Islami Pedia: Islam di Eropa
News Update
Loading...
Showing posts with label Islam di Eropa. Show all posts
Showing posts with label Islam di Eropa. Show all posts

Sunday, October 11, 2020

Islam di Reunion - Prancis

Lokasi Pulau Reunion

Dimanakah Pulau Reunion

Pulau Reunion / Reunion Island / La Réunion sedang menjadi pusat perhatian dunia pererbangan, khususnya bagi keluarga penumpang dan kru pesawat Malaysia Airline MH317 sejak ditemukannya puing sayap pesawat terbang serta berbagai benda yang terserak di pantai pulau tersebut termasuk puing kursi pesawat, bekas koper hingga kemasan air minum buatan Tiongkok hingga botol kemasan cairan pembersih buatan Indonesia yang di duga berkaitan dengan pesawat MH317. Pesawat Malaysia Airline dengan kode peberbangan MH317 hilang secara misterius di perairan Samudra Indonesia sejak Maret 2015, pesawat jenis Boeing 777 tersebut membawa 239 penumpang rencananya akan terbang ke Beijing dari Kuala Lumpur - Malaysia.

Pulau Reunion merupakan satu dari empat wilayah seberang lautan Prancis. Lokasinya berada di perairan Samudera Samudra Hindia, berjarak sekitar 800km sebelah timurMadagaskar dan 175 km sebelah barat dayaMauritius. Jaraknya terpaut 11 jam penerbangan dari Paris, Ibukota Prancis di daratan Eropa. Karena letaknya itu Reunion menjadi wilayah terluar Uni Eropa dan Zona Euro. Reunion beribukota di Saint Denis.

Pulau ini pertama kali diduduki oleh portugis kemudian di kuasai Prancis hingga saat ini. sejak pertama kali di kuasai oleh bangsa Eropa pulau Reunion sudah berkali kali berganti nama. Nama Reunion pertama kali dipakai tahun 1793, sempat berganti nama menjadi Île Bonaparte dari nama Napoleon Bonaparte, lalu berganti nama lagi menjadi Bourbon, sampai ahirnya kembali ke nama Reunion di tahun 1815 setelah revolusi Prancis [i].

Demografi

Pulau Reunion memiliki luas 2,511 km2 setara dengan hampir empat kali luas kota Jakarta (661,52 km²), dihuni oleh 844,994 (januari 2014) dari berbagai bangsa sehingga Bahasa yang digunakan di pulau ini berbagai bahasa tergantung dari kelompok etnisnya, meski demikian Bahasa resmi di pulau ini adalah Bahasa Prancis meskipun bahasa Creolo juga digunakan oleh sebagian besar masyarakat disana.

Menara masjid Masjid Noor-e-Islam menjulang diantara gedung gedung di Reunion

Dari tahun 1958 Pemerintah Perancis melarang pertanyaan terkait dengan etnis pada semua dokumen sensus penduduk, sebagai akibatnya nir ada data resmi pemerintah terkait dengan rasio etnis yg terdapat di Reunion. Meski informasi dilapangan menunjukkan bahwa penduduk reunion terdiri menurut etnis reropa, Afrika, Malagasy, India, China dan berbagao gerombolan Etnis lainnya. Kata Creoles lazim dipakai buat menyebut mereka yg lahir di pulau ini menurut etnis manapaun asalnya.

Agama pada Reunion

situs moia.gov.in menyebutkan struktur penganut di agama di Reunion terdiri dari Katolik Roma Catholic 86%, Hindu, Muslim, Buddhist. Wikipedia memberikan angka lebih rinci dengan komposisi ; Katolik 84.9%, Hindus 6.7% and Muslims 2.15%. disebutkan bahwa agama Hindu dianut oleh mayoritas keturunan India di Reunion meski mereka seringkali dikatagorikan sebagai penganut katolik dengan paksa dan sebagian dari mereka pindah agama di masa lalu selama masa kerja paksa. Saat ini Hindu kembali bangkit diantara etnis Tamil yang kemudian membangun beberapa kuil Hindu di Reunion.

Islam di Reunion

Jumlah pasti penganut agama Islam di Reunion memang tidak diketahui secara pasti. Situs en.reunion.fr menyatakan bahwa komunitas muslim disana mencapai angka 25,000 orang. Dijelaskan bahwa muslim di Reunion memiliki kebebasan menyuarakan azan dari masjid masjid yang ada disana.

Pulau Reunion memiliki sejarah penting bagi Islam di Prancis mengingat bahwa di pulau ini, tepatnya di kota Saint-Denis yang menjadi ibukota pemerintahan Reunion telah berdiri Masjid Noor-e-Islam sejak tahun 1905, dan merupakan masjid terbesar di, ibukota pemerintahan Reunion sekaligus merupakan masjid tertua di wilayah Prancis. sebuah bangunan masjid besar dengan pengaruh arsitektur India, karena memang sebagian besar muslim di Reunion [[ii]] merupakan keturunan muslim India [[iii]].

Masjid Noor-e-Islam

Muslim India dari Gujarat dan beberapa daerah lainnya pertama kali tiba di Reunion tahun 1860, beberapa tahun kemudian beberapa dari mereka kembali lagi dengan membawa keluarga serta teman temannya. imigran muslim India masuk ke Reunion mengalami puncaknya di awal abad ke 20. mereka dikenal dengan nama Zarabes untuk membedakan-nya dengan etnis Tamil yang juga berasal dari India. Muslim di Reunion mayoritas merupakan muslim Suni. Selain muslim keturunan India, Komunitas muslim di Reunion turut diperkuat oleh komunitas muslim dari Comoro [[iv]] dan Pakistan [[v]]. Komunitas Syi’ah mulai ke Reunion tahun 1972 dari Madagaskar.

Masjid Masjid di Reunion

Saat ini setidaknya terdapat lima belas masjid di Reunion, sebagian besar dari masjid masjid tersebut berdiri di pusat pusat kota. seperti disebutkan tadi bahwa di Reunion telah berdiri Masjid Noor-e-Islam sejak tahun 1905 yang merupakan masjid pertama di wilayah Prancis. Masjid ini pertama kali dibangun tahun 1898 dan dibuka pada tahun 1905, tepatnya pada tanggal 28 November 1905 [[vi]].

Masjid tersebut telah mengalami renovasi dan modifikasi di era tahun 60an dan tahun 1970-an setelah kebakaran hebat. masjid ini memang cukup besar dengan luas mencapai 1200 m². dilengkapi dengan menara setinggi 30. Masjid besar lainnya di Reunion adalah masjid Duparc yang bergaya masjid mesir, dibangun tahun 1999 [[vii]].

Daftar masjid yang ada di Reunion dapat dibaca disini. Sesorang juga telah membuatkan peta masjid masjid yang ada di pulau Reunion.

Dan sebuah informasi penting lainnya bagi traveler yang sedang berkunjung ke Reunion adalah peta lokasi penyedia makanan Halal di Reunion. Muslim di Reunion juga sudah memiliki otoritas yang mengawasi kehalalan makanan yang yang disebut Commission de Serveillance du Halal de La Reunion.

Referensi

[i] https://en.wikipedia.org/wiki/R%C3%A9union#Religion

[ii] http://en.reunion.fr/discover/cultural-immerssion/religions-et-lieux-cultes-english/cathedral-mosque-temple-pagoda

[iii] https://en.wikipedia.org/wiki/Saint-Denis,_R%C3%A9union

[iv] http://www.lebeaupays.com/en/discover/places-of-worship/islam.html

[v] http://travpacker.com/reunion-island-halal-travel-guide/

[vi] http://travpacker.com/reunion-island-halal-travel-guide/

[vii] http://www.lebeaupays.com/en/discover/places-of-worship/islam.html

Islam di Belarusia

Peta Belarusia

Belarusia, merupakan salah satu negara merdeka pecahan dari Uni Soviet yang secara resmi berdiri paska runtuhnya Uni Soviet. Sepanjang sejarahnya Belarusia silih berganti penguasa sampai ahirnya sebagai negara merdeka. Seluruh wilayah negara ini adalah daerah daratan yg terkunci tanpa akses ke samudera . Lokasinya berada di Eropa Barat berbatasan dengan Russia di timur bahari, Ukraina di sebelah selatan, Polandia pada timur serta Lithuania dan Latvia di barat bahari. Belarusia beribukota pada kota Minsk. Dengan kota kota besarnya antara lain merupakan kota Brest, Grodno (Hrodna), Gomel (Homiel), Mogilev (Mahilyow) & Vitebsk (Vitsebsk).

Hingga abad ke 20 wilayah yg sekarang menjadi Republik Belarusia sempat dikuasai oleh beberapa pengasa termasuk sebagai daerah menurut Kepangeranan Polotsk, Kepangeranan Agung Lithuania, Komanweal Polandia?Lithuanian & kemudian masuk ke dalam Emperium Russia. Setelah terjadi Revolusi Rusia, wilayah Belarusia sebagai bagian daerah Uni Soviet (USSR) menggunakan nama Byelorussian Soviet Socialist Republic (BSSR). BSSR beserta negara induknya USSR dan Ukraina SSR menjadi negara pendiri PBB di tahun 1945. Seiring dengan runtuhnya Uni Soviet, Parlemen Belarusia mendeklarasikan kedaulatan negara dalam tanggal 27 Juli 1990 dan Deklarasi Kemerdekaan Belarusia dikumandangkan pada tanggal 25 Agusutus 1991.

masjid di Smilovichi - Belarusia (foto dari wikipedia)

Penduduk Belarusia berjumlah kurang lebih 9.49 juta jiwa & lebih berdasarkan 70% nya tinggal pada tempat perkotaan. Lebih berdasarkan 80% penduduknya ber-etnis Belarusia disusul oleh Etnis Rusia. Bahasa resmi yg digunakan merupakan Bahasa Belarusia & Bahasa Rusia. Merujuk pada konstitusi negara pasal 16, nir terdapat satupun kepercayaan yang diakui sebagai agama resmi negara, meski kemerdekaan beragama dijamin oleh negara. Kristen Ortodox Rusia merupakan kepercayaan menggunakan pemeluk terbesar disusul oleh pemeluk agama Kristen Katholik Roma, dan Hari Natal & Paskah di jadikan menjadi hari besar Nasional. Sementara pemeluk kepercayaan lain termasuk pemeluk agama Islam merupakan kaum minoritas di Belarusia.

Islam di Belarusia

Islam masuk dan menyebar pada Belarusia diantara abad ke empat belas dan enam belas, terutama dikarenakan Grand Duke of Lithuania yang memang menggunakan sengaja mengundang muslim etnis Tatar menurut semenanjung Krimea & Golder Horde buat menjadi penjaga perbatasan negara. Dimulai berdasarkan abad ke empat belas, poly muslim etnis Tatar yg menerima kedudukan tinggi pada kepangeranan Lithuania. Pada penghujung abad ke enam belas, lebih menurut 100 ribu muslim etnis Tatar tinggal di Belarusia dan Lithuania termasuk diantara mereka yang memang menerima pekerjaan disana ataupun menetap karena berstatus menjadi tawanan perang.

Masjid di Ivje, kini dianggap sebagai monumen arsitektur bangunan kayu Belarusia (foto dari panoramio).

