Islami Pedia: Masjid di Aljazair
News Update
Loading...
Showing posts with label Masjid di Aljazair. Show all posts
Showing posts with label Masjid di Aljazair. Show all posts

Sunday, July 5, 2020

Masjid Sidi Uqba, Biskra, Aljazair

Masjid Sidi Uqba, Biskra, Aljazair (foto dariPanoramio)

Masjid Sidi Uqba yang akan dibahas ini masih terkait menggunakan tokoh yg sama dengan Masjid Uqba, Masjid Agung Kairouan, Tunisia. Beberapa artikelpun bahkan ada yg menuliskan dua masjid yg tidak selaras ini menggunakan nama Masjid Sidi Uqba, yg akan membuat resah siapapun yang baru pertama membaca tentang dua masjid ini. Dua hal yang sebagai pembeda antara 2 masjid ini. Masjid Uqba pada Kairouan, Tunisia, dibangun sendiri sang Uqba Bin Nafi. Sementara masjid Sidi Uqba di Biskra dibangun justru disekitar Makam Uqba Bin Nafi sang penguasa disana untuk menghormati & mengenang jasa jasa dia, sekian ratus tahun setelah wafatnya Uqba Bin Nafi.

Sidi Uqba, merupakan sebuah kota kecil di Biskra, Aljazair. Tempat wafat dan dimakamkannya Uqba Bin Nafi dalam pertempuran melawan pasukan pemberontak dibawah pimpinan Kusaila atau Koceila di tahun 683M. Sidi Uqba yang berada sekitar 6 km sebelah selatan kota Tehouda dan sekitar 20 km sebelah timur kota Biskra, berada di jalan Khengat Sidi Nadji, Sidi Uqba, Biskra, Aljazair. Kata sidi sendiri berasal dari kata Sayidina. Seperti kata Siti di Indonesia yang konon berasal dari kata Sayidati.

Sejarah Masjid Sidi Uqba, Biskra

Masjid Sidi Uqba, dibangun sekitar tahun 416H / 1025M di era kekuasaan Dinasti Zirid. Menjadikan masjid ini sebagai salah satu masjid tertua di kawasan Afrika Utara. Sama seperti masjid Uqba bin Nafi di Kairouan di Tunisia, masjid Sidi Uqba juga dinamai dengan nama Uqba Bin Nafi. Uqba bin Nafi, gubernur Ifriqiya, wafat ditempat ini dalam peperangan melawan Koceila (kusaila) dan pasukannya yang sudah menunggunya di Tehouda sekembalinya beliau dari kemenangan ekspedisi yang beliau pimpin sendiri hingga ke Atlantik.

Perkiraan tanggal pendirian masjid ini di dasarkan pada data data historis yang terkumpul serta analisa gaya bangunan. G. Marcias menyebut tahun 67H/686M dan 416H/1025H sebagai tahun pendirian. Tahun 67H/686M merupakan tahun pembangunan komplek pemakaman Uqba Bin Nafi; dibandingkan dengan inskipsi di nisan makam dengan   dengan tulisan bergaya kairouan bertarikh 416H/1025M memberikan dugaan bahwa bangunan yang ada disekitar makam juga didirikan di tahun yang sama.

Masjid Sidi Uqba, Biskra, Aljazair (foto dari Panoramio)
Inskripsi lain juga eksis di dinding bangunan. Sebuah papan kayu dengan ukiran tahun 1215H/1800M; memiliki kesamaan dengan mihrab masjid yang bertarikh 1214H/1789M. Menurut kapten H. Simon dalam bukunya “Notes sur le mausolée de Sidi Okba” (Revue africaine, 1909, pl. III), tarikh tersebut merupakan tarikh perluasan ataupun tahun perbaikan komplek masjid dan makam tersebut.

Arsitektur Masjid Sidi Uqba

Masjid dan tempat bersejarah ini menampakkan sebuah kesederhanaan, holistik elemen arsitektural-nya ditutup dengan adukan semen putih, tidak terdapat satupun material atau hiasan mahal yang digunakan di bangunan masjid & komplek pemakaman ini. Seperti kebanyakan masjid awal di

Foto tua masjid Sidi Uqba (artabu.com)
Denah masjid ini hampir sama dengan masjid Nabawi di Madinah. Bagian dasar tiang tiang masjid lebih ditinggikan sekitar 10 cm. Hal tersebut juga mempermudah meluruskan barisan shaf sholat bagi jemaah. Beberapa kolom merupakan batang pohon kurma yang di tutup dengan adukan semen putih, kemudian diperindah dengan hiasan yang juga terbuat dari adukan semen putih. Kolom kolom tersebut juga menyanggah lengkungan lengkungan yang sepi dari dekorasi.

