Islami Pedia: Masjid di Amerika Serikat
News Update
Loading...
Showing posts with label Masjid di Amerika Serikat. Show all posts
Showing posts with label Masjid di Amerika Serikat. Show all posts

Friday, August 28, 2020

Masjid Diyanet Center of America

Mengahdirkan Turki di Amerika. Komplek Kuliye ini selain berdiri bangunan masjid khas Turki juga dibangun rumah tempat tinggal dan bangunan pendukung lainnya yang semuanya berarsitektur khas Turki, sehingga seakan akan menghadirkan Turki di Amerika.

Masjid Agung Bergaya Usmaniyah Terbesar Pertama pada AS

Sabtu dua April, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdo?An meresmikan Islamic Center pertama di daerah Maryland-Amerika menggunakan pendanaan 100% menurut pemrintahTurki. Komplek Islamic center yang dalam kata Turki diklaim Kulliye ini mencerminkan pemikiran berdasarkan dunia Islam. Dengan pemahaman buat membentuk sebuah kota Islam Turki antik pada Amerika. Struktur kota klasik berdasarkan masa Emperium Islam Usmaniyah menjadi unggulan bagi masjid yang menjadi sentra buat kota yg dibangun pada sekitarnya.

9704 Good Luck Rd

Lanham, MD 20706

Amerika Serikat

Telepon: 1 301-459-9589)

Keseluruhan komplek Kuliye ini seluas 60.000 meter persegi (64.600 kaki persegi). Bangunan masjid menjadi pusatnya dibangun pada atas huma seluas 879 meter persegi (9.461 kaki persegi) dan dilengkapi dengan page yg cukup akbar buat menampung kurang lebih tiga.000 jamaah pada ketika yg sama, dilengkapi juga menggunakan taman Islam spesial Turki di depannya, tepat pada sebelahnya, ada sentra budaya, yang merupakan harmoni antara arsitektur klasik & modern. Pusat kebudayaan mencakup perpustakaan, ruang konferensi dan pameran, sebuah aula rendezvous & ruang penyambutan.

Bangunan masjid megah dalam komplek Islamic Center ini dibangun menggunakan arsitektur Imperium Usmani abad ke 16 yg sangat khas ditandai dengan bangunan berukuran tinggi besar menggunakan Kubah ukuran akbar di atapnya ditambah dengan 2 bangunan menara lancip tinggi menjulang seperti sebatang pensil yang diraut runcing pada bagian ujungnya. Ornamen Bulan Sabit menjadi ciri spesial lainnya menurut semua bangunan masjid Khas Turki Usmani.

Taman pada depan masjid

Sedangkan Gedung Pusat Budaya yg masih ada pada dalam komplek Islamic Centers ini dibangun menggunakan contoh spesial arsitektur Imperium Islam Seljuk abad ke 11, yang terdiri menurut ruang perpustakaan, ruang konferensi, ruang-ruang pameran, ruang-ruang meeting, dan ruang khusus buat penyambutan para tamu.

Ada juga Pusat Penelitian Islam dalam gedung yang akan memberikan layanan konsultasi untuk mahasiswa sarjana dan pascasarjana yang berasal dari Turki di  AS. Ada juga Museum Seni Islam seluas 300 meter persegi (3.229 kaki persegi)  di bawah masjid dan 10 rumah tradisional Usmaniyah, di mana para tamu dapat menginap. Rumah-rumah di kompleks dibentuk seperti lingkungan Islam Turki. Komplek ini juga dilengkapi dengan pemandian tradisional Turki (Hamam) untuk pria dan wanita, kolam renang, ruang serbaguna, dan sebuah kompleks olahraga dalam ruangan. Masjid di komplek islamic center atau Diyanet Center atau kuliye ini menjadi masjid terbesar di Amerika Serikat.

Riwayat Pembangunan

Pembangunan komplek ini dimulai tahun 1990 dengan pembelian tanah rawa rawa sang Turkish Presidency of Religious Affairs, sedangkan rancangan bangunnannya ditangani oleh arsitek Turki, Muharrem Hilmi Senalp. Proyek konstruksinya dimulai tahun 2009 dengan proses pembangunan

Pelataran tengah lengkap dengan area tempat wudhu nya

Dalam membentuk masjid, Dinasti Usmaniyah menggunakan sistem pengukuran yang disebut yard Turki yang digunakan selama beberapa masa bahkan oleh Republik Turki yg baru didirikan sehabis keruntuhan Dinasti Usmani. Sistem satuan pengukuran tadi digunakan dalam pembangunan komplek kulliye pada Maryland ini diklaim sebut buat mematuhi gaya tradisional.

Meskipun bekerja sama menggunakan perusahaan Alaihi Salam buat pembangunan kulliye, seluruh bahan material diangkut melalui bahari atau udara berdasarkan Turki. Semua energi ahli juga tiba menurut Turki buat menciptakan kompleks ini. Bahkan seni & kerajinan dalam kulliye dikerjakan sang pengrajin Turki yang sangat istimewa menggunakan menggunakan teknik kuno dan hampir punah.

Ada banyak koordinasi dengan otoritas AS tentang rincian arsitektur dalam menciptakan kompleks dimana struktural seperti ini belum pernah terdapat sebelumnya di Amerika, yang menjadikan proyek pembangunan komplek ini terbilang relatif unik.

Di dalam masjid

Wakil Presiden JK Ikut Meresmikan

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla hadir dan ikut meresmikan Dinayet Center of America ini bersama dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Sabtu, dua April 2016. Kehadiran Wakil Presiden Jusuf Kalla pada peresmian Dinayet Center of America ini usai mengikuti Nuclear Security Summit (NSS/KTT Keamanan Nuklir) yg berlangsung pada Washinton DC dalam 31 Maret-1 April 2016. Dimana Erdogan pula ikut pada KTT tadi. NSS ketika ini beranggotakan 52 negara (termasuk Indonesia) & 4 Organisasi Internasional.

Kritik Erdogan

Dalam upacara peresmian yg dipadati ribuan orang pada halaman masjid ini, Erdogan sempat melontarkan penyataan yang relatif keras menggunakan menyebut ?Masih ada orang orang yang berjalan berkeliling & menyebut muslim menjadi teroris? Sebuah pernyataan yg oleh poly pihak disebut sebut sebagai kritisi terhadap para elit dan masyarakat Amerika.

Beliau menyalahkan kandidat presiden yang disebutnya turut menyebarkan sentimen anti Islam dalam masyarakat Amerika. Pernyataan tersebut mengesankan ditujukan kepada capres dari pantai Republik, Donald Trump yang dalam kapanyenya menyerukan “pelarangan sementara bagi masuknya muslim ke Amerika”. Bahkan kolega dekatnya. Ted Cruz – meminta polisi di negara tersebut untuk berpatroli di lingkungan muslim di Amerika.

Pak JK bersama Erdogan meresmikan masjid Turki pada Amerika

?Suatu yg sangat menarik perhatian & sangat mengejutkan, bahwa beberapa kandidat presiden di Amerika Serikat menggunakan Alegasinya dan menggunakan Label yang inheren dalam diri mereka buat melawan Ummat Islam secara terbuka & secara berkelanjutan.? Ungkapnya. ?Tidak ada kaitan terorisme menggunakan komunitas muslim, bahkan faktanya komunitas muslim justru berkontribusi menciptakan kekuatan Amerika Serikat? Imbuhnya & ?Komunitas muslim telah menjadi elemen primer masyarakat Amerika? Tambahnya.