Saat ini muslim etnis Tatar yg sudah menjadi pemukim disana merupakan muslim suni. Meskipun demikian kebanyakan dari kaum muda etnis Tatar ini nir mempunyai pemahaman yang baik terhadap ajaran Islam yg adalah agama warisan berdasarkan nenek moyang mereka. Pernikahan antar etnis Tatar menggunakan berbagai etnis termasuk etnis Belarus, Polandia dan Lithuania dan Russia memang telah wajar terjadi berdampak pada terkikisnya secara perlahan kebudayaan orisinil Tatar termasuk bahasa mereka. Namun demikian hal tadi tidaklah menghasilkan asimilasi secara total ke pada rakyat Belarusia.

Budaya beragama keturunan muslim etnis Tatar disana berkembang layaknya bagian berdasarkan Belarusia lainnya yg lahir pulang & berperan aktif dalam proses tersebut. Muslim shiah masuk ke Belarusia kebanyakan merupakan diaspora muslim shiah kelahiran Azerbaijan dan Iran.

Masjid Kota Minsk (foto dari panoramio)

Hingga awal tahun 2009 di Belarusia terdapat 25 komunitas muslim menggunakan jumlah terbesar menurut organisasi tadi (mencapai delapan organisasi Islam) terdaftar di kawasan Grodno Oblast. Terdapat enam masjid pada Belarusia ad interim satu bangunan masjid sedang pada proses pembangunan pada kota Minsk. Gelombang kebangkitan pencerahan beragama di Belarusia telah berkembang menjadi sebuah ekspresi dominan baru yang menggejala pada seluruh Belarusia.

Komunitas Muslim Belarusia

Di tahun 1994 buat pertama kali diselenggarakan kongres nasional Muslim Belarusia. Hasilnya merupakan terbentuknya Komunitas Islam Republik Belarusia dengan pimpinan pertamanya Dr. Ismail Aleksandrovich. Hingga tahun 1997 sudah masih ada 23 komunitas muslim disana termasuk 19 antara lain berdiri di daerah bagian barat negara tersebut. Dan jumlah tersebut telah bertambah menjadi 27 komunitas muslim dalam tahun 2002.

Residing in Belarus at present there are representatives of Azerbaijanian, Kazakh, Uzbek, Tajik, Turkmen, Kurd, Turk, and Tartar nationalities making up a total of 45,000 Moslems in Belarus including 12,500 Tartars who first settled in Belarus in the 14th cent.

Masjid pada Belarusia

Masjid pertama di wilayah Belarusia berdiri antara abad ke 14 dan 14 masehi. Bangunan masjid tertua yg masih berdiri disana dikenal dengan masjid kota Ivye yg dibangun tahun 1884. Pembangunan masjid tersebut di sponsori sang Elvyra Zamoyskaya selaku pemilik kota Ivye kala itu. Sebuah plakat peringatan terbuat menurut batu pualam bertuliskan namanya sekarang terpasang di salah satu ruangan primer masjid ini. Masjid Ivye kini dipercaya menjadi salah satu monumen arsitektur bangunan kayu pada Belarusia.

Masjid di Navahrudak – Belarusia (foto dari wikipedia)

Secara tidak resmi kota Ivye dipercaya sebagai ibukota Etnis Tatar di Belarusia, setiap tahun kota ini menyelenggaraan sebuah festival muslim yang sebagai ajang berkumpulnya etnis Tatar menurut semua Belarusia & negara negara teman. Tahun 1994 bangunan masjid pada Slonim secara resmi dibuka & menyusul lalu masjid di Smilovichi tahun 1996. Pada bulan Juli 1997 pada peringatan 600 tahun pemukiman Etnis Tatar pada Belarusia yang merogoh loka di masjid kota Novogrudok sekaligus pelantikan pembukaan balik masjid tadi. Masjid Novogrudok adalah salah satu bangunan masjid tua yg difungsikan kembali, sebuah foto tahun 1920-an memperlihatkan masjid tersebut telah berdiri disana.

Selain empat masjid pada empat kota yang sudah disebutkan pada atas, pada tahun 1997 lalu komunitas muslim Belarusia mulai membangun masjid ke 5 di Vidzy pada distrik Vitebsk pada pada daerah Minks sampai terkenal menggunakan sebutan Masjid Kota Minks. Masjid di Minks tadi dibangun menggunakan menjiplak bangunan masjid yg pernah berdiri disana dari tahun 1902 tetapi diruntuhkan tahun 1962. Sebagian besar dana pembangunan masjid tersebut dibiayai oleh pemerintah kerajaan Saudi Arabia. Komunitas muslim disana juga melakukan renovasi terhadap empat masjid yg ada & pemakaman muslim yang terdapat pada seluruh negeri.

Referensi

export.by - catalogue

en.wikipedia – islam in belarus

democraticbelarus.eu – construction mosque minsk delayed funding shortage

belintourist.com - mohammedanism

belarus-misc.org – islam

belarustourism.by - religion

Tuesday, October 6, 2020

Islam Di Estonia

Estonia berada di kawasan Laut Baltik, Sebelumnya negara ini merupakan bagian menurut Uni Soviet. Setelah merdeka, sekarang malah bergabung menggunakan NATO yg dulunya merupakan musuh bebuyutan nya Uni Soviet.

Estonia merupakan merupakan sebuah negara berdaulat berbentuk Republik pada daerah Baltik pada Eropa Utara. Yang balik memproklamirkan kemerdekaannya sehabis lepas menurut Uni Soviet. Estonia ber-ibukota pada Tallin sekligus menjadi kota terbesar pada negara itu. Secara geografis Estonia berbatasan menggunakan Teluk Finlandia pada utara, menggunakan Laut Baltik di barat, dengan Latvia dan Teluk Riga pada selatan, dan Danau Peipus (Peipsi) & Rusia pada timur. Estonia turut menandatangani perjanjian Schengen 1985 yg menghapuskan pengawasan perbatan diantara negara negara Eropa.

Wilayah Estonia seluas 45,227 km2 sedikit lebih kecil dari luas provinsi Sulawesi Selatan (46,717.48km2). Namun dari jumlah penduduk, Estonia merupakan anggota Uni Eropa dengan penduduk paling sedikit dengan hanya 1.34 juta jiwa. Bandingkan dengan penduduk provinsi Sulawesi Selatan yang mencapai 8.034.776 jiwa, dengan luas wilayah yang hampir sama.

Estonia mempunyai produk domestik bruto per kapita yang tinggi di antara bekas republik-republik Soviet, terdaftar sebagai Ekonomi Berpendapatan Tinggi sang Bank Dunia, menjadi Ekonomi Maju sang Dana Moneter Internasional dan anggota OECD berpendapatan tinggi. Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan Estonia sebagai negara maju dengan Indeks Pembangunan Manusia yang "Sangat Tinggi". Negara ini jua berperingkat tinggi dalam hal kebebasan pers, ekonomi, demokrasi & politik, dan pendidikan.

Muslim pada Estonia

Berdasarkan hasil sensus yang diselenggarakan tahun 2000 jumlah muslim di Estonia yang menyatakan diri mereka sendiri sebagai Muslim ada 1,387 jiwa. Namun demikian beberapa sumber mengklaim bahwa jumlah muslim disana jauh lebih banyak dari jumlah tersebut dengan perkiraan jumlah mencapai 10 ribu atau bahkan hingga 20 ribu jiwa.

Muslim di Estonia kebanyak merupakan kaum SunniTatars dan Syi’ahAzeri yang merupakan keturunan dari para imigran yang datang ke Estonia setelah melintasi Livonia Estonia masuk ke dalam Emperium Russian di tahun 1721 dan mereka (yang secara mayoritas) berimigrasi selama periode Soviet (1940–1991).

Sejak tahun 1860, KomunitasTatar menunjukkan aktivitas mereka, yang berpusat di kota Narva. Jemaah muslim ((Narva Muhamedi Kogudus) telah terdaftar di pemerintahan berdiri sendiri Republic of Estonia tahun 1928 kemudian yang kedua adalah (Tallinna Muhamedi Usuühing) di Tallinn tahun 1939. Sebuah bangunan yang dibangun untuk menerima donasi dari jemaah kemudian di gunakan sebagai masjid di kota Narva.

Di tahun 1940 Estonia berada dibawah otoritas Uni Soviet, pemerintahan komunis saat itu melarang aktivitas kedua kelompok jemaah tersebut dan gedung yang digunakan sebagai masjid dihancurkan selama perang dunia kedua berlangsung (tahun 1944). Ketiadaan masjid di Tallinn, jemaah muslim disana kemudian menggunakan apartment yang di fungsikan sebagai ruang sholat berjamaah. Muslims di Estonia di dominasi oleh muslim Volga Tatars (2,363), kemudian disusul oleh muslim dari etnis lainnya Azeri (818), Uzbek (394), Kazakh (233), Turkish (43), Georgian (25) dan dari berbagai etnis lain lain nya (129).

Jejak Islam di Estonia

Temuan arkeologis yang cukup menarik terkait dengan jejak Islam di Estonia. Di Museum Sejarah Estonia di Kota Tallim (Estonian History Museum, Great Guild Hall) menyimpan koin mata uang dari berbagai dinasti Islam. Koin koin tersebut berasal dari dinasti Abasiah, Samaniah dan Karachi. Sejarawan menyakini bahwa koin koin tersebut terjatuh diwilayah Estonia oleh para pedagang bangsa Viking di abad ke delapan masehi.

Beberapa koin berdasarkan berbagai dinasti Islam yang ditemukan di daerah Estonia, sekarang sebagai salah satu artefak krusial yang tersimpan di musium nasional Estonia.

Minoritas & Marjinal

Sebelum kedatangan Islam, Kristen adalah kepercayaan resmi bagi hampir holistik penduduk Estonia beserta negara negara Baltik lainnya. Sejak tahun 533 masehi sehabis Romawi menaklukkan Bizantium & lalu Islam datang di daerah tersebut kurang lebih tahun ke 25 Hijriah, sehabis menaklukkan Armenia dan namanya kemudian dikenal menggunakan nama Islam menjadi negeri Al-Krj atau Kyrgystan.

Muslim Estonia

Kemudian sesudah itu seluruh area kaukasus sebagai daerah muslim & lalu terhubung menggunakan ke ke-khalifahan Umar Bin Khatab r.A sampai ahirnya sahih benar terbuka pada masa khalifah Usman Bin Affan r.A. Islam sahih benar hadir di wilayah Baltik dimasa kekuasaan dinasti Umayyah berlanjut ke Dinasti Abasiyah. Sampai lalu sebagai daerah taklukan bangsa Seljuk Turki yang kemudian mengambil alih daerah tadi, sebelum kemudian diserbu sang bangsa Mongol. Semanjung Baltik kemudian tercabik cabik dalam kendali 3 dinasti; Mongol, Turki Usmani dan Dagestan.

Manakala kendali tiga negara tadi pecah sebagai konfrontasi & pertarungan, daerah ini kemudian pada caplok oleh Tsar Rusia.Yg awalnya memperlihatkan donasi dan perlindungan kepada negara tersebut termasuk Estonia sehabis perang usai. Perlakuan buruk menimpa muslim disana yg berhadapan menggunakan pembersihan etnis dan upaya kristenisasi paksa sang rezim tsar Rusia.

