Islami Pedia: Masjid di Inggris
News Update
Loading...
Showing posts with label Masjid di Inggris. Show all posts
Showing posts with label Masjid di Inggris. Show all posts

Tuesday, October 13, 2020

Sepuluh Masjid di Inggris Yang Dulunya Gereja (Bagian-2)

Masjid pada Inggris yang dulunya Gereja (bagian 2)

Maraknya penutupan gereja pada Inggris yang dikenal sebagai tanahnya Saint George sebagai akibat sepi jemaah membuka peluang bagi muslim disana buat mengubahnya sebagai masjid. Fakta yang terbalik antara jemaah gereja yg semakin sepi dengan jemaah masjid yg semakin membludak mengakibatkan pada meingkatnya kebutuhan akan ruang sholat yg memadai bagi muslim disana.

Pemerintah Inggris beberapa waktu lalu sempat mengeluarkan larangan perubahan gereja tidak terpakai sebagai masjid, mereka lebih mengarahkan bangunan bangunan tadi buat di ubah menjadi gedung gedung sentra usaha dan lain sebagainya. Tetapi sebelum aturan tersebut dimuntahkan telah begitu poly gereja tidak terpakai tersebut yg berubah menjadi masjid. Lima Masjid telah di ulas di posting sebelumnya dan berikut ini lima masjid berikutnya yg sebelumnya merupakan bangunan gereja.

6. Wembley Central M asjid dulunya gereja St Andrew's Presbyterian

Masjid Sentral Wembley.

Wembley Central Masjid di jantung kota Wembley, dekat dengan Wembley Park Station. Dulunya merupakan sebuah gereja St Andrew's Presbyterian. Pencarian tempat ibadah yang cocok untuk muslim yang tingal di kawasan barat laut kota London sudah dimulai sejak tahun 1985 seiring dengan semakin membludaknya jemaah muslim disana. Tadinya peribadatan dilaksanakan di sebuah bangunan tuko tiga lantai di Harrowdene namun tak lagi memadai.

Pencarian berujung kepada Gereja St Andrew's Presbyterian yang sudah terbengkalai lebih dari 15 tahun. Bangunan tersebut yang kemudian dibeli oleh muslim setempat dengan dana dari hasil penjualan RUKO yang selama ini difungsikan sebagai tempat sholat berjamaah sementara. Butuh waktu tiga tahun untuk merombak secara keseluruhan bangunan gereja tersebut menjadi sebuah masjid lengkap dengan kubah dan menaranya meski bentuk asli bangunan gereja-nya masih terlihat jelas. Lihat videonya di youtube.

7. Masjid Jami? Essex dulunya Gereja United Reformed Church Southend

Masjid Jami' Essex.

Essex Jamme Masjid Trust, sebelum dijadikan masjid hingga tahun 2006 adalah sebuah gereja milik United Reformed Church Southend. Sejak tahun 2006 gereja tadi tidak digunakan lagi karena sepi jemaah. Pengurusnya sempat berencana untuk mengubah bangunan tadi sebagai sebuah apartemen namun gagasan tersebut ditolak oleh dewan kota.

Di bulan November 2008, muslim disana membeli komplek gereja tersebut seharga ?850,215 pund sterling. Di pada komplek tadi nir hanya bangungan gerejanya saja akan tetapi berikut empat bangunan yg terdapat di pada komplek tadi. Dan bangunan gereja yg kala itu telah berumur kurang lebih 107 tahun tersebut secara resmi berubah menjadi masjid sesudah melalui serangkaian renovasi termasuk menambahkan tempat wudhu & menara,

8. Masjid NWK Muslim Assembly dulunya merupakan Gereja Methodis

Masjid NWK.

Muslim yang tinggal di Dartford and Bexley , London & bernaung dibawah organisasi North West Kent Muslim Association (NWK) sejak tahun 2008 lalu secara resmi menempati bekas bangunan gereja Methodis menjadi masjid mereka. Masjid NWK ini sebagai masjid pertama di daerah Bexley?S kota London. Berdirinya masjid tersebut mengahiri masa pencaharian tempat ibadah yg refresentatif bagi muslim yg tinggal pada dua daerah tadi yang telah dilaksanakan lebih menurut 20 tahun.

Managemen masjid ini mayoritas merupakan muslim keturunan Bangladesh, melayani lebih dari 10 ribu muslim yg tinggal disana. Masjid baru tadi selain dipakai menjadi tempat sholat 5 saat jua menyelenggarakan sholat Jum?At berjama?Ah serta menjadi community centre bagi muslim dua kawasan itu.

9. Al-Madina Jamia Masjid Oldham dulunya Gereja Trinity Wesleyan Methodist

Masjid Jami' Al-Madina

Masjid Al-Madina pada Oldham dulunya adalah Gereja Trinity Wesleyan Methodist yang sepi jamaah. Gereja tersebut sempat berubah menjadi pabrik sandang hingga kemudian di tahun1994 gedung tadi dibeli oleh komunitas muslim setempat seharga ?65,000 pund sterling & pada ubah sebagai Masjid.

Pada awalnya tempat ini hanya difungsikan sebagai sekolah Islam dan tidak diizinkan untuk digunakan sebagai masjid karena mendapat pertentangan dari warga masyarakat setempat, penggunaannya pun dibatasi dengan Jam kerja. Izin penggunaan sebagai masjid baru keluar di tahun 1998 dan renovasi total pertama selesai dilaksanakan tahun 2002. Lihat videonya di youtube.

10.  Masjid Clitheroe dulunya adalah Gereja Mt. Zion Methodist

Masjid Clitheroe.

Gereja Methodist Clitheroe sudah relatif lama nir dipakai lagi & selesainya melalui perjuangan panjang, di tahun 2006 yang lalu muslim setempat menerima izin penuh untuk memakai gedung tadi sebagai masjid bagi muslim setempat, dengan catatan wajib menyediakan tempat yang dapat digunakan buat aktivitas lintas agama di pada komplek masjid tersebut.

Bangunan Gereja Methodist tersebut awalnya dibangun tahun 1884 namun ditahun 1972 gereja tersebut menutup layanan jemaatnya & digabungkan dengan the English Presbyterian church sebagai the United Reformed Church. Terbengkalai sejak tahun 1972. Ketika muslim setempat berencana mengubah gedung tadi menjadi masjid, gelombang penolakan hingga pelecehan bermunculan. Namun dukungan deras justru mengalir dari aneka macam kalangan non muslim termasuk gerombolan Methodist & pemeluk agama lainnya di kawasan tersebut yg ahirnya membuahkan hasil menggunakan munculnya biar dari otorita setempat.

Kembali ke bagian-1

Original post @singgahkemasjid.blogspot.com

------------------------------------------------------------------

Follow & Like akun Instagram kami di@masjidinfo

🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.

🌎 informasi dunia Islam.

------------------------------------------------------------------

Monday, October 12, 2020

Sepuluh Masjid di Inggris Yang Dulunya Gereja (Bagian-1)

Sepuluh Masjid pada Inggris yang dulunya gereja bagian 1.