Pemerintah Turki dibawah pemerintahan Erdogan tekenal sangat militan mengkampanyekan Islam ke semua dunia, salah satunya dengan mendanai proyek pembangunan masjid pada aneka macam negara termasuk pada negara negara menggunakan komunitas muslim yang minoritas. Di dalam negeri Turki sendiri pemerintahannya gencar mengupayakan mengembalikan fungsi Hagia Sophia sebagai masjid selesainya lebih dari 80 tahun pada alih fungsi menjadi museum oleh Kemal Attaturk paska penggulingan Khalifah Islam terahir yang berpusat pada Istambul pada lepas tiga Maret 1922, & kemudian mendirikan Republik Turki yang sekuler.***

Sisi Kiblat

------------------------

Baca Juga

Masjid Sarang Singa, Tertua pada Turki

Masjid Auburn Gallipoli, Sidney

Masjid Nizamiye Johannesburg

Masjid Hala Sultan Tekke, Cyprus

Masjid Gazi Husrev-Beg, Sarajevo

The Emperor?S Mosque - Sarajevo

Masjid Agung Makhachkala, Dagestan ? Rusia

(Rencana) Masjid Agung kota Magas, Republik Ingushetia

Tuesday, July 21, 2020

Perkembangan pembangunan Masjid pertama di Alaska

Rencana Masjid Pertama Alaska

Menyambung posting terdahulu MASJID PERTAMA DI ALASKA (AS) SEGERA DIBANGUN. Perkembangan terahir pembangunan masjid tersebut sudah dimulai dengan pelaksanaan ceremoni peletakan batu pertama (ground breaking) pada hari Sabtu, 16 Oktober 2010 yang lalu. Proses tersebut turut dihadiri oleh presiden CAIR (Council on American-Islamic Relations) Nihad Awad.

Masjid ini nantinya akan menjadi masjid pertama di Alaska, wilayah paling utara Amerika Serikat, dan akan menjadi salah satu masjid paling utara di bumi. Proses pembangunan masjid ini berlokasi di 8005 Spring Street, Anchorage, Alaska 99518. sepetak lahan seluas 70 ribu kaki persegi yang di beli oleh komunitas muslim setempat beberapa waktu lalu dengan harga US$600 ribu dolar Amerika, murni dari dana donasi para Jemaah.

View Larger Map

Masjid ini dibangun atas inisiatif menurut Islamic Community Center of Anchorage Alaska (ICCAA) yang merupakan komunitas muslim menurut berbagai kalangan termasuk berdasarkan Afro Amerika, Kaukasia, Albania, Asia Selatan, Afrika, Timur Tengah, Indonesia, Malaysia, dan muslim orisinil Alaska. Perkiraan ummat Islam di Alaska waktu ini mencapai 2000 hingga 3000 jiwa.

Reka bangun masjid tersebut berikut narasi dalam bahasa Indonesia dapat dilihat di posting sebelumnya di MASJID PERTAMA DI ALASKA (AS) SEGERA DIBANGUN atau langsung berkunjung ke situs resmi ICCAA dalam bahasa Inggris.di http://www.alaskamasjid.com. Bagi saudara saudara yang ingin beramal jariyah juga dapat mengikuti arahan di situs tersebut.

Foto foto peletakan batu pertama masjid Alaska

Wajah wajah sumringah di cerahnya cuaca Alaska
Lahan Untuk Masjid yang sudah diratakan
Lahan untuk masjid Alaska ketika dalam Proses persiapan

video nya ada disini

Baca Juga

Masjid Islamic Cultural Center (ICC) New York City, Amerika Serikat

Masjid Islamic Center Washington DC, Amerika Serikat

Masjid pertama pada Alaska (Alaihi Salam) Segera dibangun

Perkembangan pembangunan Masjid pertama pada Alaska

Masjid Diyanet Center of America

Islamic Center Santa Ana, California

Wednesday, July 8, 2020

Masjid Islamic Center Washington DC, Amerika Serikat

Masjid Islamic Center Washington DC (Foto dariFlickr)

Islam menjadi issue utama di Amerika Serikat paska serangan 11 September 2001. tragedi yang tak bisa dipungkiri meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban khsusunya, dan warga Amerika umumnya. Dunia tak pernah sama lagi setelah peristiwa itu. Islam dan ummatnya menjadi sorotan di berbagai belahan bumi. Berbagai perlakuan dan tindakan tak nyaman menerpa muslim yang tinggal di Amerika dan negara negara barat lainnya. Namun peristiwa itu juga yang kemudian membuat begitu banyak orang yang masih mau berfikir jernih untuk mulai bertanya tanya tentang Islam dan pada ahirnya beberapa dari mereka tidak saja sekedar bertanya tapi justru kemudian menjadikan Islam sebagai pegangan hidupnya, setelah menemukan kebenaran Islam.

Sejarah mencatat, hanya beberapa hari setelah peristiwa itu, di tanggal 17 September 2001, presiden Amerika Serikat kala itu George Walker Bush memilih Masjid Islamic Center Washington DC untuk menyampaikan pidatonya. Dalam pidato tersebut Presiden George Walker Bush menyampaikan bahwa Muslim Amerika adalah bagian dari Amerika dan mereka berhak untuk mendapatkan perlakuan yang sama dan setara dengan warga Amerika yang lain.

George Bush Di Masjid Islamic Center Washington DC

tanggal 17 September 2001.

"Americans who mistreat Muslims should be ashamed,". "In our anger and emotion, our fellow Americans must treat each other with respect."

Namun serangan 11 September 2001 tersebut malah kemudian berujung kepada penyerbuan tentara Amerika ke Afganistan dengan dalih perang terhadap teroris dan bercokol disana hingga kini. (klik disini untuk membaca transkrip lengkap pidato George Walker Bush tersebut). Tek pelak tindakan tersebut membuat beberapa kalangan menyebutnya sebagai bentuk lain dari tindakan terorisme oleh sebuah negara berdaulat terhadap negara berdaulat lain nya.

Masjid Islamic Center Washington DC juga pernah mengalami sejarah kelam dalam peristiwa yang terkenal dengan 1977 Hanafi Siege. Ketika tanggal 9~11 Maret 1977, tiga orang bersenjata menyerbu ke dalam Masjid dan menyandera 11 orang. Tiga orang tersebut merupakan bagian dari kelompokHamaas Abdul Khaalis yang disaat hampir bersamaan menyerbu 3 tempat berbeda di Washington DC. Kelompok ini mengajukan beberapa tuntutan kepada pemerintah Amerika Serikat. Penyanderaan tersebut berahir setelah tiga orang duta besar negara Islam melakukan perundingan dengan kelompok tersebut.

Presiden Soekarno di Islamic Center Washington DC tahun 1956.

Setahun sebelum masjid tadi diresmikan pemakaiannya.

Di bawah pengawalan ketat dari aparat keamanan Amerika

ditambah penyambutan yg luar biasa kala itu.

