnia, Bakr Izetbegovik mengatakan bahwa Kroasia merupakan tempat yang nyaman bagi muslim etnis Bosnia untuk menetap dan membuka pusat ke-Islaman, menyampaikan sinyal positif ke seluruh dunia. Sedangkan Menteri Wakaf dan Urusan Islam Qatar, Al-Kuwari menyampaikan harapan bahwa Islamic Center Rijeka dapat membantu membantu memperbaiki citra Islam dan muslim.

Kompilasi foto Islamic Center Rijeka menurut berbagai asal

Turut hadir dalam peresmian tersebut para tokoh tokoh penting Uni Eropa dan Kroasia, diantaranya adalah ; Josip Leko - Juru Bicara Parlemen Kroasia. Husein Kavazovic - pemimpin muslim di Bosnia & Herzegovina. Aziz Hasanovic – Mufti kota Zagreb (Kroasia) dan Paul Vandoren – Delegasi Presiden Uni Eropa untuk Kroasia. Serta tokoh tokoh lintas agama. Paul Vandoren menyampaikan harapan bahwa Islamic Center Rijeka sebagai pusat Ke-Islaman juga sebagai pusat multikultural, toleransi dan saling pengertian antar pemeluk agama di Kroasia.

Muslim dan Masjid di Kroasia

Saat ini lebih dari 10 ribu muslim tinggal di kota Rijeka dan sebagian besar dari Bosnia & Herzegovina. Rencana pembangunan masjid dan Islamic Center ini telah muncul sejak lima decade yang lalu. Komunitas muslim di Kroasia menecapai 1,5% atau sekitar 63 ribu jiwa dari total 4,2 juta penduduk Kroasia dan sekitar 10 ribu diantaranya tinggal di kota Rijeka dan sekitarnya. Sekitar 87% penduduk Kroasia beragama Katholik Roma dan Islam menempati tempat sebagai minoritas ketiga di Negara tersebut.

Kemeriahan suasana peresmian Islamic Center Rijeka

Selama ini muslim Kroasia hanya memiliki dua masjid di sana yakni sebuah masjid kecil di kota Gunja di bagian barat Kroasia berbatasan dengan Bosnia & Herzegovina yang dibangun tahun 1960-an dan satu masjid lagi di kota Zagreb dibangun tahun 1987 sebagai pusat peribadatan bagi muslim Kroasia yang merupakan kaum minoritas terbesar ketiga di Kroasia berdasarkan sensus tahun 2011.

Fasilitas & Aritektur Islamic Center Rijeka

Masjid & Islamic Center Rijeka dibangun seluas 10 ribu meter persegi dan menghabiskan dana lebih dari 10 juta Euro ($13 juta dolar). Keseluruhan komplek ini terdiri dari bangunan Masjid sebagai bangunan utama, Aula Serbaguna, ruang kuliah, Taman Kanak Kanak, Perpustakaan, ruang makan, Guest House, cafeteria, Kantor pengelola dan disediakannya juga lapangan Basket dan sepakbola serta lapangan parkir.

Islamic Center Rijeka dibangun dalam ukuran yang cukup besar dan berada di atas bukit membuatnya terlihat dari kejauhan hingga ke bibir pantai.

Bentuk umum bangunannya berupa kubah kubah besar bewarna perak dengan sebatang bangunan menara terpisah setinggi 23 meter (75 kaki). Rancangan masjid ini ditangani oleh (Almarhum) Dušan Džamonja (1928 - 2009). seorang pemahat professional Kroasia ber-etnis Sebia. Beliau yang merancang konsep bangunan Islamic Center ini dalam bentuk miniature bangunan masjid yang akan dibangun tersebut. Lokasi bangunannya sengaja dipilih dipuncak sebuah bukit membuatnya dapat terlihat dari kejauhan hingga ke Teluk Kvarner bay.