Merujuk pada aneka macam laporan media, disebutkan bahwa dari tahun 1960 sudah terdapat sekitar 10 ribu gereja yg ditutup, termasuk diantaranya 8000 gereja Methodist, dan 1700 gereja Anglikan. Diperkirakan jumlah tadi akan bertambah setidaknya 4 ribu akan menyusul tutup pada tahun 2020 nanti. Data tersebut sangat paradoksal menggunakan pertumbuhan masjid di negara tadi.

Saat ini saja sudah ada lebih menurut 1700 masjid resmi di Inggris & begitu poly dari masjid masjid tadi awalnya adalah sebuah gereja. Jumlah tersebut belum ditambah menggunakan sekitar 2000 mushola dan ribuan masjid & mushola tidak resmi yg bertebaran di negara tersebut mulai dari garasi hingga ruang gedung yang disewa buat keperluan tadi. Berikut lima masjid diantaranya, 5 masjid berikutnya baca di posting berikutnya.

1. Masjid Zakariyya Bolton Bekas Gereja Komunitas Metodis

Masjid Jami' Zakariyya Bolton

Masjid Jami Zakariya atau atau Zakariya Jame Masjid adalah masjid sentral di Bolton, Inggris Raya. Merupakan salah satu dari sekian banyak masjid di Inggris Raya yang dibangun dari sebuah bekas bangunan Gereja yang sudah tidak dipakai. Masjid Jami’ Bolton dibangun dari bekas Gereja Methodist yang rusak parah akibat kebakaran hebat. Dan kemudian dijual ke Muslim Bolton yang memang sedang mencari tempat bagi pembangunan sebuah masjid untuk menampung jemaah yang semakin membludak dan tak tertampung lagi di bangunan yang selama beberapa waktu digunakan sebagai masjid sementara diantara tahun 1965-1967.

Karena jumlah jama?Ah semakin bertambah, maka diperlukan tempat akbar yg tetap. Dan dimulailah pencarian bangunan yg sanggup dipakai sebagai masjid sekaligus islamic center. Pada tahun 1967, terdapat penawaran pembelian gedung bekas gereja komunitas Metodis, yang terpaksa dijual lantaran terbakar. Dengan dana sebanyak 2750 pound sterling dari komunitas Muslim lokal, akhirnya bangunan itu sebagai milik umat Islam.

2. Masjid Jami’ London (Brick Lane Mosque) Bekas Gereja Protestan Huguenot

Masjid Jami' London

Masjid Jami’ London atau dikenal dengan nama Brick Lane Mosque, karena posisinya di Brick Lane 52. Merupakan masjid terbesar di London, mampu menampung 4000 jama’ah. Namun demikian, masjid ini tetap tidak bisa menampung seluruh anggota jama’ah shalat Jumat, hingga sering kali jama’ah meluber ke jalan raya. Mayoritas anggota jama’ah merupakan keturunan Banglades, hingga wilayah tersebut disebut Banglatow.

Masjid ini awalnya didirikan tahun 1743 ini sebagai gereja oleh komunitas Huguenot, atau para pemeluk Protestan yang lari dari Prancis untuk menghindari kekejaman penganut Katolik. Akan tetapi, karena jama’ahnya menurun, maka gereja ini dijual kepada komunitas Yahudi di tahun 1809. Di tahun 1819 bangunan tersebut berpindah tangan ke komunitas Metodis. Tahun 1897 diambil oleh komunitas Ortodok Independen dan berbagi dengan Federasi Sinagog yang menempati lantai dua lalu di tutup tahun 1960. Barulah ditahun 1976 masjid tersebut di alih fungsi menjadi Masjid Jami’ London. Lihat videonya di youtube

3. Masjid Didsbury Bekas Gereja Metodis Albert Park

Masjid Didsbury

Masjid Didsbury aslinya merupakan bangunan gereja Albert Park Methodist Chapel yang dibangun tahun 1883, namun kemudian ditutup tahun 1962 karena sepi jamaah. Bangunan Gereja tersebut dibeli oleh komunitas Arab Syria yang tinggal disana tahun 1967. Bangunan bekas gereja tersebut terdiri dari dua bangunan besar.

Bangunan pertama dipakai sebagai masjid dan perpustakaan, sedangkan bangunan kedua difungsikan sebagai ruang sholat khusus jemaah wanita. Secara keseluruhan masjid ini mampu menampung 1000 jemaah sekaligus. Imam dan khatib hingga kini dijabat Syeikh Salim As Syaikhi. Lihat videonya di youtube

4. Mosque & Islamic Centre of Brent

Masjid Brent

Mosque & Islamic Centre of Brent Terletak di Chichele Road, London NW2, awalnya merupakan sebuah gereja Anglikan dari abad ke 18 hingga tahun 1980-an. Kawasan tersebut kemudian beralih fungsi menjadi bangunan apartemen termasuk sebagianbesar komplek gereja dimaksud menyisakan bangunan utamanya.  Bangunan tersebut yang kini menjadi Masjid.

Masjid ini berkapasitas sekitar 450 orang, dan dipimpin oleh Syeikh Muhammad Sadeez. Hingga kini ciri bentuknya tidak banyak berubah. Hanya ditambah kubah kecil berwarna hijau di beberapa bagian bangunan dan puncak menara. Jemaah masjid ini sebagian besar merupakan para pekerja dan pendatang dari Pakistan karenanya masjid ini kadangkala juga disebut sebagai Pakistan Community Centre atau Pakistan Workers Association. Lihat videonya di youtube.

5. New Peckham Mosque

New Peckham Mosque

New Peckham Mosque sebelumnya merupakan sebuah Gereja Anglikan St. Mark yang dibangun tahun 1880. Awalnya merupakan sebuah sekolah Kristen di tahun 1878 dan di tahun 1883-1885 barulah bangunan gereja permanen-nya dibangun dengan gaya bangunan gereja abad ke 13.

Bangunan tersebut rusak parah semasa perang dunia kedua dan dihancurkan setelah perang lalu dibangun lagi tahun 1960. Sempat beberapa saat dijadikan sekolah. Ditahun 1980 bangunan tersebut dialihfungsi menjadi masjid yang didirikan oleh Syeikh Nadzim Al Kibrisi. Kini masjid ini berada di bawah pengawasan Imam Muharrim Atlig dan Imam Hasan Bashri. Lihat videonya di Youtube.

Bersambung ke Bagian-2

Orrginal post @singgahkemasjid.blogspot.com

Thursday, August 6, 2020

Masjid Ibrahim Al-Ibrahim, Gibraltar

Megah sendirian di ujung semenanjung Iberia, Masjid Ibrahim Al-Ibrahim berdiri megah di Europa Point Gibraltar, menandai titik pendaratan Panglima Islam Tariq Bin Ziyad dalam penaklukkannya atas Eropa di tahun 711.

Dimanakah Gibraltar

Gibraltar (dibaca Jibraltar), tak bisa dilepaskan dari sejarah masuknya Islam ke Eropa, sejarah Negara Negara di Semenanjung Iberia yang pernah menjadi wilayah kekhalifahan Islam di Andalusia (meliputi Spanyol, Portugal, Andorra, Gibraltar dan sekitarnya) serta sejarah Kerajaan Maroko.  Gibraltar, kini menjadi Wilayah Seberang Lautan Inggris Raya di ujung Semenanjung Iberia menjorok ke laut Mediterania, berbatasan langsung dengan daratan Spanyol dan berseberangan dengan Kerajaan Maroko di benua Afrika.