Sejarah juga mencatat bahwa presiden pertama dan proklamator kemerdekaan Republik Indonesia, Ir. Ahmad Soekarno pernah singgah dan sholat di Masjid Islamic Center Washington DC ini selama kunjungan kenegaraannya selama 19 hari ke Amerika Serikat atas undangan dari Presiden Amerika ketika itu, David Dwight  Eisenhower di bulan Mei 1956. Cukup menarik karena ketika itu masjid Islamic Center Washington DC bahkan belum sepenuhnya selesai dibangun, dan baru secara resmi diresmikan setahun kemudian.

Dalam kunjungan itu Ir. Soekarno mendapatkan sambutan yang luar biasa dari pemerintah dan rakyat Amerika, Presiden Eisenhover bahkan menunjuk Wakil Presiden Richard Nixon untuk menjemput langsung Presiden Soekarno ke Bandara. Konon penyambutan terhadap presiden Soekarno ketika itu merupakan sambutan terbesar oleh Amerika terhadap pemimpin dari dunia ketika yang berkunjung ke Amerika.

Alamat & Lokasi Masjid Islamic Center Washington DC

2551 Massachusetts Avenue Northwest,

Washington D.C., DC,  USA

Nomor Telepon : 1 202-332-8343

Situs resmi : www.theislamiccenter.com/

Koordinat peta : 38° 55′ 1″ N, 77° 3′ 25″ W

Lihat Peta Lebih Besar

Sejarah Pembagunan Masjid Islamic Center Washington DC

Gagasan untuk membangun masjid ini pertama kali lahir pada tahun 1944 saat perang dunia kedua sedang bergolak. Ditahun yang sama ditanggal 11 November 1944 Mehmet Münir Ertegün, Duta besar Republik Turki pertama untuk Amerika Serikat wafat, dan tidak ada satu masjid pun di washington DC untuk keperluan pelaksanaan sholat jenazah. Ketika itu sempat terjadi perbincangan antara A.J Howar, pengusaha muslim Amerika yang berasal dari Palestina dan bernama Asli Yusuf Al-Hawa dengan duta besar Mesir Mahmud Hasan Pasha yang mengatakan “sangat memalukan bahwa sholat jenazah untuk seorang yang sangat terhormat seperti almahum Munir Estegun, tidak diselenggarakan di masjid. Dan Dubes Mesir ketika itu meminta Howar untuk mendirikan masjid yang dimaksud, mengingat beliau adalah seorang kontraktor sukses di Amerika. Hal itulah yang menjadi awal keseluruhan porses pembangunan masjid Islamic Center Washington DC.

Bung Karno & rombongan saat sholat

di Masjid Islamic Center Washington DC.

Dengan prakarsa negara-negara Islam, proses pembangunan masjid Islamic center Washington DC dimulai dengan peletakan batu pertama dalam lepas 11 Januari 1949, pada atas lahan yang dibeli tahun 1946. Peletakan batu pertama itu bertepatan dengan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW ke 1420. Mengutip situs pemerintah Amerika Serikat, disebutkan bahwa dana pembangunan masjid dihimpun berdasarkan banyak sekali kalangan, misalnya Komunitas Muslim Amerika, negara-negara Islam di semua global, termasuk Afghanistan, Mesir, Indonesia, Iraq, Iran, Syria, Turki, Pakistan dan Saudi Arabia.

Selain sumbangan dana, di masjid ini pula berhimpung material terpilih sumbangan berdasarkan aneka macam Negara Islam. Mesir menyumbang lampu gantung akbar yang sangat latif, termasuk para artis yg mengukir kaligrafi Al-Qur?An di keseluruhan dinding dan kubah masjid. Iran menyumbang karpet rajutan yg luar biasa, Malaysia menyumbang kubah, Maroko kaca ventilasi, Turkey menyumbang keramik lantai & dinding, dan Iraq menyumbang kaca kuning.

Pembangunannya sendiri berlangsung awal Desember 1949 menggunakan kontraktor lokal. Keterlambatan proses pembangunan ini disebabkan adanya hambatan komunikasi antara arsitek dengan kontraktor. Di ketika pembangunan tengah berjalan, penentuan arah kiblat sempat menjadi pro & kontra, hingga pertengahan 1957. Sampai akhirnya diputuskan seseorang ahli, kiblat menghadap timur laut.

Sejumlah penerangan lebih jelasnya mengenai arsitektur masjid terpaksa berulang kali harus diterjemahkan pada bahasa Arab & Inggris. Gambar bangunan berikut interiornya, dibentuk oleh tenaga-energi arsitek berdasarkan Kementerian Agama, Kairo, Mesir. Menariknya, selama proses pembuatan gambar, ada keterlibatan seorang arsitek menurut Italia, Professor Mario Rossi.

Keramik/porselen sumbangan Turki di Islamic Center Washington DC

(foto dari Flickr)

6 tahun lebih sejak dibangun, atau tepatnya 28 Juni 1957, Islamic Center akhirnya diresmikan. Presiden Amerika Serikat Eisenhower turut hadir dan memberikan sambutan dalam acara peresmian tersebut. Pemerintah Amerika kini melindungi bangunan ini dengan memasukkannya ke dalam daftar bangunan-bangunan historis di Amerika.

Masjid Islamic Center ini menjadi masjid pertama dan tertua di ibukota negara Amerika Serikat, dan pada saat selesai dibangun menjadi masjid terbesar di kawasan Amerika bagian Barat. Keindahan ornamen di Islamic Center ini, sebagian buah karya sang profesor, terinpsirasi kemegahan masjid-masjid kuno Kairo. Professor Rossi akhirnya menjadi seorang muslim, dan berganti nama menjadi Muhammad Mahdi.

Arsitektur Masjid Islamic Center Washington DC

Di masjid itu, ruangan pria dan perempuan terdapat pada lantai yang terpisah. Lantai atas masjid diperuntukkan bagi jemaah laki, sedangkan jemaah perempuan di ruangan bawah. Pemisahan letak lantai antara laki-laki & wanita yg baru diterapkan bulan Juli 2010 menjelang Ramadhan pada tahun tersebut. Keputusan sempat sempat mengakibatkan kontroversi karena sebagaian kaum wanita menduga hal itu menjadi subordinat.

Tetapi, pihak masjid mengatakan penetapan baru itu dibuat karena kapasitas ruangan di lantai atas yang telah tidak memadai. Hampir 50-an masyarakat Indonesia secara aktif beribadah pada masjid Islamic Center ini, yg datang menurut banyak sekali kota di kurang lebih Washington DC terutama selama bulan Ramadhan.

Aktivitas Masjid Islamic Center Washington DC

Fasad depan masjid Islamic Center Washington DC, loka dimana -

Foto Bung Karno di ambil di foto sebelumbya (foto dari Panoramio)

Selain sholat jum`at berjama`ah, aktivitas misalnya pengajian, Sunday School bagi anak-anak atau kajian-kajian tentang Islam, rutin digelar. Keberadaan Islamic Center pada ibukota negara adidaya ini, benar-benar berarti bagi kaum muslim. Masjid bersejarah ini senantiasa membuka diri buat dikunjungi sang siapapun, setiap hari masjiid ini mendapat tamu antara 100 hingga 600 orang. Non-Muslim berdasarkan Amerika & luar Amerika tiba bergabung dalam sebuah tur. Beberapa tur dilakukan bagi para pejabat Departemen Luar Negeri Amerika yang akan berdinas di global Islam atau para pelajar yang akan belajar di negara-negara Muslim.