Dari bentuk miniatur tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam rancangan arsitektur oleh Arsitek Darko Vlahović dan Branko Vučinović dan hasilnya adalah sebuah proyek bangunan masjid dengan estetika yang superior. Kubah utama bangunan nya terdiri dari lima bagian terpisa yang secara kasat mata tampak sebagai satu kesatuan. Dalam pelaksanaannya pembangunan masjid ini juga melibatkan arsitek Dora Vlahović, Luka Vlahović, Dubravka Đurkan-Horvat dan Davor Mauser.

Islamic Center Rijeka dengan latar belakang laut Adriatik di Teluk Kvalrner

Pada saat menggagas bentuk kubah bangunan masjid ini kemungkinan besar sang konseptor, Dušan Džamonja, memiliki pemahaman yang luas tentang rancangan kubah masjid masjid Usmaniah yang bertebaran disepanjang pantai mediterania yang kemudian dengan caranya sendiri membentuk kubah tersebut kedalam bentuk yang baru.

Hal yang kemudian menjadikan rancangan masjid ini menjadi begitu artistik, bernilai dan unik adalah keberhasilan memainkan bentuk geometeris yang kemudian memunculkan  fakta bahwa bangunan masjid ini lebih sebagai sebuah pencapaian seni pahatan dari sang konseptor dibandingkan sebuah pusat budaya dan agama serta arsitektur bangunan secara umum. Keseluruhan proyek pembangunan masjid ini sebagian besar di danai oleh pemerintah Qatar.***

Islamic Center Rijeka saat proses pembangunan
Satu Lagi Aerial View Islamic Center Rijeka
Interior Islamic Center Rijeka
Exterior Islamic Center Rijeka

Referensi

globalpost.com - staunchly-catholic-croatia-opens-major-islamic-centre

islamicartsmagazine.com – the mosque in Rijeka a masterpiece of contemporary architecture

onislam.net - adriatics-first-post-ottoman-mosque-opens

balkaninsight.com - croatia-new-mosque-opened-in-rijeka

adb-arhitektura.hr - islamski-centar-rijekaisliamic-center-in-the-city-of-rijeka

Baca Juga

Masjid Ali Pasha's Sarajevo

Masjid Gazi Husrev-Beg, Sarajevo (bagian-2)

Masjid Gazi Husrev-Beg, Sarajevo (bagian-1)

The Emperors Mosque, Sarajevo – Bosnia and Herzegovina

Friday, October 16, 2020

Islamic Center Zagreb – Kroasia (Bagian-1)

Islamic Center Zagreb - di Ibukota Republik Kroasia. Hadir menlayani 1.3% muslim di negara berpenduduk mayoritas (87%) Katholik tersebut sejak tahun 1987 yang lalu.

Zagreb adalah ibukota Negara Republik Kroasia. Republik yang baru berdiri paska runtuhnya Yugoslavia. Di Zagreb berdiri megah bangunan masjid satu satunya di kota itu, bernama Islamic Center Zagreb, bangunan masjid yang begitu menarik perhatian karena arsitektut bangunannya yang unik meski tak meninggalkan ciri utama sebuah bangunan masjid dengan satu menaranya yang tinggi menjulang berbentuk seperti sebatang lilin.

Islamic Center Zagreb mulai dibangun dengan peletakan batu pertama pada tanggal 11 September 1981 dan diresmikan tahun 1987. Meskipun Masjid Islamic Center ini merupakan satu satunya masjid di kota Zagreb, namun masjid ini bukanlah masjid pertama di kota itu. Masjid pertama kota Zagreb sudah ada sejak tahun 1916, sebuah bangunan di barak militer garnizun Infanteri di ubah menjadi masjid bagi anggota militer dan keluarganya. Lalu bangunan masjid sebenarnya juga pernah berdiri begitu megah dengan tiga menara di ditengah kota Zagreb.

MASJID MAESTROVIC PAVILION. gedung maestrovic pavilion di pusat kota Zagreb pernah dijadikan masjid semasa perang dunia kedua saat Kroasia dibawah kendali pemerintahan Negara Independen Kroasia yang dibentuk oleh Nazi Jerman. Sesuatu yang tak belangsung lama dan kini Maestrovic Pavilion masih berdiri megah di pusat kota Zagreb meski gundul tanpa tiga menaranya yang sudah diruntuhkan tahun 1948.