Keseluruhan wilayah gunung batu Gibraltar luasnya tak lebih dari 6,5 km persegi. Nama Gibraltar berasal dari kata Jabal Tarik yang di ambil dari nama Tariq Bin Ziyad, panglima Pasukan Islam dari Maroko penakluk Eropa di tahun 711 Miladiyah dan diangkat menjadi Gubernur pertama Andalusia dibawah kekuasaan Khalifah Walid I dari dinasti Umayyah di Damaskus. Lidah orang Eropa yang tak fasih menyebut nama “Jabal Tarik” mengubah nama wilayah gunung batu itu menjadi “Gibraltar”.

Sekilas Sejarah Gibraltar

Sejak tahun 597 Miladiyah, Spanyol dikuasai bangsa Gotic (Jerman) dibawah kekuasaan Raja Roderick. Ia membagi masyarakat Spanyol ke dalam lima kasta sosial. Kelas pertama adalah keluarga raja, bangsawan, orang-orang kaya, tuan tanah, dan para penguasa wilayah. Kelas kedua diduduki para pendeta. Kelas ketiga diisi para pegawai negara seperti pengawal, penjaga istana, dan pegawai kantor pemerintahan. Mereka hidup pas-pasan dan diperalat penguasa sebagai alat memeras rakyat.

Kelas keempat adalah para petani, pedagang, dan kelompok masyarakat yang hidup cukup lainnya. Mereka dibebani pajak dan pungutan yang tinggi. Dan kelas kelima adalah para buruh tani, serdadu rendahan, pelayan, dan budak. Kelompok terahir ini yang hidupnya paling menderita.

Akibat klasifikasi sosial itu, rakyat Spanyol tidak kerasan. Sebagian besar mereka hijrah ke Afrika Utara yang berada di bawah Pemerintahan Islam dipimpin oleh Gubernur Musa bin Nusair, mereka merasakan keadilan, kesamaan hak, keamanan, dan menikmati kemakmuran. Para imigran Spanyol itu kebanyakan beragama Yahudi dan Kristen. Bahkan, Gubernur Ceuta, bernama Julian, dan putrinya Florinda ikut mengungsi ke wilayah Islam Afrika Utara, setelah putri Florinda dinodai oleh Roderick. Ceuta adalah satu wilayah kecil di pantai utara Afrika yang merupakan bagian dari wilayah Spanyol.

Penaklukkan Eropa Pertama

Melihat kezaliman itu, Gubernur Musa bin Nusair berencana ingin membebaskan rakyat Spanyol sekaligus menyampaikan Islam ke negeri itu. Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik memberi izin. Musa segera mengirim Abu Zar’ah dengan 400 pasukan pejalan kaki dan 100 orang pasukan berkuda menyeberangi selat antara Afrika Utara dan daratan Eropa.

Kokoh berdampingan dengan gunung batu Jabal Tarik.

Kamis, 4 Ramadhan 91 Hijriah atau 2 April 710 Masehi, Abu Zar’ah meninggalkan Afrika Utara menggunakan 8 kapal dimana 4 buah adalah pemberian Gubernur Julian. Tanggal 25 Ramadhan 91 H atau 23 April 710 H, di malam hari pasukan ini mendarat di sebuah pulau kecil dekat Kota Tarife yang menjadi sasaran serangan pertama.

Di petang harinya, pasukan ini berhasil menaklukan beberapa kota di sepanjang pantai tanpa perlawanan yang berarti. Padahal jumlah pasukan Abu Zar’ah kalah banyak. Setelah penaklukan ini, Abu Zar’ah pulang. Keberhasilan ekspedisi Abu Zar’ah ini membangkitkan semangat Gubernur Musa bin Nusair untuk menaklukan seluruh Spanyol. Maka, ia memerintahkan Thariq bin Ziyad membawa pasukan untuk penaklukan yang kedua.

Penaklukkan Eropa Kedua

Thariq bin Ziyad bin Abdullah bin Walgho bin Walfajun bin Niber Ghasin bin Walhas bin Yathufat bin Nafzau adalah putra suku Ash-Shadaf, suku Birbir, penduduk asli daerah Al-Atlas, Afrika Utara. Ia lahir sekitar tahun 50 Hijriah. Ia ahli menunggang kuda, menggunakan senjata, dan ilmu bela diri.

Masjid Ibrahim Al-Ibrahim dan mercusuar tua dikejauhan.....

Senin, 3 Mei 711 M, Thariq membawa 70.000 pasukan menyeberang ke daratan Eropa dengan kapal. Sesampai di pantai wilayah Spanyol, ia mengumpulkan pasukannya di sebuah bukit karang yang menjorok ke laut Mediterania. Lalu ia memerintahkan pasukannya membakar semua armada kapal yang mereka miliki.

Anggota pasukannya kaget dengan perintah aneh tersebut. Mereka bertanya, “Apa maksud Anda?” “Kalau kapal-kapal itu dibakar, bagaimana nanti kita bisa pulang?” tanya yang lain. Dengan pedang terhunus dan kalimat tegas, Thariq berkata;

“Kita datang ke sini bukan untuk kembali. Kita hanya memiliki dua pilihan: menaklukkan negeri ini lalu tinggal di sini atau kita semua binasa!” “Wahai seluruh pasukan, kalau sudah begini ke mana lagi kalian akan lari? Di belakang kalian ada laut dan di depan kalian ada musuh. Demi Allah swt., satu-satunya milik kalian saat ini hanyalah kejujuran dan kesabaran. Hanya itu yang dapat kalian andalkan

Taktik dan pidato luar biasa itu berhasil mengobarkan semangat jihad anggota pasukannya. Mendengar pasukan Thariq telah mendarat, Raja Roderick mempersiapkan 100.000 tentara dengan persenjataan lengkap. Ia memimpin langsung pasukannya itu. Gubernur Musa Bin Nusair mengirim bantuan kepada Thariq dengan 5.000 orang. Sehingga total pasukan Thariq hanya 12.000 orang.

Jauh di sudut kiri foto adalah mercusuar tua di Europa Point Gibraltar.

Tak ada pilihan bagi seluruh anggota pasukan, tak ada celah untuk melarikan diri kecuali menang perang. Perang tak seimbang itu terukir indah dalam sejarah dengan kemenangan gemilang pasukan Panglima Tariq bin Ziyad sekaligus menjadi permulaan takluknya Eropa ke dalam kekuasaan pemerintahan Islam selama setidaknya lebih dari 7 Abad.

Bukit batu yang menjorok ke laut Mediterania tempat Tariq bin Ziyad dan pasukannya mendarat itu dikemudian hari disebut dengan nama Jabal Tariq (Bukit Tariq) sebagai penghormatan kepada Panglima Tariq bin Ziyad, namun dilidah orang Eropa nama bukit itu menjadi Gibraltar.