Setelah pecah revolusi, komunisme berkuasa pada Rusia & mulai memaksakan penggunaan bahasa Rusia menjadi bahasa resmi, pelarangan kepercayaan dan segala aktivitasnya termasuk jua pelarangan bahasa arab yg benar sahih sebagai terlarang pada masa itu, serta penyebaran faham atheisme, Muslim estonia sebagai korban termasuk juga seluruh muslim pada seantero kekuasaan Uni Soviet hayati dibawah tekanan Komunis & terancam pengusiran paksa.

Setelah ambruknya rezim Komunis Soviet muslim pada Estonia bisa kembali menghirup kebebasan untuk meski dalam jumlah yang semakin marginal sesudah puluhan tahun terindas. Konstitusi Estonia mengklaim kebebasan beragama tetapi pemerintah nir menaruh bantuan apapun kepada kelompok agama minoritas termasuk kepada muslim disana. Jumlah yang minoritas ditambah dengan kondisi perekonomian mereka yg hayati dibawah garis kemiskinan serta pemahaman tentang islam yang semakin menipis sesudah selama puluhan tahun digerus sang kekuasaan anti Islam membuat perkembangan islam disana cukup memprihatinkan.

Beberapa laporan menyebutkan kondisi diskriminasi pemerintah terhadap warganegara Estonia non pribumi terutama terhadap warga muslim relatif menambah perseteruan muslim disana. Reformasi pendidikan pada negara tersebut sudah dilakukan tetapi tidak memberikan ruang pada masyarakat non pribumi untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas dalam bahasa bunda mereka masing masing.

Pemerintah Estonia Haramkan Masjid

Di tahun 2001 rencana pembangunan masjid pertama pada Ibukota Tallin terhenti. Partai Rakyat Kristen Estonia memenangkan kampanye pengumpulan pertanda tangan buat menghentikan pembangunan masjid dimaksud. Gerakan yang dilakukan sebagai bagian dari hasrat partai sayap kanan buat membatasi & meminimalkan kehadiran Muslim di negara tersebut, mendapatkan dukungan penuh dari para anggota parlemen Estonia.

Namun demikian, grup-gerombolan Kristen lainnya menentang keras kampanye ekstrimis tadi, mereka berkata bahwa Partai Rakyat Kristen sama sekali tidak terdapat hubungannya dengan para penduduk negara tadi, sang karenanya mereka tidak sudi dikait-kaitkan menggunakan Partai ekstrimis tersebut.

Bereaksi terhadap kampanye diskriminatif Kristen tersebut, mufti Estonia, Sheikh Ahmed Harsinov, berkata bahwa pembangunan masjid sama sekali tidak akan membahayakan kepentingan kepercayaan lain pada negara tersebut. Islam adalah ajaran kepercayaan yg penuh dengan kedamaian, sama sekali tidak mengajarkan tindakan rasisme terhadap umat Kristiani, apalagi sampai mengajarkan kekerasan.

Dia balik mengingatkan pada sejarah Estonia. Umat Muslim kali pertama menginjakkan kaki di negara tadi sejak 100 tahun yg kemudian & sejak waktu itu sama sekali nir pernah menciptakan kasus, hal tadi sebenarnya adalah alasan yang kuat bagi warga Estonia buat nir menerangkan ketakutan berlebihan terhadap Islam.

Ibukota Tallinn hanya memiliki 13 ruangan yang bisa dipergunakan untuk shalat, namun negara tersebut sama sekali tidak memiliki masjid. Setengah dari 10.000 orang penduduk Muslim pada Estonia – yang mana jumlahnya nyata-nyata lebih besar dari umat Katolik Roma – menetap di Tallinn. Namun nyatanya pemerintah yang dikuasi oleh partai Kristen Estonia telah mengeluarkan keputusan yang menentang konstitusi negara-nya sendiri.

Masjid Pertama di Estonia Berdiri di Tallin

Tahun 2009 selesainya melalui perjuangan bertahun tahun, muslim Estonia ahirnya mempunyai sebuah bangunan masjid di Ibukota negara tersebut. Bangunan masjid yg sama sekali nir mirip dengan bangunan masjid yg biasa kita kenal. Hal tadi merupakan kompromi terhadap sekian banyak kepentingan termasuk syarat yg diajukan pemerintah kota yg meminta agar masjid yang dibangun bentuknya harus menyelaraskan menggunakan bangunan disekitarnya & nir menyolok.

MASJID PERTAMA DI ESTONIA, diberi nama Masjid Turath. Sama sekali nir mirip dengan masjid yang biasa kita kenal.

Masjid & Islamic Center Estonia berada nir jauh dari bandara ?Lemiste kota Tallin, Dibelakang gedung Universitas. Pembangunannya digagas oleh muslim Azeri (muslim Azerbaijan) yang sudah menjadi rakyat negara Estonia. Sementara inisiator pembangunan masjid tadi, Habib Gulijev mengungkapkan bahwa kemungkinan daerah Prita di Kota Tallin sebagai lokasi yg dipilih dengan pemandangan yang baik ke arah laut. Habib Gulijev adalah muslim keturunan Azerbaijan yg meraih sukses di Tallin menggunakan usaha import jus pomegranad berdasarkan Azerbaijan ke Estonia.

Masjid ini sebagai masjid satu satunya pada kota Tallin dan bahkan mungkin satu satunya di Estonia. Namun setidaknya kini muslim disana sekarang telah mempunyai loka berkumpul resmi & permanen buat menyelenggarakan sholat berjamaah, pengajian dan kegiatan lainnya.

Waktu Puasa Ramadhan Yang Panjang

Bila muslim di negara negara wilayahnya nir jauh berdasarkan garis khatulistiwa melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan pada waktu terbilang normal kurang lebih 12-14 jam sejak dari waktu imsak sampai tiba saat magrib. Lain hal nya dengan muslim yg tinggal pada negara negara yang jauh dari garis Khatulistiwa termasuk muslim yang tinggal di Estonia.

Muslim Estonia harus menjalani puasa Ramadhan lebih kurang 20.Lima jam setiap harinya. Ketika yg cukup panjang tentunya. Disamping ketika yg begitu panjang, saudara saudara muslim disana masih harus berhadapan dengan lingkungan yg tidak bersahabat seperti pada negara negara yang lebih banyak didominasi penduduknya beragama Islam. Di Estonia seluruh berjalan seperti biasa tidak terdapat warung atau rumah makan yang tutup selama bulan Ramadhan atau himbauan menurut pemerintah buat menghormati orang yang sedang berpuasa.

Namun terlepas dari seluruh itu, muslim disana permanen menjalankan ibadah puasa. Bulan Ramadhan tetaplah bulan yang khas. Selama bulan Ramadhan muslim dis Tallin secara bergiliran & sukarela menjadi juru masak di Masjid kota Tallin, buat menyediakan kuliner berbuka dan sahur bagi kurang lebih 200 muslim yang secara rutin berkumpul pada masjid tadi. Mereka semua memiliki relasi yg sangat dekat satu sama lain meski berasal berdasarkan aneka macam latar belakang bangsa yang tidak selaras beda. Sesuatu yang tidak akan kita temukan dikampung laman sendiri bukan.***

Referensi

suaramedia.com – pemerintah Estonia haramkan masjid

islamemo.cc – Estonia Muslims trapped in poverty and marginalization

Wikipedia – islam in estonia

news.err.ee - security-police-estonia-s-muslim-community-is-peaceful-integrated

europeanmuslimheritage.eu - the-baltic-islamic-trail

internationalstorytelling.org - spirituality-prevails-in-land-of-lowest-religiosity

news.err.ee – Religion a la carte

old.nordvux.net - moslemsinestoniansociety

---------- ooo000ooo ----------

Baca Juga

Islam di Azerbaijan (bagian-1) nIslam di Belarusia nIslam di Korea Utara nIslam di Kepulauan Reunion (Prancis) nIslam di Brazil nIslam di Ecuador (Bagian 2)  n Islam di Ecuador (Bagian 1) nIslam di Barbados nIslam di Belize (Bagian 2) nIslam di Belize (Bagian 1) |Islam di Bolivia (Bagian 1) nIslam di Bolivia (Bagian 2) nIslam di Brazil nIslam di Paraguay (Bagian 1) nIslam di Paraguay (Bagian 2) nIslam dan Masjid di Trinidad & Tobago nIslam dan Masjid di Trinidad & Tobago (bagian-2) nIslam di Uruguay nIslam dan Masjid di Vanuatu nIslam dan Masjid di  Puerto Rico nIslam di Macao

Thursday, August 20, 2020

Masjid Agung Strasbourg Prancis

Megah meski tanpa menara

Masjid Agung Stasbourg atau Great Mosque of Strasbourg atau pada bahasa Prancisnya dianggap menjadi "La Grande Mosqu?E de Strasbourg", merupakan sebuah masjid agung berukuran besar yang dibangun di wilayah Heyritz, sebelah selatan kota Strasbourg. Berdiri megah di bagian kota Strasbourg masjid ini telah menjadi sentra kegiatan ke-Islaman di kota & sebagai kebanggaan bagi komunitas muslim di tempat Alsatianyang mencapai 120,000 jiwa. Pembangunannya sudah diumumkan tahun 1993 tetapi baru dilakukan peletakan batu pertama buat pembangunan di tahun 2004 dan diresmikan tahun 2012.

Grande Mosqu?E de Strasbourg

6 Rue Averro?S, 67000 Strasbourg, Prancis

situs resmi : www.mosquee-strasbourg.com

Telepon : 33 3 88 22 10 95

koordinat: 48?34?23.0?N 7?44?13.8?E

Proses Pembangunan Sebelas Tahun

Sejak diluncurkan tahun 1993, proyek pembangunan masjid ini beberapa kali mengalami penundaan sebagai akibat menurut proses pemilihan dan sengketa menggunakan calon kontraktor KKF menurut Jerman serta keputusan dari dewan kota yang melarang adanya genre dana donasi dari luar negeri. Rancangan masjid ini juga mengalami beberapa kali revisi atas desakan dari dewan kota, sampai ahirnya rancangan awal berubah total dengan mengurangi ukurannya hingga setengahnya saja, menghilangkan menara, sentra pembelajaran dan auditorium.

Proyek pembangunan ahirnya disetujui dan dilaksanakan dengan menunjuk kontraktor Demathieu and Bard.Designed dengan rancangan  bangunan dari arsitek Italia – Paolo Portoghesi- arsitek yang juga merancang Masjid Agung Kota Roma, ibukota Italia. Paolo Protodhesi berhasil memenangkan sayembara rancangan masjid ini menyingkirkan para arsitek lainnya termasuk proposal masjid futuristik yang diajukan oleh arsitek Zaha Hadid. Peletakan batu pertamanya dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober 2004 oleh walikota Strasbourg Fabienne Keller.

Waktu pemasangan kerangka kubah

Pemasangan Kubah Masjid

Pemasangan kubah masjid yg dilakukan dalam hari Jum?At yang pula bertepatan menggunakan seremoni Idul Adha. Prosesi tadi begitu menarik perhatian warga luas, turut hadir dalam acara tadi beberapa perwakilan berdasarkan tokoh tokoh agama samawi di Prancis diantaranya adalah Uskup Agung Strasbourg, dari kalangan Yahudi, hadir Rabbi serta dari komunitas perwakilan berdasarkan komunitas protestan.