Hanya saja masjid masjid pertama itu tidak berumur panjang seiring dengan silih bergantinya kekuatan yang menguasai wilayah Kroasia. Bangunan masjid dengan tiga menara di pusat kota Zagreb itu diresmikan tahun 1944 saat Kroasia diperintah oleh “Negara Independen Kroasia” bentukan Nazi Jerman. Namun ditutup tahun 1945 seiring kekalahan Nazi dalam perang dunia kedua. Bekas bangunan masjid itu masih berdiri hingga kini sebagai museum di pusat kota Zagreb dengan nama Meštrović Pavilion.

Islamic Center Zagreb

Gavellina 40,

Zagreb, Croatia 10 000, CROATIA

Phone: 00385-16137162

Fax: 0038516137159

Email: mesihat@zg.t-com.hr

URL: www.islamska-zajednica.hr

View Islamic Center Zagreb in a larger map

View Islamic Center Zagreb in a larger map

Islamic Center Zagreb dapat dicapai dari depan stasiun utama Zagreb dengan menggunakan Tram nomor 6, 7, 8 dan 14 lalu turun di stasiun Folnegovićevo naselje. Darisana berjalan kaki sekitar 15 menit melewati bangunan bangunan bangunan flat hunian hingga mencapai jalan utama dipersimpangan lampu lalu lintas. Menara masjid Islamic Center sudah terlihat dari tempat anda berdiri.

Satu satunya bangunan Masjid “sebenarnya” di kota Zagreb ini berdiri megah ditengah tengah lahan yang cukup luas di kawasan Borovje kota Zagreb dengan landskap yang ditata begitu apik, bangunannya terlihat jelas saat berada di Gavella street. Berdiri di atas lahan seluas 17.938 meter persegi, lahan yang cukup luas ini selain sebagai taman juga disediakan sebagai cadangan untuk pengembangan dikemudian hari.

FOTO UDARA Islamic Center Zagreb, megah ditengah lahan luas yang memang dipersiapkan bagi pengembangan di masa depan. Beberapa bangunan disebelah bawah foto adalah kediaman imam dan keluarganya serta guest house untuk para tamu.

Dibangun dalam arsitektur yang cukup unik, tidak saja sebagai pusat Ke-Islaman di kota itu tapi juga sebagai sebuah karya seni yang menawan. Bangunan utamanya terdiri dari belahan tiga kubah besar berwarna hijau yang dibangun saling berhadapan. Dua belahan kubah berada di atap masjid dan satu belahan lagi menutup hingga ke sisi mihrab. Masing masing belahan kubah ini dibangun dengan tingkat elevasi berbeda yang kemudian menghadirkan celah diantara ketiganya. Celah tersebut yang dimanfaatkan sebagai jendela kaca dalam ukuran besar di atap masjid.

Selain tiga belahan kubah tersebut masih ada satu belahan kubah lainnya yang diletakkan di sisi depan masjid menghadap ke tangga utama berfungsi sebagai beranda, akses utama ke Masjid dengan tiga pintu, di bagian masing masing pintu ini dipasang tiga buah jendela dengan bentuk yang senada karya dari (alm) Sefkija Baručija. Di depan beranda ini terhampar halaman berlantai batu putih lengkap dengan ornament pancuran air. Kubah masjid yang terdiri dari tiga belahan ini dihias dengan caligrafi bertuliskan kalimat Basmallah.

BERANDA Masjid Islamic Center Zagreb, sangat unik dan menarik.

Masuk ke dalam masjid ini menghadirkan suasana yang sedikit berbeda dibandingkan dengan interior masjid pada umumnya, bukaan besar di atap masjid tidak sebagai bukaan melingkar dibawah kubah tapi tercipta dari perbedaan ketinggian masing masing belahan kubah. dibawahnya digantung lampu hias dalam ukuran besar. Mihrab Masjid ini juga dibuar dalam bentuk yang senada dengan ukiran kaligrafi Ayat Kursi yang begitu apik.