Masjid Ibrahim Al-Ibrahim - Gibraltar

Titik pendaratan pasukan Tariq bin Ziyad di Gibraltar dikenal dengan nama Europa Point, dan di titik itu kini berdiri masjid megah bernama Masjid Ibrahim Al-Ibrahim, atau biasa juga disebut dengan nama masjid King Fahd bin Abdulaziz al-Saud dan juga disebut Masjid Penjaga Dua Masjid Suci yang merupakan gelar resmi bagi Raja Saudi Arabia. menjadi salah satu masjid di lokasi yang tak biasa di muka bumi. Bukit Batu Gibraltar ini terlihat begitu kekar dari arah laut Mediterania dan selama berabad abad menjadi salah satu mercuar alami bagi para pelaut yang berlayar di laut Mediterania.

Berlatar gunung batu

Masjid Ibrahim Al-Ibrahim dibangun oleh pemerintah kerajaan Saudi Arabia untuk mengenang sejarah penaklukan Eropa oleh Thariq Bin Ziyad. Lokasi masjid ini berdiri merupakan bagian berpermukaan rata di Europa Point dan ditempat ini juga terdapat Telaga Nun yang  merupakan salah satu sisa warisan kekuasaan Islam di Gibraltar. Telaga Nun adalah bagian dari jaringan penampungan air hujan dibawah tanah yang dibangun oleh dinasti Abas selama berkuasa di Eropa, Instalasi air tersebut merupakan solusi untuk memenuhi kebutuhan air warga disana karena kondisi wilayahnya yang merupakan bukit batu tanpa sumber air tanah, dan masih berfungsi dengan baik hingga kini.

Sejarah Pembangunan Masjid Ibrahim Al-Ibrahim

Masjid Ibrahim Al-Ibrahim merupakan hadiah dari Raja Fahd Bin Abdul Aziz Al-Saud Raja Saudi Arabia, dibangun selama dua tahun dan menghabiskan dana sekitar £5 (lima) juta Pondsterling. Pembangunan Masjid Ibrahim Al-Ibrahim dimulai tahun 1995, diresmikan pada tanggal 8 Agustus 1997. Media media Eropa menyebutkan bahwa pada saat peresmian masjid ini dilaksanakan, pengamanan ketat luar biasa diberlakukan disekitar lokasi dan ada lebih dari enampuluh kendaraan mewah berjenis sedan Limosin berjejer disana.

Sebuah prosedur standar, karena upacara peresmian tersebut dihadiri oleh saudara dari mendiang Raja Fahd yang juga merupakan sponsor pembangunan masjid ini, Pangeran Salman Bin Abdul Aziz Al Saud (kini menjadi Raja Saudi Arabia) dan putra bungsu Raja Saudi Arabia (saat itu), Pangeran Abdul Aziz Bin Fahd Bin Abdul Aziz, bersama sama dengan begitu banyak anggota keluarga Kerajaan Saudi Arabia dan para tamu undangan.

Bunga bersemi di Gibraltar

Masjid Ibrahim al-Ibrahim ini merupakan satu satunya bangunan masjid bagi sekitar 2000 muslim Gibraltar. Muslim di Gibraltar kini memang menjadi umat minoritas atau sekitar 7% dari total populasi Gibraltar. Sebelum masjid ini berdiri muslim Gibraltar sebenaranya sudah memiliki sebuah bangunan kecil yang difungsikan sebagai masjid dengan nama Masjid Tariq Bin Ziyad yang berada di areal pelabuhan laut Gibraltar, namun bangunannya hanya berupa sebuah bangunan sederhana yang sama sekali tidak mirip dengan sebuah bangunan masjid, sampai kini masjid tersebut masih berfungsi.

Masjid Pemegang Tiga Rekor

Masjid Ibrahim Al-Ibrahim ini memegang tiga rekor sekaligus; yakni dari biaya pembangunan-nya,  lokasi dan keberadaannya yang istimewa. Pembangunan masjid Ibrahim Al-Ibrahim ini menghabiskan dana sekitar £5 (lima) juta Pundsterling, dan disebut sebut sebagai bangunan masjid dengan biaya termahal per-meter perseginya yang pernah di bangun di daratan Eropa.

Ditinjau dari lokasinya berdiri, Masjid Ibrahim Al-Ibrahim ini juga merupakan Masjid yang berada di lokasi paling selatan di daratan Eropa karena Gibraltar memang merupakan sebuah tanjung kecil ujung dari Semananjung Iberia yang menjorok ke Laut Mediterania.

Interior Masjid Ibrahim Al-Ibrahim

Masjid ini juga merupakan masjid terbesar yang pernah dibangun di negara non muslim dengan penduduk muslimnya minoritas. Selain daripada itu, Masjid ini juga menjadi salah satu dari 1500 lebih masjid berukuran besar yang telah dibangun oleh pemerintah kerajaan Saudi Arabia.

Arsitektur Masjid Ibrahim Al-Ibrahim Gibraltar

Masjid Ibrahim-al-Ibrahim dirancang dengan menggabungkan berbagai seni bina bangunan masjid yang tampak pada kaligrafi dan rancangannya yang cukup rumit, beragam gaya rancangan termasuk gaya Usmani (Turki) dan arsitektur moderen di aplikasikan di masjid ini. Masjid Ibrahim Al-Ibrahim menjadi simbol keanekaragaman sejarah dan masyarakat Gibtaltar.

Konsep rancangan masjid ini dibuat oleh Zakarias Alhkury. Pembangunannya dilaksanakan diatas lahan seluas 985 meter2 yang terdiri dari bangunan utama masjid, rumah kediaman imam masjid, perumahan bagi para pengurus masjid, enam ruang kelas, ruang pertemuan, bangunan untuk pengurusan jenazah, perpustakaan umum, kantor pengurus masjid, dapur dan fasilitas tempat wudhu dan toilet yang terpisah untuk jemaah laki laki dan jemaah wanita.

Gibraltar kini menjadi Wilayah seberang lautan Inggris Raya.

Lantai dasar merupakan ruang sholat utama di masjid ini dihias dengan dekorasi yang sangat indah dan halus. Luas area sholat utama ini sekitar 480m2 dan mampu menampung hingga 400 jemaah sekaligus. Sembilan lampu gantung ditempatkan diatas area ini berbahan kuningan dan dipesan langsung langsung dari pengrajin profesional di Mesir. Delapan lampu gantung tersebut dipasang mengelilingi satu lampu gantung utama seberat sekitar 2 (dua) ton menggantung dibawah kubah utama masjid.

Keramik dari marmer di masjid ini didatangkan langsung dari Carrara di Italia, digunakan untuk menutup tembok luar bangunan termasuk tiang tiang kekar yang menopang struktur atap di dalam ruang utama masjid dan dan sisi mihrab. Ruang mihrab di masjid ini juga di hias dengan hiasan dari plester semen.

Keseluruhan lantai area sholat ditutup dengan karpet yang merupakan satu lembar karpet utuh tanpa sambungan yang dipesan khusus, begitu juga dengan lantai di area sholat jemaah wanita juga ditutup dengan karpet jenis yang sama yang ditempah khusus dari pengrajin karpet di Saudi Arabia. Motif hiasan pada karpet di dua area sholat ini senada dengan motif hias pada lampu gantungnya.

Sama dengan ruang sholat utama, ruang sholat khusus jemaah wanitanya juga dihias dengan lampu gantung yang serupa dan sama sama dipesan dari Mesir. Sebuah lift disediakan untuk menghubungkan area berwudhu menuju ke ruang khusus jemaah wanita di area mezanin yang juga dilengkapi dengan ruang khusus untuk ibu ibu menyusui. Jemaah wanita dari area mezanin dapat melihat langsung ke ruang sholat utama meski di tutup dengan pembatas kayu yang disebut dengan Masharabia screen.