Mihrab masjid ini dibentuk menggunakan rancang bangun seperti mihrab di masjid agung Bagdad, Ditandai dengan lengkungan besar dihias adukan semen dengan motif geometris sederhana menggunakan paduan warna merah dan hijau, ditambah dengan pola tabrakan tidak teratur & di mahkotai menggunakan kubah setengah lingkaran beralur. Masjid Agung Bagdad (Irak) dibangun sang Khalifah Abu Mansur tahun 762 M. Disebelah mihrab dilengkapi menggunakan pintu menurut papan kayu berukir dengan dekorasi bunga mawar & beberapa inskripsi arab. Dua kubah pada bangunan ini masing masing dibangun menutup ruang sholat utama di ruang yang berada pada depan mihrab dan satu kubah lagi menutup bangunan makam.

Interior masjid Sidi Uqba (dive-deep.org)
Ketiga sisi masjid ini dilengkapi dengan pintu utama, masing masing dengan dua daun pintu yang terbuat dari kayu cedar berukir sangat indah. Dalam proyek pengembangan yang dilaksanakan antara tahun 1969M hingga 1970M dilakukan renovasi terhadap bangunan masjid termasuk integrasi masjid menjadi komplek pusat kebudayaan Islam.

Bangunan makam Uqba Bin Nafi, dibagun tiga ratus 5 puluh tahun sehabis beliau dimakamkan disana, dilengkapi menggunakan hiasan hiasan termasuk pintu depan yg indah menggunakan seni ukir kayu berdasarkan era Fatimiyah yg mempunyai kesamaan menggunakan seni ukir pada masjid Uqba pada Kairouan, Tunisia. Ditambah dengan dekorasi bergaya arab yang seperti dengan anyaman. Beberapa detil hiasan masjid ini misalnya ukiran semak semak yang menjulur pula ditemukan kecenderungan menggunakan yang ada pada pintu dan mihrab masjid Agung Cordoba, Spanyol.

Sidi Uqba, kota wisata ziarah

Sidi Uqba menggunakan masjid tuanya, hingga sekarang sebagai kota wisata ziarah bagi kaum muslimin menurut berbagai kota di Aljazair & sekitarnya sampai ke manca negara. Makam Uqba Bin Nafi dan masjid Sidi Uqba menjadi magnet tersenditi bagi para peziarah muslim ataupun pengunjung non muslim yg ingin berziarah atau sekedar berkunjung ke salah satu loka yg memiliki nilai sejarah begitu tinggi bagi perkembangan peradaban Islam di benua Afrika bagian utara khususnya & bagi dunia Islam secara generik.

Video Masjid Sidi Uqba, Biskra

Foto Foto Masjid Sidi Uqba, Biskra

Foto dariPanoramio

Foto tua masjid Sidi Uqba (cgi.ebay.com)

Lukisan masjid Sidi Uqba (artabu.com)
Foto tua masjid Sidi Uqba (Wikipedia

Referensi

discoverislamicart.org – Sidi Uqba mosque minaret and tomb

fr.wikipedia – Mosque de Sidi Okba

fr.wikipedia – Oqba ibn Nafaa

fr.wikipedia – Sidi Okba

skyscrapercity.com - Mausoleum and mosque of Sayyida (Sidi) 'Uqba

-------------------------------

Baca Juga Artikel Masjid Afrika Lain nya

Masjid Agung Bobo Dioulasso, Burkina FasoMasjid King Fahd di Banjul, GambiaMasjid Larabanga, Masjid Pertama di Ghana dan Afrika BaratMasjid Hassan II –Casablanca, MarokoMasjid Sidi Uqba, Biskra, AljazairMasjid Uqba Bin Nafi, Masjid Agung Kairouan, TunisiaMasjid Gaddafi, Masjid Nasional UgandaMasjid Nurul Islam, Cape Town, Afrika SelatanPalm Tree Mosque Cape Town, Afrika SelatanMasjid Auwal - Cape Town, Masjid Pertama di AfrikaMasjid Agung Djenne, Republik MaliPotret Kearifan Lokal Masjid MaliMasjid Nasional Abuja, NigeriaMengenal Lebih Jauh Masjid Agung Touba, Senegal

Wednesday, May 20, 2020

Masjid Ketchaoua Aljazair

Masjid Ketchaoua landmark kota tua Casbah, Aljir.