Di sisi kiri dan kanan bagian atas mihrab dihias dengan dua emblem bertuliskan kaligrafi Allah dan Muhammad. Tak kalah menarik perhatian adalah mimbarnya yang juga dibuat dari batu putih dengan bentuk yang tinggi tapi ramping dengan jejeran anak tangga yang cukup tinggi. Mimbar ini dilengkapi dengan gerbang melengkung yang juga dibuat dari batu putih.

INTERIOR masjid Islamic Center Zagreb dari arah mezanin lantai dua.

Denah interior ruang utama masjid ini berbentuk oval, menyambung dari bentuk belahan kubah yang menjadi dinding utama ruang mihrab. Mezanin lantai dua ruang dalam masjid dengan sendirinya juga mengikuti ruang utama dibawahnya. Keseluruhan permukaan lantai dalam masjid dilapisi dengan karpet Persia blagozeleni hadiah dari rakyat muslim Iran.

Masjid ini juga menyediakan ruang khusus untuk jemaah wanita dan dari ruangan khusus wanita ini tersedia akses menuju ke menara masjid. menara masjid yang dibangun terpisah dari bangunan utama ini setinggi 42 meter di ukur dari pelataran masjid tempatnya berdiri. Bentuknya yang lancip dan tinggi seakan membentuk sebuah lilin raksasa. Ruang khusus wanita di masjid ini juga dilengkapi dengan dua kubah kaca yang memungkinkan jemaah didalamnya untuk melihat ujung menara.

INTERIOR Islamic Center Zagreb dari arah Mimbar

Keseluruhan dinding masjid bagian luar ditutup dengan batu pualam warna putih dan di tembok sisi kanan sebelah luar dihias dengan satu kaligrafi yang begitu indah dalam ukuran besar. Dari pintu masuk sebelah kiri akan mengantarkan jemaah menuju ke ruang basement tempat wudhu jemaah pria ada disana, termasuk ruang maktab (kuliah), Aula serbaguna, ruang ganti, resepsionis, perpustakaan, kantor pengelola, serta rumah makan.

Di dalam komplek Islamic center ini juga dibangun rumah tempat tinggal untuk imam dan keluarganya serta guest house yang disediakan bagi para tamu dari berbagai komunitas Islam yang berkunjung secara resmi kesana. Ruang basement masjid ini tadinya disediakan untuk tempat parkir tapi kemudian di alih fungsi sebagai ruang madrasah "Dr. Ahmed Smajloivić" yang berada di lantai dua basement. Sedangkan lantai dasar basement dijadikan ruang khusus ibu menyusui dan area bermain anak anak, fasilitas remaja masjid dan amphitheater.

Bersambung ke Bagian-2

Baca Juga

Islamic Center Rijeka, Masjid Pertama Adriatik

Masjid Ali Pasha's Sarajevo

Masjid Gazi Husrev-Beg, Sarajevo (bagian-2)

Masjid Gazi Husrev-Beg, Sarajevo (bagian-1)

The Emperors Mosque, Sarajevo – Bosnia and Herzegovina

Islamic Center Zagreb – Kroasia (Bagian-2)

Sejarah Islamic Center Zagreb

MASJID PERTAMA DI KOTA ZAGREB. Untuk pertama kalinya di tahun 1944 muslim kota Zagreb memiliki bangunan masjid sebenarnya dengan diresmikannya alih fungsi gedung Maestrovic Pavilion sebagai Masjid pertama di kota itu. hanya saja setahun kemudian masjid ini ditutup oleh penguasa baru, tiga menaranya diruntuhkan tahun 1948.