Interior Masjid Ibrahim Al-Ibrahim

Seluruh daun pintu di masjid ini berbahan kayu sejenis kayu jati. Dihias dengan berbagai ornamen indah dari kuningan dan dibuat di Mesir. Panel pintu di lantai dasar dibuat dari kayu solid setebal 5 sentimerter. Sementara kaca kaca jendelanya dilengkapi dengan kaca hias yang dipesan khusus dari Madrid (Spanyol).

Bagian lain dari masjid ini yang dibuat di Mesir adalah ornamen bulan sabit di puncak kubah bangunan masjid dan di puncak menaranya. Ornamen bulan sabit ini terbuat dari kerangka baja dan kemudian di lapis dengan kuningan. Sebuah menara yang dibangun terpisah dari bangunan utama di masjid ini dibangun setinggi 71 meter menjulang tinggi melampaui tinggi mercusuar tua yang berdiri tak jauh dari masjid ini.

Ornamen Bulan sabit di puncak menara ini begitu besar dengan ukuran tingginya mencapai enam meter. Keseluruhan ruang dalam masjid ini dilengkapi dengan sistem tata udara moderen yang memungkinkannya terasa sejuk di musim panas dan terasa hangat di musim dingin yang membeku.***

Referensi

http://www.gibraltar.com/sightseeing/ibrahim-al-ibrahim-mosque-gibraltar.html

http://www.earthdocumentary.com/ibrahim_al_ibrahim_mosque_gibraltar.htm

http://www.saudiembassy.net/files/pdf/publications/magazine/1998-fall/serving.htm

http://www.dakwatuna.com/2008/thariq-bin-ziyad-sang-penakluk-spanyol/

http://www.visitgibraltar.gi/mosque

Monday, July 6, 2020

Masjid Sentral London (London Central Mosque), Inggris

Masjid Sentral London & Islamic Cultural Center

(foto dari en.wikipedia)

Masjid Sentral London atau The London Central Mosque and Islamic Cultural Centre (ICC) atau biasa disebut sebagai Masjid Regent's Park, merujuk kepada tempat dimana masjid itu berada. Regent part merupakan kawasan prestisius di kota London. Masjid yang begitu terkenal di Inggris Raya, dibangun sebagai bentuk penghargaan kepada kaum muslimin di Inggris raya yang telah turut serta membela inggris dan sekutu selama perang dunia ke II. Masjid Sental London mengklaim dirinya sebagai islamic center terpenting dan paling aktif di Inggris Raya, Eropa dan Amerika.

Ada kesamaan antara Masjid Sentral London dengan Masjid Agung Brussel di Belgia. Bila Masjid Sentral London dibangun di dalam kawasan Regent's Park kawasan prestisius di jantung kota London, Masjid Agung Brussel di Belgia dibangun di dalam kawasan taman Cinquantenaire Park di jantung kota Brussel. Masjid Sentral London dibangun atas lahan hadiah dari Raja Inggris, maka Masjid Agung Brussel dibangun diatas tanah dan gedung hadiah dari Raja Belgia. Dan kedua masjid ini sama sama melibatkan Raja Saudi Arabia dalam proses pembangunannya.

Lokasi & Alamat Masjid Sentral London

Alamat : 146 Park Road

London NW8 7RG020  7724 3363 ‎  2.6 mi NW

Situs Resmi : www.iccuk.org/

Koordinat : 51.529167°N 0.165278°W

View Masjid Sentral London in a larger map

Sejarah Pembanguan Masjid Sentral London

Masjid Sentral London dirancang oleh SirFrederick Gibberd, selesai dibangun tahun 1978, dengan kubah keemasan. Ruang utamanya mampu menampung lima ribu Jemaah sekaligus. Ruang sholat untuk jemaah wanita ada di balkoni lantai atas. Seluruh permukaan lantai ditutup dengan karpet dan candilier yang cantik tergantung diatas ruang utama.

Dibagian dalam kubahnya di hias dengan dekorasi tradisi Islam, masjid ini juga dilengkapi dengan toko yang menjual makanan halal dan kafe kecil. Masjid ini juga tergabung dengan Islamic cultural centre yang secara resmi diresmikan oleh Raja George VI tahun 1944 dan diberikan kepada komunitas muslim Inggris Raya. Sedangkan lahan masjid tersebut merupakan donasi dari Raja George VI sebagai imbalan dari lahan untuk Katedral Anglikan di Kairo.

Ba’da sholat Jum’at di Masjid Sentral London (foto darien.wikipedia)

Berikut Kronologi Sejarah Pendirian Masjid Sentral London

1900 - 1931 keinginan untuk mendirikan masjid di sentral London sudah terlontar, salah satunya di sampaikan oleh Lord Headley, orang Inggris yang sudah beragama Islam. proyek tersebut di prakarsai oleh Nizam dari Hyderabad.

1939 - 1940 Lord Lloyd of Dolobran, (1879-1941), Menteri Luar Negeri Untuk Koloni, dan mantan President Konsul Britis, bekerja bersama dengan Komite masjid, yang terdiri dari beberapa tokoh Islam dan duta besar di London. Lord Lloyd mengirim memo kepada Perdana menteri Inggris dan mengatakan

“hanya London yang memiliki lebih banyak kaum muslimin dibandingkan dengan ibukota negara eropa lain nya, tapi di empirium kita yang nyatanya memiliki lebih banyak kaum muslimin dibandingkan dengan Kristen ternyata ada anomali dan tak sepadan bahwa disini tidak ada satu tempat ibadahpun bagi kaum muslimin”.

Masjid Sentral London dari udara (foto dari google earth)

1940 Pemerintah Inggris di desak untuk menghadirkan sebuah masjid di London untuk Komunitas Muslim Inggris Raya. Pada tanggal 24 Oktober, Otoritas kabinet perang Churchill  mengalokasikan dana sebesar 100 ribu poundsterling untuk megakuisisi sebuah tempat bagi masjid di London. Usaha itu memungkinkan muslim di Inggris membangun sebuah masjid dan Islamic Cultural Centre, sehingga mereka dapat menjalankan ibadahnya. Upaya tersebut juga merupakan suatu penghormatan bagi ribuan tentara muslim India yang tewas dalam perang membela empirium Inggris.

1944 Komite masjid yang terdiri dari beragam tokoh muslim, para diplomat dan warga muslim setempat di Inggris menerima pemberian tersebut dan The Islamic Cultural Centre termasuk London Central Mosque, didirikan dan secara resmi dibuka oleh oleh Raja George VI pada bulan November 1944.

1947 Komite masjid terdaftar sebagai sebuah perseroan dengan nama the London Central Mosque Trust Limited di bulan September. Dengan tujuh orang wakil perseroan dari enam negara Islam.

Matahari merah di Masjid Sentral London (foto dari Matt From London di Flickr)

1954 - 1967 beberapa rancangan masjid dipertimbangkan. Proses perencanaan berjalan begitu lama dan pengajuan ke berbagai otoritas institusi namun pengesahan tak kunjung keluar.