Pemasangan kubah masjid segera dilakukan sebelum kerumunan masyarakat lebih banyak lagi memadati lokasi pembangunan masjid untuk turut menyaksikan peristiwa tersebut. Sebuah crane raksasa berkekuatan 500 ton disiapkan untuk mengangkat kerangka baja kubah seberat 29 ton setinggi 24  meter tersebut dari permukaan tanah ke tempatnya di atap bangunan masjid yang sedang dibangun.

Peresmian Masjid Agung Strasbourg

Turut hadir pada acara tadi, presiden maroko Said Aalla yang sempat melontarkan pernyataan bahwa momen hari itu memiliki makna simbolik yang sangat tinggi. Kubah yg dipasang tadi setinggi 24 meter dan bertepatan menggunakan desember kubah tersebut yang nantinya akan pada lapis dengan tembaga sangat jelas menjadi bukti diri bangunan tadi dan membantu memberitahuakn kehadiran Islam pada kota tadi.

Terbesar kedua di Prancis

Pada saat diresmikan, Masjid Agung Stasbourg merupakan bangunan masjid terbesar yg pernah dibangun pada tanah Prancis. Dengan luas mencapai 1300 meter persegi membuatnya satu setengah kali lebih besar bila dibandingkan dengan Masjid pada Evry pada kota Paris yang sudah lebih dulu dibangun. Bangunan masjid Agung Strasbourg dibangun dalam rancangan modern dengan tampilan ekterior yg dagi. Sentuhan gaya maroko sangat kentara pada bagian dinding masjid yang terdiri menurut 500.000 lempengan mozaik, ruangan utamanya dibuat menyejukkan dengan rona rona lembut dan cahaya lampu yg alami.

Interior Masjid Agung Strasbourg

Pembiayaan Pembangunan

Proyek pembangunannya menghabiskan dana sekitar 10.5 juta Euro atau setara dengan lebih kurang US$ 13.Lima juta dolar Amerika bersumber menurut jemaah & Pemerintah Prancis, pemerintah Kuwait, Maroko, Saudi Arabia & Turki. Penggalangan dana buat pembangunan masjid ini dilakukan sang 2 lembaga sekaligus yakni "the association Great Mosque of Strasbourg" & "association Espace Euro-mediteranean Averroesdanquot; 2 lembaga ini yg melakukan penggalangan dana bagi pembangunan masjid ini baik menurut pada maupun dari berdasarkan luar negeri.

Peresmian Masjid Agung Strasbourg

Masjid Agung Strasbourg diresmikan dalam tanggal 27 September 2012 oleh Sekretaris Parlemen Angela Girard, didampingi sang Menteri Dalam Negeri Prancis - Manuel Valls & Menteri Agama Maroko Ahmed Tawfiq. Menteri Dalam Negeri Prancis - Manuel Valls ? Pada istilah sambutannya mengajak muslim yang dari menurut banyak sekali bangsa di Prancis buat makin berintegrasi, tetapi tidak akan mentoleran setiap tindakan yg menunjuk pada radikalisme. Dalam kesempatan itu mendagri Prancis juga menjanjikan pada empat juta muslim Prancis bahwa pemerintah negara akan membantu pembangunan lebih poly masjid di Prancis termasuk akan membantu training bagi para pengurusnya.

Jemaah Sholat Ied yang membludak

Peresmian masjid ini menjadi satu momen yang sangat penting bagi Prancis karena menunjukkan besarnya persatuan antar ummat beragama pada negara tersebut, mengingat begitu banyak tokoh lintas kepercayaan turut hadir menyaksikan upacara pelantikan masjid terbesar kedua pada Prancis ini. Jemaah masjid ini kebanyakan adalah warga muslim Prancis yg dari dari Afrika Utara terutama dari Maroko. Di masjid ini diselenggarakan begitu poly konfrensi & seminat & mempunyai acara acara pembelajaran yang ekstensif buat anak anak usia sekolah.

Sebelum masjid ini selesai dibangun, jemaah masjid ini memakai sebuah gedung bekas pabrik menjadi masjid yang berada pada sentra kota Stasbourg tidak jauh berdasarkan gedung pengadilan di tahun 1982 hingga tahun 2012 & masjid tersebut bukanlah masjid pertama di kota ini. Jauh sebelumnya ditahun 1967 sudah berdiri sebuah masjid disana dan sekarang sudah berkembang hingga lebih berdasarkan 20 masjid di kota Stasbourg.

Pemakaman Muslim pertama di Prancis

Muslim di kota Strasbourg ini jua telah menerima persetujuan dari walikotanya buat memiliki huma pemakaman muslim sendiri yang adalah komplek pemakaman muslim pertama di Perancis. Persetujuan tersebut ditandatangani oleh walikota Strasbourg Roland Reis & Pimpinan dewan regional kepercayaan Islam (CRSM) Alsace Driss Ayachour, pembangunan komplek pemakaman di kota Alsatia ini merujuk pada komplek yg sama pada kota Fez yg adalah ibukota spiritual bagi kerajaan Maroko selaku kota kembar bagi Strasbourg.***

--------------------

Baca Juga

Grande Mosquee De Paris, Masjid Agung Paris

Masjid Didsbury & Islamic Center Manchester

Masjid Essalam, Rotterdam, terbesar pada Belanda

Masjid Istiklal Indonesia di Bosnia & Herzegovina

Masjid As-Salam, Masjid Indonesia di Wina

Masjid Brno Masjid Pertama di Ceko

Masjid Indonesia di Den Haag

Masjid Islamic Center Wina

Masjid Agung Brussels

Masjid Banya Bashi

Masjid Praha

Friday, August 14, 2020

Islam di Moldova

Wilayah Moldova terkurung di daratan diantara Ukraina dan Romania tanpa ada akses ke laut.  Wilayah negara ini yang berbatasan dengan Ukraina mayoritas dihuni oleh etnis Rusia berupaya membentuk negara sendiri yang berbuntut perang singkat di dalam negeri Moldova dan berahir dengan gencatan senjata.

Moldova merupakan negara berbentuk Republik yang terletak pada benua Eropa bagian barat. Moldova adalah negara pecahan berdasarkan Uni Soviet, kemudian menyatakan pemisahan diri dari Soviet dalam lepas 23 Juni 1990 dan memproklamirkan diri sebagai negara merdeka pada tanggal 27 Agustus 1991.

Secara geografis semua wilayah negara Moldova berada di daratan diantara negara Ukraina pada sebelah utara, timur & selatan, dan daerah daratan Romania pada sebelah timur, tanpa ada akses ke laut sama sekali. Permintan pemerintah Moldova buat memakai sungai Dniester menjadi akses menuju ke Laut Hitam melintasi wilayah ukraina di Odesa ditolak oleh pemerintah Ukraina.

Sungai Dniester yang bermuara ke bahari Hitam membentang pada sisi sebelah barat negara Moldova sebagai akibatnya sering sungai ini dijadikan rujukan buat menjelaskan lokasi negara Moldova menjadi sebuah negara yg berada tepian sungai Dniester, hanya sebagian mini saja wilayah Moldova yg berada pada sisi timur sungai Dniester berbatasan langsung dengan Ukraina, daerah yang secara alami terbentuk sebagai sebuah exclave karena terpisah sang sungai Dniester menurut daerah induk negara Moldova.

Anak anak muslim Moldova pada Masjid Chisinau

Wilayah tersebut dikenal dengan nama Transnitiria. Pada tanggal dua September 1990 daerah Transnitria menyatakan diri menjadi negara merdeka & mendapat penolakan menurut Moldova, tidak di akui oleh PBB & tidak pada akui oleh satupun negara anggota PBB. Ketegangan politik antara pemerintah sentra Moldova menggunakan Transnitria berujung pada perang pada bulan November 1990 tetapi lalu berahir menggunakan gencatan senjata pada lepas 21 Juli 1992.

Luas wilayah Moldova 33.846 km2 atau sedikit kecil lebih dibandingkan dengan luas provinsi Lampung (34.623,8 km2). Ibukota negaranya berada di kota Chișinău yang juga merupakan kota terbesar di Moldova. di tahun 2016 penduduk Moldova diperkirakan sekitar 3.510.485 jiwa dengan penghasilan perkapita  $1,712

Suku Bangsa pada Moldova

Sesuai dengan nama negaranya Etnis Moldova merupakan etnis dominan di Moldova dengan rasio 75,8 % dari holistik penduduk. Disusul lalu dengan etnis Ukraina sebesar 8,4%, Rusia lima.9%, Gagauz 4.4%, Romania 2.Dua%, Bulgaria 1.9% dan etnis lainnya 1,4%. Masing masing etnis memiliki Bahasa mereka sendiri.

Masjid pada kota Chisinau

Agama pada Moldova

Mayoritas penduduk Moldova adalah pemeluk agama Katolik Ortodok kurang lebih 93,3% berdasarkan holistik penduduk negaranya, lalu penganut Baptis 1%, Kristen Protestan 1,dua%, atheis 0.4%, kepercayaan lain lain sekitar 1% dan yg nir menyatakan agamanya sekitar dua,2%. Data berdasarkan world facbook tahun 2004 sama sekali nir mengungkapkan tentang muslim pada Moldova. Beberapa sumber lain menampilkan rasio yg sedikit variatif tetapi tetap menempatkan Katholok Ortodok pada urutan teratas dengana ngka jauh pada atas 90%. Katholik Ortodok diakui sebagai kepercayaan negara pada Moldova, lambing negara Moldova menggunakan tegas menyimbolkan hal tersebut.

Islam di Moldova

Merujuk kepada situs Wikipedia disebutkan bahwa di Muldova terdapat sekelompok kecil pemeluk Islam dengan jumlah sekitar beberapa ribu jiwa. Jumlah muslim di Moldova belum diketahui dengan pasti, meskipun data resmi di tahun 2011 menyebutkan bahwa di Moldova terdapat 2000 jiwa muslim, namun Sergiu Sochirca selaku ketua dari Organisasi Liga Muslim Moldova mengatakan bahwa jumlah muslim di Moldova sebenarnya mendekati angka 17000 jiwa hanya saja tidak semua dari mereka terdaftar sebagai muslim sebagai akibat tekanan terhadap muslim disana yang teramat sangat di masa lalu. Angka 17.000 jiwa yang disampaikan oleh Sergiu Sochirca tersebut sesungguhnya bersesuaian dengan data Pew Forum on Religion & Public Life yang menyebutkan jumlah muslim di Moldova sekitar 17.000 ribu berdasarkan survey tahun 2005.

Sebuah organisasi Islam telah berdiri disana dengan nama Liga Islamica din Moldova atau Liga Muslim Moldova, sebuah organisasi non pemerintah yang telah mendapatkan pengesahan dari Kementrian Kehakiman Moldova di tahun 2011 sekaligus sebagai organisasi Islam pertama yang terdaftar resmi di pemerintahan Republik Moldova setelah berupaya selama tiga tahun sejak tahun 2008 untuk mendapatkan pengesahan tersebut.