Mereka datang buat mengikuti ceramah dan seminar mengenai situasi pada Timur Tengah dan apa yang dibutuhkan & bagaimana berperilaku pada sebuah negara Islam. Selama tur, para pejabat masjid juga memberikan kabar mengenai Islam, ajaran-ajarannya dan Nabi Muhammad SAW & menjawab pertanyaan dari pengunjung yang masih penasaran soal Islam.

Ornamen Interior di bawah kubah, lukisan dan ukiran Kaligrafi Al-Qur'an

tersebut merupakan karya para seniman Mesir

Perpustakaan dengan koleksi lengkap

Masjid Islamic Center Washington DC jua dilengkapi menggunakan perpustakaan akbar dengan segala macam kitab tentang Islam, dan memiliki kelas-kelas buat pelajaran Bahasa Arab, Al-Qur'an, aturan Islam & mata pelajaran lain yg terkait kepercayaan Islam. Meski tidak tidak memungkinkan untuk menciptakan sekolah, tapi Masjid ini berhasil mengatur kelas Sabtu dan Minggu buat enam kelas.

Layanan Pemakaman Gratis

Masjid ini juga terlibat dalam kehidupan sosial masyarakat dengan memberikan konseling perkawinan, membantu memahami prosedur pemakaman dan penguburan. Pengurus masjid juga sudah membeli sebuah kuburan pemakaman dan tersedia bagi umat Islam untuk menguburkan orang yang meninggal secara gratis, karena biaya pemakaman di sini di Amerika Serikat adalah sangat mahal.

Dakwah pada Narapidana di Penjara

Layanan Islamic Center yg paling membanggakan merupakan program da`wah. Ada sejumlah akbar orang yg masuk Islam di sini setiap bulan, seminar bagi para mualaf, dilaksanakan secara rutin buat membantu mereka terlibat dalam agama baru mereka, sebagai akibatnya mereka memahami & mempunyai visi yang kentara, bukan hanya mengikuti metode-metode eksklusif.

Islamic Center pula menegaskan bahwa penjangkauan mereka melampaui bangunan masjid. Masjid mempunyai peserta buat membantu kami mengirimkan paket buku ke forum-lembaga di seluruh Alaihi Salam, khususnya di penjara-penjara pada mana orang ingin memahami tentang Islam. Dan hasilnya sungguh luar biasa, beberapa ketua penjara berkirim surat ke masjid Islamic Center dan berterima kasih karena sehabis mendapat Islam para tahanan terdapat perubahan konduite mereka dan mereka menjadi insan yang lebih baik.

Kontroversi yg tak berkesudahan

Imam Al-Asi dan jemaah nya

Di bulan November 1981, untuk pertama kali Masjid Islamic Center Washington DC melakukan pemilihan Imam secara langsung, ketika itu terpilihlah Muhammad Al-Asi sebagai imam Masjid Islamic Center Washington DC. Namun kemudian Imam Muhammad Al-Asi berselisih faham dengan pemerintah Kerajaan Saudi Arabia, Pada tanggal 5 Maret 1983 Imam Muhammad Al-Asi beserta keluarganya diminta keluar dan meninggalkan Masjid Islamic Center Washington DC.

Namun Imam Muhammad Al-Asi enggan menanggalkan jabatan imam nya dan meneruskan menjalankan tugasnya sebagai imam dengan memimpin jemaah diluar gedung Masjid, di halaman rumput bahkan di trotoar seberang jalan Masjid Islamic Center Washington DC.

Idul Fitri bulan Juli tahun 1983, Muhammad Al-Asi beserta 50 jemaah pengikutnya memaksa masuk ke dalam Masjid untuk menjalankan ibadah sholat idul fitri, tindakan ini kemudian memicu pengelola Islamic Center memanggil aparat keamanan, akibatnya Imam Muhammad Al-Asi beserta 50 jemaahnya di ciduk aparat berwajib meski kemudian dibebaskan kembali. Namun juri di pengadilan Amerika Serikat memutuskan mereka bersalah karena telah mengganggu jalannya peribadatan yang dipimpin oleh imam yang lain. Dan pengadilan kemudian memutuskan Imam Muhammad Al-Asi beserta jemaahnya dilarang untuk memasuki Masjid Islamic Center.

Menurut Imam Abdullah Muhammad Khouj (imam masjid saat ini) jemaah sholat lima

saat pada masjid ini meningkat menurut ratusan menjadi ribuan jemaah sejak tahun 1984

Hingga kini Imam Muhammad Al-Asi masih mengukuhkan dirinya sebagai Imam Masjid Islamic Center Washington DC meskipun pihak Masjid Islamic Center sudah mengumumkan bahwa beliau sudah tidak ada sangkut pautnya lagi dengan Masjid Islamic Center Washington DC. Upaya upaya rekonsiliasi sudah dilakukan oleh berbagai pihak namun tak membuahkan hasil, hingga kini pun Imam Al-‘Asi masih senantiasa memimpin jemaahnya menjalankan sholat Jum’at di trotoar diseberang Masjid Islamic Center Washington DC, beliau dan jemaahnya juga mengelola situs sendiri untuk Islamic Center Washington DC.

Video Masjid Islamic Center Washington DC

Foto Foto Masjid Islamic Center Washington DC

Street view Masjid Washington DC

View Larger Map

Bendera negara negara islam di depan Islamic Center Washington DC

(foto dari Panoramio)

Bendera Merah Putih Berkibar diantara bendera negara negara Islam Lainnya

di depan Masjid Islamic Center Washington DC, Amerika Serikat.

Foto dari Flickr
Foto dari Flickr
Bung Karno di Masjid Islamic Center Washington DC, melintasi petugas kemanan

yang bersiaga penuh selama kunjungan kerja beliau ke Amerika Serikat.

Interior Masjid Islamic Center Washington DC (foto dari Flickr)
Referensi

indosiar.com – The Islamic Center Washington DC

voanews.com – Tarawih pertama di Islamic Center Washington DC

articles.cnn.com - Bush: U.S. Muslims should feel safe

eramuslim.com – Masjid Islamic Center Washington DC tempat menimba Ilmu Islam

sacret-destination.com – Washington DC Islamic Center

situs resmi Islamic Center Washington DC –http://www.theislamiccenter.com/

islamiccenterdc.com – whathappened

shahzadraza.com – A Tale of two Friday prayers

kabarinews.com – Antara Soekarno dan Amerika part-1

en.wikipedia – Islamic Center of Washington DC

america.gov - Islamic Center of Washington Boasts a Rich History

Baca Juga

Masjid Islamic Cultural Center (ICC) New York City, Amerika Serikat

Masjid Islamic Center Washington DC, Amerika Serikat

Masjid pertama di Alaska (AS) Segera dibangun

Perkembangan pembangunan Masjid pertama pada Alaska

Masjid Diyanet Center of America

Islamic Center Santa Ana, California

Tuesday, July 7, 2020

Masjid Islamic Cultural Center (ICC) New York City, Amerika Serikat

Masjid Islamic Cultural Center New York City (foto dari Panoramio)

Imam masjid main film layar lebar ? kenapa tidak !. meski aneh dan langka tapi ini betul betul terjadi. Adalah imam Masjid Islamic Cultural Center (ICC) New York City yang diminta bantuan oleh produser film Turki untuk mengambil bagian di salah satu adegan dengan durasi cukup lama di dalam film Five Minaret in New York (New York’Ta Bes Minare). Film tersebut berkisah tentang pria muslim Turki yang menjadi buronan dinas rahasia. Pelariannya ke New York City dan singgah sholat di Masjid ICC berujung pada penyerbuan oleh pasukan FBI ke masjid tersebut. Di adegan itulah imam masjid sungguhan ini diminta bantuan untuk memerankan dirinya sendiri berhadapan dengan arogansi pasukan FBI.