Masjid Ketchaoua merupakan masjid tua di kota Aljir (Algiers), Ibukota Aljazair (Algeria), masjid ini berdiri di wilayah Casbah pada pada kota Aljir dan dibangun dimasa kekuasaan dinasti Usmaniyah di abad ke 17 masehi, & sudah terdaftar sang UNESCO menjadi warisan budaya global.

Masjid ini berdiri pada bagian anak tangga pertama Casbah yang memang mempunyai banyak anak tangga, yg secara logistik & simbolis merupakan titik perhatian dalam masa pra-kolonial bagi kota Aljir. Bangunan masjid ini dikenal luas keunikannya karena memadukan gaya arsitektur Bangsa Moor (Maroko) & gaya arsitektur Byzantium (Romawi Timur).

Bangunan orisinil masjid ini awalnya dibangun tahun 1612, namun kemudian pada ubah fungsi menjadi Katedral St Philippe pada tahun 1845 pada masa penjajahan Prancis pada Aljazair sampai tahun 1962, dan di tahun 1962 jua dikembalikan lagi kegunaannya sebagai masjid.

Meskipun sudah melewati rentang waktu begitu usang hampir selama empat abad & sempat dialih fungsi menjadi gereja, masjid ini masih menampakan kemegahannya yang orisinil dan menjadi galat satu objek wisata sejarah paling penting pada Aljazair.

Casbah, loka masjid ini berdiri, merupakan bagian paling bersejarah pada Aljir, letaknya berada di sisi utara kota, terpaut lebih kurang 250 meter sebelah barat menurut Masjid Agung Aljazair, tempatnya berdiri pula berdekatan menggunakan istana uskup Aljazair & gedung perpustakaan Nasional.

Sejarah Masjid Ketchaoua

Sejarah Masjid Ketchaoua tidak dapat dipisahkan menurut sejarah kota kuno Casbah yang Dibangun pada situs bekas tempat berdirinya Icosium, pemukiman orang orang Phoenisia pada masa lalu. Pada saat pembangunannya sang dinasti Usmaniyah di abad ke 17 masehi, Casbah adalah bagian inti kota.

Eksterior Masjid Ketchaoua

Lokasinya sangat strategis, berdiri megah pada anak tangga pertama Casbah yang menunjuk ke 5 gerbang kota di distrik-nya para aristokrat, yang merupakan loka tinggalnya orang orang kaya dan keluarga kerajaan, para tokoh politik dan para pelaku usaha terkemuka pada masa itu.

Casbah sendiri berarti benteng, berdiri di tepian laut mediterania. Sebuah kota islam yang unik yg memposisikan Masjid Ketchaoua pada tengah tengah nya. Posisi masjid ini juga sebagai titik temu berdasarkan persimpangan jalan menurut bagian bawah Casbah menuju ke 5 gerbang kota Aljir, misalnya telah disebutkan tersebut.

Masjid ini terlihat jelas berdasarkan pulau tempat berdirinya pos dagang orang orang Charthaginia di abad ke 6. Sedangkan kota kota Aljazair sendiri baru dibangun sang orang orang Zirid pada abad ke 10, & selama berabad abad sehabis itu penguasa loka ini silih berganti dari bangsa Birbir, Romawi, Romawi Timur (Byzantium), Arab & Spanyol pun meninggalkan pengaruhnya disini

Ada pula yang menyatakan bahwa masjid ini telah dibangun pada abad ke 14 masehi, namun dokumen dokumen resmi yg ditemukan menerangkan bahwa masjid ini baru dbangun di tahun 1612 (abad ke 17). Namun demikian memang terdapat proses pembangunan pulang oleh Hasan Pasha, merujuk pada inskripsi peringatan pada abad ke 18 (tahun 1900-an) dalam waktu masjid ini disebut menjadi sebuah ?Keindahan tidak tertandingi?.