Sholat Idul Fitri di Masjid Chisinau, Moldova

Keputusan kementrian Hukum Moldova yang mengakui dan mengesahkan secara resmi organisasi Islam tersebut mendapatkan penolakan keras dari pihak gereja Ortodok Moldova yang kemudian menggelar aksi protes bersama sama dengan kelompok kelompok konservatif. salah satu dari pernyataan mereka menyebutkan bahwa kehadiran muslim di Moldova akan menimbulkan masalah dikemudian hari.

Sedangkan Vladimir Voronin, pimpinan partai komunis Moldova yang juga merupakan mantan presiden Moldoba dengan tegas mengatakan bahwa “penolakan pembangunan masjid telah terjadi sejak Moldova masih merupakan bagian dari emperium Islam Usmaniyah (Turki) dan itu tetap sama hingga hari ini.” namun pemerintah Moldova telah mengeluarkan pengesahan resmi dan bersikukuh dengan keputusan yang sah sesuai dengan hukum negara Moldova.

Sementara Alexandru Tanase, mantan Menteri Kehakiman yang menandatangai surat pengesahan Organisasi Muslim Moldova dan kemudian mengundurkan diri setelah itu, untuk kemudian memangku jawabatan di Mahkamah Konstitusi Moldova, mengatakan dengan singkat namun sangat tegas, bahwa, tidak ada justifikasi apapun untuk menolak pengesahan Organisasi Liga Muslim Moldova.

Sempat Dianggap Agama Terlarang

Mendapatkan pengesahan dari pemerintah merupakan pengakuan dari negara terhadap keberadaan muslim di Moldova dan tentu saja memberikan muslim disana hak untuk difasilitasi dan mendapatkan perlindungan dari negara dalam menjalankan peribadatan, Keluarnya pengesahan dari pemerintah memberikan keleluasaan dan rasa nyaman bagi muslim disana dalam menjalan rutinitas peribadatan mereka secara terbuka, termasuk untuk menggelar acara acara keIslaman dan membangun masjid sebagai tempat ibadah komunal.

Suasana di depan masjid Chisinau, Moldova

Sebagaimana dijelaskan oleh Segiu Sochirca selaku ketua liga muslim Moldova, Muslim di Moldova telah sekian lama mendapatkan perlakukan diskriminatif termasuk oleh apparat kepolisian yang senantiasa sekoyong konyong masuk ke tempat dimana muslim melakukan sholat jum’at berjamaah, mengamati dan mendata satu persatu semua muslim yang masuk dan keluar dari tempat tersebut, kemudian menyerahkan daftar tersebut ke pihak intelejen negara.

Segiu Sochirca sendiri mengaku pernah ditahan oleh aparat keamanan dengan tuduhan menjalankan peribadatan agama yang dilarang di Moldova. Beliau juga mengaku bahwa pada saat beliau mengajukan perpanjangan passport, kemudian diminta untuk mengisi formulir namun pada kolom agama di formulir tersebut sudah diisi dengan tulisan “Christian”, dan protesnya kepada petugas pun ternyata tidak di indahkan.

Tindakan refresif terhadap Muslim seperti hal tersebut yang kemudian membuat sebagian muslim di Moldova tidak berani menunjukkan identitas ke-Islaman mereka dan berakibat pada kesimpangsiuran data akurat pemeluk Islam di Moldova. hal tersebut disampaikan Segiu Sochirca menanggapi kerasnya protes terhadap pengesahan dari kementrian kehakiman Moldova bagi legalitas organisasi Muslim pertama di Moldova.

Dunia politik Moldova memang terpecah menjadi dua kelompok yang saling bertentangan satu dengan lainnya dengan perolehan kursi di parlemen nyaris seimbang membuat pertentangan politik diantara keduanya kian tajam. Kelompok konservatif berbasis komunis dan dan Kristen Ortodok berhadapan dengan kelompok liberal yang berorientasi anti diskriminasi ala Eropa membuat dua kubu ini “tidak pernah akur”.

Masjid di Moldova

Muslim Moldova kini telah memiliki masjid resmi di Pusat Kota Chisinau, ibukota Moldova. Sebuah masjid dengan ukuran cukup besar yang juga berfungsi sebagai Islamic Cultural Center. Chisinau Mosque berada di strada Mesager 9 Chisinau. Di masjid ini dipusatkan semua aktivitas ke-islaman Muslim Moldova, mulai dari sholat wajib lima waktu, perayaan hari besar Islam dan aktivitas ke-Islaman lainnya.***

Referensi

ohchr.org - Muslim community thriving in Moldova

rferl.org - moldova_recognition_of_muslims_angers_conservatives

wikipedia - moldova

wold factbook - Moldova

republika - Wilayah Etnik Rusia di Moldova Juga Ingin Merdeka

Thursday, August 6, 2020

Masjid Ibrahim Al-Ibrahim, Gibraltar

Megah sendirian di ujung semenanjung Iberia, Masjid Ibrahim Al-Ibrahim berdiri megah di Europa Point Gibraltar, menandai titik pendaratan Panglima Islam Tariq Bin Ziyad dalam penaklukkannya atas Eropa di tahun 711.

Dimanakah Gibraltar

Gibraltar (dibaca Jibraltar), tak bisa dilepaskan dari sejarah masuknya Islam ke Eropa, sejarah Negara Negara di Semenanjung Iberia yang pernah menjadi wilayah kekhalifahan Islam di Andalusia (meliputi Spanyol, Portugal, Andorra, Gibraltar dan sekitarnya) serta sejarah Kerajaan Maroko.  Gibraltar, kini menjadi Wilayah Seberang Lautan Inggris Raya di ujung Semenanjung Iberia menjorok ke laut Mediterania, berbatasan langsung dengan daratan Spanyol dan berseberangan dengan Kerajaan Maroko di benua Afrika.

Keseluruhan wilayah gunung batu Gibraltar luasnya tak lebih dari 6,5 km persegi. Nama Gibraltar berasal dari kata Jabal Tarik yang di ambil dari nama Tariq Bin Ziyad, panglima Pasukan Islam dari Maroko penakluk Eropa di tahun 711 Miladiyah dan diangkat menjadi Gubernur pertama Andalusia dibawah kekuasaan Khalifah Walid I dari dinasti Umayyah di Damaskus. Lidah orang Eropa yang tak fasih menyebut nama “Jabal Tarik” mengubah nama wilayah gunung batu itu menjadi “Gibraltar”.

Sekilas Sejarah Gibraltar

Sejak tahun 597 Miladiyah, Spanyol dikuasai bangsa Gotic (Jerman) dibawah kekuasaan Raja Roderick. Ia membagi masyarakat Spanyol ke dalam lima kasta sosial. Kelas pertama adalah keluarga raja, bangsawan, orang-orang kaya, tuan tanah, dan para penguasa wilayah. Kelas kedua diduduki para pendeta. Kelas ketiga diisi para pegawai negara seperti pengawal, penjaga istana, dan pegawai kantor pemerintahan. Mereka hidup pas-pasan dan diperalat penguasa sebagai alat memeras rakyat.

Kelas keempat adalah para petani, pedagang, dan kelompok masyarakat yang hidup cukup lainnya. Mereka dibebani pajak dan pungutan yang tinggi. Dan kelas kelima adalah para buruh tani, serdadu rendahan, pelayan, dan budak. Kelompok terahir ini yang hidupnya paling menderita.

Akibat klasifikasi sosial itu, rakyat Spanyol tidak kerasan. Sebagian besar mereka hijrah ke Afrika Utara yang berada di bawah Pemerintahan Islam dipimpin oleh Gubernur Musa bin Nusair, mereka merasakan keadilan, kesamaan hak, keamanan, dan menikmati kemakmuran. Para imigran Spanyol itu kebanyakan beragama Yahudi dan Kristen. Bahkan, Gubernur Ceuta, bernama Julian, dan putrinya Florinda ikut mengungsi ke wilayah Islam Afrika Utara, setelah putri Florinda dinodai oleh Roderick. Ceuta adalah satu wilayah kecil di pantai utara Afrika yang merupakan bagian dari wilayah Spanyol.

Penaklukkan Eropa Pertama

Melihat kezaliman itu, Gubernur Musa bin Nusair berencana ingin membebaskan rakyat Spanyol sekaligus menyampaikan Islam ke negeri itu. Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik memberi izin. Musa segera mengirim Abu Zar’ah dengan 400 pasukan pejalan kaki dan 100 orang pasukan berkuda menyeberangi selat antara Afrika Utara dan daratan Eropa.

Kokoh berdampingan dengan gunung batu Jabal Tarik.

Kamis, 4 Ramadhan 91 Hijriah atau 2 April 710 Masehi, Abu Zar’ah meninggalkan Afrika Utara menggunakan 8 kapal dimana 4 buah adalah pemberian Gubernur Julian. Tanggal 25 Ramadhan 91 H atau 23 April 710 H, di malam hari pasukan ini mendarat di sebuah pulau kecil dekat Kota Tarife yang menjadi sasaran serangan pertama.

Di petang harinya, pasukan ini berhasil menaklukan beberapa kota di sepanjang pantai tanpa perlawanan yang berarti. Padahal jumlah pasukan Abu Zar’ah kalah banyak. Setelah penaklukan ini, Abu Zar’ah pulang. Keberhasilan ekspedisi Abu Zar’ah ini membangkitkan semangat Gubernur Musa bin Nusair untuk menaklukan seluruh Spanyol. Maka, ia memerintahkan Thariq bin Ziyad membawa pasukan untuk penaklukan yang kedua.

Penaklukkan Eropa Kedua

Thariq bin Ziyad bin Abdullah bin Walgho bin Walfajun bin Niber Ghasin bin Walhas bin Yathufat bin Nafzau adalah putra suku Ash-Shadaf, suku Birbir, penduduk asli daerah Al-Atlas, Afrika Utara. Ia lahir sekitar tahun 50 Hijriah. Ia ahli menunggang kuda, menggunakan senjata, dan ilmu bela diri.

Masjid Ibrahim Al-Ibrahim dan mercusuar tua dikejauhan.....

Senin, 3 Mei 711 M, Thariq membawa 70.000 pasukan menyeberang ke daratan Eropa dengan kapal. Sesampai di pantai wilayah Spanyol, ia mengumpulkan pasukannya di sebuah bukit karang yang menjorok ke laut Mediterania. Lalu ia memerintahkan pasukannya membakar semua armada kapal yang mereka miliki.

Anggota pasukannya kaget dengan perintah aneh tersebut. Mereka bertanya, “Apa maksud Anda?” “Kalau kapal-kapal itu dibakar, bagaimana nanti kita bisa pulang?” tanya yang lain. Dengan pedang terhunus dan kalimat tegas, Thariq berkata;

“Kita datang ke sini bukan untuk kembali. Kita hanya memiliki dua pilihan: menaklukkan negeri ini lalu tinggal di sini atau kita semua binasa!” “Wahai seluruh pasukan, kalau sudah begini ke mana lagi kalian akan lari? Di belakang kalian ada laut dan di depan kalian ada musuh. Demi Allah swt., satu-satunya milik kalian saat ini hanyalah kejujuran dan kesabaran. Hanya itu yang dapat kalian andalkan

Taktik dan pidato luar biasa itu berhasil mengobarkan semangat jihad anggota pasukannya. Mendengar pasukan Thariq telah mendarat, Raja Roderick mempersiapkan 100.000 tentara dengan persenjataan lengkap. Ia memimpin langsung pasukannya itu. Gubernur Musa Bin Nusair mengirim bantuan kepada Thariq dengan 5.000 orang. Sehingga total pasukan Thariq hanya 12.000 orang.