1969 Kompetisi internasional dibuka untuk merancang bangunan masjid dimaksud. Lebih dari seratus rancangan masuk ke panitia, baik dari kaum muslimin maupun dari non muslim. Rancangan yang dipilih adalah rancangan arsitek inggris Frederick Gibberd. Rancangan beliau ini membagi bangunan masjid menjadi dua elemen penting. Ruang utama terdiri dari dua ruang sholat, tiga lantai sayap termasuk entrance hall, perpustakaan, ruang baca, kantor administrasi dan menara.

£2 Juta poundsterling disumbangkan untuk konstruksi masjid dimaksud oleh Raja Faisal Bin Abdul Aziz Al-Saud. Kemudian sumbangan berikutnya dari SheikhZayed bin Sultan Al Nahyan penguasaAbu Dhabi dan Presiden United Emirat Arab Emirates

Foto dari Panoramio

1974 Pekerjaan konstruksi dimulai dengan mendahulukan komplek utama gedung masjid. Terdiri dari ruang sholat utama, perpustakaan, blok bangunan untuk administrasi dan tempat tinggal.

1977 pekerjaan tersebut selesai di bulan Juli menghabiskan dana £6.5 juta poundsterling. Bertindak sebagai direktur Islamic Center tersebut yang pertama adalah Raja of Mahmudabad. Dan dana sumbangan khusus untuk pembangunan pusat pendidikan dan bangunan sayap untuk administrasi yang selesai dibangun tahun 1994 merupakan sumbangan dari raja Saudi Arabia Raja Fahd bin Abdul Aziz.

Aktivitas dan Fasilitas Masjid Sentral London

Perpustakaan

Islamic Center Masjid Sentral London memiliki perpustakaan terbesar dan tertua di Inggris. Perpustakaan ini memiliki begitu banyak koleksi buku buku pilihan dalam bahasa Arab ataupun berbahasa Inggris. Menjadikan perpustakaan masjid ini sebagai salah satu perpustakaan Islamic Center yang memiliki sumber pustaka terbesar. Selain ini perpustakaan masjid sentral London dilengkapi dengan katalog digital serta dilengkapi juga dengan komputer berakses internet serta fasilitas pengunduhan data.

Jam layanan : Senin Sampai Jum’at buka pukul 9:00 ~ 17:00

Nomor telepon perpustakaan : 020 7725 2235

Alamat email perpustakaan :library@iccuk.org

Masjid Sentral London ditengah musim dingin bersalju (Jamie Barras di Flickr)

Layanan Keagamaan

Fatwa : ICC Masjid Sentral London memiliki Komisi Fatwa yang terdiri dari lima orang imam yang sangat berdedikasi. Kelima Imam tersebut bertugas memberikan nasihat merujuk kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rosulullah. Masing masing imam tersebut fasih berbahasa Arab dan Bahasa Inggris. Departemen Fatwa di ICC Masjid Sentral London ini buka tujuh hari seminggu dari pukul 10:30 hingga 16:30 waktu London. Kelima imam yang bertugas di ICC Masjid Sentral London ini bahkan siap melayani pertanyaan tentang Islam melalui berbagai metoda baik dengan pertemuan langsung, fax, email, surat pos atau dengan mengisi formulir pertanyaan yang sudah tersedia di situs resmi masjid Sentral London. Tidak hanya itu kelima imam masjid ini bahka siap di hubungi langsung ke nomor mereka masing masing.

Pertemuan langsung dengan imam masjid Sentral London di ruang kantor nomor 2, 10, 11 dan 12. email pertanyaan dan fatwa ke fatwas@iccuk.org, faksimili ke nomor 020 7724 0493, atau via telepon, dapat juga dilakukan dengan mengisi formulir pertanyaan yang sudah disediakan di situs resmi ICC. bisa juga dengan berkirim surat ke alamat berikut :

The Fatwa Committee

The Islamic Cultural Centre & The London Central Mosque

146 Park Road. London NW8 7RG

Toko Buku di Masjid Sentral London

(foto dari en.wikipedia)

Pendidikan

ICC Masjid Sentral London menyelenggarakan pendidikan agama Islam untuk kanak kanak 5 sampai 16 tahun di sekolah Ahir Pekan Al-Kalam. Untuk layanan sekolah ahir pekan ini dapat di hubungi di nomor Telepon 07956504179 atau email:weekendschool@iccuk.org.

Pernikahan dan perceraian

ICC Masjid Sentral London juga memberikan pelayanan pernikahan dan perceraian sesuai dengan syariah Islam. Prosesi akad nikah diselenggarakan di masjid dipimpin oleh salah satu dari imam Masjid dan resepsi pernikahan biasanya diselenggarakan di ruang serbaguna ICC yang sudah di tata sedemikian rupa untuk penyelenggaraan resepsi pernikahan sesuai dengan syariah Islam.

Calon pengantin yang berniat melaksanakan akad nikah dan resepsi di ICC masjid sentral London ini harus memenuhi persyaratan administrasi yang sudah ditetapkan oleh ICC dan juga harus memenuhi persyaratan administrasi pemerintah Inggris dan Negara asal dari calon mempelai bila salah satu atau kedua mempelai bukan warga negara Inggris. ICC Masjid Sentral London akan mengeluarkan dua surat nikah resmi, satu untuk mempelai dan satu lagi akan disimpan dengan baik oleh ICC Masjid Sentral London sebagai arsip.

Layanan Kesehatan Masyarakat

ICC Masjid Sentral London juga memberikan layanan kesehatan berupa saran kesehatan publik, informasi makan sehat, kesehatan dan keselamatan ditempat kerja, panduan kehalalan makanan serta panduan kesehatan online. Masjid ini juga memberikan panduan komprehensif diet yang Islami. Mencakup makanan halal sesuai ajaran Islam sampai kepada penyelenggaraan pameran kesehatan Islami, panduan perdanganan makanan muslim dan panguan belanja makanan halal bagi.

Pengurus Masjid

Kepengurusan Masjid Sentral London sudah terdaftar sejak bulan September tahun 1947.  Semestinya pendaftaran itu sudah terlaksana sejak tahun 1944 namun tertunda akibat perang sipil yang terjadi ditahun tersebut. Dewan pembina masjid ini terdiri dari korp diplomatik dari negara negara Islam masing masing terdiri dari Uni Emirat Arab, Bahrain, Iran, Yordania, Kuwait, Malaysia, Maroko, Oman, Pakistan, Qatar, Saudi Arabia dan Syria.

Foto Foto Masjid Sentral London

Foto dari de.academic

Interior Masjid Sentral London (foto darisacret-destinations)
Masjid Sentral London dibalik pepohonan regent Park (foto dariNormann diFlickr)
Masjid Sentral London (foto darisacret-destinations)
Aerial view masjid Sentral London (foto dariBBC)

Referensi

Situs resmi London Central Mosque http://www.iccuk.org

London Central Mosque di wikipedia

Sacret-destinations.com – Regent Park Mosque, London

Sunday, May 31, 2020

Masjid Madni Bradford Inggris dengan Menara Terindah di Eropa

Masjid Madni pada Kota Bradfor, Inggris, terpilih sebagai masjid menggunakan menara terindah di Eropa pada tahun 2010 yang lalu.