Interior Masjid Kechaoua

Di ubah menjadi Katedral kemudian sebagai Masjid Lagi

Di tahun 1838 masjid ini pada ubah sebagai Katedral St. Philippe sang penjajah Prancis yang pada waktu itu menjajah Aljazair & dalam tahun 1840 secara resmi lambang salib di letakkan di puncak bangunannya sang Marshal Sylvain Charles Val?E, seiring dengan jatuhnya kota Constantin ke tangan Prancis.

Dan saat Aljazair memperoleh kemerdekaannya pada tahun 1962, bangunan ini dikembalikan lagi ke fungsinya semula menjadi Masjid Ketchaoua, & dinyatakan menjadi bangunan krusial bagi budaya & kepercayaan , dan telah memperkaya khasanah catatan sejarah mengenai masjid ini yg disebut sebut sebagai ?Masjid yg di ubah sebagai gereja dan menjadi masjid pulang?.

Pengembalian kegunaannya sebagai masjid dilaksanakan pada tahun pertama kemerdekaan Aljazair dalam sebuah upacara resmi yang dipimpin oleh Tawfiq al Madani, selaku Menteri urusan pelabuhan, dan diselenggarakan pada Ben Badis Square (sebelumnya diklaim dengan Lavigere).

Momemtum tadi digambarkan sebagai ?Penaklukkan kembali keaslian Aljazair sebagai simbol tertinggi dari pemulihan integritas nasional?. Terpisah berdasarkan masjid Ketchaoua, Casbah jua masih mempunyai residu reruntuhan Citadel, bangunan masjid tua yang lainnya, istana bergaya Usmaniyah serta reruntuhan perkotaan tradisional masa lalu.

Arsitektur

Pintu masuk utama masjid ini dilengkapi dengan 23 anak tangga. Pada pintu masuknya terdapat portico berornamen, yang ditopang sang empat kolom berdasarkan batu marmer bercorak hitam. Didalam masjid masih ada jejeran arcade yg dibangun memakai kolom kolom batu marmer putih. Keindahan ruangan masjid ini, menara & langit langitnya di aksentuasi dengan sentuhan seni plester semen bergaya Moor.

Masjid Kethaoua di abadikan dalam keliru satu seri perangko Aljazair

Masjid ini kini terlihat kentara dari lapangan terbuka pada Casbah, menggunakan pemandangan bahari di sisi depan dan memiliki dua menara berdenah oktagonal yg mengapit pintu masuknya. Dengan sentuhan gaya Moor dan Byzantium menghadirkan pemandangan yg memukau.

Sebagian besar dari kolom kolom marmer putih masjid ini memang asal berdasarkan bangunan asli. Dan uniknya di dalam salah satu ruangan masjid ini masih ada makam dari San Geronimo, menurut masa penjajahan Prancis ketika masjid ini dijadikan Katedral.

Restorasi

Restorasi terhadap masjid ini dilaksanakan pada tahun 2009 sang Departemen Warisan Budaya Aljazair, meliputi perbaikan terhadap menara masjid, ruang tengah dan pembatas tangga di dalam masjid. Proyek restorasi tersebut direncakan akan rampung dalam waktu 12 bulan. Hal tersebut cukup mendesak karena keliru satu dari menara masjid ini terancam runtuh sebagian.

Restorasi tersebut dijalankan pada tiga tahap termasuk restorasi terhadap Casbah nya sendiri secara generik. Rencana tadi sudah diluncurkan semenjak September 2008 meliputi renovasi sejumlah masjid antik di Aljir serta mengubah beberapa tempat tinggal rumah tua pada Casbah menjadi perpustakaan generik dengan dana awal yg dikucurkan mencapai 300 juta Dinar Aljazair.***

------------------------------------------------------------------

Follow & Like akun Instagram kami di@masjidinfo

🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.

🌎 informasi dunia Islam.