Imam Syamsi Ali

(foto dari situs resmi ICC)

Cukup membanggakan karena imam masjid tersebut adalah seorang cendekiawan muslim Indonesia yang tinggal di New York City. Beliau adalah Ustadz Muhammad Syamsi Ali, M.A, Pria kelahiran Bulukumba, Sulawesi Selatan, 5 Oktober 1967 ini di amanahi tiga jabatan prestisius sekaligus : sebagai salah satu Imam di Masjid ICC New York City, Board of Director Masjid Indonesia di New York City dan juga sebagai Direktur dari Jamaica Muslim Center. Dan sudah sejak lama beliau menjadi salah satu tokoh muslim paling berpengaruh di Amerika Serikat.

Penasaran dengan thriller film five minaret in New York klik disini

Link ke Artikel Masjid Indonesia di New York City klik disini

Link ke Jamaica Muslim Center Klik disini

Alamat dan Lokasi Masjid ICC New York City

1711 3rd Ave

New York, 10128, United States

Telepon : (212) 722-5234

Koordinat : 40° 47′ 7″ N, 73° 56′ 55″ W

Situs Resmi : http://www.islamicculturalcenter-ny.org/

Lihat Peta Lebih Besar

Masjid Islamic Cultural Center (ICC) New York merupakan bangunan pertama yang didirikan sebagai Masjid di New York City. Masjid ini mengandung 2 elemen utama yang telah sebagai simbol universal sebuah loka ibadah ummat Islam yakni menara & kubah masjid. Di dalam masjid dilengkapi menggunakan mihrab, menghadap ke Ka?Bah pada Mekah sebagai kiblat, mengakibatkan bangunan masjid ini miring kurang lebih 29 derajat terhadap poros jalan Manhattan, menaruh laman luar pada depan masjid loka jemaah bekumpul. Bentuk geometris masjid ini didasarkan pada syariah islam yang melarang bentuk mahluk hidup. Karenanya ornamen masjid kemudian memakai kaligrafi asma Allah pada bentuk bentuk geometris, membuat formasi tradisi kuno Islam dengan rancangan & material masa sekarang.

Masjid ICC New York dibangun lengkap dengan kubah dan

menara yang menjadi simbol masjid secara universal

(foto dari Wikipedia)

Masjid ini sempurna berada di tengah tengah kota New York pada titik koordinat 74?45' bujur barat dan 40?56' lintang utara. Kota mekah berada di titik koordinat 39?49' E and 21?27' N. Bila dilakukan hitungan matematika akan didapati bahwa arah masjid adalah arah bepergian sepanjang permukaan bumi eksklusif diatas garis lurus menghubungkan kota New York ke Mekah melewati lempeng padat bumi. Rute yang biasa dianggap sebagai geodesi atau great circle route & mencerminkan jeda terpendek diantara dua titik dalam bagian atas kurva atau bahkan antara 2 titik dalam kurva ruang jagad raya.

Latar belakang pendirian Islamic Center New York

Islamic Cultural Center New York merupakan organisasi keagamaan dan kebudayaan yg didirikan awal tahun 1960-an sebagi sebuah institusi Islam yg terdiri berdasarkan masjid, sekolah, perpustakaan, ruang kuliah, musium dan loka tinggal imam masjid. Tujuan pembangunan ICC ini termasuk untuk (1) memberikan pelayanan pada komunitas Muslim disekitar Manhattan secara khusus & warga muslim Amerika umumnya, dengan memenuhi kebutuhan mereka akan loka ibadah termasuk ruang kelas untuk membantu mereka bersama anak anak mereka mendapatkan pengetahuan yg cukup tentang Islam yg mereka anut. (2). Memberikan pencerahan opini publik Amerika tentang kebenaran Islam, baik itu ajaran, ideologi, filosofi, budaya & mengenai negara negara Islam. (3) Memberikan pedoman keislaman kepada komunitas Muslim Amerika, meluruskan opini keagamaan yang sahih dan hukum Islam terhadap kehidupan beragama, budaya serta pertanyaan pertanyaan kritis terkait khidupan sosial dan budaya. (4) mempromosikan pemahaman yangbaik serta interaksi yang bersahabat antara muslim & non muslim.

Bendera Amerika di Masjid ICC New York

(Album Picasa)

Sejak awal pendiriannya ICC New York ini mempunyai keistimewaan tersendiri. Di urus dan di awasi sang para duta besar negara Islam yg memiliki perwakilan resmi mereka pada PBB yang menciptakan dewan pembina masjid ini. Hal ini juga yang menaruh Masjid ICC posisi yang sangat prestisius diantara organisasi orgaisasi Islam, mengingat ICC merepresentasikan sikap religius demi sebuah mufakat bersama bagi kepentingan Islam yg lebih besar dalam komunitas muslim global, sehingga mendapatkan dukungan penuh berdasarkan masing masing negara Islam loka anggota dewan pembina berasal.

Sejarah Masjid ICC New York City

Di awal tahun 1960-an ICC memulai fungsi dan aktivitasnya dalam skala kecil di sudut pertemuan jalan antara 72nd street dan Riverside Drive di kota yang paling modis di bumi ini.  Namun kemudian dewan pembina berkeinginan untuk membangun sebuah pusat Islam yang impresiv dalam upaya untuk lebih menyesuaikan kedudukan lembaga prestisius ini dan menyadari betapa pentingnya peran Islam dalam kehidupan masyarakat. Dan juga untuk menjadikannya sebagi salah satu landmark baru bagi kota New York. Dan tentu saja sebagai langkah awal dari keseluruhan proyek pembangunan komplek Islamic Center tersebut, bangunan masjid lah yang terlebih dahulu dibangun, baru kemudian menyusul pembangunan sekolah, perpustakaan, musium dan ruang kuliah.

Menara masjid ICC New York menjulang meski

kalah tinggi dengan gedung gedung pencakar

langit disekitarnya (Panoramio)

Masjid ICC New York dirancang oleh sebuah firma yang cukup prestisius di Amerika, Skidmore, Owing & Merrill (SOM), selesai dibangun tahun 1991. proyek pembangunan masjid ini mencerminkan upaya untuk menemukan bentuk yang mampu memberikan keramahan kepada khususnya kepada ummat Islam dan umumnya kepada masyarakat sekitar. Sejarah pembangunan masjid ini tak terlepas dari keterkaitan antara hasil arsitektural dan budaya politik dari sebuah identitas. Masjid ini dirancang untuk digunaan oleh warga muslim New York city di area metropolitan yang terdiri dari tokoh tokoh muslim kalangan atas yang terdiri dari para diplomat serta lain nya yang terkait dengan kantor PBB, Kantor konsulat dan kantor dagang disana.