Antara tahun 1868 hingga tahun 1918 Kroasia merupakan wilayah otonomi dibawah kerajaan Hongaria yang kemudian bergabung dalam Kekaisaran Astro-Hongary. Kekaisaran ini yang kemudian mencaplok wilayah Bosnia & Herzegovina yang mayoritas penduduknya Bergama Islam ke dalam wilayah mereka. Sekaligus menandai masuknya Islam sebagai agama yang di anut di dalam Kekaisaran tersebut, yang wilayahnya juga meliputi wilayah yang kini dikenal sebagai Republik Kroasia, beribukota di Zagreb.

Sejarah Islamic Cente Zagreb tidak lepas dari sejarah Islam di kota Zagreb khususnya dan sejarah Islam di Republik Kroasia pada umumnya. Masjid pertama di Zagreb sudah ada sejak tahun 1916 manakala garnizun militer disana menunjuk seorang imam anggota militer yang beragama Islam. Dia menjalankan tugasnya secara berkala termasuk mengurusi masalah sipil diluar ketentaraan. Ditahun 1917 dibentuk Komunitas Muslim Zagreb yang kemudian menunjuk seorang mufti membawahi keseluruhan Muslim di semua kota di Kroasia.

ISLAMIC CENTER ZAGREB saat ini.

Ismet ef Muftić menjadi Mufti Zagreb pertama. Di saat yang sama HFZ. Abdullah ef Muhasilović bertindak sebagai imam militer dan mengubah barak militer infantri resimen Zrinski menjadi sebuah masjid bagi muslim kota Zagreb. Seiring dengan rencana untuk membangun masjid sesungguhnya, telah terkumpul dana sebesar 100 ribu Crown dan pemerintah Kroasia saat itu secara tentatif telah menyumbangkan lahan di sebelah selatan bangunan teater, namun rencana itu gagal. Setelah berahirnya perang dunia pertama, terjadi pergantian pemerintah di Kroasia, seiring dengan runtuhnya kekaisaran Astro-Hongary dan wilayah Kroasia kemudian masuk kedalam Kerajaan Yugoslavia (1918-1943).

Di bulan Ramadhan tahun 1920-an muslim Zagreb menyewa berbagai tempat sebagai masjid sementara untuk memenuhi kebutuhan mereka akan tempat ibadah. Di tahun 1935 dua apartemen yang beralamat di Tomasiceva 12 digabungkan menjadi satu lalu direnovasi untuk dijadikan masjid pertama di Zagreb yang dibuka secara resmi pada tanggal 29 November 1935.

RANCANGAN MASJID DI ZALENGAJ tahun 1937 yang tak pernah terwujud.

Saat itu komunitas muslim telah mendaftarkan anggota mereka sejumlah 1250 orang, dan bila digabungkan dengan tenaga kerja musiman serta mahasiswa asing yang ada disana mencapai hingga 3000 jiwa. Gedung apartemen tersebut juga menjadi kantor bagi Komunitas muslim dan Mufti Ismet ef Muftića.  Di pihak militer saat itu yang menjadi imam adalah Halil ef Imamoviæ dan I Ragib ef Muftić sebagai muazin.

Ditahun yang sama dibentuk semacam panitia pembangunan bagi sebuah bangunan masjid sebenarnya yang diketuai oleh Mufti Ismet ef Muftića. Menyusul kemudian di tahun 1937 dirumuskan sebuah rencana berikut rancangan bangunan masjidnya yang akan dibangun di kawasan  Zelengaj namun rencana itu terganjal oleh pecah nya perang dunia kedua (1939-1945), Croasia dan Bosnia Herzegovina jatuh ke tangan Nazi Jerman yang kemudian membentuk pemerintahan Boneka bernama Independent state of Croatia atau lebih dikenal dengan nama NDH (singkatan dalam bahasa Kroasia : Nezavisna Država Hrvatska) pada tanggal 10 April 1941.

Masjid di Gedung Meštrović Pavilion

EXTERIOR & INTERIOR masjid pertama kota Zagreb.