Jauh di sudut kiri foto adalah mercusuar tua di Europa Point Gibraltar.

Tak ada pilihan bagi seluruh anggota pasukan, tak ada celah untuk melarikan diri kecuali menang perang. Perang tak seimbang itu terukir indah dalam sejarah dengan kemenangan gemilang pasukan Panglima Tariq bin Ziyad sekaligus menjadi permulaan takluknya Eropa ke dalam kekuasaan pemerintahan Islam selama setidaknya lebih dari 7 Abad.

Bukit batu yang menjorok ke laut Mediterania tempat Tariq bin Ziyad dan pasukannya mendarat itu dikemudian hari disebut dengan nama Jabal Tariq (Bukit Tariq) sebagai penghormatan kepada Panglima Tariq bin Ziyad, namun dilidah orang Eropa nama bukit itu menjadi Gibraltar.

Masjid Ibrahim Al-Ibrahim - Gibraltar

Titik pendaratan pasukan Tariq bin Ziyad di Gibraltar dikenal dengan nama Europa Point, dan di titik itu kini berdiri masjid megah bernama Masjid Ibrahim Al-Ibrahim, atau biasa juga disebut dengan nama masjid King Fahd bin Abdulaziz al-Saud dan juga disebut Masjid Penjaga Dua Masjid Suci yang merupakan gelar resmi bagi Raja Saudi Arabia. menjadi salah satu masjid di lokasi yang tak biasa di muka bumi. Bukit Batu Gibraltar ini terlihat begitu kekar dari arah laut Mediterania dan selama berabad abad menjadi salah satu mercuar alami bagi para pelaut yang berlayar di laut Mediterania.

Berlatar gunung batu

Masjid Ibrahim Al-Ibrahim dibangun oleh pemerintah kerajaan Saudi Arabia untuk mengenang sejarah penaklukan Eropa oleh Thariq Bin Ziyad. Lokasi masjid ini berdiri merupakan bagian berpermukaan rata di Europa Point dan ditempat ini juga terdapat Telaga Nun yang  merupakan salah satu sisa warisan kekuasaan Islam di Gibraltar. Telaga Nun adalah bagian dari jaringan penampungan air hujan dibawah tanah yang dibangun oleh dinasti Abas selama berkuasa di Eropa, Instalasi air tersebut merupakan solusi untuk memenuhi kebutuhan air warga disana karena kondisi wilayahnya yang merupakan bukit batu tanpa sumber air tanah, dan masih berfungsi dengan baik hingga kini.

Sejarah Pembangunan Masjid Ibrahim Al-Ibrahim

Masjid Ibrahim Al-Ibrahim merupakan hadiah dari Raja Fahd Bin Abdul Aziz Al-Saud Raja Saudi Arabia, dibangun selama dua tahun dan menghabiskan dana sekitar £5 (lima) juta Pondsterling. Pembangunan Masjid Ibrahim Al-Ibrahim dimulai tahun 1995, diresmikan pada tanggal 8 Agustus 1997. Media media Eropa menyebutkan bahwa pada saat peresmian masjid ini dilaksanakan, pengamanan ketat luar biasa diberlakukan disekitar lokasi dan ada lebih dari enampuluh kendaraan mewah berjenis sedan Limosin berjejer disana.

Sebuah prosedur standar, karena upacara peresmian tersebut dihadiri oleh saudara dari mendiang Raja Fahd yang juga merupakan sponsor pembangunan masjid ini, Pangeran Salman Bin Abdul Aziz Al Saud (kini menjadi Raja Saudi Arabia) dan putra bungsu Raja Saudi Arabia (saat itu), Pangeran Abdul Aziz Bin Fahd Bin Abdul Aziz, bersama sama dengan begitu banyak anggota keluarga Kerajaan Saudi Arabia dan para tamu undangan.

Bunga bersemi di Gibraltar

Masjid Ibrahim al-Ibrahim ini merupakan satu satunya bangunan masjid bagi sekitar 2000 muslim Gibraltar. Muslim di Gibraltar kini memang menjadi umat minoritas atau sekitar 7% dari total populasi Gibraltar. Sebelum masjid ini berdiri muslim Gibraltar sebenaranya sudah memiliki sebuah bangunan kecil yang difungsikan sebagai masjid dengan nama Masjid Tariq Bin Ziyad yang berada di areal pelabuhan laut Gibraltar, namun bangunannya hanya berupa sebuah bangunan sederhana yang sama sekali tidak mirip dengan sebuah bangunan masjid, sampai kini masjid tersebut masih berfungsi.

Masjid Pemegang Tiga Rekor

Masjid Ibrahim Al-Ibrahim ini memegang tiga rekor sekaligus; yakni dari biaya pembangunan-nya,  lokasi dan keberadaannya yang istimewa. Pembangunan masjid Ibrahim Al-Ibrahim ini menghabiskan dana sekitar £5 (lima) juta Pundsterling, dan disebut sebut sebagai bangunan masjid dengan biaya termahal per-meter perseginya yang pernah di bangun di daratan Eropa.

Ditinjau dari lokasinya berdiri, Masjid Ibrahim Al-Ibrahim ini juga merupakan Masjid yang berada di lokasi paling selatan di daratan Eropa karena Gibraltar memang merupakan sebuah tanjung kecil ujung dari Semananjung Iberia yang menjorok ke Laut Mediterania.

Interior Masjid Ibrahim Al-Ibrahim

Masjid ini juga merupakan masjid terbesar yang pernah dibangun di negara non muslim dengan penduduk muslimnya minoritas. Selain daripada itu, Masjid ini juga menjadi salah satu dari 1500 lebih masjid berukuran besar yang telah dibangun oleh pemerintah kerajaan Saudi Arabia.

Arsitektur Masjid Ibrahim Al-Ibrahim Gibraltar

Masjid Ibrahim-al-Ibrahim dirancang dengan menggabungkan berbagai seni bina bangunan masjid yang tampak pada kaligrafi dan rancangannya yang cukup rumit, beragam gaya rancangan termasuk gaya Usmani (Turki) dan arsitektur moderen di aplikasikan di masjid ini. Masjid Ibrahim Al-Ibrahim menjadi simbol keanekaragaman sejarah dan masyarakat Gibtaltar.

Konsep rancangan masjid ini dibuat oleh Zakarias Alhkury. Pembangunannya dilaksanakan diatas lahan seluas 985 meter2 yang terdiri dari bangunan utama masjid, rumah kediaman imam masjid, perumahan bagi para pengurus masjid, enam ruang kelas, ruang pertemuan, bangunan untuk pengurusan jenazah, perpustakaan umum, kantor pengurus masjid, dapur dan fasilitas tempat wudhu dan toilet yang terpisah untuk jemaah laki laki dan jemaah wanita.

Gibraltar kini menjadi Wilayah seberang lautan Inggris Raya.

Lantai dasar merupakan ruang sholat utama di masjid ini dihias dengan dekorasi yang sangat indah dan halus. Luas area sholat utama ini sekitar 480m2 dan mampu menampung hingga 400 jemaah sekaligus. Sembilan lampu gantung ditempatkan diatas area ini berbahan kuningan dan dipesan langsung langsung dari pengrajin profesional di Mesir. Delapan lampu gantung tersebut dipasang mengelilingi satu lampu gantung utama seberat sekitar 2 (dua) ton menggantung dibawah kubah utama masjid.

Keramik dari marmer di masjid ini didatangkan langsung dari Carrara di Italia, digunakan untuk menutup tembok luar bangunan termasuk tiang tiang kekar yang menopang struktur atap di dalam ruang utama masjid dan dan sisi mihrab. Ruang mihrab di masjid ini juga di hias dengan hiasan dari plester semen.

Keseluruhan lantai area sholat ditutup dengan karpet yang merupakan satu lembar karpet utuh tanpa sambungan yang dipesan khusus, begitu juga dengan lantai di area sholat jemaah wanita juga ditutup dengan karpet jenis yang sama yang ditempah khusus dari pengrajin karpet di Saudi Arabia. Motif hiasan pada karpet di dua area sholat ini senada dengan motif hias pada lampu gantungnya.

Sama dengan ruang sholat utama, ruang sholat khusus jemaah wanitanya juga dihias dengan lampu gantung yang serupa dan sama sama dipesan dari Mesir. Sebuah lift disediakan untuk menghubungkan area berwudhu menuju ke ruang khusus jemaah wanita di area mezanin yang juga dilengkapi dengan ruang khusus untuk ibu ibu menyusui. Jemaah wanita dari area mezanin dapat melihat langsung ke ruang sholat utama meski di tutup dengan pembatas kayu yang disebut dengan Masharabia screen.

Interior Masjid Ibrahim Al-Ibrahim

Seluruh daun pintu di masjid ini berbahan kayu sejenis kayu jati. Dihias dengan berbagai ornamen indah dari kuningan dan dibuat di Mesir. Panel pintu di lantai dasar dibuat dari kayu solid setebal 5 sentimerter. Sementara kaca kaca jendelanya dilengkapi dengan kaca hias yang dipesan khusus dari Madrid (Spanyol).

Bagian lain dari masjid ini yang dibuat di Mesir adalah ornamen bulan sabit di puncak kubah bangunan masjid dan di puncak menaranya. Ornamen bulan sabit ini terbuat dari kerangka baja dan kemudian di lapis dengan kuningan. Sebuah menara yang dibangun terpisah dari bangunan utama di masjid ini dibangun setinggi 71 meter menjulang tinggi melampaui tinggi mercusuar tua yang berdiri tak jauh dari masjid ini.

Ornamen Bulan sabit di puncak menara ini begitu besar dengan ukuran tingginya mencapai enam meter. Keseluruhan ruang dalam masjid ini dilengkapi dengan sistem tata udara moderen yang memungkinkannya terasa sejuk di musim panas dan terasa hangat di musim dingin yang membeku.***

Referensi

http://www.gibraltar.com/sightseeing/ibrahim-al-ibrahim-mosque-gibraltar.html

http://www.earthdocumentary.com/ibrahim_al_ibrahim_mosque_gibraltar.htm

http://www.saudiembassy.net/files/pdf/publications/magazine/1998-fall/serving.htm

http://www.dakwatuna.com/2008/thariq-bin-ziyad-sang-penakluk-spanyol/

http://www.visitgibraltar.gi/mosque

Monday, August 3, 2020

Islam di Islandia

Tak Punya Tetangga Dekat, begitulah letak geografis Negara Pulau Islandia. Sendirian ditengah tengah laut Atlantik Utara diantara Benua Eropa bagian utara dengan Pulau Greenland di kutub utara, Perhatikan peta google map di bawah.