------------------------------------------------------------------

Referensi

https://en.wikipedia.org/wiki/Djama%C3%A2_el_Kebirhttp://www.djazairess.com/fr/elwatan/289711

Baca Juga

Masjid Sidi Uqba, Biskra, Aljazair

Masjid Hassan II –Casablanca, Maroko

Tuesday, May 19, 2020

Masjid Djama’a al-Djedid Aljir, Aljazair

Masjid Al-Jadid Aljir, Aljazair

Masjid Al-Jadid dalam bahasa Inggris disebut dengan nama The Djama’a al-Djedid, sedangkan dalam bahasa setempat disebut dengan nama Jamaa al-Jadid sedangkan dalam bahasa Turki disebut dengan nama Yeni Camii yang berarti Masjid Baru, adalah masjid kuno di kota Aljir, ibukota negara Aljazair.

Masjid ini dibangun pada tahun 1660 Masehi atau 1770 Hijriah dan Pada masa penjajahan Prancis di Aljazair masjid ini disebut dengan nama Mosquée de la Pêcherie atau Masjid di dermaga nelayan (the Mosque of the Fisherman's Wharf).

Kubah utama masjid ini dibangun cukup tinggi hingga mencapai ketinggian 24 meter di topang dengan empat pilar penyangga dengan dasar bundar besar dan dilengkapi dengan tatakan seperti umpak. Di ke empat penjuru masjid di tutup dengan empat kubah setengah bundar berdenah dasar octagonal.

Tarikh pembangunan masjid ini disebutkan dalam sebuah plakat yang ditempatkan diatas pintu masuk utama masjid ini, disebutkan disana bahwa masjid ini dibangun pada tahun 1770 Hijriah atau tahun 1660 Masehi, oleh Haji Habib yang merupakan Gubernur Aljazair, yang ditunjuk oleh pemerintahan Dinasti Usmaniyah yang berpusat di Istanbul, Turki.

Pada masa itu, wilayah Aljazair merupakan bagian dari wilayah kekuasaan Dinasti Usmaniyah. Haji Habib sendiri merupakan anggota pasukan khusus Infanteri Dinasti Usmaniyah yang disebut Janissary atau Yanisari atau dalam bahasa Turki disebut yeniçeri, yang berarti Pasukan Baru.

Pasukan ini merupakan pasukan elit pertama di Eropa yang dibentuk dimasa kekuasaan Sultan Murad I (1362–89) sebagai pasukan pengawal pribadi Sultan dan memang dilatih berkemampuan khusus sebagai pasukan yang memiliki loyalitas tinggi dan hanya patuh kepada perintah Sultan.

Eksterior Masjid Al-Jadid

Pembangunan masjid Al-Jadid ini dibangun dengan gaya arsitektur masjid masjid Usmaniyah baik dari bentuk struktur bangunan maupun ornamen nya namun mengingat lokasi pembangunannya yang berada di wilayah Afrika utara, budaya lokal turut mempengaruhi seni bina masjid ini.

Hasilnya adalah sebuah masjid yang cukup unik dengan penggabungan beberapa tradisi seni bina bangunan masjid, termasuk juga penggunaan beberapa elemen dari gaya arsitektur Andalusia dan Italia yang pada saat itu juga berpengaruh di kawasan Afria Utara.

Lokasi masjid ini berada di ujung barat dari Place des Martyrs, sedangkan sisi kiblatnya bersebelahan dengan sisi utara dari Boulevard Amilcar Cabral, tempat dimana Masjid Agung Almoravid Aljazair (The Almoravid Grand Mosque of Algiers) juga berada terpaut hanya sekitar 70 meter ke arah timur dari Masjid Al-Jadid ini.

Sisi tenggara masjid ini tak seberapa jauh dari ruas jalan pelabuhan nelayan kota Aljir, itu sebabnya masjid ini juga seringkali secara tak resmi juga disebut dengan the Mosque of the Fisherman's Wharf atau masjid di pelabuhan nelayan, dan faktanya masjid ini memang banyak digunakan oleh para nelayan yang beraktifitas di lokasi tersebut.

Interior Masjid Al-Jadid

Seperti halnya dengan Masjid Ketchaoua (1612), Masjid Al-Jadid ini sesungguhnya juga berada di dalam wilayah Casbah Almohad kota Aljir yang sebagian besar mengalami kehancuran dimasa penjajahan Prancis di Aljazair di abad ke 18.