Angin segar justru berhembus dari pemerintahan boneka bentukan Nazi ini. Proposal pembangunan masjid memang ditolak namun mereka memberikan solusi untuk mengubah gedung pameran benda seni Meštrović Pavilion di lapangan Žrtava Fašizma Square (lapangan korban tindak fasisme) untuk di ubah menjadi masjid. Sebuah bangunan prestisius karya Ivan Meštrović dibangun tahun 1938 sebagai pusat pameran karya seni sekaligus sebagai sekretariat komunitas seniman Kroasia.

Di musim gugur tahun 1941 dimulai renovasi besar besaran terhadap Meštrović Pavilion untuk mengubahnya menjadi masjid termasuk pembangunan tiga menara masing masing setinggi 45 meter di sekeliling disekeliling bangunan tersebut. Masing masing menara ini dirancang untuk dilengkapi dengan elevator namun tak pernah dipasangkan karena akibat kondisi perang yang masih berkecamuk.

KENANGAN DARI SERPIHAN SEJARAH. Sisa sisa Mihrab dari Masjid Pertam kota Zagreb (Gedung Maestrovic Pavilion) yang kini disimpan di Islamic Center Zagreb.

Masjid tersebut dibuka secara resmi di tahun 1944. Namun hal tersebut tidak belangsung lama. Jerman kalah dalam perang dunia kedua. Penguasa di Kroasia pun berganti lagi. Bangunan masjid yang baru diresmikan di hari Jum’at 18 Agustus 1944 itu ditutup setahun kemudian, tiga menaranya diruntuhkan tahun 1948. Mufti Ismet ef Muftića di hukum mati oleh penguasa baru di depan masjid yang di-impikan dan perjuangkannya selama berpuluh tahun itu.

Paska ditutup permanennya masjid di Meštrović Pavilion, seluruh aktivitas muslim Kroasia kembali ke tempat mereka semula di Tomašićeva ulica 12 10000, Zagreb, yang lokasinya hanya terpisah satu blok dari tempat itu dan bertahan sebagai kantor Komunitas Muslim Kroasia Croatia‎ hingga hari ini  Penguasa di Kroasia masih terus berganti sejak hari itu, dan Meštrović Pavilion juga silih berganti fungsi sampai ahirnya dikembalikan lagi ke fungsi awalnya sebagai galeri seni oleh pemerintahan Kroasia saat ini, namun kebanyakan orang disana masih saja menyebutnya sebagai Džamija alias masjid.***

MIHRAB masjid Islamic Center Zagreb saat ini, indah dengan ukiran kaligrafi ayat kursi.

Kembali ke Bagian-1 atau lanjutkan ke Bagian 3

Baca Juga

Islamic Center Rijeka, Masjid Pertama Adriatik

Masjid Ali Pasha's Sarajevo

Masjid Gazi Husrev-Beg, Sarajevo (bagian-2)

Masjid Gazi Husrev-Beg, Sarajevo (bagian-1)

The Emperors Mosque, Sarajevo – Bosnia and Herzegovina

Islamic Center Zagreb – Kroasia (Bagian-1)

Thursday, October 15, 2020

Islamic Center Zagreb – Kroasia (Bagian-3)

kompilasi foto Islamic Center Zagreb

Pembangunan Islamic Center Zagreb

Tak lama setelah penutupan dan penghancuran masjid di Maetrovic Pavilion terbentuk Pan Islamic Community yang ditokohi oleh Hifzi ef Alagiæ, Dr. Suleiman Masovic, Murat Omanoviæ, Asim Šaæiragiæ, Mehmedalija Jusufbegoviæ, Riza Elezoviæ dan Ičić Muzuroviæ.

Segera mereka memulai untuk membangun sebuah masjid baru sebagai pengganti. Cikal bakal rancangan bangunan masjid oleh panitia yang telah dibuat oleh komunitas muslim sejak tahun 1962, tahun ketika komite diketuai oleh Asim Šaæiragiæ, yang tak lain adalah seorang pematung yang sangat handal dari Zagreb. Kala itu dengan penuh antusias membentuk tim bersama imam Merzuk ef Vejzagiæa serta Dr. Sulaiman Masovic, Hifzi ef Alagiæ, Dr. Mohammed Balic, Ali Èabaravdiæ, Adham Æelhasiæ, Dr. Kamil Kamariæ, Salim Šabiæ, Azim Karamehmedoviæ, Azra Ruždija dan Sejida Bejtoviæ.