Pemerintah Kuwait, Arab Saudi dan Libya membeli lahan untuk masjid ini di tahun 1966 dan pemerintah Kuwait yang menjadi penyumbang terbanyak bagi dana pembelian lahan tersebut sejak tahun 1981. pada mulanya proyek masjid ini diserahkan kepada arsitek Ali Dadras warga Amerika keturunan Iran yang kemudian membuat sebuah rancangan masjid tradisional lengkap dengan halaman tengah serta taman masjid. namun kemudian di pertengahan 1980-an dewan pembina ICC berkeinginan lain, mereka lebih memilih masjid dengan gaya kontemporer. Sejak itu pembangunan diserahkan kepada SOM, yang memiliki catatan panjang keterlibatan dengan arsitektural di dunia Islam termasuk merancang terminal haji, National Commercial Bank dan King Al-Aziz University yang kesemuanya di kota Jedah Arab Saudi. Termasuk juga menangani proyek proyek besar di Arab Saudi, Kuwait dan Bahrain.

Puncak menara Masjid ICC New York berlatar

gedung tinggi Manhattan (Panoramio)

Selama dalam tahap rancangan, dewan Pembina ICC menunjuk dua komisi penasehat, yang pertama terdiri dari para tokoh tokoh dari komunitas muslim di New York dan yang kedua adalah para arsitek yang kebanyakan dari mereka adalah non muslim. Perdebatan terjadi ketika akan merumuskan rupa masjid ini. Kalangan arsitek menginginkan masjid berarsitektur abad ke 21. namun tokoh muslim mengingikan bangunan masjid yang mereka ulang gaya masjid tradisional Islam dengan sentuhan motif motif kesejarahan.

Kalangan arsitek pada ahirnya meminta SOM untuk bebas berkarya dalam mereka bentuk masjid tersebut termasuk motif yang akan digunakan namun tetap menghormati syariah. Dan Arsitek SOM, Michael McCarthy memilih untuk mengikuti saran para arsitek. Dalam wawancara dengan Architectural Record bulan Agustus 1992, beliau mengatakan bahwa keputusannya tersebut didasari kenyataan sejarah bahwa Islam selalu menyerap kearifan lokal dalam hal teknik bangunan dan material terbaik dengan segala kehati hatian dengan bentuk bentuk geometric, tata ruang dan penyempurnaannya. Itu sebabnya McCarthy mensenyawakan rancangan tradisonal dengan hal hal terbaik yang ditawarkan oleh abad ke 21.

Foto dari Panoramio

Di ujung perdebatan ahirnya lahirlah sebuah rancangan masjid yang menyerap unsur masjid tradional yang biasa kita kenal lengkap dengan Kubah besar dan menara namun dengan sentuhan abad 21 dalam rancang gaya rancang bangun, dalam penggunaan teknologi, material, dan sebagainya. SOM tidak merancang masjid ini dengan menara, namun komunitas muslim menginginkan sebuah menara sebagai pelengkap bangunan masjid ini. Ditunjuklah Kantor arsitek Seanke Hayden Connel untuk merancang bangunan menara dimaksud. Dan kepala designer nya adalah Alton Gürsel, arsitek Amerika keturunan Turki. Alton Gürsel merancang 9 bentuk menara sebelum ahirnya dipilih salah satunya. Sebuah menara dengan bentuk abstak dan kontras dengan dinding masjid yang masif, bebas dari pengaruh bentuk menara masjid era manapun, tinggi nya hampir tiga kali lipat dari bangunan masjid, ramping dan sederhana memberikan tambahan kesan elegan kepada keseluruhan proyek masjid tersebut.

Pembangunan menara ini turut didanai oleh David Rockefellar, yang menyumbangkan sejumlah besar dana bagi terwujudnya pembangunan menara masjid tersebut. Menara masjid ini lebih mencerminkan sebuah identitas daripada fungsinya sebagai sebuah menara, karena memang azan tak diperkenankan untuk diperdengarkan dari menara. Sebagaimana disebutkan dalam plakat pembangunan masjid yang diletakkan di dinding bawah menara, peletakan batu pertama pembangunan masjid ICC New York dilakukan pada tanggal pada tanggal 15 Safar 1409 H atau bertepatan dengan tanggal 26 September 1988 oleh Sheikh Jaber Al-Ahmad Al-Sabah, Kepala Negara Kuwait. Dan keseluruhan proyek masjid ICC new York mulai difungsikan tahun 1991

Aktivitas Masjid ICC New York

Sejak masjid resmi digunakan tahun 1991, masjid ini sudah menjalankan fungsinya melayani jemaah melaksanakan sholat wajib lima waktu sehari semalam serta ibadah sholat Jum’at. Sholat jum’at di New York dilaksanakan antara pukul 12:30 hingga 13:30 di musim dingin. Sedangkan di musim panas waktu sholat jum’at bergeser ke pukul 13:00 hingga 14:00. sholat jum’at juga dilaksanakan dalam waktu yang sama di masjid lama yang berlokasi di One Riverside Drive, di west 72nd Street. Dan tentu saja Masjid ICC ini juga menyelenggarakan sholat taraweh di bulan Ramadhan dan dua sholat hari raya.

Foto dari Panoramio

Aktivitas dan layanan lain dari masjid ICC dilaksanakan oleh Imam Masjid beserta jajarannya, selain memimpin sholat berjamaah tapi juga memberikan jawaban terhadap pertanyaan pertanyaan yang ditujukan ke Masjid ICC baik dari invidu maupun dari kelompok kelompok masyarakat melalui surat, telepon, tatap muka langsung dengan para imam baik dari kalangan muslim maupun non muslim. Termasuk juga menerima kunjungan kunjungan dari departemen dan lembaga pemerintah, otoritas militer, penjara, anggota kongres, wartawan sampai ke para pengacara.

Pelayanan masjid juga termasuk melayani kunjungan dari berbagai institusi agama dan pendidikan, merespon undangan dari sekolah sekolah, gereja dan sinagog untuk memberikan kuliah dan ceramah umum tentang Islam, juga berpartisipasi dalam dialog lintas gama, memberikan informasi dan instruksi tentang Islam kepada pihak pihak terkait baik individu maupun kelompok kelompok masyarakat di setiap ahir pekan, penyelenggaraan pernikahan, konseling keluarga, membantu pasangan pasangan suami istri dalam menyelesaikan masalah rumah tangga, penyelenggaraan dan supervisi proses pemakaman, mempromosikan hubungan sosial kemasyarakatan dan penyelenggaraan aktivitas kebudayaan Islam.

Foto dari situs resmi ICC

Kelas hari ahad

Kelas hari ahad untuk anak anak dan dewasa juga terbuka bagi non muslim yang berminat, serta diselenggarakan di lantai dasar gedung masjid. kelas Ahad diselenggarakan antara pukul 10:00 hingga pukul 12:30 selama musim dingin sedangkan selama musim panas diselenggarakan antara pukul 11:00 hingga pukul 13:00. Kelas tersebut berjalan dengan sangat baik. Semua peserta diberikan pencerahan yang beragam, termasuk baca tulis Al-Qur’an dan bahasa Arab, dan pengetahuan Islam secara umum yang menyentuh langsung aspek aspek kehidupan baik keagamaanm, sosial dan budaya.