Secara umum masjid ini berukuran lebar 27 meter (timur barat) dan panjangnya 48 meter (utara-selatan), arah bangunannya sendiri sedikit miring hingga 28 derajat terhadap kutub utara selatan menyesuaikan dengan garis kiblat, sisi kiblat masjid ini berada di sisi selatan bangunan, mengingat bahwa lokasi Ka’bah di kota Mekah berada di selatan negara Aljazair.

Jejeran tiang tiang penyangga atap di dalam masjid ini membentuk tiga lorong memanjang dan lima lorong sejajar dengan garis shaf masjid. Lorong bagian tengah masjid ini menjadi titik tengah tempat pintu masuk utama berada segaris dengan mihrab.

Ada delapan tiang besar di dalam masjid ini masing masing tiang berukuran sekitar dua meter persegi, masing masing tiang dihubungkan dengan lengkungan beton sekaligus menjadi penopang struktur atap diatasnya. Masing masing lengkungan ini mencapai ketinggian sekitar 9 meter dari permukaan lantai pada bagian lengkungan tengahnya yang merupakan bagian tertinggi.

Kubah utama masjid ini berdiameter sekitar 10 meter, dasar kubahnya menjulang sekitar 8 meter dari penopang tertingginya bertumpu di atas tiang tiang masjid. Puncak tertinggi kubah utama masjid ini mencapai 24 meter. Struktur penopang kuba masjid ini juga berbentuk bundar dilengkapi dengan empat jendela di empat sisi untuk penerangan di siang hari.

Mimbar dan mihrab masjid ini ditempatkan tepat dibawah kubah utama masjid. Karena letak kubah utama masjid ini tidak berada di tengah tengah bangunan, namun lebih berada di atas lorong shaf terdepan pada sumbu tengah bangunan, dan bukan pada sisi tembok sisi kiblat di bagian terdepan masjid.

Masjid Al-Jadid di malam hari

Seiring dengan pembangunan kota Aljir berakibat pada semakin tingginya permukaan jalan raya di sekitar masjid ini menyebabkan lantai masjid ini lebih rendah dari permukaan jalan raya dan karenanya kemudian pintumasuk masjid ini dilengkapi dengan beberapa anak tangga untuk masuk ke masjid. Saat ini lantai bawah masjid ini sudah berada lima meter lebih rendah dari permukaan jalan raya.

Hampir keseluruhan tembok luar masjid Aljadid di cat dengan warna putih dari tembok hngga kubah nya kecuali sedikit saja beberapa bagian diberikan sedikit ornament dengan warna berbeda. Satu hal yang menarik dari Masjid Al-Jadid ini adalah bahwa meskipun secara umum bangunan masjid ini dibangun dengan gaya Usmaniyah namun teramat berbeda dengan bangunan menaranya.

Bangunan menara masjid ini justru dibangun dengan gaya Afrika Utara, berupa bangunan menara berdenah segi empat, tidak seperti gaya menara Usmaniyah yang bundar, tinggi dan lancip. Pada mulanya menara masjid ini hanya setinggi 13 meter saja, namun kemudian dibangun lebi tinggi hingga 25 meter dari permukaan tanah Place des Martyrs seiring dengan semakin tingginya permukaan jalan raya.

Bangunan menara ini terdiri dari tiga lantai yang dihubungkan dengan tangga tertutup di dalam menara. Pada tingkat ke tiga nya ditempatkan sebuah jam berukran besar. Jam ini ditempatkan oleh Bournichon, yang diambil dari Palais Jénina. Menara masjid ini juga dilengkapi dengan balkoni yang ditempatkan di bagian teratasnya. Bentuk menar seperti ini memang tidak lazim bagi sebuah bangunan masjid dari era dinasti Usmaniyah dan itu justru menjadi salah satu keunikan dari masjid Al-Jadid di Kota Aljir, Aljazair ini.***

------------------------------------------------------------------

Follow & Like akun Instagram kami di@masjidinfo

🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.

🌎 informasi dunia Islam.

------------------------------------------------------------------

Referensi

https://en.wikipedia.org/wiki/Djama%E2%80%99a_al-Djedid https://en.wikipedia.org/wiki/Janissaries

dan berbagai sumber dari internet

Baca Juga

Masjid Sidi Uqba, Biskra, Aljazair

Masjid Hassan II –Casablanca, Maroko

Asal SEO

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done