Yang pertama dilakukan oleh komite yang sudah terbentuk ini adalah melakukan pendekatan bagi pemenuhan izin bagi gedung yang selama ini sudah dijadikan sebagai Masjid di Tomašiæevoj street no 12th, tempat berkumpulnya pemuda / pemudi Islam yang semakin solid dalam aktivitas kepemudaan mereka.

Kiri : lahan Islamic Center Zagreb sebelum dibangun. Kanan : Islamic Center Zagreb Saat ini

Asim Šaæiragiæ dengan pertalian sosialnya yang kuat segera melakukan upaya pencaian kemungkingkan untuk membangun masjid baru dan kemudian membentuk panita yang terdiri dari: Asim Šaæiragiæ - Chairman, Dr. Osman Muftiæ - Secretary-ing Hamdi Samardzic, engineer Mustafa Cvijetiæ, Engineer Mohammed Mujièiæ, Azim Karamehmedoviæ ing, ing Nedim Lagumdzija, Ismet Golubovic, Huso Mehanoviæ, Ferid Mekiæ, Dr. Salih Salahoviæ, Salim Šabiæ, Smajo Tataragiæ, ing Emin Softiæ, Ibrahim Busovarfa, Midhat Šeæerkadiæ, Dr. Suleiman Masovic, Dr. Salko Kuloviæ, Rasim Omanoviæ Dr. Šemso Tankoviæ, ing Seid Husedžinoviæ , Muharem Teskeredžiæ, Ali Èabaravdiæ, Adham Èelhasiæ, Sakib Bulbuloviæ, Mustafa Srna, jam Muhasiloviæ, Azim Muzuroviæ and Hivzi ef Alagiæ.

Asim Šaæiragiæ berhasil menego dewan kota untuk mendapatkan lokasi bagi masjid yang akan dibangun (6438 m2). Lokasi yang ditunjuk adalah sebidang lahan di sebelah selatan pemakaman umum kota Zagreb di Mirogoj. Peluang yang segera saja ditangkap dan segera dibuat rancangan awal oleh Arsitek George Neidhardt bersama prof. Džemala Èeliæa, yang kedua duanya dari Fakultas Arsitektur Sarajevo. Dan penggalangan dana bagi pembangunan masjid pun dimulai. Salah satunya adalah dengan pembuatan dan penyebaran rekaman dakwah islam atas ide dari Asim Šaæiragiæa yang dikemudian hari dirasakan begitu bermanfaat dan efektif.

suasana upacara peletakan batu pertama Islamic Center Zagreb

Panitia pembangunan masjid pun mengalami perombakan lagi kali ini dipimpin oleh Salim Šabiæ, wakil : Osman Muftiæ dan Azim Karamehmedoviæ, anggota : Ahmed Ikanoviæ-Umum : Ševko ef Omerbasic, Asim Šaæiragiæ, Mustafa Pliæaniæ, Ferid Mekiæ-treasurer, Ibrahim Busovarfa, Dr. Suleiman Masovic, Mirsad Srebrenikoviæ, Muhammad Ali, Asim Badiaa, Mustafa Srna, Fehim Nuhbegoviæ, Adnan Omanoviæ, Hazim Krajnoviæ, Nadžija Muftiæ, Fakhr Muzuroviæ, Nasuf But Salih Alièelebiæ, Mehmed Sarajliæ, Æoso bugaboo, Uzeir Huskoviæ, Merzuk Žuniæ, Salih clamor, Muharem Xhaferi dan Ismail Mujiæ.