Ramainya peserta yang begitu antusias di setiap penyelenggaraan kelas ahad ini sekaligus mencerminkan keinginan yang besar dari komunitas muslim setempat untuk lebih mengenal ajaran Islam. Hal itu yang menggugah pengurus Masjid ICC New York untuk membangun sebuah gedung permanen untuk keperluan tersebut. Dan  sebagaimana disampaikan oleh chairman dari Board of Trustees Masjid ICC New York H.E. Mansour Al-Otaibi, tahapan perencanaan pembangunan sudah mencapai tahapan final dan Isnya Allah permulaan pembangunan akan dilaksanakan pada bulan September 2011.

Foto dari situs resmi ICC

Kelas Sabtu

pertama, kelas khusus untuk ahwat yang ingin belajar hal hal yang mereka tentukan sendiri di jam jam penyelenggaraan yang berbeda dimulai setiap pukul 11:00 lalu dilanjutkan (kadang kadang) hingga tiba waktu magrib. Apresiasi dan penghargaan yang tinggi bagi para ahwat yang dengan sukarela menjadi pengajar dan berbagi ilmu di kelas kelas tersebut.

Kedua, disiapkan kelas khusus yang disebut dengan Islamic Forum untuk non Muslim dan Mualaf yang diselenggarakan setiap hari sabtu mulai jam 13:00 hingga sekitar pukul 16:00. kelas yang terbuka bagi non muslim dan mualaf mana saja yang berminat, dan tentu saja kelas ini menjadi kelas inklusif. Diskusi di kelas khusus ini mulai dari masalah teologi hingga isu isu sosial dalam Islam.

Video Masjid ICC New York City

Foto foto Masjid ICC New York City

Street View

Lihat Peta Lebih Besar

Jemaah Ahwat di Masjid ICC New York City

Jemaah Sholat Ied di Masjid ICC New York (situs resmi ICC)

Masjid ICC diantara gedung gedung pencakar langit Manhattan

(lihat foto interaktif di Bing Maps)

Interior Masjid ICC New York (macaulay.cuny.edu)

Interior Masjid ICC New York (macaulay.cuny.edu)

Interior Masjid ICC New York (macaulay.cuny.edu)

Referensi

kompas - Imam Masjid New York Asal Indonesia Ikut Main Film

en.wikipedia – Islamic Cultural Center of New York

situs resmi masjid ICC New York - http://www.islamicculturalcenter-ny.org/

islamcity.com – Mosque design in the United State

Baca Juga

Masjid Islamic Cultural Center (ICC) New York City, Amerika Serikat

Masjid Islamic Center Washington DC, Amerika Serikat

Masjid pertama di Alaska (AS) Segera dibangun

Perkembangan pembangunan Masjid pertama di Alaska

Masjid Diyanet Center of America

Islamic Center Santa Ana, California

Thursday, June 11, 2020

MASJID PERTAMA DI ALASKA (AS) SEGERA DIBANGUN

Alasaka, Negara bagian Amerika Serikat Paling Utara.

Terpisah menurut wilyah induk Amerika Serikat

Alaska adalah negara bagian Amerika Serikat (Alaihi Salam) paling utara. Terpisah menurut daerah induk Amerika. Alaska berada di lingkar Arctic (kutub utara), bersebelahan dengan Kanada pada timur dan selatan. Dan berbatasan menggunakan Rusia disisi lain nya.

Organisasi Islam terbesar pada Alaska bernama Islamic Community Center of Anchorage Alaska atau disingkat ICCAA yang beranggotakan majemuk ras & suku bangsa termasuk pada dalam nya Afro Amerika, Kaukasia, Albania, Asia Selatan, Afrika, Timur Tengah, jua Indonesia & Malaysia dan warga muslim orisinil Alaska. Di Alaska sendiri waktu ini masih ada 2000 hingga 3000 muslim.

Reka Bentuk Rencana Masjid Alaska

Saat ini ICCAA sedang membentuk sebuah masjid pertama di Alaska. Setelah sekian lama mereka beribadah di sebuah Mushola, & bahkan buat sholat Ied pun selama ini mereka selenggarakan pada tempat rekreasi lantaran ketiadaan Masjid.

Alhamdulillah lahan tanah untuk pembangunan masjid tersebut sudah di beli. Sebuah lahan seluas 6500 meter persegi di Old Seward Highway and 80th Street in Anchorage. Lahan seharga 600 ribu Dolar Amerika itu di beli menggunakan dana hasil sumbangan para jemaah Islam disana. Lokasi masjid ini  memiliki pemandangan pegunungan yang menawan dan sangat ideal bagi sebuah masjid Alaska. Dari segi tata kota tak larangan untuk mendirikan sebuah Masjid yang dilengkapi dengan Community  Center dan sekolah. Menurut rencana komplek bangunan masjid dengan 2 menara ini akan di bangun dalam 3 tahap. Dan bangunan masjid nya sendiri menjadi priotitas utama untuk dibangun baru kemudian fasilitas yang lain.

Lahan yg sudah dibeli dan disiapkan buat Masjid Pertama Alaska

Bila anda ingin menyumbang, silahkan berkunjung ke situs resmi panitia pembangunan masjid Alaska di http://www.alaskamasjid.com/masjid.php

Brosur pembangunan masjid ini, bisa di klik di bawah ini dalam format PDF.

*First Masjid in Alaska Flyer [pdf]

*Land purchased for first Masjid in Alaska [image]

& berikut video terkait pembangunan masjid tadi :

Baca Juga

Masjid Islamic Cultural Center (ICC) New York City, Amerika Serikat

Masjid Islamic Center Washington DC, Amerika Serikat

Masjid pertama pada Alaska (Alaihi Salam) Segera dibangun

Perkembangan pembangunan Masjid pertama di Alaska

Masjid Diyanet Center of America

Islamic Center Santa Ana, California

Sunday, May 31, 2020

Masjid Islamic Center Santa Ana

The Islamic Center Santa Ana

Dibangun oleh Muslim Champa di Amerika Serikat

Terusir dari kampung halaman dan dari tanah kelahiran, tak memadamkan cahaya Islam dari muslim champa di Santa Ana, California, Amerika Serikat ini. Puluhan tahun lalu mereka dan keluarganya mengungsi ke Amerika Serikat untuk menyelamatkan diri dan kini komunitas muslim Champa ini tetap mempertahankan ke-Islaman mereka dan lebih dari itu mereka mampu menebarkan cahaya Islam kepada komunitas warga Amerika Latin yang juga tinggal di lingkungan mereka.

Kini sebuah Masjid dan Islamic Center sudah berdiri sebagai pusat aktivitas ke-islaman mereka, tidak hanya bagi muslim Champa namun juga di gunakan dan dikelola bersama sama dengan muslim Amerika Latin. Masjid dan Islamic Center ini juga telah menjadi rumah pemersatu bagi Muslim Champa dan Muslim Amerika Latin sekaligus menjadi masjid pertama di wilayah selatan California yang menggunakan Bahasa Spanyol (yang merupakan Bahasa warga Amerika Latin) sebagai salah satu Bahasa pengantar di masjid mereka.