Islandia, sebuah Negara pulau vulkanik di wilayah Nordic dalam lingkar kutub utara, merupakan salah satu Negara Eropa yang turut mendukung dan telahmengakui Negara Palestina yangbaru disahkan oleh PBB sebagai Negara peninjau non anggota pada sidang umum PBB Kamis 29 November 2012 yang lalu, menjadi menarik karena Islandia sendiri tercatat sebagai salah satu Negara dengan penduduk Islam paling sedikit di dunia.

Islandia Mengakui Negara Palestina

Pengakuan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Islandia Aissour Scarvidenson dalam hari Kamis 15 Desember 2011sebagai sebagai komitmen berdasarkan parlemen Islandia. Pengumuman tersebut menyusul output pemilihan bunyi pada parlemen Islandia yang diselenggarakan dalam lepas 28 November 2012 dengan keputusan mengakui Negara Palestina menggunakan perbatasan sebelum perang tahun 1967. Pengakuan Islandia ini diumumkan selesainya beberapa hari sebelumnya bendera Negara Palestina dikibarkan buat pertama kalinya pada markas akbar UNESCO pada Paris.

Islam pada Islandia

Berdasarkan data dariWorld fact book, mayoritas penduduk Islandia beragama Kristen (Gereja Lutheran Islandia 80.7%, Katholik Roma 2.5%, Reykjavik Free Church 2.4%, dan Hafnarfjorour Free Church 1.6%) Agama agama lain hanya 3.6%, serta tak menyebutkan agama yang di anut 3% hingga 6.2% (data perkiraan tahun 2006)

Merujuk kepadaWikipedia, komunitas muslim di Islandia hanya terdiri dari sekitar 694 orang saja atau setara dengan 0.2% saja dari total penduduk Islandia, yang tergabung dalam dua organisasi Islam yang sudah berdiri disana. Meskipun ditengarai jumlah muslim disana lebih banyak dari angka tersebut.

Masuknya Islam ke Islandia diperkirakan terjadi sejak tahun 1627, ketika para bajak laut dari Afrika Utara mencaplok sebagian pulau tersebut hingga ke pantai barat daya, Vestmannaeyjar, dan bagian selatan fjords. Peristiwa tersebut dikenal dalam sejarah Islandia sebagai Tyrkjaránið atau "Turkish Abductions"

April 2009 yang lalu, merupakan hari bahagia bagi pasangan Hjalti Bjorn Valthorsson dan Gunnhildur Aevarsdottir, yang menjadi pasanganpengantin muslim Islandia pertama yang melaksanakan pernikahan di negara tersebut. Salmann Tamimi, Presiden Asosiasi Muslim bertindak sebagai penghulu dalam upacara pernikahan yang dilakukan di ruang sholat milik Asosiasi Muslim Islandia yang mereka sebut sebagaiMasjid An-Nur Reykjavík.

Masjid di Reykjavik, nir berbentuk misalnya bangunan masjid yg kita kenal namun, bangunan ini sebagai tumpuan kegiatan ke Islaman di ibukota negara dengan suhu tidak penah sehangat pada Nusantara ini.

Organsasi Muslim Islandia

Muslim Islandia sudah memiliki dua organisasi resmi yang diakui oleh pemerintah setempat yakni Asosiasi Muslim Islandia, didirikan pada tahun 1997 oleh Salmann Tamimi, seorang warga imigran dari Palestina dengan anggota berjumlah sekitar 419 orang. Dan Islamic Center Islandia, didirikan antara tahun 2009 dan 2010 beranggotakan 275 orang.

Karena belum ada satupun bangunan masjid di Negara kutub utara ini setidaknya hingga tahun 2012 lalu. Untuk memfasilitasi kebutuhan akan tempat ibadah, Asosiasi Muslim Islandia menggunakan ruangan di lantai tiga gedung Ármúli 38 di kota Reykjavík sebagai ruang sholat sejak tahun 2002 lalu dan biasa disebut sebagaiMasjid An-Nur Reykjavík. Berikut alamat lengkap organisasi tersebut.

                The Muslim Association of Iceland

?Rm?Li 38, 3rd floor (entrance from Selm?Li), 108 Reykjavik

President: Salmann Tamimi

telephone: 354 895-1967

website :http://www.islam.is

e-mail:salmannt@gmail.com

Sedangkan Islamic Center Islandia menempati lantai dua gedung Ýmishúsið diGrensásvegur 8 – 108 kota Reykjavík. Alamat lengkapnya adalah sebagai berikut.

                The Islamic Cultural Centre of Iceland

Grens?Svegur 8 - 108 Reykjavik, Iceland

GSM: 354 776 16 10

Imam : Ahmad Seddeeq

Website :http://www.islamiccci.com/

Email :imam_icci@Hotmail.com,aseddeeq@gmail.com

Dua ruang sholat tersebut selain difungsikan sebagai tempat melaksanakan sholat lima waktu berjamaah, juga digunakan untuk menyelenggarakan sholat fardu Jum’at yang diikuti oleh muslim asli Islandia dan muslim dari berbagai Negara lainnya. Seluruh aktivitas keIslaman bagi muslim disana dipusatkan di dua institusi tersebut.

Jemaah di masjid reykjavik

Masjid di Islandia

Meski belum memiliki satupun bangunan masjid di negaranya, muslim Islandia bersikukuhmenolak bantuan asing untuk membangun masjid bagi mereka. Pada tahun 2000 yang lalu,The Muslim Association of Iceland mengajukan permohonan pembangunan masjid di Reykjavík. Namun tidak sepenuhnya disetujui oleh dewan kota, meskipun begitu otoritas setempat tetap menawarkan lahan berukuran 1,500 meter persegi di tahun berikutnya, lahan yang jauh lebih kecil dari yang diminta oleh asosiasi muslim disana.

Persetujuan untuk penambahan lahan yang diinginkan oleh muslim setempat dikaitkan dengan persetujuan terhadap Gereja Ortodok Rusia yang rencananya akan dibangun berdekatan. Belum lagi keinginan dari dewan kota yang menginginkan agar muslim disana agar bergabung dalam satu wadah masjid saja tidak dapat diterima oleh Asosiasi Muslim yang telah lebih dulu mengajukan permohonan.

Tahun 2013 yang kemudian pemerintah Islandia ahirnya menerbitkan biar bagi pembangunan masjid pertama pada negara itu. Diklaim sebagai masjid pertama, lantaran ini adalah buat pertama kali pemerintah menerbitkan izin untuk menciptakan bangunan masjid sebenarnya, bukan masjid sementara yang menumpang di fasilitas umum misalnya saat ini.

Hanya saja sampai kini pembangunan masjid tersebut belum terwujud terkendala menggunakan dana, meskipun huma dan rancangan masjid pun telah disiapkan output menurut sayembara rancangan masjid yang diselenggarakan sang panita pembangunan. Impian muslim disana buat mempunyai sebuah bangunan masjid megah sepertinya masih wajib bersabar.

Rancangan bangunan masjid pertama Islandia.

Perkembangan Islam pada Islandia

Kehidupan muslim di Islandia ini sempat menarik perhatian stasiun tivi Al-Jazeera.Dokumentasi Aljazeera di Islandia ini berupaya mendokumentasikan kehidupan sehari hari muslim disana. Terutama tentang bagaimana muslim Islandia menjalankan Ibadah puasa Ramadhan di negeri pulau yang mataharinya enggan untuk terbit itu, sehingga waktu puasa bagi muslim disana menjadi jauh lebih panjang dibandingkan dengan muslim dibagian bumi yang lain.

Hal lain yang menarik dari Negara kutub ini adalah sudah diterapkannyaSistem pemotongan hewan Islami di Islandia. Sejak musim gugur tahun 2010 lalu rumah rumah jagal ternak disana menghadirkan muslim untuk membacakan doa sesuai dengan proses penyembelihan yang diatur dalam hukum Islam. Hal positif bagi Islandia adalah diterimanya produk daging sapi dan domba mereka di pasar dunia islam. Sedangkan bagi muslim Islandia hal tersebut tentunya merupakan bentuk pengakuan yang luar biasa.

Hubungan dengan Indonesia

Indonesia sudah memiliki interaksi diplomatik dengan Islandia, meskipun pemerintah Indonesia belum menempatkan kantor perwakilan di Islandia. Perwakilan Indonesia buat Islandia dirangkap oleh Duta Besar Indonesia untuk Norwegia dan Islandia yang berkedudukan pada kota Oslo, Ibukota Norwegia, yang beralamat di

Fritzners Gate 12, 0244, Oslo, Norway.

Telepon: (47) 2212-5130. Fax: (47) 2212-5131.

Website :http://norway.kemlu.go.id

------------------------------------------------------------------

Follow & Like akun Instagram kami di@masjidinfo dan@masjidinfo.id

🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.

------------------------------------------------------------------

Baca Juga Artikel Masjid di Kutub Utara lain nya

Islam pada Islandia

Masjid Innuvik Masjid ke 4 di Kutub Utara

Tiga Masjid di Kutub Utara

Masjid Nord Kamal Norislk-Russia ; Masjid Paling Utara di Bumi

Perkembangan pembangunan Masjid pertama di Alaska

MASJID PERTAMA DI ALASKA (AS) SEGERA DIBANGUN,

Masjid 4000 kilometer

Sunday, August 2, 2020

Islam di Lithuania

Lokasi Lithuania di antara negara negara Baltik.

Dimanakah Lithuania

Republik Lithuania atau dalam Bahasa resminya disebut Lietuvos Respublika, adalah negara di benua Eropa bagian utara di tepian laut Baltik berseberangan dengan Denmark & Swedia. Lithuania berbatasan darat dengan Latvia di sebelah utara, Belarusia di sisi selatan, sedangkan di sebelah baratnya berbatasan menggunakan wilayah Exlave milik Russia di Kaliningrat & Polandia.

Lithuania sempat mencapai masa kebesarannya pada abad ke 14 saat negara tersebut dibawah pimpinan Grand Duchy (Raja) Vytautas. Daerahnya meliputi daerah negara Lithuania ketika ini termasuk pula negara negara tetangganya, Polandia, Belarusia, sebagian Latvia hingga hampir semua wilayah Ukraina.

Lithuania juga pernah membentuk persemakmuran bersama dengan Polandia di abad ke 16, lalu keluar dari persemakmuran tersebut di abad ke 18. Lithuania pertama kali menyatakan kemerdekaan pada tanggal 16 Februari 1918, namun kemudian seluruh wilayah ini dicaplok oleh Uni Soviet pada 15 Juni 1940 kemudian di duduki oleh Nazi Jerman setahun kemudian dan kembali ke tangan Uni Soviet di tahun 1944. Pemulihan kemerdekaan terjadi pada 11 Maret 1990 setelah ambruknya Uni Soviet.

700 Tahun Islam di Lithuania

Seperti Negara Negara Eropa Utara & Eropa bagian timur lainnya, Islam pada Lithuania telah hadir sejak berabad abad yg kemudian. Pada abad pertengahan Negara yg sekarang dikenal menjadi Republik Lithuania merupakan bagian dari Grand Duchy of Lithuania yang bergabung pada Negara persemakmuran Polish?Lithuanian Commonwealth.