Masjid Madni atau Madni Jamia Masjid atau Madni Mosque adalah galat satu masjid di kota Bradford, Inggris. Lokasi masjid ini berada di jantung komunitas muslim Bradford. Masjid Inggris satu ini dikenal menggunakan pendekatannya yg unik. Suasana masjid yg penuh kehangatan pada para pengunjung, & selalu ada salah satu jemaah atau pengurus yg siap membantu pengunjung ataupun tamu yg tiba kesana.

Masjid Madni di kota Bradford ini memang mempunyai catatan tersendiri menggunakan prestasi yg dicapainya pada Inggris. Di tahun 2007, masjid Madni terpilih sebagai Model masjid terbaik buat sistem kerja komunitas masjidnya, menyisihkan lebih dari 1000 masjid yg ada pada Inggris Raya. Kompetisi tadi diselenggarakan oleh Islam Channel.

Madni Mosque (Islamic Cultural & Educational Association)

101 Thornbury Rd, Bradford BD3 8SA, Inggris Raya

situs resmi : www.icea.org.uk

Telp: +44 1274 667986

Menara Terindah di Eropa tahun 2010

Selain prestasi sebagai model terbaik untuk kerja komunitas muslimnya, Masjid Madni Bradford ini, di tahun 2010 terpilih sebagai masjid dengan menara terindah di Eropa, mengalahkan 50 masjid pesaing untuk memenangkan gelar "menara Eropa yang paling indah" yang digelar oleh parlemen Eropa.

Empat menara yang terdapat di beberapa masjid telah memenangkan hadiah, termasuk menara masjid di Stockholm, Roma, Oslo dan Granada di Spanyol, kata penyelenggara acara yang diorganisir oleh COJEP internasional, lembaga amal pemuda yang dibentuk oleh para imigran Turki di Perancis, yang juga merupakan mitra OSCE dan Dewan Eropa.

Para juri kompetisi tersebut terdiri dari sebuah "multi konfesional, multi etnis, bahkan jurinya termasuk seorang rabbi Yahudi, seorang teolog Protestan Swiss dan seorang pendeta Anglikan, mereka mengamati ke 53 menara masjid di 13 negara sebelum melakukan pilihan menara masjid mana yang terbaik.

Salah satu dari empat menara Masjid Madni Bradford

Hanya masjid yang berusia di bawah usia 50 tahun yang memenuhi syarat untuk mengikuti kontes tersebut, dan bukan masjid bersejarah, itu sebabnya panitia tidak mengikutsertakan masjid masjid bersejarah di Andalusía, Bosnia atau Paris karena kompetisi tersebut memang berkaitan dengan imigrasi umat Islam ke Eropa dalam kurun kurang dari 50 tahun terahir.

Juri membuat keputusan mereka tidak semata mata atas dasar pertimbangan estetika tetapi juga bagaimana cara menara masjid itu berfungsi yang dibangun di dalam lingkungan perkotaan. dan yang paling menarik adalah bahwa Ide dari kompetisi ini adalah untuk menunjukkan bahwa menara masjid tidak boleh menjadi alasan untuk dicurigai dan ditakuti, sebagaimana disampaikan oleh panitia perhelatan tersebut..

Tentang Masjid Madni

Masjid Madni dibangun tahun 2008 oleh dan untuk komunitas muslim disana yang cukup besar. Bangunannya terdiri dari tiga lantai, pintu utamanya ditempatkan di lantai dasar dan dilengkapi dengan área resepsionis. Ruang sholat utama berada di lantai dasar masjid yang menjadi tempat penyelenggaraan sholat berjamaah setiap hari.

Kubah dan menara Masjid Madni Bradford.

Selain ruang sholat, masjid Madni juga dilengkapi dengan ruan kelas yang digunakan untuk ruang belajar mengajar (madrasah) termasuk kelas untuk dewasa, terdapat juga perpustakaan di lantai dasar ini yang juga diperuntukkan bagi masyarakat umum.

Lantai bawah masjid digunakan untuk aktivitas bagi remaja dan anak anak serta aktivitas lainnya yang membutuhkan ruangan yang cukup besar. ruangan ini juga digunakan untuk aktivitas belajar memanah. di lantai dua ini juga terdapat ruang sholat, ruang kelas dan ruangan khusus untuk penyelenggaraan jenazah.

Sementara lantai atas masjid ini digunakan untuk menampung jemaah sholat jum’at yang tak tertampung di ruang sholat utama di lantai dasar masjid, termasuk untuk penyelenggaraan berbagai acara acara peringatan hari hari besar Islam.***

Masjid Sentral Glasgow, Skotlandia

Masjid Sentral Glasgow, Skotlandia

Masjid Sentral Glasgow atau Glasgow Central Mosque adalah Bangunan Masjid pertama dan terbesar di Skotlandia, Inggris Raya. Berdiri megah di tepian selatan sungai Clyde di distrik Gorbals di dalam wilayah central Glasgow. Masjid ini dibangun tahun 1983 dan dibuka secara resmi untuk umum pada tanggal 8 Mei  1984 oleh Abdullah Abdullah Omar Nasseef, selaku sekretaris Jenderal organisasi Liga Muslim Dunia.

Mayoritas muslim di Glasgow dalam era awal adalah muslim yg dari dari India & Pakistan yg kemudian tinggal di Distrik Gorbals yg sebelumnya masuk menjadi para migran ke Skotlandia buat mendapatkan kehidupan yang lebih baik, menyusul lalu kedatangan migran menurut Irlandia, komuitas yahudi & italia yg juga masuk ke Glasgow pada periode yg sama.

Glasgow Central Mosque

1 Mosque Avenue, Gorbals, Glasgow G5 9TA

United Kingdom 44 141 429 3132 ?

Situs resmi : http://www.centralmosque.co.uk/

T: 0141 429 3132

F: 0141 429 7171

Masjid pertama di Glasgow dalam mulanya dibangun di Oxford Street di tahun 1944, tetapi masjid tersebut telah nir lagi memadai seiring menggunakan perkembangan komunitas muslim yang terus bertamah, sampai kemudian dibangun masjid yang refresentatif seperti ketika ini atas rancangan menurut Coleman Ballantyne Partnership.

Saat ini Masjid Sentral Glasgow dikelola oleh Jamiat Ittihad-ul-Muslimin, Glasgow Central Mosque and The Islamic Centre yang terdaftar menjadi badan amal pada skotlandia menggunakan angka SC013142.

Masjid Sentral Glasgow berdiri di atas lahan seluas 16000 meter persegi & diperluas dan dikembangkan dengan penambahan fasilitas Islamic Center yang terhubung eksklusif menggunakan bangunan utama masjid. Islamic center ini dilengkapi menggunakan aneka macam fasilitas misalnya fasilitas olahraga & pendukungnya, ruang rendezvous, perpustakaan, kafetaria dan menyediakan fasilitas pendidikan & layanan lainnya bagi komunitas muslim disana.

Masjid Sentral Glasgow dengan jembatan tua pada sungai clyade pada sebelahnya

Pembangunan masjid ini menghabiskan dana sebanyak tiga juta poundseterling. Pelataran masjid didesain dengan gaya arabia. Satu sisi bangunannya dilengkapi menggunakan menggunakan taman sedangkan sisi lainnya dilengkapi dengan jejeran fasad menggunakan jejeran ventilasi berlengkung.