Islamic Center Of Santa Ana

1602-1610 E First St, Santa Ana

CA 92701 Amerika Serikat

Sejarah Muslim Champa di Amerika

Di awal tahun 1980-an gelombang besar pengungsi Kamboja melarikan diri dari negara mereka ke Amerika Serikat untuk menghindari apa yang disebut oleh dunia internasional sebagai “killing fields” atau ladang pembantaian, sebuah pembunuhan masal paling menakutkan dalam sejarah Indocina yang dilakukan oleh rezim komunis Khmer Merah pimpinan Pol Pot.

Banyak dari mereka yang kemudian datang ke Orange County dan tinggal di kawasan Minnie Street di Santa Ana, California, menempati apartemen dengan sewa murah di kawasan tersebut. Di tahun 1982, lima dari pengungsi Kamboja ini membentuk the Indo-Chinese Muslim Refugee Association of the United States (IMRA) bersama dengan beberapa anggota lainnya.

Mereka mengumpulkan berbagai sumberdaya, menyewa sebuah apartemen kecil dan mulai bahu membahu membantu warga muslim Kamboja lainnya yang tinggak di kawasan tersebut. Termasuk memberikan kursus Bahasa inggris gratis, konsultasi gratis serta menjadi penterjemah dadakan bagi para tetangga mereka yang tidak mampu berbahasa Inggris.

Di tahun 1983 mereka menerima dana tunjangan untuk pertama kalinya sebesar $64,000 dari Kantor Federal Urusan Penempatan Pengungsi Amerika Serikat (Federal Office of Refugee Resettlement) untuk tunjangan kerja, dan program tersebut berlanjut baik cakupan maupun nilai nya.

The Islamic Center Santa Ana sebelumnya merupakan bangunan tempat pemulasaran jenazah.

Seiring perjalanan waktu, kebutuhan komunitas pun kemudian ditambahkan ke dalam program tersebut termasuk berbagai macam jenis pelatihan, program selepas jam sekolah bagi remajam pendidikan usia dini hingga ke akses kesehatan dan resolusi trauma.

Beberapa tahun berlalu lembaga yang dibentuk oleh muslim kamboja ini tidak saja semata mata mengurusi warga Kamboja saj, namun juga merambah menangani pengungsi dari wilayah lainnya termasuk dari Vietbam, Laos, Iran, Iraq, Afganistan, Rusia, Ukraina, Bosnia, Ethiopia dan Somalia.

Organisasi ini menjalin kerjasama dan saling dengan para klien serta lembaga lembaga terkait, sejak memulai aktivitas mereka di tahun 1983 hingga saat ini, lembaga tersebut telah menangani penyaluran dana lebih dari $20,000,000 baik dari individu maupun dari public yang digunakan untuk membantu ribuan pengungsi mendapatkan pekerjaan, memperbaiki taraf mereka dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik termasuk program kesehatan, peningkatan pengetahuan, kemampuan keluarga pengungsi.

Lima belas keluarga Muslim Kamboja di Santa Ana pada awalnya menggunakan sebuah ruangan kecil di apartemen sebagai mushola di lingkungan apartemen sewaan tempat tinggal mereka. Komunitas muslim ini kemudian secara pasti terus berkembang seiring dengan bergabungnya para pengungsi Kamboja dari daerah lainnya pindah ke Santa Ana agar dapat hidup berdekatan dengan saudara sedaerah dengan Bahasa, suku, tradisi dan agama yang sama. Dan mushola kecil itupun sudah tak mampu lagi memadai.

Membangun Masjid dan Islamic Center Santa Ana

Masjid dan Islamic Center Santa Ana ini memang tidak mirip sama sekali dengan bangunan masjid yang biasa kita kenal. Harap maklum, karena memang bangunan tersebut dulunya adalah sebuah bangunan tempat pemulasaran jenazah yang kemudian dibeli oleh komunitas Muslim Kamboja dan dirombak menjadi masjid dan pusat ke-Islaman, dan baru di buka sekitar sebulan yang lalu (Juni 2017) dan diberi nama The Islamic Center of Santa Ana (ICSA), dan tidak saja diperuntukkan bagi muslim Champa Kamboja namun juga menjadi rumah bagi Muslim Amerika Latin.

Interior Masjid Islamic Center Santa Ana

35 tahun setelah itu, Komunitas muslim Kamboja ini bersama sama menggalang dana untuk membeli bekas gedung pemulasaran jenazah yang sudah tidak terbengkalai untuk dijadikan masjid. Gedung pemulasaran jenazah yang sudah lama terbengkalai tersebut kemudian di renonasi dan ubah fungsi menjadi masjid dan Islamic Center, seluruh proses renovasi selesai dan mulai digunakan bulan lalu.

Merangkul Warga Latin

Sekitar 78% warga Santa Ana merupakan para imigran dan keturunan Amerika Latin dan sehari hari menggunakan Bahasa Spanyol selain Bahasa Inggris. menyadari hal itu IMRA melaui ICSA melakukan langkah langkah pendekatan kepada lingkungan mereka yang mayoritas berasal dari Amerika Latin tersebut, dan hal tersebut membuahkan hasil.

Seiring berjalannya waktu da’wah yang dilakukan muslim Champa ini telah menarik perhatian warga Latin di Santa Ana, kini menjadi pemandangan biasa di masjid dan di Santa Ana bila ada kegiatan peribadatan ataupun aktivitas sosial terjadi pembauan antara muslim Champa dan muslim Amerika Latin. Bahkan di masjid Islamic Center Santa Ana juga menggunakan Bahasa latin sebagai salah satu Bahasa pengantar dan Bahasa khutbah sholat jum’atnya.

Tidak saja aktivitas peribadatan, ICSA juga mengorganisir beragam aktivitas sosial seperti yang paling populer mengorganisir dapur umum gratis untuk warga sekitar dan mengadakan Taco Trick Iftar, semacam mobil rumah makan bergerak untuk melayani muslim untuk berbuka puasa yang dikelola bersama sama oleh muslim Champa dan Muslim Latin Jemaah Masjid dan ICSA ini.

Pembauran dan persatuan muslim Champa dengan Muslim Latin ini terjadi secara alamiah. Warga Amerika Latin merupakan minoritas di AS, dan muslim Champa yang hidup Santa Ana ditengah tengah warga Latin ini dengan sendirinya menjadi kaum minoritas ditengah minoritas. Dan digunakannya Bahasa Spanyol sebagai Bahasa pengantar di Masjid dan Islamic Center Santa Ana, menjadi magnet tersendiri bagi warga Latin di Santa Ana.***

Referensi

http://www.nbcnews.com/news/asian-america/latino-muslims-find-home-mosque-led-cambodian-refugees-n782381

http://cambodianfamily.org/?page_id=729

http://www.latimes.com/local/lanow/la-me-ln-tacos-ramadan-20170604-story.html

http://icsamasjid.org/#features

Baca Juga

Masjid Islamic Cultural Center (ICC) New York City, Amerika Serikat

Masjid Islamic Center Washington DC, Amerika Serikat

Masjid pertama di Alaska (AS) Segera dibangun

Perkembangan pembangunan Masjid pertama di Alaska

Masjid Diyanet Center of America

Islamic Center Santa Ana, California

Asal SEO

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done