Wilayah Lithuania sepanjang sejarah

Wilayahnya membentang berdasarkan laut Baltik hingga ke Laut Hitam, termasuk beberapa daerah menggunakan penduduk muslim di bagian selatan seperti daerah Semanjung Krimea yg dihuni sang para muslim Tatar. Sejarah masuknya Islam di Republik Lithuania memang tak bisa dilepaskan menurut sejarah muslim Tatar pada Lithuania.

Muslim Tatar dari Semanjung Krimea (sekarang masuk pada daerah Negara Ukraina) merupakan keturunan Mongolia terkenal menggunakan kemahiran mereka dalam berperang dan loyalitasnya. Di masa kekuasaan Raja (Grand Duke) Vytautas, Pasukan muslim Tatar dari Krimea ini di undang ke Lithuania buat memperkuat militer Lithuania.

Pada masa itu Lithuania adalah sebuah kerajaan penganut Paganisme tetapi mempunyai tradisi toleransi yg sangat kuat & telah menjalin komunikasi intensif dan aliansi dengan dunia Islam yg telah mengakar pada bagian selatan Eropa termasuk semenanjung Krimea.

Gelombang pertama kedatangan pasukan Muslim Tatar ke Lithuania terjadi pada tahun 1398. Sebagian besar pasukan Tatar ini ditempatkan sang Kaisar Vytautas pada lebih kurang ibukota kerajaan pada Trakai dan mereka membangun pemukimannya sendiri, menggunakan tujuan sewaktu waktu diharapkan akan dengan gampang dihubungi dan digerakkan. Mereka kemudian mendirikan desa mereka sendiri antara lain di Vilnius, Trakai, Hrodna & kaunas & lalu menyebar di seluruh daerah Commonwealth diluar daerah Negara Lithuania pada daerah yang sekarang sebagai Republik Polandia & Belarusia.

Empat Masjid di Lithuania yang masih ada ketika ini: Dari sebelah kiri atas searah jarum Jam : Masjid Forty Tatar Village, Masjid Nemezis, Masjid Raiziai dan Masjid Kaunas yg paling baru dan paling modern dibangun tahun 1930. Tiga berdasarkan empat Masjid tua yang terdapat pada Lithuania waktu ini tiga diantaranya dibangun dari bahan kayu & berbentuk bangunan tradisional warga setempat, layaknya sebuah tempat tinggal hunian yg menghadap ke kiblat.

Masjid Lithuania

Desa desa tersebut masih bisa lacak & dikenali, tiga diantaranya masih mempunyai masjid orisinil mereka dari masa itu, yakni; Desa Keturiasde?Imt Totori? Atau Forty Tatar Village dan Desa Nem??Is yang berada pada pada daerah Distrik Vilnius dan Desa Rai?Iai pada Distrik Alytus. Dan satu lagi masjid yg masih berdiri kokoh sampai kini merupakan masjid Kaunas yg dibangun selama perang kemerdekaan Lithuania di tahun 1930.

Pembangunan masjid tersebut dilaksanakan pada rangkaian peringatan 500 tahun kematian Raja Vytautas yang merupakan raja terbesar pada sejarah Lithuania sekaligus jua merupakan tokoh penting yang membawa Muslim Tatar masuk ke Lithuania menandai masuknya Islam ke Negara Baltik tersebut.

Ketika pasukan salib Jerman yg berintikan para Ksatria Teutonic menyerbu ke Lithuania dalam 15 Juli 1410 peperangan tidak terhindarkan di sekitar kota Tannenber (Grunwald) yang populer dalam sejarah sebagai perang Grunwald. Pasukan Lithuania yg pada dukung pasukan Muslim Tatar, Polandia, Czech dan Russia menggunakan jumlah mencapai 30.000 orang, dengan gemilang menaklukkan 20.000 orang pasukan para Ksatria Teutonic tadi.

Sebagai ucapan terima kasih, Kaisar Vytautas mengizinkan Muslim Tatar menetap di Lithuania & menghadiahkan tanah yg sangat luas kepada Muslim Tatar, sebuah daerah yg membentang menurut selatan ibukota Lithuania di Trakai hingga ke kota Bialystok (kini masuk daerah Negara Polandia) pada sebelah barat, membentang sampai ke pinggiran kota Minsk (kini ibukota Negara Belarusia), tidak hanya itu, kaisar jua menjamin kebebasan bagi Muslim Tatar buat menjalankan syariat Islam. Hal tadi terus berlaku hingga ke para kaisar pengganti Kaisar Vytautas meskipun lalu Para kaisar selanjutnya telah memeluk Kristen.

Identitas Muslim Tatar

Tujuh abad muslim Tatar tinggal dan hidup bersama menggunakan rakyat orisinil Lihtuania berasimilasi & berintegrasi. Banyak dari mereka yang lalu menjadi tuan tanah, pengusaha, pedagang, birokrat sampai menduduki jabatan tinggi di kemiliteran Lithuania. Pusat pengembangan Islam tumbuh pada banyak sekali tempat di Lithuania. Muslim Tatar di masa itu bahkan mempunyai sekitar 25 masjid di berbagai kota temasuk pada ibukota negara. Diseluruh daerah Commonwealth Lithuania-Polandia bahkan diperkirakan terdapat ratusan masjid dan pusat ke-Islaman bagi lebih kurang 200 ribu muslim Tatar yg tinggal disana.

Masa Suram Muslim Lithuania

Namun situasi lalu perlahan berubah, manakala kerajaan mulai semakin ortodok, memutus interaksi dengan pihak selatan, semanjung Chrimea & Islam, Muslim Tatar menggunakan sendirinya terisolasi berdasarkan global Islam. Keadaan semakin parah manakala Lithuania menjadi bagian Uni Soviet pada abad ke 20 Miladiyah. Muslim Tatar memasuki masa paling suram dalam sejarah mereka di Lithuania.

Agama menjadi hal terlarang, mereka yang menolak kebijakan itu akan menghadapi pembunuhan atau di asingkan oleh penguasa. Masjid masjid ditutup, pada alih fungsi atau bahkan dihancurkan. Ketika Uni Soviet ambruk, Lithuania menentukan merdeka & melepaskan diri berdasarkan federasi, pada Negara itu hanya tersisa tiga bangunan masjid saja yang masih utuh dalam kondisi yang mengenaskan, dan tidak satupun yang tersisa pada ibukota Negara.

Tak hanya masjid namun semua yang berhubungan dengan Islam dan agama dihancurkan sang pemerintah Uni Soviet termasuk sebuah komplek pemakaman tua pada tengah kota Kaunas yg merupakan bagian berdasarkan huma masjid Kaunas, diratakan dengan tenah menggunakan alasan lokasinya telah tidak sinkron lagi karena berada pada tengah tengah kota, namun alasan sebenarnya dari pengancuran tadi adalah buat menghapus jejak Islam dari daerah tersebut.

Masjid Kaunas ini adalah satu satunya masjid dari bahan beton berdasarkan empat masjid yang ada pada Lithuania. Kini masjid Kaunas sebagai keliru satu daya pikat wisatawan yg berkunjung ke Kaunas. Ukurannya yg mini menciptakan jemaah sholat jum'at lebih banyak yang sholat di luar bangunan daripada yg berada di pada ruangan.

Lapangan luas bekas pemakaman umum tersebut lalu di ubah sebagai taman kota & sekarang dimasa kemerdekaan Lithuania dikenal menggunakan Ramybes Park atau Taman Keheningan sinkron menggunakan kenyataan tempat tersebut pada masa kemudian. Beberapa monument peringatan dibangun ditempat tersebut menjadi pengingat bahwa disana dulunya adalah sebuah komplek pemakaman tua.

Muslim Lithuania Saat ini

Setelah Lithuania pulang berdiri sebagai sebuah Negara merdeka dan melepaskan diri berdasarkan Uni Soviet, Negara itu mulai menata pulang kehidupannya. Muslim Lithuania mendpatkan dukungan berdasarkan Negara buat memulihkan kehidupan ke-Islaman mereka termasuk mengembalikan masjid dan property kaum muslimin yang masih tersisa pada komunitas muslim disana.

Kini hanya tersisa sekitar ribuan muslim pada Lithuania terdiri dari Muslim Tatar yang adalah ernit muslim mayoritas di Lithuania ditambah menggunakan sejumlah kecil rakyat pribumi yang memeluk Islam dan beberapa imigran muslim yang masuk ke Negara tersebut sesudah kemerdekaan. Hasil sensus penduduk pada tahun 2001 menerangkan nomor sekitar 3000 muslim yang terdapat di Lithuania, jumlah yg sangat mini dibandingkan menggunakan muslim pada Negara Negara Eropa Timur lainnya.

Selain pada Lithuania, Muslim tatar dari masa Kerajaan Lithuania sekarang beredar pada bekas daerah kerajaan tadi, termasuk lahan yang dulunya merupakan hadiah dari Raja Vytautas. Ada empat masjid diluar daerah territorial Republik Lithuania yang masih berdiri di atas huma dimaksud yakni dua Masjid di Polandia masing masing pada kota Kruszyniany & kota Bohiniki, & 2 masjid di Belarusia masing masing pada kota Navahrudak & Kota Iwie.

Kondisi Muslim tatar ini juga sangat membutuhkan perhatian, Terisolasi selama beberapa generasi menurut dunia Islam menciptakan pemahaman mereka tentang agama Islam terdegradasi menggunakan sendirinya. Tidak hanya terkucil namun tekanan teramat berat dari penguasa terutama pada era Uni Soviet bukanlah hal gampang buat mereka lalui, & luar biasa setelah melewati masa masa tidak terperi tersebut, muslim Tatar bisa mempertahankan bukti diri ke-Islaman mereka.

Muslim Tatar pada Lithuania ini juga telah kehilangan kemampuan mereka buat berbahasa Tatar dan mereka sekarang berbicara dengan bahasa Lithuania. Saudara saudara kita ini tidak saja membutuhkan bantuan buat memulihkan properti warisan menurut para leluhur mereka termasuk empat bangunan masjid yang masih ada, namun juga sangat membutuhkan bimbingan menurut para Da?I buat mengajarkan mereka mengenai kepercayaan Islam yang mereka akui menggunakan bangga menjadi kepercayaan mereka secara turun temurun melintasi begitu kerasnya kenyaataan zaman.

Masjid Kelima pada Lithuania

Beberapa ketika yang lalu sempat tersebar fakta akan dibangunnya masjid baru sekaligus masjid kelima di Negara itu. Disebutkan bahwa Distrik Naujininkai pada Vilnius berencana membentuk sebuah masjid baru lengkap dengan lahan pemakaman muslim disekitarnya. Tetapi sampai goresan pena ini ditayangkan tadi belum ada perkembangan lanjutannyai.

Referensi

https://deepbaltic.Com/2015/11/30/forty-tatars-in-the-lithuanian-countryside-one-villages-600-years-of-islamic-history/

http://en.Islamasvisiems.Lt/mosques-islamic-centres-and-tourist-place/

http://www.Bbc.Com/news/magazine-35170834

http://web.Archive.Org/web/20100802145523/http://www.Kpd.Lt/epd2009/index.Php/lt/kitoks-pveldas/totoriu-paveldas

http://en.Wikipedia.Org/wiki/Islam_in_Lithuania

http://www.Lithuaniatribune.Com/2010/08/12/5th-mosque-planned-in-vilnius/

Asal SEO

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done