Pelataran masjid ini sebagai salah satu yg menarik perhatian pada masjid ini selain berdasarkan menaranya yang menjulang tinggi, & tentu saja kubah besar di atap utamanya yg dirancang sedemikan rupa sehingga memungkinkan cahaya surya secara alami menerangi ruang pada masjid ini di siang hari.

Bangunan masjid ini pula menggunakan kombiasi arsitektur Islam menggunakan permanen memakai ciri material batu merah tua sebagaimana poly digunakan dalam bangunan bangunan tua pada pada Glasgow.

Bulan Sabit di atas masjid Sentral Glasgow

Pintu masuk primer dilengkapi dengan satu lengkungan yang dihias dengan pintu kaca berhiaskan motif tanaman . Dengan ukurannya yang cukup besar , Masjid Sentral Glasgow bisa menampung Jemaah sebesar 2500 jemaah sekaligus. Termasuk area khusus buat Jemaah wanita yang mampu menampung hingga 500 jemaah.

Ada tiga imam yang bertugas di masjid ini yakni Imam Abdul-Ghafoor, Imam Habib-ur-Rahman dan Imam Omair Malik. Selain sebagai tempat penyelenggaraan sholat berjamaah, Masjid Sentral Glasgow juga  menyediakan layanan konsultasi Islam dengan tiga imam masjid ini termasuk konsultasi tentang pernikahan, hukum Islam, rumah tangga dan sebagainya.

Interior Masjid Sentral Glasgow

Masjid Sentral Glasgow jua menyelenggarakan pendidikan buat banyak sekali kalangan dari banyak sekali usia, layanan pernikahan secara Islam yg sudah diakui oleh undang undang negara, layanan kunjungan berdasarkan anak anak sekolah ke masjid hingga layanan penyelenggaraan jenazah sampai pemakaman.

Khusus buat menyuarakan azan, pengurus masjid ini menyiarkannya secara langsung melalui frekuwensi radio UHF sebagai akibatnya bagi para Jemaah muslim pada Glasgow bisa mengetahui waktu sholat melalui gelombang 454.40625 MHz. Selain itu masjid ini pula memiliki ruang serbaguna yg bisa digunakan buat acara pernikahan & keperluan lainnya.***

Sunday, May 17, 2020

Masjid Dublin (Dublin Mosque) Bekas Gereja Presbyterian Irlandia

Dublin Mosque, Ireland

Sebelumnya Adalah G ereja Presbyterian Irlandia

Bila anda melihat bentuk Masjid Dublin ini mirip sebuah Gereja, anda tidak salah, karena memang masjid ini sebelumnya memang sebuah Gereja dari abad ke 19 yang kemudian dibeli oleh komunitas muslim Irlandia dan di ubah menjadi masjid hingga saat ini.

Masjid Dublin atau Dublin Mosque berada di South circular road dublin di Irlandia. bangunan masjid ini pada awalnya merupakan sebuah gereja Presbyterian di Irlandia. yang kemudian di ubah menjadi masjid dan kini menjadi markas dari Islamic Foundation of Ireland.

Dublin Mosque & Islamic Centre (ISLAMIC FOUNDATION OF IRELAND)

163 South Circular Road, Dublin, co, IRELAND

Geographic coordinates: 53°19′53″N 6°16′57″W

Email: info@islaminireland.com

URL: www.islaminireland.com

Pada awal tahun 1970an saat itu belum ada satupun masjid di Dublin, mahasiswa muslim mulai menghubungi para saudara mereka, organisasi Islam di Inggris serta beberapa negara Islam dengan maksud untuk mengumpulkan dana bagi pembangunan sebuah masjid di dublin.

Tahun 1974 disewalah sebuah gedung berlantai empat, dan tahun 1976 masjid pertama dan Islamic center pun dibuka. beberapa tahun setelah terbentuk, masjid tersebut sudah tak lagi mampu menampung jamaah yang terus bertambah.

Gereja Presbyterian selesai dibangun tahun 1860-an dengan gaya gereja Inggris abad ke 13. tahun 1983 bangunan yang berada di South circular road tersebut dibeli oleh komunitas muslim disana dan di ubah menjadi masjid hingga saat ini. Masjid Dublin dikelola oleh lembaga Islamic Foundation of Ireland yang merupakan satu satunya lembaga resmi yang mewakili muslim Irlandia, di negara tersebut.

Exterior Dublin Mosque

Islamic Foundation of Ireland

The Islamic Foundation of Ireland (I.F.I.) sebelumnya dikenal dengan nama the Dublin Islamic Society, sejak tahun 1980 lembaga ini menjadi otoritas sertifikasi kehalalan produk daging eksport dari Irlandia ke berbagai negara muslim dunia. Dan di tahun 1985 dibentuk departemen khusus di dalam lembaga ini untuk menangani urusan tersebut yang disebut the Halal Meat Section.

Departemen ini dibentuk untuk bertanggung jawab mengawasi dan memberikan sertifikasi halal terhadap daging di Irlandia. The Islamic Foundation of Ireland (I.F.I.) telah ditunjuk sebagai agen tunggal sertifikasi halal di Irlandia oleh Kuwait Municipality (Notice No. 46/83.) dan oleh the General Secretariat of Municipalities in the United Arab Emirates.

Interior Dublin Mosque

Sertifikat halal yang diterbitkan oleh lembaha ini menjadi jaminan bahwa produk produk terkait telah diteliti dan memenuhi persyaratan halal sesuai dengan syariat Islam dan layak untuk dikonsumsi oleh ummat Islam.

Sebagai bagian proses penelitian termasuk dagingnya sendiri, bumbu dan bahan aditif yang digunakan, warna, alat bantu proses hingga katalis yang digunakan semuanya diteliti dengan cermat untuk memastikan bahwa semua hal tersebut tidak mengandung ataupun terkontaminasi oleh hal hal yang tidak halal. Penelitian juga meliputi semua proses produksi, tempat produksi untuk diverifikasi pemenuhan terhadap aturan syariat Islam.

Sertifikat halal yang diterbitkan lembaga ini valid selama masa satu tahun dan harus diperbaharui setiap tahun serta berlaku secara universal, diterima di semua negara Isla di Inggris Raya dan Irlandia.

------------------------------------------------------------------

Follow & Like akun Instagram kami di@masjidinfo

🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.

🌎 informasi dunia Islam.

------------------------------------------------------------------

Referensi

http://en.wikipedia.org/wiki/Dublin_Mosque

http://www.islamicfinder.org/getitWorld.php?id=25409

http://www.islamicfinder.org/getitWorld.php?id=30439

Baca Juga

Pusat Kebudayaan Islam Irlandia

Masjid Madni Bradford Inggris dengan Menara Terindah di eropa

Sepuluh Masjid di Inggris Yang Dulunya Gereja (Bagian 2)

Sepuluh Masjid di Inggris Yang Dulunya Gereja (Bagian 1)

Masjid Jami’ Zakariyya Bolton, Inggris

Masjid-Masjid di Inggris Yang Dulunya Gereja

Asal SEO

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done