Proyek Pembangunan Masjid dimulai

Di tahun 1979 dewan kota Zagreb menawarkan lima lokasi kepada Komunitas Muslim Zagreb sebagai lokasi pembangunan Masjid. Namun pada ahirnya tercapai kata sepakat untuk membangun masjid di di daerah Borovje di atas lahan seluas 17,938 meter persegi. Lokasi nya berada di sebelah timur desa Folnegovićevog dan sebelah selatan jalan tol tak jauh dari pabrik Coca-Cola. Hanya saja di lahan tersebut sama sekali belum tersedia insfrastuktur kota termasuk belum ada pasokan air, listrik dan apapun.

Suasana peresmian Masjid Islamic Center Zagreb

Sementara lahan bakal masjid yang masih kosong ditanami oleh para jemaah dengan beraneka tanaman dan sayuran, sambil memberikan waktu yang cukup kepada arsitek Dzemaludin steels dan Mirza Gols menyelesaikan rancangan awal bangunan masjid yang akan dibangun disana. Kedua arsitek ini merupakan arsitek dari Fakultas Arsitektur Sarajevo (Bosnia) dibawah Professor Najdhardta.

Pada tanggal 11 September 1981 dilaksanakan upacara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Zagreb. Acara ini dihadiri begitu banyak tokoh tokoh muslim dan tokoh terkemuka serta tamu undangan. Dibuka oleh Salim Sabic selaku ketua pelaksana pembangunan. Dilanjutkan sambutan oleh Rois Ulama Komunitas Islam Yugoslavia, dan terahir oleh Ketua dewan masjid Bosnia Herzegovina, Kroasia dan Slovenia, Dr. Ahmed Smajlović.  Luar biasanya, setelah upacara itu, komunitas muslim disana secara bergotong royong membersihkan seluruh lahan tempat bakal masjid ini secara sukarela selama beberapa minggu.

Suasana yang mirip dengandi Indonesia. Jemaah masjid bergotong royong secara sukarela selama beberapa minggu sebelum dan selama pembangunan masjid Islamic Center Zagreb ini. lahan kosong dimanfaatkan untuk bercocok tanam sekaligus membersihkan seluruh area tempat bakal masjid berdiri.

Penandatangan kesepakatan telah ditandatangani antara Ketua Komunitas mUslim Zagreb, Mustafa Plicanic bersama Ketua Panita pembangunan masjid Salim Sabic dengan pihak kontraktor pada bulan Agustus 1981. Dengan jaminan pendanaan oleh Bank penjamin. Segera setelah itu proyek pembangunan dilaksanakan dan pada awal tahun 1982 sudah masuk dalam tahap pengecoran.

Selama pembangunan berlangsung begitu banyak tamu kerhormatan yang mengunjungi proyek pembangunan masjid ini. Sementara Ševko Omerbašić dan Salim Sabic terus bergerak mendatangi setiap individu maupun institusi dalam upaya penggalangan dana dari dalam maupun dari berbagai Negara Islam. Dr. Baasha, Shaikh Sultan batch dari Sudan menyumbangkan dana US$2.5 juta dolar, menjadi penyumbang terbesar pembangunan masjid ini.

Keseluruhan pembangunan Islamic Center Zagreb ini selesai dibangun pada pada musim semi tahun 1987 dan diresmikan di tahun yang sama dihadiri oleh lebih dari 100 ribu orang memadati areal masjid ini tak peduli dengan hujan yang mengguyur saat upacara berlangsung.***

Selesai.***

Referensi

situs resmi komunitas muslim kroasia [dalam bahasa bosnia]

Baca Juga

Islamic Center Zagreb – Kroasia (Bagian-1)

Islamic Center Zagreb – Kroasia (Bagian-2)

Islamic Center Rijeka, Masjid Pertama Adriatik

Masjid Ali Pasha's Sarajevo

Masjid Gazi Husrev-Beg, Sarajevo (bagian-2)

Masjid Gazi Husrev-Beg, Sarajevo (bagian-1)

The Emperors Mosque, Sarajevo – Bosnia and Herzegovina

Asal SEO

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done